Friday, June 17, 2016

Syarat, Rukun, dan Pembatal Puasa Ramadhan

RUKUN PUASA

  1. Niat puasa sejak malam hari –sebelum masuk waktu fajar/subuh.
  2. Menahan makan, minum, jima’ dengan isteri pada siang hari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.
“Dan makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar, lalu sempurnakanlah puasa itu sampai malam” (QS. Al-Baqarah:187).
“Barangsiapa yang tidak beniat (puasa Ramadhan) sejak malam, maka tidak ada puasa baginya” (HR. Abu Dawud).

YANG WAJIB PUASA

  1. Orang beriman (Muslim/Muslimah)
  2. Aqil Baligh/mukallaf/dewasa.
  3. Sehat/waras/sadar /tidak gila.
Orang yang diwajibkan puasa Ramadhan adalah setiap orang beriman (lelaki dan wanita) yang sudah baligh/dewasa dan sehat akal/sadar.
“Telah diangkat pena (kewajiban syar’i/taklif) dari tiga golongan: dari orang gila sehingga dia sembuh, dari orang tidur sehingga bangun, dan dari anak-anak sampai ia bermimpi/dewasa” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi).

YANG DILARANG PUASA

Yang dilarang puasa adalah wanita yang sedang haidh sampai habis masa haidhnya, lalu melanjutkan puasanya. Di luar Ramadhan ia wajib mengqadha puasa yag ditinggalkannya selama dalam haidh.
“Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra. ia berkata, saat kami haidh pada masa Rasulullah Saw, kami dilarang puasa dan diperintahkan mengqadhanya, dan kami tidak diperintah mengqadha shalat” (HR Bukhari-Muslim).

YANG DIBERI KELONGGARAN UNTUK TIDAK PUASA

Orang beriman yang dibolehkan untuk tidak puasa Ramadhan, tetapi wajib mengqadha pada bulan lain, ialah:
  1. Orang sakit yang masih ada harapan sembuh.
  2. Orang yang bepergian (musafir). Musafir yang merasa kuat boleh meneruskan puasa dalam safarnya, tetapi yang merasa lemah dan berat lebih baik berbuka, dan makruh memaksakan diri untuk puasa.
  3. Orang mukmin yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak mengerjakan puasa dan tidak wajib mengqadha, tetapi wajib fidyah (memberi makan sehari seorang miskin). Mereka adalah orang yang tidak lagi mampu mengerjakan puasa karena:
  • Umurnya sangat tua dan lemah.
  • Wanita yang menyusui dan khawatir akan kesehatan anaknya.
  • Karena hamil dan khawatir akan kesehatan dirinya.
  • Sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh.
  • Orang yang sehari-hari kerjanya berat yang tidak mungkin mampu dikerjakan sambil puasa, dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan.
“Siapa saja yang sakit atau dalam musafir (bolehlah ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain…” (Al-Baqarah:185.)
“Maka ditetapkanlah kewajiban puasa bagi setiap orang yang mukim dan sehat dan diberi rukhsah (keringanan) untuk orang yang sakit dan bermusafir dan ditetapkan cukup memberi makan orang miskin bagi orang yang sudah sangat tua dan tidak mampu puasa” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Al-Baihaqi).
“Wanita yang hamil dan wanita yang menyusui apabila khawatir atas kesehatan anak-anak mereka, maka boleh tidak puasa dan cukup membayar fidyah memberi makan orang miskin “ (HR. Abu Dawud).

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA

  1. Sengaja makan dan minum pada siang hari. Bila terlupa makan dan minum pada siang hari, maka tidak membatalkan puasa.
  2. Sengaja membikin muntah, bila muntah dengan tidak disengajakan, maka tidak membatalkan puasa.
  3. Pada siang hari terdetik niat untuk berbuka.
  4. Dengan sengaja menyetubuhi istri pada siang hari Ramadhan, ini di samping puasanya batal ia terkena sanksi berupa memerdekakan seorang hamba, bila tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut, dan bila tidak mampu, maka memberi makan enam puluh orang miskin.
  5. Datang bulan pada siang hari Ramadhan (sebelum waktu masuk Maghrib).
“Barangsiapa yang terlupa, sedang dia dalam keadaan puasa, kemudian ia makan atau minum, maka hendaklah ia sempurnakan puasanya. Hal itu karena sesungguhnya Allah hendak memberinya karunia makan dan minum” (Hadits Shahih).
“Barangsiapa yang muntah dengan tidak sengaja, padahal ia sedang puasa, maka tidak wajib qadha (puasanya tetap sah), sedang barangsiapa yang berusaha sehinggga muntah dengan sengaja, maka hendaklah ia mengqadha (puasanya batal)” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi). 

HAL-HAL YANG BOLEH DIKERJAKAN WAKTU PUASA
  1. Menyiram air ke atas kepala pada siang hari karena haus ataupun udara panas, demikian pula menyelam kedalam air pada siang hari.
  2. Menta’khirkan mandi junub setelah adzan Shubuh.
  3. Berbekam pada siang hari.
  4. Mencium, menggauli, mencumbu istri tetapi tidak sampai bersetubuh di siang hari.
  5. Beristinsyak (menghirup air kedalam hidung) terutama bila akan berwudhu, asal tidak dikuatkan menghirupnya.
  6. Disuntik pada siang hari.
  7. Mencicipi makanan asal tidak ditelan.

Thursday, June 16, 2016

Do'a Sehari-hari yang Wajib Diajarkan Kepada Anak



Do'a - do'a sehari-hari yang wajib diajarkan kepada anak

1.             Do'a Ketika Akan Tidur
بِاسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَبِاسْمِكَ اَمُوْتُ
BISMIKALLAHUMMA AHYA WA BISMIKA AMUUT
" Ya Allah dengan menyebut namaMu aku hidup dan dengan menyebut namaMu aku mati "
2.             Do'a Ketika Bangun Tidur
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَحْيَانَا بَعْدَ مَا اَمَاتَنَا وَ اِلَيْهِ النُّشُوْرُ
ALHAMDULILLAHIL LADZII AHYAANAA BA'DA MAA AMAATANAA WA ILAIHIN NUSHUUR
" Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan dan kepadaNya kami akan kembali "
3.             Do'a Ketika Masuk Kamar Mandi (WC)
اَللّهُمَّ اِنىِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَ الْخَبَائِثِ
ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAAITSI
" Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari setan jantan dan setan betina "
4.             Do'a Ketika Keluar Kamar Mandi (WC)
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَذْهَبَ عَنِّى اْلاَذى وَعَافَنِى
ALHAMDULILLAHIL LADZII ADZHABA ANNIL ADZA WA 'AAFANII
" Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dan telah membuatku sehat "
5.             Do'a Ketika Masuk Masjid
اَللّهُمَّ افْتَحْ لِى اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
ALLAHUMMAF TAHLII IBWAABA ROHMATIKA
" Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmatMu "
6.             Do'a Ketika Keluar Masjid
اَللّهُمَّ اِنىِّ اَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
ALLAHUMMA INNII AS ALUKA MIN FADLLIKA
" Ya Allah sesungguhnya aku mohon anugerahMu "
7.             Do'a Ketika Mengenakan Pakaian
اَللّهُمَّ اِنىِّ اَسْـأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِمَا هُوَ لَهُ وَ اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّمَا هُوَ لَهُ
ALLAHUMMA INNII AS'ALUKA MIN KHAIRIHI WA KHAIRIMAA HUWA LAHU, WA A'UUDZU BIKA MIN SYARRIHII WA SYARRI MAA HUWA LAHU
" Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu dari kebaikan pakaian ini dan kebaikan sesuatu yang ada padanya. Dan aku berlindung kepadaMu dari keburukan pakaian ini dan keburukan sesuatu yang ada padanya "
8.             Do'a Ketika Melepas Pakaian
بِسْمِ اللهِ الَّذِى َلااِلهَ اِلاَّ هُوَ
BISMILLAHIL LADZII LAA ILAAHA ILLA HUWA
 "Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia "
9.             Do'a Ketika Bercermin
اَلْحَمْدُ ِللهِ، اَللّهُمَّ كَمَا حَسَنْتَ خَلْقِى فَحَسِّنْ خُلُقِى
ALHAMDULILLAH, ALLAHUMMA KAMAA HASANTA KHALQII FAHASSIN KHULUQII
" Segala Puji Bagi Allah, Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah memperindah tubuhku maka perindahkanlah pula akhlaqku "
10.         Do'a Ketika Menyisir Rambut
اَللّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِى وَبَشَرِى عَلىَ النَّارِ
ALLAHUMMA HARRIM SYA'RII WA BASYARII 'ALAN NAAR
" Ya Allah, halangilah rambut dan kulitku dari api neraka "
11.         Do'a Sebelum Makan
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْـتَنَا وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
BISMILLAHIR RAHMAANIR RAHIIM
ALLAHUMMA BAARIK LANAA FIIMAA RAZAQTANAA WA QINAA 'ADZAABAN NAAR
            " Ya Allah berkahilah kami dalam rizki yang telah Engkau berikan kepada kami, dan periharalah kami dari siksa api neraka "
12.         Bacaan Lupa Baca Do'a Makan 
بِسْمِ اللهِ اَوَّلُهُ وَ اخِرُهُ
BISMILLAHI AWWALUHU WA AAKHIRUHU
" Dengan Menyebut nama Allah dari permulaan hingga penghabisannya "
13.         Do'a Setelah Makan
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ
ALHAMDULILLAHIL LADZII ATH'AMANAA WA SAQAANA WA JA'ALANA MUSLIMIIN
" Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami seorang muslim "
 
14.         Do'a Akan Keluar Rumah
بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ
BISMILLAHI TAWAKKALTU 'ALALLAH, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAH
" Dengan menyebut nama Allah, aku berserah diri kepada Allah. Dan tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah semata "
 
15.         Do'a Akan Masuk Rumah
بِسْمِ اللهِ وَلَجْناَ وَ بِسْمِ اللهِ خَرَجْناَ وَعَلَى رَبِّنـَا تَوَكَّلْناَ
BISMILLAHI WALAJNA WA BISMILLAHI KHARAJNA WA 'ALAA RABBINA TAWAKKALNA
" Dengan menyebut nama Allah aku masuk rumah, dengan nama Allah pula aku keluar dan kepada Allah pula aku berserah diri "
16.         Do'a Ketika Bersin
Orang Yang Bersin
اَلْحَمْدُ ِللهِ
ALHAMDULILLAH
" Segala puji bagi Allah "
Orang Yang Mendengar
يَرْحَمُكَ الله ُ
YARHAMUKALLAH
" Semoga Allah Merahmatimu "
Orang Yang Bersin Menjawab
يَهْدِيْكُمُ الله ُ
YAHDIIKUMULLAH
" Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu "

20 Mukjizat Berpuasa di Bulan Ramadhan Terhadap Kesehatan Manusia

1. Keseimbangan anabolisme dan katabolisme
Dalam berpuasa terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan zat lainnya memberikan manfaat dalam peremajaan sel dan komponennya dengan memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari. 
Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur, tidak mengganggu kondisi tubuh namun menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial seperti albumin, globulin, dan fibrinogen. 
Hal tersebut dapat terjadi karena disaat kita tidak berpuasa dalam jangka panjang atau berpuasa Ramadhan terdapat penumpukan lemak dalam jumlah yang besar, sehingga berisiko pada sirosis hati. Sedangkan dalam berpuasa Ramadhan, fungsi hati jauh lebih aktif dan baik. 
2. Tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah 
Puasa Ramadhan menurut para peneliti, asam amino teroksidasi dengan pelan dan zat keton tidak meningkat dalam darah sehingga tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah. 
3. Tidak berpengaruh pada sel darah manusia
Ternyata puasa Ramadhan tidak mempengaruhi sel darah manusia dan tidak terdapat perbedaan jumlah retikulosit, volume sel darah merah serta rata-rata konsentrasi hemoglobin (MCH, MCHC) dibandingkan dengan orang yang tidak berpuasa. 
4. Berpuasa bagi penderita diabetes tipe dua tidak berpengaruh
Hal ini dapat terjadi karena tidak adanya perbedaan protein gula, protein glikosilat dan hemoglobin glikosilat. Namun, pada penderita diabetes tertentu, sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika ingin berpuasa Ramadhan. 
Seperti penderita diabetes dengan keton yang meningkat, ibu hamil, usia anak atau komplikasi lain seperti gagal ginjal dan jantung. 
5. Pengaruh pada ibu hamil dan menyusui 
Manfaat puasa ramadhan yang luar biasa, karena ibu hamil dan ibu menyusui dan kelompok tidak hamil dan tidak menyusui di perkampungan afrika barat. Ternyata dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar glukosa serum, asam lemak bebas, trigliserol, keton, beta hidrosit butirat, alanin, insulin, glucagon, dan hormon tiroksin. 
6. Pengaruh pada janin saat ibu hamil berpuasa 
Dari hasil penelitian Departemen Obsteri dan Ginekologi dari Gaziantep University Hospital, terhadap 36 wanita sehat dengan kehamilan tanpa komplikasi berturut-turut selama 20 minggu atau lebih, yang berpuasa selama bulan Ramadhan untuk mengevaluasi efek Ramadhan pada janin, pengukuran Doppler ultrasonografi dalam peningkatan diamater biparietal janin (BPD), peningkatan panjang tulang paha janin (FL), meningkatkan berat badan diperkirakan (EFBW), profil biofisik janin (BPP), indeks cairan amnion (AFI), dan rasio arteri umbilikalis sistol/diastol (S/D) rasio. 
Kortisol serum ibu, trigliserida, kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), very low density lipoprotein (VLDL), dan LDL/HDL rasio juga dievaluasi sebelum dan sesudah Ramadhan. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan antara kedua kelompok usia janin, berat badan ibu, perkiraan kenaikan berat badan janin (EFWG), BPP janin, AFI, dan rasio arteri umbilikalis S/D. 
7. Penurunan glukosa dan berat badan 
Berpuasa bulan Ramadhan dapat menurunkan glukosa dan berat badan dari studi kohor yang dilakukan oleh 81 mahasiswa Universitas Teheran of Medical Sciences saat berpuasa yang melakukan evaluasi berat badan, indeks massa tubuh (BMI), glukosa, trigliserida (TG), kolesterol, lipoprotein, densitas rendah (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan Very Low Density lipoprotein (VLDL), sebelum dan sesudah Ramadhan yang menunjukkan bahwa Puasa Ramadhan dapat menyebabkan menurunnya glukosa dan berat badan.
8. Pengaruh pada fungsi kelenjar gondok
Ternyata berpuasa di bulan ramadhan tidak mempengaruhi fungsi kelenjar gondok manusia. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, terlihat bahwa tidak terdapat perbedaan kadar plasma tiroksin (TS), tiroksin bebas, tironin triyodium dan hormon perangsang gondok (TSH) pada penderita laki-laki yang berpuasa. 
9. Pengaruh pada hormon virgisteron 
Berpuasa di bulan ramadhan juga menunjukkan bahwa tidak memberikan pengaruh pada hormon virgisteron saat melaksankana puasa. Tetapi, 80 persen populasi penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan hormon prolaktin yang berguna dan sebagai harapan baru bagi penderita infertilitas atau kemandulan wanita yang disebabkan oleh hormon prolaktin
10. Bermanfaat bagi jantung
Ternyata dalam berpuasa Ramadhan, terjadi peningkatan HDL dan apoprotein alfa 1. dan terjadi penurunan LDL yang sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Dari beberapa penelitian terlihat "chronobiological" menunjukkan bahwa saat berpuasa Ramadhan memiliki pengaruh pada ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia yang dimana setiap perubahan tersebut berpengaruh bagi peningkatan kesehatan manusia. 
11. Memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel
Saat berpuasa terjadi terjadi perubahan dan konversi masif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format sulang. Sehingga, memberikan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Dari makan sahur dan buka, sehingga terbentuk tunas-tunas protein, lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal dalam hati. 
Jumlah sel yang mati dalam tubuh sekitar 125 juta perdetik, yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi. 
12. Sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta 
Berpuasa bulan Ramadhan, tentu saja konsumsi air semakin berkurang yang berguna dalam meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12000 ml osmosis/kg air. Hal ini memberikan pelindungan terhadap fungsi ginjal. 
Kekurangan air dalam darah meminimalkan volume air yang berada dalam darah, sehingga memicu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan prostaglandin yang pada akhirnya memicu fungsi dan kerja sel darah merah. 
13. Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Tenyata berpuasa juga meningkatkan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Dari hasil penelitian terbaru yang menyatakan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, dan menaikkan kadar apo-alfa 1 dibandingkan dengan puasa sebelum puasa. Hal tentu sangat bermanfaat karena dapat menjauhkan kita dari serangan penyakit jantung dan pembuluh darah. 
14. Penurunan berbagai hormon yang merupakan salah satu hidup jangka panjang 
Berpuasa dapat menurunkan berbagai hormon, yang kita ketahui bahwa penurunan hormon merupakan salah satu hidup jangka panjang. Dari penelitian endokrinologi yang menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh, sehingga dalam hal ini terjadi penurunan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar yang merupakan salah satu resep hidup jangka panjang. 
15. Bermanfaat dalam pembentukan sperma 
Buat laki-laki, berpuasa di bulan ramadhan juga memberikan manfaat dalam pembentukan sperma. Dari penelitian yang dilakukan bahwa hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH). Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa berpuasa di bulan Ramadhan bermanfaat bagi pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus - pituatari testicular dan pengaruh pada kedua testis. 
16. Bermanfaat bagi penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis 
Parameter yang diteliti adalah fungsi sel penetral (netrofil) dan progresifitas klinis penderita, dimana penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dan peningkatan sel penetral dalam membasmi bakteri. 
17. Memperbaiki hormon testosteron dan performa seksual 
Dari jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan peneltian puasa dikaitkan dengan hormon dan kemampuan laki-laki. Dalam penelitian tersebut mengamati kadar hormon testosteron (kejantanan), perangsang kantung (FSH), dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu, dimana dalam tahap awal terjadi penurunan nafsu seksual tetapi tidak mengganggu keseburan, namun menjelang beberapa hari setelah puasa, hormon testosteron dan performa seksual meningkatkan pesat melampau sebelumnya. 
18. Memperbaiki kondisi mental secara bermakna
Dari penelitian yang dilakukan peneliti moskwa yang melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk sklzofrena. Hasil penelitian, ternyata puasa Ramadhan terdapat sekitar 65 persen perbaikan kondisi mental yang bermakna dan juga mengurangi resiko komplikasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi. 
19. Peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia 
Dalam berpuasa bulan Ramadhan terjadi peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia. Bulan puasa, bulan Ramadhan merupakan bulan benu berkah. Setiap kali kita berdoa, pahala kita aka gandakan dibandingkan dengan biasanya. Sehingga membuat kita meningkatkan ibadah kita. Hal ini membuat hati kita merasa tenang, aman, tentram, bahagia, dan gembira. 

20. Menurunkan Adrenalin 
Keadaan yang teduh, aman, dan tidak penuh rasa amarah ternyata dapat menurunkan adrenalin. Dimana pada saat kita marah adrenalin meningkat sebesar 20-30 kali lipat.  Dari peningkatnya adrenalin tersebut, meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

SUMBER : http://www.artikelsiana.com/2015/06/daftar-penyakit-ganas-dicegah-melalui-berpuasa-bulan-ramadhan.html

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa

1. Makan dan Minum 
Makan dan minum dengan sengaja atau disadari, maka puasanya batal, karena menahan makan dan minum merupakan esensi dari berpuasa. Seperti yang dipaparkan dalam Al-Qur'an :..
Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa dan Menghilangkan Pahala Puasa
Artinya : ...."dan makan minumlah hingga terang bagimu benang dari benag hitam, yaitu fajar, Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam".... 
Jika terdapat sisa-sisa makanan disela-sela gigi, kemudian terkena air ludah tanpa ada niat untuk mengkonsumsi sisa-sisa makanan makanan, maka puasa tidak batal, dengan syarat apabila disaat itu sulit memisahkan antara ludah dan sisa-sisa makanan. Hal ini ini diberikan dispensasi dan tidak sengaja mengkonsumsinya. 
Apabila makan dan minum tanpa disengaja (lupa), maka puasanya tidak batal. Menurut hadist dari Abu Hurairah Ra 
Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa dan Menghilangkan Pahala Puasa
Dari Abu Hurairah Radiallahu 'Anhu dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda ; Artinya : "Jika seseorang lupa dia makan dan minum (ketika sedang berpuasa) maka hendaklah dia meneruskan puasanya karena hal itu berarti Allah telah memberinya makan dan minum" (HR. Bukhari).
2. Memasukkan sesuatu benda ke dalam rongga tubuh melalui lobang yang terbuka
Dalam hal ini, memerlukan penjelasan mulai dari benda, rongga, dan lobang. Benda yang dimaksud adalah benda yang dapat ditangkap oleh indra manusia seperti besar normal dan kecil, meskipun sesuatu yang biasanya tidak dimakan, seperti jarum dan benang. Rongga yang dimaksud adalah bagian otak dan semua bagian organ tubuh yang berada setelah kerongkongan sampai kepada lambung dan usus. Bedah halnya dengan rongga tidak melalui lubang terbuka, seperti melalui pori-pori dll. Sedangkan lobang yang terbuka adalah mulut, kedua rongga hidung, kedua lubang telinga, qubul (kemaluan), dubur (anus). dll. 
Syarat memasukkan sesuatu benda ke dalam rongga tubuh melalui lubang terbuka yang bisa membatalkan puasa adalah dengan sengaja, bukan karena terpaksa/tidak bisa dihindari, seperti halnya debu dan lalat yang masuk tanpa disadari. 
Berdasarkan keterangan diatas, maka : 
  • Jika memasukkan sesuatu dari lobang-lobang yang terbuka dengan sengaja/tanpa paksaan dari orang lain, maka puasanya dianyatakan batal. Ia wajib mengganti (qadha') puasa di hari lain diluar bulan Ramadhan. 
  • Jika mengkonsumsi sesuatu melalui perantara lubang hidung, maka dinyatakan puasanya akan batal.
  • Jika ada yang meneteskan sesuatu melalui telinga atau menggorek telinga, maka puasanya dinyatakan batal. 
  • Jika ada yang memakai obat tetes mata, maka dinyatakan puasanya tidak batal, walaupun dirasakan pahit di dalam rongga. Hal ini dinyatakan tidak batal karena tempat masuknya di mata bukan di dalam rongga terbuka.
  • Jika menggunkan injeksi (suntik) saat berpuasa, maka dinyatakan puasanya tidak batal, karena suntik tidak dimasukkan ke dalam rongga terbuka melainkan melalui kulit. 
  • Air ludah yang selama masih ada di area di dalam mulut lalu tertelan maka dinyatakan puasanya tidak batal. Karena hal tersebut sulit untuk dihindari bagi setiap orang yang masih hidup. Namun jika air liurnya sudah dikeluarkan dari mulut lantas di telan kembali, maka dinyatakan puasanya batal. Seperti halnya dengan ludah yang bercampur dengan najis dan tertelam dinyatakan batal atau air ludah yang telah bercampur dengan darah akibat guji yang berdarah, lantas tidak membuangnya, tapi menelannya maka dinyatakan puasanya batal. 
  • Jika ada yang menyuntikkan sesuatu melalui dubur (anus), baik itu kadar yang sedikit atau banyak, tetap dinyatakan puasanya batal. Karena ia telah memasukkan suatu benda ke lobang yang terbuka dan sengaja, meskipun zat yang dimasukkan tidak sampai ke usus ataupun lambung. 
  • Seseorang yang berwudhu dibolehkan untuk berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung disiang hari asalkan tidak sampai ke pangkal hidung maka hal tersebut dibolehkan, namun jika telah masuk ke pangkal hidung dan masuk ke dalam maka puasanya dinyatakan batal. Jika berkumur-kumur lantas sampai masuk ke dalam maka puasanya dinyatakan batal. 
  • Jika terdapat perempuan yang meneteskan sesuatu ke lobang air seni atau kemaluan maka dinyatakan batal, karena dia tetap memasukkan sesuatu ke lobang yang terbuka dengan sengaja. Meskipun hanya memasukkan jari tangan ke dalam lobang kemaluannya.  
3. Muntah disengaja
Jika terdapat seseorang yang memasukkan tangannya atau sesuatu ke dalam kerongkongannya yang dapat menyebabkan rasa mual atau muntah, maka hal ini dinyatakan puasanya batal. 
Jika terdapat hal yang tidak disengaja atau tidak dapat dihindari seperti ia tidak sanggup menahan muntah, karena pusing, kecapean, bau yang tidak menyenangkan atau dalam perjalanan dll. maka dinyatakan puasanya tidak batal. 
Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa dan Menghilangkan Pahala Puasa
Artinya : "Barang siapa yang muntah menguasainya (muntah tidak disengaja) sedangkan di dalam keadaan puasa, maka tidak ada qadha baginya. Namun apabila dia muntah (dengan sengaja), maka wajib baginya membayar qadha". 

Jika muntahan tersebut keluar semuanya, lantas tidak menyisahkan sisa dan tidak masuk kembali, maka tetap puasanya dinyatakan batal. 
4. Berhubungan badan suami-istri 
Berhubungan dengan suami-istri pada waktu berpuasa, walaupun tidak mengeluarkan sperma, tetap puasanya dinyatakan batal. Namun, kepada pasangan suami-istri dianjurkan pada malam hari sampai sebelum terbit fajar. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist...

Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa dan Menghilangkan Pahala Puasa
Artinya : "Dihalalkan bagi kalian pada malam hari berpuasa untuk bergaul dengan istri-istri kalian". 

Sedangkan menurut para ahli tafsir mengartikan kalimat rafats di dalam ayat dengan jima' (pergaulan suami istri)

Di dalam ayat yang sama dijelaskan bahwa :

Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa dan Menghilangkan Pahala Puasa
Artinya : "Maka sekarang gaulilah mereka (istri-istri kalian)". 

Kemudian di dalam ayat yang sama dijelaskan :

Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa dan Menghilangkan Pahala Puasa
Artinya : "Kemudian sempurnakanlah puasa kalian sampai malam dan jangan kalian gauli mereka disaat kalian sedang beri'tikaf di masjid-masjid"
5. Istimna (berupaya mengeluarkan mani)
Istimna adalah perbuatan yang sengaja mengeluarkan sperma tanpa melakukan hubungan badan. Seperti bercumbu, onani dengan tangan sendiri atau dengan tangan istri atau dengan sentuhan pada kemaluan. Semua hal tersebut dapat membatalkan puasa, karena berupaya untuk mengeluarkan dengan sengaja. 
Namun, jika keluar sperma, tidak diinginkan atau karena dalam mimpi yang dapat menyebabkan keluarnya sperma tanpa menyentuh kemaluan, maka puasanya tidak batal. Karena ia tidak berupaya mengeluarkan sperma dengan sengaja. 
6. Haid dan nifas
Jika perempuan di pagi hari masih dalam keadaan suci, namun pada siang hari ia mulai haid dan nifas, maka puasanya dinyatakan batal. Ketika itu ia langsung membatalkan puasanya dan ia justru berdosa jika menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa atau masih tetap berpuasa. Karena syarat sahnya berpuasa adalah bersih dari haid dan nifas. 
Puasa yang dibatalkan tersebut, wajib hukumnya di qadha (ganti) diluar bulan Ramadhan, sedangkan salatnya selama masih haid dan nifas tidak wajib di qadha
7. Hilang akal dan murtad (keluar dari agama islam)
Apabila seseorang hilang akal, karena gila, dll. atau keluar dari agama Islam di siang hari, maka puasanya batal. Karena disaat itu, dia tidak dihitung sebagai ahli ibadah, tidak lagi sah pelaksanaan ibadah dari mereka, termasuk puasa. Karena syarat orang-orang yang dituntut untuk berpuasa adalah berakal dan beragam islam. 

B. Hal-Hal Yang Menghilangkan Pahala Puasa

1. Berbohong/berdusta 
Berbohong atau berdusta di bulan Ramadhan memang tidak membatalkan puasa tapi dapat mengurangi pahala puasa kita sehingga dapat dikatakan bahwa puasa kita tidak sempurna. 
2. Membicarakan orang lain 
Hal ini dapat membuat pahala berpuasa kita di bulan Ramadhan berkurang, maka dari itu puasa tidak hanya menahan makan dan minum tetapi menjaga mulut. 
3. Mengadu domba antarsesama 
Dalam hal mengadu domba antarsesama merupakan perbuatan yang paling dibenci oleh Allah SWT, apalagi dilakukan pada bulan Ramadhan, dimana pada bulan ini merupakan bulan penuh ampunan, bulan penuh berkah. 
4. Sumpah palsu 
Sumpah palsu atau melakukan perbuatan tersebut namun tidak mengakuinya, hal ini dapat juga dikatakan dengan berbohong, atau berjanji namun tidak menyutujuinya. Perbuatan tersebut dapat mengurangi pahala kita di bulan Ramadhan. 

5. Melihat dengan syahwat
Melihat dengan syahwat, dapat dijelaskan dalam sebuah cerita dimana terdapat seorang pria yang tidak sengaja melihat pakaian yang terbuka dari seoarang wanita, namun ternyata pria tersebut terus melihatnya dan membangkitkan gairahnya. Hal ini tentu saja dapat mengurangi pahala dalam berpuasa. 

SUMBER : http://www.artikelsiana.com/2015/06/hal-hal-membatalkan-puasa-menghilangkan-pahala.html#

MANFAAT DAN HIKMAH PUASA DI BULAN SUCI RAMADHAN

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, rahmat dan mustajadnya doa kita. Pada bulan ini wajib setiap umat Islam didunia berpuasa bagi yang telah memenuh syarat dalam berpuasa satu bulan penuh. Dengan berpuasa pada bulan Ramadhan kita akan mendapat pahala dan di tambah melakukan amal kebajikan dimana pada bulan Ramadhan setiap amal kebaikan dan pahala yang didapatkan akan dilipat gandakan pada Bulan Ramadhan, sungguh membuat umat Islam di dunia mengejar dan bersungguh-sungguh meraih dan mendapatkan pahala tersebut. 
Selain dari itu, terdapat manfaat dan hikmah yang dalam segi Ilmiah telah dibuktikan kebenarannya. Banyak yang mengatakan bahwa dalam bulan Ramadhan akan membuat kesengsaraan bagi tubuh manusia, padahal anggapan salah, karena dalam berbagai penelitian yang dilakukan mengatakan bahwa berpuasa memiliki manfaat yang sangat besar bagi tubuh manusia apalagi berpuasa pada bulan Ramadhan. Terlebih lagi zaman ini terdapat banyak penyakit yang merajalela yang berasal dari gaya hidup tak sehat. Hal ini dapat diobati dengan berpuasa satu bulan penuh pada Bulan Ramadhan. 
Dalam ilmu kesehatan, puasa sering dikaitkan sebagai proses detoksifikasi atau proses pengeluaran zat sisa atau racun yang berasal dari dalam tubuh. jika ini dilakukan satu bulan penuh pada bulan Ramadhan, banyangkan sudah berapa banyak racun yang keluar dari dalam tubuh kita ?... Untuk melihatnya, telah terangkum berbagai penyakit yang disembuhkan dalam berpuasa yang ada pada informasi mengenai Manfaat Puasa Bulan Ramadhan Secara Ilmiah antara lain sebagai berikut...
Manfaat dan Hikmah Puasa Bulan Ramadhan Secara Ilmiah

Manfaat Puasa Bulan Ramadhan Secara Ilmiah

  • Meningkatkan fungsi otak :  Di saat berpuasa, neutrotropik akan mengalami peningkatan yang diturunkan otak yang menghasilkan memproduksi sel otak pada tubuh yang lebih banyak dari biasanya. Banyak produksi sel otak bagi tubuh bermanfaat bagi kinerja otak yang semakin meningkat. Dimana bagi yang berpuasa, mengalami penurunan hormon kortisol yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, sehingga menurunkan tingkat stres yang akan dialami. 
  • Menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh atau Mengurangi tingkat kegemukan : Secara ilmiah berpuasa berdampak bagi penurunan berat badan karena usus-usus dalam tubuh akan bersih dari sisa-sisa endapan makanan. Endapan makanan tersebut yang menjadi lemak perut. Sehubungan dengan hal ini, berpuasa juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah yang bermanfaat dalam mengurangi resiko penyakit jantung stroke. Sehingga berpuasa dapat menurunkan tingkat kolesterol
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh : Banyak yang tidak menyangka mengenai manfaat berpuasa yang dapat membuat sistem kekebalan tubuh meningkat. Dari hasil penelitian berpuasa meningkatkan Limfosit sampai 10 kali lipat dalam tubuh, hal ini tentu memberikan pengaruh yang bermanfaat besar terhadap sistem imunitas tubuh, sehingga berpuasa juga menghindarkan kita dari berbagai virus yang berasal dari makanan luar yang tidak baik. 
  • Mencegah diabates dan kelebihan nutrisi lainnya :  Obesitas, hiperkolesterol, diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya adalah akibat dari tubuh yang mengalami kelebihan akan kadar gula dan kolesterol. Hal ini tentu saja dapat ditanggulangi dan bahkan disembuhkan dengan berpuasa yang pada saat berpuasa konsumsi gula dan makanan berlemak dapat lebih terkontrol dan dikurangi yang menyebabkan adanya keseimbangan kadar gula dan kolesterol tersebut. 
  • Membuat pola pikir menjadi lebih tajam : Terdapat manfaat unik dalam berpuasa berdasarkan ungkapan hasil penelitian bahwa pemikiran melambat, namun membuat pikiran bekerja lebih tajam. Dari apa yang dilihat masalah rasa lapar membuat memaksa seseorang untuk berpikir lebih tajam dan kreatif. 
  • Membuat pikiran menjadi lebih tenang dan terhindar dari penyakit kronis : Kita ketahui bahwa berpuasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi berpuasa mewajibkan untuk menahan amarah. Hal ini tentu saja membawa pengaruh pada keadaan psikologis seseorang menjadi jauh lebih tenang dan bila dikaji secara ilmiah, dapat menurunkan kadar adrenalin dalam tubuh. Menurunnya adrenalin akan memberikan dampak yang bermanfaat dalam mencegah pembentukan kolesterol dan kontraksi empedu yang lebih baik dimana mengenai hal tersebut tentu saja mengurangi penyakit-penyakit yang sangat berbahaya seperti jantung kroner, stroke dan lain-lainnya. 
  • Bermanfaat bagi kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah : Sakit jantung dapat ditanggulangi dengan berpuasa karena ketika sedang berpuasa terjadi peningkatan HDL dan penurunan LDL yang berdasarkan hasil penelitian "chronobiological" bahwa berpuasa merupakan hal yang dapat menyehatkan jantung dan pembuluh darah. 
  • Mengobati Penyakit Sendi/Encok : Berpuasa dengan teratur yaitu berpuasa pada bulan ramadhan akan meningkatkan sel penetral alami dalam tubuh yang membuat sakit encok lambat laun menuju kesembuhan. Dari meningkatnya sel penetral (pembasmi bakteri) dapat menyembuhkan atau mengurangi radangsendi penyebab encok. 
  • Menyehatkan Ginjal : Ginjal merupakan penyaring zat apapun baik yang kita makan dan minum sehingga ketika kita berpuasa ginjal akan menjadi sehat dan membuat ginjal berfungsi secara maksimal ketika kekuatan osmosis urin mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air, yang kekuatan osmosis tersebut dapat diraih dengan berpuasa.  
  • Terhindar dari kebiasaan yang tidak menyehatkan : Berpuasa dapat menghindarkan kita dari kebiasaan buruk yang dapat merusak kesehatan seperti merokok atau mengkonsumsi makanan/cemilan yang tidak sehat. Sehingga selama berpuasa kita akan terhindar dari kebiasaan kita dan menjalani pola hidup teratur. 
  • Mencegah penyakit diabetes : Penyakit diabetes dapat dicegah dengan berpuasa karen penyakit ini diakibatkan oleh kadar gula yang tinggi dalam tubuh, sehingga pada saat kita berpuasa asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh akan terkontrol. 

Hikmah Puasa Bulan Ramadhan 

1. Meningkatkan ketakwaan : Berpuasa memberikan hikmah yang bermanfaat bagi kita dalam menjalakan ibadah puasa dengan sepenuh hati hal ini akan meningkatkan ketakwaan kita kepada sang pencipta. 
Sebagaimana dalam firman Allah dalam Al-Qur'an : "Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas mu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa" (QS. Al-Baqarah: 183). 
2. Meningkatkan rasa syukur atas segala nikmat Allah SWT : Dalam berpuasa pada bulan ramadhan, dianjurkan untuk setiap orang memiliki kelebihan dalam ekonomi diwjaibkan untuk bersedekah kepada orang-orang dakir pada bulan Ramadhan, seperti seakan engkau memberi orang yang tidak takut miskin. Maka jadilah orang yang mensyukuri nikmat Allah SWT. 
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : "Allah sungguh ridha pada hamba yang memakan makanan yang lalu memuji-Nya atas makan itu atau minum minuman lalu memuji-Nya atas minuman itu" (HR. Muslim). 
3. Orang yang berpuasa menyibukkan hatinya dengan pikir dan zikir : Dalam berpuasa tentu akan mendapati masalah mengenai lapar dan haus, namun hal ini dapat di lawan dengan selalu berpikir dan berzikir. 
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : "Tidak ada wabah yang diisi penuh oleh Anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam itu suapan yang dapat menegakkan punggunya, jika dia tidak mampu, maka 1/3 untuk memakannya, 1/3 untuk minumnya dan 1/3 untuk nafasnya (HR. Ibnu Majah). 
4. Melatih Disiplin Waktu : Berpuasa tentu membuat kita lebih kreatif dalam mengatur waktu untuk tetap fit dan kuat , sehingga tubuh memelurkan waktu istirahat yang cukup, dan tidur teratur. Hal ini tentu saja akan membuat kita lebih disiplin mengenai waktu. 
5. Keseimbangan dalam hidup : Pada bulan puasa kita berlatih untuk mengingat dan melaksanakan seluruh kewajiban kita selama ini sebagai umat Muslim dengan imbalan pahala yang dilipat gandakan . Dari yang sebelumnya terdapat berbagai aktivitas duniawi dan lupa dengan akhirat. 
6. Lebih peduli dengan sesama dan mempererat silaturahmi : Dalam bulan ramadhan, setiap umat Islam kembali disadarkan akan pentingnya rasa kebersaamaan dan persaudaraan. Baik itu dengan  memberikan hal-hal yang memudahkan menjalani puasa seperti menu berbuka puasa atau hal lainnya. 
7. Berhati-hati dalam berbuat : Puasa Ramadhann tidak hanya menahan lapar dan haus, namun puasa ramadhan juga membuat kita lebih menjaga mata, telinga, perkataan dan perbuatan. Hal ini akan membuat kemajuan disaat sesudah bulan Ramadhan yang telah kita jalani dari yang dulunya suka berbohong, menggunjng, dan memandang yang menimbulkan dosa, kini dapat menghilangkan hal-hal tersebut dan dapat membuat serta menjaga diri dalam berbuat apapun. 
8. Melatih hidup sederhana : Ketika tiba waktu berbuka puasa yaitu hanya mengkonsumsi makanan dan minuman yang sedikit membuat kita telah merasakan kenikmatan. Dimana perlu kita ketahui bahwa pikiran yang banyak dan lain-lainnya merupakan godaan dari hawa nafsu saja. 
9. Berlatih untuk tabah : Dalam berpuasa kita dibiasakan untuk menahan seperti marah, berburung sangka, dan dianjurkan sifat sabar atas segala perbuatan orang lain kepada kita. 
10. Selalu melakukan kegiatan mulia karena itu ibadah : Setiap langkah ke mesjid adalah ibadah, menolong orang adalah ibadah, berbuat adil pada manusia adalah ibadah, tersum pada saudaranya adalah ibadah, membuang duri di jalan adalah ibadah, sampai tidur orang puasa adalah ibadah, sehingga segala sesuatu dapat dijadikan ibadah. Sehingga kita tidak akan menyia-nyiakan segala kegiatan kita dan selalu ingin melakukan kegiatan yang beribadah. 

SUMBER : http://www.artikelsiana.com/2015/06/manfaat-puasa-bulan-ramadhan-secara-ilmiah.html