Monday, July 16, 2012

Abstrak Tesis


ABSTRAK
Pengaruh Sistem Informasi Manajemen Akademik dan Inovasi Pembelajaran terhadap Kualitas Layanan Pembelajaran
(Studi pada SD Negeri di Wilayah UPTD Pendidikan Kecamatan Cisaga)
Ari Nugraha NIM. 82321011084

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kualitas layanan pembelajaran dalam mengelola pendidikan sehingga diperoleh layanan pembelajaran yang berkualitas. Untuk mengelola pendidikan dasar diperlukan suatu sistem pengelolaan dan inovasi yang baik. Oleh karena itu, sistem informasi manajemen akademik dan inovasi pembelajaran memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pembelajaran.
 Adapun rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana pengaruh sistem informasi manajemen akademik terhadap kualitas layanan pembelajaran di sekolah? (2)Bagaimana pengaruh inovasi pembelajaran terhadap kualitas layanan pembelajaran di sekolah? (3) Bagaimana pengaruh sistem informasi manajemen akademik dan inovasi pembelajaran secara bersama-sama terhadap kualitas layanan pembelajaran di sekolah? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan  : (1) Pengaruh sistem informasi manajemen akademik terhadap kualitas layanan pembelajaran di sekolah; (2) Pengaruh inovasi pembelajaran terhadap kualitas layanan pembelajaran di sekolah; (3) Pengaruh sistem informasi manajemen akademik dan inovasi pembelajaran secara bersama-sama terhadap kualitas layanan pembelajaran di sekolah.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptifanalitik dan verifikatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai realitas dan fakta-fakta dari sifat populasi penelitian ini secara detail dan teliti.Mengingat jenis dan sifat penelitian ini adalah eksplanatori non eksperimental, maka dalam pelaksanaannya dilakukan melalui metode survei. Desain penelitian yang digunakan yaitu desain korelasional. Sedangkan data variabel penelitian dijaring dengan menggunakan alat pengumpul data tertentu yaitu kuesioner. Untuk menganalisisnya menggunakan analisis data uji statistik korelasional dan regresi berganda dan pengolahan data dibantu menggunakan SPSS  16.00. for window.
Hasil penelitian ini diperoleh simpulan untuk menjawab rumusan masalah yaitu bahwa: (1) SIM akademik berpengaruh positif terhadap kualitas layanan pembelajaran di SD Negeri UPTD Pendidikan Kecamatan Cisaga, ini berarti semakin meningkatSIM akademik maka akan semakin meningkat pula kualitas layanan pembelajaran. (2) Inovasi pembelajaran berpengaruh positif terhadap kualitas layanan pembelajaran di SD Negeri UPTD Pendidikan Kecamatan Cisaga, ini berarti semakin meningkat inovasi pembelajaranmaka akan semakin meningkat pula kualitas layanan pembelajaran.(3)  SIM akademik daninovasi pembelajaran berpengaruh positif terhadap kualitas layanan pembelajaran di SD Negeri UPTD Pendidikan Kecamatan Cisaga, ini berarti semakin meningkat SIM akademikdan inovasi pembelajaran maka akan semakin meningkat pula kualitas layanan pembelajaran.

Surat Lamaran Ke Kampus


Ciamis,   Juli 2012

Perihal           : Lamaran Pekerjaan 
Lampiran       : 5 (lembar)

Yth.     Bapak Rektor
           Universitas Galuh

Dengan Hormat
Didorong oleh keinginan untuk dapat berperan serta dalam kemajuan pendidikan serta peningkatan kualitas sumberdaya manusia Indonesia, maka saya:
              
Nama                                    :  Ari Nugraha, S.Pd.,M.Pd.
Jenis Kelamin                      :  Laki-laki
Tempat & Tanggal Lahir      :  Ciamis, 24 April 1987
Agama                                  :  Islam
Status Pernikahan               :  Singel
E-mail                                   :  ari.nugraha.cisaga@gmail.com
Alamat Rumah                     :  Jln. Raya Ciamis-Banjar No. 159 RT/RW. 04/09 Dusun  Cimanggu, Kec. Cisaga 46386
Telephone                             :  085223981987

Mengajukan lamaran pekerjaan sebagai tenaga pendidik/ karyawan. Sebagai bahan pertimbangan bersama ini saya lampirkan:

  1. Curriculum Vitae (CV)
  2. Foto copy Ijazah Pascasarjana (S2) (Terakreditasi)
  3. Foto copy Transkrip Nilai (S2) (Terakreditasi)
  4. Foto copy Ijazah Sarjana (S1) (Terakreditasi)
  5. Foto copy Ijazah Akta IV Sarjana (S1) (Terakreditasi)
  6. Foto copy Transkrip Nilai (S1) (Terakreditasi)

Jika saya diterima bekerja di Universitas Galuh, saya berjanji akan bekerja dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati. Besar harapan saya untuk dapat bergabung dan bekerja di Istitusi yang Bapak pimpin. Demikian surat lamaran ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Besar harapan saya untuk dapat diterima bekerja di tempat ini.

                                                                                                                      Hormat saya,
                                                                                             



                                                                                                             Ari Nugraha, S.Pd.,M.Pd.

Tembusan :
  1. Ketua Yayasan Universitas Galuh
  2. Dekan FKIP Universitas Galuh
  3. Presiden Timor Leste

Sunday, July 15, 2012

Ikhlas Mengundang Kemudahan

Jika Ikhlas Sudah Menjadi kebiasaan, jangan heran kalu hidup menjadi penuh kedamaian dan kasih sayang, juga penuh kedamaian dan kasih sayang, juga kemudahan dan berbagai kejaiban.

Dengan tersenyum, seorang pria yang tinggal di sebuah kompleks perumahan di Jakarta merelakan dan mengikhlaskan perasaanya begitu mendengar kabar sebuah mobilnya telah hilang dicuri. Dampaknya, ia justru mendapatkan ganti dua buahh mobil dan semuanya baru!

Dengan keikhlasan pemiliknya, sebuah rumah di Depok, Jawa Barat, yang disantroni kelompok pencuri selamat dari aksi penjarahan. Para pencuri tidak mengambil satupun barang yang ada di dalam rumah meski mereka sudah melihat bahkan memegangnya!

 Seorang karyawati putus asa karena mendapatkan dua kali surat peringatan akibat target penjualan perusahaannya di Bekasi, Jawa Barat, sebesar Rp 1,5 milyar tidak pernah terkejar. Setelah ia ikhlaskan hatinya, keajaiban pun datang. Hingga setahun kemudian, ia berhasil memberi pemasukan ke perusahaan sebesar Rp. 80 milyar. Ia tak jadi dipecat dan justru dihadiahi berbagai bonus, seperti sebuah rumah, dua kali berangkat umrah, dan melanjutkan sekolah ke S2!

Ketiga kisah tersebut tidaklah mengada-ada. Semuanya merupakan kisah nyata yang dialami orang-orang yang telah menerapkan ’i|mu’ ikhlas dalam kehidupannya, ilmu yang sesungguhnya sudah diajarkan secara turun temurun oleh nenek moyang kita. Tentu kita tidak asing dengan saran seorang teman atau saudara ketika kita tertimpa masalah dengan melontarkan kalimat, “Sudah|ah, ikhlaskan saja .... ”

Kalau mau digali, sebenarnya kalimat itu bermakna sangat dalam. "Ketika masalah mendatangi kita dan kita bersedia mengikhlaskan perasaan kita terhadap masalah tersebut, maka Tuhan akan memberikan solusi untuk kita,". Dan kalau Tuhan memberikan solusi,  maka solusinya bisa datang secara tidak terduga, atau dengan kata Iain, ajaib. Inilah yang terjadi dalam ketiga contoh kasus di awal tulisan ini.

Jalan keluar atau kemudahan tersebut memang sudah dijaminkan oleh Tuhan yang Dia tuangkan di sebuah surat dalam Alquran yang kira-kira berbunyi,“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS. 65:2-4)

Ikhlas sendiri,  memiliki arti keterampilan menyerahkan segala urusan kehidupan kepada Tuhan berlandaskan keyakinan dan kepasrahan atas kekuatan-Nya. Seperti saat kita mau menumpang pesawat terbang karena kita yakin bahwa sang pilot (yang tidak pernah kita lihat) akan mengantarkan kita selamat sampai ke tujuan. Sayang, di zaman yang serba cepat dan penuh kompetisi ini, keterampilan tersebut sudah terpinggirkan. Akibatnya, selain semakin banyaknya manusia stres, krisis demi krisis terus terjadi.

KEAJAIBAN IKHLAS ITU ILMIAH
Bagi kita, bangsa Indonesia, ikhlas bukanlah merupakan hal yang baru.  ini karena ikhlas sudah merupakan fitrah manusia sejak dilahirkan di dunia. Dan nenek moyang kita tahu itu sehingga muncullah ajaran-ajaran untuk selalu ikhlas. R.M.P. Sosrokartono, kakak kandung RA Kartini, misalnya, terkenal dengan salah satu ajarannya, trimah mawi pasrah (menerima dengan pasrah), yang mencakup “ikhlas terhadap apa yang terjadi, menerima apa yang dijalani, dan pasrah terhadap apa yang akan ada."

Kalau benar-benar kita amati, selain ikhlas, keajaiban atau kejadian yang sulit dipercaya, juga bukan hal yang aneh. Sebetulnya kita sering atau pernah mengalami. Dan jika diperhatikan, keajaiban tersebut biasanya terjadi saat kita sudah menyerah kepada keadaan. Ini karena ketika kita menyerah, biasanya kita memasrahkan semuanya kepada Tuhan dan ikhlas apa pun yang terjadi. "Maka, saat itulah Tuhan memberikan solusinya secara tidak diduga-duga seperti yang Dia janjikan,"

Sesungguhnya, ikhlas dan keajaiban itu adalah sebuah mekanisme alamiah yang ilmiah. llmu Fisika Kuantum menjelaskan bahwa semua benda di alam semesta ini, baik yang tampak mau-pun yang tidak, bahan bakunya sama, berupa vibrasi energi yang memiliki kecerdasan dan kesadaran yang hidup yang disebut quanta. Kalau dilihat melalui mikroskop nuklir, benda-benda padat yang ada di sekeliling kita sama sekali tidak terlihat padat, tapi hanya berupa rongga berisi getaran quanta.

Salah satu hukum Fisika Kuantum juga menyebutkan bahwa tingkah laku partikel yang berubah-ubah dari benda padat menjadi getaran vibrasi dan sebaliknya itu sangat tergantung dari niat penelitinya. Ini bisa berarti bahwa semua benda yang Anda Iihat merupakan susunan energi quanta yang tercipta oleh kerja pikiran dan perasaan kita sendiri.

Hal itu sesuai dengan hukum semesta, Law ofAttraction, yang menyebutkan, setiap energi akan menarik energi yang sejenis. Dan karena pikiran dan perasaan itu bahan dasarnya adalah juga quanta, maka keduanya akan menarik apa yang kita pikirkan atau rasakan.

Ini pula yang terjadi ketika seseorang sedang mengikhlaskan perasaan nya terhadap masalah yang tengah dihadapinya. Ia sedang menyelaraskan pikiran dan perasaannya dengan kehendak Ilahi di level kuantum untuk menarik apa yang ia inginkan tersebut. “Maka, solusi yang kemudian hadir itu sebenarnya karena ‘kita undang’, bukan tanpa sebab apalagi ajaib,"

“keajaiban" itu akan hadir kalau kita mampu menciptakan kondisi ikhlas di hati kita dengan cara mengakses zona ikhlas yang ada di dalamnya. Zona ikhlas ini adalah wilayah di dalam hati yang bersifat kuantum yang diyakini para ilmuwan sebagai sumber , segala hal yang dibutuhkan umat manusia. Dalam ilmu pengetahuan, zona ini disebut dengan berbagai nama, seperti Zero Point Field, The Field, Divine Matrix, atau Unified Field.
Di dalam Matrix Ilahi itu tersimpan blue print semua ciptaan dalam bentuk ‘benih’ segala kemungkinan yang belum mewujud — baik maupun yang buruk, tergantung pikiran, perasaan, atau niat kita. Jadi, Zona Ikhlas inilah yang perlu kita akses dan olah dengan pikiran, perasaan, dan doa-doa yang positif untuk membuat perubahan di dalam kehidupan.

MENGAKSES ZONA IKHLAS

Untuk memasuki Kona Ikhlas, Brainwave management atau pengaturan gelombang otak agar mendapatkan gelombang yang sesuai dengan gelombang di Zona Ikhlas tersebut. Bila direkam dengan alat perekam gelombang otak, EEG (elektroensefalogram), otak terlihat memancarkan gelombang sesuai kondisi jiwa seseorang. Gelombang tersebut dibagi menjadi:


1.Beta (14—i0oHz): kita berada dalam kondisi sadar penuh, konsentrasi, otak didominasi logika.
2.Alpha (8-13,9Hz): kondlsl relaks, lstlrahat, nyaman, medltatli bahagla.
3.Theta (4—;9Hz): kondlsl medltatif yang leblh dalam, khusyuk, domlnasl lntuisl.
4.Delta (o,1—3,9Hz): kondlsl tldur lelap tanpa mimpl, tldak sadar; tidak merasakan punya badan.

Dari keempat gelombang otak tersbut, Alpha dan Theta merupakan plntu masuk ke bawah sadar (dunia kuantum) di mana Zona Ikhlas Itu terletak. Untuk mencapal gelombang Alpha dan Theta, maka otak perlu diistirahatkan dengan cara relaksasl atau meditasi. Caranya, dengan menstimulir panca Indra kita.
-  Untuk Indra peraba, bisa dilakukan pemijatan,
-  Untuk Indra penglihatan kita melakukannya dengan melihat dan menikmati keindahan.
-  Untuk Indra pengecapan, bisa dilakukan dengan berpuasa,
-  Untuk Indra penciuman bisa di lakukan dengan aromaterapi,
-  Untuk Indra pendengaran, kita blsa melakukannya dengan mendengarkan Irama alam atau metode terapi musik.

Begitu kita merasakan relaks, nyaman, dan perasaamperasaan  positif Iainnya, Itu artinya otak kita. sedang dipenuhi gelombang Alpha. Inilah saat yang tepat bagi kita untuk membersihkan pikiran dan perasaan  negatif, trauma atau memori yang tersimpan di bawah sadar dan menggantikannya dengan semua hal yang positif sehingga tercapailah kondisi ikhlas itu.

Tanda-tanda keikhlasan Itu adalah kalau kita sudah mampu mengubah perasaan negative tersebut menjadl perasaan nyaman, damai, cinta, syukur dan bahagia.

Semoga Bisa Bermanfaat Bagi saya dan Sahabat Sekalian
Postingan ini saya kutip dari Buku Quantum Ikhlas “ERBE SENTANU”

Thursday, July 12, 2012

Tesis Pengaruh SIM Akademik dan Inovasi Pembelajaran terhadap Kualitas Layanan Pembelajaran


