Wednesday, October 14, 2020

Materi Bahasa Indonesia Kelas XII Bab Menyajikan Gagasan Melalui Artikel

 Pengertian Artikel

Artikel merupakan salah satu karangan yang berupa faktual di tulis secara lengkap dan bertujuan untuk menyampaikan gagasan atau fakta yang meyakinkan, menghibur serta mendidik.

Ciri-Ciri Artikel

  • Isi tulisan didasari oleh fakta bukan sekedar mitos yang belum terjamin kebenaranya
  • Bersifat faktual dan informative, mengungkapkan informasi yang berdasarkan hasil – hasil penelitian yang telah dilakukan, dan dapat di pertanggung jawabkan kebenaranya.
  • Artikel ilmiah juga memiliki opini atau analisa pemikiran – pemikiran penulis. Akan tetapi, pemikiran itu dikuatkan / didasari oleh data valid berupa hasil penelitian sebelumnya, teori, maupun fakta yang ditulis ke dalam artikel.
  • Menggunakan metode penulisan yang sistematis. Dengan tujuan agar semua informasi dalam arikel dapat di terima oleh masyarakat luas.
  • Menggunakan ragam bahasa yang resmi dan baku. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan bahasa resmi yang bercirikan lugas, logis, denotatif, dan efektif, akan membuat bahasa artikel ilmiah terasa padat, dan berisi.

Tujuan Artikel

  • Mendeskripsikan, menjelaskan, dan menguraikan suatu pokok pembahasan masalah yang sudah ditentukan.
  • Mendeskripsikan suatu batasan kajian. Hal ini merupakan tujuan utama dari artikel ilmiah.
Manfaat Artikel

  • Sebagai sarana untuk menyampaikan gagasan penulis kepada masyarakat.
  • Sebagai sarana publikasi hasil pemikiran secara ilmiah melalui jurnal ilmiah.
  • Membantu penulis untuk berpikir secara sistematis dan melatih penggunaan bahasa secara baik dan teratur.
  • Membantu penulis untuk memahami tujuan menulis sehingga diharapkan memiliki komptensi dalam menulis artikel.
  • Cara untuk menjelaskan atau membahas suatu masalah sesuai dengan bidang ilmu tertentu.
  • Memberikan dampak akademis kepada penulis artikel.

Dimensi Artikel

  • Dimensi hasil pemikiran atas suatu obyek kajian yang dapat berupa temuan penelitian atau gagasan analitis kritis.
  • Dimensi bahasa tulis sebagai alat mempresentasikan hasil pemikiran penulis dalam bentuk satuan-satuan makna dan penanda hubungan satuan-satuan makna secara eksplisit.
  • Dimensi sistematika yang dijadikan unsur pembeda antara bentuk karya tulis artikel dengan bentuk karya tulis lain.
  • Dimensi kaidah penulisan yang hars ditaati, baik yang bersifat universal (umum).

Jenis-Jenis Artikel

1. Argumentasi

Bertujuan untuk membuktikan kebenaran sebuah pendapat atau opini dengan fakta sebagai bukti atau alasan.

Dalam menulis artikel ini pengarang mengharapkan adanya kebenaran yang terdiri atas unsur data, fakta dan opini.

2. Deskripsi

Berisi tentang gambaran tentang sebuah hal yang seolah pembaca merasakan, melihat serta mendengar keadaan berupa fakta dan fiksi.

3. Eksposisi

Tujuannya untuk dapat penjelasan yang bertujuan untuk memberi pengetahuan tambahan bagi pembaca yang lengkap dengan gambar,grafik dan lain sebagainya.

4. Persuasi

Bertujuan untuk mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu (mengajak).

5. Narasi

Berisi sebuah peristiwa atau kejadian dalam setiap urutan waktu, dimana dalam kejadian tersebut terdapat seorang tokoh yang menghadapi suatu konflik.

