Rabu, 20 September 2017

Program Kerja Perpustakaan Sekolah


SMA NEGERI ………………………………………………..
TAHUN PELAJARAN 2017/2018


  1.      A PENDAHULUAN

Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang tergabung pada sebuah sekolah, dikelola sepenuhnya oleh sekolah yang bersangkutan dengan tujuan usaha membantu sekolah untuk mencapai tujuan khusus sekolah dan tujuan pendidikan pada umumnya … (Sulistyo Basuki, 1993). Di samping itu dalam penjelasan Undang-undang Pendidikan Nasional kita, di sebutkan bahwa salah satu sumber belajar di sekolah yang amat penting tetapi bukan satu satunya adalah perpustakaan. Sebagai salah satu sumber belajar di sekolah perpustakaan membantu tercapainya misi dan visi sekolah tersebut. Mengingat pentingnya peran perpustakaan sekolah maka perlu adanya suatu pengelolaan atau manajemen yang tepat  dan cepat sehingga fungsi perpustakaan sekolah benar-benar terwujud. Namun masalahnya sekarang adalah tidak sedikit perpustakaan sekolah yang pengelolaannya masih kurang profesional. Kalaupun sudah baik, bagaimana perpustakaan sekolah mampu memenuhi kebutuhan penggunanya akan berbagai  pengetahuan dan informasi secara mudah dan cepat di era globalisasi ini. Untuk itu diperlukan suatu sistem informasi managemen perpustakaan (SIM Perpus) dengan memanfaatkan komputer. Akan tetapi mampukah para pengelola perpustakaan terutama kepala sekolah sebagai stake holder di sekolah mewujudkan perpustakaan sekolah yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ) dengan menggunakan SIM Perpustakaan?

Perpustakaan sebagai jantung sebuah lembaga pendidikan, sudah selayaknya mendapatkan porsi dan posisi yang strategis guna merealisasikan visi dan misi sekolah. Semua pihak, khususnya kepala sekolah harus memberi perhatian lebih akan eksistensi perpustakaan di sekolah, dan tidak lagi dianggap sebagai tempat menyimpan buku bekas, barang-barang tidak terpakai, bahkan tempat bermain saat tidak ada KBM. Hal ini tentu sangat ironis dan tidak mendidik.

Dari berbagai sudut pemikiran diatas, Perpustakaan ……………….. berupaya melakukan terobosan dan revitalisasi peran dan fungsi perpustakaan sekolah untuk mendukung program dan visi-misi sekolah. Berbagai program dan terobosan yang direncanakan, diharapkan dapat memberi ruang yang lebih besar agar perpustakaan sekolah sebagai center of knowledge dapat terealisasi secara optimal.

B. DASAR HUKUM

1       1.  Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem  pendidikan Nasional;
  1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan;
  3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah
  4. Surat Keputusan Kepala SMA ………………… Nomor…. Tahun ………. tentang pengangkatan kepala Perpustakaan ……… tahun ……./………….
C. TUJUAN

C.1 TUJUAN UMUM

Menjadi perpustakaan sekolah berbasis ICT terdepan di ………….. serta pusat IPTEK dan sumber belajar warga sekolah guna mendukung kegitan belajar mengajar di sekolah dan merealisasikan visi misi serta suksesnya program KEMILAU

C.2. TUJUAN KHUSUS
  1. Mengembangkan minat, kemampuan, dan kebiasaan membaca khususnya serta mendayagunakan budaya tulisan, dalam berbagai sektor kehidupan;
  2. Mengembangkan kemampuan mencari dan mengolah serta memanfaatkan informasi;
  3. Mendidik siswa agar memelihara dan memanfaatkan bahan pustakan secara tepat guna dan berhasil guna;
  4. Meletakkan dasar kearah proses pembelajaran mandiri;
  5. Memupuk dan mengembangkan minat dan bakat siswa;
  6. Menumbukan penghargaan siswa terhadap pengalaman imajinatif;
  7. Mengembangkan kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi atas tanggungjawab dan usaha sendiri
C.3. TUJUAN STRATEGIK
  1. Melaksanakan layanan perpustakaan berbasis ICT;
  2. Merintis E-Library untuk wider accesing informasi & IPTEK;
  3. Mewujudkan qualitas dan quanitas buku bacaan dan referensi;
  4. Melayani semua warga sekolah dengan layanan prima;
  5. Menerapkan administrasi pustaka yang professional dan akuntabel;
D. FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH

Perpustakaan Sekolah berfungsi sebagai pusat belajar mengajar, pusat informasi, pusat penelitian sederhana dan rekreasi sehat melalui bacaan hiburan. Dalam kaitan dengan kurikulum yang diterapkan di SMAN ……………, perpustakaan sekolah berfungsi:
  1. Wadah atau wahana pengetahuan, administrasi dan organisasi yang sesuai sehingga memudahkan penggunaannya;
  2. Sumber rujukan (reference centre) siswa, guru, tenaga bimbingan, tenaga administrasi dan pegawai yang berada dibawah naungan SMAN ………………..
  3. Sarana pendukung dalam proses belajar mengajar, guna mencapai tujuan pendidikan nasional;
  4. Pusat informasi bagi kegiatan belajar mengajar;
  5. Sumber yang menyediakan bahan-bahan yang bermanfaat bagi kegiatan penunjang kegiatan belajar mengajar, seperti kegiatan yang berkaitan dengan budaya, seni, kreasi dan budaya.
E. SASARAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
  1. Para siswa …………………
  2. Kepala sekolah dan guru …………………..
  3. Staf administrasi dan tatalaksana SMAN ……………
F. PROGRAM KERJA PERPUSTAKAAN SEKOLAH

Rencana kerja perpustakaan sekolah yang tertuang dalam program kerja perpustakaan secara umum akan mengacu pada tugas pokok perpustakaan sekolah, tujuan institusi, visi dan misi sekolah. Hal ini didasari oleh kepentingan bersama untuk menciptakan suasana kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien.

G.1. PROGRAM JANGKA PENDEK
  1. Menyediakan dan menghimpun bahan pustaka, informasi, sesuai kurikulum sekolah;
  2. Menyediakan dan melengkapi fasilitas perpustakaan sesuai kebutuhan;
  3. Mengolah dan mengorganisasikan bahan pustaka dengan system tertentu shingga memudahkan penggunaannya;
  4. Melaksanakan layanan perpustakaan yang sederhana, mudah dan menarik;
  5. Meningkatkan minat baca murid, guru, dan staf tata laksana;
  6. Menambahkan koleksi bahan pustaka secara berkala untuk memenuhi kebutuhan pegguna layanan perpustakaan;
  7. Pembuatan proposal permintaan buku/majalah/jurnal pada beberapa lembaga/instansi/penerbit tertentu;
  8. Memelihara bahan pustaka agar tahan lama dan tidak cepat rusak.
  9. Menerbitkan kartu perpustakaan bagi siswa, guru dan staf tata laksana;
  10. Menerbitkan berbagai administrasi perpustakaan (kartu buku, kantong, lebeling, catalog buku, dll;
  11. Inventarisasi, klasifikasi dan katalogisasi bahan pustaka;
  12. Entry data anggota perpustakaan pada Sistim Informasi Perpustakaan (SIP);
  13. Pelayanan peminjaman buku perpustakaan;
  14. Penerbitan Surat Tandan Bebas Perpustakaan (STBP) bagi siswa kelas XII sebagai syarat pengambilan Ijazah;
  15. Mengikuti beberapa lomba perpustakaan sekolah, baik tingkat kabupaten, provinsi atau nasional.
G.2. PROGRAM JANGKA PANJANG
  1. Menerapkan system layanan perpustakaan berbasis ICT;
  2. Menerapkan E-Library learning;
  3. Merealisasikan qualitas dan quantitas buku minimal 1500 judul dengan 15.000.000 eks pada tahun 2015;
  4. Terciptanya ruangan perpustakaan yang memadai, kondusif dan menyenangkan.
H.  RENCANA PROGRAM & ANGGARAN BIAYA PERPUSTAKAAN TAHUN 2014-2015
Program
Jumlah
Biaya
Pelaksanaan
1.Pembenahan ruang perpustakaan sebagai rumah belajar yang nyaman dan kondusif
1.    Pengadaan sarana perpustakaan (lemari buku, meja baca, kursi, lemari, kotak katalog, tempat penyimpanan Koran/majalah, lemari tempat TV, VCD, CD/DVD,  dll);
2.    Pengadaan kordeng ruangan
3.    Pengadaan karpet
4.    Pengadaan kipas angin besar
5.    Mading/Pusat informasi perpustakaan
6.    Pembenahan administrasi perpustakaan:
7.    Service & pembelian CD Writer komputer untuk perpustakaan
8.    Menyempurnakan software perpustakaan
9.    Cetak Kartu kendali buku
10. Cetak kartu pinjaman
11. Kantong buku
12. Cetak Lebel buku
13. Cetak Kartu perpustakaan
14. ATK, dll
1.    Pengadaan buku dan media belajar lainnya:
1.    Buku pelajaran @ 5 eks x 13 pel. X 3 kelas
2.    Pengadaan buku referensi
3.    Pengadaan buku pengetahuan umum, karya sastra, dll.
4.    Langganan bulanan majalah/bulletin (Hidayatullah, Hidayah, Sabili,  Bola, Intisari, Realita, the Jakarta post, dll.) secara bergantian
5.    Pengadaan CD/DVD pembelajaran yang memadai
2. Penerbitan kartu perpustakaan
3. Inventarisasi bahan pustaka
4. Entri buku pustakan pada SIM
5. Katalogisasi, lebeling buku pustaka
6. Pembuatan dan pengiriman proposal bantuan buku/jurnal/majalah dan bahan pustaka lainnya
7. Memanfaatkan SIM Perpustakaan
8. Mengikuti Lomba Perpustakaan
9. Perbaikan buku yang rusak
10. Pelayanan pinjaman bahan pustaka
11. Penerbitan Surat Tanda Bebas Perpustakaan (STBP)
Jumlah
I. SUMBER DANA

1. RAPBS tahun 2014-2015;
2. Subsidi dana SBI 2014-2015;
3. Siswa baru tahun 2014-2015;
4. Bantuan alumni 4968
5. Pemerintah, lembaga swasta, penerbit dll. yang tidak mengikat

J. JENIS-JENIS LAYANAN PERPUSTAKAAN
1. Peminjaman berbagai jenis buku pelajaran, referensi, sastra, majalah, dll.
2. Multimedia (TV, VCD/DVD, Infokus, dll
3. Pemutaran Film-film/CD/DVD pembelajaran
4. E-Library learning

K. STRUKTUR PENGELOLA PERPUSTAKAAN

1. Penanggungjawab            : …………………….  (Kepala SMAN ……………..)
2. Kepala Perpustakaan       : …………………………………..
3. Bag. E-Literacy                : ………………………….............
4. Bag. Teknis                       : …………………………………
5. Bag. Layanan/Sirkulasi   : ………………………………….

L. PENUTUP

Program kerja perpustakaan ini merupakan acuan, pedoman dan rencana untuk 1 tahun. Program kerja ini diharapkan dapat menjadi titik awal kemajuan perpustakaan SMAN ……………. Peran serta semua pihak sangat berpengaruh pada realisasi program ini. Karenanya, diharpkan semua pihak dapat terlibat baik secara langsung maupun tidak lagsung dalam rangka merealisasikan berbagai program yang telah dibuat.


…………..,  Juli 2014
Mengetahui:                                    Kepala Perpustakaan
Kepala SMAN …………...

…………………………….              …………………………
NIP………………………..              NIP………………………

FORMAT ADMINISTRASI PEMBELAJARAN WALIKELAS

Wali Kelas mempunyai peranan penting dan posisi strategis dalam mendidik siswa di sekolah/madrasah karena sangat menentukan keberhasilan dan pembangunan karakter anak didiknya. Peranan Wali Kelas yang sangat menonjol adalah menjadi semacam kepala keluarga dalam kelas tertentu, ini berarti ia bertanggung jawab terutama menciptakan kondisi dan lingkungan  yang kondusif satu sama lain sehingga kelas itu menjadi komunitas belajar dapat maju bersama dalam proses pembelajaran. 
Adapun tugas pokok dan tanggung jawab Wali Kelas adalah membantu Kepala Sekolah/Madrasah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
  1. Mengelola kelas
  2. Menyelenggarakan administrasi kelas yang meliputi : denah tempat duduk siswa, jadwal pelajaran, daftar piket kelas, jurnal kelas, dan tata tertib kelas
  3. Mengetahui identitas dan kepribadian anak didik
  4. Mengetahui tingkat kemampuan, status sosial/ekonomi anak didik
  5. Merekapitulasi kehadiran siswa
  6. Pengisian daftar kumpulan nilai siswa (legger)
  7. Pembuatan catatan khusus tentang siswa
  8. Pencatatan mutasi siswa
  9. Pengisian buku laporan hasil belajar siswa
  10. Pembagian buku laporan hasil belajar siswa.
Dalam hal menyelenggarakan administrasi kelas, berikut adalah format administrasi Wali Kelas  Implementasi Kurikulum 2013 yang bisa Bapak/Ibu download :
  1. Buku himpunan administrasi kelas
  2. Buku analisa hasil uji kompetensi
  3. Buku blanko RPP
  4. Buku catatan harlan kelas
  5. Buku daftar hadir siswa untuk wali kelas
  6. Buku daftar nilai
  7. Buku jadwal uji kompetensi dan bank soal
  8. Buku jurnal harlan kelas
  9. Buku laporan kelas
  10. Blanko analisa hasil uji kompetensi per butir
Sekian dan semoga bermanfaat.

Contoh Program Kerja Wali Kelas Untuk SD, SMP, SMA dan SMK

nah saat ini merupakan awal tahun pelajaran baru. kali ini penulis akan membantu tugas para wali kelas dengan membagikan contoh program wali kelas. silahkan diunduh/didownload dan dibagikan kepada guru lain yang membutuhkan. berikut rangkuman contoh program kerja wali kelas tahun 2018/2019 yang bisa di download melalui tautan yang kami sematkan dibawah
Adapun Daftar isi Program kerja wali kelas ini adalah sebagai berikut:
  1. KATA PENGANTAR
  2. DAFTAR ISI
  3. BAB I PENDAHULUAN ………………………………… 1
    A. Latar Belakang ………………………… 1
    B. Dasar Hukum ………………………………1
    C. Maksud danTujuan . ………………1
    D. Sistematika Penulisan …… 2
  4. BAB II PENGORGANISASIAN KELAS VII-D.……………… 3
    A. Susunan pengurus VII-D .…………………………… 3
    B. Struktur dan tugas pokok ……………………………… 3
    C. Rincian tugas ………………………………… 4
  5. BAB III PROGRAM WALI KELAS VII-D .………………… 6
    A. Program wali kelas ........... 6
    B. Kegiatan pembelajaran kelas VII-D.………………… 7
    C. Kegiatan kelas berdasar kalender ………… 8
  6. BAB IV PENUTUP ………………...10
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan Kehadlirat Allah SWT, atas rahmat dan ridlo-Nya sehingga kami dapat menyusun Program kerja wali kelas tahun pelajaran 2016/2017 SMPN 3 Rambang Dangku. Program Kerja wali kelas ini merupakan salah satu bagian dari t ang- gung jawab wali kelas sebagai pendidik dan pembimbing siswa di sekolah.
Program Kerja Wali kelas ini disusun sebagai pedoman atau pegangan wali kelas untuk mengelola kelas secara baik dan terarah guna meningkatkan dan menunjang keber- hasilan siswa dalam menempuh pendidikan di sekolah. Wali kelas sebagai orang tua siswa di sekolah yang diberi tugas untuk mengawasi, membimbing, memotivasi dan mengarahkan dan menyelsaikan masalah siswa agar selalu memiliki tanggung jawab untuk belajar.dengan adanya program kerja ini diharapkan kelas menjadi tempat yang nyama, dan kondusif untuk berlangsungnya proses pembelajaran.
Program kerja wali kelas ini dapat tersusun dengan berkat bantuan dan atensi dari berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak kepala sekolah SMPN 3 Rambang Dangku;
2. Bapak pembantu kepala sekolah bidang kurikulum;
3. Bapak pembantu kepala sekolah bidang kesiswaan;
4. Guru-guru dan staf tata usaha ;
5. Siswa dan siswi kelas VII tahun pelajaran 2016/2017
Kami menyadari dan berharap dengan tersusunnya program ini peningkatan hasil belajar khususnya di kelas dan umumnya di SMPN 3 Rambang Dangku . Mudah-mudahan dengan tersusunnya program kerja ini kerja dapat menjadi pedoman baik bagi wali kelas dan guru-guru di SMPN 3 Rambang Dangku.
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendi- Dikan Nasional ( Sisdiknas ) menetapkan bahwa tujuan Pendidikan Nasional adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Untuk mewujudkan tujuan di atas maka peranan Kepala sekolah memiliki nilai yang sangat strategis, sebab secara langsung maupun tidak langsung, Wali Kelas sebagai perencana (planning) mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sangat besar, khususnya dalam upaya peningkatan hasil belajar siswa. Tanggung jawab wali kelas yang diberi tugas untuk membembing dan memotivasi siswa agar dapat belajar dengan hasil yang baik dan maksimal
Mengacu pada berbagai hal di atas perlu kiranya disusun Program Kerja Wali kelas di SMP Negeri 3 Rambang Dangku, sebagai acuan dari adanya rencana dan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan kelas sehingg guru sebagai pengajar dapat meningkatkan kener- janya secara optimal. Program ini disusun sebagai acuan pedoman kegiatan di kelas selama tahun pelajaran 2016/2017 Sesuai dengan Visi, Misi, dan Tujuan serta Profil SMP Negeri 3 Rambang Dangku.
B. Dasar Hukum
Dasar Hukum dalam penyusunan Program Kerja Wali kelas di SMP Negeri 1 Gabus- wetan Kabupaten Indramayu adalah sebagai berikut :
  1. UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Surat Keputusan Mendiknas Republik Indonesia nomor 060/U/1993
  3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 19 tahun 2007
  4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 tahun 2007
  5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 41 tahun 2007
  6. Keputusan rapat kepala sekolah tentang pembagian tugas kerja tahun 2016/2017
  7. Visi dan misi sekolah
C. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari disusunya Program Kerja wali kelas di SMP Negeri 3 Rambang Dangku tahun pelajaran 2016/2017 ini adalah sebagai:
  1. Sarana untuk merencanakan program penataan kelas VII-D
  2. arana untuk program pelaksanaan K-6
  3. alat untuk membina dan mendidik siswa kelas VII-D
  4. untuk mengevaluasi keadaan kelas VII-D
  5. sarana untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan
  6. bahan evaluasi tentang tupoksi wali kelas
gambar rincian tugas wali kelas
C. Rincian Tugas
Untuk dapat melaksanakan tugas dalam kerja di kelas IX-4 dengan baik, sehingga pelaksanaan program dapat tercapai maka dibutuhkan rincian tugas kerja sebagai pedoman bagi pengurus kelas IX-4 SMPN 3 Rambang Dangku adalah sebagai berikut :
  1. Kepala Sekolah
    a. Melaksanakan tugas sebagai penanggung jawab;
    b. Memberi motivasi, inovasi serta arahan pada Wali kelas dan siswa;
    c. Melakukan supervisi kegiatan wali kelas;
    d. Menganggarkan dana kebutuhan kelas.
  2. Wakasek Bidang Kesiswaan
    a. Membantu kepala sekolah dalam ;
    b. Memberi motivasi, inovasi serta arahan pada Wali kelas dan siswa;
    c. Melakukan supervisi kegiatan wali kelas;
  3. Wali Kelas
    a. Melaksanakan tanganggung jawab wakil dari sekolah;
    b. Mengelola kelas
    c. Menyelenggarakan adaministrasi kelas yang meliputi: denah tempat duduk siswa jadwal pelajaran, daftar piket kelas, jurnal kelas, dan tata tertib kelas
    d. Mamantau kemajuan dan prestasi akademik siswa;
    e. Mengetahui identitas dan kepribadian anak didik;
    f. Membemberikan motivasi, inovasi pada siswa kelas;
    g. Melaporkan secara berkala tentang kemajuan siswa.
    h. Mengetahui tingkat kemampuan, status sosial/ekonomi anak didik;
    i. Merekapitulasi kehadiran siswa;
    j. Pengisian daftar kumpulan nilai siswa (legger);
    k. Pembuatan catatan khusus tentang siswa;
    l. Pencatatan mutasi siswa;
    m. Pengisian buku laporan hasil belajar siswa;
    n. Pembagian buku laporan hasil belajar siswa;
BAB III
PROGRAM PENGELOLAAN KELAS


A. Program Wali Kelas
Program kerja wali kelas VII-D SMPN 3 Rambang Dangku, agar dapat berjalan dengan baik diperlukan perencanan dan pelaksanaan pengelolaan secara baik dan professional. maka diperlukan rencana kerja yang teroganisir, adapun tahapan pelak sanaan kegiatan pengelolaan kelas terdiri atas kegiatan administrasi dan pengadaan sarana kelas, adapun tahapan kegiatan wali kelas sebagai berikut:
gambar program kerja wali kelas terbaru
berikutnya langsung saja download file lengkap ms word program kerja wali kelas sd, smp, sma dan smk terbaru 2016/2017 melalui Link berikut. Semoga Posting ini bermanfaat dan membawa berkah untuk kita semua

Selasa, 19 September 2017

FAKTOR PENDUKUNG KEBERHASILAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

Sedikitnya ada dua faktor besar dalam keberhasilan kurikulum 2013. Pertama, faktor penentu, yaitu kesesuaian kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) dengan kurikulum dan buku teks. 

Kedua, faktor pendukung yang terdiri dari tiga unsur, yakni ;


1. ketersediaan buku sebagai bahan ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pembentuk kurikulum;
2.   penguatan peran pemerintah dalam pembinaan dan pengawasan; dan
3.   penguatan manajemen dan budaya sekolah.

Berkait dengan faktor pertama, Kemdikbud sudah mendesain strategi penyiapan guru sebagaimana digambarkan pada skema penyiapan guru yang melibatkan tim pengembang kurikulum di tingkat pusat; instruktur diklat terdiri atas unsur dinas pendidikan, dosen, widya swara, guru inti, pengawas, kepala sekolah; guru utama meliputi guru inti, pengawas, dan kepala sekolah; dan guru mereka terdiri atas guru kelas, guru mata pelajaran SD, SMP, SMA, SMK.
Pada diri guru, sedikitnya ada empat aspek yang harus diberi perhatian khusus dalam rencana implementasi dan keterlaksanaan kurikulum 2013, yaitu :
  • kompetensi pedagogi;
  • kompetensi akademik (keilmuan);
  • kompetensi sosial; dan
  • kompetensi manajerial atau kepemimpinan.
Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan bisa menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemungkinan terjadinya perubahan.
Kesiapan guru lebih penting daripada pengembangan kurikulum 2013. Kenapa guru menjadi penting? Karena dalam kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), terhadap apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran dari guru-gurunya.
Melalui empat tujuan itu diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif. Di sinilah guru berperan besar di dalam mengimplementasikan tiap proses pembelajaran pada kurikulum 2013. Guru ke depan dituntut tidak hanya cerdas tapi juga adaptif terhadap perubahan.
Referensi gambar dan artikel : Keberhasilan Kurikulum 2013 – Kemdikbud RI

GERAKAN LITERASI

Menjabarkan komponen literasi informasi sebagai berikut:
  • Literasi Dasar (Basic Literacy), yaitu kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung. Dalam literasi dasar, kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung (counting) berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan (calculating), mempersepsikan informasi (perceiving), mengomunikasikan, serta menggambarkan informasi (drawing) berdasar pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi.
  • Literasi Perpustakaan (Library Literacy), yaitu kemampuan lanjutan untuk bisa mengoptimalkan Literasi Perpustakaan yang ada. Maksudnya, pemahaman tentang keberadaan perpustakaan sebagai salah satu akses mendapatkan informasi. Pada dasarnya literasi perpustakaan, antara lain, memberikan pemahaman cara membedakan bacaan fiksi dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan periodikal, memahami Dewey Decimal System sebagai klasifikasi pengetahuan yang memudahkan dalam menggunakan perpustakaan, memahami penggunaan katalog dan pengindeksan, hingga memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan, atau mengatasi masalah.
  • Literasi Media (Media Literacy), yaitu kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda, seperti media cetak, media elektronik (media radio, media televisi), media digital (media internet), dan memahami tujuan penggunaannya. Secara gamblang saat ini bisa dilihat di masyarakat kita bahwa media lebih sebagai hiburan semata. Kita belum terlalu jauh memanfaatkan media sebagai alat untuk pemenuhan informasi tentang pengetahuan dan memberikan persepsi positif dalam menambah pengetahuan.
  • Literasi Teknologi (Technology Literacy), yaitu kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras (hardware), peranti lunak (software), serta etika dan etiket dalam memanfaatkan teknologi. Berikutnya, dapat memahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses internet. Dalam praktiknya, juga pemahaman menggunakan komputer (Computer Literacy) yang di dalamnya mencakup menghidupkan dan mematikan komputer, menyimpan dan mengelola data, serta menjalankan program perangkat lunak. Sejalan dengan membanjirnya informasi karena perkembangan teknologi saat ini, diperlukan pemahaman yang baik dalam mengelola informasi yang dibutuhkan masyarakat.
  • Literasi Visual (Visual Literacy), adalah pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi teknologi, yang mengembangkan kemampuan dan kebutuhan belajar dengan memanfaatkan materi visual dan audio-visual secara kritis dan bermartabat. Tafsir terhadap materi visual yang setiap hari membanjiri kita, baik dalam bentuk tercetak, di televisi maupun internet, haruslah terkelola dengan baik. Bagaimanapun di dalamnya banyak manipulasi dan hiburan yang benar-benar perlu disaring berdasarkan etika dan kepatutan.

Sahabat Dunia Pendidikan, Literasi yang komprehensif dan saling terkait ini memampukan seseorang untuk berkontribusi kepada masyarakatnya sesuai dengan kompetensi dan perannya sebagai warga negara global (global citizen).

Dalam konteks Indonesia, kelima keterampilan tersebut perlu diawali dengan literasi usia dini yang mencakup fonetik, alfabet, kosakata, sadar dan memaknai materi cetak (print awareness), dan kemampuan menggambarkan dan menceritakan kembali (narrative skills).

Pemahaman literasi dini sangat penting dipahami oleh masyarakat karena menjamurnya lembaga bimbingan belajar baca-tulis-hitung bagi batita dan balita dengan cara yang kurang sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, perlu diberi perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan literasi usia dini berlanjut ke literasi dasar.

Dalam pendidikan formal, peran aktif para pemangku kepentingan, yaitu kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, dan pustakawan sangat berpengaruh untuk memfasilitasi pengembangan komponen literasi peserta didik. Selain itu, diperlukan juga pendekatan cara belajar-mengajar yang keberpihakannya jelas tertuju kepada komponen-komponen literasi ini.

Kesempatan peserta didik terpajan dengan kelima komponen literasi akan menentukan kesiapan peserta didik berinteraksi dengan literasi visual. Sebagai langkah awal, dapat disimpulkan bahwa diperlukan perubahan paradigma semua pemangku kepentingan untuk terciptanya lingkungan literasi ini.

MAKNA TAHUN BARU HIJRIYAH

Tahun baru Islam hijriah memberikan arti dan makna tersendiri bagi umat Islam. Pasalnya, jika warga dunia merayakan tahun baru dengan penanggalan masehi, umat Islam menyambut tahun baru Islam menggunakan penanggalan hijriah.

Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai arti dan makna tahun baru Islam hijriah, kita coba ulas tentang apa tahun baru Islam dan bagaimana sejarah tahun baru Islam? Jika kita sudah mengetahui apa dan sejarah tahun baru Islam, maka selanjutnya kita akan mudah memaknai arti tahun baru Islam.

Apa itu tahun baru Islam?
Tahun baru Islam adalah pergantian tahun dalam Islam menggunakan perhitungan bulan. Tahun baru Islam dihitung sejak Nabi Muhammad Saw hijrah dari Mekah menuju Madinah sehingga penanggalan dalam Islam dinamakan Hijriah.

Berbeda dengan penanggalan nasional dan dunia pada umumnya menggunakan perhitungan Masehi dengan sistem matahari dan dimulai pada zaman Nabi Isa As.

Tahun baru Islam dalam tradisi Jawa disambut dengan awal bulan satu Suro. Dalam Jawa, malam 1 Suro identik dengan nuansa mistis yang dipercaya menjadi malam yang disukai mahkluk gaib.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa tahun baru Islam adalah pergantian tahun umat muslim yang menggunakan metode penanggalan bulan (qomariyah) dan dimulai sejak Nabi Muhammad Saw hijrah dari Mekah ke Madinah.

Sejarah tahun baru Islam
Sejarah tahun baru Islam berawal dari kebimbangan umat Islam saat menentukan tahun. Hal ini tidak lepas dari fakta sejarah pada zaman sebelum Nabi Muhammad, orang-orang Arab tidak menggunakan tahun dalam menandai apa saja, tetapi hanya menggunakan hari dan bulan sehingga membingungkan.

Sebagai contoh, pada waktu itu Nabi Muhammad lahir pada tahun Gajah. Hal ini menjadi bukti bahwa pada waktu itu kalangan umat Arab tidak menggunakan angka dalam menentukan tahun sehingga membingungkan.

Berawal dari sini, pada sahabat berkumpul untuk menentukan kalender Islam, salah satu di antaranya yang hadir adalah Utsman bin Affan, Ali Bin Abi Thalib, dan Thalhan bin Ubaidillah.

Mengenai sejarah kalender Islam, mereka ada yang mengusulkan kalender Islam berdasarkan hari kelahiran Nabi Muhammad, ada yang mengusulkan sejak Nabi Muhammad diangkat sebagai rasul.
Namun, usul yang diterima adalah usulan dari Ali Bin Abi Thalib di mana beliau mengusulkan agar kalender hijriah Islam dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekah dan Madinah.

Dari usul Ali inilah sejarah kalender Islam pertama kali dibuat dan sejarah tahun baru Islam pada mulanya ada.

Arti tahun baru Islam
Jika menengok sejarah tentang lahirnya kalender Islam pertama kali, tentu arti tahun baru Islam menjadi meomentum pergantian tahun Islam dari tahun satu ke tahun berikutnya, misalnya dari tahun baru Islam 2014 menuju tahun baru Islam 2015 menuju tahun baru Islam 2016 dan seterusnya.

Tahun baru Islam memiliki arti tersendiri bagi umat muslim untuk merayakan tahun baru Islam dengan berbagai aktivitas Islami dan hal-hal yang bernilai positif. Bagi orang Jawa, tahun baru Islam bersamaan dengan malam satu Suro disambut dengan berbagai perayaan tirakat, begadang sampai pagi, dzikir, dan hal-hal yang dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Arti tahun baru Islam pada masing-masing orang tentu berbeda. Tapi, secara global arti tahun baru Islam diharapkan bisa memberikan angin baru bagi segenap umat Muslim untuk berbuat lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Makna tahun baru Islam
Makna tahun baru Islam bahwa Nabi Muhammad hijrah dari Mekah menuju Madinah merupakan peristiwa penting lahirnya Islam sebagai agama yang berjaya.

Dari peristiwa hijrah, Islam berkembang pesat di Madinah yang pada akhirnya berkembang dan meluas hingga ke Mekah dan daerah-daerah sekitarnya. Nabi Muhammad sendiri berhijrah bukan tanpa alasan, tetapi mendapatkan wahyu sekaligus bentuk respon untuk menanggapi sikap masyarakat Arab yang kurang berkenan dengan ajaran Islam.

Dampak dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad ini, Islam mulai menunjukkan taringnya dan negara Islam (daulah Islamiyah) terbentuk. Daulah Islamiyah pada zaman Nabi sangat menjunjung tinggi toleransi yang termaktub dalam Piagam Madinah.

Tahun baru Islam Hijriah jatuh pada tanggal 1 Muharram dan umat muslim di Indonesia biasanya merayakan dengan berbagai agenda, seperti pawai obor atau semacam takir keliling, pengajian, hingga memaknai tahun baru Islam dengan agenda-agenda yang mengkolaborasikan budaya Jawa.

Akhirnya, saya hanya ingin mengatakan satu hal saja mengenai makna tahun baru Islam. Bahwa, puncak kejayaan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin (rahmat bagi segenap alam semesta) yang membawa kebenaran, kebaikan, mengajarkan cinta dan kasih sayang, dan simbol lahirnya keadilan dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah yang dijadikan sebagai peletak dasar kalender Islam Hijriah.

Oleh karena itu, mari kita merayakan dan memaknai tahun baru Islam dengan menyebarkan kebaikan, cinta, dan kasih sayang kepada segenap makhluk Allah di alam semesta.

Ditulis oleh Lismanto, founder media Islam populer Islamcendekia.com

Kamis, 24 Agustus 2017

RPP KURIKULUM 2013 REVISI 2017

Formula RPP Kurikulum 2013 revisi tahun 2017
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat tenaga pendidik harus memunculkan dan menginsert empat macam point yaitu PPK, Literasi, 4C, dan HOTS maka perlu kreatifitas tenaga pendidik untuk meraciknya menjadi RPP yang utuh.
A. Perbaikan atau revisinya antara lain:
1. Mengintergrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) didalam pembelajaran. Karakter yang diperkuat terutama 5 karakter, yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas atau 7 Karakter untuk mapel IPS dari 18 Karakter prioritas.
2. Mengintegrasikan literasi dan menginsert literasi dalam RPP baik sebelum, sedang dan sesudah pembelajaran.

Pengertian Literasi dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi dapat dijabarkan menjadi Literasi Dasar (Basic Literacy), Literasi Perpustakaan (Library Literacy), Literasi Media (Media Literacy), Literasi Teknologi (Technology Literacy), Literasi Visual (Visual Literacy).
keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative); baca contoh program literasi sekolah

Keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C  (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation). Inilah yang sesungguhnya ingin kita tuju dengan K-13, bukan sekadar transfer materi. Tetapi pembentukan 4C. Beberapa pakar menjelaskan pentingnya penguasaan 4C sebagai sarana meraih kesuksesan, khususnya di Abad 21, abad di mana dunia berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Penguasaan keterampilan abad 21 sangat penting, 4 C adalah jenis softskill yang pada implementasi keseharian, jauh lebih bermanfaat ketimbang sekadar pengusaan hardskill.

3. Mengintegrasikan HOTS (Higher Order Thinking Skill) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi Level 3/C4 s/d C6)
Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kurikulum 2013 juga menuntut materi pembelajarannya sampai metakognitif yang mensyaratkan peserta didik mampu untuk memprediksi, mendesain, dan memperkirakan. Sejalan dengan itu ranah dari HOTS yaitu analisis yang merupakan kemampuan berpikir dalam menspesifikasi aspek-aspek/elemen dari sebuah konteks tertentu; evaluasi merupakan kemampuan berpikir dalam mengambil keputusan berdasarkan fakta/informasi; dan mengkreasi merupakan kemampuan berpikir dalam membangun gagasan/ide-ide. lihat contoh soal HOTS Kurikulum 2013Gerakan PPK perlu mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter yang sudah dilaksanakan sampai sekarang.
Pengintegrasian tersebut antara lain:
a. pemaduan kegiatan kelas, luar kelas di sekolah, dan luar sekolah (masyarakat/komunitas);
b. pemaduan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler;
c. pelibatan secara serempak warga sekolah, keluarga, dan masyarakat;

Baca lebih lengkap Konsep dan Pedoman Penguatan Pendidikan Karakter
Modul Pendidikan Karakter

Perdalaman dan perluasan dapat berupa:
1. Penambahan dan pengintensifan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada pengembangan karakter siswa,
2. Penambahan dan penajaman kegiatan belajar siswa, dan pengaturan ulang waktu belajar siswa di sekolah atau luar sekolah;
3. Penyelerasan dapat berupa penyesuaian tugas pokok guru, Manajemen Berbasis Sekolah, dan fungsi Komite Sekolah dengan kebutuhan Gerakan PPK.

Maka tidak mungkin lagi menggunakan model/metode/strategi/pendekatan yang berpusat kepada guru, namun kita perlu mengaktifkan siswa dalam pembelajaran (Active Learning). Khusus untuk PPK merupakan program yang rencananya akan disesuaikan dengan 5 hari belajar atau 8 jam sehari sedangkan untuk 2 hari merupakan pendidikan keluarga.

Contoh RPP Nya
DOWNLOAD
Unduh juga Pedoman Pembuatan RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017
RPP KURIKULUM 2013 REVISI 2017 DIBAWAH INI

RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2017
RPP Kelas 5 SD Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2017 Integrasi PPK, Literasi dan Hots
RPP KELAS 4 SD KURIKULUM 2013 REVISI 2017 SEMESTER 1

Selasa, 22 Agustus 2017

CARA MENDAPATKAN NUPTK DENGAN CEPAT DAN MUDAH

Cara mendaftar NUPTK yang akan kami bagikan kali ini memang begitu spesial, kenapa? karena kami akan membagikan sedikit tips cara mendapatkan NUPTK 2017 yang katanya bisa tanpa SK (Surat Keputusan) Bupati maupun Walikota.
Cara Mendaftar NUPTK Tanpa SK Bupati, Apakah Bisa?
Seperti yang kita ketahui, untuk mendapatkan nomor sakral ini memang tidaklah mudah. Perlu berapa persyaratan mutlak yang harus Anda penuhi untuk mendapatkan nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan atau disingkat NUPTK. Saat ini Cara mendaftar NUPTK secara online memang sudah dilakukan secara menyeluruh di seluruh, namun apakah syaratnya mudah seperti cara mendaftarnya?
Cara Mendaftar NUPTK 2017
Fungsi dan manfaat NUPTK ternyata sangatlah banyak, seperti yang kami tulis dalam informasi NUPTK tentang fungsi dan manfaat NUPTK bagi PNS maupun Non PNS sebelumnya. Untuk mengikuti sertifikasi hingga mendapatkan tunjangan dan lain-lain. Mau tau tunjangan yang diperlukan nomor NUPTK? lihat dibawah:
 Jenis-jenis tunjangan yang memerlukan NUPTK
NUPTK diberikan kepada seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) baik PNS maupun Non-PNS sebagai Nomor Identitas yang resmi untuk keperluan identifikasi dalam berbagai pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan yang diselenggarakan oleh Kemendikbud maupun Kemenag.
Sejarah NUPTK dari masa ke masa
Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan ini terdiri dari 16 angka yang bersifat tetap. Kenapa? apa seperti Nomor Induk Pegawai? ya, mungkin karena NUPTK yang dimiliki seorang PTK tidak akan berubah meskipun yang bersangkutan telah berpindah tempat mengajar. Hampir sama bukan dengan NIP? perubahan riwayat status kepegawaian dan atau terjadi perubahan data lainnya.
Pembuatan NUPTK di awal-awal penerbitan tergolong mudah. Guru maupun tenaga pendidikan hanya perlu mengumpulkan berkas di Dinas Pendidikan setempat dan hanya menunggu beberapa hari. Namun sekarang, nampaknya agak sedikit berbeda lagi karena harus lewat online dan syaratnya pun kian berat.

Bagaimana cara mengusulkan NUPTK tanpa SK Bupati?
SK Bupati yang menjadi “momok’ para pendidik untuk mendapatkan NUPTK memang agak susah didapatkan. Karena seperti yang kita tahu, SK Bupati sama dengan menjadi CPNS atau daerah mengeluarkan anggaran untuk membiayai mereka. Untuk lebih jelas mengenai SK Bupati/Walikota, silakan baca tentang penerbitan SK dibawah:
Cara Membuat SK Bupati/Walikota
Dan untuk mendapatkan NUPTK tanpa SK tersebut, nampaknya bukan hal mustahil. Karena saat ini atau pembuatan NUPTK tahun 2017 akan ada sedikit keringanan.