Rabu, 25 Oktober 2017

OBAT DIARE TRADISIONAL

Penyebab diare cukup banyak. Konsumsi makanan pedas, asam, dan bercampur santan sekaligus secara bersamaan tidak jarang mengakibatkan diare karena usus kaget dan tidak siap menyerap semuanya, otomatis terjadi ketidak optimalan proses penyerapan cairan yang seharusnya menjadi feses normal berbentuk padat, alhasil terjadilah diare. Alkohol juga menjadi penyebab diare paling banyak, terutama di negara asing. 
Gejala diare yang biasanya ditemukan adalah terus menerus melakukan buang air besar yang mana sebelumnya ataupun ketika diare selalui disertai rasa mulas berkepanjangan. Dehidrasi, mual, dan muntah juga sering terjadi. Gejala lain yang dirasakan pasien (meskipun jarang) adalah pegal di bagian punggung, dan perut mengeluarkan suara-suara.

Apabila diare masih tergolong ringan atau biasa, bukan kronis, langkah penanggulangan bisa dengan perbanyak minum untuk mengganti cairan yang hilang, karena biasanya diare menyebabkan pasien dehidrasi. Ada baiknya bila dicampur dengan elektrolit untuk menyumbangkan garam dan sejumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Pemberian oralit dan tablet zinc sudah menyelamatkan lebih dari 50 juta jiwa anak dalam 25 tahun terakhir. Jika di daerah Anda cukup sulit untuk mendapatkan oralit bubuk, buatlah oralit dari bahan-bahan alami berikut.
Bahan pembuatan oralit:
  • Segelas (200 ml) seukuran belimbing air matang
  • 2 sendok teh gula pasir
  • 1/2 sedok teh garam dapur

Ketiga bahan dicampur menjadi satu dan aduk untuk melarutkan garam dan gula, kemudian berikan pada pasien diare, jika Anda yang menderita silahkan diminum langsung.

Ketentuan atau aturan atau dosis dalam meminum obat adalah sebagai berikut:
  • Usia kurang dari 1 tahun diberikan obat setelah 3 jam diketahui mengalami diare sebanyak 1 1/2 gelas, dilanjutkan pemberian setelah BAB sebanyak 1/2 gelas.
  • Usia antara 1 - 4 tahun diberikan obat setelah 3 jam diketahui diare sebanyak 3 gelas, diberikan kembali setelah BAB dengan takaran 1 gelas.
  • Usia antara 5 - 12 tahun diberikan 6 gelas obat setelah 3 jam diketahui diare, kemudian 1 1/2 gelas setelah BAB.
  • Pada orang dewasa, butuh 12 gelas obat diare setelah 3 jam diketahui, dan 5 gelas pemberian obat sehabis BAB.
Adapun obat diare tradisional yang sudah banyak membantu pasien terbebas dari masalah BAB berlebih. Sebelum minum obat tradisional, alangkah baiknya Anda mengetahui jenis diare apa yang Anda alami, apakah itu akut atau kronis. Jika diare akut, mengonsumsi obat-obatan diare herbal tidak terlalu masalah.
Berikut ini terdapat banyak obat diare tradisional yang harus Anda pilih salah satu, jangan berganti-ganti sebelum ada reaksi dari dalam.
1 | Daun Kayu Putih 
Bahan: 
  • 6 - 10 gram daun kayu putih kering
  • 2 gelas air tawar
Pengolahan:
  1. Didihkan 2 gelas air, kemudian masukkan daun kayu putih kering.
  2. Tunggu hingga air tersisa 1 gelas, minum 1 hari 1 gelas rutin sampai diare sembuh.
2 | Daun Sendok
Bahan: 
  • 30 gram daun sendok segar
  • 3 gelas air
Pengolahan:
  1. Rebus daun sendok segar bersama 3 gelas air.
  2. Tunggu air rebusan mendidih dan tersisa 1 gelas.
  3. Minum sehari 2 kali masing-masing 1/2 gelas.
3 | Daun Prasman
Bahan:
  • Daun prasman secukupnya
  • 1 gelas air panas
Pengolahan:
  1. Seduh daun prasman dalam segelas air panas, tunggu beberapa saat sembari diaduk.
  2. Saring airnya, minum air sehari sekali.
4 | Daun Kesumba Keling
Bahan:
  • 1/2 genggam daun kesumba keling
  • 2 gelas air
Pemakaian:
  1. Bersihkan kotoran pada kesumba keling (proses pencucian).
  2. Rebus daun kesumba keling bersama 2 gelas air hingga tersisa 1 1/2 gelas.
  3. Air rebusan untuk diminum sehari 2 kali dengan pembagian rata.
  4. Ketika ingin diminum, tambahkan madu seperlunya hingga terasa sedikit manis
5 | Daun Komfrey
Bahan:
  • 4 lembar daun komfrey segar
  • 4 gelas air
  • Garam halus
Pemakaian 1:
  1. Lusuhkan atau lemaskan daun komfrey dengan garam, setelah itu dicuci.
  2. Makan sehari 2 kali sebagai lalap sayur, bisa juga dikunyah tanpa nasi.
Pemakaian 2:
  1. Tuangkan 1 1/2 gelas air dalam blender.
  2. Masukkan daun komfrey yang sudah bersih ke dalamnya, blender hingga halus.
  3. Saring air dan minum sari daun komfrey sebagai obat sehari 2 kali.
Pemakaian 3:
  1. Daun komfrey segar direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih.
  2. Angkat ketika air tersisa 3 gelas.
  3. Saring air dan minum sebanyak 3 kali sehari masing-masing 1 gelas.
6 | Bubuk Kulit Kayu Manis
Bahan:
  • 1 1/2 gram bubuk kulit kayu manis
  • Air panas secukupnya
Pembuatan:
  1. Seduh bubuk kulit kayu manis di dalam air panas, kemudian saring airnya.
  2. Tunggu dingin, minum sehari 2 kali masing-masing 1 gelas.
7 | Tanaman Anting-anting 
Bahan:
  • 40 gram tanaman anting-anting kering
  • 2 gelas air matang
Pembuatan:
  1. Cuci bersih tanaman anting-anting, rebus bersama 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas.
  2. Seusai mendidih, minum obat diare tradisional ini 2 kali sehari masing0masing 1/2 gelas.
8 | Rimpang Empu Kunyit
Bahan:
  • 1/2 jari tangan rimpang empu kunyit segar
  • 1 sendok teh kapur sirih
  • 1 gelas air
Penggunaan:
  1. Potong-potong tipis rimpang empu kunyit, sehabis itu rebus bersama 1 gelas air sampai tersisa 1/2 gelas.
  2. Tuangkan1 sendok teh air kapur sirih ke dalam rebusan tadi, aduk hingga tercampur.
  3. Ketika dingin, saring airnya dan minum sehari 3 kali masing-masing 1/2 gelas.
9 | Akar Jeruk Nipis
Bahan:
  • 2 - 4 potong akar jeruk nipis
  • 6 gelas air
Penggunaan:
  1. Cuci akar jeruk nipis bila ada kotoran yang menempel.
  2. Rebus bahan dalam 6 gelas air sampai menyisakan 4 gelas.
  3. Tunggu dingin, minum airnya tiap sore hari.
9 obat diare tradisional di atas disebabkan oleh faktor selain masuk angin dan udara dingin. Bila Anda mengalami diare karena kedua faktor tersebut, gunakan obat tersebut untuk mengatasi diare akibat masuk angin, udara dingin, dll.
10 | Akar Bayam Duri
Bahan:
  • 30 gram akar bayam duri segar
  • 15 gram gula enau
  • 1 gelas air
Pembikinan:
  1. Cuci akar bayam duri hingga bersih, lanjutkan dengan proses perebusan dengan1 gelas air bersama gula enau.
  2. Angkat ketika air di dalam panci tersisa 1/2 gelas.
  3. Biarkan dingin, barulah minum airnya sebelum makan rutin selama 3 hari masing-masng 1/2 gelas per hari.
11 | Biji Buah Makasar
Bahan:
  • 25 - 50 butir biji buah makasar
  • 1/2 gelas air larutan gula pasir
Pembikinan:
  1. Giling atau tumbuk buji buah makasar sampai halus, kemudian masukkan ke dalam kapsul (beli di apotek).
  2. Minum kapsul obat diare ini dengan 1/2 gelas air larutan gula pasir sebanyak 1 kali sehari per 1 kapsul.
13 | Tanaman Jengger Ayam
Bahan:
  • 10 - 15 gram tanaman jengger ayam
  • 4 gelas air
Pengerjaan:
  1. Cuci tanaman jengger ayam, kemudian rebus dalam 4 gelas air.
  2. Ketika mendidih, angkat saat air sudah tersisa 2 gelas.
  3. Saring airnya, minum 2 kali sehari masing-masing 1 gelas hingga diare sembuh ketika ramuan sudah dingin.
14 | Daun Ki Tajam (Dilarang bagi ibu hamil)
Bahan:
  • 1 genggam daun ki tajam segar
  • 5 gelas air
Pengerjaan:
  1. Rebus bahan dalam 5 gelas air sampai tersisa 3 gelas.
  2. Tunggu dingin, saring airnya dan minum3 kali sehari masing-masing 1 gelas.
15 | Tanaman Baru Cina
Bahan:
  • 10 - 30 gram tanaman baru cina
  • 1 jari jahe
  • 6 gelas air
Cara mengatasi diare:
  1. Rebus semua bahan ke dalam air sampai tersisa 3 gelas.
  2. Tunggu dingin, saring airnya dan minum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas.
16 | Rimpang Kunci Pepet 
Bahan:
  • 10 gram rimpang kunci pepet segar
  • 1 gelas air
Cara mengatasi mencret:
  1. Potong-potong rimpang kunci pepet, kemudian rebus bersama 1 gelas air selama 15 menit.
  2. Ketika sudah dingin, saring dan minum airnya sekaligus.
17 | Tanaman Kasingat
Bahan:
  • 10 - 20 gram tanaman kasingat kering
  • 4 gelas air
Cara mengobati diare:
  1. Rebus bahan tersebut bersama 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas air.
  2. Setelah dingin, saring air dan minum ramuan obat diare herbal ini 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.
18 | Bunga Knop
Bahan:
  • 10 kuntum bunga knop segar
  • 1 sloki arak kuning
Cara menyembuhkan diare:
  1. Rebus kuntum bunga knop dalam 1 sloki arak kuning, kemudian minum airnya.
  2. Lakukan rutin hingga diare sembuh.
Itulah daftar obat diare tradisional yang bisa Anda berikan pada penderita diare, atau mungkin Anda sendiri penderitanya. Dosis tidak boleh berlebihan, haruslah mengikuti resep yang sudah ada. Resep tersebut didapat langsung dari orang yang sudah ahli dan telah lama melakukan pengobatan secara tradisional.

CARA MENGOBATI DAN PENYEBAB PENYAKIT DIARE

Diare adalah suatu penyakit yang ditandai dengan perubahan feses yang menjadi lembek atau juga bisa cair. Penderita diare akan bolak-balik ke toilet sedikitnya sebanyak tiga kali dalam sehari. Rangsangan untuk terus buang air besar akan terus terjadi pada penderita diare selama feses masih memiliki air ataiu cairan feses yang berlebihan. Penderita diare akan sembuh jika feses sudah berubah seperti sedia kala. Tidak ada cairan yang berlebih dan lain sebagainya.
Berikut ini hal-hal yang sering kali menjadi penyebab diare :
Infeksi
Infeksi adalah faktor yang sering menjadi penyebab seseorang terkena diare. Banyak jenis infeksi yang bisa menyebabkan seseorang terkena penyakit diare. Berikut ini berbagai macam jenis infeksi yang menjadi penyebab diare :
  • Infeksi internal –  Infeksi ini biasa terjadi pada saluran pencernaan manusia. Jika pencernaan terkena infeksi maka bisa menyebabkan diare.
  • Infeksi akibat bakteri – Bakteri juga menjadi penyebab seseorang terkena bakteri. Bakteri itu bisa menyebabkan seseorang terkena infeksi. Bakteri yang bisa menjadi penyebab diare adalah vibrio coma, e coli, salmonella, yersenia, shigella dan juga acromonas.
  • Virus – Virus yang ada di sekitar kita juga bisa menjadi penyebab diare. Virus itu bisa menginfeksi tubuh. Berbagai macam virus yang menyebabkan diare adalah adeno virus, rota virus, astro virus dan juga entero virus.
  • Parasit – Parasit seperti jamur, cacing dan juga protozoa bisa menyebabkan infeksi dan infeksi tersebut bisa menyebabkan diare.
  • Parental – Infeksi dengan nama parental mungkin sedikit asing. Hal itu disebabkan hanya sedikit orang yang pernah mengalami infeksi ini. Infeksi parental yang bisa menyebabkan diare adalah infeksi di luar organ pencernaaan misalnya saja tonsilipharingitis dan juga infeksi otitis media akut.
Non Infeksi
Ada banyak hal bisa menjadi penyebab diare yang disebabkan oleh penyakit yang bukan infeksi. Penyebab itu misalnya saja adalah berikut ini :
  • Alergi – Alergi juga bisa menyebabkan seseorang terkena diare. Alergi yang paling dominan menyebabkan diare adalah alergi makanan. Misalnya saja alergi terhadap protein dan juga alergi susu.
  • Gangguan – Gangguan di dalam tubuh yang bisa menyebabkan seseorang terkena diare adalah gangguan metabolik dan juga gangguan malabsorbsi.
  • Obat-obatan –  Obat seperti antibiotik juga bisa menyebabkan seseorang terkena diare.
  • Penyakit usus – Penyakit usus juga bisa mempengaruhi seseorang terkena diare. Misalnya saja adalah penyakit usus seperti colitis ulserative, enterocolitis dan juga crohn disease.
  • Psikologis – Psikologis juga bisa menyebabkan seseorang terkena diare. Misalnya saja adalah kecemasan dan ketakutan berlebih bisa menyebabkan seseorang terkena diare tiba-tiba.
  • Kurangnya nutrisi – Kekurangan nutrisi juga bisa menyebabkan seseorang terkena diare. Misalnya saja adalah kekurangan makanan kaya serat dan kekurangan gizi.
cara mengatasi diareSaat diare masih dalam tahap ringan, sebaiknya segera mencari cara mengatasi diare secara tepat dan aman. Jangan sampai diare yang menyerang bisa berubah menjadi akut dan kronis. Jika sudah akut bahkan sudah masuk ke diare persisten bisa menyebabkan orang tersebut harus dirawat secara intensif di rumah sakit. Berikut ini cara mengobati diare yang harus diketahui :
1. Menggunakan Oralit
Oralit adalah cairan khusus diare yang bisa digunakan untuk meredakan atau mengurangi cairan di dalam feses penderita diare. Cara membuatnya adalah sebagai berikut ini :
  • Siapkan 1 liter air matang.
  • Larutkan ke dalam air matang 1 sendok teh garam.
  • Larutkan 8 sendok teh gula.
  • Campurkan semua bahan sampai larut.
  • Minum secara teratur tiga kali atau empat kali sehari.
2. Mengkonsumsi Air Dengan Elektrolit
Elektrolit adalah zat yang ada di dalam air dan bermanfaat untuk menghindarkan tubuh dari dehidrasi dan kekurangan cairan. Sayangnya tidak semua air mengandung elektrolit. Air mineral pada umumnya tidak memiliki sejumlah kandungan eletrolit. Harga air elektrolit jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga air mineral biasa. Untuk mengubah air biasa menjadi air elektrolit dibutuhkan alat khusus yaitu water energizer. Air elektrolit bisa membuat cairan di dalam tubuh penderita diare tercukupi kembali.
3. Makan Sering Tapi Lambat
Untuk penderita diare sebaiknya memakan porsi sedikit tapi sering, selain itu jangan makan terlalu cepat. Kunyahlah makanan sampai lembut. Makanan yang dimakan terlalu cepat bisa membuat diare semakin parah.
4. Menjaga Kebersihan
Menjaga kebersihan adalah cara mengatasi diare yang paling ampuh. Menjaga kebersihan bisa dimulai dari tubuh dan bisa membatasi penyebaran dari virus diare.
5.  Makan Makanan Bersih
Gaya hidup tidak sehat seperti makan sembarangan bisa mengakibatkan terkena diare. Oleh sebab itu memakan makanan yang bersih dan terhindar dari hinggapan lalat bisa mengatasi diare secara tepat.
6. Yogurt
Yogurt bisa digunakan untuk mengatasi diare. Bagi penderita diare, makanan yang dimakan dengan cepat bisa dikeluarkan kembali. Dengan mengkonsumsi yogurt, bakteri dan virus yang menyebabkan diare bisa dibunuh. Di dalam yogurt terdapat bakteri baik yang bisa membunuh bakteri jahat di dalam tubuh. Selain itu, yogurt juga merupakan makanan yang mengandung kalsium tinggi.
7. Cukup Istirahat
Penderita diare akan sering bolak balik ke kamar mandi. Jika hal itu terjadi segeralah mengambil istirahat yang cukup. Istirahat bermanfaat bagi sel tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri, untuk mengurangi akibat tidur larut malam jika diare terjadi malam hari.

8. Mengompres dengan Air Hangat
Penderita diare akan merasakan sakit perut yang teramat sangat. Untuk menghilangkan dan meredakan sakit perut, bisa menggunakan kompresan air hangat. Sambil berbaring, kompreslah perut menggunakan air hangat.
9. Kaldu Dan Garam
Cara mengatasi diare, bisa menggunakan kaldu yang dicampurkan dengan garam. Caranya adalah dengan mencampurkan air kaldu bersama dengan garam, aduk sampai rata. Sebelum meminumnya, hiruplah dalam-dalam aroma kaldu tersebut baru diminum.
10. Obat
Obat diare kini banyak di apotek. Kita tinggal memilih obat diare apa yang cocok untuk tubuh. Minumlah obat diare ini saat kita benar-benar membutuhkannya, saat badan lemas dan cairan di dalam tubuh seakan habis. Namun jangan terlalu sering menggunakan obat-obatan kimia seperti ini.
11. Minum Rebusan Daun Jambu
Daun jambu memiliki kandungan yang bernama flavonoid bisa mengatasi penyakit diare. Cairan di dalam feses dikurangi sedikit demi sedikit oleh zat flavonoid pada daun jambu. Cara membuat ramuannya adalah :
  • Siapkan 15 lembar daun jambu, cuci bersih.
  • Siapkan setengah liter air bersih.
  • Satu sendok teh garam.
  • Rebus daun jambu bersamaan dengan air dan garam.
  • Sisakan hanya setengahnya saja
  • Minum tiga kali sehari.
11. Jangan Memakan Makanan Ini
Saat diare, ada berbagai macam makanan yang tidak boleh dikonsumsi. Jika dikonsumsi, bisa menyebabkan diare semakin parah. Berikut ini daftar makanan yang bisa menyebabkan diare tambah parah :
  • Olahan susu kecuali yogurt – Misanya saja keju, susu murni dan juga kopi susu.
  • Makanan berminyak – Gorengan, ayam goreng dan berbagai macam makanan dengan pengolahan yang di goreng.
  • Makanan dan minuman berkafein – Misalnya saja makanan dan minuman dari olahan kopi dan cokelat.
  • Makanan dengan kandungan gula tinggi  – Misalnya saja manisan, permen dan lain sebagainya.
  • Makanan asam – Makanan asam tidak boleh dikonsumsi oleh penderita diare. Rasa asam pada makanan bisa membuat perut penderita diare semakin sakit. Makanan itu misalnya saja rujak dan berbagai macam asinan dan manisan. Selain itu makanan asam bisa menjadi penyebab asam lambung naik.
12. Minum Teh Chamomile
Teh chamomile bisa bermanfaat untuk mengatasi cara diare. Zat flavonoid yang ada dalam teh tersebut bisa mengatasi dan mengurangi cairan dalam feses penderita diare.
13. Mengkonsumsi Sereal
Makanan sereal yang terbuat dari tepung tapioka bisa bermanfaat untuk mengatasi diare. Tepung tapioka juga bisa diserap oleh penderita diare dibandingkan dengan makanan yang lainnya. Sereal juga bisa diberikan sebagai makanan untuk anak diare.
15. Makanan yang Bisa Dikonsumsi
Ada berbagai jenis makanan yang jika dikonsumsi penderita diare, ketika memakan makanan tersebut dia tidak akan mengeluarkan kembali makanan tersebut menjadi feses. Makanan tersebut adalah :
  • Kentang rebus
  • Wortel rebus
  • Bubur tanpa santan
  • Roti panggang
  • Pisang rebus
  • Ayam giling
16. Mengkonsumsi Blueberry
Blueberry yang kering bisa digunakan untuk mengatasi diare. Namun tidak hanya buahnya saja yang bermanfaat. Akar blueberry juga bermanfaat untuk cara mengatasi diare. Caranya adalah dengan merebus akar blueberry yang telah kering menggunakan air dan garam.
17. Memakan Salak
Salak bisa membuat orang terkena sembelit. Kandungan rendah serat yang dimilikinya membuat salak bisa mengeraskan feses yang cair sehingga cocok untuk dikonsumsi penderita diare. Jika memakan salak, penderita diare akan mengalami sembelit sehingga feses tidak akan cair kembali. Salak dengan rasa sepat adalah salak yang cocok untuk mengatasi diare.
18. Kulit Jeruk
Kulit jeruk organik tanpa pestisida bisa digunakan untuk mengatasi diare. Caranya adalah dengan merebus kulit jeruk yang telah dibersihkan kemudian meminum air rebusannya. Bisa ditambahkan dengan madu jika anda mau.
19. Biji Fenugreek
Penelitian menemukan fakta bahwa biji fenugreek bisa bermanfaat untuk mengatasi diare. Namun pengobatan diare menggunakan biji ini hanya cocok untuk dewasa saja, anak-anak belum boleh melakukan pengobatan dengan biji ini. Caranya adalah dengan merebus biji fenugreek dan kemudian meminum air rebusannya. Minum air rebusannya secara teratur yaitu tiga kali dalam sehari.
20. Mengkonsumsi Jambu
Jamu biji atau yang lebih dikenal dengan jambu klutuk bermanfaat untuk mengatasi diare. Hal itu dikarenakan rasa sepat pada jambu kluthuk bisa mengurangi jumlah cairan dalam feses penderita diare. Konsumsilah jambu klutuk yang sudah bersih. Konsumsi jambu minimal tiga kali dalam sahri.
21. Mengkonsumsi Sawo Muda
Sawo muda juga bermanfaat untuk mengatasi diare. Rasa sepat pada sawo muda sama halnya dengan rasa sepat pada jambu biji dan juga salak. Cara membuat ramuan dari sawo muda adalah sebagai berikut ini :
  • Bahan yang harus disiapkan adalah sawo muda sebanyak satu buah.
  • Siapkan satu sendok teh garam.
  • Sediakan air matang secukupnya.
Cara pembuatannya adalah :
  • buah sawo tersebut dihaluskan sampai benar-benar halus
  • Sawo yang telah halus dicampurkan dengan garam dan air matang secukupnya
  • Aduk sampai semua bahan-bahan tercampur rata
  • Minumlah air ramuan tersebut sampai diare berhenti
22. Makanan yang Mudah Dicerna
Salah satu pantangan bagi penderita diare adalah mengkonsumsi tinggi serat. Makanan kaya serat akan menyulitkan pencernaan untuk mencerna serat-serat pada makanan tersebut. Makanan yang mudah dicerna adalah makanan yang rendah serat. Makanan itu bisa membuat BAB menjadi normal kembali. Mengkonsumsi telur dan ayam bermanfaat untuk mengembalikan BAB menjadi seperti semula.
23. Probiotik
Mengkonsumsi makanan yang mengandung probiotik bermanfaat untuk mengatasi diare. Hal itu dikarenakan bakteri sehat dan bakteri baik yang ada pada makanan probiotik bisa melawan bakteri jahat yang ada di dalam tubuh penderita diare.
24. Ramuan Tardisional Penderita Diare
Alam menyediakan berbagai macam tumbuhan yang bisa dimanfaatkan untuk mengobati diare. Berikut ini berbagai macam ramuan tradisional yang bermanfaat untuk cara mengatasi diare :
  • Ramuan pertama
Ramuan pertama adalah menyediakan bahan bahan berupa minyak kelapa satu sendok makan, enam butir lada, daun sirih sebanyak 6 lembar. Cara membuatnya adalah semua bahan dihaluskan. Setelah itu diusapkan pada bagian perut. Ramuan itu bisa mengurangi rasa sakit di dalam perut dan juga menghilangkan diare pada tubuh seseorang.
  • Ramuan kedua
Resep kedua menggunakan bahan-bahan berupa dua buah manggis yang telah matang, ambil kulitnya. Air sebanyak 3 gelas dan juga madu. Cara membuatnya adalah kulit manggis dicuci sampai bersih, rebus menggunakan 3 gelas air bersih tadi. Tunggu sampai mendidih dan sisakan airnya menjadi setengahnya saja. Saring dan kemudian tambahkan dengan madu. Aduk sampai rata.
Diare tidak boleh dianggap remeh, diare yang akut bisa menyebabkan seseorang terkena dehidrasi. Dehidrasi itu adalah kurangnya cairan di dalam tubuh dan menyebabkan beberapa gangguan kesehatan. Diare juga terjadi dengan tidak memandang usia dan waktu. Jika diare tidak ditangani pada anak balita, bisa menyebabkan kematian. Angka kematian akibat diare di negara berkembang sekitar 2,6 juta jiwa setiap tahun. Kapan saja diare bisa menyerang anak kecil, kaum muda maupun kaum tua sekaligus. Diare adalah penyakit yang familiar dan banyak orang yang pernah mengalaminya. Tidak jarang orang mengalami sakit diare lebih dari dua kali selama hidupnya. Maka dari itu lakukan cara mengatasi diare dengan tepat, sebelum semaunya terlambat.

Kamis, 19 Oktober 2017

KENZIE FAEYZA NUGRAHA




PATUH KEPADA SUAMI

Allah telah meletakkan hak dan kewajiban suami-istri sesuai porsinya. Tak layak kita masih mempertanyakan Nya
Wahai Istri, Taat Suami Salah Satu Kunci Surga!Allah telah meletakkan hak dan kewajiban suami-istri sesuai porsinya. Tak layak kita masih mempertanyakan Nya

“JIKA seorang istri melakukan shalat lima waktu, puasa di bulan ramadhan, memelihara kemaluannya dan menaati suaminya, niscaya dia akan memasuki surga Tuhannya,” demikian hadits Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
Bahkan dalam hadits lain disebutkan, “Jika aku boleh menyuruh seseorang untuk sujud kepada orang lain, tentu aku akan menyuruh seorang istri untuk sujud kepada suaminya.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah). Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam hal bermaksiat kepada Khalik (Sang Pencipta).” (HR. Ahmad).
Syariat Islam telah mengatur hak suami terhadap istri dengan cara menaatinya (selama ia tidak keluar dari Syariat dan hukum Allah). Istri harus menaati suami dalam segala hal yang tidak berbau maksiat, berusaha memenuhi segala kebutuhannya sehingga membuat suami ridha kepadanya.
Bagai aktivis perempuan di mana ia telah terpenjara oleh kampanye Barat tentang “kesetaraan”, hadits ini pasti merisaukan. Sebab, baginya, ketaatan pada suami hanya akan membuatnya menjadi “sub-ordinasi” kaum pria.
Hanya orang-orang yang rela dan ridho melaksakan perintah Allah Subhanahu Wata’ala, yang di dadanya dipenuhi nikmat Iman dan Islam saja yang mampu mentaati perintah suaminya.
Ia rela menjauhi sesuatu, jika suami melarangnya. Ia berlapang dada jika suami menasihatinya. Bahkan ia rela tidak menerima tamu pria –baik kerabat jauh sekalipun– ketika suami bepergian atau berada di luar rumah.
Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) bersabda, “Ketahuilah bahwa kalian mempunyai hak atas istri kalian dan istri kalian juga mempunyai hak atas kalian. Adapun hak kalian atas istri kalian adalah tidak mengizinkan orang yang kalian benci untuk memasuki rumah kalian.” (HR. At-Tirmidzi)
Istri Yang Taat
Istri yang taat adalah istri yang mengetahui kewajibannya dalam agama untuk mematuhi suaminya dan menyadari sepenuh hati betapa pentingnya mematuhi suami. Istri harus selalu menaati suaminya pada hal-hal yang berguna dan bermanfaat, hingga menciptakan rasa aman dan kasih sayang dalam keluarga agar perahu kehidupan mereka berlayar dengan baik dan jauh dari ombak yang membuatnya bergocang begitu hebat.
Sebaliknya, Islam telah memberikan hak seorang wanita secara penuh atas suaminya, di mana Islam memerintahkannya untuk menghormati istrinya, memenuhi hak-haknya dan menciptakan kehidupan yang layak baginya sehingga istrinya patuh dan cinta kepadanya.
Kewajiban menataati suami yang telah ditetapkan agama Islam kepada istri tidak lain karena tanggung jawab suami yang begitu besar, sebab suami adalah pemimpin dalam rumah tangganya dan dia bertanggungjawab atas apa yang menjadi tanggungannya. Di samping itu, karena suami sangat ditekankan untuk mempunyai pandangan yang jauh ke depan dan berwawasan luas, sehingga suami dapat mengetahui hal-hal yang tidak diketahui istri berdasarkan pengalaman dan keahliannya di bidang tertentu.
Istri yang bijaksana adalah istri yang mematuhi suaminya, melaksanakan perintahnya, serta mendengar dan menghormati pendapat dan nasihatnya dengan penuh perhatian. Jika dia melihat bahwa di dalam pendapat suaminya terdapat kesalahan maka dia berusaha untuk membuka dialog dengan suaminya, lalu menyebutkan kesalahannya dengan lembut dan rendah hati. Sikap tenang dan lembut bak sihir yang dapat melunakkan hati seseorang.
Ketaatan kepada suami mungkin memberatkan seorang istri. Seberapa banyak istri mempersiapkan dirinya untuk mematuhi suaminya dan bersikap ikhlas dalam menjalankannya maka sebanyak itulah pahala yang akan didapatkannya, karena seperti yang dikatakan oleh para ulama salaf, “Balasan itu berbanding lurus dengan amal yang dilakukan seseorang.” Tidak diragukan bahwa istri bisa memetik banyak pahala selain taat kepada suami seperti shalat, puasa, zakat, haji dan lainnya, namun pahala yang didapatkannya tidak sempurna jika tidak mendapatkan pahala dalam menaati suaminya, menyenangkan hatinya dan tidak melakukan sesuatu yang tidak disukainya.
Kita atau Anda mungkin menemukan benih-benih kesombongan mulai merasuki istri Anda, maka ketika itu hendaklah Anda berlapang dada kemudian menasihatinya dengan sepenuh hati.
Layaknya sebuah perusahaan, pernikahan juga akan mengalami ancaman serius berupa perselisihan dan sengketa antara individu yang ada di dalamnya.
Suami adalah pelindung keluarga berdasarkan perintah Allah kepadanya, maka dialah yang bertanggungjawab dalam hal ini. Sebab, keluarga adalah pemerintahan terkecil, dan suamilah “rajanya”, sehingga dia wajib dipatuhi.
Allah Ta’ala telah berfirman;
لرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء بِمَا فَضَّلَ اللّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّهُ وَاللاَّتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلاَ تَبْغُواْ عَلَيْهِنَّ سَبِيلاً إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلِيّاً كَبِيراً
“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya.” (QS. An-Nisaa` [4] : 34)
Batas-batas ketaatan
Kewajiban istri untuk menaati suaminya bukan bukan ketaatan tanpa batasan, melainkan ketaatan seorang istri yang shalih untuk suami yang baik dan shalih, suami yang dipercayai kepribadiannya dan keikhlasannya serta diyakini kebaikan dalam tindakannya.
Dalam sebuah hadits disebutkan, “Tidak ada ketaatan dalam hal berbuat
maksiat akan tetapi ketaatan adalah pada hal-hal yang baik.” (HR. Al-Bukhari, Muslim dan Abu Daud).
Ketaatan istri ini harus dibarengi oleh sikap suami yang suka berkonsultasi dan meminta masukan dari istrinya sehingga memperkuat ikatan batin dalam keluarga.
Konsultasi antara suami dan istri pada semua hal yang berhubungan dengan urusan keluarga merupakan sebuah keharusan, bahkan hal-hal yang harus dilakukan suami untuk banyak orang. Tidak ada penasehat yang handal melebihi istri yang tulus dan mempunyai banyak ide cemerlang untuk suaminya. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam suka berkonsultasi dengan istri-istrinya dan mengambil pendapat mereka dalam beberapa hal penting.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah berskonsultasi kepada istrinya, Ummu Salamah pada kondisi yang sangat penting di kala para shahabat enggan menyembelih unta dan mencukur rambutnya. Ketika itu Ummu Salamah meminta Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk melakukannya terlebih dahulu dan tidak berbicara kepada siapapun. Demi melihat hal itu, para shahabat pun melakukannya. Sungguh pendapat Ummu Salamah sangat brilliant!
Akhirnya, marilah kita berislam secara benar. Benar dalam pengertian sesuai yang diajarkan oleh Allah dan Rasulnya. Jika tidak, kita akan terus menyesuaikan agama ini dengan ajaran-ajaran yang tidak dibenarkan.
Saat ini banyak orang sedang gandrung dengan slogan kesetaraan gender dan feminism. Isme-isme atau paham seperti ini hanyalah solusi masyarakat Barat untuk keluar dari sebuah krisis ketidakadilan yang sedang menimpa mereka, bukan untuk wanita-wanita Muslim. Sudah banyak terbukti, paham-paham seperti ini, telah menjauhkan wanita Muslim pada tauhid.
Islam dan Allah Subhanahu Wa ta’ala telah mengatur sedemikian rupa tentang hak-hak suami-istri, sesuai porsinya. Sekiranya masih ada yang curiga seolah-olah semua ketetapan Allah Subhanahu Wa ta’ala itu masih kurang proposional, sama halnya kita menganggap otak kita-lah yang lebih cerdas dari ketetapan Allah Subhanahu Wa ta’ala. Walhasil, marilah mengikuti al-Qur`an dan hadits saja dalam menjalankan bahtera pernikahan ini, agar kita bisa benar-benar merasakan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Amiin.

Selasa, 17 Oktober 2017

KARAKTER PESERTA DIDIK

1. Fisik
Aspek Fisik merupakan bagaimana mengenal karakteristik (mempunyai sifat khas sesuai dengan perwatakan tertentu) peserta didik, dengan Potensi fisik tidak hanya mengacu pada kondisi kesehatan fisik (kondisi kesehatan tubuh) dan keberfungsian anggota tubuh (cacat fisik, atau kemampuan alat indrawi, seperti penglihatan dan kemampuan pendengaran. tetapi juga berhubungan dengan proporsi pertumbuhan dan perkembangan fisik postur tubuh yang dipengaruhi asupan gizi yang dikonsumsi, perkembangan dan keterampilan psikomotorik (kemampuan dalam menggunakan skil aktifitas organ tubuh,) yang berhubungan dengan menurut Howard Gardner (1983) kecerdasan kinestetis.
2. Moral
Moral merupakan aspek perilaku atau sikap yang sering ditunjukkan peserta didik dari ajaran tentang baik, buruk yang diterima umum mengenai sebuah respon tindakan atau perbuatan yang dalam perspektif agama sering kita kenal dengan istilah akhlak, budi pekerti, susila. sebagai contoh prilaku buruk atau mereka sudah bejat, mereka suka minum-minuman keras dan mabuk-mabukan (obat-obatan, zat adiktif), bermain judi, dan bermain perempuan. sedangkan untuk bermoral baik, ditunjukkan perilaku sopan, jujur, patuh, taat, yang untuk budaya timur seperti hormat pada yang tua lewat tutur bahasa yang lembut, menghargai nilai adat istiadat sehingga seseorang bisa dinilai bermoral sudah mulai  menunjukkan atau bahkan sudah menjalankan dengan mempunyai pertimbangan baik buruk dalam perbuatannya baik bagi alam, dirinya, dan orang lain.
3. Spiritual
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonsia, aspek spiritual adalah berhubungan dengan atau bersifat kejiwaan (rohani, batin). Kecerdasan spiritual (spiritual quotient;SQ) adalah kecerdasan jiwa yang membantu seseorang untuk mengembangkan dirinya secara utuh melalui penciptaan kemungkinan untuk menerapkan nilai-nilai positif. Ciri utama dari Kecerdasan Spiritual ini ditunjukkan dengan kesadaran seseorang untuk menggunakan pengalamannya sebagai bentuk penerapan nilai dan makna. Kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik akan ditandai dengan kemampuan seseorang untuk bersikap fleksibel dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, mampu menghadapi penderitaan dan rasa sakit, mampu mengambil pelajaran yang berharga dari suatu kegagalan, mampu mewujudkan hidup sesuai dengan visi dan misi, mampu melihat keterkaitan antara berbagai hal, mandiri, serta pada akhirnya membuat seseorang mengerti akan makna hidupnya serta mengaitkan hubungannya dengan Yang Maha Kuasa dan Maha pencipta, tergantung dengan kepercayaan yang dianut oleh peserta didik
Menurut Burkhardt (1993) spiritualitas meliputi aspek-aspek : (1)Berhubungan dengan sesuatau yang tidak diketahui atau ketidakpastian dalam kehidupan, (2) Menemukan arti dan tujuan hidup, (3)Menyadari kemampuan untuk menggunakan sumber dan kekuatan dalam diri sendiri, (4) Mempunyai perasaan keterikatan dengan diri sendiri dan dengan yang maha tinggi.
Mempunyai kepercayaan atau keyakinan berarti mempercayai atau mempunyai komitmen terhadap sesuatu, Konsep kepercayaan mempunyai dua pengertian. Pertama kepercayaan didefinisikan sebagai kultur atau budaya dan lembaga keagamaan seperti Islam, Kristen, Budha, dan lain-lain. Kedua, kepercayaan didefinisikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan Ketuhanan, Kekuatan tertinggi, orang yang mempunyai wewenang atau kuasa, sesuatu perasaan yang memberikan alasan tentang keyakinan (belief) dan keyakinan sepenuhnya (action), harapan (hope), Harapan merupakan energi yang bisa memberikan motivasi kepada individu untuk mencapai suatu prestasi dan berorientasi kedepan. Agama adalah sebagai sistem organisasi kepercayaan dan peribadatan dimana seseorang bisa mengungkapkan dengan jelas secara lahiriah mengenai spiritualitasnya. Agama adalah suatu sistem ibadah yang terorganisir atau teratur sehingga dengan aspek spiritual ini baik dalam pengertian sebagai kultur ataupun kekuatan tertinggi, inilah tentunya memberikan perbedaan cara pandang bagaimana kebiasaan dan keyakinan akan dipertahankan sebagai amalan terhadap agama yang dianut peserta didik.
4. Intelektual
Aspek Intelektual disebut juga tingkat kecerdasan peserta didik yang diukur dari kemampuan kognitif dalam menyelesaikan masalah, menalar dan berfikir logika berdasarkan faktual dan empirisnya dengan berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan, tingakat pengertian atau kesadaran, terutama yang menyangkut pemikiran dan pemahaman. potensi intelektual sudah pasti berhubungan dengan kecerdasan yaitu prestasi akademik, kecerdasan umum, kemampuan khusus (bakat), dan kreativitas. pengkategorian ini dapat mengacu pada beberapa kecerdasan menurut Howard Gardner (1983) yang dominan pada ruang lingkup kognitif (logika abstrak), seperti Kecerdasan Logika Matematik, visual spasial, linguistik, dan musikal. untuk kecerdasan lainnya seperti interpersonal, intrapersonal, spiritual, dalam bahasan ini menurut hemat penulis di kelompokkan kepada aspek emosional, sosial, spritual telah dan akan diuraikan.
5. Sosial
pada aspek sosial adalah berkenaan dengan kemasyarakatan yang terbentuk melalui proses interaksi dan komunikasi  antara peserta didik dengan lingkungan sosialnya, positifnya perilaku aspek sosial ini dapat diamati bagaimana sifat dan sikap peserta didik adanya kecendrungan peserta didik suka memperhatikan kepentingan umum (suka menolong, menderma, dan sebagainya). atau mungkin bisa saja peserta didik justru cendrung menghindar dari lingkungan sosialnya (seperti senang menyendiri, menyelesaikan pekerjaannya secara individual, tidak banyak komunikasi). kecendrungan Sifat-sifat  kemasyarakatan  yang positiflah yang harus dibtumbuhkembangkan dalam diri peserta didik sehingga tertanam kepedulian sosial yang baik. ini akan membuat peserta didik selalu disukai orang dalam pergaulannya.
6. Emosional
untuk Aspek emosional penulis mengacu pada pendapat menurut Skinner (1977), seorang psikolog Amerika Serikat yang terkenal dengan aliran behaviorisme pandangan, bahwa esensi kematangan emosi melibatkan kontrol emosi yang berarti bahwa seseorang mampu memelihara perasaannya, dapat meredam emosinya, meredam balas dendam dalam kegelisahannya, tidak dapat mengubah moodnya, tidak mudah berubah pendirian. Kematangan emosi juga dapat dikatakan sebagai proses belajar untuk mengembangkan cinta secara sempurna dan luas dimana hal itu menjadikan reaksi pilihan individu sehingga secara otomatis dapat mengubah emosi-emosi yang ada dalam diri manusia (Hwarmstrong, 2005).
Berdasarkan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa mengenal karakteristik peserta didik melalui kematangan tingkat reaksi dan pengendalian emosional peserta didik dalam merespon keadaan atau peristiwa yang dialaminya. untuk mengenal beberapa contoh emosi yang sering kita rasakan menurut Daniel goleman dalam bukunya yang berjudul kecerdasan emosional, emosi terbagi menjadi :
Amarah, seperti mengamuk, bengis, benci, jengkel, kesal hati rasa. terganggu, seperti rasa pahit tersinggung merasa hebat dsb.
Kesedihan, seperti pedih, sedih, asa, kalau, depresi berat.
Rasa takut , seperti cemas, takut, gugup, khawatir, waspada, tidak senang,tidak tenang, was was, fobia, dan panik.
Kenikmatan, sepertibahagia, gembira, riangan , puas, terhibur, bangga, takjub, senang sekali, dsb.
Cinta, seperti penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, kasih.
Terkejut, takjub terpana dsb.
Jengkel hina, jijik, mual, benci, tidak suka, mau muntah dsb,
Malu, rasa salah, malu hati, kesal hati hina, aib, hancur lebur
7. Kultural
Aspel kultural merupakan yang berhubungan dengan kebudayaan, suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.
Unsur budaya tersebutlah menjadikan karakterisik peserta didik bisa berbeda satu sama yang lainnya. sehingga ketika peserta didik berinteraksi dan berkomunikasi dengan warga di lingkungan sekolahnya perlu menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, sebab mereka memyakini nilai-nilai yang di tanamkan oleh lingkungan keluarga dan masyarakat dimana peserta didik hidup. pengetahuan guru tentang kultur peserta didik bawaan lingkungan keluarga dan masyarakat, apalagi jika peserta didik di sekolah terdiri dari kelomopok masyarakat yang heterogen. maka guru dituntut untuk mampu menyesuaikan atau membawa kedalam kultur belajar kondusif agar kultur bawaannya sehingga membuat peserta didik secara nyaman dan sadar akan mendapatkan kesempatan belajar yang sama terhindar dari diskriminatif.
Dari penjelasan 7 aspek karakteristik yang dijelaskan di atas, apabila dapat di pahami bagi para guru, melalui proses dan tahapan memperoleh data dan fakta dari observasi yang komprehensif terhadap peserta didik, tentunya dapat memberikan masukan bagi guru dalam memetakan; perbedaan  potensi, mengoptimalkan potensi, serta menentukan cara mengatasi kesulitan belajar peserta didik dalam setiap rancangan pelaksanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan sehingga apa yang menjadi tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan kondisi yang melibatkan semua peserta didik, tidak diskriminatif, nyaman dan menyenangkan.
Teluk Kuantan, 21 September 2016
Referensi;
  1. https://swdinside.blogspot.co.id/2013/10/pengertian-pedagogik/diakses 19 september 2016
  2. http://m.kompasiana.com/atonimeto/potensi-peserta-didik/ diakses 20 september 2016
  3. https://nezfine.wordpress.com/2010/05/05/pengertian-spiritual/diakses 20 september 2016
  4. https://lp2mkita.wordpress.com/2010/05/04/pengertian-emosi-dan-emosional/21 september 2016
  5. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Budaya diakses 21 september 2016

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

Berikut ini adalah berkas buku atau naskah Model-Model Pembelajaran. Download file PDF. Naskah Model-Model Pembelajaran ini merupakan naskah pendukung implementasi Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMA, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemdikbud RI.

Model-Model Pembelajaran
Model-Model Pembelajaran

Model-Model Pembelajaran

Berikut ini kutipan teks keterangan dari berkas naskah Model-Model Pembelajaran:

Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan KebuKurikulum 2013 dikembangkan untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Proses penerapannya dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan sejak tahun pelajaran 2013/2014 agar terjadi penguatan dan peningkatan mutu di sekolah. Pada tahun pelajaran 2018/2019 seluruh satuan pendidikan diprogramkan sudah menerapkan Kurikulum 2013.

Kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah memberikan pelatihan dan pendampingan bagi guru dari sekolah yang akan melaksanakan Kurikulum 2013, dan mengembangkan naskah pendukung implementasi Kurikulum 2013 untuk Kepala Sekolah dan Guru. Melaksanakan kebijakan tersebut, Direktorat Pembinaan SMA pada tahun 2016 dan 2017 telah mengembangkan naskah-naskah pendukung implementasi Kurikulum 2013 berupa pedoman, panduan, model, dan modul sebagai referensi bagi Kepala Sekolah dan Guru dalam mengelola dan melaksanakan kegiatan pembelajaran dan penilaian.
Naskah pendukung implementasi Kurikulum 2013 tersebut dalam penggunaannya dapat diimprovisasi, diinovasi dan dikembangkan lebih lanjut sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu Kepala Sekolah dan Guru dituntut kritis, kreatif, inovatif, dan adaptif untuk dalam menggunakan naskah tersebut,

Semoga naskah ini dapat menginspirasi Kepala Sekolah dan Guru untuk memberikan yang terbaik bagi peningkatan mutu pendidikan di SMA melalui Kurikulum 2013.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun pelajaran 2013/2014 telah menetapkan kebijakan implementasi Kurikulum 2013 secara terbatas di 1.270 SMA. Selanjutnya pada tahun pelajaran 2014/2015, Kurikulum 2013 dilaksanakan diseluruh SMA pada kelas X dan XI. Pada tahun 2014 dengan mempertimbangkan masih adanya beberapa kendala teknis, maka berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013 dilakukan penataan kembali implementasi Kurikulum 2013. Berdasarkan Permendikbud tersebut, Kurikulum 2013 diterapkan secara bertahap di satuan pendidikan mulai semester genap tahun pelajaran 2014/2015 sampai dengan tahun pelajaran 2018/2019.

Melaksanakan implementasi Kurikulum 2013, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah memprogramkan kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi Guru dari sekolah yang akan melaksanakan Kurikulum 2013. Mendukung kebijakan tersebut, Direktorat Pembinaan SMA sesuai dengan tugas dan fungsinya melakukan fasilitasi pembinaan implementasi Kurikulum 2013 melalui pengembangan naskah pendukung implementasi Kurikulum 2013 berupa modul pelatihan, pedoman, panduan, dan model- model yang telah dikembangkan pada tahun 2016 dan tahun 2017. Naskah-naskah tersebut antara lain : (1) Model-Model Pembelajaran; (2) Model Pengembangan RPP; (3) Model Peminatan dan Lintas Minat; (4) Panduan Supervisi Akademik; (5) Panduan Pengembangan Pembelajaran Aktif; (6) Pedoman Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) Di SMA; (7) Panduan Pengembangan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM); (8) Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Atas; (9) Modul Penyusunan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS); dan (10) Panduan Sukses E-Rapor SMA Versi 2017.
Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pendidikan Pasal 1 ayat (1) menyatakan bahwa belajar merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Agar siswa menjadi pebelajar seperti yang diharapkan, maka proses pembelajaran dilakukan secara interaktif, menyenangkan, menantang, inspiratif, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologisnya melalui model-model pembelajaran.

Pengembangan model pembelajaran merupakan suatu rangkaian kegiatan dalam merancang pembelajaran sebagai bentuk pertanggung-jawaban guru kepada siswa, masyarakat, bangsa dan negara. Untuk merealisasikannya guru perlu memahami prinsip-prinsip pedagogik salah satunya memahami model-model pembelajaran. Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Guru dapat melaksanakan pembelajaran berdasarkan model pembelajaran tertentu atau dengan mengikuti langkah-langkah yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi siswa di masing-masing sekolah.

Pembelajaran yang diharapkan dalam Kurikulum 2013 adalah pembelajaran yang memperkaya pengalaman belajar siswa dengan menggunakan pendekatan berbasis keilmuan/saintifik. Guru dapat menerapkan berbagai model pembelajaran dengan pendekatan berbasis keilmuan dalam rangka mengembangkan tiga ranah kompetensi yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Menurut Arends (1997) tidak ada satupun model pembelajaran yang paling baik di antara yang lainnya. Masing-masing model pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, dalam menggunakan model pembelajaran guru perlu menyesuaikan dengan berbagai pertimbangan antara lain karakteristik mata pelajaran, KD atau materi pembelajaran, karakteristik dan modalitas belajar siswa yang akan belajar dengan model tersebut, serta sarana pendukung belajar lainnya. Model pembelajaran tertentu tidak menutup kemungkinan akan menjadi sempurna dan sesuai dengan tujuan belajar manakala dilengkapi dengan model pembelajaran lain. Praktek ini mendorong tumbuhnya inovasi pembelajaran yang berdampak kepada situasi pembelajaran aktif (active learning).

Permasalahan terkait dengan model pembelajaran sering muncul di kalangan guru. Guru belum tentu semuanya memahami model-model pembelajaran. Mengenal belum tentu mehamahi. Oleh karena itu, ada kalanya guru mengenal model pembelajaran tertentu kemudian menuangkannya ke dalam rencana pembelajaran, namun ketika diimplementasikan ternyata tidak bisa. Akhirnya, apa yang telah direncanakan hanya sebatas tulisan saja. Hal ini menunjukkan bahwa guru mengenal namun tidak memahami model pembelajaran yang dipilihnya. Fakta ini mengindikasikan bahwa guru masih mengalami kesulitan dalam memahami dan mengimplementasikan model-model pembelajaran ke dalam pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu, KD atau materi pelajaran, karakteristik dan modalitas belajar siswa, serta sarana pendukung belajar lainnya. Oleh karena itu, maka Direktorat Pembinaan SMA memandang perlu menerbitkan naskah Model-model Pembelajaran agar dapat digunakan sebagai salah satu referensi dalam pembelajaran sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013.

Tujuan
Naskah ini disusun untuk membantu guru baik secara individual maupun kelompok dalam mengembangkan model pembelajaran Kurikulum 2013 sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu, KD atau materi pelajaran, karakteristik dan modalitas belajar siswa, serta sarana pendukung belajar lainnya.

Ruang Lingkup
Ruang lingkup Naskah Model-model Pembelajaran ini sebagai berikut.
1. Pengertian terkait model pembelajaran
2. Model-model pembelajaran
3. Tujuan pengembangan model pembelajaran
4. Implementasi model pembelajaran dalam mata pelajaran

Landasan Hukum
  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 sebagai perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional.
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 sebagai perubahan ke dua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional.
  4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah.
  5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
  6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar pada Satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
  7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada Satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
  8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi pada Satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
  9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses pada Satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
  10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
  11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentanKompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. (Mohon dicek lagi).
  12. Surat Edaran Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 156928/MPK.A/KR/2013 Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum. 

Pengertian Terkait Model Pembelajaran
Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Model pembelajaran memiliki lima unsur dasar yaitu (1) syntax, yaitu langkah-langkah operasional pembelajaran, (2) social system, adalah suasana dan norma yang berlaku dalam pembelajaran, (3) principles of reaction, menggambarkan bagaimana seharusnya guru memandang, memperlakukan, dan merespon siswa, (4) support system, segala sarana, bahan, alat, atau lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran, dan (5) instructional dan nurturant effects yang merupakan hasil belajar yang diperoleh langsung berdasarkan tujuan yang ditetapkan (instructional effects) dan hasil belajar di luar yang ditetapkan (nurturant effects) (Naskah Model Pembelajaran Kajian Konstitusionalitas yang dikeluarkan oleh Dit. PSMA, 2016). Pengertian model pembelajaran berdasarkan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran adalah kerangka konseptual dan operasional pembelajaran yang memiliki nama, ciri, urutan logis, pengaturan, dan budaya. Sedangkan pendekatan pembelajaran merupakan cara pandang yang digunakan seorang guru untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Cara pandang tersebut perlu direalisasikan dalam pembelajaran dengan menggunakan model atau metode pembelajaran tertentu.
Daftar Isi dari Naskah Model-Model Pembelajaran antara lain:

SAMBUTAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan
C. Ruang Lingkup
D. Landasan Hukum

BAB II MODEL PEMBELAJARAN
A. Pengertian Terkait Model Pembelajaran
B. Model-model Pembelajaran
C. Tujuan Pengembangan Model Pembelajaran
BAB III IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DALAM MATA PELAJARAN
A. Langkah Pemilihan Model Pembelajaran
B. Contoh Penggunaan Model Pembelajaran

BAB IV PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA

Lampiran 1: Contoh Kegiatan Pembelajaran Bahasa Arab
Lampiran 2: Kolaborasi Antar Guru Mata Pelajaran  

Senin, 16 Oktober 2017

PROGRAM INDONESIA PINTAR

Apa yang dimaksud dengan Program Indonesia Pintar?
Program Indonesia Pintar adalah salah satu program nasional (tercantum dalam RPJMN 2015-2019) yang bertujuan untuk:
1. Meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar dan menengah.
2. Meningkatkan angka keberlanjutan pendidikan yang ditandai dengan menurunnya angka putus sekolah dan angka melanjutkan.
3. Menurunnya kesenjangan partisipasi pendidikan antar kelompok masyarakat, terutama antara penduduk kaya dan penduduk miskin, antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan, antara wilayah perkotaan dan perdesaan, dan antar daerah.
4. Meningkatkan kesiapan siswa pendidikan menengah untuk memasuki pasar kerja atau melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
Apa yang dimaksud dengan Program Indonesia Pintar melalui pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP)?
Program Indonesia Pintar melalui KIP adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) yang menerima KIP, atau yang berasal dari keluarga miskin dan rentan (misalnya dari keluarga/rumah tangga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera/KKS) atau anak yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Program Indonesia Pintar melalui KIP merupakan bagian penyempurnaan dari Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) sejak akhir 2014
Mengapa anak usia sekolah diberikan KIP?
KIP diberikan sebagai penanda/identitas untuk menjamin dan memastikan agar anak mendapat bantuan Program Indonesia Pintar apabila anak telah terdaftar atau mendaftarkan diri (jika belum) ke lembaga pendidikan formal (sekolah/madrasah) atau lembaga pendidikan non formal (Pondok Pesantren, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/PKBM, Paket A/B/C, Lembaga Pelatihan/Kursus dan Lembaga Pendidikan Non Formal lainnya di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama).
Siapa penyelenggara Program Indonesia Pintar ?
Program Indonesia Pintar melalui pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag).
Apakah Program Indonesia Pintar sama dengan Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebelumnya? Apa persamaan dan perbedaannya?
Persamaan
Program BSM (2008-2014) disempurnakan melalui dan menjadi bagian dari Program Indonesia Pintar dan salah satunya merupakan program pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak yang berhak terutama dari keluarga pemilik Kartu Keluarga Sejahtera/KKS dan kriteria lain yang telah ditetapkan sebelumnya, melalui penerbitan KIP sebagai penanda/identitas bagi anak.
Perbedaan:
           Program                               
Pagu Siswa Anak
   Penerima Manfaat                              
Cakupan
Penanda
Program BSM
  • 11, 2 juta anak (Tahun 2014)
Siswa yang bersekolah di lembaga pendidikan formal
KPS yang dimiliki rumah tangga
Program PIP (melalui KIP)
  • 20, 3 juta anak
  • 19,5 juta anak (Tahun 2016)

Anak usia sekolah (6-21 tahun) yang bersekolah di lembaga pendidikan formal dan non formal serta anak tidak sekolah  (usia 6-21 tahun) dari keluarga tidak mampu yang ditetapkan sebelumnya. 
KIP diberikan kepada setiap anak usia sekolah usia 6-21 tahun

Apa tujuan dari Program Indonesia Pintar Melalui KIP?
  1. Menghilangkan hambatan anak (usia sekolah) secara ekonomi untuk berpartisipasi di sekolah sehingga mereka  memperoleh akses pelayanan pendidikan yang lebih baik di tingkat dasar dan menengah.
  2. Mencegah anak/siswa mengalami putus sekolah akibat kesulitan ekonomi.
  3. Mendorong anak/siswa yang putus sekolah agar kembali bersekolah.
  4. Membantu anak/siswa kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan kegiatan pembelajaran.
  5. Mendukung penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (9) dan Pendidikan Menengah Universal (Wajib Belajar 12  tahun).
Siapa saja sasaran penerima Kartu Indonesia Pintar/KIP?
Untuk tahun 2016, KIP akan diberikan kepada 19,5 juta anak usia sekolah (6-21 tahun)  baik dari keluarga/rumah tangga tidak mampu yang ditetapkan oleh pemerintah atau yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. 
Apa saja kriteria/ siswa penerima KIP?
  1. Penerima BSM dari keluarga pemegang KPS yang telah ditetapkan dalam SP2D 2014.
  2. Anak usia sekolah (6-21 tahun) dari keluarga pemegang KPS/KKS yang belum ditetapkan sebagai Penerima bantuan BSM.
  3. Anak usia sekolah (6-21 tahun) dari Peserta Program Keluarga Harapan (PKH).
  4. Anak usia sekolah (6-21 tahun) yang tinggal di Panti Asuhan/Sosial.
  5. /Anak/santri usia 6-21 tahun dari Pondok Pesantren yang memiliki KPS/KKS (khusus untuk BSM Madrasah) melalui jalur usulan Madrasah.
  6. Siswa Anak usia sekolah (6-21 tahun) yang terancam putus sekolah karena kesulitan ekonomi dan/atau korban musibah berkepanjangan/ bencana alam.
  7. Anak usia sekolah (6-21 tahun) yang belum atau tidak lagi bersekolah yang datanya telah direkapitulasi pada Semester 2 (TA) 2014/2015.
Berapa jumlah bantuan  Kartu Indonesia Pintar?
Jenjang Pendidikan
Jumlah Bantuan per semester/6 bulan
SD/MI/Diniyah Formal Ula/SDTK
Pondok Pesantren (santri hanya mengaji usia 7-12 thn)
Kejar Paket A/PPS Wajar Dikdas Ula
Rp. 225.000,-
SMP/MTS/Diniyah Formal Wustha/SMPTK
Pondok Pesantren (Santri hanya mengaji usia 13-15 thn)
Kejar Paket B/PPS Wajar Dikdas Wustha
Rp.375.000,-
SMA/SMK/MA/Diniyah Formal Ulya/Muadalah/SMTK/SMAK
Pondok Pesantren (santri hanya mengaji usia 16-18 thn)
Kejar Paket C/PMU Ulya/Lembaga pelatihan/kursus
Rp. 500.000,-

Bagaimana mekanisme penggunaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk mendapatkan bantuan pendidikan di Tahun 2016?
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud):
Proses Pelaporan KIP kepada Sekolah/Lembaga Pendidikan lainnya:
 
A. Bagi Anak Penerima KIP; maupun Anak dari keluarga Penerima KKS (tetapi belum menerima KIP) yang bersekolah di Lembaga Pendidikan Formal:
 
1. Anak penerima KIP yang bersekolah di sekolah formal membawa kartu yang dimiliki ke sekolah untuk didaftarkan sebagai calon penerima PIP dalam aplikasi Verifikasi Indonesia Pintar di Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang dikelola oleh Kemdikbud.
 
2. Anak dari keluarga/rumah tangga pemegang KKS tetapi belum menerima KIP, yang bersekolah di sekolah formal juga dapat membawa kartu yang dimiliki ke sekolah dengan disertai dokumen pendukung (Kartu Keluarga/KK/surat keterangan yang menyatakan anak sebagai anggota keluarga/rumah tangga pemegang KKS jika keluarga tidak memiliki KK).
 
3. Sekolah kemudian memasukkan data anak (nomor KIP atau KKS) calon penerima PIP ke dalam aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) secara benar dan lengkap. Data ini sekaligus berfungsi sebagai data usulan siswa calon penerima PIP dari tingkat sekolah ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi dan direktorat teknis pelaksana PIP di tingkat Pusat
 
B. Bagi Anak Penerima KIP; maupun Anak dari keluarga Penerima KKS (tetapi belum menerima KIP) yang bersekolah di Lembaga Pendidikan Non Formal (Paket/Kursus/Pelatihan dll):
 
1. Anak pemegang KIP maupun anak tanpa KIP (tetapi dari keluarga pemegang KKS) yang belajar di lembaga pendidikan non-formal (seperti SKB/PKBM/lembaga kursus dan pelatihan) melaporkan kartu ke SKB/PKBM/Lembaga Kursus dan Pelatihan tempat mereka terdaftar.
 
2. SKB/PKBM/Lembaga Kursus dan Pelatihan mendaftarkan anak pemegang KIP maupun anak tanpa KIP (yang keluarganya menerima KKS) untuk kemudian menyampaikan data usulan calon penerima manfaat PIP sesuai dengan Format Usulan Lembaga ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota (seperti terlampir dalam Petunjuk Teknis Pelaksanaan PIP di Kemdikbud) atau melalui aplikasi Verifikasi Indonesia Pintar dalam Dapodik (sesuai dengan kesiapan dari Kementerian pelaksana program).
 
C. Bagi Anak Penerima KIP maupun anak dari keluarga Penerima KKS (tetapi belum menerima KIP) yang putus/tidak lagi bersekolah baik di sekolah formal maupuan non-formal:
 
1.Anak usia sekolah penerima KIP maupun yang tidak menerima KIP (tetapi keluarganya menerima KKS) tetapi putus/tidak lagi sekolah, harus mendaftarkan diri ke sekolah maupun ke lembaga pendidikan non-formal (seperti SKB/PKBM/Paket/Kursus dan Pelatihan, jika tidak dapat masuk ke sekolah) sebelum melaporkan kartu yang mereka terima ke lembaga pendidikan dan mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar.
 
2. Setelah terdaftar, sekolah/lembaga pendidikan tempat anak terdaftar, mengusulkan anak penerima kartu tersebut untuk didaftarkan sebagai calon penerima manfaat PIP baik melalui usulan calon penerima manfaat PIP 2016 sesuai dengan Format Usulan Lembaga ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota (seperti terlampir dalam Petunjuk Teknis Pelaksanaan PIP di Kemdikbud) atau melalui aplikasi Verifikasi Indonesia Pintar dalam Dapodik (sesuai dengan kesiapan dari Kementerian pelaksana program).
 
3. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyampaikan/meneruskan usulan anak calon penerima PIP dari sekolah/SKB/PKBM/lembaga kursus dan pelatihan sebagai usulan ke direktorat teknis pelaksana PIP di tingkat pusat.
Proses Penyaluran Manfaat Program Indonesia Pintar/PIP:
1. Kemdikbud akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Siswa Penerima Bantuan PIP dan mengirimkan SK tersebut ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan, daftar penerima manfaat PIP ke lembaga penyalur yang telah ditunjuk.
2. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota akan mengirimkan surat pemberitahuan dan daftar penerima manfaat PIP ke sekolah/lembaga pendidikan non formal lainnya beserta lokasi dan waktu pengambilan dana bantuan.
3. Sekolah/lembaga pendidikan non formal lainnya memberitahukan ke siswa/orangtua waktu pengambilan dana bantuan.
 
4. Siswa/orangtua mengambil dana bantuan ke lembaga penyalur yang ditunjuk
Kementerian Agama (Kemenag)
Proses Pelaporan KIP kepada Sekolah/Lembaga Pendidikan lainnya:
 
A. Anak Penerima KIP maupun Anak dari keluarga Penerima KKS (tetapi belum menerima KIP) yang bersekolah di Lembaga Pendidikan Formal (Madrasah):

1. Anak penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang bersekolah di madrasah membawa kartu yang dimiliki ke madrasah untuk didaftarkan sebagai calon penerima PIP Madrasah.
2. Anak dari keluarga/rumah tangga pemegang KKS tetapi belum menerima KIP, yang bersekolah di madrasah juga dapat membawa kartu yang dimiliki ke madrasah dengan disertai dokumen pendukung (Kartu Keluarga/KK/surat keterangan yang menyatakan anak sebagai anggota keluarga/rumah tangga pemegang KKS jika keluarga tidak memiliki KK).
3. Madrasah kemudian memasukkan data anak (nomor KIP atau KKS) calon penerima PIP ke dalam dalam aplikasi Education-MIS (E-MIS) yang dikelola oleh Kemenag; atau mengirimkan rekapitulasi data anak penerima kartu ke Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten/Kota (tergantung dari kesiapan kementerian pelaksana program) secara benar lengkap. Data ini sekaligus berfungsi sebagai data usulan siswa calon penerima PIP dari tingkat madrasah ke Kantor Kementerian Agama/Kankemenag Kabupaten/Kota atau Kantor Wilayah (Kanwil) Provinsi dan direktorat teknis pelaksana PIP di tingkat Pusat.
 
B. Anak Penerima KIP maupun Anak dari keluarga Penerima KKS (tetapi belum menerima KIP) yang bersekolah di Lembaga Pendidikan Non Formal dibawah Kemenag (Pondok Pesantren):
 
1. Anak pemegang KIP maupun anak tanpa KIP (tetapi dari keluarga pemegang KKS) yang belajar di Pondok Pesantren (melaporkan kartu yang diterima kepada Pondok Pesantren tempat santri belajar.
 
2. Pondok Pesantren mendaftarkan anak pemegang KIP maupun anak tanpa KIP (yang keluarganya menerima KKS) untuk kemudian menyampaikan data usulan calon penerima manfaat PIP sesuai dengan Format Usulan Lembaga ke KanKemenag Kabupaten/Kota (seperti terlampir dalam Petunjuk Teknis Pelaksanaan PIP di Kemenag) atau melalui aplikasi E-MIS Kemenag (sesuai dengan kesiapan dari Kementerian pelaksana program).
 
Proses Rekapitulasi KIP dan/atau KKS serta Penyaluran Manfaat Program Indonesia Pintar/PIP di Kemenag:
 
1. Untuk Madrasah Swasta, Kepala Madrasah mencatat dan merekapitulasi siswa yang memiliki KIP dan/atau KKS berdasarkan format sesuai pedoman pelaksanaan program, untuk kemudian merekapitulasi nama siswa tersebut sebagai penerima manfaat KIP.
2. Kepala Madrasah Swasta membuat Surat Keputusan (SK) Penetapan Siswa Penerima Manfaat PIP, berita acara SK serta Rekapitulasi Siswa Calon Penerima Manfaat PIP dan mengirim seluruh salinan format ke Kantor Kementerian Agama/Kankemenag Kabupaten/Kota
3. Kankemenag Kabupaten/Kota merekapitulasi usulan siswa calon penerima bantu.an program dan menetapkan seluruh penerima bantuan yang memiliki KIP dan atau KKS serta anak dari keluarga KKS yang belum menerima KIP.
4. Apabila kuota kabupaten/kota masih tersedia, Kankemenag Kabupaten/Kota dapat mengusulkan penerima manfaat program dari usulan madrasah-non kartu melalui Format Usulan Madrasah/FUM.
5. Kankemenag Kabupaten/Kota menerbitkan SK Daftar Siswa Calon Penerima Manfaat PIP serta Rekapitulasi Siswa dan kemudian mengirimkan seluruh salinan format ke Kantor Wilayah/Kanwil Kementerian Agama Provinsi.
6. Kanwil Kementerian Agama Provinsi merekapitulasi siswa penerima manfaat program dari Kankemenag Kabupaten/Kota dan menetapkan seluruh penerima manfaat PIP yang memiliki KIP serta anak/siswa dari keluarga KKS sebagai penerima manfaat PIP.
7. Apabila kuota masih tersedia, Kanwil Kementerian Agama Provinsi dapat menetapkan calon penerima program dari usulan madrasah/non kartu.
8. Kanwil Kementerian Agama Provinsi menerbitkan Surat Keputusan (SK) dan rekapitulasi siswa penerima manfaat program dan kemudian mengirimkan salinan surat keputusan tersebut ke Kankemenag Kabupaten/Kota untuk kemudian diteruskan ke madrasah untuk diinformasikan kepada siswa penerima manfaat program melalui KIP.
9. Madrasah memberitahukan ke siswa/orangtua waktu pengambilan dana bantuan.
10. Siswa/orangtua mengambil dana bantuan ke lembaga penyalur yang ditunjuk.
Apakah anak yang putus/ tidak lagi sekolah tetapi mendapatkan KIP masih berhak mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar? 
Untuk anak usia sekolah yang tidak lagi sekolah tetapi mempunyai KIP, maka anak berhak untuk mendapatkan bantuan pendidikan tunai tersebut apabila anak mendaftarkan dirinya ke lembaga pendidikan formal atau non formal seperti telah disebutkan diatas. Pemegang KIP berhak menerima selama aktif belajar di satuan program/pendidikan formal atau non formal di bawah Kemdikbud/Kemenag. 
Bagaimana jika anak tidak memiliki KIP tetapi orang tuanya memiliki KKS? Apakah KKS dapat digunakan untuk mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar?
Anak dapat menggunakan KKS/KPS yang dimiliki oleh orangtuanya untuk mendapatkan bantuan tunai tersebut. Anak/ dapat membawa KKS/KPS yang dimiliki (beserta dokumen pendukung seperti Kartu Keluarga/KK atau Surat Keterangan yang menyatakan anak sebagai anggota keluarga KPS/KKS jika anak/keluarga tidak memiliki KK) ke lembaga pendidikan formal atau non formal untuk kemudian di data oleh lembaga pendidikan tersebut dan direkapitulasi sebagai calon penerima  bantuan  Program Indonesia Pintar.
Keluarga miskin yang tidak menerima KKS dan memerlukan KIP buat pendidikan anak-anak mereka, dapat mengajukan usulan untuk menjadi calon penerima KIP/PIP ke sekolah/lembaga pendidikan tempat anak terdaftar, selama anak/keluarga memenuhi kriteria anak penerima PIP seperti yang telah ditetapkan sebelumnya (misalnya dari keluarga PKH, korban bencana alam, tinggal di Panti Asuhan/Sosial dll) melalui jalur usulan sekolah/madrasah/pondok pesantren.
 
Usulan untuk dapat memperoleh manfaat PIP di 2016 melalui mekanisme/jalur usulan sekolah/madrasah/pondok pesantren dapat diakomodasi setelah semua anak penerima KIP melaporkan kartu yang mereka terima kepada sekolah/lembaga pendidikan tempat anak terdaftar.
 
KIP bagi anak tersebut di atas, diberikan di tahun anggaran berikutnya
 
Bagaimana jika anak memiliki KIP tetapi orang tuanya tidak memiliki KKS? Apakah KIP dapat digunakan untuk mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar?
 
Jika anak memiliki KIP tetapi orang tuanya tidak memiliki KKS, maka anak tetap dapat menerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) 2016 selama anak terdaftar atau mendaftarkan diri ke sekolah/lembaga pendidikan lainnya.
 
Bagaimana jika KIP hilang?

Seperti yang tertera pada bagian belakang kartu, bahwa kartu menjadi tanggung jawab penerima kartu dan harus dijaga dengan baik. Segala kerusakan dan kehilangan kartu menjadi tanggung jawab penerima kartu, dimana kartu yang hilang saat ini belum bisa digantikan.

Apakah bantuan dapat segera diambil setelah mendapatkan KIP?  
KIP diberikan kepada anak usia 6 – 21 tahun sebagai identitas/penanda bahwa anak berhak untuk mendapatkan bantuan PIP sampai anak lulus jenjang pendidikan SMA/SMK/MA atau sederajat. Anak bisa mendapatkan bantuan/dana KIP jika anak terdaftar di lembaga pendidikan formal ataupun non formal dan kemudian ditetapkan sebagai penerima manfaat PIP oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan/Kemdikbud atau Kementerian Agama/Kemenag.
Kapan manfaat Program Indonesia Pintar disalurkan?  
Bantuan Program Indonesia Pintar melalui KIP disalurkan dua kali dalam satu tahun.  Pembayaran untuk Semester I dilakukan pada bulan Agustus/September dan pembayaran Semester II dilakukan pada bulan Maret/April.
Bagaimana cara mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar KIP
Setelah menerima pemberitahuan dari lembaga pendidikan formal ataupun non formal tempat anak terdaftar, siswa/orangtua dapat mengambil secara langsung manfaat program KIP ke lembaga/bank Penyalur yang ditunjuk dengan membawa dan menunjukkan beberapa dokumen pendukung berupa Surat Pemberitahuan Penerima bantuan PIP dari lembaga pendidikan formal ataupun non formal, dan salah satu bukti identitas lainnya (Akte Kelahiran, Kartu Keluarga, Rapor, Ijazah, dll) ke lembaga penyalur yang ditunjuk.
Lembaga Penyalur mana saja yang ditunjuk untuk menyalurkan manfaat Program Indonesia Pintar melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP)  ?
Lembaga penyalur yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kementerian Agama berbeda-beda tergantung lembaga penyalur yang terpilih dalam proses seleksi lembaga penyalur yang dilakukan oleh kementerian pelaksana program. 
Untuk apa sajakah bantuan tunai melalui KIP  ini dapat digunakan?
Bantuan/dana tunai pendidikan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendukung biaya pendidikan siswa seperti:
  1. Pembelian buku dan alat tulis sekolah
  2. Pembelian pakaian/seragam dan alat perlengkapan sekolah (tas, sepatu, dll)
  3. Biaya transportasi ke sekolah
  4. Uang saku siswa/ iuran bulanan siswa
  5. Biaya kursus/les tambahan
  6. Keperluan lain yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan di sekolah/madrasah
Apa yang harus dilakukan bila ada pengaduan atau permasalahan mengenai KIP/KKS/KPS?
Kirim pengaduan melalui No SMS atau Website Pengaduan di:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kementerian Agama
No SMS: 0857 7529 5050No SMS: 0857 7529 5151
Format SMS: KIP#Provinsi#Kab/Kota#Kecamatan#Nama Sekolah#Isi PesanFormat SMS: KIP#Provinsi#Kab/Kota#Kecamatan#Nama Sekolah#Isi Pesan
Pengaduan Online:
http://pengaduanpip.kemdikbud.go.id
Pengaduan Online:
http://indonesiapintar.kemenag.go.id

Selain itu bisa juga disampaikan ke masing-masing direktorat terkait:
Direktorat Pembinaan di Kemendikbud    
Direktorat
Telepon
Fax
Email
Direktorat  Pembinaan SD021-5725638021-5725644 pipsd@kemdikbud.go.id
Direktorat Pembinaan SMP021- 5725648021- 5725648 kip.smp@kemdikbud.go.id
Direktorat Pembinaan SMA021- 75912056
 08128538515
021-75912057 kip.sma@kemdikbud.go.id
Direktorat Pembinaan SMK021-5725469021-5725469
 kip.smk@kemdikbud.go.id
Unit Umum  di Kemendikbud
Call Center177
Telp 021-5703303
Fax021-5733125
SMS0811-976929
Help Desk Unit Layanan Terpadu Gedung C Lantai  Dasar Kemendikbud – Jakarta

Direktorat Pendidikan Madrasah – Kementerian Agama
DirektoratPendidikan Madrasah
Telp021-3459273
Fax021-3859117
Emailbsmditpenmad@gmail.com
Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren-Kementerian Agama 
Direktorat                                Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren                                                              
Telp021-3811642, 3811654, 3812216
Fax021-3850244
Emailsubdit_diniyah@yahoo.com
Bagi anak penerima KIP, diharapkan dapat mengirimkan konfirmasi penerimaan KIP melalui no telepon yang sama seperti nomor telepon pengaduan, dengan format SMS sebagai berikut: 
SUMBER DATA DAN PAGU NASIONAL
PENERIMA KARTU INDONESIA PINTAR (PIP) 2016
19.547.510