Thursday, February 11, 2021

MATERI BAHASA INDONESIA KELAS XI BAB KARYA ILMIAH

Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah yang ditulis dan diterbitkan laporan yang menyajikan hasil penelitian atau studi yang telah dilakukan oleh seorang individu atau tim untuk memenuhi aturan dan etika ilmu dikonfirmasi dan dipatuhi oleh komunitas ilmiah.

Di perguruan tinggi, khususnya S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan laboratorium, dan tesis (tesis). Tesis umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam.

Sementara itu, kertas ditugaskan untuk siswa pada kesimpulan dan berpikir ilmiah siswa berdasarkan penelaahan karya ilmiah yang ditulis oleh para ahli di bidang masalah yang sedang dipelajari. Penyusunan laporan praktis ditugaskan kepada siswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan untuk menyusun laporan penelitian.


Tujuan Karya Ilmiah

  • Sebagai wahana untuk melatih ide tersurat atau hasil penelitian dalam bentuk karya ilmiah yang sistematis dan metodologis.
  • Makalah ilmiah telah ditulis diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dan masyarakat.
  • Foster etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya konsumen pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi produsen (produsen) berpikir dan menulis di bidang ilmu pengetahuan.
  • Membuktikan pengetahuan dan potensi ilmiah yang dimiliki oleh siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah dalam bentuk karya ilmiah yang bersangkutan setelah mendapat pengetahuan.
  • Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

Manfaat Karya Ilmiah

  • Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
  • Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
  • Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
  • Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
  • Memperoleh kepuasan intelektual;
  • Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
  • Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya

Pengertian Karya Ilmiah Menurut Para Ahli

  • Menurut Eko Susilo, M.

Artikel yang diperoleh sesuai dengan sifat ilmiah dan didasarkan pada observasi, evaluasi, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan bahasa bersantun dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya / keilmiahannya.

  • Menurut Yamilah dan Samsoerizal

Menjelaskan bahwa keragaman karya ilmiah terdiri atasbeberapa jenis berdasarkan fungsi. Menurut kelompok, berbagai karya dikenal ilmiahseperti; makalah, tesis dan disertasi.

  • Wahyu

Mengatakan bahwa “sebuah esai ilmiah untuk mengatakan jika ia mengangkat keprihatinan dengan metode ilmiah”.

  • Brotowidjoyo

Mengatakan bahwa “monografi yang ditulis oleh ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar”.

  • Dwiloka dan Riana

Karya ilmiah atau artikel ilmiah adalah karya seorang ilmuwan (dalam bentuk pembangunan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang diperoleh melalui literatur, koleksi pengalaman, penelitian.

  • Maryadi dalam Harun, dkk

Mendefinisikan karya ilmiah “kerja yang berisi dan menilai masalah tertentu dengan menggunakan kaidah ilmu”

  • Menurut Munawar Syamsudin

Penulisan ilmiah merupakan sebuah naskah  yang membahas suatu masalah tertentu, atas dasar konsepsi ilmiah tertentu, dengan memilih metode tertentu dari presentasi secara keseluruhan, pada teratur dan konsisten.

Bentuk Karya Ilmiah

Dalam karya ilmiah dikenal antara lain berbentuk makalah, report atau laporan ilmiah yang dibukukan, dan buku ilmiah.

  1. Karya Ilmiah Berbentuk Makalah

Makalah pada umumnya disusun untuk penulisan didalam publikasi ilmiah, misalnya jurnal ilmu pengetahuan, proceeding untuk seminar bulletin, atau majalah ilmu pengetahuan dan sebagainya. Maka ciri pokok makalah adalah singkat, hanya pokok-pokok saja dan tanpa daftar isi.