Contoh Isi Artikel

  • Informasi sejarah
  • Hasil penelitian
  • Argumentasi tentang isu tertentu
  • Petualangan seseorang
  • Tutorial atau bimbingan yang mengajarkan sesuatu pada orang lain

Struktur Artikel

1. Pembuka (Lead)

Pembuka adalah alinea pertama pada awal sebuah artikel. Terdiri atas prolog, lead, intro, atau teras yang umumnya disebut dengan pembuka.

Bagian kepala ini berisi uraian aktual yang penting untuk dijadikan pijakan pada pembahasan artikel berikutnya.

Bagian pembuka ini berisi uraian peristiwa, pernyataan, rangkaian kejadian, kutipan kata bernyali dan sebagainya.

Jika kita jeli dalam menguraikan peristiwa atau pernyataan yang akan kita tuangkan dalam artikel, maka akan ada daya tarik tersendiri.

2. Leher

Pada bagian ini disambungkan teras dengan isi materi yang akan disajikan dalam artikel. Bagian ini sering disebut sebagai jembatan atau pengait.

Isi bagian leher artikel ini menyampaikan pernyataan atau uraian yang mengungkapkan suatu permasalahan. Jelasnya, bagian ini menghubungkan antara kepala dengan perut artikel yang kita rencanakan.

3. Isi atau Tubuh

Bagian isi artikel merupakan bagian yang paling penting dalam proses penulisan artikel, karena di bagian inilah segala permasalahan dituangkan.

Bagian ini berupa uraian eksplanasi. Caranya dengan mengungkapkan permasalahan yang ingin dikupas. Usahakan tetap terjaga fokusnya, jangan sampai keluar dari fokus permasalahan.

4. Alinea Penutup

Bagian akhir dari artikel ini biasa disebut dengan antiklimaks, kaki, atau ending dari suatu artikel. Bagian ini berisi kalimat kunci yang merangkum pembahasan kedalam bentuk simpulan yang ringkas dan jelas.

Referensi : https://seputarilmu.com/2019/11/artikel.html

Tuesday, October 13, 2020

Materi Bahasa Indonesia Kelas XI Bab Menganalisis Buku Non Fiksi

   1. PENGERTIAN NON FIKSI

       Karangan nonfiksi adalah karangan yang dibuat atas dasarfakta atau hal yang benar benar terjadi dalam kehidupan sehari hari. Non fiksi merupakan sebuah karangan yang di  hasilkan dalam bentuk cerita nyata atau cerita kehidupan setiap hari yangdituliskan menjadi sebuah cerita. Dengan kata lain non fiksi merpakan karya yang bersiat factual atau peristiwa yang benar benar terjadi.
Semua hal yang terkandung dalam buku non fiksi adalah nyata dalam kehidupan. Beda antara fiksi dan non fiksi terdapat pada imajener atau tidak dan fakta atau tidak. Perbedaan tersebut tidak mempengaruhi gaya bahasa. Bahasa yang digunakan bersifat denotative dan engarah pada pengertian yang terbatas sehingga tidak perna ganda.

2.KARAGAN BUKU NON FIKSI SENDIRI DI KEOMPOKAN  MENJADI DUA JENIS, YAKNI :
    1. Non fiksi murni
        Non fiksi murni ialah buku yang berisi tetang pengembangan berdasarkan dari data data yang otentik atau pasti. Berikut ini seikit contoh contoh dari non fiksi murni, yaitu skripsi, karya ilmiah, laporan,makalah tesis, desertasi, artikel, feature, dan lain lain.

    2. Non fiksi kreatif
        Non fiksi kreatif merupakan berasal dar data otentik yang didapatkan dan kemudian di kembangkan dengan berdasarkan imajenasi yang biasanya berbentuk puisi, frosa dan novel.

3. CIRI CIRI BUKU NON FIKSI
            1. memiliki ide yang ditulis secara jelas dan logis serta sistematis
            2. mengandung informasi yang sesuai dengan fakta.
            3. menyajikan temuan baru atau penyempurnaan temuan yang sudah ada.
            4. motivsi, rancangan dan pelaksanaan peneitian yang tertuang jelas.
            5. penulis memberikan analisi dan interpretasi intektual.

PERBEDAAN FIKSI DAN NON FIKSI

FIKSI
NON FIKSI
SASTRA FIKSI DIDASARKAN PADA IMAJINASI
SASTRA YANG DI DASARKAN PADA FAKTA
TUJUAN SASTRA FIKSI ADALAH UNTUK MENGHIBUR
TUJUAN SASTRA NON FIKSI ADALAH UNTUK MEMBERIKAN INFORMASI.
MENGGUNAKAN UNSUR UNSUR NARATIF SEPERTI TEMA,KONFIK, KARAKTER DAN SETTING.
MENGGGUNAKAN FITUR TEKS SEPERTI DAFTAR ISI,INDEKS,LABEL, GRAFIK, DAN FOTO
SASTRA FIKSI MEMBERI PEMBACA PESAN, MORAL ATAU PEMBELAJARAN YANG SUBJEKTIF BISA DI APLIKASIKAN
MEMBERIKAN PEMBACA INFORMASI ATAU PETUNJUK TENTANG CARA MELAKUAN SESUATU.

5. CARA RESENSI BUKU NON FIKSI 

1. Jenis Buku
     Jenis/bentuk buku fiksi itu adalah roman, novel, biografi atau lain. Selain itu resentator menyebutkan juka buku termasuk buku fiksi atau nonfiksi.

2. Keaslian ide
    Buku novel itu apakah benar benar merupakan karya asli dari pengarangnya atau merupakan salinan dari  buku laiyang pernah keluar.

3. Bentuk
    Bagaimana mengenai bentuk atau format dari novel itu. Apakah bentuknya, kertas, ilustrasi cover, jenis huruf yang dipakai, dan sebagainya.

4.Isi dan Bahasa
  Dilihat dari segi isi, resontator perlu menceritai unsure-unsur intrinsiknya, yaitu tentang tema, alur, perwatakan, sudut pandang dan sebagainya
Bahasa dalam buku fiksi itu dapat ditijau dari segi struktur kalimat, gaya bahasa/style, ungkapan dan lain lain. Apakah bahasa yang digunakan memakai bahasa sehari hari yang segar tidak menjemukan, mudah iketahui oleh pembaca. Pengujian materi mendapatkab perhatian juga dari resentator.

5. Simpulan  
    Akhirnya seseorang penulis resensi harus dapat menyimpulkan apaka bku itu baik san perlu                      dibaca atau tidak.
    Menulis data buku yang dibaca .
    Menulis ikhtisar isi buku non fiksi,
    Mendaftar butir butir yang merupakan kelebihan dan kekurangan novel.
    Menuliska pendapat pribadi sebagai tanggapan atau isi buku.
    Memadukan ikhtisar dan tanggapan pribadi kE dalam tulisan yang utuh.

referrensi : http://lilamust.blogspot.com/2017/12/menganalisis-buku-non-fiksi.html

Materi Bahasa Indonesia Kelas X Bab Menyusun Ikhtisar

Ikhtisar adalah sebuah penyajian singkat dari sebuah karangan asli yang tidak perlu memberikan seluruh isi dari karangan asli tersebut dengan secara proporsional atau dengan kata lain ikhtisar adalah sebuah bagian yang sangat penting setelah membuat kesimpulan dan juga rekomendasi. Ikhtisar tersebut adalah mengandung topik persoalan serta juga tujuan yang akan dicapai dengan melalui topik tersebut.

Dalam hal tersebut, menurut para ahli, ikhtisar adalah sebuah penulisan dari pokok-pokok masalah penulisannya tidak diharuskan berurutan, akan tetapi boleh dengan secara acak atau juga disajikan dalam bahasa pembuat ikhtisar tanpa mengubah tema dari sebuah wacana. Ikhtisar ini berfungsi sebagai garis-garis besar dari masalah di dalam sebuah wacana yang berukuran pendek atau sedang.

Penulis ikhtisar tersebut dapat langsung mengemukakan inti atau pokok dari suatu masalah dan problematika dalam pemecahannya.

Sebagai ilustrasi, ada beberapa bagian atau isi dari beberapa bab, dapat diberikan untuk dapat menjelaskan inti atau pokok dari masalah tersebut. Sementara bagian yang lain yang kurang penting bisa dihilangkan. Dari segi bentuk ikhtisar ini lebih bebas dibandingkan dengan ringkasan.

Ikhtisar tersebut tidak perlu mempertahankan langkah / urutan dari isi karangan asli. Selain hal itu ikhtisar itu juga tidak perlu memberikan sebuah isi dari karangan dengan secara profesional.

Ciri – Ciri Ikhtisar Buku

Dibawah ini adalah ciri-ciri ikhtisar yang diantaranya adalah:

  1. Tidak mempertahankan dari urutan gagasan.
  2. Bebas mengkombinasikan sebuah kata-kata dengan syarat tidak menyimpang dari inti.
  3. Tujuannya untuk mengambil sebuah inti.
Baca Juga :Contoh Karya Ilmiah

Kegunaan / Fungsi Ikhtisar Buku

Pentingnya iktisar dikarenakan kegunaan serta manfaatnya dalam mengambil sebuah inti pokok dari sebuah karangan,dibawah ini adalah kegunaan dari iktisar, antara lain sebagai yaitu berikut :

  1. Untuk bisa mengembangkan ekspresi serta juga penghematan kata.
  2. Memahami serta juga mengetahui isi sebuah buku atau sebuah karangan.
  3. Membimbing serta menuntun seseorang agar bisa atau dapat memahami inti dari suatu isi.

Cara Membuat Ikhtisar Buku

Tata cara dalam membuat iktisar yang baik, yaitu dapat kita lihat di bawah in sebagai berikut:

Membaca Naskah Asli

Langkah pertama dalam membuat ikhtisar ini adalah dengan membaca naskah asli dengan satu atau dua kali untuk bisa mengetahui kesan umum serta juga maksud pengarahan dan beserta sudut pandangnya.

Mencatat Gagasan Utama

Setelah si penulis sudah berhasil menangkap maksudnya, kesan umum, serta juga sudut pandang dari pengarang aslinya, maka langkah selanjutnya yaitu dengan mencatat semua gagasan utama atau gagasan yang pokok / penting .

Cara Menyusun Ikhtisar Buku

  1. Menetapkan tujuan pembaca dalam membaca
  2. Membaca dengan teliti
  3. Mencatat gagasan utamanya
  4. Menyusung kerangka tulisannya
  5. Memeriksa tulisan aslinya

Struktur Kebahasaan Ikhtisar Buku

  1. Tidak mempertahankan sebuah gagasan
  2. Bebas mengkombinasikan kata-kata, asalkan tidak menyimpang dari inti
  3. Tujuannya untuk mengambil sebuah inti

Contoh Ikhtisar Buku

Dibawah ini adalah sebuah contoh dari ikhtisar:

Contoh Iktisar
Sekilas 30.000 hingga 50.000 orang berkumpul di kota Hiroshima Jepang untuk mengenang sebuah peristiwa jatuhnya bom atom di kota itu pada tanggal 6 Agustus 1945 yang menewaskan kurang lebih 14.000 jiwa. Mereka bersama sama mengheningkan cipta selama 60 detik dan melepaskan ratusan burung dara pada upacara peringatan ini. Upacara tersebut akan dilanjutkan pada hari Kamis 19 Agustus 2001 di kota Nagasaki yang 56 tahun yang lalu juga di bom oleh Amerika Serikat sehingga menewaskan sekitar 70.000 orang kurag lebih. Pada peringatan ini perdana mentri Jepang Junichiro Koizumi meminta kepada seluruh dunia untuk menghapuskan senjata nuklir.

referensi : https://rumusbilangan.com/ikhtisar-buku/