Tuesday, September 8, 2026

SOAL TKA BAHASA INDONESIA TINGKAT LANJUT


Kelompok 1: Pemahaman Tekstual

Soal 1

Subkompetensi: Mengidentifikasi kalimat yang tepat untuk menyampaikan tanggapan, respons, dan kritik sesuai norma sosial dan budaya.

Seorang penyaji makalah menyajikan data bahwa tingkat literasi membaca siswa di sekolah X tergolong rendah karena pengaruh gawai. Seorang peserta ingin menyampaikan kritik atas hasil penelitian tersebut yang dinilai kurang mempertimbangkan faktor ketersediaan fasilitas perpustakaan.

Kalimat kritik yang paling santun dan sesuai dengan norma akademik adalah...

A.     Hasil penelitian Anda sangat mentah dan menyudutkan pengguna gawai tanpa melihat kondisi perpustakaan yang menyedihkan.

B.      Saya tidak setuju dengan simpulan Anda, sebab perpustakaan yang kurang memadai jauh lebih bersalah dalam masalah rendahnya literasi.

C.      Pemaparan Anda cukup menarik, namun akan lebih komprehensif jika analisis juga mempertimbangkan sejauh mana ketersediaan fasilitas perpustakaan memengaruhi minat baca siswa.

D.     Gagasan Anda mengenai pengaruh gawai terlalu dangkal, seharusnya Anda meneliti perpustakaan terlebih dahulu sebelum menyimpulkan.

E.      Mengapa Anda hanya menyalahkan gawai? Apakah Anda tidak melihat bahwa fasilitas perpustakaan di sekolah tersebut memang tidak layak?

Kunci Jawaban: C

Pembahasan: Opasi C menyampaikan tanggapan secara objektif dan santun. Kalimat diawali dengan apresiasi ("Pemaparan Anda cukup menarik"), diikuti dengan saran konstruktif untuk melengkapi variabel penelitian tanpa menyerang personal atau menggunakan konotasi negatif.

 

Soal 2

Subkompetensi: Mengidentifikasi kalimat yang tepat dalam pengajuan usulan, perumusan masalah, dan pemecahan masalah.

Teks Masalah:

Perusahaan X mengalami penurunan produktivitas kerja pegawai setelah diberlakukannya kebijakan Work From Home (WFH) secara penuh. Banyak pegawai mengeluhkan batas waktu kerja yang tidak jelas dan gangguan komunikasi antartim.

Kalimat pemecahan masalah yang paling efektif dan sistematis untuk dimasukkan ke dalam proposal usulan perbaikan adalah...

A.     Sebaiknya perusahaan segera membatalkan kebijakan WFH dan mewajibkan seluruh pegawai untuk kembali bekerja di kantor setiap hari.

B.      Perusahaan perlu menerapkan sistem kerja hibrida (hybrid work) disertai penyusunan SOP jam kerja yang tegas serta pemanfaatan platform manajemen tugas terpadu.

C.      Pimpinan harus memberikan sanksi yang berat kepada pegawai yang tidak merespons pesan atau telepon di luar jam kerja resmi.

D.     Pegawai disarankan untuk mengatur ruang kerjanya masing-masing di rumah agar tidak terganggu oleh urusan domestik selama jam kerja.

E.      Membeli perangkat lunak komunikasi terbaru agar seluruh pegawai dapat saling berinteraksi secara nonstop setiap hari.

Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Masalah utama adalah batas jam kerja tidak jelas dan gangguan komunikasi. Solusi pada opsi B bersifat sistematis, realistis, dan menjawab kedua inti masalah (SOP jam kerja untuk mengatasi batas waktu, dan platform terpadu untuk komunikasi).

 

Kelompok 2: Pemahaman Inferensial

Soal 3

Subkompetensi: Membandingkan nilai-nilai dalam karya sastra.

Teks I (Sastra Klasik):

Maka kata Syah Peri, "Wahai saudaraku, jikalau ada rahim dan kasihan Tuan Hamba, berilah hamba air sembilan timba itu, supaya dapat hamba memandikan saudara hamba ini." Maka sahut raksasa itu, "Jika engkau hendak mengambil air itu, serahkan dahulu pedang sakti milikmu itu." Syah Peri pun berpikir, pedang itu adalah pusaka leluhurnya, namun demi keselamatan saudaranya, ia ikhlas menyerahkannya.

Teks II (Sastra Modern):

Aris melihat adik bungsunya meringkuk kedinginan di sudut jalan. Uang di kantongnya hanya cukup untuk membeli sepotong roti atau tiket bus pulang. Tanpa ragu, Aris menghampiri adiknya, menyerahkan seluruh uangnya untuk membelikan sup panas dan jaket murah, meski ia sendiri harus berjalan kaki sejauh lima kilometer menembus hujan.

Perbandingan nilai moral yang paling dominan pada kedua teks di atas adalah...

A.     Teks I menekankan kepatuhan terhadap orang tua, sedangkan Teks II menekankan pentingnya kerja keras.

B.      Kedua teks menunjukkan nilai pengorbanan personal demi keselamatan atau kesejahteraan saudara kandung.

C.      Teks I menonjolkan sikap pantang menyerah menghadapi musuh, sedangkan Teks II menonjolkan nilai kejujuran.

D.     Kedua teks menggambarkan ketakutan tokoh utama dalam menghadapi situasi sulit di lingkungan asing.

E.      Teks I mengutamakan nilai religius, sedangkan Teks II mengutamakan nilai estetika.

Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Syah Peri rela menyerahkan benda berharga (pedang sakti pusaka) demi saudaranya. Aris rela menyerahkan uangnya dan berjalan kaki hujan-hujanan demi adiknya. Nilai moral yang mendasari kedua teks adalah pengorbanan demi saudara.

 

Soal 4

Subkompetensi: Mengungkapkan kembali isi sastra Melayu Klasik.

Syahdan, maka tersebutlah kisah seorang raja di negeri Kataha, bernama Maharaja Vikram. Adapun raja itu terlalu amat adil dan murah hati. Apabila baginda keluar dihadap oleh segala menteri dan hulubalang, maka sekalian rakyat pun berdatang sembah mempersembahkan pelbagai persembahan. Namun, baginda tiada pernah mengambil hasil bumi rakyatnya melainkan sekadar yang diwajibkan oleh hukum syarak. Jika ada fakir miskin, baginda beri makan dan pakaian daripada perbendaharaan kerajaan.

Pernyataan berikut yang merupakan bentuk pengungkapan kembali (restatement) paling akurat dari isi kutipan di atas adalah...

A.     Maharaja Vikram adalah raja yang suka memamerkan kekayaannya di hadapan para menteri dan hulubalang.

B.      Raja negeri Kataha selalu memaksa rakyatnya memberikan persembahan hasil bumi tanpa aturan hukum yang jelas.

C.      Maharaja Vikram memimpin dengan adil, tidak membebankan pajak berlebihan kepada rakyat, dan memelihara kesejahteraan masyarakat miskin.

D.     Kehidupan menteri dan hulubalang di negeri Kataha sangat makmur karena menerima pembagian harta dari raja.

E.      Rakyat negeri Kataha hidup sengsara karena harta perbendaharaan kerajaan hanya digunakan untuk keperluan istana.

Kunci Jawaban: C

Pembahasan: Kutipan menyebutkan raja itu adil, hanya mengambil hasil bumi sesuai hukum syarak (tidak berlebihan), dan memberi makan/pakaian kepada fakir miskin. Opsi C merangkum seluruh poin utama tersebut secara tepat.

 

Soal 5

Subkompetensi: Mengubah informasi dari tabel/grafik menjadi uraian.

Tabel Tingkat Kelulusan Pelatihan Kerja Komputer (2023–2025):

  • 2023: Peserta 100 | Lulus 85
  • 2024: Peserta 150 | Lulus 105
  • 2025: Peserta 200 | Lulus 120

Uraian deskriptif yang paling tepat dan logis menggambarkan dinamika data pada tabel tersebut adalah...

A.     Tingkat kelulusan peserta pelatihan komputer mengalami peningkatan persentase yang signifikan dari tahun ke tahun.

B.      Meskipun jumlah peserta pelatihan selalu meningkat setiap tahun, persentase tingkat kelulusan peserta justru mengalami penurunan secara berurutan (85%, 70%, dan 60%).

C.      Jumlah peserta yang tidak lulus pada tahun 2023 lebih banyak dibandingkan dengan jumlah peserta yang tidak lulus pada tahun 2025.

D.     Peningkatan jumlah peserta pelatihan diikuti secara sebanding dengan persentase kelulusan yang konsisten stabil di angka 70%.

E.      Pada tahun 2025, program pelatihan mencatatkan kinerja terbaik karena berhasil meluluskan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah.

Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Hitungan persentase: 2023 = 85/100 (85%); 2024 = 105/150 (70%); 2025 = 120/200 (60%). Angka mutlak kelulusan naik, namun secara persentase proporsional kelulusannya terus menurun dari 85% ke 70% lalu ke 60%.

 

Soal 6

Subkompetensi: Menjelaskan ketepatan penggunaan bahasa, kiasan, dan/atau citraan dalam teks.

Lampu-lampu kota menatapku dingin di tengah malam yang membisu.

Analisislah penggunaan gaya bahasa dan citraan pada kalimat di atas beserta efek makna yang ditimbulkannya!

A.     Menggunakan majas personifikasi dan citraan penglihatan; memperkuat kesan kesepian dan ketidakpedulian lingkungan sekitar terhadap tokoh.

B.      Menggunakan majas metafora dan citraan pendengaran; menggambarkan kemeriahan suasana malam di kota besar.

C.      Menggunakan majas hiperbola dan citraan perabaan; menekankan cuaca dingin yang ekstrem di pusat kota.

D.     Menggunakan majas aliterasi dan citraan penciuman; memperlihatkan keindahan pemandangan lampu-lampu jalan.

E.      Menggunakan majas simile dan citraan gerak; menunjukkan pergerakan lalu lintas di malam hari.

Kunci Jawaban: A

Pembahasan: "Lampu menatap" adalah personifikasi (benda mati berprilaku seperti manusia). "Menatap" melibatkan citraan penglihatan. Tatapan "dingin" dan suasana "membisu" menciptakan efek makna kesepian dan keterasingan.

 

Soal 7

Subkompetensi: Menjelaskan ketepatan penggunaan afiks, konstruksi frasa, klausa, dan/atau kalimat.

Perhatikan kalimat-kalimat berikut!

(1) Pemerintah merubah kebijakan ekspor guna menstabilkan harga dalam negeri.

(2) Dalam rapat itu membicarakan tentang penataan tata ruang kota.

(3) Penerapan metode baru tersebut terbukti memperkecil risiko kegagalan produksi.

(4) Bagi seluruh siswa-siswa kelas XII wajib berkumpul di aula.

Kalimat yang menggunakan tata bahasa (afiksasi dan struktur) secara tepat dan baku adalah...

A.     (1) dan (2)

B.      (2) dan (3)

C.      (3) saja

D.     (1) dan (4)

E.      (3) dan (4)

Kunci Jawaban: C

Pembahasan:

  • Kalimat (1) salah, bentuk baku dari kata dasar ubah + me-N- adalah mengubah (bukan merubah).
  • Kalimat (2) salah, kalimat tidak memiliki subjek yang jelas karena penggunaan kata Dalam di awal dan pemborosan kata membicarakan tentang.
  • Kalimat (3) benar (memperkecil bentuk afiksasi yang sah dan struktur SPO jelas).
  • Kalimat (4) salah, redundan (bagi, seluruh, siswa-siswa).

 

Soal 8

Subkompetensi: Menjelaskan kohesi dan koherensi dalam teks ilmiah.

Paragraf:

(1) Penggunaan plastik sekali pakai menjadi ancaman serius bagi ekosistem lautan. (2) Berdasarkan data terbaru, jutaan ton sampah mikroplastik terakumulasi di dalam tubuh organisme laut. (3) Oleh karena itu, pengolahan sampah organik di pemukiman warga harus terus ditingkatkan. (4) Tanpa penanganan sampah plastik yang terintegrasi, rantai makanan manusia juga akan terkontaminasi bahan beracun ini.

Paragraf di atas mengalami gangguan koherensi (kepaduan makna) karena terdapat kalimat yang tidak padu, yaitu kalimat nomor...

A.     (1)

B.      (2)

C.      (3)

D.     (4)

E.      Semuanya padu

Kunci Jawaban: C

Pembahasan: Kalimat (1), (2), dan (4) membahas tentang sampah plastik dan dampaknya bagi laut serta rantai makanan. Kalimat (3) mendadak melompat membahas sampah organik, sehingga merusak alur koherensi (kepaduan topik).

 

Kelompok 3: Evaluasi dan Apresiasi

Soal 9

Subkompetensi: Menilai gagasan dan pandangan dalam berbagai teks berdasarkan kaidah logika berpikir.

Argumen:

"Kita tidak boleh menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) di sekolah sama sekali. Jika siswa diizinkan menggunakan AI untuk membantu tugas, mereka pasti tidak akan mau belajar membaca dan menulis lagi, sehingga seluruh generasi muda di masa depan akan menjadi orang yang sepenuhnya bodoh dan tidak berpendidikan."

Evaluasi kritikal terhadap penalaran dalam argumen di atas adalah...

A.     Argumen tersebut sangat logis karena AI memang menggantikan peran berpikir manusia.

B.      Argumen mengandung kesesatan berpikir (logical fallacy) jenis slippery slope, karena mengasumsikan konsekuensi ekstrem tanpa bukti yang sah.

C.      Argumen tersebut bernalar secara deduktif yang valid dari premis umum ke khusus.

D.     Argumen tersebut lemah karena tidak melampirkan statistik penggunaan AI di Asia Tenggara.

E.      Argumen tersebut menggunakan pendekatan ad hominem yang menyerang pribadi para pengembang AI.

Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Kesesatan berpikir slippery slope terjadi ketika seseorang mengklaim bahwa suatu langkah kecil akan secara otomatis memicu serangkaian peristiwa ekstrem yang sangat buruk (dari "pakai AI" langsung disimpulkan "seluruh generasi menjadi bodoh") tanpa menyajikan bukti sebab-akibat yang logis.

 

Soal 10

Subkompetensi: Menilai ketepatan dan kesesuaian isi antarteks.

Teks A (Artikel Jurnal):

Transisi energi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan memerlukan investasi awal yang sangat besar. Namun, dalam jangka panjang, pemanfaatan panel surya dan turbin angin akan menurunkan biaya operasional energi nasional serta mengurangi emisi karbon secara drastis.

Teks B (Berita Ekonomi):

Pemerintah mengumumkan penundaan proyek pemandian energi surya skala nasional karena keterbatasan anggaran negara. Biaya pemasangan komponen impor yang melonjak dinilai akan memberatkan APBN dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Bagaimanakah keterkaitan isi dan kesesuaian pandangan antara Teks A dan Teks B?

A.     Teks B membantah teori Teks A bahwa energi terbarukan memiliki manfaat emisi karbon.

B.      Teks B mengonfirmasi tantangan biaya investasi awal tinggi yang dijelaskan dalam Teks A sebagai alasan penundaan realisasi.

C.      Kedua teks saling bertentangan secara total mengenai dampak lingkungan dari energi fosil.

D.     Teks A meremehkan fakta ekonomi yang disampaikan dalam laporan Teks B.

E.      Teks A dan Teks B tidak memiliki hubungan relevansi topik sama sekali.

Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Teks A menyatakan "transisi membutuhkan investasi awal yang sangat besar". Teks B menunjukkan realita dilapangan bahwa pemerintah menunda proyek karena "keterbatasan anggaran dan biaya komponen yang melonjak". Maka, Teks B mengonfirmasi kenyataan tantangan investasi awal yang disebutkan pada Teks A.

 

Soal 11

Subkompetensi: Menilai gagasan atau tindakan tokoh berdasarkan norma atau nilai individu dan sosial.

Kutipan Cerpen:

Pak Burhan mengetahui bahwa kelulusan proyek panti asuhannya tergantung pada persetujuan pejabat dinas. Ketika pejabat tersebut menyiratkan permintaan 'uang pelicin', Pak Burhan menolaknya secara halus. Ia memilih melengkapi dokumen persyaratannya dari awal dan menunggu proses verifikasi ulang selama enam bulan, meskipun panti asuhannya harus berhemat ketat selama masa tunggu tersebut.

Penilaian yang paling tepat terhadap tindakan Pak Burhan berdasarkan norma sosial dan moral adalah...

A.     Tindakan Pak Burhan tidak rasional karena mengorbankan kepentingan anak-anak panti asuhan demi ego pribadinya.

B.      Pak Burhan menunjukkan integritas moral yang tinggi dengan menolak gratifikasi, menjaga prinsip keadilan sosial walau harus menanggung konsekuensi sulit.

C.      Pak Burhan seharusnya menerima penawaran tersebut demi kemaslahatan umum yang lebih besar.

D.     Tindakan Pak Burhan dinilai melanggar norma kesopanan karena menolak secara tidak langsung keinginan pejabat.

E.      Pak Burhan bertindak naif karena dalam dunia kerja modern kompromi keuangan adalah hal yang wajar.

Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Dari sudut pandang norma moral dan hukum, tindakan Pak Burhan mencerminkan sikap jujur dan memegang teguh integritas (menolak suap/gratifikasi), serta rela berkorban menempuh jalur legal demi prinsip kebenaran.

 

Soal 12

Subkompetensi: Mengalihwahanakan puisi dalam bentuk prosa.

Bait Puisi:

Bait demi bait kususun di atas pusara

Bunga kemuning gugur di pangkuan bumi

Tiada lagi kecipak langkahmu di teras rumah

Hanya tersisa bayang yang menari di dinding sunyi.

Bentuk alih wahana (parafase/prosa) yang paling tepat mewakili keutuhan makna bait puisi di atas adalah...

A.     Seseorang sedang menanam bunga kemuning di pekarangan rumahnya sambil mengenang temannya yang pergi berlibur.

B.      Penulis merasa sedih karena rumahnya yang sepi dan terbengkalai tanpa ada penghuni lain.

C.      Tokoh Aku meratapi kematian seseorang yang dicintainya; ia berduka di kuburan dan kini merasakan kesepian yang mendalam di rumah tanpa kehadiran orang tersebut.

D.     Seorang penyair yang kehilangan inspirasi menulis puisi sehingga ia memilih menyendiri di dalam kamar yang gelap.

E.      Kerinduan seseorang kepada kekasihnya yang sedang merantau jauh ke negeri orang.

Kunci Jawaban: C

Pembahasan: Kata kunci "pusara" (kuburan), "bunga kemuning gugur", "tiada lagi langkahmu", dan "dinding sunyi" merujuk pada duka cita karena kematian seseorang yang disayangi serta rasa kesepian yang ditinggalkannya.

 

Soal 13

Subkompetensi: Menyimpulkan respons emosional terhadap unsur puisi, prosa, dan drama.

Kutipan Drama:

Ibu: (Suara bergetar, memegang gaun kusam) "Ibu tidak minta kau membelikan rumah mewah, Nak. Ibu hanya ingin kau pulang sebentar... mencium tangan Ibu sebelum mata tua ini tertutup selamanya."

Rian: (Merapikan jasnya, tanpa menatap Ibu) "Ibu tidak mengerti! Bisnis di ibu kota tidak bisa ditinggal begitu saja. Uang yang dikirim setiap bulan kan sudah lebih dari cukup!"

Efek emosional (respons simpati/empati) yang paling dominan dirasakan oleh pembaca/penonton saat menghayati adegan tersebut adalah...

A.     Marah dan benci terhadap sikap Ibu yang selalu menuntut perhatian anak.

B.      Rasa iba dan sedih mendalam terhadap kerinduan Ibu, bersanding dengan ketidaksimpatisan terhadap sikap materialistis Rian.

C.      Kagum pada kegigihan Rian dalam membangun karier bisnis di kota besar.

D.     Kecewa terhadap kondisi ekonomi keluarga yang membuat Rian terpaksa merantau.

E.      Bingung dalam menentukan siapa tokoh yang paling benar di antara keduanya.

Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Ungkapan Ibu menimbulkan rasa haru dan iba (kesedihan atas kerinduan ibu tua), sedangkan respons Rian yang dingin dan mengukur kasih sayang dengan uang menimbulkan kekecewaan/ketidaksimpatisan pembaca terhadap tokoh Rian.

 

Soal 14

Subkompetensi: Mengidentifikasi informasi dalam teks akademik.

Kutipan Teks Akademik:

Biodegradasi plastik sintetik oleh mikroorganisme darat bergantung pada produksi enzim ekstraseluler seperti lipase dan kutinase. Namun, pada lingkungan maritim bertemperatur rendah (psikrofilik), laju degradasi menurun signifikan akibat terhambatnya ekspresi genetik enzim katalis tersebut.

Informasi tersurat yang akurat berdasarkan teks di atas adalah...

A.     Mikroorganisme darat mampu menguraikan plastik tanpa memerlukan enzim ekstraseluler.

B.      Enzim lipase dan kutinase bekerja lebih optimal di lingkungan laut bertemperatur sangat dingin.

C.      Suhu rendah di lingkungan laut menjadi faktor penambat ekspresi gen enzim yang memicu penurunan laju degradasi plastik.

D.     Plastik sintetik lebih mudah terurai secara alami di ekosistem lautan dibandingkan di daratan.

E.      Ekspresi genetik mikroorganisme laut tidak dipengaruhi oleh temperatur lingkungan sekitar.

Kunci Jawaban: C

Pembahasan: Paragraf secara eksplisit menyatakan bahwa pada temperatur rendah di laut, laju degradasi menurun akibat terhambatnya ekspresi genetik enzim katalis (lipase/kutinase).

 

Soal 15

Subkompetensi: Menjelaskan ketepatan penggunaan afiks, konstruksi frasa, klausa, dan/atau kalimat.

Perhatikan kalimat kompleks berikut!

Siswa yang memenangkan kompetisi sains internasional itu dianugerahi beasiswa oleh kementerian, meskipun ia berasal dari sekolah pelosok yang minim fasilitas.

Analisislah hubungan antarklausa dalam kalimat majemuk di atas!

A.     Klausa bertingkat dengan hubungan sebab-akibat.

B.      Klausa bertingkat dengan hubungan konsesif (pertentangan halus).

C.      Klausa sejajar dengan hubungan penambahan.

D.     Klausa bertingkat dengan hubungan syarat dan tujuan.

E.      Klausa sejajar dengan hubungan pemilihan.

Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Penggunaan konjungsi meskipun menandakan hubungan pertentangan/konsesif antara klausa utama (mendapat beasiswa) dan anak klausa (berasal dari sekolah pelosok minim fasilitas).

 

Soal 16

Subkompetensi: Menilai gagasan dan pandangan dalam berbagai teks berdasarkan kaidah logika berpikir.

Pernyataan:

"Semua artikel di jurnal terindeks Scopus pasti bebas dari plagiarisme. Naskah saya diterbitkan di jurnal terindeks Scopus. Jadi, naskah saya tidak mungkin memiliki kemiripan teks dengan karya orang lain."

Kritik logika yang paling tepat terhadap silogisme di atas terletak pada...

A.     Premis mayor keliru karena keterindeksan jurnal tidak menjamin 100% ketiadaan unsur plagiarisme atau overlap teks.

B.      Penarikan kesimpulan tidak sesuai dengan kaidah modus ponens.

C.      Premis minor tidak berhubungan dengan topik publikasi ilmiah.

D.     Argumen tersebut menggunakan istilah yang ambigu pada kata "naskah".

E.      Kesimpulan tidak mengikuti struktur premis yang ditetapkannya.

Kunci Jawaban: A

Pembahasan: Argumen ini mengandung generalisasi berlebihan (overgeneralization) pada premis mayor. Sistem pengindeksan jurnal tidak menjamin secara mutlak bahwa sebuah naskah bebas 100% dari kemiripan teks (plagiarisme), sehingga simpulan yang diambil menjadi rentan bias.

 

Soal 17

Subkompetensi: Mengidentifikasi karakter, peristiwa, latar pada sastra.

Kutipan Novel:

Suara gemuruh ombak menghantam tebing karang mengiringi napas Pak Sabar yang terengah-engah. Ia membetulkan letak jala tua di bahunya. Di kejauhan, ufuk timur mulai memerah, namun perahunya masih tertambat rapat di tiang dermaga kayu yang melapuk. Bau amis garam dan pasir basah menusuk hidungnya.

Pernyataan yang tepat mengenai interaksi latar dan suasana tokoh pada kutipan di atas adalah...

A.     Latar waktu malam hari memperkuat suasana ketakutan tokoh terhadap bahaya laut.

B.      Latar tempat di pesisir/dermaga pada pagi hari mempertegas perjuangan hidup tokoh sebagai nelayan.

C.      Latar sosial masyarakat perkotaan menggambarkan keterasingan tokoh utama.

D.     Latar tempat di atas perahu tengah laut menggambarkan keputusasaan tokoh.

E.      Latar suasana yang gembira tecermin dari pemandangan ufuk timur yang memerah.

Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Latar tempat (tebing karang, perahu di dermaga, bau garam) dan latar waktu (ufuk timur memerah/subuh-pagi) berinteraksi dengan tindakan Pak Sabar (membawa jala tua, terengah-engah) yang menggambarkan perjuangan kerja keras seorang nelayan.

 

Soal 18

Subkompetensi: Mengubah informasi dari uraian menjadi tabel/grafik.

Teks Uraian:

Pada semester ganjil, Jurusan Bahasa Indonesia menerima 120 mahasiswa baru, sedangkan Jurusan Bahasa Inggris menerima 150 mahasiswa. Pada semester genap, terjadi penurunan penerimaan; Jurusan Bahasa Indonesia turun menjadi 90 mahasiswa, sedangkan Jurusan Bahasa Inggris turun sebanyak 20% dari semester ganjil.

Format tabel yang tepat untuk merepresentasikan data teks di atas adalah...

A.

Jurusan

Sem. Ganjil

Sem. Genap

B. Indonesia

120

90

B. Inggris

150

120

B.

Jurusan

Sem. Ganjil

Sem. Genap

B. Indonesia

120

90

B. Inggris

150

130

C.

Jurusan

Sem. Ganjil

Sem. Genap

B. Indonesia

90

120

B. Inggris

120

150

D.

Jurusan

Sem. Ganjil

Sem. Genap

B. Indonesia

120

100

B. Inggris

150

100

E.

Jurusan

Sem. Ganjil

Sem. Genap

B. Indonesia

150

120

B. Inggris

120

90

Kunci Jawaban: A

Pembahasan:

  • B. Indonesia: Ganjil = 120, Genap = 90.
  • B. Inggris: Ganjil = 150. Genap = turun 20% dari 150 (20% x 150 = 30). Jadi .
  • Tabel A mencantumkan data ini secara tepat (120, 90 dan 150, 120).

 

Soal 19

Subkompetensi: Menilai ketepatan dan kesesuaian isi antarteks.

Teks I:

Penggunaan media sosial secara berlebihan pada remaja berkolerasi positif dengan peningkatan gangguan kecemasan dan insomnia. Studi membuktikan bahwa dopamin instan dari notifikasi memicu adiksi yang merusak pola tidur alami.

Teks II:

Platform media sosial menyediakan ruang ekspresi kreatif dan dukungan komunitas bagi remaja yang merasa terisolasi di dunia nyata. Banyak remaja menemukan kelompok minat yang membangun kesehatan mental mereka melalui interaksi daring.

Simpulan kritis yang paling objektif dalam menjembatani kedua teks tersebut adalah...

A.     Teks II membuktikan bahwa Teks I salah dan media sosial sepenuhnya aman bagi remaja.

B.      Media sosial memiliki dampak ganda (seperti pisau bermata dua); efeknya terhadap kesehatan mental remaja sangat bergantung pada pola, durasi, dan tujuan penggunaannya.

C.      Teks I lebih terpercaya karena mengutip studi ilmiah daripada Teks II.

D.     Remaja sebaiknya dilarang total menggunakan media sosial agar terhindar dari insomnia.

E.      Teks I dan Teks II menunjukkan bahwa media sosial tidak membawa dampak nyata pada kehidupan remaja.

Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Teks I menonjolkan dampak negatif (kecemasan, insomnia), sedangkan Teks II menonjolkan dampak positif (kreativitas, dukungan komunitas). Simpulan yang objektif dan sintesis menjelaskan bahwa media sosial berdampak ganda tergantung cara penggunaannya.

 

Soal 20

Subkompetensi: Menjelaskan kohesi dan koherensi dalam teks ilmiah.

Teks:

Restorasi hutan mangrove merupakan langkah krusial dalam memitigasi dampak perubahan iklim di wilayah pesisir. [...], ekosistem mangrove mampu menyerap karbon hingga empat kali lebih banyak dibandingkan hutan tropis daratan. [...], keberadaannya juga berfungsi sebagai benteng alami dari abrasi gelombang laut.

Pasangan kata penghubung (konjungsi antarkalimat) yang paling tepat untuk mengisi bagian rumpang agar teks tersebut memilik kohesi yang kuat adalah...

A.     Namun; Meskipun demikian

B.      Hal ini disebabkan; Selain itu

C.      Oleh karena itu; Akan tetapi

D.     Sebaliknya; Dengan demikian

E.      Selanjutnya; Walaupun begitu

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:

  • Kalimat 2 memberikan alasan/penjelasan mengapa restorasi krusial  membutuhkan konjungsi kausalitas/penjelasan (Hal ini disebabkan / Pasalnya).
  • Kalimat 3 menambahkan argumen pendukung lainnya  membutuhkan konjungsi aditif/penambahan (Selain itu / Di samping itu).