Semua pasti setuju & meyakini bahwa pendidikan merupakan gerakan untuk membangkitkan bangsa & negara supaya mampu berdiri tegak, kokoh, maju dan terpandang dalam pergaulan di dunia internasional. Untuk membangun bangsa tentunya harus memiliki sumber manusia yang produktif, bermutu, disiplin dan bermartabat (human dignity). My Chanel : https://www.youtube.com/c/AriTeacherBahasa atau Join me in Facebook http://facebook.com/shinobi.ari.csg atau Follow me in twitter: @AriTeacher24
Thursday, May 6, 2021
Thursday, April 15, 2021
MATERI SANLAT ONLINE PART 10
Bacaan
Dzikir Sesudah Shalat Fardhu
1. Astagfirullaahal
‘azhiim, alladzi laa ilaaha ilaa huwal hayyul qayyuum, wa atuubu ilaihi.3x
Artinya :
“Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Besar, tiada Tuhan melainkan Dia, yang
senantiasa hidup lagi mengurus segala sesuatu dengan sendiri-Nya, dan saya
bertobat kepada-Nya."
2. Laa ilaaha illallaahu
wahdahuu laa syariikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa
alaa kulli syai'in qadiir.
Artinya : “Tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah Yang Maha Esa.
Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah yang mempunyai kekuasaan dan kerajaan yang
memerintahkan, bagi-Nya segala puji-pujian yang menghidupkan dan mematikan, dan
Dia berkuasa atas segala sesuatu.”
3. Allaahumma
antas-salaamu wa minkas-salaamu wa ilaika ya’uduus-salaamu fa hayyinaa rabbanaa
bis-salaami wa adkhinal- jannata daaras-salaami tabaarakta rabbanaa wa
ta'aalaita yaa dzal- jalaali wal –ikram.
Artinya : “Ya Allah Engkau adalah Dzat yang mempunyai kesejahteraan dan
daripada- Mulah kesejahteraan itu dan kepada- Mulah akan kembali lagi segala
kesejahteraan itu. Ya Tuhan kami, hidupkanlah kami dengan sejahtera. Dan
masukkanlah kami ke dalam surga kampung kesejahteraan. Engkaulah yang kuasa
memberiberkah yang banyak dan Engkaulah Yang Maha Tinggi, wahai Zat yang
memiliki keagungan dan kemuliaan.”
4. Baca Surat Al Fatihah.
5. Wa ilaahukum ilaahuw waahidun laa ilaaha ilaa huwar-rahmaanur- rahiim.
Artinya : “Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan melainkan Dia,
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
6. Baca Ayat Kursi
7. Allaahumma laa maani'a
limaa a’thaita wa laa mu'thiya limaa mana'ta wa laa radda limaa qadhaita wa laa
yanfa'u dzal-jaddi minkal-jaddu.
Artinya : “Ya Allah, tidak ada yang menghalangi segala apa yang Engkau berikan.
Dan tidak ada yang dapat memberikan segala yang Engkau larang. Dan tidak ada
yang menolak segala apa yang Engkau putuskan. Dan tidak bermanfaat kepada orang
yang kaya di sisi Engkau segala kekayaannya.”
8. Ilaahii yaa rabbii.
Artinya : “Ya Tuhan kami.”
9. Subhaanallaahi 33x
Artinya : “Maha Suci Allah."33x .
10. Al-hamdu lillaaahi
33x.
Artinya :“Segala puji bagi Allah.33x.
11.Allaaahu akbar 33x
Artinya : “Allah Maha Besar.”33x
12. Allaahu akbar
kabiiraw wal-hamdu lillaahi katsiiraw wa subhaanallahi bukrataw wa ashiila. Laa
ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii
wa yumiitu wa huwa'alaa kulli syai'in qadiir.
Artinya : “Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah
dengan puji yang banyak. Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang. Tidak ada
Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu
bagi-Nya. Dialah yang mempunyai kekuasaan dan kerajaan yang memerintahkan,
bagi-Nya segala puji- pujian yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia berkuasa
atas segala sesuatu.”
13. Wa laa haula wa laa
quwwata illaa billaahil-‘aliyyil ‘azhiim. Astagfirullaahal-‘azhiim.
Artinya : “Dan tidak ada daya upaya dan kekuataan melainkan dengan pertolongan
Allah Maha Tinggi lagi Maha Mulia. Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha
Agung.”
MATERI SANLAT ONLINE PART 9
Keutamaan
Belajar dan Mengajarkan Al-quran
29. Sesungguhnya orang-orang yang selalu
membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki
yang Kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan,
mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,
30. agar Allah menyempurnakan
kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri[1259].
(Q.S. Faathir:29-30).
Dalam kitab Shahihnya,
Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Hajjaj bin Minhal dari Syu’bah
dari Alqamah bin Martsad dari Sa’ad bin Ubaidah dari Abu Abdirrahman As-Sulami
dari Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa
Sallam bersabda,
خَيْرُكُمْ
مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an
dan mengajarkannya.”
Masih dalam hadits riwayat Al-Bukhari dari Utsman bin
Affan, tetapi dalam redaksi yang agak berbeda, disebutkan bahwa Nabi Shallallahu
Alaihi wa Sallam bersabda,
إِنَّ
أَفْضَلَكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .
“Sesungguhnya orang yang paling utama di antara kalian
adalah yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”
Dalam
dua hadits di atas, terdapat dua amalan yang dapat membuat seorang muslim
menjadi yang terbaik di antara saudara-saudaranya sesama muslim lainnya, yaitu
belajar Al-Qur`an dan mengajarkan Al-Qur`an. Tentu, baik belajar ataupun
mengajar yang dapat membuat seseorang menjadi yang terbaik di sini, tidak bisa
lepas dari keutamaan Al-Qur`an itu sendiri. Al-Qur`an adalah kalam Allah,
firman-firman-Nya yang diturunkan kepada Nabi-Nya melalui perantara Malaikat
Jibril Alaihissalam. Al-Qur`an adalah sumber pertama dan acuan utama dalam
ajaran Islam. Karena keutamaan yang tinggi inilah, yang membuat Abu
Abdirrahman As-Sulami –salah seorang yang meriwayatkan hadits ini– rela belajar
dan mengajarkan Al-Qur`an sejak zaman Utsman bin Affan hingga masa Al-Hajjaj
bin Yusuf Ats-Tsaqafi.
Hadis ini menunjukkan akan keutamaan
membaca Alquran. Suatu ketika Sufyan Tsauri ditanya, manakah yang engkau cintai
orang yang berperang atau yang membaca Alquran? Ia berkata, membaca Alquran,
karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian
adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya kepada orang lain”. Imam
Abu Abdurrahman As-Sulami tetap mengajarkan Alquran selama empat puluh tahun di
mesjid agung Kufah disebabkan karena ia telah mendengar hadis ini. Setiap kali
ia meriwayatkan hadis ini, selalu berkata: “Inilah yang mendudukkan aku di
kursi ini”.
Al Hafiz
Ibnu Katsir dalam kitabnya Fadhail Quran halaman 126-127 berkata: [Maksud dari
sabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam "Sebaik-baik kalian adalah
orang yang belajar Alquran dan mengajarkan kepada orang lain" adalah,
bahwa ini sifat-sifat orang-orang mukmin yang mengikuti dan meneladani para
rasul. Mereka telah menyempurnakan diri sendiri dan menyempurnakan orang lain.
Hal itu merupakan gabungan antara manfaat yang terbatas untuk diri mereka dan
yang menular kepada orang lain.
DariAbdullah
bin Masud ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda kepadaku: Bacakan Alquran
kepadaku. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, aku harus membacakan Alquran kepada
baginda, sedangkan kepada bagidalah Alquran diturunkan? Rasulullah saw.
bersabda: Sesungguhnya aku senang bila mendengarkan dari orang selainku.
Kemudian aku membaca surat An-Nisa'. Ketika sampai pada ayat yang berbunyi:
{Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang
saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad)
sebagai saksi atas mereka itu (umatmu).} Aku angkat kepalaku atau secara
mendadak ada seseorang berada di sampingku. Dan ketika aku angkat kepalaku, aku
melihat beliau mencucurkan air mata. Sahih Muslim No: 1332
Imam
Nawawi berkata [Ada beberapa hal yang dapat dipetik dari hadis ini, di
antaranya: sunat hukumnya mendengarkan bacaan Alquran, merenungi, dan menangis
ketika mendengarnya, dan sunat hukumnya seseorang meminta kepada orang lain untuk
membaca Al Quran agar dia mendengarkannya, dan cara ini lebih mantap untuk
memahami dan mentadabburi Al Quran, dibandingkan dengan membaca sendiri].