  1. Karya Ilmiah Berbentuk Report/ Laporan Ilmiah Yang Dibukukan

Karya ilmiah jenis ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil-hasil penelitian, observasi, atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang. Laporan ilmiah yang menjadi persyaratan akademis di perguruan tinggi biasanya disebut Skripsi, yang biasanya dijadikan persyaratan untuk karya ilmiah jenjang S1, Tesis untuk jenjang S2, dan Disertasi untuk jenjang S3.

  1. Buku Ilmiah

Buku ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat berisi pelajaran khusus sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.


Ciri – Ciri Karya Ilmiah

Berikut ini merupakan ciri -ciri dari sebuah karya ilmiah.

  1. Struktur Sajian

Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.

  1. Komponen dan Substansi

Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.

  1. Sikap Penulis

Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.

  1. Penggunaan Bahasa

Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.


Macam-Macam Karya Ilmiah

  1. Skripsi

    adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian langsung, observasi lapangan / penelitian di laboratorium, ataupun studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.


  2. Tesis

    adalah jenis karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki bobot orisinalitas tertentu.


  3. Disertasi

    adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan.


Sikap Ilmiah

Dalam penulisan karya ilmiah, terdapat 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus ada. Sikap-sikap ilmiah tersebut adalah sebagai berikut :


  • Sikap ingin tahu

Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.

  • Sikap kritis

Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan -kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.

  • Sikap obyektif

Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.

  • Sikap ingin menemukan

Selalu memberikan saran-saran untuk eksperimen baru. Kebiasaan menggunakan eksperimen-eksperimen dengan cara yang baik dan konstruktif. Selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.

  • Sikap menghargai karya orang lain

Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.

  • Sikap tekun

Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai. Terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.

  • Sikap terbuka

Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.

Sistematika Penulisan Karya Ilmiah

Berikut ini merupakan penulisan dari sebuah karya ilmiah.

Bagian Pembuka

  • Sampul
  • Halaman judul.
  • Halaman pengesahan.
  • Abstraksi
  • Kata pengantar.
  • Daftar isi.
  • Ringkasan isi.

Bagian Isi

Pendahuluan

  • Latar belakang masalah.
  • Perumusan masalah.
  • Pembahasan/pembatasan masalah.
  • Tujuan penelitian.
  • Metode penelitian.

Pembahasan

  • Pembahasan teori
  • Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
  • Pengajuan hipotesis

Metodologi penelitian

  • Waktu dan tempat penelitian.
  • Metode dan rancangan penelitian
  • Populasi dan sampel.
  • Instrumen penelitian.
  • Pengumpulan data dan analisis data.

Hasil Penelitian

  • Jabaran varibel penelitian.
  • Hasil penelitian.
  • Pengajuan hipotesis.
  • Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.

Penutup

  • Kesimpulan
  • Saran

Bagian penunjang

  • Daftar pustaka.
  • Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian.
  • Daftar Tabel

MATERI BAHASA INDONESIA KELAS X BAB DEBAT

 

Pengertian Debat

Debat adalah tindakan adu argumen antara dua pihak atau lebih yang merupakan individu atau kelompok ketika berdiskusi dan memutuskan masalah dan perbedaan.

Selain pengertian umum diatas terdapat pula pengertian debat menurut para ahli yaitu:

  • Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
    Debat adalah pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.
  • Asidi Dipodjojo
    Debat adalah suatu proses komunikasi yang dilakukan secara lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan gagasan atau pendapat.
  • J. S. Kamdhi
    Debat adalah suatu kegiatan diskusi atau pertukaran pendapat tentang suatu pokok bahasan yang dimana setiap peserta memberikan alasan untuk mempertahankan pendapatnya.
  • P. Dori Wuwur Hendrikus
    Debat adalah suatu kegiatan saling adu argumentasi antar pribadi atau ber kelompok  dengan tujuan mencapai kemenangan untuk satu pihak.
  • Menurut G. Sukadi
    Debat adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan.
  • Menurut Hendri Guntur Tarigan
    Debat adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan satu pihak.

Unsur-unsur Debat

Ada beberapa unsur yang harus ada dalam debat, diantaranya sebagai berikut:

  • Mosi adalah hal atau topik yang sedang diperdebatkan yang mengandung hal-hal yang bersifat konvensional. Disini ada pihak pro dan kontra, mosi sangat penting di dalam debat.
  • Tim Afirmatif disebutjuga dengan pro adalah tim yang setuju terhadap hal yang diperdebatkan (mosi)
  • Tim Negatif atau Oposisi disebut juga dengan kontra adalah tim yang tidak setuju atau menenta mosi yang diperdebatkan. Tim ini biasanya terdiri dari 3 orang.
  • Tim Netral adalah tim yang memberikan 2 sisi baik dukungan ataupun sanggahan terhadap topik yang diperdebatkan.
  • Moderator adalah seseorang yang memimpin dan membantu jalannya sebuah perdebatan. Tugasnya yaitu mencakup pembacaan aturan debat, memperkenalkan pihak-pihak yang terlibat dan menyampaikan mosi yang sedang dibahas.
  • Penulis adalah orang yang menulis ringkasan debat.

Tujuan Debat

Debat mempunyai beberapa tujuan antara lain:

  • Melatih mental atau keberanian mengemukakan pendapat dihadapan umum.
  • Melatih mematahkan pendapat dari lawan debat.
  • Meningkatkan kemampuan dalam merespon suatu masalah.
  • Untuk melatih bersikap kritis terhadap semua materi yang diperdebatkan.
  • Memantapkan pemahaman konsep dari materi yang dipedebatkan.

Ciri-ciri Debat

Adapun ciri-ciri debat adalah sebagai berikut:

  • Memiliki dua sudut pandang yaitu afirmatif atau disebut juga dengan pihak yang menyetujui topik debat dan negatif atau disebut juga dengan pihak yang tidak menyetujui topik debat.
  • Adanya proses saling mempertahankan pendapat antara kedua belah pihak.
  • Adanya saling mengadu argumentasi yang bertujuan untuk memperoleh kemenangan.
  • Hasil debat diperoleh melalui voting dan keputusan juri.
  • Terdapat sesi tanya jawab yang sifatnya terbatas dan bertujuan untu menjatuhkan pihak lawan.
  • Adanya sebuah pihak yang berperan sebagai penengah yang dilakukan oleh si moderator.

Jenis-jenis Debat

Berdasarkan bentuk, metode dan tujuan debat maka debat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Debat Parlementer/Majelis (Assembly or Parlementary Debating)
    Maksud dan tujuan dari jenis debat ini adalah untuk memberi atau menambah dukungan untuk undang-undang tertentu, dan semua anggota yang ingin mengungkapkan pandangan dan pendapatnya kakan menyatakan mendukung atau menentang usul tersebut setelah mendapat izin dari majelis.
  • Debat Pemeriksaan ulangan untuk mengetahui kebenaran pemeriksaan terdahulu (cross-examination debating)
    Maksud dan tujuan dari debat ini adalah untuk menanyakan serangkaian pertanyaan yang saling terkait yang akan membuat para individu yang diberikan pertanyaan mendukung posisi yang akan dipertahankan dan diperkuat oleh si penanya.
  • Debat Formal, Konvensional atau Debat Pendidikan (Formal, Conventional, or Educatttional Debating)
    Ini adalah jenis debat yang bertujuan untuk memungkinkan dua tim pembicara menyajikan kepada hadirin beberapa argumen yang mendukung atau menolak saran tersebut. Masing-masing pihak memiliki waktu yang sama untuk pembicara dan pembantahan yang konstruktif. Debat kompetitif di bidang pendidikan berbeda dengan debat parlementer yang sebenarnya, debat kompetitif bertujuan untuk mengambil keputusan yang lebih mengarah pada pengembangan keterampilan di antara peserta debat, disini kemampuan ibarat mengungkapkan pendapat dengan cara yang masuk akal, jelas dan terstruktur, mendengarkan untuk perbedaan pendapat dan biasanya pengetahuan bahasa asing (jika debat dilakukan dalam bahasa asing)

Tata Cara Debat

Berikut ini adalah tata cara debat yang baik:

  • Pertanyaaan atau tantangan sebaiknya dikemukakan secara profesional, tidak menghina lawan, tidak merendahkan lawan, atau berkomentar yang menyerang pribadi tidak dapat diterima.
  • Analisisi kritis, sintesis, keterampilan retorika (berbicara dan intelijensia (ability to percieve and understand) atau tidak terbata-bata.
  • Fokus pada posisi pihak lawan atau argument lawan. Harus tahu kelemahan dan kelebihan lawan yang merupakan hal penting dalam strategi kesalahan logis dan gunakan secara efektif dalam menyangkal argumen pihak lawan.
  • Batasan mengungkapkan argumen adalah tiga poin.
  • Gunakan logika dalam menyusun dan saat menyampaikan argumen atau pernyataan.
  • Mengetahui kesalahan umum didalam berpikir seperti kesalahan logis dan menggunakan secara efektif dalam menyangkal argumen lawan.
  • Menyajikan isi atau materi dengan akurat. Menggunakan selalu konton (data atau fakta) yang berhubungan dan mendukung pandangan.
  • Memastikan kesahihan semua bukti eksternal yang dihidangkan dalam argumen.
  • Kesimpulan dalam debat merupakan kesimpulan final. Gunakan itu sebagai kesempatan untuk menyangkal atau memojokkan lawan.

Struktur Debat

Berikut adalah struktur debat yang baik:

  • Pengenalan
    Dalam struktur ini, setiap tim (baik tim afirmasi, tim oposisi, dan tim netral) memperkenalkan diri.
  • Penyampaian Argumantasi
    Pada penyampaian argumen ini, setiap tim menyampaikan argumentasi terhadap topik yang dimulai dari tim afirmasi, lalu tim oposisi dan diakhiri dengan tim netral.
  • Debat
    Dalam debat tersebut, masing-masing tim mengomentari setiap argumen dari tim lainnya.
  • Simpulan
    Pada kesimpulan, setiap tim memberikan ungkapan penutup terhadap pernyataan topik yang sesuai dengan posisinya.

Etika Debat

Ada beberapa prinsip etika yang perlu diperhatikan dalam debat, antara lain:

Bertanya secara serius

Saat mengajak lawan berdebat, Anda harus serius, bandingkan presentasi Anda dengan data yang dikumpulkan.

Tidak Menyinggung Lawan Debat

Tidak boleh menyinggung lawan debat tentang kekuranga fisik dalam debat, kondisi yang diutamakan adalah pertarungan ide gagasan.

Berbicara Sesuai Dengan Data dan Fakta

Untuk mematahkan argumen lawan Anda dalam debat, Anda harus mengadu argumentasinya dengan data dan fakta.

Patuhi Peraturan Debat

Saat melakukan debat dengan pebisnis, teman sekolah, atau orang lain, ikuti aturan debat yang berlaku.

Kaidah Kebahasaaan Teks Debat

  • Berikut ini, beberapa kaidah kebahasaan yang ada didalam teks debat, diantaranya yaitu:
  • Saat menggunakan kalimat kompleks, teks debat biasanya menggunakan kalimat yang memiliki lebih dari satu struktur dan lebih dari satu kata kerja (kalimat majemuk).
  • Saat menggunakan konjungsi, teks debat sering kali menggunakan konjungsi untuk menghubungkan kata atau kalimat.
  • Saat menggunakan referensi kata, dalam teks debat biasanya kata tersebut digunakan sebagai sumber informasi seperti ini, itu, dia, beliau, disini, disana, dan sebagainya.

Langkah-langkah Pelaksanaan Debat

Ada beberapa langkah penting dalam melakukan debat, yaitu sebagai berikut:

Pahami mosi dengan baik

Mosi adalah topik utama yang akan diperdebatkan. Karena itu diperlukan untuk memahami mosi yang lebih cermat dan jeli.

Hal tersebut untuk menghindari kesalahan penafsiran terhadap mosi tersebut.

Berdiskusi dengan ahli

Masih berkaitan dengan pemahaman mosi dan bagaimana cara buat menggali pengetahuan, kamu bisa melakukan diskusi dengan ahli.

Ahli ini bisa menjadi guru, dosen atau praktisi yang terlibat dalam permintaan debat. Berkat ini, Anda akan mendapatkan perspektif yang lebih luas dan memperdalam pengetahuan Anda.

Kritis dalam menganalisis

Setelah mendapatkan masukan dan pengetahuan yang besar berbekal studi literasi, kasus dan diskusi dengan para ahli. Jadi, Anda juga harus menganalisisnya secara kritis.

Tujuan dari analisis ini adalah untuk menyajikan data yang diperoleh dan membentuknya menjadi opini yang akan dipresentasikan pada saat debat.

Koordinasi dengan tim

Dalam debat dengan sistem kelompok, Anda tidak cukup dibekali dengan pengetahuan dan data pribadi. Tetapi Anda juga dapat berkolaborasi secara strategis dengan anggota tim lainnya. Karena Anda juga perlu mengkoordinasikan kerja sama tim dan menyelaraskan persepsi gerakan, serta membagi peran sesuai keterampilan dan terus aktif berlatih.

Latihan verbal

Setelah siap materi debat jangan lupa persiapkan hal-hal yang berkaitan dengan  materi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah pilihan kata, sikap, intonasi, ekspresi, gimmick.

Kunci utamanya adalah menguasai materi dan percaya diri. Kemudian Anda bisa berlatih keras dengan melibatkan anggota tim lain untuk melakukan penilaian dan evaluasi.

Teknik-teknik dalam memenangkan debat

Berikut ini adalah teknik-teknik cara memenangkan debat:

Teknik mempertahankan usul

Pada dasarnya, teknik mempertahankan usul ini dapat dilakukan melalui:

  • Teknik penegesan
    Penegasan salah satu item yang terkandung didalamnya yaitu taktik pengulangan, mempengaruhi, kebersamaan, kompromi, iyakan, dan kesepakatan.
  • Teknik bertahan
    Untuk Taktik bertahan ini yaitu  mencakup taktik mengelak, menunda, mengangkat, terimakasih, menggambarkan, menguraikan dan membiarkan.

Teknik mempertentangkan usul

  • Teknik menyerang, termasuk taktik interogasi, provokasi, antisipasi, kejutan, pelukan, melebih-lebihkan, dan interupsi.
  • Teknik menolak, berisi kritik dan taktik kontradiktif.

Pengertian Debat

Contoh Debat

Berikut ini adalah salah satu contoh debat:

Afirmatif

Menurut saya, kenakalan remaja saat ini adalah karena kurangnya perhatian orang tua. Jadi, jika kita ingin serius menangani kenakalan remaja, kita harus fokus pada peningkatan waktu interaksi antara orang tua dan anak, misalnya membatasi interaksi mereka di luar rumah.

Oposisi

Saya tidak setuju bahwa penyebab utama kenakalan remaja adalah rendahnya perasaan orang tua. Ini memang salah satu penyebabnya, tapi kita tidak bisa mengabaikan faktor lain seperti asosiasi yang tidak tepat. Oleh karena itu, pelarangan reaksi di luar lingkungan rumah tidak akan memberikan hasil yang optimal.

Demikianlah penjelasan tentang Pengertian Debat, Unsur, Tujuan, Ciri, Jenis, Tata Cara, Struktur dan Etika, semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan kalian tentang debat. Dan bisa mempraktekkannya disekolah atau dalam forum resmi. Terimakasih telah berkunjung.