Sunday, May 29, 2022

PAT BERBASIS ANDROID ONLINE MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA

UNTUK SMK/SMA/MA SEMUA JURUSAN TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Silahkan klik link di bawah ini untuk memulai Ujian ONLINE
Kerjakan yang mudah terlebih dahulu. Baca Basmalah sebelum mengerjakan soal.

Tuesday, April 19, 2022

SOAL UJIAN SEKOLAH BERBASIS ANDROID TAHUN 2022

UNTUK SMK/SMA/MA SEMUA JURUSAN

TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Silahkan klik link di bawah ini untuk memulai Ujian ONLINE

 ðŸ‘‰ðŸ‘‰ðŸ‘‰  SOAL UJIAN SEKOLAH BAHASA INDONESIA   ðŸ‘ˆðŸ‘ˆðŸ‘ˆ

Kerjakan yang mudah terlebih dahulu. Baca Basmalah sebelum mengerjakan soal. Jangan dikerjakan berkelompok supaya menghindari kerumunan (Social Distancing) dan selalu jaga jarak aman (Psycal Distancing). 

Wednesday, April 6, 2022

M3 KB 2.a.3.6 Analisis Penerapan Materi

Analisis penerapan materi dalam kehidupan nyata secara kontekstual pada Kelas X Jurusan Teknik Komputer Jaringan di SMK Al Husna Cisaga

Nama Mahasiswa      : Ari Nugraha

Nomor Peserta          : 201503280480

 

Pembelajaran apresiasi sastra merupakan bentuk seni yang bersifat apresiatif. Oleh karena itu, pembelajaran sastra hendaknya lebih ditekankan pada segi apresiasinya. Apresiasi sastra meliputi apresiasi prosa, puisi, dan drama. Pembelajaran apresiasi puisi merupakan salah satu pembelajaran apresiasi sastra. Materi yang harus diberikan kepada siswa, adalah materi yang bertujuan agar siswa lebih mengenal, memahami, menghayati kepribadian, sikap, wawasan, serta peningkatan pengetahuan dan kemampuan berkomunikasi maupun berbahasa. Pembelajaran apresiasi puisi memiliki beberapa fungsi dalam kehidupan manusia. Pembelajaran puisi sangat penting bagi siswa karena dapat membentuk sikap manusia yang memiliki pengetahuan luas, memiliki moral, dan kepribadian. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran puisi kurang begitu optimal. Kondisi seperti ini mengakibatkan tingkat apresiasi siswa dan aktualisasi diri siswa terhadap puisi masih rendah. Penyebab rendahnya pembelajaran apresiasi puisi adalah kurang aktifnya siswa dalam memahami puisi, selain itu kurangnya buku – buku tentang sastra yang ada di sekolah.

Karena guru merupakan faktor dominan terhadap keberhasilan pembelajaran apresiasi puisi di sekolah khususnya di kelas yang diampunya. Seorang guru dituntut mampu membuat perencanaan pembelajaran dengan baik, memilih materi pelajaran yang sesuai dengan kompetensi dasar, menggunakan berbagai metode yang sesuai dengan kegiatan belajar mengajar, menggunakan media pembelajaran dengan tepat, membuat skenario pembelajaran, mengetahui hambatan-hambatan yang muncul dalam pembelajaran apresiasi puisi, dapat mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapinya serta melaksanakan evaluasi ataupun penilaian.

Hasil analisis yang ditemui di kelas X TKJ di SMK Al Husna Cisaga antara lain sebagai berikut :

1.       Tujuan pembelajaran apresiasi puisi di kelas X TKJ di SMK Al Husna Cisaga dikaitkan dengan aspek-aspek pengetahuan, pemahaman, dan penggunaan bahasa puisi pada khususnya dan bahasa keseharian pada umumnya.

2.       Bahan pembelajaran apresiasi puisi di kelas X TKJ di SMK Al Husna Cisaga mengacu pada bahan pembelajaran apresiasi puisi tak langsung dan bahan pembelajaran apresiasi langsung.

3.       Media pembelajaran apresiasi puisi di kelas X TKJ di SMK Al Husna Cisaga belum dapat menstimulasi pengalaman buatan, pengalaman aktual dan pengalaman sosial- emosional intelektual siswa.

4.       Penilaian kemampuan berapresiasi puisi siswa selama pembelajaran dilakukan secara acak untuk memberi nilai lebih kepada siswa yang menonjol apresiasi puisinya.

M2 KB 2.a.2.6 Analisis Penerapan Materi

Analisis penerapan materi dalam kehidupan nyata secara kontekstual pada Kelas X Jurusan Farmasi Klinis dan Komunitas di SMK Al Husna Cisaga

Nama Mahasiswa      : Ari Nugraha

Nomor Peserta          : 201503280480

 

Berdasarkan analisis saya sebagai guru pada siswa kelas X Farmasi Klinis dan Komunitas tentang kemampuan berbicara dengan pendekatan pragmatic. Setiap materi pelajaran tentu memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi. Pada pembelajaran ini guru menggunakan pendekatan pragmatik untuk meningkatkan kemampuan kemampuan berbicara. Siswa cepat merasa bosan dan kelelahan tentu tidak dapat mereka hindari, disebabkan penjelasan guru yang sukar dicerna dan dipahami. Guru yang bijaksana tentu sadar bahwa kebosanan dan kelelahan anak didik adalah berpangkal dari penjelasan dari guru bersimpang-siur, tidak ada fokus masalahnya. Hal ini tentu saja dicarikan solusinya. Jika guru tidak memiliki kemampuan untuk menjelaskan suatu bahan dengan baik, apa salahnya jika menghadirkan media sebagai alat bantu pengajaran guna mencapa tujuan yang telah ditetapkan sebelum pelaksanaan pengajaran. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, siswa terlihat antusias dan memiliki motivasi belajar yang baik.

Penerapan pendekatan pragmatik di kelas X Farmasi Klinis dan Komunitas dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Penggunan pendekatan pragmatik membantu peserta didik lebih didekatkan dengan kondisi praktis berbicara baik secara lisan maupun tulisan. Selain itu, mengingatkan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali budaya termasuk di dalamnya bahasa, dengan pendekatan pragmatis dalam pembelajaran bahasa, sedikit banyak kendala yang muncul akan terakomodir. Terlebih lagi didukung dengan suatu kurikulum yang sebagian besar kebijakannya diserahkan pada masing-masing tingkat satuan pendidikan, pembelajaran (khususnya bahasa) yang muncul akan lebih mampu mengakomidasi kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran keterampilan berbicara dengan pendekatan pragmatik ini sangat efektif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif terutama dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa di dalam kelas maupun diluar kelas.

Respon siswa terhadap pembelajaran berbicara menggunakan pendekatan pragmatik meningkat. Hal tersebut tampak dari antusias siswa mengikuti pembelajaran dan mengikuti langkah pendekatan pragmatik dengan baik. Setelah dilakukan wawancara, sebagian besar siswa menjawab senang dengan pembelajaran berbicara menggunakan pendekatan pragmatik. Maka dapat disimpulkan bahwa siswa senang dengan pembelajaran berbicara menggunakan pendekatan pragmatik.

 

 

M1 KB 2.a.1.6 Analisis Penerapan Materi

Analisis penerapan materi dalam kehidupan nyata secara kontekstual pada Kelas X Asisten Keperawatan di SMK Al Husna Cisaga

Nama Mahasiswa      : Ari Nugraha

Nomor Peserta          : 201503280480

 

Analisis ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk kesalahan berbahasa dalam karangan eksposisi siswa kelas X Asisten Keperawatan di SMK Al Husna Cisaga serta menjelaskan dan mendeskripsikan penyebab adanya kesalahan berbahasa dan upaya yang dapat dilakukan oleh guru dan siswa agar kesalahan berbahasa Indonesia dalam karangan eksposisi siswa X Asisten Keperawatan di SMK Al Husna Cisaga dapat diminimalisasi. Adapun permasalahan yang sering terjadi adalah (1) bentuk kesalahan berbahasa meliputi kesalahan penggunaan huruf kapital, kesalahan penggunaan tanda baca, kesalahan penggunaan partikel, kesalahan penulisan kata ulang, kesalahan akibat tipografi, dan kesalahan penulisan kata baku; (2) bentuk kesalahan berbahasa pada bidang morfologi meliputi kesalahan penulisan kata depan, kesalahan penulisan kata bentukan, dan kesalahan akibat pleonasme; (3) bentuk kesalahan berbahasa pada bidang sintaksis meliputi kesalahan struktur frasa-struktur kalimat.

Berbahasa pada bidang fonologi yang ditemukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.       Perlukah ketegasan Hukum Bagi pengguna Narkoba di Indonesia?

Kalimat di atas adalah kalimat yang digunakan untuk penulisan judul. Kata “ketegasan” di dalam judul seharusnya diawali dengan huruf kapital. Kata “bagi” dalam judul tidak diawali dengan huruf kapital karena merupakan preposisi yang bermakna “untuk”. Dan kata “pengguna” dalam judul seharusnya diawali dengan huruf kapital.

2.       Apalagi, sekarang, Indonesia sudah mempunyai lembaga khusus yang menangani kasus narkoba, yaitu BNN (Badan Narkotika Nasional).

Pada kalimat di atas, penggunaan tanda koma dalam kalimat di atas terlalu banyak dan seharusnya tanda koma cukup digunakan sesudah frasa “apalagi sekarang”.

Kesalahan berbahasa pada bidang morfologi yang ditemukan sebagai berikut:

1.       Masyarakat banyak yang tidak setuju jika pengguna narkoba hanya di rehabilitasi karena setelah rehabilitasi tidak ada jaminan bahwa mereka telah merasa jera.

Dalam kalimat di atas, kata rehabilitasi merupakan kata benda (noun) sehingga preposisi di tidak perlu dipisah dengan kata tersebut.

2.       Hukum yang cukup ketat seharusnya mampu mensadarkan masyarakat akan pentingnya menjauhi narkoba.

Dalam kalimat di atas, kata mensadarkan adalah salah karena penulisannya tidak sesuai dengan kaidah ejaan yang benar.

Kata yang benar adalah menyadarkan karena kata bentukan tersebut berasal dari kata sadar yang mendapat awalan me- dan akhiran -kan. Sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, afiks meyang bertemu dengan kata dasar berawalan huruf K, T, S, dan P maka huruf tersebut akan hilang atau melebur.

Kesalahan berbahasa pada bidang sintaksis yang ditemukan adalah sebagai berikut:

Kesalahan penggunaan struktur frasa

1.       Apabila pemerintah semakin memperkuat aparat dan mempertegas sanksi hukum maka tidak dibutuhkan terlalu banyak waktu untuk berhasil menangkap seluruh jaringan narkoba yang berhasil masuk ke Indonesia.

Pada kalimat di atas, frasa terlalu banyak waktu berasal dari terjemahan bahasa Inggris yaitu too many time. Frasa yang lebih tepat digunakan agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia adalah waktu terlalu banyak.

Kesalahan Penggunaan Struktur Kalimat yang ditemukan adalah sebagai berikut:

1.       Jika kasus tersebut tidak segera ditangani oleh pihak yang berwajib.

Dalam kalimat di atas, kata „jika‟ merupakan konjungsi subordinatif yang berfungsi untuk menghubungkan dua klausa atau lebih dengan status yang tidak sama derajatnya guna menjelaskan suatu hubungan syarat. Maka dari itu sebuah klausa saja tidak boleh diawali kata „jika‟ karena maknanya akan menjadi tidak jelas.

Thursday, March 24, 2022

LK 2 Modul 6 : Lembar Kerja Refleksi Modul Bidang Studi/Jurnal Harian

 

Nama Mahasiswa          : Ari Nugraha

Nomor Peserta PPG       : 201503280480

Mapel                          : Bahasa Indonesia

Instansi                       : SMK Al Husna Cisaga

LPTK                            : Universitas Muhammadiyan Prof.Dr.Hamka

Judul Modul

Modul 6 Genre Teks dalam Bahasa Indonesia

Judul Kegiatan Belajar (KB)

1.    Konsep Dasar Teks Berbasis Genre

2.    Genre Teks Fiksi dalam Kurikulum 2013

3.    Genre Teks Nonfiksi Kurikulum 2013

4.    Penyusunan Perangkat Pembelajaran Teks Berbasis Genre

No

Uraian

Respon/Jawaban

1

Uraikan hasil diskusi bersama teman dan dosen mengenai pemecahan masalah dalam memahami materi yang mengalami kesulitan

1.    Pembelajaran bahasa sebaiknya di berikan kepada anak sejak dini, supaya anak-anak Indonesis  mampu berfikir secara kritis

2.    Dalam pembelajaran  Bahasa Indonesia, terutama dalam pembuatan soal harus Hots terutama dalam RPP, LKPD dan Instrumen Penilaian

3.    Fungsi bahasa sebagai sarana berfikir bisa kita terapkan dalam pemebalajaran bahasa Indonesia

4.    Komponen-komponen Pendidikan memiliki tujuan yang sama yaitu mencerdaskan anak bangsa, baik itu dari pemerintah, guru, siswa maupun orang tua.

5.    Bahasa indonesia sebagai sarana berfikir, dapat meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi, terkontrol dan kritis

6.    Siswa semakin banyak membaca teks  , maka bertambah pula kosa kata siswa dan siswa semakin cerdas

7.    Pembelajaran Esplorasi dapat dikaitkkan dengan pembelajaran materi,mengapa/ karena anak datang ke sekolah bukan lagi dalam keadaan kosong, maka untuk mengukur tingkat pemahaman siswa, guru memberikan ilmu pengetahuan sesuai yang dibutuhkan siswa yaitu kebutuhan kognitif, kemudian guru dapat mengecek sejumlah mengetahuan siswa yang telah diperoleh setelah pembelajarn

8.    Pendekatan proses yang paling efektif ydalam mencapai tujuan adalah materi yang sesuai dengan kebutuhan siswa, adapun beberapa alternatif yaitu dengan metode pembelajarn PBL dan PJBL.

9.    Upaya mengatasi kebiasaan diri untuk dapat terampil menyelesaikan soal UNBK.Sering berlatih membaca teks dan membaca literasi

10. Pada pembelajaran bahasa indonesia dalam pembuatan soal berstandar Hots, ada beberapa yang harus dituntut diantaranya, 

·         Diberikan dasar pertanyaan( stimulis)

·         Mengukur kemampuan berfikir kritis 

·         Mengukur keterampilan memecahkan masalah

·         Membandingkan 

·         Adanya hubungan sebab akibat

·         Memberikan alasan

·         Meringkas

·         Mengelompokkan

·         Menciptakan

·         Menerapkan

·         Menganalisis

·         Sisntesis.

11. Referensi pembelajaran

12. Panjang teks disesuaikan dengan tingkat satuan pendidikan/level

13. Persoalan yang memerlukan pemikiran

14. Pemerolehan bahasa

15. Cara menentukan indikator

16. Perbedaan teks eksposisi dan eksplanasi

17. Pendekatan paling efektif dalam kegiatan pembelajaran

18. Perbedaan kritik sastra dan esay

19. Persoalan dalam penyajian teks yang utuh

20.  Perbedaan komunikasi verbal dan non verbal

2

Uraikan hasil diskusi bersama teman dan dosen mengenai miskonsepsi di modul ini

1.    Pengertian antara teks prosedur sederhana dan kompleks

2.    Pengrtian antara cerpen mini dan cerpen ideal

3.    Pengertian antara wawancang dan kramagung

4.    Pengertian antara verba material dan mental

5.    Genre tekstual di dalam pembelajaran teks

6.    Kendala keterampilan berbahasa siswa

7.    Membaca memerlukan kemampuan memahami teks hanya 50 %

8.    Pemberian soal yang kurang berpikir tingkat tinggi pada siswa

9.    Fungsi bahasa sebagai sarana berfikir

10. Semakin banyak membaca teks semakin memperbanyak kosakata siswa

11. Lingkungan Keluarga memengaruhi Perkembangan Potensi Bahasa siswa

12. Pemahaman Kritik dan esai

3

Hambatan yang dialami pada pembelajaran analisis materi pembelajaran berbasis masalah di modul ini

1.    Mahasiswa sering mengalami hambatan dalam memahami isi modul yang terlalu banyak.

2.    Banyak definisi dan istilah yang harus dipelajari dengan waktu yang singkat

4

Hal yang akan dilakukan untuk sukses di pembelajaran modul berikutnya

1.    Berdoa dan terus jaga kondisi badan supaya sehat

2.    Menyiapkan bahan materi untuk kasus yang ada di sekolah

3.    Menyampaikan permasalahan yang ada disekolah untuk didiskusikan

 

LK 2 Modul 5 : Lembar Kerja Refleksi Modul Bidang Studi/Jurnal Harian

 

Nama Mahasiswa          : Ari Nugraha

Nomor Peserta PPG       : 201503280480

Mapel                          : Bahasa Indonesia

Instansi                       : SMK Al Husna Cisaga

LPTK                            : Universitas Muhammadiyan Prof.Dr.Hamka

Judul Modul

Modul 5 Keterampilan Berbahasa Produktif

Judul Kegiatan Belajar (KB)

1.    Keterampilan Berbicara

2.    Pembelajaran Keterampilan Berbicara

3.    Keterampilan Menulis

4.    Pembelajaran Keterampilan Menulis

No

Uraian

Respon/Jawaban

1

Uraikan hasil diskusi bersama teman dan dosen mengenai pemecahan masalah dalam memahami materi yang mengalami kesulitan

Latar Belakang :

·         Negosisasi itu selalu ada di kehidupan sehari hari.

·         Karena  SMK menggunakan kurikulum industri yang berkaitan dengan kegiatan negosiasi.

·         Karena kurang pengetahuan penunjang keterampilan berbicara pada umumnya

Permasalahan :

Kadang anak mengalami kesulitan dalam bernegosiasi. Sehingga dalam tawar – menawar tidak bisa berjalan dengan baik

·         Tidak adanya rasa percaya diri dan memiliki rasa takut dalam mengeluarkan pendapat

·         Kurangnya pembendaharaan kata dalam berbicara

·         Siswa tidak memiliki kemampuan mengajukan negosiasi secara lisan

·         Ssiwa tidak memahami hakikat negosiasi

·         Ketepatan mimik, gestur, dan intonasi yang belum baik

·         Kurangnya siswa bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan yang baru (dalam prakteknya di masyarakat)

·         Kurang menguasai struktur negosiasi.

·         Tidak punya referensi dalam negosiasi.

Solusi

Setelah menemukan permasalahan siswa mengenai Negosiasi, maka hal yang dilakukan pendidik adalah :

·         Guru menyampaikan penguasaan taktik dalam mencapai  win – win solution di negosiasi.

·         Penekanan dalam penggunaan kalimat persuasi.

·         Banyak berlatih sebelum memulai praktek.

·         Observasi lapangan terlebih dahulu sebelum melakukan negosiasi.

·         Siswa langsung turun ke lapangan untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat.

·         Melatih siswa dalam berbicara dalam tataran yang sopan dan santun.

·         Belajar dari medsos cara bernegosiasi yang baik. (youtube dan google)

Hasil Analisis Kelompok :

Adanya peningkatan kemampuan siswa dalam Menyampaikan pengajuan, penawaran, persetujuan, dan penutup dalam teks negosiasi berkaitan dengan bidang pekerjaan secara lisan maupun tulis dengan pendekatan Project Based Learning. (PJBL)

 

2

Uraikan hasil diskusi bersama teman dan dosen mengenai miskonsepsi di modul ini

1.  Mengapa tawar-menar siswa SMK rendah? Pada kegiatan materi Negosiasi

2.  Negosiasi harus ada 2 pihak atau lebih

3.  Ada perbedaan pendapat atau persengkataan

4.  Hakikat negosiasi tawar-menawar

5.  Hidup penuh dengan negosiasi, beda berembuk, musyawarah

3

Hambatan yang dialami pada pembelajaran analisis materi pembelajaran berbasis masalah di modul ini

1.    Mahasiswa sering mengalami hambatan dalam memahami isi modul yang terlalu banyak.

2.    Banyak definisi dan istilah yang harus dipelajari dengan waktu yang singkat

4

Hal yang akan dilakukan untuk sukses di pembelajaran modul berikutnya

1.    Berdoa dan terus jaga kondisi badan supaya sehat

2.    Menyiapkan bahan materi untuk kasus yang ada di sekolah

3.    Menyampaikan permasalahan yang ada disekolah untuk didiskusikan