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Penelitian
Persaingan yang semakin ketat di antara sekolah-sekolah di Kabupaten Ciamis mendorong sekolah untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya, termasuk penyediaan informasi bagi stakeholder. Teknologi Informasi dapat mengotomatisasi proses pengelolaan informasi dari mulai memasukkan informasi, menyimpan, dan memperbaruinya setiap saat sehingga setiap orang bisa mendapatkan informasi terbaru dan melakukan analisis dengan mudah. Oleh karena itu proses penyampaian pesan, informasi, maupun pengetahuan dapat lebih cepat, mudah dan up to date. Konsep ini memiliki nuansa bagaimana dunia pendidikan berusaha menggunakan perangkat komputer yang dapat diaplikasikan sebagai sarana komunikasi untuk mengefisiensikan kinerja dunia pendidikan.
Pada era ini setiap bidang menuntut sumber daya manusia berkualitas yang memiliki kemampuan inovasi dan kinerja yang efisien. Untuk memenuhi tuntutan ini perbaikan dan pengembangan inovasi di setiap sekolah secara berkesinambungan perlu dilakukan sejalan dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perubahan masyarakat itu sendiri. Peningkatan mutu sumber daya manusia merupakan kebutuhan mendesak yang perlu diprioritaskan oleh pemerintah dalam menghadapi era globalisasi di mana perkembangan teknologi dan informasi yang begitu cepat. Berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan sudah dilakukan oleh pemerintah dan sekolah. Salah satu caranya yaitu dengan meningkatkan mutu pendidik, sarana prasarana, sumber belajar dan kualitas layanan. Dengan demikian tentunya sekolah akan membawa dampak positif bagi layanan pendidikan, yaitu meningkatkan dan menjamin mutu dari lulusan atau layanan yang dihasilkan sehingga pada akhirnya akan meningkatkan tingkat kepuasan konsumen terhadap layanan yang diberikan sekolah.
Karakter mutu layanan lebih sulit didefinisikan dibandingkan dengan mutu fisik. Mutu layanan terkait secara langsung dengan tingkah laku para karyawan. Rendahnya mutu layanan seringkali bersumber dari ketidakpedulian, kurangnya sopan santun, kurangnya latihan, maupun perhatian karyawan terhadap pelanggan. Menurut Salis (2008:15), “TQM memerlukan perubahan budaya yang mencakup perubahan perilaku dan metode bekerja”. Berpegang pada konsep ini maka mutu layanan suatu sekolah ditentukan oleh sejauhmana pelanggan-pelanggan baik internal maupun eksternal itu merasa puas terhadap layanan yang diberikan oleh sekolah itu. Ada pengelompokan layanan pendidikan, yaitu yang pertama kelompok layanan manajemen seperti guru dan tenaga kependidikan yang lebih banyak berkepentingan dengan layanan ini. Kedua kelompok layanan pembelajaran seperti  peserta didik, dan yang ketiga kelompok layanan pengembangan diri seperti orang tua, masyarakat dan lulusan.
Seperti disebutkan  di atas bahwa program peningkatan kualitas layanan harus berorientasi kepada kebutuhan/ harapan pelanggan, maka layanan suatu lembaga pendidikan haruslah memperhatikan kebutuhan dan harapan masing-masing pelanggan. Adapun faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kualitas layanan pembelajaran di sekolah antara lain sistem informasi manajemen akademik. Informasi merupakan satu-satunya sumber yang dibutuhkan seorang pimpinan lembaga pendidikan. Informasi dapat diolah dari sumber lain yang dipengaruhi oleh organisasi yang sangat kompleks dan perangkat komputer yang dimiliki. Informasi dapat memperkuat kinerja lembaga pendidikan, layaknya kinerja usaha lembaga bisnis. Informasi yang diolah dengan menggunakan komputer dapat digunakan oleh seorang pimpinan organisasi atau perseorangan dengan keahlian yang dimiliki sebagai sarana komunikasi dan pemecahan masalah, serta informasi yang sangat berharga dalam proses pengambilan keputusan. Informasi dapat digali melalui sumber-sumber yang tersedia, seperti sumber daya manusia, material, alat, biaya, serta data yang akan diolah.
Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) bahwa pengelolaan oleh satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah diharuskan menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas (pasal 49 ayat 1). Hal tersebut menjadi tolak ukur baik tidaknya pengelolaan satuan pendidikan. Pengelolaan satuan pendidikan sesuai standar nasional menjadi salah satu penentu tercapainya pendidikan yang berkualitas. Beberapa hal yang melatarbelakangi keberadaan sistem informasi dalam dunia pendidikan termasuk di sekolah adalah sebagai berikut. Pertama, cepatnya pengaruh globalisasi dalam era infomasi. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi telah membuat seluruh dunia bagaikan “desa global tanpa batas”. Dengan berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi sangat mempengaruhi segala aspek termasuk juga pendidikan. Tingkat kompetitor yang semakin meningkat, membutuhkan keberadaan informasi yang serba cepat, benar, akurat dan lengkap. Informasi juga digunakan untuk menarik suatu kesimpulan, mengatur strategi agar dapat memenangkan persaingan. Hal ini diperkuat oleh Gates (1999:3) “…..dengan melihat dalam tingkat persaingan yang ketat di era global kemampuan untuk mengumpulkan, mengatur dan memanfaatkan informasi sangat menentukan kita menang “win” atau “lose” dalam persaingan”.
Kedua, Teknologi Informasi (TI) juga merupakan solusi dan katalis perubahan reformasi manajemen pendidikan. Tuban et al (2002:4) mengisyaratkan bahwa TI merupakan suatu katalis dari perubahan dasar dalam struktur, operasi dan manajemen organisasi. Selain itu untuk menjawab “mengapa begitu pentingnya sistem informasi dalam dunia pendidikan khususnya administrasi sekolah?”. Salah satu jawabannya mengangkat pernyataan dalam Castetter (1996:417) bahwa satu diantara banyak  alasan mengapa sistem sekolah secara terus menerus membutuhkan TI adalah yang paling sering ilmu pengetahuan, teknik-teknik, alat-alat dan proses yang membantu untuk pengembangan individual, kelompok dan pengetahuan sistem untuk melaksanakan pekerjaan dengan lebih efisien dan efektif.
Ketiga, kekuatan hukum undang-undang SISDIKNAS (Sistem Pendidikan Nasional) UU RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional butir C yang menyatakan bahwa:
Sistem Pendidikan Nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah dan berkesinambungan.
Selain itu menurut keputusan Menteri Nasional yang mengacu pada Kepmendiknas No. 044/U/2002 dalam rincian tugas dewan/ komite sekolah mengenai bidang pengendalian kualitas pelayanan pendidikan dan bidang jaringan kerja sama dan Sistem Informasi. Hal ini mengacu pada Propenas 2005-2010 menyatakan bahwa pembangunan nasional adalah usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan berlandaskan kemampuan nasional, dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan tantangan perkembangan global. Pelaksanaannya mengacu pada kepribadian bangsa dan nilai luhur universal ditujukan mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat, berkeadilan, sejahtera, maju, mandiri dan kukuh kekuatan moral dan etikanya. Dengan demikian, membangun kesejahteraan rakyat dan ketahanan budaya merupakan agenda pembangunan yang penting dan strategis. Hal tersebut merupakan indikator bahwa keberadaan Sistem Informasi sangat dibutuhkan di dunia pendidikan dan berperan besar dalam andil peningkatan kualitas layanan pendidikan di Indonesia.
Selain itu pentingnya Teknologi Informasi (TI) dalam dunia pendidikan adalah membantu dalam pengambilan keputusan yang benar, akurat dan cepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta meningkatkan mutu pembelajaran. Keberadaan TI sebagai fasilitator semakin trend dan berkembang menjadi suatu kebutuhan umum dalam setiap aktivitas yang ada. Hal ini ditekankan juga oleh Turban et al (1002:4) ‘IT has become the major facilitator of business activities in the world today’ . Dalam hal ini Turban melihat bahwa TI telah menjadi fasilitator yang dominan dalam berbagai aktivitas bisnis di dunia. Posisi informasi ini dijadikan sebagai asset yang menguntungkan. Semakin banyaknya informasi, maka kita semakin bergantung pada pekerjaan yang berkenaan dengan informasi.
Keberhasilan pendidikan di sekolah juga sangat ditentukan oleh  faktor lain yang mempengaruhi kualitas layanan pembelajaran adalah inovasi pembelajaran. Di mana peran guru sangat menentukan dalam usaha peningkatan hasil belajar pendidikan formal. Untuk itu guru sebagai agen pembelajaran dituntut untuk mampu menyelengarakan proses pembelajaran dengan sebaik-baiknya. Guru mempunyai fungsi dan peran yang sangat strategis dalam pembangunan dibidang pendidikan, maka perlu dikembangkan kreativitas guru melalui inovasi-inovasi baru dalam pembelajaran. Dalam  kaitan ini suatu inovasi harus berlangsung di sekolah guna memperoleh hasil yang terbaik dalam mendidik siswa karena ujung tombak keberhasilan pendidikan adalah guru.
Karena dianggap penting, gagasan tentang inovasi pembelajaran disosialisasikan melalui berbagai forum kepada para guru. Namun respon yang mereka berikan kurang menggembirakan. Padahal, dalam era global merupakan keharusan bagi guru untuk secara terus-menerus melakukan inovasi pembelajaran. Globalisasi telah melahirkan persaingan dalam berbagai bidang, termasuk bidang ketenagakerjaan. Kondisi ini menuntut kualitas SDM yang tinggi, sementara mutu pendidikan kita rendah. Oleh karena itu, tidak ada pilihan bagi guru kecuali melakukan inovasi pembelajaran. Gagasan tentang bagaimana anak belajar dan bagaimana pembelajaran harus dilaksanakan telah dikemukakan oleh para ahli. Namun, ada banyak varian tentang hal itu, tergantung pada paham yang mereka anut. Dihadapkan pada keadaan seperti itu, guru harus menemukan pembelajaran inovatif.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 28 menyatakan bahwa: “Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional”. Kualifikasi akademik merupakan tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibutuhkan dengan ijazah/ setifikat keahlian yang relevan sesuai kebutuhan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam keyataan dilapangan, menunjukan kualitas layanan pembelajaran belum memuaskan, yang diindikasikan dengan layanan pembelajaran hanya saat pelaksanaan proses pembelajaran, belum berurusan dengan administrasi dan bimbingan siswa yang memanfaatkan system informasi manajemen akademik. Kualitas layanan pembelajaran belum mengarah kepada kecepatan yang harus dilakukan oleh guru, sehingga menghasilkan image dan persuasif negative pada siswa serta menimbulkan kekecewaan bagi setiap pelanggan pendidikan.
Kesenjangan yang terjadi pada lembaga pendidikan dapat membuat lembaga pendidikan tidak mampu memberikan layanan yang berkualitas kepada para pelanggannya. Menurut Zeithaml dalam Dudu Nurzaman (2010 : 14) setidaknya ada 5 kesenjangan yang dapat membuat lembaga pendidikan tidak mampu memberikan layanan berkualitas kepada pelanggannya, yaitu : 1) Kesenjangan antara harapan pelanggan dan persepsi manajemen lembaga pendidikan. Kesenjangan tersebut terbentuk akibat pihak manajemen lembaga pendidikan salah memahami apa yang menjadi harapan pelanggan lembaga pendidikan; 2) Kesenjangan antara persepsi pihak manajemen lembaga pendidikan atas harapan pelanggan dan spesifikasi mutu layanan. Kesenjangan terjadi akibat kesalahan dalam menerjemahkan persepsi pihak ke dalam bentuk tolak ukur kualitas layanan; 3) Kesenjangan antara spesifikasi kualitas layanan dan pemberian layanan kepada pelanggan. Kesenjangan tersebut lebih di akibatkan oleh ketidakmampuan sumber daya manusia lembaga pendidikan untuk memenuhi standar kualitas layanan yang ditetapkan; 4) Kesenjangan antara pemberian layanan kepada pelanggan dan komunikasi eksternal lembaga pendidikan. Kesenjangan ini tercipta karena lembaga pendidikan tidak mampu memenuhi janjinya yang dikomunikasikan secara eksternal melalui berbagai bentuk promosi; 5) Kesenjangan antara harapan pelanggan dan kenyataan layanan yang diterima. Kesenjangan tersebut sebagai akibat tidak terpenuhinya harapan.
Sejauh ini kualitas layanan pembelajaran di SD Negeri di wilayah UPTD Pendidikan Kecamatan Cisaga, menurut kepala UPTD Pendidikan diprediksi sedang diupayakan melalui berbagai hal positif, termasuk di dalamnya melalui SIM Akademik dan Inovasi Pembelajaran. Namun demikian proses dan hasilnya belum diketahui secara pasti. Oleh karena itu, penulis akan berusaha mengungkapnya melalui penelitian yang berjudul : Pengaruh Sistem Informasi Manajemen Akademik dan Inovasi Pembelajaran terhadap Kualitas Layanan Pembelajaran (Study Pada SD Negeri di Wilayah UPTD Pendidikan Kecamatan Cisaga).
Selanjutnya Hubungi Penulis di 085223981987

Tuesday, July 10, 2012

Membangkitkan Semangat Hidup

Ada beberapa hal yang dapat membangkitkan semangat hidup, antara lain:
1. Tahu apa hakekat sebenarnya hidup ini.
Banyak orang yang tidak tahu apa sebenarnya hakekat hidup ini. Untuk apa kita hidup? Untuk apa kita ada di dunia ini? Memang butuh perenungan yang dalam untuk menemukan jawaban pertanyaan seperti itu. Jika Anda seorang muslim, pasti Anda pernah mendengar atau membaca firman Alla SWT dalam Al Qur’an surat Adz Dzariyaat ayat 56 yang artinya, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
Mengabdi/beribadah di sini memiliki arti yang sangat luas. Tidak ibadah yang kaitannya dengan urusan akhirat saja, namun semua ikhtiar dan kerja keras kita dalam hidup ini adalah ibadah. Selama apa yang kita lakukan tidak bertentangan dengan ajaran agama yang kita anut, itu pun bernilai ibadah. Kita berusaha membahagiakan dan mencukupi kebutuhan keluarga kita, itu juga ibadah. Yang penting dari awal kita niatkan apa pun usaha kita hanya untuk mencari keridhaan-Nya, dan kita pun harus seimbang dalam mengerjakan urusan dunia dan amalan akhirat. Jika kita menyadari hal ini, tentu kita akan memiliki semangat untuk mengerjakan semua pekerjaan dan urusan kita dengan cara yang terbaik. Satu hal yang penting dan tidak boleh dilupakan adalah niat, karena niat akan menentukan nilai amal/perbuatan kita.
2. Tahu cita-cita hidup kita yang tertinggi.
Semua orang memiliki impian atau cita-cita, namun hanya sedikit yang berani mengejar dan mewujudkannya menjadi sebuah realitas fisik. Banyak orang kehilangan semangat dalam hidupnya hanya karena mereka tidak tahu atau tidak mau tahu akan apa yang sebenarnya yang mereka mau. Apa yang sebenarnya yang mereka inginkan. Kebenyakan orang hanya menjalankan hidup ini sebagai sebuah rutinitas. Dengan sedikit kenyamanan yang mereka rasakan maka berhenti sampai di situlah impiannya. Mereka takut membuat sedikit perbedaan karena khawatir kenyamanan itu akan hilang.
Semua orang pasti memiliki potensi yang luar biasa; dan keluarbiasaan itu baru akan tergali secara maksimal jika kita sudah bisa keluar dari penjara mental kita. Jika kita sudah menemukan profesi yang paling tepat dengan panggilan jiwa kita maka kita akan lebih mudah mengaktualisasikan potensi diri kita yang sebenarnya. Dengan itu kita mendedikasikan hidup untuk kehidupan ini; mempersembahkan yang terbaik yang bisa kita berikan untuk peradaban manusia yang sedang kita jalani saat ini.
Banyak orang berbakat yang terjerat borgol emas. Mereka sebenarnya bisa melakukan hal yang lebih, tapi mereka tidak berani melakukan hal yang berbeda atau keluar dari zona nyaman. Banyak orang yang sebenarnya bakatnya di bidang A, namun kenyataannya ia bekerja di bidang C. Ia tidak berani keluar dari pofesinya yang sekarang karena tidak adanya jaminan penghasilan jika ia benar-benar keluar. Akhirnya ia merasa kehidupannya bagai di penjara, pekerjaannya mengurung ia seperti di sangkar emas. Tidak salah lagi, bukan potensi terdahsyat yang keluar dari dirinya, namun semua itu seakan menjadi rutinitas agar ada nasi yang bisa dimakan hari ini, besok dan seterusnya.
Jika Anda ingin kehidupan Anda penuh semangat dan bahagia maka temukan apa yang sebenarnya Anda inginkan dan kejarlah hal itu. Semua butuh perjuangan dan kerja keras, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi ada hal yang harus Anda tahu: tidak ada sesuatu yang tidak mungkin dalam hidup ini selama kita mau mencoba dan berusaha. Kadang kita takut melakukan kesalahan atau lebih mendengar kata orang lain yang menyurutkan tekad kita. Jika memang kita sudah memiliki impian yang pantas diperjuangkan, teruslah berjuang untuk mewujudkannya, meskipun banyak proses dan ujian yang harus kita lewati.
3. Bersyukur terhadap apa yang sekarang kita miliki dengan tulus.
Setiap orang mempunyai titik kepuasan sendiri-sendiri. Anda orang yang jika mempunyai rumah satu sudah puas, namun ada juga yang sudah memiliki rumah, hotel, vila atau real estate di berbagai penjuru kota masih belum puas. Ada orang yang punya tabungan 1 juta rupiah sudah merasa kaya, namun ada juga orang yang sudah punya tabungan, deposito, saham atau asset investasi lainnya masih merasa kurang. Pada umumnya untuk urusan harta benda duniawi orang selalu ingin lebih banyak lagi dan lagi. Jika diukur maka tidak ada batasnya. Kabar buruknya adalah hanya sedikit saja dari mereka yang terpenuhi keinginannya.
Orang yang pikirannya selalu merasa kurang, miskin, tidak beruntung, dan sikap negatif lainnya mana mungkin ia akan bahagia dan bersemangat dalam hidupnya. Jika yang dipikirkan hanya yang tidak dimiliki, mana mungkin kita akan bersyukur. Oleh karena itu, dengan mensyukuri semua yang ada pada kita saat ini, itulah sebenarnya sumber semangat kita. Kita akan sadar bahwa Tuhan sebenarnya sangat sayang kepada kita. Banyak sekali nikmat yang sudah kita rasakan, sementara lebih banyak lagi orang yang nasibnya tidak seberuntung kita. Ada pun sesuatu yang kita inginkan yang belum kita miliki, itu adalah kesempatan bagi kita untuk berikhtiar semampu kita untuk mendapatkannya. Jangan pernah kecewa, apalagi putus asa.
4. Yakin bahwa apa pun yang kita lakukan akan mendapat balasan, baik di dunia maupun kelak di akhirat.
Setiap perbuatan kita pasti akan ada efeknya. Kita tersenyum kepada orang lain maka orang lain pun akan tersenyum kepada kita. Kita tidak sengaja menginjak kaki orang, mungkin bisa saja orang itu akan marah. Kita memberi sedekah (100 ribu misalnya) pada seorang pengemis, pasti si pengemis akan gembira luar biasa seakan itu sebuah mimpi, dan untaian kalimat doa pun keluar dari mulutnya untuk kebaikan kita. Kita marah, orang di sekitar kita pasti menjauh. Di tempat ramai tiba-tiba kita tertawa sendiri tanpa sebab yang masuk akal, mungkin kita akan disangka gila. Jadi, semua perbuatan (aksi) yang kita lakukan akan menimbulkan efek atau reaksi. Dan efek atau reaksi yang muncul sesuai dengan hukum tabur-tuai. Seperti jika kita menanam padi, bisa dipastikan yang akan tumbuh juga padi. Namun jika kita menanam rumput maka yang akan tumbuh juga rumput. Kalau kita mengharap padi yang akan tumbuh maka kita harus segera bangun dari mimpi buruk.
Setelah kita tahu bahwa apa pun yang kita lakukan akan menimbulkan akibat, baik langsung maupun tidak langsung terhadap diri kita, maka kita harus memilih hanya untuk berbuat yang baik, positif, bermanfaat dan bernilai saja. Dengan demikian, bisa dipastikan efek yang akan kembali kepada kita juga hal-hal yang baik. Tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini jika kita tahu benar apa yang kita lakukan. Sekecil apa pun yang kita lakukan akan dinilai oleh malaikat pencatat amal. Balasannya tidak saja di dunia, tetapi juga kelak di akhirat. Jika kita ingin rekapan catatan amal tersebut isinya bagus maka kita pun harus selalu menjaga agar setiap perbuatan yang kita lakukan adalah perbuatan terbaik. Waktu kita adalah aset terpenting setelah nafas/oksigen maka kita harus mengisinya dengan gerak/aksi/perbuatan yang jelas manfaatnya. Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Jadi semuanya pantang sia-sia.
Dengan menyadari empat hal tersebut maka akan sulit bagi kita untuk tidak bersemangat. Mungkin keadaan Anda saat ini sedang tidak menyenangkan, tapi bukankah kita bisa merubahnya menjadi sebaliknya dengan aksi kita selanjutnya; dengan respon kita terhadap keadaan tersebut. Jika kekasih meninggalkan kita, bukankah kita bisa cari yang lain lagi. Jika kita di PHK, bukankah kita bisa cari pekerjaan lain yang lebih baik atau membuka usaha sendiri. Jika orang lain tidak menghargai kita, bukankah masih banyak orang yang jauh lebih baik yang bisa menjadi sahabat sejati kita. Demikian seterusnya; selalu ada solusi untuk tiap masalah. Kita hanya perlu tetap bersemangat, optimis dan menjernihkan pikiran agar respon dan aksi kita benar-benar efektif dan efisien.
Salam penuh semangat!

Thursday, July 5, 2012

Tips Menjadi Guru yang Disukai Siswa

Siapa yang tidak mau menjadi guru yang disukai siswa. Semua guru sepertinya mengharapkan ini. Tapi tahukah anda bahwa semakin minta disukai siswa semakin jauh kita dari kriteria guru yang layak disukai siswa? jika disukai siswa menjadi tujuan kita sebagai guru tidak ada yang namanya profesionalisme lagi, yang ada hanyalah menuruti apa yang siswa mau dan inginkan, bahkan bila yang diinginkan sudah keluar jalur kegiatan belajar dan mengajar.
Menjadi guru yang disukai bukan perkara mudah tapi juga tidak sulit, saya pribadi pun masih dalam upaya untuk bisa disukai siswa. Namun tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, dimana ada kemauan disitu ada jalan. Berikut ini adalah caranya.
  1. Tidak terlalu banyak melaksanakan metode ceramah
  2. Memberikan contoh kepada siswa apa yang ia ingin siswa lakukan. Jika anda sebagai guru berharap siswa anda hormat pada anda, silahkan terlebih dahulu menjaga harga diri siswa anda di kelas.
  3. Jika marah atau kecewa pada siswa, berbicara lah pada mereka dan bukan berteriak.
  4. berbagi senyum tulus pada semua siswa. Siswa yang dicap sebagai anak yang ‘bermasalah’ akan luntur dan akan menyukai anda jika anda berikan senyum pada mereka.
  5. Memotivasi siswa dengan cara memotivasi dan bukan menyindir.
  6. Menggunakan humor pada tempat dan saat yang tepat.
  7. Mudah diajak berteman oleh siswa dan bukan menjadi teman siswa. Mudah diajak berteman artinya anda pihak yang pasif dalam berkomunikasi namun tetap dengan cara yang profesional. Berusaha menjadi teman siswa hanya akan menyulitkan situasi anda dikemudian hari.
  8. Penyabar dan menganggap semua siswa sedang berproses. Hindari meneruskan warisan guru lain dengan melanjutkan cap yang sudah diterima oleh siswa tertentu.
Rekan guru dimana saja berada, jadilah member dari forum yg akan banyak membahas pendidikan karakter dan semua hal seputar guru dan pendidikan. Bergabunglah sekarang

Tuesday, June 26, 2012

Mewaspadai Tahun Ajaran Baru

Memasuki Tahun Ajaran Baru 2012/2013 permasalahan pendidikan mengemuka dengan berbagai persoalan. Biaya masuk sekolah yang semakin mahal, sistem penerimaan siswa baru yang menyusahkan orangtua dan siswa, diskriminasi akses pada sekolah-sekolah yang dianggap unggulan, dan di ujung tahun ajaran nanti kita juga akan menghadapi lagi problema ujian akhir nasional. Ini semua menunjukkan tidak beresnya sistem pendidikan nasional.
Hingga saat ini, pendidikan di Indonesia masih berkutat pada dua masalah pokok yaitu pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas pendidikan. Dalam sistem pendidikan nasional, dua hal ini menjadi target nasional yang harus dicapai. Belum lagi bicara tentang target pencapaian tujuan milenium yaitu salah satunya adalah pendidikan untuk semua.
Pemerataan akses pendidikan hingga satu dekade berlalu dari Milenium 2000 masih menyisakan jalan panjang yang penuh kesenjangan di depan. Angka partisipasi sekolah di tingkat sekolah dasar, menengah, dan lanjutan masih menunjukkan jurang yang tajam.
Hingga tahun 2010, angka partisipasi anak usia 7-12 (tingkat sekolah dasar) sebesar 97,96 %, namun angkanya menurun pada partisipasi anak usia 13-15 tahun (tingkat sekolah menengah) menjadi sebesar 86,11 % kemudian menukik drastis pada partisipasi anak usia 16-18 tahun (tingkat sekolah lanjutan) hanya sebesar 55,83%. Artinya, jumlah putus sekolah di tingkat pendidikan yang lebih tinggi masih besar sekali, yang menimbulkan jurang kesenjangan pendidikan tinggi bagi anak-anak Indonesia.
Angka-angka itu baru menunjuk pada jurang pemerataan kesempatan pendidikan. Belum lagi pada jurang peningkatan kualitas pendidikan. Di dunia persekolahan Indonesia pun tampaknya berlaku hukum dagang yaitu ada uang, ada barang. Siapa punya uang cukup, dia yang dapat masuk sekolah berkualitas.
Fenomena itu semakin jelas dengan praktek sekolah publik yang dianggap unggulan berubah statusnya menjadi rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI), memisahkan kelasnya dari golongan “sekolah biasa”. Sekolah-sekolah RSBI, sekolah unggulan, sekolah percontohan, dan istilah lainnya, meminta harga tinggi kepada orangtua calon siswa yang ingin mendapatkan pendidikan yang dianggap berkualitas di sekolah itu. Rata-rata sekolah unggulan ini mematok biaya masuk Rp 6-15 juta.
Akses masuk pendidikan formal di Indonesia masih berwajah biaya tinggi dan prosedur sulit. Sekolah negeri yang dipromosikan gratis tanpa pungutan dan yang dilarang memungut biaya masuk Kementerian Pendidikan Nasional pun, diberitakan di banyak tempat masih memungut biaya pada orangtua calon siswa. Pungutan itu diinstruksikan oleh kepala sekolah. Ini menunjukkan ketidakkonsistenan kebijakan dan praktek pungutan liar di dunia pendidikan formal.
Selain pungutan uang pangkal dan uang sekolah bulanan yang mahal, prosedur masuk sekolah juga sulit. Sejak beberapa tahun terakhir ini, prosedur penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah negeri menerapkan sistem online, berdasarkan kuota dan peringkat. Pada praktiknya, sistem prosedur ini menyusahkan orangtua dan calon siswa yang akan mendaftar masuk sekolah.
Sebelum praktik ini diterapkan, dulu sekolah di mana pun punya kewenangan menerima siswa dari mana saja dan dapat menerapkan kebijakan penerimaan siswa sesuai kondisi masing-masing siswa. Saat ini semuanya diukur dengan nilai (peringkat nilai ujian nasional) dan standarisasi penerimaan siswa menjadi diskriminasi penerimaan siswa, karena tidak semua calon siswa dapat masuk ke sekolah yang diinginkan, yang dekat dengan lokasi tempat tinggal.
Sekarang, dengan sistem peringkat dan kuota, siswa-siswa yang nilai ujian nasionalnya rendah, menjadi semakin terpinggirkan ke sekolah-sekolah yang menjadi “buangan” siswa-siswa yang tidak diterima di sekolah favorit. Belum lagi bila siswa diterima di sekolah yang jauh lokasinya dari tempat tinggal, ini berkonsekuensi pada transportasi ke sekolah sehingga menambah biaya tinggi.
Awal tahun ajaran baru membuat dunia pendidikan di Indonesia menjadi momentum untuk mewaspadai kebijakan dan praktek pendidikan nasional mulai dari awal masuk siswa, lalu proses belajar mengajar selama tahun ajaran, kemudian di akhir tahun ajaran nanti kita akan berhadapan lagi dengan hiruk pikuk ujian nasional bagi siswa-siswa di tahun terakhir. Jangan sampai semua problema sistem pendidikan menjadi siklus bencana pendidikan yang dipelihara.