“Orang
yang membaca Al-Qur’an sedangkan dia mahir melakukannya, kelak mendapat tempat
di dalam Syurga bersama-sama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik. Sedangkan
orang yang membaca Al-Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegun
dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.”
(Riwayat Bukhari & Muslim)
“Perumpamaan
orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah Utrujjah yang baunya
harum dan rasanya enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an
seperti buah kurma yang tidak berbau sedang rasanya enak dan manis. Perumpamaan
orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti raihanah yang baunya harum
sedang rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca
Al-Qur’an adalah seperti hanzhalah yang tidak berbau sedang rasanya pahit.”
(Riwayat Bukhari & Muslim)
“Sesunggunya
Allah swt mengangkat derajat beberapa golongan manusia dengan kalam ini dan
merendahkan derajat golongan lainnya.” (Riwayat Bukhari & Muslim)
“Bacalah
Al-Qur’an karena dia akan datang pada hari Kiamat sebagai juru syafaat bagi
pembacanya.” (Riwayat Muslim)
“Tidak
bisa iri hati, kecuali kepada dua seperti orang: yaitu orang lelaki yang diberi
Allah swt pengetahuan tentang Al-Qur’an dan diamalkannya sepanjang malam dan
siang; dan orang lelaki yang dianugerahi Allah swt harta, kemudian dia
menafkahkannya sepanjang malam dan siang.” (Riwayat Bukhari & Muslim)
Rasulullah
saw bersabda, Allah berfirman: “Barangsiapa disibukkan dengan mengkaji
Al-Qur’an dan menyebut nama-Ku, sehingga tidak sempat meminta kepada-KU, maka
Aku berikan kepadanya sebaik-baik pemberian yang Aku berikan kepada orang-orang
yang meminta. Dan keutamaan kalam Allah atas perkataan lainnya adalah seperti,
keutamaan Allah atas makhluk-Nya. (Riwayat Tirmidzi)
“Sesungguhnya
orang yang tidak terdapat dalam rongga badannya sesuatu dari Al-Qur’an adalah
seperti rumah yang roboh.” (Riwayat Tirmidzi)
“Dikatakan
kepada pembaca Al-Qur’an, bacalah dan naiklah serta bacalah dengan tartil
seperti engkau membacanya di dunia karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat
yang engkau baca.” (Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’I)
“Barangsiapa
membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, Allah memakaikan pada kedua orang
tuanya di hari kiamat suatu mahkota yang sinarnya lebih bagus dari pada sinar
matahari di rumah-rumah di dunia. Maka bagaimana tanggapanmu terhadap orang
yang mengamalkan ini.” (Riwayat Abu Dawud)
Abdul
Humaidi Al-Hamani, berkata: “Aku bertanya kepada Sufyan Ath-Thauri, manakah
yang lebih engkau sukai, orang yang berperang atau orang yang membaca
Al-Qur’an?” Sufyan menjawab: “Membaca Al-Qur’an. Karena Nabi saw bersabda.
‘Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan
mengajarkannya.”
Maksud
dari belajar Al-Qur`an di sini, yaitu mempelajari cara membaca Al-Qur`an. Bukan
mempelajari tafsir Al-Qur`an, asbabun nuzulnya, nasikh mansukhnya, balaghahnya,
atau ilmu-ilmu lain dalam ulumul Qur`an. Meskipun ilmu-ilmu Al-Qur`an ini juga
penting dipelajari, namun hadits ini menyebutkan bahwa mempelajari Al-Qur`an
adalah lebih utama. Mempelajari Al-Qur`an adalah belajar membaca Al-Qur`an
dengan disertai hukum tajwidnya, agar dapat membaca Al-Qur`an secara tartil dan
benar seperti ketika Al-Qur`an diturunkan. Karena Allah dan Rasul-Nya sangat
menyukai seorang muslim yang pandai membaca Al-Qur`an. Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallam bersabda,
الْمَاهِرُ
بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ
الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ . (متفق
عليه)
“Orang yang pandai membaca Al-Qur`an, dia bersama para
malaikat yang mulia dan patuh. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur`an dengan
terbata-bata dan berat melafalkannya, maka dia mendapat dua pahala.” (Muttafaq
Alaih)
Dan dalam Al-Qur`an disebutkan perintah Allah Subhanahu wa
Ta’ala untuk membaca Al-Qur`an dengan tartil,
“Dan bacalah Al-Qur`an dengan setartil-tartilnya.” (Al-Muzzammil: 4)
Adapun
maksud dari mengajarkan Al-Qur`an, yaitu mengajari orang lain cara membaca
Al-Qur`an yang benar berdasarkan hukum tajwid. Sekiranya mengajarkan ilmu-ilmu
lain secara umum atau menyampaikan sebagian ilmu yang dimiliki kepada orang
lain adalah perbuatan mulia dan mendapatkan pahala dari Allah, tentu
mengajarkan Al-Qur`an lebih utama. Bahkan ketika Sufyan Ats-Tsauri ditanya,
mana yang lebih utama antara berjihad di jalan Allah dan mengajarkan Al-Qur`an,
dia mengatakan bahwa mengajarkan Al-Qur`an lebih utama. Ats-Tsauri mendasarkan
pendapatnya pada hadits ini.
Namun demikian, meskipun orang yang belajar Al-Qur`an adalah
sebaik-baik orang muslim dan mengajarkan Al-Qur`an kepada orang lain juga
sebaik-baik orang muslim, tentu akan lebih baik dan utama lagi jika orang
tersebut menggabungkan keduanya. Maksudnya, orang tersebut belajar cara membaca
Al-Qur`an sekaligus mengajarkan kepada orang lain apa yang telah dipelajarinya.
Dan, dari hadits ini juga dapat dipahami, bahwa orang yang mengajar Al-Qur`an
harus mengalami fase belajar terlebih dahulu. Dia harus sudah pernah belajar
membaca Al-Qur`an sebelumnya. Sebab, orang yang belum pernah belajar membaca
Al-Qur`an, tetapi dia berani mengajarkan Al-Qur`an kepada orang lain, maka apa
yang diajarkannya akan banyak kesalahannya. Karena dia mengajarkan sesuatu yang
tidak dia kuasai ilmunya
Alquran Al-Karim adalah pedoman hidup umat manusia, walaupun
yang mengambil manfaat hanyalah orang-orang yang bertakwa (QS al-Baqarah [2]:
2). Begitu banyak hikmah dari memperbanyak membaca Alquran.
Pertama, mendapatkan pahala yang sangat banyak, di mana satu huruf diberi
balasan dengan sepuluh kebajikan, sebagaimana diriwayatkan oleh Iman
At-Tirmidzi dalam sebuah hadits Rasulullah SAW. Kita tahu bahwa seluruh
Alquran, menurut sebuah literatur berjumlah 325.015 huruf, yang berarti satu
kali khatam Alquran mendapatkan nilai pahala kebajikan kelipatan sepuluh, yakni
3.250.150.
Tentu untuk meraihnya, kita harus berusaha memperbanyak membaca Alquran. Baik
sebulan sekali, dua bulan sekali, atau bahkan tiga bulan sekali. Bahkan banyak
di antara ulama Alquran yang mampu mengkhatamkan Alquran setiap seminggu
sekali.
Kedua, Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang selalu membaca Alquran,
mempelajari isi kandungannya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Kitab Alquran dan
Allah merendahkan kaum yang lainnya (yang tidak mau membaca, mempelajari dan
mengamalkan Alquran).” (HR Bukhari).
Secara logika dapat kita pahami, mengapa orang-orang yang membaca dan
mempelajari isi kandungan Alquran dan berusaha mengamalkannya diangkat
derajatnya oleh Allah SWT? Orang-orang yang membaca Alquran berarti orang-orang
yang selalu dekat dengan Allah, bahkan membaca Alquran merupakan bercakap-cakap
dengan Allah SWT.
Ketiga, mendapatkan ketengan jiwa atau hati yang sangat luar biasa, di mana
setiap ayat Alquran yang dibacanya akan mendatangkan ketenangan dan ketentraman
bagi para pembacanya. Sebagaimana diterangkan dalam surah Al-Isra [17] ayat 82,
Alquran diturunkan Allah SWT untuk menjadi obat segala macam penyakit kejiwaan.
Sehingga para pembaca Alquran, bahkan orang yang mendengarkan bacaannya
mendapat pula ketenangan jiwa.
Keempat, mendapatkan syafaat (pertolongan) pada hari Kiamat. Hal ini
dijelaskan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim. “Bacalah
Alquran oleh kamu sekalian, karena bacaan Alquran yang dibaca ketika hidup di
dunia ini, akan menjadi syafaat/penolong bagi para pembacanya di hari Kiamat
nanti.”
Maka perbanyaklah membaca Alquran ketika nafas masih menyertai kita dan denyut
jantung masih bergerak, karena bacaan Alquran akan menjadi syafaat/penolong bagi
para pembacanya di hari Kiamat nanti, dikala manusia banyak yang sengsara dan
menderita.
Kelima, akan terbebas dari aduan Rasulullah SAW pada hari Kiamat nanti, di
mana ada beberapa manusia yang diadukan Rasulullah SAW pada hari Kiamat
dihadapan Allah SWT.
Jadi, perbanyaklah membaca Alquran, luang waktu sisa-sisa
kehidupan yang Allah berikan untuk memperdalam ajarannya. Jangan disia-siakan,
karena Alquran akan mengantarkan kemudahan kita ketika menghadap Allah SWT
(sakaratul maut).
MATERI SANLAT ONLINE PART 8
Shaum-shaum
Sunnat
1. Puasa
‘Arafah
Rasulullah
bersabda “Aku memohon kepada Allah agar puasa hari ‘Arafah menutupi kesalahan
setahun yang lalu dan setahun yang akan datang”. (HR. Muslim)
2.
Puasa ‘Asyuro dan Tasu’a
Yaitu puasa hari ke sembilan dan kesepuluh bulan Muharram.
Rasulullah bersabda “Saya memohon kepada Allah SWT
agar puasa ‘Asyuro menutupi kesalahan tahun lalu dan tahun yang akan datang”. (HR. Muslim)
3.
Shaum Enam Hari Pada Bulan Syawal
“Barangsiapa
berpuasa pada bulan Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari di
bulan syawal maka seolah-olah dia berpuasa setahun penuh”. (HR. Muslim)
4.
Shaum Tiga Hari Bidh (Putih)
“Apabila kamu berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka
puasalah pada hari ke tiga belas, empat belas dan lima belas”. (HR. Turmudzi)
Penanggalan disini
tentu menurut penanggalan Qomariyah (Hijriyah), sebab pada hari-hari tersebut
bulan lebih jelas dan lebih terang.
5.
Shaum Hari Senin dan Kamis
“Amal
disetorkan pada hari Senin dan Kamis, oleh karena itu aku ingin ketika
disetorkan amal-amalku aku dalam keadaan berpuasa” (HR. Muslim)
6.
Shaum Sehari dan Buka Sehari
“Berpuasalah
sehari dan berbuka sehari, itulah puasa Daud Alaihis Salaam dan merupakan puasa
yang paling afdhol”. (HR. Bukhari)
Shaum adalah ibadah yang melatih seseorang agar mampu ikhlas dan
meninggalkan sifat riya’, sebab tidak ada yang mengetahui orang yang berpuasa
sunnat selain Allah. Dialah yang akan
memberi pahala terhadap orang-orang yang berpuasa dengan balasan yang pantas.
MATERI SANLAT ONLINE PART 7
KAIFIYAT SHAUM RAMADHAN
Fiqih Shaum
·
Pengertian puasa dalam Islam,
puasa ialah suatu bentuk ‘ibadah dengan menahan diri dari makan, minum, jima’
dan hal-hal lain yang searti dengan itu, dari sejak fajar sampai maghrib,
dengan niat mencari ridha Allah SWT.
·
Macam-macam berpuasa :
a. Puasa wajib,
yaitu :
a.
Puasa bulan Ramadhan (al-Baqarah:185)
b.
Puasa Qadha (mengganti puasa Ramadhan) (Al-Baqarah:184)
c.
Puasa nadzar (janji untuk berpuasa)
d.
Puasa kifarat (denda karena suatu pelanggaran)
b. Puasa haram,
yaitu :
a.
Puasa pada hari-hari yang diharamkan berpuasa, yaitu pada dua hari
raya Idul Fithri, Idul Adha, dan hari Tasyriq yaitu tanggal 11, 12 dan 13 bulan
Haji.
b. Puasa terus menerus
c. Puasa wanita yang sedang haidh atau nifas
d. Puasa yang pasti mengakibatkan bahaya bagii yang melaksanakannya (al
Baqarah 195)
e.
Puasa wanita (puasa sunnat) yang berada bersama suaminya, dengan tanpa
izin suaminya
c.
Puasa makruh, kecuali untuk melaksanakan puasa wajib, yaitu :
a.
Puasa hanya Jum’at saja atau Sabtu saja
b.
Puasa orang yang dalam perjalanan atau sakit dengan susah payah
(istihsan)
·
Orang-orang yang diwajibkan puasa
Ramadhan:
a. Beragama Islam
b. Sehat ‘akal dan sehat badan
c. Baligh/dewasa
d. Tidak haidh dan tidak nifas
e. Tidak dalam perjalanan
f.
Kuat menjalankan puasa
Bagi mereka yang tidak memenuhi syarat di atas, diatur
sebagai berikut :
- Tidak
wajib sama sekali, dan tidak wajib menggantinya. Yaitu bagi yang belum
Islam, belum dewasa, dan orang gila
- Haram puasa tapi wajib menggantinya
(dengan puasa lagi). Yaitu bagi wanita yang sedang haidh atau nifas
- Boleh berbuka dan wajib menggantinya
pada hari-hari lain. Yaitu bagi orang yang sakit atau
dalam perjalanan (al-Baqarah:184)
- Boleh
berbuka, tapi wajib bayar fidyah berupa memberi makan fakir miskin tiap
satu hari satu orang, dengan kualitas makan yang biasa dimakan selama satu
hari. Yaitu bagi mereka yang tidak kuat sama sekali berpuasa, seperti
karena terlalu lanjut usia: al Baqarah 184
- Boleh berbuka dengan kewajiban mengqadha
atau fidyah. Yaitu bagi wanita yang sedang hamil atau menyusukan anak: al
Baqarah 184
·
Perbuatan-perbuatan yang menyempurnakan ‘ibadah puasa Ramadhan
a. Melaksanakan makan sahur
“Bersahurlah kamu karena makan sahur itu ada berkahnya”
(HR. Bukhari Muslim).
Makan sahur yang paling baik ialah yang hampir mendekati waktu shubuh
b. Mempercepat berbuka apabila telah tiba waktunya
“Manusia senaniasa dalam kebajikan, selama mereka
cepat-cepat berbuka puasa”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Berbuka yang lebih baik ialah berbuka dengan makan buah-buahan manis.
Pada waktu berbuka dianjurkan untuk membaca doa.
c. Memperbanyak membaca al-Qur’an
“Orang-orang yang berkumpul di masjid dan membaca
al-Qur’an (dan mempelajari), maka kepada mereka akan diturunkan Tuhan
ketenangan bathin, dilimpahi dengan rahmat.” (HR. Muslim)
d. Memperbanyak shadaqah
“Shadaqah yang paling utama ialah shadaqah pada bulan Ramadhan. Nabi
termasuk orang yang banyak memberi dan menolong, lebih-lebih pada bulan
Ramadhan.”
e. Shalatullail/tahajjud/tarawikh
Bisa dilakukan dengan berjama’ah atau sendiri-sendiri, boleh di masjid
dan boleh di rumah atau di tempat-tempat lain.
Waktunya sesudah shalat ‘Isa sebelum waktu shubuh. Semua
bacaan-bacaannya sama dengan shalat fardhu.
“Barang siapa melakukan shalat malam pada bulan Ramadhan,
dengan iman kepada Allah dan mengharapkan pahalanya, maka akan diampuni
dosanya” (HR. Muslim)
f.
I’tikaf
Yaitu berdiam di masjid, dengan melakukan ‘ibadah terutama pada malam
20 sampai akhir Ramadhan.
“Rasulullah saw selalu
mengerjakan i’tikaf pada sepuluh hari yang terakhir Ramadhan, sampai saat
beliau wafat” (HR. Bukhari, Muslim)
Pelaksanaannya
ialah pertama-tama masuk msjid dengan shalat tahiyyatul masjid, kemudian
melaksanakan ‘ibadah di dalamnya.
g.
Meningkatkan ‘ibadah terutama pada malam 20 Ramadhan ke atas.
“Apabila
sudah masuk sepuluh malam yang terakhir Ramadhan, maka Rasulullah sangat
bersungguh-sungguh ‘ibadah dan sepanjang malam beliau beramal serta
membangunkan keluarga” (HR. Bukhari dan Muslim)
h.
Banyak menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan yang mengurangi nilai
dan hikmat puasa.
“Banyak
di antara yang berpuasa, tapi hasilnya hanya lapar dan dahaga” (HR. Ibnu
Huzaimah)
·
Hikmah puasa
a. Manifestasi dari pernyataan iman
b. Menguasai nafsu
c. Latihan disiplin
d. Latihan ketabahan dan kesabaran
e. Perisai dari godaan-godaan hidup
f.
Menanamkan perasaan kekeluargaan
dan persaudaraan
g.
Menanamkan perasaan kasih sayang kepada fakir miskin
h. Kesehatan, dll
·
Lain-lain
a. Qadha Puasa
Untuk mengganti puasa yang ditinggalkan pada bulan Ramadhan, dapat
dilaksanakan dengan berturut-turut atau terpisah-pisah. Bagi mereka yang sampai
Ramadhan berikutnya masih mempunyai kewajiban qadha puasa, maka kewajiban
tersebut masih dibebankan pada hari/bulan berikutnya.
b. Lailatul Qadar
Artinya
malam kekuasaan atau malam kemuliaan, yaitu satu malam yang terjadi pada bulan
Ramadhan dengan mempunyai keistimewaan-keistimewaan sebagai berikut :
a. Malam diturunkan al-Qur’an
b.
Nilai malam itu lebih tinggi daripada seribu bulan.
c.
Atas izin Allah, pada malam itu Malaikat bertebaran di pelosok bumi.
d. Malam itu penuh dengan
keselamatan dan kesejahteraan (QS. Al-Qadar)
Fadhail Shaum
Rasulullah
saw. bersabda : Allah telah berfirman: Semua amal kelakuan anak Adam dapat
dicampuri kepentingan hawa nafsu, kecuali puasa, maka itu melulu untuk-Ku, dan
Aku sendiri yang akan membalasnya. Dan puasa itu sebagai perisai, maka jika
seorang sedang puasa, janganlah berkata keji atau ribut-ribut, dan kalau
seorang mencaci maki padanya, atau mengajak berkelahi maka hendaknya dikatakan
padanya : Aku berpuasa. Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, bau
mulut orang yang puasa bagi Allah lebih harum dari bau misik (kasturi). Dan
untuk orang puasa dua masa gembira, yaitu ketika akan berbuka puasa dan ketika
ia menghadap kepada Tuhan akan gembira benar, menerima pahala puasa. (Bukhari,
Muslim)
Rasulullah
saw. bersabda : Tiada seorang yang berpuasa sehari saja karena Allah melainkan
Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka jarak tujuh puluh tahun.
(Bukhari, Muslim)
Rasulullah
saw. bersabda : Jika tiba bulan Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu sorga dan
ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu (dirantai) semua syaithan. (Bukhari,
Muslim)
MATERI SANLAT ONLINE PART 6
KAIFIYAT SHOLAT
1. Pengertian dan Hukum Shalat
Shalat menurut bahasa berarti do’a, sedang menurut istilah adalah suatu rangkaian ibadah yang
terdiri dari perkataan dan perbuatan yang diawali dengan takbiratul ihram dan
diakhiri dengan salam dengan tata cara dan syarat-syarat tertentu.
Shalat
hukumnya wajib’ain bagi setiap muslim yang telah berusia akil baligh
Dasar Hukum: Q.s. Al-Ankabut ayat 45
Artinya : Dan tunaikanlah shalat, sesungguhnya sholat itu
dapat mencegah perbuatan keji dan munkar ( Q.s. Al-Ankabut: 45 )
a)
Syarat Wajib, adalah hal-hal
menjadikan seseorang diwajibkan mengerjakan shalat. Adapun syarat wajib shalat
fardhu terdiri dari :
1. Beragama Islam
2. Baligh/Mumayyiz
(dewasa)
3. Berakal sehat
4.
Suci dari haid dan nifas (bagi wanita)
Adapun syarat syahnya shalat terdiri dari :
1.
Suci dari hadast kecil maupun besar
2.
Suci badan, pakaian maupun tempat dari najis
3.
Menutup aurat
4.
Telah masuk waktu shalat
5.
Menghadap ke arah kiblat
6.
Mengetahui kaifiat (tata cara) shalat
c)
Rukun shalat adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi
dalam shalat , jika ada yang ditinggalkan maka shalatnya tidak sah. Rukun
shalat terdiri dari;
1. niat, menyengaja dalam
hati untuk melakukan shalat
2. berdiri bagi yang mampu
(apabila tidak mampu boleh duduk)
3. takbiratul ihram, yaitu
dengan membaca “Allahu akbar”
4. membaca
5. rukuk dengan tumakninah
6. i'tidal dengan
tumakninah
7. sujud dengan tumakninah
8.
duduk diantara dua sujud dengan tumakninah
9. duduk akhir (duduk pada
rakaat terakhir sebelum salam)
10. membaca tasyahud akhir
11. membaca sholawat atas Nabi
Muhammad saw
12. mengucapkan salam yang
pertama
13. tertib, artinya teratur
dan berurutan
1. mengangkat kedua tangan
sejajar dengan bahu ketika takbiratul ihram, rukuk, i'tidal dan berdiri dari
tasyahud awal.
2. bersedekap ketika
sedang berdiri
3. melihat ke tempat sujud
4. membaca do’a iftitah
selesai takbiratul ihram
5. membaca ta’awudz
sebelum membaca suratul-fatihah
6. membaca amin setelah
membaca suratul-fatihah
7. membaca surat-surat
pendek setelah selesai membaca suratul-fatihah
8. membaca suratul-fatihah
dan surat-surat pendek dengan suara
keras pada rakaat pertama, kedua dan pada shalat jum’at serta shalat hari raya
(khusus bagi imam)
9. membaca takbir setiap
pindah gerakan shalat
10. membaca do’a pada waktu
i'tidal
11. membaca
tasbih pada waktu rukuk dan sujud
12. meletakkan
kedua tangan diatas paha pada waktu duduk
13. duduk
iftirosy pada waktu tasyahud awal
14. duduk
tawarruk pada waktu tasyahud akhir
15. menegakkan
jari telunjuk tangan kanan ketika membaca tasyahud
1. meninggalkan salah satu
syarat shalat
2. berbicara dengan
sengaja
3. bergerak lebih dari 3
kali berturut-turut selain gerakan shalat
4.
terjadinya hadast besar maupun hadast kecil
5. terkena najis
6. terbukanya aurat
7. membelakangi atau
menggeser dari kiblat
8. makan minum
9. tertawa terbahak-bahak
10. berubah niat
Dzikir
artinya mengingat Allah. Agar dzikir kiat mempunyai makna yang dalam, maka
haruslah memenuhi adab berdzikir, yaitu :
1.
disunnahkan dengan suara yang lirih ( pelan )
2.
suci
dari hadast dan najis
3.
disunnahkan
memakai harum-haruman
4.
disunnahkan
menghadap kiblat
1.
membaca
istighfar tiga kali
استغقر الله العظيم الذي لااله الا هو الحى
القيوم واتوب الية
2.
membaca kalimat tahlil sebanyak tiga kali
dilanjutkan
dengan membaca do’a sebagai berikut ;
a)
lafadz
tasbih : (٣٣) سبحان الله
b)
lafadz
tahmid : (٣٣) الحمد
لله
c)
lafadz
takbir : (٣٣)الله اكبر
dilanjutkan
dengan membaca lafadz berikut ini
1.
berdo’a dilakukan dengan mengangkat kedua tangan setinggi
bahu dan menghadap kiblat
2. mengucapkan shalawat
atas nabi Muhammad SAW
3.
bacaan do’a diucapkan dengan suara antara terdengar dan
tidak, kecuali imam membaca do’a dengan suara keras
4.
berdo’a dilakukan dalam keadaan suci dari hadast, khusyu’
dan penuh harapan serta keyakinan atas do’a yang dipanjatkan
5.
selesai berdo’a sebaiknya kita mengusapkan kedua tangan
ke muka.
a) pendahuluan, yaitu
membaca basmalah dan hamdalah
b) materi do’a, boleh
menggunakan bahasa Arab atau bahasa apa saja yang dimengerti
c) pada waktu kita menutup
do’a, hendaklah mengucapkan hamdalah dan shalawat atas nadi SAW
Artinya : “ Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman “(Q.s. An-Nisa’:103)
1. mendidik kita untuk
berdisiplin
2. shalat membawa kita
kepada tercapainya kebahagiaan di dunia dan di akhirat
3. shalat membawa kepada
ketenangan jiwa
4. mempererat tali
silaturrahmi
5. merupakan syiar Islam
6.
shalat mengandung ajaran persamaan derajat, dan
sebagainya