Friday, August 30, 2019

TEKS CERITA SEJARAH

Pengertian Teks Sejarah

Teks Sejarah adalah sebuah teks dimana isinya menjelaskan atau menceritakan mengenai hal tentang fakta ataupun kejadian masa lalu, yang menjadi asal mula sesuatu sehingga tersirat sebuah nilai sejarah didalamnya.

Ciri – Ciri Teks Sejarah

Setelah mengetahui apa itu teks sejarah, berikut merupakan ciri-ciri yang terdapat didalamnya :

Teks sejarah dijabarkan secara kronologis maupun urutan peristiwa atau urutan kejadian didalamnya.Bentuk teks tersebut rekon atau dikenal teks cerita ulangStruktur teks ialah orientasi, urutan peristiwa, serta reorientasi.Umumnya sering menggunakan konjungsi temporal.Berisikan sebuah fakta yang terjadi.

Struktur Teks Sejarah

Didalam teks sejarah terdapat struktur yang menyusunnya, ialah sebagai berikut ini :

1. Orientasi

Orientasi adalah suatu bagian pengenalan ataupun pembuka dari teks cerita sejarah tersebut.

2. Urutan Peristiwa 

Merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang umumnya akan disampaikan dalam bentuk urutan kronologis yang terjadi.

3. Reorientasi

Biasanya berisikan sebuah komentar pribadi sang penulis terhadap peristiwa atau kejadian sejarah yang ingin diceritakan. Bagian ini merupakan tahapan yang bersifat pilihan, artinya boleh saja bagian ini tidak disajikan oleh penulis teks cerita sejarah.

Kaidah Kebahasaan Teks Sejarah

Nah selanjutnya beberapa kaidah kebahasan yang perlu diperhatikan pada teks sejarah, ialah sebagai berikut :

1. Pronomina

Pronomina (kata ganti) biasanya kata yang digunakan untuk menggantikan benda serta menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung.

2. Frasa adverbial 

Sebuah kata dimana menunjukan suatu kejadian atau peristiwa berupa waktu atau tempat.

3. Verba Material 

Kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material ini menunjukan sebuah perbuatan fisik ataupun peristiwa, seperti : membaca, menulis, ataupun menyapu.

Baca Juga : Struktur Teks Deskripsi

4. Konjungsi Temporal

Agar berguna untuk menata urutan-urutan sebuah peristiwa yang ingin diceritakan, teks cerita sejarah hanya memanfaatkan suatu konjungsi / kata penghubung temporal (kata sambung waktu).

Jenis – Jenis Teks Sejarah

Nah ternyata teks sejarah ini dapat dibedakan beberapa jenis, berikut dibawah ini penjabarannya :

1. Sejarah Fiksi 

Pada jenis teks sejarah fiksi dapat dibedakan menjadi 4, yaitu sebagai berikut :

A. Novel 

Novel adalah salah satu karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif, dimana biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis, serta kata novel berasal dari bahasa Italia novella yang artinya “sebuah kisah ataupun sepotong berita”.

B. Cerpen

Cerpen atau cerita pendek merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktif. Biasanya cerita pendek cenderung padat serta langsung terhadap tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang begitu panjang.

C. Legenda

Cerita prosa mengenai rakyat dimana dianggap oleh yang memiliki cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi.

D. Roman

Merupakan sejenis karya sastra dimana dalam bentuk prosa atau gancaran, yang isinya menggambarkan perbuatan pelakunya menurut sifat atau watak serta isi jiwa masing-masing. Namun roman dapat memiliki arti yaitu “kisah percintaan”

2. Sejarah Non-Fiksi 

Nah pada sejarah non-fiksi dapat dibedakan juga menjadi 4, yaitu sebagai berikut :

A. Biografi

Biografi merupakan kisah ataupun keterangan mengenai kehidupan seseorang dimana ditulis oleh orang lain.

B. Autobiografi

Kisah maupun keterangan tentang kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang itu sendiri yang mengalaminya.

C. Cerita Perjalanan

Merupakan sebuah teks yang didalamnya menceritakan tentang perjalanan.

D. Catatan Sejarah

Merupakan teks yang didalamnya menjelaskan atau menceritakan mengenai tentang fakta atau kejadian dimasa lalu yang nantinya akan menjadi asal mula, dimana nantinya memiliki nilai sejarah.

Perbedaan Sejarah Fiksi & Non-Fiksi

Di bawah ini terdapat beberapa perbedaaan sejarah fiksi dan non-fiksi, berikut penjelasannya :

Baca Juga : Struktur Teks Negosiasi

1. Sejarah Fiksi 

Jalan pengisahan disusun berdasarkan dunia nyata maupun menurunkan pengisahanya langsung dari dunia nyata.Penggambaran kehidupan batin seorang tokoh lebih mendalam.Pengembangan karakter tokoh tidak diungkapkan seluruhnya.Menyajikan kehidupan sesuai dengan pandangan pribadi pengarang.

2. Sejarah Non-Fiksi

Disusun bedasarkan data atau fakta yang objektif.Penggambaran tokoh ditulis lengkap menurut fakta.Menyajikan kehidupan sesuai dengan data maupun fakta.

Langkah Mengabstraksi Teks Sejarah

Berikut ialah sebuah langkah-langkah dalam mengabstraksikan teks sejarah, yaitu :

Membaca teks secara lengkap.Menentukan ide pokok.Menentukan kalimat utama.Menentukan kata kunci.Membuat kalimat bedasarkan kata kunci.Menyusun teks menjadi sebuah abstraksi.

Langkah Menganalisis Teks Sejarah

Terdapat beberapa cara menganalisis pada teks sejarah, antara lain sebagai berikut:

Menentukan sebuah ide pokok paragraf.Mengindentifikasi struktur serta kaidahnya.

Contoh Teks Sejarah

Untuk lebih memahami teks sejarah tersebut, disini telah dijabarkan contoh lengkap beserta dengan analisanya :

Menganalisis Hari Buruh :

Paragraf 1 (Tahap Orientasi)
Peristiwa tersebut telah diidentifikasikan ialah Hari Buruh. Pelaku dalam peristiwa tersebut adalah kaum buruh. Peristiwa yang dimaksud ini umumnya terjadi pada setiap Mei. Peristiwa tersebut terjadi di beberapa jumlah negara. Peristiwa itu terjadi karena menuntut pemberlakuan 8 jam kerja. Peristiwa itu berawal dari usaha gerakan serikat buruh agar merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial kaum buruh.

Paragraf 2 (Tahap Urutan Peristiwa 1)
Peristiwa yang digambarkan adalah tuntutan kaum buruh. Pelaku dalam peristiwa tersebut ialah kelas pekerja. Peristiwa tersebut terjadi pada awal abad ke-19. Peristiwa tersebut terjadi pertama di Amerika Serikat. Peristiwa itu terjadi dimulai karena pengetatan disiplin jam kerja, minimnya upah, serta buruhnya kondisi kerja. Peritiwa itu berawal dari pemogokan kelas pekerja Amerika Serikat.

Paragraf 3 ( Tahap Urutan Peristiwa 2 )
Peristiwa yang diidentifikasikan adalah demontrasi. Pelakunya ialah buruh kulit hitam ataupun putih. demontrasi itu terjadi di berbagai kota di Amerika Serikat pada April 1886. Peristiwa itu mempersatukan buruh kulit hitam serta kulit putih.

Paragraf 4 (Tahap Urutan Peristiwa 3 )
Peristiwa yang diidentifikasi tentang suatu adanya reaksi pengusaha serta pejabat terhadap sebuah demontrasi kaum buruh tersebut.

Paragraf 5 (Tahap Urutan Peristiwa 4)
Peristiwa yang diidentifikasikan adalah meledaknya bom. Pelakunya adalah kaum buruh. peristiwa terjadi 3 Mei 1886. Akibat dari peritiwa itu polisi melarang demontrasi kaum buruh.

Paragraf 6 (Tahap Urutan Peristiwa 5)
Peristiwa yang diidentifikasikan merupakan sebuah rangkaian demontrasi kaum buruh dimana pada Amerika Serikat serta selanjutnya melaju di Eropa demi menuntut sebuah pengurangan jam kerja.

Pargaraf 7 (Tahap Urutan Peristiwa 6)
Peristiwa yang diidentifikasikan mengenai hal Kongres Buruh Internasional pada tahun 1889. Kongres tersebut memutuskan sebuah pemogokan umum 1 Mei 1890 kemudian menjadikan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh se-Dunia.

Paragraf 8 (Tahap Reorientasi)
Yang didentifikasikan ialah standar perburuhan internasional, yaitu dalam jangka 8 jam kerja / hari atau 40 jam / minggu.

Baca Juga : Teks Eksposisi

Nilai-nilai apa yang terdapat dalam teks sejarah?

Nilai-nilai yang terdapat didalam teks sejarah tersebut tergantung atau berdasarkan tema yang diangkat didalamnya, seperti didalam teks tersebut menceritakan kegigihan seorang pejuang negara indonesia, maka disitu terdapat nilai politik demi mempertahankan dan memerdekakan negara.

Apakah fungsi dari teks sejarah tersebut?

Teks Sejarah ini mempunyai fungsi untuk menceritakan ataupun menjelaskan mengenai sebuah kejadian ataupun peristiwa sejarah yang terjadi dimasa lampau atau masa lalu yang berkaitan asal-muasal peristiwa.

Apa yang dimaksud teks sejarah fiksi dan non fiksi?

Teks Sejarah Fiksi adalah sebuah teks yang dibuat berdasarkan sebuah khayalan atau imajinasi si penulis. Sebaliknya Sejarah Non Fiksi adalah sebuah teks yang dibuat berdasarkan kenyataan yang dialami.

Jadi, jika adik adik siswa/i khususnya masih dalam jenjang pendidikan yang masih binggung tentang struktur teks sejarah artikel dan lain lain, Maka makalah teks sejarah ini sudah cukup mewakili jawaban untuk adik adik semua.

Demikianlah pembahasan artikel struktur teks sejarah, semoga bermanfaat dan menjadi ilmu pengetahuan baru bagi para pembaca.

TEKS EKSPLANASI

Pengertian Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses mengapa dan bagaimana suatu peristiwa alam, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan juga lainnya bisa terjadi. Sebuah peristiwa baik peristiwa alam maupun sosial yang terjadi disekitar kita, selalu memiliki hubungan sebab akibat serta juga proses.

Kejadian atau peristiwa yang terjadi disekitar kita pantas nya tidak hanya kita amati serta dirasakan saja, tetapi sekaligus digunakan sebagai pembelajaran. Mengapa kejadian itu bisa terjadi serta juga bagaimana bisa terjadi peristiwa atau kejadian seperti itu.

Tujuan Teks eksplanasi

Setelah mengerti mengenai pengertian dari teks eksplanasi ini, lantas apa tujuan dari teks eksplanasi ini. Dibawah ini merupakan tujuan dari Teks eksplanasi diantaranya sebagai berikut ::

Menjelaskan fenomena yang terjadiMenjelaskan sebab-akibat suatu peristiwa

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

untuk membedakan teks eksplanasi dengan jenis teks lain ini cukup mudah.  Dikarenakan teks eksplanasi ini mempunyai ciri-ciri yang sangat khusus. Ciri-cirinya diantaranya sebagai berikut:

Strukturnya itu terdiri dari penyataan umum, urutan sebab akibat, serta juga interpretasi.Informasi yang dimuat itu dengan berdasarkan fakta (faktual).Faktual tersebut memuat informasi yang sifatanya itu ilmiah/keilmuan, contohnya seperti sains.Sifatnya itu informatif serta tidak berusaha untuk mempengaruhi pembaca untuk bisaa percaya terhadap hal yang dibahas.Memiliki / menggunakan sequence markers. contohnya pertama, kedua, ketiga, dan sebagainya. Bisa juga dengan menggunakan: pertama, berikutnya, terakhir.Artikel pendukung: Contoh seperti Teks Eksplanasi Sosial Beserta Strukturnya.

Struktur Teks Eksplanasi

Seperti yang menjadi ciri daari teks eksplanasi yang dijelaskan diataass, teks ini mempunyai 3 struktur yang membentuk supaya menjadi satu kesatuan yang utuh. Strukturnya teks eksplanasi diantaranya sebagai berikut:

Pernyataan umum
berisikan pernyataan umum mengenai/tentang topik yang akan dijelaskan pada proses proses terjadinya/proses keberadaan.Urutan Sebab Akibat
berisi mengenai atau tentang detail penjelasan proses terjadinya yang disajikan dengan secara urut atau bertahap dari yang paling awal sampai akhir.Interpretasi
berisi tentang atau mengenai kesimpulan dari  topik yang telah dijelaskan.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Di dalam teks eksplanasi ini biasanya mengandung ciri kaidah kebahasaan diantaranya sebagai berikut:

Fokus pada hal umum (generic), bukan berfokus partisipan manusia (nonhuman participants). Contoh seperti: tsunami, banjir, gempa bumi, hujan, serta juga udara.Dimungkinkan untuk menggunakan istilah ilmiah.Lebih banyak menggunakan verba material serta juga verba relasional (kata kerja aktif).Menggunakan konjungsi waktu serta juga kausal. Contohnya seperti: sehingga, pertama, jika, bila, sebelum, dan kemudian.Menggunakan kalimat pasif.Eksplanasi itu ditulis untuk membuat justifikasi bahwa sesuatu yang diterangkan itu dengan secara kausal itu benar adanya.

Contoh Teks Eksplanasi

Berikut ini contoh teks eksplanasi singkat mengenai gerhana bulan lengkap dengan struktur nya.

Judul: Pelangi

1. Pernyataan Umum (Pembuka)

Pelangi, Bahasa Inggrisnya “Rainbow” merupakan suatu peristiwa optik atau meterologi berwujud cahaya yang bermacam-macam warna paralel satu dengan yang lainnya di langit atau juga media yang lain. Pada saat terjadi hujan ringan dilangit terlihat pelangi itu seperti bercahaya yang mana cahaya tersebut menuju cakrawala. Selain daari itu di sekitar air terjun kita dapat juga melihat Pelangi yang indah.

2. Deretan Penjelas (Isi)

Terciptanya pelangi di cakrawala itu melalui empat siklus. Di antaranya yaitu pembiasan sinar matahari. Sebab terciptanya pelangi itu disebabkan terjadinya pembiasan cahaya atau sinar matahari yang setelah itu dibelokkan menuju arah lain dari satu medium menuju ke medium yang lain oleh tetesan air yang terdapat di atmosfer.

Setelah itu tetesan air tersebut dilewati oleh sinar matahari. Pada saat tetesan air tersebut dilewati oleh cahaya matahari, maka cahaya tersebut akan dibiaskan sehingga dapat menciptakan warna-warna indah yang terpisah dengan secara sendiri-sendiri.

Pembelokan cahaya. Masing-masing dari tiap-tiap warna pelangi tersebut akan dibelokkan dengan sudut yang berbeda. Sehingga dari pembelokan cahaya itulah bisa menghasilkkan warna-warni yang memukau pada pelangi.

Terciptanya warna pelangi. Warna ungu itu warna yang pertama kali dibelokkan, sementara warna merah merupakan warna yang terakhir dibelokkkan. Setelah itu disusul dengan aneka warna pelangi yang lain. Seperti pada warna kuning, jingga, hijau, biru serta juga nila. Dari fenomena tersebut makanya kita dapat mengamati warna pelangi yang lengkap disebabakan karena adanya geometri optik pada saat proses penguraian warna.

3. Penutup (Interpretasi)

Disaat hujan ringan bersamaan dengan munculnya sinar matahari itu kita dapat melihat fenomena pelangi. Namun haruslah dari arah yang berlawanan dengan kita. Keberadaan kita itu harus ada di antara tetesan air serta matahari yang mana posisi matahari berada itu di belakang kita. Pusat busur pelangi serta juga mata kita harus berada pada satu gais lurus.

Sekian dan Terima kasih sudah membaca mengenai Teks Eksplanasi : Pengertian, Tujuan, Ciri, Struktur, Kaidah, dan Contohnya, semoga apa yang dipaparkan diatas bermanfaat untuk anda.

TEKS EKSPOSISI

Apabila kamu dalam hal ini pernah menemukan teks yang didalamnya berisi ajakan kepada seseorang, singkat padat dan jelas mungkin itu adalah teks eksposisi. Karena ciri teks ini menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, dimana, mengapa dan bagaimana.

Struktur yang menyusun teks eksposisi sama dengan struktur penyusun teks editorial/opini, yang dimana didalamnya ada 3 struktur yaitu pernyataan pendapat “tesis”, argumentasi, penyataan/penegasan ulang.

Lihat Daftar Inti Pelajaran :

Pengertian Teks Eksposisi

Teks eksposisi adalah sebuah paragraf atau karangan yang terkandung di dalamnya sejumlah informasi yang mana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, padat dan akurat.

Tujuan Teks Eksposisi

Untuk menjelaskan informasi tertentu supaya dapat menambah ilmu pengetahuan pembaca, sehingga dengan membaca teks eksposisi maka pembaca akan mendapatkan pengetahuan secara rinci dari suatu hal atau kejadian.

Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Adapun ciri-ciri teks eksposisi yang diantaranya yaitu:

Gaya informasi yang mengajak.Penyampaian teksnya secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku.Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan.Tidak memihak berarti tidak memaksakan kemauan dari penulis terhadap pembacanya.Teks eksposisi bersifat objektif dan netral.Penjelasannya disertai data-data yang akurat.Fakta digunakan sebagai alat konkritasi dan kontribusi.

Struktur Teks Eksposisi

Adapun struktur teks eksposisi yang diantaranya yaitu:

Pernyataan pendapat “tesis”, gagasan utama tentang salah satu permasalahan berdasarkan fakta.Argumentasi, penjelasan secara mendalam tentang pernyataan pendapat dan pengungkapan fakta sebagai penjelasan dari argumen si penulis.Penegasan ulang pendapat, salah satu penguat dari pendapat serta argumen yang ditunjang oleh fakta.

Jenis-Jenis Teks Eksposisi

Adapun jensi-jenis teks eksposisi yang diantaranya yaitu:

Eksposisi defini yaitu suatu paragraf eksposisi yang memaparkan definisi suatu topik tertentu.Eksposisi proses yaitu langkah-langkah atau cara-cara untuk melakukan sesuatu dari awal hingga akhir.Eksposisi ilustrasi yaitu teks yang memaparkan informasi atau penjelasan-penjelasan tertentu dengan caranya memberikan gambaran yang sederhana mengenai suatu topik dengan topik lainnya yang memiliki kesamaan sifat atau kemiripan dalam hal-hal tertentu.Eksposisi laporan yaitu paragraf eksposisi yang mengemukakan laporan dari sebuah berita atau penelitian tertentu.Eksposisi perbandingan yaitu eksposisi yang gagasan utamanya disajikan dengan cara membandingkan dengan yang lain.Eksposisi pertentangan yaitu eksposisi ini berisi tentang hal pertentangan akan suatu hal dengan hal lainnya.

Unsur Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi

Unsur kebahasaan merupakan bagian-bagian yang membangun teks eksposisi, unsur kebahasan yang ada pada teks eksposisi ialah pronomina, konjungsi dan kata leksikal.

Pronominan

Pronomina merupakan kata ganti orang yang dapat digunakan terutama pada saat pernyataan pendapat pribadi diungkapkan. Pronomina dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu:

Pronominan persona “kata ganti orang” yaitu persona tunggal, contohnya; ia, dia, anda, kamu, aku, saudara, -nya, -mu, -ku, si dan pesona jamak contohnya seperti; kita, kami, kalian, mereka, hadirin, para.Pronomina nonpersona “kata ganti bukan orang” yaitu pronomina penunjuk, contohnya ialah; ini, itu, sini, sana, dan pronomina penanya contohnya; apa, mana, siapa.

Konjungsi

Konjungsi atau kata penghubung digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumentasi, berikut ini ialah jenis konjungsi yang dapat ditemukan pada teks eksposisi seperti:

Konjungsi waktu yaitu sesudah, setelah, lalu, sebelum, setelah itu, kemudian.Konjungsi gabungan yaitu serta , dan, dengan.Konjungsi pembatasan yaitu asal, kecuali, selain.Konjungsi tujuan yaitu untuk, supaya, agar.Konjungsi persyaratan yaitu jika, jikalau, apabila, bila, asalkan, bilamana, apabila.Konjungsi perincian, adalah, yaitu, ialah, antara lain, yakni.Konjungsi sebab-akibat, sehingga, karena, sebab, akibat, akibatnya.Konjungsi pertentangan, akan tetapi, tetapi, namun, melainkan, sedangkan.Konjungsi pilihan, atau.Konjungsi penegasan/penguatan, apalagi, bahkan, hanya, lagi pula, itu pun.Konjungsi penjelasan, bahwa.Konjungsi perbandingan, bagai, seperti, serupa, ibarat.Konjungsi penyimpulan, oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi, dengan demikian.

Kata Leksikal

Adapun kata leksikal yang diantaranya yaitu:

Nomina yaitu kata yang mengacu pada benda, baik nyata ataupun abstrak.Verba yaitu kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses atau keadaan yang bukan sifat.Adjektiv yaitu kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda dan binatang.Adverbia yaitu kata yang melengkapi atau memberikan informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara dan lain-lain.

Contoh Teks Eksposisi Beserta Strukturnya

Realita Hukum Di Indonesia

Tesis :

Dalam hal ini sebenarnya hukum yang ada di Indonesia sebagaimana yang telah diatur pada undang-undang telah secara tegas mengatur hukuman berbagai pelaku tindak kejahatan. Namun, realitanya seringkali terjadi ketidakadilan hukum yang merugikan banyak orang. Hukum boleh saja tegas, namun menjadi tumpul di hadapan koruptor.

Argumentasi:

Bukan rahasia umum lagi bahwa para koruptor di Indonesia mendapatkan hukuman yang tingkatannya masih tergolong ringan, bahkan ada koruptor yang menerima fasilitas mewah padahal sudah merugiakan bangsa. Seringkali kita menonton berita bahwa seorang maling dihajar masa hingga tewas. Namun belum pernah ada koruptor di Indonesia dikeroyok masa sampai tewas.

Penegasan Ulang:

Hukum di Indonesia itu bisa dikatakan hanya tegas di hadapan rakyat kecil. Sebut saja kasus yang pernah menimpa nenek asyani, kasusnya hanya karena diduga mencuri kayu, beliau terancam hukuman selam lima tahun penjara. Sungguh tidak adil memang jika dibandingkan dengan hukuman yang akan diterima koruptor.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Berita

Kemacetan dan Masa Depan Kota
By: Novi Ermawati

Tesis :
Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial (lihat misalnya Morlock, 1985). Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula.

Argumentasi :
Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah.

Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates). Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata (seperti Malioboro, Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan Parangtritis.

Pengegasan Ulang :
Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis.