Kamis, 01 September 2011

Liburan VS Tugas Kuliah

Kedatangan libur panjang tidak hanya disambut gembira oleh kalangan anak-anak saja. Tapi ternyata, juga dirasakan oleh tiap kalangan, tidak terkecuali mahasiswa.
Libur panjang menjelang hari Lebaran menjadi kabar gembira bagi mahasiswa. Namun, bagi kampus yang telah memulai kegiatan perkuliahan semester baru, para dosen juga turut memberikan 'hadiah' cuma-cuma bagi mahasiswa.

Tugas-tugas sulit dan makalah panjang biasanya menjadi 'hadiah' favorit bagi dosen untuk mahasiswa yang akan menikmati libur panjang. Nah, bagaimana mengatasi agar rencana liburanmu yang sudah tertata rapi dibarengi dengan menyelesaikan tugas yang menumpuk?

Jawabannya cukup sederhana, yakni manajemen waktu. Jika tidak ingin rencana liburan yang telah terancang rapi terpaksa berantakan karena tugas kuliah, ada baiknya kamu segera mulai mencicil mengerjakan tugas kuliah sejak jauh-jauh hari.

Libur panjang yang biasanya diisi dengan berbagai kegiatan, akan menimbulkan hawa malas di sekitarmu sehingga akibat paling naas adalah tugas kuliahmu terbengkalai. Belum lagi 'imbalan' dari dosen berupa muka sangarnya atau bahkan tidak segan dia akan memberikan nilai jelek yang akan menjatuhkan IP di akhir semester.

Jika memang tugas tersebut terlalu banyak untuk dikerjakan dalam satu hari, maka jangan dipaksakan. Memaksakan diri menyelesaikan tugas membuat otakmu harus bekerja lebih cepat di saat seharusnya bersantai.

Pembuatan jadwal libur dan jadwal pengerjaan tugas beserta kemajuannya akan membantumu untuk tetap terus teratur dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Tapi bagi kamu yang memiliki prinsip bersenang-senang dulu baru kerja keras, dibutukan metode yang berbeda pula. Beberapa orang merasa, dengan menjalani liburan dengan berekreasi atau sekadar bersantai di rumah, akan memperikan insiprasi dan semangat baru untuk mengerjakan tugas yang telah menanti. Asalkan, pasang alarm atau reminder agar selalu mengingatkanmu terhadap PR tersebut.

Selamat mencoba!

Tidak ada komentar: