Wednesday, March 13, 2013

PERKEMBANGAN BAYI


1.        Perkembangan Motorik Bayi
Bayi sehat dengan tempo perkembangan yang sedang pada umumnya mengalami perkembangan motorik sebagai berikut (Zulkifli, 1992 : 27 – 28 dan Syamsu Yusuf, 2004 : 152).
·      Usia 1 bulan : gerakan global.
·      Usia 2 bulan : menggerakkan/memutar kepala.
·      Usia 3 bulan : belajar membalikkan badan.
·      Usia 4 bulan : tengkurep dengan mendongakkan kepala.
·      Usia 5 bulan : tengkurep dengan mendongakkan kepala dan mencoba mengangkat dada dengan menopangkan kaki dan tangannya.
·      Usia 6 bulan : belajar menggerakkan badan ke depan.
·      Usia 7 bulan : belajar duduk.
·      Usia 8 bulan : belajar berdiri dengan bantuan orang lain.
·      Usia 9 bulan : dapat berdiri sendiri berpegangan pada meja.
·      Usia 10 bulan : dapat merangkak.
·      Usia 11 bulan : dapat berdiri sendiri.
·      Usia 12 bulan : mulai dapat berjalan.
·      Usia 18 bulan : dapat berjalan dengan baik, menaiki kursi/tangga.
·      Usia 24 bulan : dapat naik turun tangga dan berlari.
2.        Perkembangan Kemampuan Berbicara Bayi
a)       Kriteria Kemampuan Berbicara atau Berbahasa Anak
·      Bunyi-bunyi yang dikeluarkan telah dapat dimengerti orang lain.
·      Yang bersangkutan telah mengerti apa yang dikatakan dan dapat menghubungkannya dengan sesuatu/benda/ aktivitas yang sesungguhnya.
b)       Macam-macam Bahasa Anak
·      Bahasa egosentris, dinyatakan dalam bentuk ucapan-ucapan untuk diri sendiri.
·      Bahasa sosial, dipakai untuk berkomunikasi dengan orang.
c)        Bentuk-bentuk Pra Bahasa (prespeech forms)
Sebelum anak mampu berbahasa dia berkomunikasi dan berekspresi dengan bahasa pengganti. Bentuk aktivitas yang dipakai untuk mengganti bahasa disebut bentuk-bentuk prabahasa atau prespeech forms, yang meliputi : (1) menangis, (2) meraban, dan (3) isyarat.


d)       Tahap-tahap Perkembangan Kemampuan Berbahasa
William Stern dan istrinya, Clara Stern, telah melakukan penelitian mengenai perkembangan perkembangan bahasa anak, dan hasilnya dideskripsikan sebagai berikut.
·      Masa Kalimat Satu Kata (0 – 1,5 tahun), ciri-cirinya adalah :
-    kata-kata raban;
-    kata-kata tiruan bunyi;
-    kalimat satu kata.
·      Masa Stadium Nama atau Masa Haus Nama (1,5–2 tahun), dengan ciri :
-    pertanyaan-pertanyaan : apa ini, apa itu, siapa ini, dan siapa itu;
-    kalimat dua atau tiga kata;
-    gejala keragu-raguan berkata karena terbatasnya perbendaharaan kata;
-    berbicara pada diri sendiri.
·      Masa Kalimat Tunggal (2 – 2,5 tahun), dengan ciri-ciri :
-    dapat menyusun kalimat tunggal yang sempurna;
-    dapat membentuk kata-kata baru yang lucu;
-    dapat menyatakan pendapatnya tentang perbandingan.
·      Masa Kalimat Majemuk (2,5 tahun dst.), dengan ciri-ciri :
-    mampu menyusun kalimat majemuk;
-    timbul pertanyaan-pertanyaan : apa sebab, mengapa demikian, dst.
3.        Perkembangan Emosi Bayi
Emosi bayi berkembang dari bentuknya yang sangat sederhana, yang dimiliki sejak lahir, menjadi bentuk-bentuk emosi yang terarah sesuai dengan situasi atau perangsang yang datang. Adapun tahap-tahap perkembangan emosi bayi (Syamsu Yunus, 2004 : 156 – 157) adalah sebagai berikut.
a)       Usia 0 – 8 Minggu
Emosi bayi berhubungan dengan keadaan jasmaninya. Misalnya dia selalu tersenyum bila kenyang, nyaman, dan hangat, sebaliknya dia menangis bila lapar, haus, sakit, dan kedinginan.
b)       Usia 8 Minggu sampai 1 Tahun
Pada usia ini perasaan kejiwaan telah berkembang. Anak akan merasa senang bila melihat mainan yang ada di dekatnya atau melihat ibunya. Sebaliknya dia merasa tidak senang bila (menangis) menghadapi benda, situasi, dan orang-orang yang tidak dikenalnya.
c)        Usia 1 sampai 2 Tahun
·      Emosi bayi sudah terarah pada sesuatu.
·      Seiring dengan perkembangan bahasa, bayi mulai menyatakan perasaannya dengan menggunakan bahasa.
·      Sifat-sifat emosi bayi pada masa ini labil dan dangkal.
4.        Attachment dan Bonding
Perlunya Bonding dan Attachment dalam Perkembangan Bayi. Bayi yang baru lahir yang menunjukkan serba tidak berdaya. Namun dibalik ketidak berdayaannya tersebut pada dirinya terdapat berbagai potensi yang siap berkembanga. Bayi akan berkembang dengan baik dan berbagai potensi yang dimiliki berubah menjadi kemampuan nyata bila bila mendapatkan stimuli dari lingkungannya, terutama lingkungan sosial. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi bayi. Faktor yang sangat diperlukan oleh bayi dari lingkungan ini adalah bonding dan attachment.
Pengertian Bonding
Bruce D. Perry (2001 : 3) menyatakan bahwa Bonding merupakan hubungan antara seseorang dengan orang yang lain dan melalui bonding terbentuklah attachment. Sedangkan Jeff dan Cindi (2006) memandang bonding sebagai hubungan yang istimewa antara bayi dengan ibunya. Selengpanya dia menyatakan Bonding is that beautiful act of a baby and a parent totally falling in love with each other. Not only is bonding enjoyable, but it is essential for your baby's psychological well being. A loving environment produces confidence, trust, and relational skills in your baby. The lack of bonding can cause serious psychological problems for your child in the future
Bonding, menurut Jeff dan Cindi, merupakan kebutuhan esensial bagi bayi. Dengan bonding, bayi belajar mengembangkan rasa percaya diri keterampilan dalam hubungan social. Bila bayi dalam perkembangannya kurang merasakan hubungan tersebut , dirinya dapat mengalami problem psikologis yang serius di kemudian hari.
Pengertian Attachment
Berkenaan dengan attachment, Bruce D. Perry (2001 : 2) menyatakan attachment refers to a special bond characterized by the unique qualities of the special bond that forms in maternal-infant or primary caregiver-infant relationships.” Menurut Perry, attachment merupakan suatu hubungan antar manusia (bond) yang ditandai oleh sifat-sifat yang specifik dalam hubungan bayi dan ibunya atau bayi dan pengasuhnya.
Selanjutnya Perry menegaskan bahwa attachment terbentuk melalui bonding dalam dalam attachment bond terdapat elemen-element sebagai berikut.
·   an attachment bond is an enduring emotional relationships with specific person;
·   the relationship brings safety, comfort, soothing and pleasure;
·   loss or threat of loss of person evokes intense distress.
Hubungan bonding dengan attachment dapat digambarkan berikut ini.

Sebagai kebutuhan, attachment memerlukan pemenuhan. Bila pengalaman tersebut ternyata tidak atau kurang terpeuhi dapat menimbulkan masalah bagi bayi (Bruce D.Perry, 2001: 8) yaitu : (1) developmental delays, (2) eating, (3) soothing behavior, (4) emotional function, (5) in-appropriate modeling, dan (6) aggression.
5.        Tugas-tugas Perkembangan Masa Bayi
Beberapa keterampilan yang merupakan tugas perkembangan yang ada pada masa bayi adalah sebagai berikut.
·   Mampu makan makanan padat;
·   Mampu mengatur buang air kecil dan besar.
·   Mampu berjalan;
·   Mampu berbicara.


DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, A. 1991. Psikologi Perkembangan. Jakarta : Rineka Cipta.
Arfinurul. 2010. Perkembangan Emosi pada Remaja. [tersedia] http://arfinurul.blog.uns.ac.id. (14 Nopember 2012).
Atkinson, L. Rita dkk. 1991. Pengantar Psikologi. Jakarta: PT Gelar Aksar Pratama.
Billimham, Katherine A. 1982. Developmental Psychology for The Heah Care Professions : Part 1 – Prenatal Through Adolescent Development. Colorado : Westview Press, Inc.
Bimo Walgito. 2000. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta : Yasbit Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.
Branca, Albert A. 1965. Psychology : The Science of Behavior. Boston : Allyn and Bacon, inc.
Dirgagunarsa, Singgih. 1988. Pengantar Psikologi. Jakarta : BPK Gunung Mulia.
Desmita. 2010. Psikologi Perkembangan. Bandung : Rosdakarya.
F.J. Monks, dkk. 2002. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Gunarsa, D. 1986. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta : PT. BK Gunung Mulia
Hardy, Malcolm dan Heyes, Steve. 1988. Pengantar Psikologi. Jakarta : Erlangga.
Hurlock, B. Elizabeth. 1993. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.
                1980. Psikologi Perkembangan : suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Edisi ke lima. Jakarta : Erlangga
                1997. Perkembangan Anak : Jilid 1. (Alih Bahasa : Meitasari Tjandrasa dan Muslichah Z.) Jakarta : Erlangga.
                1997. Perkembangan Anak : Jilid 2 (Alih Bahasa : Meitasari Tjandrasa dan Muslichah Z.) Jakarta : Erlangga.
                1997. Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. (Alih Bahasa : Istiwidayanti dan Soedjarwo) Jakarta : Erlangga.
Hymovich, Debra P. and Chamberlin, Robert W. 1980. Child and Family Development : Implications for Primary Health Care. New York : Mc Graw Hill Book Company.
Jeff and Cindi. 2006. “Oh Baby, Bond with Me” http:// www.envisagedesign. com/ohbaby/ index/html (diakses 15 Maret 2006).
Kartini Kartono. 1992. Psikologi Wanita Jilid 2 : Mengenal Wanita sebagai Ibu dan Nenek. Bandung : CV Mandar Maju.
Kartono, K. 1979. Psikhologi Anak. Bandung : Alumni
Kasiram, M. 1983. Ilmu Jiwa Perkembangan. Surabaya : Usaha Nasional.
Monk, dkk. 2002. Psikologi Perkembangan : pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Nugraha, Ari. 2012. Psikologi Perkembangan. [tersedia] http://the-arinugraha-centre.blogspot.com. (25 Desember 2012).
Perry, Bruce D. 2001. Bonding Attachment in Maltreated Children : Consequences of Emotional Neglect in Childhood. Booklet.
Sarlito Wirawan Sarwono. 2001. Psikologi Remaja. Jakarta: Radja Grafindo Persada.
                                . 2002. Psikologi Remaja. Jakarta : PT Remaja Grafindo Persada.
Sujanto, Agus. 1986. Psikologi Deskripsi. Jakarta: Aksara Baru.
Syamsu Yususf, L.N. 2004. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Tarigan, Rosdiana S. 2006. “11 Perilaku Sulit Si Prasekolah. ” Nakita No. 367/Th VIII/15 April 2006.
Wikipedia Free Encyclopedia. 2005. “Delayed Puberty”. www.en.wikiperia.- org/delayedpuberty.html.
Yusuf, S. 2004. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Zulkifli, L. 1992. Psikologi Perkembangan. Bandung : PT Remaja Rosda Karya

No comments: