Thursday, November 17, 2011

JANGAN DITUNDA LAGI, SAATNYA GURU MENULIS


Pernyataan ini menunjukan bahwa seorang staf tata usaha bisa mengukur bahwa bahan / sumber yang dapat ditulis oleh guru sungguh banyak sekali. Memang benar, bila kita coba telusuri dan klasifikasikan, ternyata behan tersebut maha luas dan bervariasi.
Guru dapat mengungkapkan berbagai pengalamannya, baik berkenaan dengan kurikulum, siswa, pembelajaran, penerimaan siswa baru, ataupun ujian nasional. Berkaitan dengan isi mata pelajaran yang diembannya, seperti proses menyampaikan suatu kompetensi dasar dengan metode yang unik dan menggugah , trik agar konsep-konsep yang didominasi teori melekat lebih lama dalam otak.
Untuk yang berkaitan dengan kurikulum, guru dapat menulis bagaimana “perubahan” kurikulum terjadi, apa dasar yang melandasinya, konsep apa yang muncul pada kurikulum-kurikulum terbaru. Bahkan dewasa ini tulisan tentang kurikulum masih up to date karean banyak pihak termasuk guru sendiri yang masih mengambang pemahaman kurikulumnya, apalagi KTSP.
Perilaku, habitus, dan perkembangan psikologis anak adalah beberapa contoh yang dapat dijadikan sumber garapan guru dalam menulis. Bahan tentang siswa justru merupakan bahan yang tidak akn habis dimakan waktu. Melubernya informasi bebbau globalisasi turut membuat dinamika siswa remaja fluktuatif, inilah peluang guru untuk mengungkapkannya dalam sebuah artikel.
Seiring perkembangan konsep-konsep baru tentang pembelajaran semisal butir-butir pembelajaran dalam buku Quantum Learning membuat banyak guru bereksperimen melakukannya. Nah, jangan lupa apa pun hasil eksperimen itu, tuangkan dalam bentuk tulisan sehingga menjadi sebuah artikel. Niscaya hasilnya merupakan konsumsi yang menarik dan bermangfaat baik untuk sesame guru ataupun masyarakat umumnya.
Hal ini merupakan pelajaran berharga bagi para calon penulis bahwa guru yang setiap hari berpikir dan menulis, menulis bukan pekerjaan yang susah dan aneh. Justru yang susah adalah bagaimana guru menenamkan realitas diatas menjadi realitas nyata, jangan ditunda lagi.
Mitos kedua yang dihilangkan adalah penulis pemula sulit mengawali tulisan. Anda jangan gentar karena realitasnya, bahkan sastrawan besar pun mengalami kesulitan mengawali kalimat. realitas ini seratus persen benar, artinya ketika sebuah gagasan / ide berkelabat dalam otak anda, segera tuliskan ide ini sebagai kata atau kalimat pembuka, bisa ditulis dalam secarik kertas atau di HP sekalian, yang penting tuliskan. Bila anda telah memiliki waktu segera lanjutkan, bisa jadi kata / kalimat awal tadi tidak cocok, artinya anda sudah punya kalimat pembuka lain yang lebih cocok sebagai gantinya.
Agar habitus menulis tewujud, ada baiknya mulai sekarang tetapkanlah waktu yang menurut perkiraan dapat menggugah gairah menulis muncul. Bila setelah salat subuh, sore hari, atau malam hari. Untuk penulis pemula dalam sehari dapat menghasilkan tulisan yang jumlah katanya kurang lebih lima ratus merupakan prestasi yang luar biasa.
Bagi guru yang sudah merasakan gairah menulis tumbuh dalam dirinya dapat melihat contoh dari guru-guru yang biasa menulis. Perhatikan jenis-jenis bahan tulisan yang ditulis. Perhatikan karakter dan gaya menulis, dan bila perlu perhatikan juga jumlah kata yang mereka tulis sebagai pertimbangan apabila kemudian hari anda akan menulis artikel pertama karya anda.  

No comments: