SOAL UJIAN SEKOLAH BAHASA INDONESIA
ANDROID BASED TEST ONLINE SYSTEM
⇒ SILAHKAN KLIK LINK INI ⇐
KETENTUAN TEST :
1. BERDOA SEBELUM MENGISI
2. ISI NAMA DAN KELAS
2. KERJAKAN YANG MUDAH TERLEBIH DAHULU
3. WAKTU PENGISIAN DIMULAI PUKUL 08.00 SAMPAI DITUTUP LINK PUKUL 13.00 WIB
4. TIDAK BOLEH DIKERJAKAN BERKELOMPOK
KERJAKAN DENGAN JUJUR DAN PENUH DENGAN RASA TANGGUNGJAWAB
Semua pasti setuju & meyakini bahwa pendidikan merupakan gerakan untuk membangkitkan bangsa & negara supaya mampu berdiri tegak, kokoh, maju dan terpandang dalam pergaulan di dunia internasional. Untuk membangun bangsa tentunya harus memiliki sumber manusia yang produktif, bermutu, disiplin dan bermartabat (human dignity). My Chanel : https://www.youtube.com/c/AriTeacherBahasa atau Join me in Facebook http://facebook.com/shinobi.ari.csg atau Follow me in twitter: @AriTeacher24
Wednesday, April 1, 2020
Monday, March 30, 2020
SOAL UNTUK MENGISI WAKTU KBM ONLINE TENTANG COVID-19
LATIHAN SOAL COVID-19
UNTUK SEMUA JENJANG TINGKATAN
1. SOAL KELAS X KLIK DISINI
2. SOAL KELAS XI KLIK DISINI
3. SOAL KELAS XII KLIK DISINI
TETAP DIRUMAH SELAMA PROSES WABAH COVID-19 MASIH ADA.
UNTUK SEMUA JENJANG TINGKATAN
1. SOAL KELAS X KLIK DISINI
2. SOAL KELAS XI KLIK DISINI
3. SOAL KELAS XII KLIK DISINI
TETAP DIRUMAH SELAMA PROSES WABAH COVID-19 MASIH ADA.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus Corona, di antaranya:
1. Mencuci tangan dengan benar
Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan tisu, handuk bersih, atau mesin pengering tangan.
Jika Anda adalah pekerja komuter yang berada di dalam transportasi umum, akan sulit untuk menemukan air dan sabun. Anda bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar lebih efektif membasmi kuman.
Cucilah tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin. Cuci tangan juga penting dilakukan sebelum menyusui bayi atau memerah ASI.
2. Menggunakan masker
Ada dua tipe masker yang bisa Anda digunakan untuk mencegah penularan virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95.
Masker bedah atau surgical mask merupakan masker sekali pakai yang umum digunakan. Masker ini mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan nyaman dipakai, sehingga banyak orang yang menggunakan masker ini saat beraktivitas sehari-hari.
Cara pakai masker bedah yang benar adalah sisi berwarna pada masker harus menghadap ke luar, sementara sisi dalamnya yang berwarna putih menghadap wajah dan menutupi dagu, hidung, dan mulut. Sisi berwarna putih terbuat dari material yang dapat menyerap kotoran dan menyaring kuman dari udara.
Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman, namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan risiko penyebaran penyakit infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Penggunaan masker lebih disarankan bagi orang yang sedang sakit untuk mencegah penyebaran virus dan kuman, ketimbang pada orang yang sehat.
Sedangkan masker N95 adalah jenis masker yang dirancang khusus untuk menyaring partikel berbahaya di udara. Jenis masker inilah yang sebenarnya lebih direkomendasikan untuk mencegah infeksi virus Corona. Meski demikian, masker ini kurang nyaman untuk dikenakan sehari-hari dan harganya pun relatif mahal.
Ketika melepaskan masker dari wajah, baik masker bedah maupun masker N95, hindari menyentuh bagian depan masker, sebab bagian tersebut penuh dengan kuman yang menempel. Setelah melepas masker, cucilah tangan dengan sabun atau hand sanitizer, agar tangan bersih dari kuman yang menempel.
3. Menjaga daya tahan tubuh
Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak. Bila perlu, Anda juga menambah konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter.
Selain itu, rutin berolahraga, tidur yang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona.
4. Tidak pergi ke negara terjangkit
Tidak hanya Tiongkok, penyakit infeksi virus Corona kini juga sudah mewabah ke beberapa negara lain, seperti Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, India, Amerika Serikat, dan Eropa. Virus Corona juga sudah terkonfirmasi ditemukan di negara-negara tetangga Indonesia, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Agar tidak tertular virus ini, Anda disarankan untuk tidak bepergian ke tempat-tempat yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona atau berpotensi menjadi lokasi penyebaran coronavirus.
5. Menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan coronavirus
Coronavirus jenis baru diduga kuat berasal dari kelelawar dan disebarkan oleh beberapa hewan mamalia dan reptil. Oleh karena itu, hindarilah kontak dengan hewan-hewan tersebut
Jika ingin mengonsumsi daging atau ikan, pastikan daging atau ikan tersebut sudah dicuci dan dimasak hingga benar-benar matang. Hindari mengonsumsi daging atau ikan yang sudah tidak segar atau busuk.
Monday, March 16, 2020
RESENSI (MATERI BAHASA INDONESIA KELAS XI)
Pengertian Resensi
Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya. Karya yang dimaksud disini bisa berupa berupa buku dan karya seni film dan drama.
Menulis resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku dan disampaikan kepada masyarakat.
Unsur Unsur Resensi
Terdapat unsur-unsur yang harus dipenuhi sehingga dapat dikatakan utuh, berikut ini unsur-unsurnya:
1. Judul
Judul semestinya harus mempunyai kesinambungan dengan isi resensi. Selain itu, judul yang menarik memberikan nilai lebih tersendiri
Judul semestinya harus mempunyai kesinambungan dengan isi resensi. Selain itu, judul yang menarik memberikan nilai lebih tersendiri
2. Menyusun Data Buku
Penyusunan data buku dapat dilakukan sebagai berikut:
Penyusunan data buku dapat dilakukan sebagai berikut:
- Judul buku;
- Pengarang;
- Penerbit;
- Tahun terbit beserta cetakannya;
- Dimensi buku;
- Harga buku;
3. Isi Resensi Buku
Bagian ini berisi mengenai sinopsis, ulasan singkat buku dengan kutipan singkat dan keunggulan serta kelemahan buku, rumusan kerangka buku dan bahasa yang digunakan.
Bagian ini berisi mengenai sinopsis, ulasan singkat buku dengan kutipan singkat dan keunggulan serta kelemahan buku, rumusan kerangka buku dan bahasa yang digunakan.
4. Penutup Resensi Buku
Pada bagian penutup biasanya berisi alasan kenapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa buku tersebut ditujukan.
Pada bagian penutup biasanya berisi alasan kenapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa buku tersebut ditujukan.
Menurut saya, resensi ini hampir serupa dengan teks ulasan. Saya sarankan kamu membacanya juga.
Jenis-jenis Resensi
Secara garis besar resensi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
- Informatif, disini resensi disampaikan secara singkat dan umum dari keseluruhan isi buku.
- Deskriptif, yaitu resensi yang membahas secara detail pada setiap bagian atau bab nya.
- Kritis, yaitu resensi yang mengulas detail buku menggunakan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi resensi biasanya objektif dan kritis dalam menilai isi buku.
Tetapi bisa saja ketiga jenis resensi diatas diterapkan secara bersama-sama karena ketiganya tidak baku.
Tujuan Resensi
Perlu kita ketahui bahwa tujuan resensi diantaranya sebagai berikut:
- Mengetahui kelebihan dan kekurangan buku yang di resensi.
- Memberikan gambaran kepada pembaca dan penilaian umum dari sebuah karya secara ringkas.
- Memberikan masukan kepada penulis berupa kritis dan saran terhadap isi, substansi, cara penulisan buku.
- Mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan.
- Menguji kualitas buku dan membandingkan terhadap karya lainnya.
Manfaat Resensi
1. Bahan Pertimbangan
Memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya dan mempengaruhi mereka atas karya tersebut.
Memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya dan mempengaruhi mereka atas karya tersebut.
2. Sarana Promosi Buku
Buku yang di-resensi biasanya adalah buku baru yang belum pernah di-resensi. Sehingga dengan melakukan hal ini bisa menjadi salah satu bentuk promosi buku sehingga terkenal dan banyak terjual.
Buku yang di-resensi biasanya adalah buku baru yang belum pernah di-resensi. Sehingga dengan melakukan hal ini bisa menjadi salah satu bentuk promosi buku sehingga terkenal dan banyak terjual.
3. Pengembangan Kreativitas
Seperti yang kita ketahui bahwa semakin sering menulis semakin baik tingkat keahlian kita, sehingga dengan rajin meresensi secara tidak langsung bisa mengembangkan kreativitas menulis.
Seperti yang kita ketahui bahwa semakin sering menulis semakin baik tingkat keahlian kita, sehingga dengan rajin meresensi secara tidak langsung bisa mengembangkan kreativitas menulis.
4. Nilai Ekonomis
Dan hal yang mungkin tidak kamu bayangkan adalah dengan meresensi buku kita bisa mendapatkan imbalan berupa uang atau lainnya. Lumayan kan!
Dan hal yang mungkin tidak kamu bayangkan adalah dengan meresensi buku kita bisa mendapatkan imbalan berupa uang atau lainnya. Lumayan kan!
TEKS BIOGRAFI (MATERI BAHASA INDONESIA KELAS X)
Pengertian Teks Biografi

Teks biografi pada dasarnya merupakan sebuah teks yang bertujuan untuk menceritakan kisah seseorang, biasanya orang yang berpengaruh atau fenomenal di tengah masyarakat.
Teks biografi bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait berbagai sisi dari sebuah tokoh. Sisi itu tidak selalu tentang sisi baik atau buruk yang sudah familiar di tengah masyarakat.
Teks biografi yang baik seharusnya mampu meliputi seluruh aspek dalam kehidupan seseorang dan berusaha untuk netral supaya masyarakat tidak lantas menghakimi seseorang — baik secara positif maupun negatif terhadap orang tersebut.
Ciri Ciri Teks Biografi

Ada beberapa hal yang menjadi ciri khusus dari teks biografi. Ciri-ciri tersebut antara lain adalah sebagai berikut.
1. Memuat Fakta
Teks biografi bukanlah teks fiksi. Ia menggambarkan kenyataan dari tokoh tersebut, tetapi disampaikan secara naratif. Jadi, apapun yang tertulis di dalam sebuah teks biografi haruslah berdasarkan fakta yang ada.
Selain itu, penulis teks biografi harus subjektif. Dia tidak boleh melakukan pujian berlebiha terhadap tokoh tertentu atau malah menjelek-jelekkan tokoh tertentu.
Biarkan pembaca yang memutuskan mau seperti apa mereka memandang seseorang dalam sebuah teks biografi.
2. Struktur Jelas
Struktur dalam sebuah teks biografi haruslah jelas, jangan membingungkan pembaca. Sebuah teks fiksi memiliki kebebasan. Ia bisa menggunakan alur maju, mundur, maupun campuran.
Namun, teks biografi tidak dapat diperlakukan seperti itu. Teks biografi haruslah punya alur jelas, struktur jelas, tidak menimbulkan tanda tanya di pikiran pembaca.
Teks biografi biasanya menggunakan alur maju. Ada pula yang menggunakan alur campuran, biasanya menceritakan kehidupan masa kini seseorang, kembali ke masa lalu, kemudian ditutup dengan kesuksesan atau keadaannya di masa depan.
3. Bahasa yang Lugas
Berbeda dengan teks fiksi, teks biografi harus menggunakan bahasa yang jelas, lugas, serta tidak terlalu banyak menggunakan ungkapan atau pun majas.
Bahasa yang lugas dan jelas akan mempermudah pembaca dalam memahami teks yang disampaikan. Selain itu, bahasa lugas juga tidak menimbulkan pemahaman yang berbeda-beda atau bias di benak masyarakat.
Maka dari itu, penulis teks biografi tidak boleh berbelit-belit dalam membuat sebuah biografi. Penulis harus lugas dan menyampaikan fakta yang ada dengan cara menarik, tetapi tidak bertele-tele dan memahami ekonomi kata.
Struktur Teks Biografi

Agar teks biografi dapat ditulis dengan jelas dan benar, penulis yang bersangkutan harus memahami struktur yang biasa digunakan alias pakem dalam sebuah teks biografi.
Berikut adalah struktur yang bisa diikuti dan diterapkan untuk membuat teks biografi yang jelas dan tidak menimbulkan mispersepsi.
1. Orientasi
Orientasi merupakan pengenalan dari suatu tokoh. Orientasi, pada bagian awal sebuah teks, harus memperkenalkan tentang gambaran awal dari seorang tokoh.
Orientasi memuat alasan, salah satunya tentang mengapa penting bagi pembaca untuk mengenal tokoh tersebut.
Orientasi awal juga bertujuan memperkenalkan pembaca terhadap pentingnya sebuah tokoh yang dibahas dalam teks biografi tersebut.
Maka dari itu, orientasi awal sebaiknya dibuat dengan semenarik mungkin agar masyarakat tertarik untuk menyelami lebih lanjut terkait tokoh ini.
2. Peristiwa dan Masalah/Bagian Isi
Ini adalah sebuah bagian yang menyelami lebih dalam mengenai kehidupan sebuah tokoh. Bagian isi biasanya dimulai dari masa kecil seorang tokoh dan perkembangannya hingga dewasa.
Bagian isi juga menjelaskan mengenai suka-duka yang dialami tokoh dan bagaimana seorang tokoh dapat menjadi seperti sekarang ini. Bagian isi ini menceritakan secara lugas mengenai fakta-fakta hidup yang ada di dalam kehidupan seorang tokoh.
3. Reorientasi
Reorientasi merupakan bagian penutup dari sebuah teks biografi. Reorientasi memberikan kesimpulan terkait suatu tokoh. Namun, meskipun memberikan kesimpulan, tetap saja reorientasi ini harus bersifat netral.
Unsur Kebahasaan

Layaknya teks-teks lain, ada beberapa unsur kebahasaan yang harus dipatuhi dalam teks biografi. Berikut adalah unsur kebahasaan yang harus dipenuhi untuk membuat sebuah teks biografi yang baik.
1. Kata Hubung
Kata hubung merupakan kata yang berfungsi sebagai penghubung satu kata dengan kata yang lain. Kata hubung membuat sebuah kalimat menjadi efektif dan juga enak untuk dibaca.
Kata hubung bisa berfungsi menjadi dua. Yang pertama adalah konjungsi intrakalimat. Contoh konjungsi intrakalimat adalah dan, tetapi, kemudian, lalu, dan sebagainya.
Konjungsi intrakalimat adalah kata hubung yang berfungsi menyambungkan satu klausa dengan klausa lain yang masih berada di dalam sebuah kalimat.
Sementara itu, yang kedua adalah konjungsi antarkalimat. Konjungsi antarkalimat adalah konjungsi yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lain dan dipisah oleh titik.
Contoh konjungsi antarkalimat adalah ‘meskipun demikian’, ‘oleh karena itu’, dan sebagainya.
2. Rujukan Kata
Rujukan kata merupakan kata yang merujuk pada sesuatu yang sudah disebutkan sebelumnya. Apa fungsi dari rujukan kata? Fungsinya adalah supaya penulis tidak mengulang-ulang sebuah kata yang sama.
Contoh dari rujukan kata adalah ‘ini’, ‘itu’, ‘di sini’, ‘di situ’, dan sebagainya. Rujukan kata dapat bervariasi dan sebaiknya digunakan bergantian agar sebuah teks biografi tidak monoton.
3. Penanda Waktu, Tempat dan Cara
Penanda tempat adalah struktur bahasa yang menunjukkan tempat. Contohnya seperti ‘di’, ‘dalam’, dan sebagainya.
Sementara itu, penanda waktu adalah penanda seperti ‘saat’, ‘ketika’, dan sebagainya. Kemudian, penanda cara adalah sebuah hal yang menunjukkan cara tokoh. Contoh penanda cara adalah ‘dengan’ ‘menggunakan’, dan sebagainya.
Penanda itu memberikan variasi dalam membuat teks biografi yang tidak membosankan bagi pembaca.
Kaidah Kebahasaan Teks Biografi

Pembuatan teks biografi diatur dalam sebuah kaidah kebahasaan. Memang tidak semuanya mengikat, tetapi ada standar tertentu yang membuat teks biografi menjadi enak dibaca.
Berikut adalah kaidah kebahasaan yang biasa digunakan dalam sebuah teks biografi.
1. Kata Ganti Orang Ketiga
Sudut pandang orang ketiga merupakan sebuah sudut pandang yang senantiasa digunakan dalam penulisan sebuah biografi. Ini sebuah keharusan karena biografi tidak ditulis oleh seseorang yang berada di dalam teks biografi.
Biografi ditulis oleh orang lain, maka wajib menggunakan kata ganti orang ketiga, baik dalam bentuk ‘dia’ atau ‘mereka’. Tentu tergantung dari berapa orang yang dituliskan dalam biografi.
2. Bahasa yang Konsisten
Kebanyakan teks biografi ditulis dengan bahasa baku. Namun, tidak ada salahnya menulis biografi dengan bahasa yang tidak baku alias bahasa slang. Tentu ini tergantung dari tokoh yang diulas beserta media tempat teks biografi dibuat.
Apabila tokoh yang diulas adalah tokoh yang dituakan, tentu saja menggunakan bahasa resmi. Sementara itu, tokoh yang dianggap masih muda bisa ditulis menggunakan bahasa slang.
Media tempat teks biografi dibuat juga berpengaruh terhadap bahasa yang digunakan. Teks biografi biasanya mengikuti bahasa yang digunakan media. Tokoh yang ditulis pun tentu sesuai dengan tema media yang bersangkutan.
Perbedaan Biografi dan Autobiografi

Sering kali orang salah mengartikan biografi dan autobiografi. Keduanya dianggap sama. Memang, secara struktur dan nuansa, keduanya memiliki kesamaan.
Namun, perbedaan keduanya cukup signifikan. Berikut adalah hal-hal yang membedakan biografi dengan autobiografi;
1. Ditulis oleh Orang yang Berbeda
Biografi adalah sebuah kisah tentang seseorang yang ditulis oleh orang lain.
Sementara itu, autobiografi adalah sebuah tulisan mengenai diri seseorang yang langsung ditulis oleh orang yang bersangkutan, atau mengatasnamakan orang yang bersangkutan.
Kata ‘auto’ di sini menunjukkan ‘sendiri’. Jadi, autobiografi tentunya ditulis dan dibuat oleh diri sendiri.
2. Subjektif dan Objektif
Mengingat autobiografi ditulis oleh orang yang bersangkutan, tentunya ada subjektivitas yang kuat di dalamnya. Orang yang menulis autobiografi tentu cenderung menutupi hal-hal yang tidak ingin diketahui orang tentangnya.
Ada pula kecenderungan untuk membuat diri sendiri menjadi tokoh heroik atau membenarkan pilihan-pilihan hidup yang dibuatnya. Curahan perasaan pun juga ada di sana.
Sementara itu, biografi lebih objektif. Pasalnya, penulis bukanlah orang yang diceritakan. Terlebih apabila penulis adalah seorang profesional yang menulis sebuah biografi sebagai bentuk edukasi terhadap masyarakat, bukan dengan agenda khusus.
3. Lebih Intim
Autobiografi bisa menjadi sebuah teks yang lebih intim. Maksudnya, karena hanya orang yang bersangkutan yang mampu menyampaikan perasaannya dari sudut pandangnya sendiri, maka Anda bisa lebih memahami seseorang.
Sementara itu, biografi menjadi kurang intim dan lebih formal karena ditulis oleh orang lain. Apabila ditulis oleh anggota keluarga atau oleh seseorang dengan keterikatan khusus pada yang bersangkutan, mungkin bisa bernuansa intim.
Namun, tetap saja suasana perasaan di dalamnya adalah milik penulis, bukan orang yang bersangkutan.
4. Orang Pertama vs Orang Ketiga
Biografi ditulis oleh seseorang dengan sudut pandang orang ketiga. Sementara itu, autobiografi ditulis oleh seseorang dengan sudut pandang orang pertama.
Ini tentu berpengaruh dari siapa yang menulis teks tersebut. Teks autobiografi ditulis oleh seseorang itu sendiri, jadi tidak mungkin menggunakan sudut pandang orang ketiga.
5. Waktu Penulisan
Autobiografi tentunya hanya bisa ditulis pada saat orang yang bersangkutan masih hidup, karena yang menulis adalah dirinya sendiri.
Sementara itu, biografi bisa ditulis bahkan bertahun-tahun atau berabad-abad setelah seseorang meninggal dunia. Yang menulis adalah orang lain dan tentu saja bisa dibuat oleh siapapun yang mengetahui data orang bersangkutan.
6. Keperluan Riset
Dalam penulisan autobiografi, tentu tidak dibutuhkan riset mendalam. Pasalnya, penulis autobiografi adalah diri sendiri. Orang yang bersangkutan tentu mengetahui kisah hidupnya sendiri.
Sedangkan, dibutuhkan wawancara dan riset saat Anda akan membuat sebuah biografi.
Anda juga harus memasukkan hal-hal sesuai dengan persetujuan orang yang bersangkutan atau pihak terkait yang punya izin, keluarga misalnya.
Penulisan biografi memang harus lebih sahih dan berhati-hati. Sebab, apabila Anda salah menceritakan seseorang, Anda dapat dituntut atas pencemaran nama baik, meskipun orang tersebut sudah meninggal.
Apalagi, jika orang tersebut cukup dihormati dalam sebuah negara. Sudah pasti kesalahan harus diminimalisasi, supaya Anda tidak dianggap melecehkan negara atau melakukan hal yang tidak sopan.
Itulah hal-hal yang harus diketahui mengenai teks biografi. Teks biografi, dibandingkan teks fiksi, sebetulnya lebih mudah untuk dipelajari. Karena, selama Anda memahami pakem, Anda tidak akan salah dalam menulis biografi.
Thursday, March 5, 2020
PENILAIAN HARIAN ONLINE
Silahkan klik link di bawah ini untuk menjawab soal Penilaian Harian.
1. Penilaian Harian Kelas X
2. Penilaian Harian Kelas XI
3. Penialain Harian Kelas XII
Selamat mengerjakan dan belajar untuk jujur!
1. Penilaian Harian Kelas X
2. Penilaian Harian Kelas XI
3. Penialain Harian Kelas XII
Selamat mengerjakan dan belajar untuk jujur!
Tuesday, March 3, 2020
MATERI RESENSI
Pengertian Resensi Menurut Para Ahli
Menurut Sitepu (2013), dikaji secara etimologi dari bahasa Latin (recensere atau revidere) dan bahasa Inggris (review), resensi mengandung makna dasar “memeriksa, mencermati, meninjau atau melihat kembali” sesuatu. Dengan pengertian dasar yang demikian, objek resensi tidak hanya terbatas pada buku tetapi dapat berupa film, drama, pameran, dan berbagai bentuk/tampilan tulisan.
Menurut (gorys keraf , 1994;274) – Resensi didefinisikan sebagai sebuah tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah karya atau buku.
Menurut Yus Rusyana (1996:1) – memberikan definisi bahwa resensi adalah tulisan mengenai buku pengetahuan, sastra, kamus, ensiklopedia, dan sebagainya yang mengikhtisarkan, menggambarkan, menjelaskan, dan menilai buku
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia/KBBI (1991) resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan buku, atau ulasan buku yang baru saja terbit. Sedangkan Gorys Keraf mendefinisikan resensi sebagai ”Suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku” (Keraf, 2001). Dari pengertian tersebut muncul istilah lain dari kata resensi yaitu kata pertimbangan buku, pembicaraan buku, dan ulasan buku.
Syarat Penyusunan Resensi
Ada beberapa syarat dal menyusun resensi antara lain :
- Ada data buku, meliputi nama pengarang, penerbit, tahun terbit dan tebal buku.
- Pendahuluannya berisi perbandingan dengan karya sebelumnya, biografi pengarang, atau hal yang berhubungan dengan tema atau isi.
- Ada ulasan singkat terhadap buku tersebut.
- Harus bermanfaat dan kepada siapa manfaat itu ditujukan.
Tujuan Resensi
Meresensi suatu buku mempunyai tujuan nya yaitu sebagai berikut :
- Agar bisa memberikan sebuah pemahaman & informasi secara komprehensif kepada suatu masyarakat atau sih pembaca tentang isi buku yang diresensi nya.
- Mengajak sih pembaca agar mendiskusikan dan memikirkan lebih jauh tentang apa masalah yang diangkat yang ada di dalam buku tersebut.
- Agar memberikan suatu pertimbangan kepada sih pembaca tentang pantas atau tidaknya buku itu untuk dibaca atau diterbitkan.
- Agar memberikan suatu jawaban mengenai sebuah pertanyaan-pertanyaan dari pembaca ketika buku baru diterbitkan.
- Memberikan sugesti kepada pembaca, apakah sebuah buku atau film patut dibaca atau ditonton
- Melukiskan dan memaparkan pendapatnya melalui sebuah pertimbangan atau penilaian
- Memberikan kriteria-kriteria yang jelas dalam mengemukakan pendapatnya itu.
Unsur Resensi
Unsur-unsur dalam resensi meliputi :
Judul resensi
Judul resensi yang menarik dan benar-benar menjiwai seluruh tulisan atau inti tulisan, tidak harus ditetapkan terlebih dahulu. Judul dapat dibuat sesudah penulisan resensi selesai. Yang perlu di ingat, judul resensi harus selaras dengan keseluruhan isi resensi.
Data buku
Data buku biasanya disusun sebagai berikut:
- Judul buku (jika buku itu termasuk buku hasil terjemahan, judul aslinya juga harus ditulis)
- Pengarang (jika ada, tulis juga penerjemah, editor, atau penyunting seperti yang tertera dalam buku)
- Penerbit
- Tahun terbit beserta cetakannya (cetakan ke berapa)
- Tebal buku (berapa halaman)
- Harga buku (jika diperlukan)
Pembukaan (lead)
Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal berikut ini.
- Memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa yang diperoleh.
- Membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang sendiri maupun pengarang lain.
- Memaparkan kekhasan atau sosok pengarang.
- Memaparkan keunikan buku.
- Merumuskan tema buku.
- Mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku.
- Mengungkapkan kesan terhadap buku.
- Memperkenalkan penerbit.
- Tubuh atau isi pertanyaan resensi buku
Tubuh atau isi
pertanyaan resensi buku biasanya memuat hal-hal dibawah ini :
- Sinopsis atau isi buku secara benar dan kronolois.
- Ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya.
- Keunggulan buku.
- Kelemahan buku.
- Rumusan kerangka buku.
- Tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit).
- Kesalahan cetak (jika ada)
Penutup resensi
Bagian penutup, biasanya berisi saran atau pertanyaan bahwa buku itu penting untuk siapa dan mengapa.
Fungsi Resensi
- Fungsi informatif, yakni menginformasikan keberadaan buku atau film tertentu sehingga pembaca merasa tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut
- Fungsi komersial, yakni mempromosikan produk baru untuk kepentingan komersial ( keuntungan materi)
- Fungsi akademik, yakni interaksi antara penulis buku, penerjemah, editor, dan peresensi dalam membentuk wacana keilmuan serta berbagai pengalaman dan sudut pandang tentang topik tertentu yang dijadikan fokus resensi.
Jenis Jenis Resensi
Berdasarkan isi sajian atau isi resensi nya , resensi buku di golongkan menjadi :
Resensi informatif
Resensi informatif hanya berisi informasi tentang hal-hal penting dari suatu buku . pada umumnya , isi resensi informatife hanya ringkasan dan paparan mengenai apa isi buku atau hal-hal yang bersangkutan dengan suatu buku .
Resensi evaluatif
Resensi evaluatif lebih banyak menyajikan penilaian peresensi tentang isi buku atau hal-hal yang berkaitan dengan buku .informasi tentang isi buku hanya disajikan sekilas saja bahkan kadang-kadang hanya dijadikan ilustrasi.
Resensi informatif –evaluatif
Resensi informatif-evaluatif merupakan perpaduan dua jenis resensi tersebut . resensi jenis ini disamping menyajikan semacam ringkasan buku atau hal-hal penting yang ada di buku juga menyajikan penilaian peresensi tentang isi buku . resensi jenis ketiga lah yang dikatakan paling ideal karna bisa memberikan laporan dan pertimbangan secara memadai.
Tahap dan Teknik Pembuatan Resensi
Ada tiga macam teknik meresensi buku yang dapat dilakukan, yakni :
- a) Teknik Cutting and Glueing
Meresensi buku dengan teknik ini berarti merekatkan potongan-potongan tulisan. Potongan tersebut berupa materi yang menarik perhatian Anda yang terdapat di dalam buku yang akan Anda resensi. Selain bagian materi yang menarik perhatian, bagian yang dipotong itu hendaknya mencerminkan gagasan-gagasan inti si penulis buku. Kumpulan potongan materi yang sudah terpilih itu, lalu disusun dan dirangkaikan ke dalam sebuah susunan yang logis.
Proses ini disebut tahap pelekatan atau penempelan. Yang harus dijaga dalam proses ini adalah kesatuan dan kepaduan gagasan antara potongan yang satu dengan potongan lainnya. Upayakan agar resensi Anda seolah-olah menghadirkan si penulis dalam menyampaikan gagasan-gagasannya. Peran Anda dalam resensi itu hanya dalam konteks menyambungkan, mengalirkan dan mengaitkan gagasan yang satu dengan yang lainnya.
Mengenai kesan dan pandangan Anda terhadap objek resensi harus terefleksikan dalam judul. Selain itu, Anda dapat memasukkan kesan dan opini Anda pada kalimat/paragraf pada bagian kesimpulan. Teknik ini merupakan teknik yang paling sederhana dalam berlatih menulis resensi.
- b) Teknik Focusing
Teknik ini berkaitan dengan memusatkan perhatian kepada satu aspek tertentu yang disajikan dalam objek resensi. Pemusatan perhatian itu harus tetap berpangkal pada sesuatu yang menonjol, dan menarik perhatian.
Bagian yang dianggap menonjol itu bisa terletak pada aspek tema, metode pembahasan yang digunakan penulis, sampul luar, sosok pengarang, gaya penyajian, atau latar belakang penerbitan buku tersebut.
- c) Teknik Comparing
Teknik ini mengajak seorang peresensi untuk melakukan pembandingan-pembandingan atas hal-hal yang terdapat dalam objek resensi dengan sumber lain mengenai topik sejenis. Pembandingan itu dapat dilakukan atas dasar topik atau tema yang sama dari pengarang yang berbeda atau pengarang yang sama mengenai topik-topik yang berbeda.
Teknik ini tidak mungkin dilakukan tanpa kegiatan membaca. Peresensi wajib membaca beberapa sumber yang berbeda. Semakin kaya bacaan persensi, maka semakin kaya pula wawasan yang dapat dijadikan input bagi kedalaman pembandingannya. Peresensi dapat menemukan kelebihan atau kekurangan yang terdapat di dalam sebuah buku. Oleh karena itu, membaca beberapa sumber bacaan itu menjadi sesuatu yang sangat penting dalam menentukan kualitas resensi Anda.
Sistematika Struktur resensi
biasanya mengikuti pola berikut :
- Judul resensi
Judul resensi ini harus menarik pembaca
- Perwajahan (jati diri buku) meliputi :
- Judul buku
- Nama pengarang/penulis
- Nama penerbit dan tahun terbit
- Jumlah halaman
- Jenis huruf
- Halaman sampul (cover)
- Harga buku (boleh dicantumkan boleh tidak)
Pembukaan, merupakan alinea pembuka. Meliputi :
- Uraian, deskripsi, rangkuman, yang menjelaskan isi buku secara umum
- Kutipan bagian yang memperjelas isi buku
- Kaitannya dengan konteks situasi yang sedang hangat di masyarakat
- Bersifat pemancing untuk menarik perhatian pembaca
Pembahasan, berisi komentar, ulasan, analisis kritis, dan penilaian terhadap isi buku. Inilah esensi dari suatu resensi, yakni si peresensi mengomentari atau menilai suatu buku dari berbagai aspek yaitu aspek luar dan aspek isi, meliputi :
- Analisis terhadap isi buku disertai alasan dan bukti yang ada dalam isi buku
- Analisis kekuatan dan kelemahan (bila ada) isi buku yang diresensi pembandingan dengan sumber-sumber yang berbeda
- Gagasan-gagasan penulis mengenai isi buku
- Penutup, meliputi penilaian penulis resensi mengenai perlu tidaknya pembaca resensi membaca atau memiliki buku tersebut. Kalimat penutup ini lebih mempresentasikan rekomendasi untuk para pembaca, meskipun kadang-kadang tidak dinyatakan secara rinci.
- Identitas peresensi, sering juga dicantumkan dibagian akhir resensi guna menunjukkan otoritas peresensinya.
Manfaat Resensi
1. Bahan pertimbangan
Untuk Memberikan sebuah gambaran kepada para sih pembaca tentang sebuah karya dan untuk mempengaruhi mereka atas karya tersebut.
2. Nilai ekonomis
Untuk mendapatkan uang atau imbalan dari buku-buku yang diresensikan secara gratis dari sih penerbit buku jika resensinya dimuat dikoran atau di majalah.
3. Sarana promosi buku
Buku yang diresensikan yaitu buku baru yang belum pernah diresensi. oleh sebab itu, resensi merupakan suatu media untuk mempromosikan buku baru tersebut.
4. Pengembangan Kreativitas
Untuk mengembangkan sebuah kreativitas dalam menulis, Dalam membuat sebuah resensi buku harus mempunyai sebuah unsur-unsur agar resensi tersebut jelas dan berkualitas.
Tips untuk menulis resensi
- Tulisan resensi yang menggambarkan sebuah buku/film harus sesuai dengan isi seutuhnya. Oleh karena itu, syarat utama meresensi adalah peresensi harus terlbih dahulu membaca/menonton dan memahami buku/film yang akan diresensi.
- Lakukan analisis yang tajam dan bernalar. Pertama, mengamati manfaatnya. Pada bagian mana buku itu bermanfaat bagi pembacanya dan sertakan bukti dan alasannya.
- Gunakan bahasa yang terstruktur, lugas dan jelas sehingga memudahkan pembaca memahami tulisan Anda. Penggunaan kalimat yang panjang dan bertele-tele akan mengaburkan pesan yang disampaikan.pilih kata-kata yang tepat dan sesuai untuk merangkai tulisan resensi Anda.
Contoh Resensi
Contoh Resensi Novel
- Identitas buku
Judul : Dealova
Penulis : Dian Nuranindya
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 304 halaman
Cetakan : 12 tahun 2005
ISBN : 979-22-0760-0
- Petinjau
Pada awalnya novel ini hanya sekedar honi menulis saja dan selalu ingin mencoba hal-hal yang baru. Penulis mulai mengwali menulisnya dimasa SMP yang belum sempat terselesaikan dan sempat berhenti beberapa tahun,hingga penulis mempunyai keinginan untuk meneruskan tulisannya lagi di masa SMU. Cerita dalam novel ini merupakan imajinasi dari penulis sendiri. Tulisan ini kemudian dikiramkan kesalah satu penerbit, kemudian tanpa diduga novelnya diterbitkan dan menjadi novel best seller ditahun 2005. Novel ini juga diangkat ke layar lebar pada tahun 2007.
- Isi
- Unsur instrinsik
- Tema
Tema yang terdapat dalam novel ini mengenai percintaan masa remaja
- Alur dan tema cerita
Alur atau plot yang terdapat dalam novel ini adalah alur maju . misalnya dalam kalimat “esok harinya,kedua orangtua Dira datang ke rumah sakit.”
- Latar atau seting
Latar atau seting yang terdapat dalam novel ini terdiri dari latar tempat, latar waktu, latar suasana. Latar tempat meliputi sekolah, rumah, lapangan basket.latar waktu meliputi pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari. Latar suasana dalam novel ini berselimut gejolak hati para remaja yang berbaur dengan suasana suka dan duka.
Penokohan
- Karra : baik,supel, cuek, ramah.
- Ibel : penuh perhatian, ramah, baik, mudah bergaul, sabar.
- Dira : pintar, sombong, kasar, egois, acuh tak acuh, dan penyayang.
- Finta : cerewet, baik, penuh perhatian, centil.
- Iraz : penyayang dan penyabar.
- Niki : cuek, pencemburu dan egois.
- Dio : pintar, baik, dan sabar.
Tokoh tambahan : Abe, Amanda, Stanie, Rio, Aji, Orang tua Karra, Bi Minah, Orang tua Dira, Dira,Adit, Orang tua Ibel, dan pak ketut.
- Sudut pandang
Sudut pandang dalam novel ini penulis sebagai orang ketiga (penulis sebagai pencerita)
- Gaya penulisan
Gaya penulisan novel ini penulis cenderung menggunakan bahasa sehari-hari yang dipakai oleh para remaja. Pengungkapan perasaan setiap tokoh lebih banyak sesuai dengan karakter masing-masing tokoh.
- Amanat
Amanat yang ingin disampaikan novel Dealova ini adalah harus saling menghargai pasangan, jangan terus larut dalam kesedihan, jangan terlalu membenci seseorang, dan hidup harus selalu maju.
Unsur Ekstrinsik
- Nilai moral
Nilai moral yang terdapat dalam novel dapat dilihat pada masing-masing tokoh dalam cerita ini memiliki moral yang baik, tetapi ada beberapa tokoh yang mempunyai moral kurang baik. Moral baik misalnya dalam tokoh Karra yang selalu baik, dan ramah.
- Nilai social
Nilai moral yang terdapat dalam novel dapat dibuktikan dari tokoh Karra yang tidak membeda-bedakan orang dalam pertemanannya.
Kelebihan dan Kekurangan
- Kelebihan
Kelebihan dari novel ini adalah penulis benar-benar jelas dalam menggambarkan suasana hati yang dialami masing-masing tokoh dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga dapat membuat pembaaca masuk dalam cerita kemudian pembaca akan hanyut dalam isi cerita dan turut merasakan perasaan tokoh tersebut
- Kekurangan
Kekungan dari novel ini hanya terdapat pada segi penggunaan bahasa saja. Bahasa yang digunakan dalam novel ini mutlak bahasa remaja sehari-hari, jadi kurang memberikan pengetahuan tambahan bagi pembaca dalam aspek kosa kata.
Kesimpulan / synopsis
Novel dealova ini menceritakan tentang seorang gadis tomboy dan jago main basket, dia bernama karra. Rambutnya panjang, tidak seperti kebanyakan pemain basket yang lain. Dia memiliki wajah yang manis dan seorang yang santai. Tapi kalu karra marah, semuanya bisa jadi gawat darurat.
Karra sangat beruntung, karena selain dia mempunyai seorang kakak lakilki yang sangat menyayanginya-namanya Iraz, teman-teman Iraz juga perhatian kepada Karra. Terutama teman Iraz yang namanya Ibel, laki-laki yang jago main gitar dan menyukai warna biru. Ketika Iraz harus melanjutkan studinya ke New York, Iraz mempercayakan karra kepada Ibel untuk menjaga adiknya.
Selama dengan Ibel, Karra menganggapnya hanya sebagai kakak saja. Setiap perhatian lebih yang diberikan Ibel kepada karra selalu ditanggapi dengan sikap biasa dan wajar layaknya seorang kakak yang memperlkukan adiknya dengan penuh perhatian. Di sisi lain, Karra disukai oleh Dira, seorang siswa baru di sekolahnya yang juga sma-sama jago main basket. Sikap Dira yang selalu membuat Karraa kesal dan marah secara tidak sadar telah menghipnotisnya untuk selalu berada dekat dengan Dira. Walaupun sering membuat Karra kesal, tetapi karra merasa kehilangan.
Bagi kita dan generasi akan datang sudah sepatutnya untuk mengetahui bagaimana cara membuat resensi dari sebuah novel, drama, novel dan sebagainya. Kepada para pembaca jika ingin lebih mengetahui tentang bahasan ini bisa membaca buku tentang resensi. Semoga apa yang diulas ditas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan Terima Kasih.
Subscribe to:
Posts (Atom)