Selasa, 08 November 2011

SINONIM, ANTONIM, HOMONIM


  1. Sinonim,
Kata sininim berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu Syn ‘dengan’ dan Onomo ‘nama’. Secara harfiah, sinonim diartikan sebagai nama lain untuk benda yang sama.
Walaupun sinonim memilki makna sama, akan tetapi persamaan makna itu hanya merupakan kemiripan saja atau kurang lebih hampir sama. Artinya, meskipun maknanya sama tetapi memperlihatkan perbedaan-perbedaan, apalagi kalau dihubungkan dengan pemakaian kata-kata itu dalam konteks kalimat, misalnya kata /mati/ dengan /meninggal/. Kedua kata tersebut bersinonim karena memperlihatkan kesamaan makna. Akan tetapi, dalam pemakaian, kedua kata itu itu memperlihatkan perbedaan. Kata /mati/ biasanya digunakan untuk binatang atau tumbuh-tumbuhan, sedangkan kata /meninggal/ digunakan untuk manusia. Penggunaan sinonim diatas menunjukan nilai rasa dalam pemakainanya. Derajat kata /mati/ lebih kasar daripada kata /meninggal/.
  1. Antonim,
Istilah antonym berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu anti ‘melawan’ dan onomo ‘nama’. Secara harfiah antonym adalah nama lain untuk benda yang lain. Dengan kata lain, antonym adalah kata-kata yang berlawanan maknanya.
Istilah antonym kadang-kadang dipertentangkan dengan istilah sinonim, tetapi status kedua istilah itu berbeda. Antonim biasanya teratur dan dapat diidentifikasi secara tetap.
Contoh :
Besar               x          kecil                 bodoh            x          pandai
Mudah             x          sukar                lebar              x          sempit
Tinggi              x          rendah             panjang           x          pendek
Kuat                x          lemah               kaya              x          miskin
Pulang             x          pergi                pria                x          wanita
    • Pasangan komplementer, yaitu pasangan kata berantonim yang saling melengkapi.
Contoh :
Hidup              x          mati                 siang                x          malam
Miskin             x          kaya                 pendek           x          panjang
Tinggi              x          rendah             suka                 x          duka
    • Pasangan perbandingan, yaitu (penegatifan) suatu kata tidak bersinonim dengan kata yang lain.
Contoh :
Tidak senang   (belum tentu)   sedih
Tidak pandai   (belum tentu)   bodoh
Tidak besar      (belum tentu)   kecil
Tidak tertawa  (belum tentu)   menangis
Cirri-ciri antonym adalah :
1. Kelebihan sesuatu adalah merupakn kekurangan yang lainnya,
                                    Contoh :
                                    Lebih besar adalah kurang kecil
                                    Lebih pandai adalah kurang bodoh
Lebih senang adalah kurang sedih
Lebih mahal adalah kurang murah
                        2. Ada sejumlah antonym yang satu berciri/bertanda dan yang satu lagi
                            tidak berciri/bertanda. Anggota pasangan yang tidak bertanda
                            biasanya dalam pernyataan yang menyatakan tingkat atau kadarnya.
                                    Contoh :
                                    Berapa panjangnya ?               bukan berapa pendeknya ?
                                    Berapa jauh ?                          bukan berapa dekat ?
    • Antonym rasional, yaitu antonym yang memperlihatkan kesimetrisan dalam makna anggota kelompoknya atau terdapat hubungan erat.
Contoh :
Guru                x          murid               majikan            x          pegawai
Penatar            x          petatar             penyuruh         x          pesuruh
    • Antonym resiprokal, yaitu antonym yang memperlihatkan hubungan timbale balik secarafungsional, walaupun berlawanan dalam makna.
Contoh :
Menjual           x          membeli           mengirim         x          menerima
Memanggil      x          menyapa          membayar        x       menghutang

  1. Homonim,
Istilah homonym berasal dari bahasa Yunani Kuno yang berarti kata onomo bermakna nama dan homos bermakna sama. Secara harfiah homonym berarti dua atau lebih kata yang memiliki bentuk yang sama. Kesamaan bentuk tersebut, diartikan sebagai identik, baik dari segi bunyi/lafal maupun dari segi tulisan. Karena itu, dikenal homonym yang homofon (sama bunyi/lafal=phone) dan homonym yang berhomograf (grafen=tulisan), serta homonym yang homofon dan homograf.

Contoh homonym yang homograf :
Sedan  I           =          suara merintih, sedu sedan
Sedan  II         =          kendaraan beroda empat, mobil
Teras    I           =          hati, bagian yang keras, pejabat tinggi
Teras    II         =          lantai rumah yang agak tinggi di depan rumah
Mental I           =          terpelanting
Mental II         =          batin, jiwa

Contoh  homonym yang homofon :
Bang (dari kata abang=kakak)            Bank (tempat/lembaga ekonomi)
Sangsi (bimbang,ragu)                        Sanksi (hukuman,tindakan)
Masa (waktu)                                      Massa (rakyat, banyak)
Sarat (penuh muatan)                          Syarat (sesuatu yang harus dipenuhi)

Contoh homofon dan homograf :
Bisa     I           = dapat, mampu          Bang    I           = adzan
Bisa     II         = racun ular                 Bang    II         = kakak
Kali     I           = sungai                       Aci      I           = umpama/andai kata
Kali     II         = lipat                          Aci      II         = sah, benar

Tidak ada komentar: