Saturday, September 24, 2011

Tesis Pendidikan

Tesis pendidikan merupakan sebuah laporan riset yang sama dengan esai dan makalah, tetapi masuk ke dalam jauh lebih detail. Biasanya merupakan laporan ilmiah. Ini menjadi cara yang hebat untuk menguji seberapa baik yang bisa dilakukan oleh mahasiswa, terutama mahasiswa pascasarjana .
Menulis tesis pendidikan nyatanya bukan hal yang mudah. Dibutuhkan kerja keras dan tekad kuat yang harus benar-benar ditanamkan sejak awal. Bisa jadi, untuk urusan judul saja kita sudah dibuat pusing. Kita harus bolak balik mengganti dengan berbagai alasan.
Dalam membuat tesis pendidikan, dibutuhkan referensi yang cukup. Semakin banyak referensi yang kita baca, semakin bertambah pengetahuan kita. Dengan melakukan diskusi yang intens dengan pembimbing, maka kita bisa mendapatkan pencerahan dalam mengerjakan tesis. Setidaknya, pemikiran kita tentang apa yang akan kita tulis untuk tesis bisa diterima.
Untuk itu kami hadir untuk membantu mahasiswa dalam hal memberikan contoh tesis pendidikan, contoh judul tesis pendidikan.
Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik download
Atau klik disini

Wednesday, September 14, 2011

Tanpa Seks Orang Bisa Sakit Jiwa

SEBAGAI bagian dari kehidupan dasar manusia, seks tidak dapat diukur dengan materi. Bahkan, keberadaan seks tidak bisa tergantikan dengan apapun. Karenanya, jika dorongan kebutuhan seksual tidak tersalurkan, maka akan berpengaruh buruk bagi kesehatan.

"Tanpa makan atau minum, manusia bisa meninggal dunia. Sementara tanpa seks, seseorang bisa stres yang mengarah pada sakit jiwa," kata Androlog Zoya Amirin, M.Psi di Rumah Sitti, Jl Senopati, belum lama ini.

Lantas, bagaimana kehidupan seks saat berpuasa di bulan Ramadan? Sebagai umat beragama, umat muslim di seluruh dunia tentu beribadah puasa selama sebulan penuh saat Ramadan lalu. Kendati begitu, setiap pasutri tetap dapat melakukannya, seusai beribadah wajib.

"Sebaiknya sewaktu bulan puasa kemarin pasutri tetap melakukan hubungan intim seusai melaksanakan salat Tarawih. Dengan begitu, masing-masing bisa fokus bekerja di pagi hari dan tidak malah mengkhayalkan seks ketika hasrat seksnya tidak terpenuhi," imbuhnya.

Seks memang harus secara rutin dilakukan. Pasalnya, jika tidak tersalurkan, maka rasa 'haus' tidak akan terbayar dengan tuntas.

"Bayangkan saja ketika kita haus, rasa dahaga tidak akan hilang dengan kita membaca buku bukan? Begitu juga dengan seks. Itulah mengapa jika pasutri terbiasa berhubungan intim tiga kali sepekan, sebaiknya tidak menghilangkan kebiasaan tersebut meski tengah berpuasa. Paling tepat ialah melakukannya usai salat Tarawih,"

Ladies, Begini Cara 'Taklukkan' Suami di Ranjang

BERBEDA dengan pria, wanita masih malu untuk inisiatif memulai aksi panaskan ranjang. Alasannya, wanita merasa kurang kurang percaya diri (pede) dan tidak nyaman untuk menaklukkan pria lebih dulu.

Ladies, jangan lagi menunggu. Yuk, tundukkan suami di atas ranjang dengan melepaskan sisi liar Anda. Berikut ini tip agar istri bisa lebih percaya diri di atas ranjang, seperti diulas Sheknows.

Mencintai tubuh sendiri

Terpenting ialah bagaimana istri bisa mencintai bentuk tubuh sendiri. Semakin peduli terhadap penampilan, maka istri bisa lebih nyaman beraksi di ranjang.

Bagaimana caranya: Tarik napas panjang dan pandangi bagian tubuh yang Anda anggap buruk dengan lebih positif. Mungkin aneh saat kita memuji diri sendiri, tapi pada akhirnya cara ini akan membantu Anda berpikir lebih positif terhadap diri sendiri.

Jangan takut berinisiatif seks

Ketika Anda ingin merasa dan terlihat lebih percaya diri di ranjang, mengapa tidak mencoba berinisiatif mengawali seks. Keluar dari zona nyaman Anda dan tunjukkan pada suami bahwa Anda tengah mood untuk bercinta, raba pundak suami dan bisikkan kalimat-kalimat nakal, atau berjalan menuju ranjang dengan sangat menggoda.

Dijamin suami akan langsung menangkap maksud Anda, dan senang karena akhirnya kepuasan di atas ranjang bisa diawali dari Anda.

Beri suami petunjuk

Jika selama ini istri membisu saat bercinta, saatnya mengubah kebiasaan tersebut dengan mengatakan apa yang Anda inginkan. Ucapkan dengan lantang, seberapa cepat atau dalam suami bisa memuaskan Anda. Semakin sering Anda melakukannya, maka momen bercinta akan terasa lebih baik.

Jujur

Jujur pada suami apa yang Anda suka dan tidak sukai di ranjang. Terbuka terhadap pasangan masalah seks memang tidak mudah, tapi Anda akan merasakan pengalaman berbeda setelahnya. Suami pun senang Anda telah jujur terhadapnya.

Lebih Hidup dengan Dekorasi Rumah Natural

SEGALA yang berasal dari alam dan berbahan natural kini banyak dicari orang, tak terkecuali dalam penataan hunian. Nuansa alami bisa memberikan kesejukan dan kenyaman bagi penghuni rumah.

Siapa bilang sesuatu yang natural dan sederhana tidak terlihat indah? Dalam konteks pembangunan rumah, konsep alami kini semakin digemari. Dengan lebih banyak menghadirkan suasana alam di dalam hunian, tentu akan membuat kita selalu merasa nyaman tinggal di rumah. Rasa penat setelah seharian bekerja pun akan langsung sirna saat menatap sejuknya dekorasi alami di dalam rumah.

Daripada mencari hiasan dan ornamen yang terlalu banyak pernik, sesuatu yang simpel ternyata mampu membuat kediaman tampak istimewa. Misalnya pembuatan jalan setapak dengan taburan batu kerikil di sekitarnya di area taman rumah atau vas berisi bunga yang segar. Bisa juga dengan menempatkan ikan dalam wadah kaca atau kurakura kecil yang ditaruh di terarium.

Ini saja sudah bisa memberikan ketenangan bagi lingkungan rumah. Kuncinya adalah pilih beberapa benda sebagai titik fokus (focal point) untuk setiap ruang, dan Anda akan menciptakan suasana yang teduh sekaligus berkilau yang berasal dari karunia alam.

“Untuk membawa suasana yang sejuk dan bersahaja ke dalam rumah Anda, mulailah dengan membiarkan sinar matahari masuk,“ ujar Mally Skok, seorang desainer kain dan pendiri Mally Skok Design yang berbasis di Lincoln, Massachusetts.

“Sebuah jendela di kamar laksana sepasang mata untuk memandang suasana alam. Tidak ada nuansa yang lebih alami dari cahaya matahari di pagi hari yang menerobos melalui jendela dapur,“ kata dia, seperti dikutip laman eHow.
"Warna-warna indah yang tak terduga berasal dari alam, seperti warna sinar matahari di balik daun dan kuning dari buah jeruk atau semangkuk besar bunga bakung. Warna-warna tersebut sama modern dan cerahnya seperti sesuatu yang bisa Anda cetak di atas selembar kertas,“ ujarnya lagi.

Banyak sekali, ungkap Skok, elemen dekorasi rumah yang bisa didapatkan secara gratis. Seperti sepotong kulit kayu, ranting pohon, pohon birch, atau sekuntum bunga dogwood putih yang indah dalam botol kaca besar. Bahkan seuntai rumput laut berwarna keunguan yang diletakkan di sebuah boks tembus pandang dapat menunjukkan sebuah kenangan dan nostalgia yang tak terlupakan saat berlibur ke sebuah pantai yang romantis.

"Suatu benda yang gratis bisa terlihat sangat keren," imbuhnya.

Skok juga merekomendasikan Anda untuk menjelajahi pantai untuk mendapatkan batu-batu sedang, kira-kira setengah ukuran bola sepak,untuk dijadikan doorstop. Doorstop adalah pengganjal pintu yang diletakkan di bawah. Atau bisa juga mengumpulkan kulit kerang yang sudah rusak untuk ditumpukkan di sekitar bagian alas lilin hias.

"Untuk kerang, lebih baik jika Anda sendiri yang mendapatkannya. Tidak perlu membeli di internet atau di sebuah department store," tandasnya.

Dia juga menyarankan, jangan lupa membeli hiasan kecil seperti sabun asli buatan perajin lokal saat bepergian ke suatu daerah. "Ketika sesuatu yang autentik dan relevan terjadi, itu akan mengubah seluruh suasana,” ucap Skok.

Sementara itu, menurut Mark Christofi, pendiri Christofi Interiors, untuk menghadirkan nuansa natural di rumah dapat dibangun taman rumput dengan pepohonan yang menjulang tinggi di teras belakang rumah Anda. Christofi Interiors sendiri merupakan perusahaan desain interior yang sering memenangkan penghargaan yang berbasis di Reading, Massachusetts.

"Perabot luar ruang tidak hanya terlihat benar-benar bagus, tetapi memang sungguh berguna," kata Christofi.

Wednesday, September 7, 2011

Fenomena Mudik-Balik Lebaran

LEBARAN telah berakhir. Mereka yang mudik ke kampung halaman kini telah kembali lagi ke perantauan, ke kota-kota sumber pencahariannya. Kota-kota kembali ramai, padat dan sumpek, sementara kampung-kampung kembali lengang, sepi dan seperti biasanya. Jalan raya yang dipenuhi arus mudik dan balik berangsur-angsur seperti semula, normal. Apa yang bisa dibaca dari fenomena mudik-balik Lebaran?

Efek Lebaran

Apa pun itu, Lebaran tetaplah momen yang menggembirakan dan membahagiakan, biar pun macet dan merayap di jalanan saat mudik ataupun balik. Bahkan, biar pun nyawa dipertaruhkan di jalanan. Kabarnya, tahun ini ada sekitar 700 orang yang meninggal akaibat kecelakaan di jalan dan kebanyakan adalah pengendara sepeda motor. Selain jumlahnya yang memang sangat banyak, risiko di jalanan bagi pengendara motor memang lebih besar dibandingkan mobil. Kelelahan mengakibatkan hilangnya konsentrasi yang sesungguhnya sangat diperlukan ketika jalanan begitu ramai.

Lebaran, dari tahun ke tahun, entah sampai kapan, akan selalu terisi dengan mudik-balik orang-orang. Jumlahnya dipastikan akan terus meningkat. Kota-kota besar seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang menjadi favorit orang-orang untuk mencari penghidupan akan terus didatangi kaum urban dari kampung-kampung, sepanjang tidak ada keseriusan dari pemerintah untuk memeratakan pembangunan di seluruh daerah di penjuru negeri ini. Otonomi daerah mestinya tidak dijadikan sebagai alasan pemerintah pusat mengabaikan perannya di daerah-daerah, karena ternyata tidak semua daerah memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik. Kabarnya, beberapa daerah malah kekurangan dana untuk membayar gaji pegawai negeri.

Dari perspektif sosiologis semacam ini, jelas bahwa faktor ekonomi menjadi inti dari terus meningkatnya jumlah pemudik Lebaran dari tahun ke tahun, di mana jumlahnya bisa mencapai dua kali lipat ketika balik lagi ke kota. Tidak heran, ada pameo menyebutkan ‘mudik bawa barang, balik bawa orang’. Maksudnya, kaum urban dari kota-kota sentra ekonomi mudik membawa apa yang sudah dihasilkannya; entah itu berupa kendaraan (mobil, motor), entah itu berupa uang, entah itu berupa jajanan atau oleh-oleh makanan yang dibeli di kota, yang katanya di kampung tidak ada, lalu dibawa mudik. Sadar tidak sadar, apa yang dibawa secara sosiologis mencerminkan yang Karl Marx sebut dengan perjuangan kelas sosial dengan pergi ke kota, lalu pulang kampung menyandang status sosial lebih baik, yakni menjadi orang sukses di kota. Tentu saja ukuran ‘sukses’ adalah adanya perbedaan ketika masih di kampung dengan setelah di kota.

Saat balik ke kota, untuk sebagian besar mereka membawa orang, yaitu saudara, kerabat atau teman-temannya. Tidak heran, dibanding jumlah pemudik, jumlah yang balik lagi ke kota bisa dua kali lipat. Kesuksesan sebagai orang yang hidup di kota yang terlihat dengan barang-barang yang mereka bawa telah banyak menarik minat orang-orang kampung lainnya untuk ikut mengalami kesuksesan semacam itu. Hasrat untuk menjadi orang urban semakin besar ketika kampung halaman sudah tidak lagi memberi kesejahteraan. Kampung halaman sudah dianggap sebagai kampung orang-orang tua, orang-orang kolot yang hidupnya begitu-begitu saja, nyaris tidak berubah.

Kalaupun berubah, berbeda jauh dengan perubahan terjadi di kota. Masyarakat kampung, untuk sebagian besar, justru memang menghendaki tidak adanya perubahan. Mereka lebih suka hidup ajeg, dan mereka menikmatinya. Pada hal-hal tertentu, misalnya pendapatan harian mereka yang tidak sebanding dengan harga-harga kebutuhan pokok yang semakin naik, mereka memang menggerutu, tapi itu tidak lama. Mereka nrimo. Kaum muda, generasi setelah mereka, sebagian besarnya merasa ingin perubahan. Kota-kota besar menjadi magnet yang mereka persepsikan bisa mengubah hidup mereka. Mereka melihat perubahan itu secara jelas dari orang-orang yang mudik maka gelombang kaum urban pun tidak terelakkan.

Mengubah Perspektif

Fenomena mudik dan balik setiap Lebaran yang begitu dahsyat dipastikan hanya dikenal atau terjadi di Indonesia. Fenomena ini menjadi cermin sosial paling benderang yang mendeskripsikan bagaimana kondisi masyarakat negeri ini. Ketimpangan ekonomi antara kota dan desa, ketidakmerataan pembangunan di daerah-daerah, otonomisasi daerah yang belum sepenuhnya berhasil, serta ketidakpedulian atau ketidakmampuan pemerintah, terutama pemerintah pusat dalam mengantisipasi dan menangani ledakan sosial kaum urban sebagai efek domino dari ketimpangan dan ketidakmerataan itu, menjadi salah satu faktor utama terciptanya fenomena mudik dan balik. Tahun demi tahun fenomena ini tidak berubah maupun berkurang, tapi justru bertambah.

Pemerintah mestinya bisa membaca fenomena ini secara cermat. Ada kesalahan elementer yang harusnya disadari pemerintah dengan cepat. Kebijakan pembangunan belum berefek besar bagi masyarakat di daerah. Kota-kota masih terus menjadi magnet, karena terus dipercantik, diperindah, bahkan sampai dipersempit. Ambil contoh Jakarta yang merupakan pusat ekonomi (bisnis) dan pemerintahan (ibu kota negara). Pembangunan mal-mal atau sentra-sentra perbelanjaan baru yang besar dan megah selalu terjadi.

Lahan semakin menyempit, ditumbuhi hutan-hutan beton dan baja. Jakarta terus diperkuat magnet dan daya tariknya sebagai sentra ekonomi. Daerah-daerah di luar Jakarta, apalagi di luar Jawa, dibiarkan mengurusi dirinya sendiri dengan kondisi keuangan yang megap-megap atau dikatakan minim. Untuk menggaji pegawai saja kekurangan, bagaimana mungkin membangun daerahnya, hingga ke pelosok? Di sinilah peran pemerintah pusat. Pemerintah harus segera memeratakan pembangunan di daerah, dan menarik masyarakat untuk ikut berperan di dalamnya untuk bersama-sama membangun daerah, agar masyarakat bisa mencari penghidupan secara memadai, di daerahnya sendiri.

Thursday, September 1, 2011

Tips Mudik Asik Untuk Mahasiswa

Mudik merupakan ritual yang biasa dilakukan oleh segala usia. Mereka yang tinggal jauh dari orangtua demi mengenyam pendidikan atau atas nama pekerjaan, dengan senang hati menyambut kesempatan tersebut.

Berbagai moda transportasi tersedia bagi kamu yang memutuskan berkumpul bersama keluarga tercinta di Hari Raya Lebaran nanti. Mulai dari transportasi darat, seperti kendaraan pribadi, agen travel, kereta api, dan bus, maupun pesawat terbang.

Buah tangan untuk orang-orang terkasih juga tidak luput dipersiapkan. Namun, sudahkah kamu mempersiapkan dirimu sendiri dalam untuk perjalanan mudik?

Berikut beberapa tips yang dapat kamu tiru untuk mempersiapkan diri dalam menjalani ritual mudik.

1. Tentukan moda transportasi yang akan kamu gunakan.
Jika memang menggunakan kendaraan umum, seperti bis, travel, kereta api, kapal laut, maupun pesawat, carilah tiket di berbagai agen penjualan.

Apabila tidak mendapatkan tiket untuk berbagai kendaraan umum tersebut dan ingin menggunakan kendaraan pribadi, yaitu mobil atau motor, persiapkan kendaraan tersebut. Cek kembali kondisi kendaraanmu. Ganti oli, rem, ban cadangan, dan sebagainya.

2. Selesaikan tugas atau pekerjaan secepat mungkin.
Mendekati libur Lebaran, pihak kampus maupun kantor akan memberikan banyak PR yang harus kamu kerjakan. Sebaiknya, kamu selesaikan dulu semua PR tersebut sebelum memulai liburan. Sehingga kamu dapat berlibur dengan tenang dan tanpa beban.

3. Catat semua barang yang akan kamu bawa ketika mudik.
Ingat, kamu hanya mudik untuk beberapa waktu, bukan menetap selamanya. Maka, tidak perlu memboyong isi seluruh lemarimu atau bahkan memindahkan isi kamarmu ke dalam koper.

Catatlah barang-barang yang memang kamu butuhkan selama di kampung halaman. Membuat catatan akan membantumu mempermudah mengemas barang-barang bawaan dalam koper, dan menghindari ada barang yang tertinggal.

4. Mulailah membeli oleh-oleh.
Hal ini berlaku bagi kamu yang memang ingin membawakan buah tangan ke kampung halaman. Akan lebih baik jika kamu juga mencatat apa yang akan kamu beli sebelum kamu tiba di toko tersebut. Ini untuk menghindari ada barang yang lupa dibeli atau over budget.

5. Siapkan obat-obat andalanmu.
Kamu lah yang mengetahui dengan baik kondisi tubuhmu. Jangan sampai perjalanan mudik yang khususnya memakan waktu lama, membuatmu merasa sengsara.

Sediakan obat maag andalanmu jika memang memiliki penyakit maag. Atau bagi kamu yang menderita mabuk darat, siapkan obat anti mabuk, minyak kayu putih, balsem, dan kantung plastik yang cukup banyak dalam perjalanan. Ingat, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Jangan sampai, kenyamanan pemudik yang lain atau bahkan anggota keluargamu merasa terganggu dan direpotkan.

6. Bawa CD lagu, komik, atau alat hiburan favorit.
Ini wajib hukumnya bagi kamu yang akan menjalani perjalanan yang sangat panjang. Bawalah barang-barang yang dapat membantu mengatasi kebosanan selama perjalanan.

7. Jagalah selalu barang-barang milikmu.
Bagi kamu yang menggunakan transportasi umum, jagalah selalu barang-barang pribadimu. Jangan memancing kejahatan dengan memamerkan segala barang yang kamu miliki di kendaraan umum.

Sekarang mudik juga bisa terasa menyenangkan dong? Selamat mencoba!

Liburan VS Tugas Kuliah

Kedatangan libur panjang tidak hanya disambut gembira oleh kalangan anak-anak saja. Tapi ternyata, juga dirasakan oleh tiap kalangan, tidak terkecuali mahasiswa.
Libur panjang menjelang hari Lebaran menjadi kabar gembira bagi mahasiswa. Namun, bagi kampus yang telah memulai kegiatan perkuliahan semester baru, para dosen juga turut memberikan 'hadiah' cuma-cuma bagi mahasiswa.

Tugas-tugas sulit dan makalah panjang biasanya menjadi 'hadiah' favorit bagi dosen untuk mahasiswa yang akan menikmati libur panjang. Nah, bagaimana mengatasi agar rencana liburanmu yang sudah tertata rapi dibarengi dengan menyelesaikan tugas yang menumpuk?

Jawabannya cukup sederhana, yakni manajemen waktu. Jika tidak ingin rencana liburan yang telah terancang rapi terpaksa berantakan karena tugas kuliah, ada baiknya kamu segera mulai mencicil mengerjakan tugas kuliah sejak jauh-jauh hari.

Libur panjang yang biasanya diisi dengan berbagai kegiatan, akan menimbulkan hawa malas di sekitarmu sehingga akibat paling naas adalah tugas kuliahmu terbengkalai. Belum lagi 'imbalan' dari dosen berupa muka sangarnya atau bahkan tidak segan dia akan memberikan nilai jelek yang akan menjatuhkan IP di akhir semester.

Jika memang tugas tersebut terlalu banyak untuk dikerjakan dalam satu hari, maka jangan dipaksakan. Memaksakan diri menyelesaikan tugas membuat otakmu harus bekerja lebih cepat di saat seharusnya bersantai.

Pembuatan jadwal libur dan jadwal pengerjaan tugas beserta kemajuannya akan membantumu untuk tetap terus teratur dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Tapi bagi kamu yang memiliki prinsip bersenang-senang dulu baru kerja keras, dibutukan metode yang berbeda pula. Beberapa orang merasa, dengan menjalani liburan dengan berekreasi atau sekadar bersantai di rumah, akan memperikan insiprasi dan semangat baru untuk mengerjakan tugas yang telah menanti. Asalkan, pasang alarm atau reminder agar selalu mengingatkanmu terhadap PR tersebut.

Selamat mencoba!

Wednesday, August 10, 2011

Tips Melamar Kerja Bidang Sosial Media

Sosial media belakangan ini sedang digandrungi loh, enggak cuma untuk sarana eksis saja, akhir-akhir ini, perusahaan-perusahaan juga sedang gencar menggunakan jasa sosial media untuk keperluan marketing.

Marketing melalui sosial media dinilai sangat mudah dan murah, perusahaan hanya membayar orang untuk mengelola akun perusahaan baik melalui Facebook atau Twitter. Orang yang mengelola akun tersebut dinamakan sosial media marketer.

Dengan kemudahan dan keefektifan yang ditawarkan sosial media, perusahaan berlomba-lomba membuka lowongan untuk mengisi posisi ini. Namun, apa saja ya yang dibutuhkan untuk melamar pekerjaan tersebut? Mari simak tips yang dikutip dari JobsDB, Minggu (7/8/2011).

1. Resume dan Sampul Surat Lamaran
Buatlah resume yang mampu membuat HRD melirik kamu dengan menyertakan alamat blog atau website-mu di sampul surat.

2. Mobile
Jika ingin melamar posisi ini, tentulah kamu harus punya telepon selular (ponsel), minimal smartphone untuk akses internet cepat. Ponselmu akan sangat berguna bahkan pada saat melakukan interview kerja loh. Pasalnya kamu bisa jelaskan metodemu dalam mengolah akun social media dengan mudah.

3. Kekinian
Tunjukkan kapabilitasmu sebagai pengolah konten social media dengan meng-up date tren social media yang sedang ramai di masyarakat. Dengan begitu, perusahaan pun akan percaya kemampuan dan eksistensimu di posisi yang kamu ajukan.

4. Gunakan avatar yang bagus
Ganti foto profilmu di akun-akun social media yang kirannya akan menjadi rujukan untuk kamu perlihatkan saat wawancara. Pastikan se-profesional mungkin, beri sentuhan photoshop agar mendapatkan kesan profesional dan memiliki daya tarik.

5. Publikasi secara Konsisten
Bagi kamu yang aktif menulis blog dan mikroblogging serupa twitter, pastikan untuk mem-posting contenmu secara konsiten. Tinggalkan traffic social media untuk sementara, ganti dengan postingan yang "berbobot" atau yang bersifat informatif secara berkala. Misal dalam satu hari, kamu posting sebanyak 4-5 kali dengan waktu yang bisa kamu sesuaikan, jangan posting 20 konten sekaligus.

6. Tetap Orisinal
Kebanyakan blog hanya memonitor blog lain dan me-repost kembali kontennya, jika kamu punya orisinalitas, maka itu merupakan nilai tambah untukmu.

Wednesday, July 13, 2011

Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Peradaban Dunia

Bahasa merupakan media untuk menyampaikan pesan atau informasi dari satu individu kepada individu lain atau lebih. baik itu secara lisan maupun tulisan. Pernyataan tersebut sangat benar dan sudah menjadi aksioma. Satu orang pun tidak ada yang akan membantah dengan pernyataan tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari hampir semua aktifitas kita menggunakan bahasa, baik menggunakan bahasa lisan, bahasa tulisan maupun bahasa tubuh. Bahkan saat tidur pun terkadang kita tanpa sadar menggunakan bahasa.
Sebuah bangsa pasti memiliki bahasa, walaupun ada beberapa bangsa yang meminjam bahasa dari bangsa lain. Kita sebagai masyarakat bangsa Indonesia sangat beruntung memiliki bahasa Indonesia, walaupun sebenarnya bahasa Indonesia berakar dari bahasa Melayu Riau. Akan tetapi, sekarang bahasa Indonesia adalah bahasa Indonesia, dan bahasa Melayu adalah bahasa Melayu, dua bahasa yang serumpun tapi tidak sama. Bahasa Indonesia berkembang dengan sendirnya sesuai dengan aturannya, dan bahasa Melayu berdiri sendiri menuju perkembangannya. Setujukah Anda bila bahasa Indonesia bukan bahasa Melayu?
Kita sebagai pemilik bahasa Indonesia bukanlah bermaksud atau bersikap seperti “kacang yang lupa akan kulitnya”, melupakan bahasa Melayu sebagai cikal bakal bahasa Indonesia. Mungkin tanpa bahasa Melayu, bahasa Indonesia tidak akan pernah ada. Akan tetapi, kita ingin memposisikan bahasa Indonesia pada posisinya, seperti yang telah termaktub dalam Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda mengikrarkan tiga hal yang sakral dalam sejarah dan proses kemerdekaan Indonesia, satu diantaranya adalah “Menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Menjunjung berarti menurut, menaati dan memuliakan (KBBI). Menjunjung tinggi bahasa Indoensia, berarti menaati dan memuliakan bahasa Indonesia sebagai bahasa peratuan dan nasional Indonesia. Demikianlah sumpah yang diikrarkan oleh pemuda-pemudi bangsa Indonesia pada tahun 1928. Bagaimana dengan pemuda-pemudi Indonesia sekarang??
Melihat kondisi pemakai bahasa Indonesia sekarang, sepertinya cape deh harus menggunakan bahasa Indonesia yang berkelit dan selalu berpedoman kepada yang baik dan benar.
“Yang penting apa yang ingin kita sampaikan orang mengerti dan paham, mau pake bahasa campur aduk kek, saya mau pake bahasa Indonesia campur bahasa Inggris kek,campur lagi dengan bahasa daerah kek, toh yang baca juga paham. Cape deh, please dong jangan diperbesar masalah-masalah kecil kayaki gini”.
Benar dan pantaskah bila kita sebagai pemilik bahasa Indonesia berasumsi demikian? Masyarakat Indonesia pada umumnya dwibahasawan. Akan tetapi, bukan berarti kita bisa seenaknya mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa lain tanpa mengindahkan aturan dan kaidah yang ada. Bersikap positiflah terhadap bahasa Indonesia, karena bahasa yang kita gunakan menunjukkan kepribadian kita sebagai bangsa Indonesia. Jepang dan Prancis adalah contoh negara yang sangat taat dan menghargai bahasanya sendiri.
Pernahkah kita berpikir bahasa Indonesia esok akan menjadi bahasa peradaban dunia?
Bukan hal yang mustahil bahasa Indonesia esok akan menjadi bahasa perdaban dunia, bahasa yang digunakan sebagai bahasa internasional. Dilihat dari struktur dan pembacaan bahasa Indonesia yang sangat sederhana, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang tidak sulit untuk dipelajari. Suatu bukti yang meyakinkan bila esok bahasa Indonesia akan menjadi bahasa peradaban dunia, lebih dari 50 negara di Dunia telah mempelajari dan menjadikan bahasa Indonesia sebagai satu diantara mata pelajaran di sekolah mereka. Kita sebagai pemilik bahasa Indonesia harus banggga karena bahasa kita dipelajari bangsa lain. Mengapa kita harus belajar bahasa asing, bila bahasa kita kelak mampu menjadi bahasa Internasional dan bahasa peradaban dunia?
Jawaban dari pertanyaan tersebut ada pada diri kita sebagai pemilik dan pengguna bahasa Indonesia. Kita harus konsisten dan bersikap positif terhadap bahasa Indonesia. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebenarnya tidak sulit, yang membuat sulit karena kita telah terbiasa dengan kesalahan yang ada dan selalu cape’ untuk mempelajarinya dengan segala kerendahan hati. Kita selalu beranggapan, “untuk apa mempelajari bahasa Indonesia, bukankah kita orang Indonesia yang secara otomatis mengerti menggunakan bahasa Indonesia”. Bilamana pendapat ini terus berkembang, pupus sudah harapan kita menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa perdaban dunia.
Hidup bahasa Indonesia!

Wednesday, June 29, 2011

Mahasiswa Hanya Mengejar Gelar

MELIHAT realitas yang terjadi, khususnya di kalangan perguruan tinggi, mayoritas mahasiswa masih belum mampu memahami identitas sosialnya. Yakni, sebagai generasi dengan sikap progresif dan militansi cukup signifikan untuk mendorong perubahan masyarakat.

Kebanyakan mahasiswa hanya sibuk dengan tugas yang diberikan oleh dosen. Mereka jarang terlibat kegiatan-kegiatan di masyarakat, sehingga tidak mengerti perkembangan di masyarakat itu sendiri.

Mahasiswa harus mampu menyeimbangkan diri terhadap kondisi sosial masyarakat, sehingga kegiatan di kampus tidak semata-mata kuliah  dan kemudian pulang mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen. Di balik itu semua, mahasiswa mempunyai tugas dan peran yang penting dalam masyarakat, terutama untuk kemajuan negara Indonesia.

Fakta yang terjadi di kalangan mahasiswa sekarang sangat berlawanan dengan pandangan masyarakat pada umumnya, tidak memiliki harkat dan martabat tinggi. Karena masih banyak lulusan mahasiswa yang sulit mencari kerja dan bertindak anarkis yang kurang mencermikan agen perubahan.

Pembangunan idealisme akan kesadaran kritis bukanlah yang bersifat progresif terhadap realitas. Peran mahasiswa sebagai kaum intelektual sudah terdegradasi. Padahal mahasiswa adalah harapan rakyat sebagai regenerasi muda bangsa Indonesia. Akan tetapi, apa yang diinginkan oleh mahasiswa tidak sejalan dengan keinginan rakyat, bahkan rakyat menilai jika mahasiswa itu hanya bisa bertindak anarkis saja.

Sebagian besar mahasiswa di era sekarang ini, hanya mengejar gelar. Mahasiswa seakan-akan tidak peduli dengan segala kebutuhan masyarakat tehadap pemerintah. Hanya segelintir mahasiswa yang masih mau menyalurkan amanat dari masyarakat dengan cara yang baik.

Selain itu mahasiswa sekarang yang mengalami degradasi, baik dari segi intelektualisme, idealisme, patriotisme, maupun semangat jati diri mereka, cenderung untuk berpikir pragmatis dalam menghadapi persoalan. Hal tersebut terjadi karena pengaruh budaya barat yang tidak terkendali telah meracuni pemuda dan mahasiswa.

Kesimpulannya adalah peran mahasiswa sangat besar, namun mereka kurang sadar akan hal tersebut, sehingga mereka hanya dengan mudahnya menyelesaikan persoalan menggunakan emosi. Lepas dari pandangan buruk tentang mahasiswa, masih banyak mahasiswa yang menggunakan intelektualnya untuk ikut serta membangun masyarakat.

Humanisasi Guru dan Kebangkitan Indonesia


Ilustrasi: ist.

ADA satu ciri khas utama dari intelektual generasi pertama, yakni kesungguhannya dalam mendidik. Pada ciri ini, mendidik tidak disempitkan dalam makna memberi ikan untuk langsung dimasak. Akan tetapi, mendidik diartikan sebagai proses memanusiakan dengan mengajarkan, menuntun bagaimana menggunakan pancing dengan benar.

Jacques Rolland mengatakan, “Bertanya adalah suatu proses latihan berpikir.” Pola pendidikan yang cenderung searah tidak mungkin melahirkan manusia-manusia Indonesia yang memiliki tradisi berpikir kuat.

Maka esensi pendidikan adalah bertanya. Tanpa bertanya, tak ada pencarian. Karena sejatinya berilmu adalah proses pencarian abadi tentang kebenaran. Dan guru adalah tour guide dalam taman pengetahuan.

Kita dapat melihat bagaimana kiprah HOS Tjokroaminoto yang menjadi guru sekaligus pendidik bagi Soekarno, Kartosuwirjo, dan Semaun. Bagaimana Ahmad Dahlan dan Hasyim Asyari telah melahirkan manusia-manusia hebat.

Hari ini kita mendambakan hadirnya guru-guru agung yang menjadikan kegiatan mendidik sebagai jiwa. Bukan sekedar profesi. Guru yang menjadi kawan dialektika murid-muridnya dan juga partner diskusinya.

Makna seorang pendidik diilustrasikan secara cantik oleh Sokrates yang mengatakan, “Aku ini bukan bidan sekedar bidan. Bukan bidan yang hanya melahirkan bayi-bayi manusia. Tapi aku orang yang membidani lahirnya gagasan-gagasan brilian manusia.”

Guru, tidak hanya mengajar, tapi juga menggugah kesadaran murid. Di tengah samudera skeptisisme massal, adalah guru yang menjadi ujung tombak pengembalian optimisme kebangsaan yang dulu pernah Indonesia miliki.

Maka dari itu, miris hati melihat ribuan guru di Jawa Barat belum mendapatkan tunjangan sejak Juli 2010. Tarik menarik antara kepentingan eksekutif dan legistlatif Jawa Barat menjadikan guru sebagai objek kebijakan. Di sisi lain, anggaran tunjangan yang menjadi polemik pembahasan menimbulkan tanya, apakah perlu ditunda mengingat anggaran tunjangan yang semestinya sudah pasti?

Di titik ini, kiranya kita harus mengingatkan agar negara terlebih dulu memanusiakan guru.

Thursday, June 16, 2011

ANALISIS AKAR MASALAH DALAM MERANCANG INOVASI PENDIDIKAN


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan dunia dalam setengah abad terakhir ini dan dalam abad yang akan datang ditandai dengan kemajuan yang sangat pesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan ilmu pengetahuan tersebut telah menumbuhkan dan mendorong inovasi baru, baik dalam perkembangan ilmu itu sendiri maupun dalam menciptakan dan mengembangkan teknologi, demikian juga dalam meningkatkan kerja.
Pengalaman negara-negara maju menunjukkan bahwa keberhasilan mereka mencapai kemajuan tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan produktivitas rakyatnya, terutama pengetahuan dan produktivitas angkatan kerjanya. Mereka tidak henti-hentinya menciptakan inovasi di berbagai bidang, termasuk dalam bidang pendidikan.Kata inovasi seringkali dikaitkan dengan perubahan, tetapi tidak setiap perubahan dapat dikategorikan sebagai inovasi. Rogers (1983 : 11) memberikan batasan yang dimaksud dengan inovasi adalah suatu gagasan, praktek, atau objek benda yang dipandang baru oleh seseorang atau kelompok adopter lain. Kata "baru" bersifat sangat relatif, bisa karena seseorang baru mengetahui, atau bisa juga karena baru mau menerima meskipun sudah lama tahu.
Lebih lanjut Rogers (1983 : 12-16) mengemukakan karakteristik yang dikandung oleh suatu inovasi mencakup :
a)      Adanya keunggulan relatif ; sejauh mana inovasi dianggap lebih baik dari gagasan sebelumnya. Biasanya tolok ukurnya adalah faktor ekonomi, sosial, kepuasan, dan kenyamanan.
b)      Kesesuaian ; merujuk kepada bagaimana suatu inovasi dipandang konsisten dengan nilai-nilai yang ada, pengalaman yang lalu, dan sejauh mana dapat mengatasi kebutuhan calon penerima (adopter).
c)      Kompleksitas ; hal kompleksitas ini berkenaan dengan tingkat kesulitan suatu inovasi untuk dilaksanakan dibandingkan dengan kegunaannya. Apakah inovasi tersebut gagasannya sederhana atau sulit untuk dipahami, dan apakah tingkat kesulitan tersebut seimbang dengan kegunaannya.
d)     Trialabilitas ; aspek ini berkaitan dengan bagaimana tingkat ketercobaannya. Apakah inovasi tersebut mudah untuk diujicobakan.
e)      Observabilitas ; merujuk kepada bagaimana manfaat (hasil) inovasi dapat dilihat oleh masyarakat terutama masyarakat sasaran.
Pada dasarnya, inovasi diciptakan untuk memecahkan masalah. Dalam bidang pendidikan, inovasi diciptakan dengan tujuan untuk memecahkan berbagai masalah yang muncul di suatu instisuti pendidikan. Tanpa adanya inovasi, biasanya sebuah institusi pendidikan akan sulit mencapai kemajuan, terutama dalam mencapai target organiasasi yang telah dirancanga bersama.
Oleh karena itu, langkah awal dalam menciptakan sebuah inovasi aadalah mendeteksi akar permasalahan yang muncul di dunia pendidikan. Dengan analisis akar masalah, kita dapat menemukan inovasi apa yang paling tepat untuk diimplementasikan guna nenecahkan masalah tersebut.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana prosedur dalam menganalisis akar permasalahan dalam inovasi pendidikan? Dan apa fungsi dari analisa tersebut?

C. Tujuan Penulisan
Makalah ini menjelaskan tahapan-tahapan dalam melakukan sebuah analisa akar masalah dalam inovasi pendidikan. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan informasi kepada pihak-piohak yang berkepentingan dalam pendidikan, agar nantinya dapat merancang sebuah inovasi yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.

D. Manfaat Penulisan
Semoga makalah ini memberikan kontribusi yang berarti bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya, terutama para praktisi pendidikan yang akan menciptakan inovasi pendidikan guna meningkatkan mutu pendidikan dan tercapainya tujuan nasional pendidikan yakni mencetak insan-insan yang cerdas, kompetitif dan bermartabat.

     BAB II
PEMBAHASAN
A. Permasalahan Pendidikan
Pendidikan dalam arti umum mencakup segala usaha dan perbuatan dari generasi tua untuk mengalihkan pengalamannya, pengetahuannya, kecakapannya serta keterampilannya kepada generasi muda untuk memungkinkannya melakukan fungsi hidupnya dalam pergaulan bersama dengan sebaik-baiknya.
Filsafat dalam pendidikan (filsafat pendidikan) digunakan untuk memecahkan problem hidup dan kehidupan manusia sepanjang perkembangannya dan digunakan untuk memecahkan problematika pendidikan masa kini.
Beberapa masalah pendidikan yang sering muncul, yaitu :
1)      Masalah pertama dan yang mendasar ialah tentang hakikat pendidikan.
Mengapa pendidikan itu harus ada pada manusia. Adalah merupakan hakikat hidup dan kehidupan. Apakah hakikat manusia itu dan bagaimana hubungan antara pendidikan dengan hidup dan kehidupan manusia?
2)      Apakah pendidikan itu berguna untuk membina kepribadian manusia?
Apakah potensi hereditas yang menentukan kepribadian manusia?
Apakah ada faktor yang dari luar dan lingkungan, tetapi tidak berkembang dengan baik?
3)      Apakah sebenarnya tujuan pendidikan itu? Apakah pendidikan itu untuk individu atau untuk kepentingan masyarakat? Apakah pembinaan itu untuk dan demi kehidupan riil dan material di dunia ataukah untuk kehidupan di akhirat kelak?
4)      Siapakah hakikatnya yang bertanggung jawab atas pendidikan?
Bagaimana hubungan tanggung jawab antara keluarga, masyarakat, dan sekolah terhadap pendidikan?
5)      Apakah hakikat kepribadian manusia itu? Manakah yang lebih untuk dididik; akal, perasaan, atau kemauannya, pendidikan jasmani atau mentalnya, pendidikan skill ataukah intelektualnya atau kesemuanya itu?
6)      Apakah hakikat masyarakat dan bagaimana kedudukan individu dalam masyarakat? Apakah individu itu independen, ataukah dependen dalam masyarakat?
7)      Apakah isi kurikulum yang relevan dengan pendidikan yang ideal?
Apakah kurikulum itu mengutamakan pembinaan kepribadian?
8)      Bagaimana metoda pendidikan yang efektif untuk mencapai tujuan pendidikan yang ideal? Bagaimana kepemimpinannya dan pengaturan aspek-aspek sosial paedagogis lainnya?
9)      Bagaimana asas penyelenggaraan pendidikan yang baik, apakah sentralisasi, desentralisasi, ataukah otonomi, apakah oleh Negara, ataukah swasta?
Permasalahan-permasalahan tersebut dapat dijawab dengan analisa filsafat sebagai berikut :
a)      Pendidikan mutlak harus ada pada manusia, karena pendidikan merupakan hakikat hidup dan kehidupan. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk Allah yang dibekali dengan berbagai kelebihan, di antaranya kemampuan berfikir, kemampuan berperasaan, kemampuan mencari kebenaran, dan kemampuan lainnya. Kemampuan-kemampuan tersebut tidak akan berkembang apabila manusia tidak mendapatkan pendidikan. Allah SWT dengan jelas memerintahkan kita untuk “IQRO” dalam surat Al-Alaq yang merupakan kalamullah pertama pada Rosulullah SAW. Iqro di sini tidak bisa diartikan secara sempit sebagai “bacalah”, tetapi dalam arti luas agar manusia menggunakan dan mengembangkan kemampuan-kemampuan yang telah Allah SWT berikan sebagai khalifah fil ardl. Sehingga pendidikan merupakan sarana untuk melaksanakan dan perwujudan tugas manusia sebagai utusan Allah di bumi ini. Pendidikan adalah proses penyesuian diri secara timbal balik antara manusia dengan alam, dengan sesama manusia atau juga pengembangan dan penyempurnaan secara teratur dari semua potensi moral, intelektual, dan jasmaniah manusia oleh dan untuk kepentingan pribadi dirinya dan masyarakat yang ditujukan untuk kepentingan tersebut dalam hubungannya dengan Sang Maha Pencipta sebagai tujuan akhir.
b)      Pendidikan berguna untuk membina kepribadian manusia. Dengan pendidikan maka terbentuklah pribadi yang baik sehingga di dalam pergaulan dengan manusia lain, individu dapat hidup dengan tenang. Pendidikan membantu agar tiap individu mampu menjadi anggota kesatuan sosial manusia tanpa kehilangan pribadinya masing-masing. Sejak dahulu, disepakati bahwa dalam pribadi individu tumbuh atas dua kekuatan yaitu : kekuatan dari dalam (kemampuan-kemampuan dasar), Ki Hajar Dewantara menyebutnya dengan istilah “faktor dasar” dan kekuatan dari luar (faktor lingkungan), Ki Hajar Dewantara menyebutnya dengan istilah “faktor ajar”.
c)      Teori konvergensi yang berpendapat bahwa kemampuan dasar dan faktor dari luar saling memberi pengaruh, kedua kekuatan itu sebenarnya berpadu menjadi satu. Si pribadi terpengaruh lingkungan, dan lingkungan pun diubah oleh si pribadi. Faktor-faktor intern (dari dalam) berkembang dan hasil perkembangannya digunakan untuk mengembangkan pribadi di lingkungan. Faktor dari luar dan lingkungan kadang tidak berkembang dengan baik, misalnya ketika pribadi terpengaruh oleh hal-hal negatif yang timbul dari luar dirinya.
d)     Pendidikan adalah proses penyesuian diri secara timbal balik antara manusia dengan alam, dengan sesama manusia atau juga pengembangan dan penyempurnaan secara teratur dari semua potensi moral, intelektual, dan jasmaniah manusia oleh dan untuk kepentingan pribadi dirinya dan masyarakat yang ditujukan untuk kepentingan tersebut dalam hubungannya dengan Sang Maha Pencipta sebagai tujuan akhir.
e)      Secara sederhana Ahmad D. Marimba mengatakan bahwa, “Pendidikan adalah bimbingan secara sadar oleh si pendidik terhadap si terdidik dalam hal perkembangan jasmani dan rohani menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Tujuan Pendidikan Nasional adalah menghasilkan manusia yang berkualitas yang dideskripsikan dengan jelas dalam UU No. 20 tentang Sistem Pendidikan tahun 2003, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, profesional, bertanggung jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani, berjiwa patriotik, cinta tanah air, mempunyai semangat kebangsaan, kesetiakawanan sosial, kesadaran pada sejarah bangsa, menghargai jasa pahlawan, dan berorientasi pada masa depan.
f)       Pada hakikatnya pendidikan menjadi tanggung jawab bersama, yakni keluarga, masyarakat, dan sekolah/ lembaga pendidikan. Keluarga sebagai lembaga pertama dan utama pendidikan, masyarakat sebagai tempat berkembangnya pendidikan, dan sekolah sebagai lembaga formal dalam pendidikan. Pendidikan keluarga sebagai peletak dasar pembentukan kepribadian anak. Keluarga yang menghadirkan anak ke dunia, secara kodrat bertugas mendidik anak. Kebiasaan-kebiasaan yang ada di keluarga akan sangat membekas dalam diri individu setelah individu makin tumbuh berkembang. Selanjutnya pengaruh dari sekolah dan masyarakat yang akan tertanam dalam diri anak.
g)      Kata kepribadian berasal dari kata personality (bahasa Inggris) yang berasal dari kata persona (bahasa Latin yang berarti kedok/ topeng) yang maksudnya menggambarkan perilaku, watak/ pribadi seseorang. Hal itu dilakukan oleh karena terdapat ciri-ciri yang khas yang dimiliki oleh seseorang tersebut baik dalam arti kepribadian yang baik ataupun yang kurang baik.
h)      Kurikulum yang relevan dengan pendidikan yang ideal adalah kurikulum yang sesuai dengan perkembangan dan tuntutan jaman. Kurikulum menekankan pada aspek kognitif, afektif, dan pertumbuhan yang normal. Pembinaan kepribadian merupakan kajian utama kurikulum. Materi program berupa kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan self-esteem, motivasi berprestasi, kemampuan pemecahan masalah perumusan tujuan, perencanaan, efektifitas, hubungan antar pribadi, keterampilan berkomunikasi, keefektifan lintas budaya, dan perilaku yang bertanggung jawab.
i)        Metode pendidikan sangat berpengaruh terhadap tercapainya tujuan pendidikan yang ideal. Metode yang tepat jika mengandung nilai-nilai intrinsik dan ekstrinsik yang sejalan dengan mata pelajaran dan secara fungsional dapat dipakai untuk merealisasikan nilai-nilai ideal yang terkandung dalam tujuan pendidikan Islam. Guru sebagai pendidik mempunyai tanggung jawab untuk memilih, menggunakan dan memberikan metode yang efektif dalam mencapai tujuan pendidikan yang tercantum dalam kurikulum. Kepemimpinan dan pengaturan aspek-aspek paedagogis harus dilakukan para pelaku pendidikan guna memperlancar proses tercapainya tujuan pendidikan yang ideal.

B. Inovasi Pendidikan
Inovasi didefinisikan sebagai suatu ide, praktek atau obyek yang dianggap sebagai sesuatu yang baru oleh seorang individu atau satu kelompok sosial. Inovasi dalam bidang pendidikan adalah sesuatu yang baru dalam bidang pendidikan yang diciptakan guna memecahkan masalah pendidikan.

C. Analisis Akar Masalah dalam Inovasi Pendidikan
Analisis akar masalah dalam bidang pendidikan merupakan salah satu cara untuk mengidentifikasi dan investigasi yang efisien dalam menganalisa risiko yang timbul, untuk membantu manajemen mencari solusi perbaikan dan meningkatkan mutu pelayanan pendidikan.
Sebelum melakukan sebuah proyek inovasi, diperlukan analisa tentang situasi yang akan berkaitan dengan proyek tersebut. Masalah yang paling penting adalah melakukan identifikasi dengan analisis akar masalah, yang menjadi fokus utama dalam sebuah proyek inovasi. Sebelum memulai investigasi masalah, perlu dikumpulkan fakta-fakta untuk membatasi proyek.
Pembatasan
Perencana inovasi harus menentukan apa yang menjadi masalah, termasuk di dalam proyek inovasi dan apa saja yang termasuk didalamnya. Batasi proyek dan tetapkan analisis masalah untuk mengidentifikasi batasan agar memudahkan untuk mencari solusi yang lebih spesifik. Hasilnya, masalah spesifik akan dapat diselesaikan lebih efektif.
Rencanakan proyek inovasi dengan memasukkan definisi dan batasan waktu. Setelah itu, perencana dapat memulai mencari masalah yang ada pada populasi target di daerah yang spesifik. Batasan yang jelas akan proyek akan membuat proyek lebih konsisten, dan outcome dari proyek inovasi tersebut akan sesuai dengan identifikasi masalah diawal.
1.      Analisis Masalah
Analisis masalah adalah sesuatu yang terpenting dalam merencanakan proyek, sehingga dapat mengetahui intervensi apa yang dapat diterapkan. Ini merupakan dasar dari design proyek. Analisis masalah termasuk :
a)      Verifikasi analisis subjek;
b)      Identifikasi masalah yang terkait subjek;
c)      Membangun hirarki sebab akibat didalam masalah;
d)     Memvisualisasikan hubungan sebab akibat di dalam diagram.
Tiga tahap dalam proses analisis dalam metode analisis masalah adalah sebagai berikut.
a)      Analisis masalah terkait dengan subjek (gambaran sebenarnya)
b)      Analisis tujuan (gambaran masa depan, situasi yang diinginkan)
c)      Analisis strategi (perbandingan antar perbedaan kenyataan dengan tujuan)
Berikut ini adalah langkah-langkah dalam melakukan analisis sebuah masalah adalah sebagai berikut.
Ø  Identifikasi masalah utama, berdasarkan informasi yang tersedia.
Tujuan dari langkah ini adalah untuk menjamin semua aspek proyek pada suatu daerah tidak sama dengan proyek yang baru. Alat untuk mengumpulkan data adalah brainstorming dengan para stakeholder, pemetaan komunitas, mengumpulkan komentar anggota organisasi pendidikan tentang fasilitas sebuah lembaga pendidikan.
Ø  Pilih salah satu masalah utama untuk dianalisis
Setelah mengidentifikasi seluruh masalah yang ada, tentukan masalah yang merupakan inti dari masalah yang menjadi target pada proyek inovasi, . yang dicoba diselesaikan dengan mengimplementasikan proyek. Pemilihan inti masalah harus dikomunikasikan dengan stakeholder pendidikan.
Ø  Identifikasi sebab langsung dari masalah utama dan menyusun pohon masalah
Memiliki identifikasi merupakan poin awal untuk menganalisis masalah, kita mengetahui inti untuk membangun pohon masalah. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui semua sebab langsung dari inti masalah pendidikan.
Ø  Identifikasi akibat langsung dari inti masalah dan buat dalam pohon masalah
Pada tahap ini, kita melihat akibat dari masalah timbul di sebuah lembaga pendidikan untuk dapat dicari solusinya.
Ø  Meninjau ulang pohon masalah
Langkah terakhir adalah meninjau kembali pohon masalah untuk memastikan sudah valid dan lengkap. Pohon tersebut harus terlihat dan memberikan logika dari hubungan sebab dan akibat.

2.      Analisis Pohon Masalah
Pohon masalah menunjukkan masalah serta akar dan akibatnya, yang berarti menunjukkan keadaan sebenarnya atau situasi yang tidak diharapkan. Analisis pohon masalah membantu untuk menemukan solusi dengan memetakan sebab dan akibat di sekitar masalah utama untuk membentuk pola pikir, tetapi dengan lebih terstruktur.
Analisis pohon masalah dalam bidang pendidikan sebaiknya dilakukan pada focus grup kecil sekitar 6 -8 orang dengan menggunakan kertas flipchart atau OHP. Langkah awal adalah mendiskusikan dan menyetujui masalah atau isu yang akan dianalisis. Masalah atau isu dituliskan ditengah flipchart dan menjadi inti masalah. Kata-kata yang menjadi inti masalah tidak panjang, yang penting dapat menjelaskan isu yang dimaksud kepada setiap orang dan semua menyetujuinya. Selanjutnya, grup melakukan identifikasi penyebab inti masalah (yang akan menjadi akar) dan mengidentifikasi akibat (yang akan menjadi cabang).
Inti dari latihan ini adalah diskusi, dialog dan debat untuk menemukan faktor-faktor yang berhubungan serta seringkali membentuk pembagian akar dan cabang lagi (seperti peta berfikir).

v  Beberapa keuntungannya :
­            Masalah dapat dipecah menjadi potongan-potongan yang lebih dapat diatur dan didefinisikan. Ini memungkinkan untuk membuat prioritas dan membantu objektif focus. Selain itu, dengan menganalisis pohon masalah, kita akan lebih mengerti masalah dan seringkali menghubungkan sebab-sebab yang berlawanan. Seringkali ini merupakan langkah awal untuk menemukan ide-ide baru dalam menciptakan sebuah inovasi pendidikan yang bermanfaat. Analisis pohon masalah pun berguna untuk mengidentifikasi isu dan pendapat yang mendukung, dan menolong orang yang berperan pada setiap tahap dan proses.
            Keuntungan lain dari analisis pohon masalah juga untuk membuat informasi selanjutnya, sumberdaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan proyek atau membangun solusi yang meyakinkan. Analisis pohon masalah pun membantu kita untuk mengetahui isu saat ini, isu yang lampau, semuanya dapat teridentifikasi. Proses analisis pun seringkali membantu untuk membangun rasa berbagi dan saling pengertian dalam menentukan tujuan dan langkah selanjutnya.
Metode pohon masalah adalah metode perencanaan berdasarkan kebutuhan. Analisis pohon masalah diikuti dengan perencanaan proyek yang aktual.
v  Cara membuat analisis pohon masalah pendidikan.
            Berikut ini adalah cara membuat analisis pohon masalah dalam pendidikan.
a)      Identifikasi satu atau dua masalah inti yang mempengaruhi target populasi.
b)      Identifikasi masalah yang terkait dalam bidang pendidikan.
c)      Analisis dan identifikasi hubungan sebab dan akibat dan membuat pendahuluan dari pohon masalah.
d)     Mengecek hubungan kausal yang logis.

D. Analilis SWOT dalam Inovasi
Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threat) adalah sebuah pendekatan analisis guna mendeteksi kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang klita miliki dalam menciptakan sebuah inovasi pendidikan.
Pada umumnya, langkah-langkah untuk menganalisis SWOT adalah sebagai berikut:
Langkah 1
Identifikasi kelemahan dan ancaman yang paling urgen untuk diatasi secara umum pada semua komponen pendidikan.
Langkah 2
Identifikasi kekuatan dan peluang yang diperkirakan cocok untuk upaya mengatasi kelemahan dan ancaman yang telah diidentifikasi lebih dahulu pada langkah pertama.
Langkah 3
Masukkan butir-butir hasil identifikasi (Langkah 1 dan Langkah 2) ke dalam Bagan Deskripsi SWOT. Langkah ini dapat dilakukan secara keseluruhan, atau jika terlalu banyak, dapat dipilah menjadi analisi SWOT untuk komponen masukan, proses, dan keluaran.
Langkah 4
Rumuskan strategi atau strategi-strategi yang direkomendasikan untuk menangani kelemahan dan ancaman, termasuk pemecahan masalah , perbaikan, dan pengembangan lebih lanjut.
Langkah 5:
Tentukan prioritas penanganan kelemahan dan ancaman itu, dan susunlah suatu rencana tindakan untuk melaksanakan program penanganan.

E. Gap Analysis
Dalam menciptakan sebuah inovasi pendidikan, kita pun bisa menggunakan Gap Analysis. Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi perbedaan antara posisi organisasi saat ini dengan posisi organisasi yang diinginkan atau dicita-citakan pada masa depan.
Gap Analysis berakibat pada pengembangan strategi yang spesifik dan alokasi sumberdaya untuk menutup adanya gap (kesenjangan) tersebut. Dalam Gap Analysis perlu diperhatikan tuntutan minimum yang harus dipenuhi (minimum neccessary requirement atau MNR) untuk suatu institusi pendidikan. MNR dikenakan kepada setiap komponen (input-process-output-outcome-impact) evaluasi-diri untuk menjamin keberhasilan program studi. Keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh NMR.
Dengan gap analysis sebelum menciptakan sebuah inovasi pendidikan, kita bisa menyusun beberapa pertanyaan mendasar seperti nerikut:
a)      Seberapa bagus apa yang kita kerjakan dibanding institusi lain ?
b)      Kita ingin menjadi seperti apa?
c)      Siapa yang saat ini kinerjanya terbaik ?
d)     Bagaimana mereka mencapai kinerja terbaik tersebut?
e)      Bagaimana kita mengadopsi inovasi apa yang mereka lakukan untuk institusi kita?
f)       Bagaimana kita bisa menunjukkan kita lebih baik dibanding mereka ?


     BAB III
KESIMPULAN

Pada hakikatnya, sebuah inovasi diciptakan untuk memecahkan masalah. Analisis akar masalah dalam inovasi pendidikan adalah upaya pendekatan yang digunakan untuk mendeteksi akar permasalahan yang muncul dalam dunia pendidikan.
Sebelum menciptakan sebuah inovasi, para perencana hendaknya menganalisis dulu akar masalah yang ada. Dengan begitu, nantinya keputusan yang diambil dalam menciptakan sebuah inovasi akan berjalan sesuai dengan kebutuhan anggota sistem sosial pendidikan.
Selain menganalisis akar masalah, para perencana pun seyogyanya menganalisis masalah dan pohon masalah. Setelah itu, para perencana hendaknya melakukan analisis SWOT dengan mengacu pada pohon masalah yang telah dibuat. Dengan menganalisis SWOT, kita bisa mengukur tingkat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki organisasi dalam melaksanakan sebuah inovasi.