UNTUK SMK/SMA/MA SEMUA JURUSAN TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Silahkan klik link di bawah ini untuk memulai Ujian ONLINE- 👉👉 Soal PAT Online Bahasa Indonesia untuk Kelas X 👈👈
- 👉👉 Soal PAT Online Bahasa Indonesia untuk Kelas XI 👈👈
Semua pasti setuju & meyakini bahwa pendidikan merupakan gerakan untuk membangkitkan bangsa & negara supaya mampu berdiri tegak, kokoh, maju dan terpandang dalam pergaulan di dunia internasional. Untuk membangun bangsa tentunya harus memiliki sumber manusia yang produktif, bermutu, disiplin dan bermartabat (human dignity). My Chanel : https://www.youtube.com/c/AriTeacherBahasa atau Join me in Facebook http://facebook.com/shinobi.ari.csg atau Follow me in twitter: @AriTeacher24
UNTUK SMK/SMA/MA SEMUA JURUSAN TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Silahkan klik link di bawah ini untuk memulai Ujian ONLINEUNTUK SMK/SMA/MA SEMUA JURUSAN
TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Silahkan klik link di bawah ini untuk memulai Ujian ONLINE
👉👉👉 SOAL UJIAN SEKOLAH BAHASA INDONESIA 👈👈👈
Kerjakan yang mudah terlebih dahulu. Baca Basmalah sebelum mengerjakan soal. Jangan dikerjakan berkelompok supaya menghindari kerumunan (Social Distancing) dan selalu jaga jarak aman (Psycal Distancing).
Analisis penerapan materi dalam kehidupan nyata secara kontekstual pada Kelas X Jurusan Teknik Komputer Jaringan di SMK Al Husna Cisaga
Nama Mahasiswa : Ari Nugraha
Nomor Peserta : 201503280480
Pembelajaran
apresiasi sastra merupakan bentuk seni yang bersifat apresiatif. Oleh karena
itu, pembelajaran sastra hendaknya lebih ditekankan pada segi apresiasinya.
Apresiasi sastra meliputi apresiasi prosa, puisi, dan drama. Pembelajaran
apresiasi puisi merupakan salah satu pembelajaran apresiasi sastra. Materi yang
harus diberikan kepada siswa, adalah materi yang bertujuan agar siswa lebih
mengenal, memahami, menghayati kepribadian, sikap, wawasan, serta peningkatan
pengetahuan dan kemampuan berkomunikasi maupun berbahasa. Pembelajaran
apresiasi puisi memiliki beberapa fungsi dalam kehidupan manusia. Pembelajaran
puisi sangat penting bagi siswa karena dapat membentuk sikap manusia yang
memiliki pengetahuan luas, memiliki moral, dan kepribadian. Kenyataan di
lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran puisi kurang begitu optimal. Kondisi
seperti ini mengakibatkan tingkat apresiasi siswa dan aktualisasi diri siswa
terhadap puisi masih rendah. Penyebab rendahnya pembelajaran apresiasi puisi
adalah kurang aktifnya siswa dalam memahami puisi, selain itu kurangnya buku – buku
tentang sastra yang ada di sekolah.
Karena guru
merupakan faktor dominan terhadap keberhasilan pembelajaran apresiasi puisi di
sekolah khususnya di kelas yang diampunya. Seorang guru dituntut mampu membuat
perencanaan pembelajaran dengan baik, memilih materi pelajaran yang sesuai
dengan kompetensi dasar, menggunakan berbagai metode yang sesuai dengan
kegiatan belajar mengajar, menggunakan media pembelajaran dengan tepat, membuat
skenario pembelajaran, mengetahui hambatan-hambatan yang muncul dalam pembelajaran
apresiasi puisi, dapat mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapinya serta
melaksanakan evaluasi ataupun penilaian.
Hasil
analisis yang ditemui di kelas X TKJ di SMK Al Husna Cisaga antara lain sebagai
berikut :
1.
Tujuan pembelajaran apresiasi puisi di kelas X
TKJ di SMK Al Husna Cisaga dikaitkan dengan aspek-aspek pengetahuan, pemahaman,
dan penggunaan bahasa puisi pada khususnya dan bahasa keseharian pada umumnya.
2.
Bahan pembelajaran apresiasi puisi di kelas X
TKJ di SMK Al Husna Cisaga mengacu pada bahan pembelajaran apresiasi puisi tak
langsung dan bahan pembelajaran apresiasi langsung.
3.
Media pembelajaran apresiasi puisi di kelas X
TKJ di SMK Al Husna Cisaga belum dapat menstimulasi pengalaman buatan,
pengalaman aktual dan pengalaman sosial- emosional intelektual siswa.
4.
Penilaian kemampuan berapresiasi puisi siswa
selama pembelajaran dilakukan secara acak untuk memberi nilai lebih kepada
siswa yang menonjol apresiasi puisinya.
Analisis penerapan materi dalam kehidupan nyata secara kontekstual pada Kelas X Jurusan Farmasi Klinis dan Komunitas di SMK Al Husna Cisaga
Nama Mahasiswa : Ari Nugraha
Nomor Peserta : 201503280480
Berdasarkan
analisis saya sebagai guru pada siswa kelas X Farmasi Klinis dan Komunitas
tentang kemampuan berbicara dengan pendekatan pragmatic. Setiap materi
pelajaran tentu memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi. Pada pembelajaran
ini guru menggunakan pendekatan pragmatik untuk meningkatkan kemampuan
kemampuan berbicara. Siswa cepat merasa bosan dan kelelahan tentu tidak dapat
mereka hindari, disebabkan penjelasan guru yang sukar dicerna dan dipahami.
Guru yang bijaksana tentu sadar bahwa kebosanan dan kelelahan anak didik adalah
berpangkal dari penjelasan dari guru bersimpang-siur, tidak ada fokus
masalahnya. Hal ini tentu saja dicarikan solusinya. Jika guru tidak memiliki
kemampuan untuk menjelaskan suatu bahan dengan baik, apa salahnya jika
menghadirkan media sebagai alat bantu pengajaran guna mencapa tujuan yang telah
ditetapkan sebelum pelaksanaan pengajaran. Berdasarkan hasil observasi dan
wawancara, siswa terlihat antusias dan memiliki motivasi belajar yang baik.
Penerapan
pendekatan pragmatik di kelas X Farmasi Klinis dan Komunitas dapat meningkatkan
aktivitas belajar siswa. Penggunan pendekatan pragmatik membantu peserta didik
lebih didekatkan dengan kondisi praktis berbicara baik secara lisan maupun
tulisan. Selain itu, mengingatkan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali budaya
termasuk di dalamnya bahasa, dengan pendekatan pragmatis dalam pembelajaran
bahasa, sedikit banyak kendala yang muncul akan terakomodir. Terlebih lagi
didukung dengan suatu kurikulum yang sebagian besar kebijakannya diserahkan
pada masing-masing tingkat satuan pendidikan, pembelajaran (khususnya bahasa)
yang muncul akan lebih mampu mengakomidasi kebutuhan peserta didik. Dengan
demikian, pembelajaran keterampilan berbicara dengan pendekatan pragmatik ini
sangat efektif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif terutama dalam
meningkatkan kemampuan berbicara siswa di dalam kelas maupun diluar kelas.
Respon siswa
terhadap pembelajaran berbicara menggunakan pendekatan pragmatik meningkat. Hal
tersebut tampak dari antusias siswa mengikuti pembelajaran dan mengikuti
langkah pendekatan pragmatik dengan baik. Setelah dilakukan wawancara, sebagian
besar siswa menjawab senang dengan pembelajaran berbicara menggunakan
pendekatan pragmatik. Maka dapat disimpulkan bahwa siswa senang dengan
pembelajaran berbicara menggunakan pendekatan pragmatik.
Analisis penerapan materi dalam kehidupan nyata secara kontekstual pada Kelas X Asisten Keperawatan di SMK Al Husna Cisaga
Nama Mahasiswa : Ari Nugraha
Nomor Peserta : 201503280480
Analisis ini
bertujuan untuk menjelaskan bentuk kesalahan berbahasa dalam karangan eksposisi
siswa kelas X Asisten Keperawatan di SMK Al Husna Cisaga serta menjelaskan dan
mendeskripsikan penyebab adanya kesalahan berbahasa dan upaya yang dapat
dilakukan oleh guru dan siswa agar kesalahan berbahasa Indonesia dalam karangan
eksposisi siswa X Asisten Keperawatan di SMK Al Husna Cisaga dapat
diminimalisasi. Adapun permasalahan yang sering terjadi adalah (1) bentuk
kesalahan berbahasa meliputi kesalahan penggunaan huruf kapital, kesalahan
penggunaan tanda baca, kesalahan penggunaan partikel, kesalahan penulisan kata
ulang, kesalahan akibat tipografi, dan kesalahan penulisan kata baku; (2)
bentuk kesalahan berbahasa pada bidang morfologi meliputi kesalahan penulisan
kata depan, kesalahan penulisan kata bentukan, dan kesalahan akibat pleonasme;
(3) bentuk kesalahan berbahasa pada bidang sintaksis meliputi kesalahan
struktur frasa-struktur kalimat.
Berbahasa pada bidang fonologi yang
ditemukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.
Perlukah ketegasan Hukum Bagi pengguna Narkoba
di Indonesia?
Kalimat di atas adalah kalimat yang digunakan untuk
penulisan judul. Kata “ketegasan” di dalam judul seharusnya diawali dengan
huruf kapital. Kata “bagi” dalam judul tidak diawali dengan huruf kapital
karena merupakan preposisi yang bermakna “untuk”. Dan kata “pengguna” dalam
judul seharusnya diawali dengan huruf kapital.
2.
Apalagi, sekarang, Indonesia sudah mempunyai
lembaga khusus yang menangani kasus narkoba, yaitu BNN (Badan Narkotika
Nasional).
Pada kalimat di atas, penggunaan tanda koma dalam
kalimat di atas terlalu banyak dan seharusnya tanda koma cukup digunakan
sesudah frasa “apalagi sekarang”.
Kesalahan berbahasa pada bidang morfologi
yang ditemukan sebagai berikut:
1.
Masyarakat banyak yang tidak setuju jika
pengguna narkoba hanya di rehabilitasi karena setelah rehabilitasi tidak ada
jaminan bahwa mereka telah merasa jera.
Dalam kalimat di atas, kata rehabilitasi merupakan
kata benda (noun) sehingga preposisi di tidak perlu dipisah dengan kata
tersebut.
2.
Hukum yang cukup ketat seharusnya mampu
mensadarkan masyarakat akan pentingnya menjauhi narkoba.
Dalam kalimat di atas, kata mensadarkan adalah salah karena penulisannya tidak sesuai dengan
kaidah ejaan yang benar.
Kata yang benar adalah menyadarkan karena kata bentukan tersebut berasal dari kata sadar
yang mendapat awalan me- dan akhiran -kan. Sesuai dengan kaidah bahasa
Indonesia, afiks meyang bertemu
dengan kata dasar berawalan huruf K, T, S, dan P maka huruf tersebut akan
hilang atau melebur.
Kesalahan berbahasa pada bidang sintaksis
yang ditemukan adalah sebagai berikut:
Kesalahan penggunaan struktur frasa
1.
Apabila pemerintah semakin memperkuat aparat dan
mempertegas sanksi hukum maka tidak dibutuhkan terlalu banyak waktu untuk berhasil menangkap seluruh jaringan
narkoba yang berhasil masuk ke Indonesia.
Pada kalimat di atas, frasa terlalu banyak waktu
berasal dari terjemahan bahasa Inggris yaitu too many time. Frasa yang lebih tepat digunakan agar sesuai dengan
kaidah bahasa Indonesia adalah waktu terlalu banyak.
Kesalahan Penggunaan Struktur Kalimat yang
ditemukan adalah sebagai berikut:
1.
Jika kasus tersebut tidak segera ditangani oleh
pihak yang berwajib.
Dalam kalimat di atas, kata „jika‟ merupakan konjungsi
subordinatif yang berfungsi untuk menghubungkan dua klausa atau lebih dengan
status yang tidak sama derajatnya guna menjelaskan suatu hubungan syarat. Maka
dari itu sebuah klausa saja tidak boleh diawali kata „jika‟ karena maknanya
akan menjadi tidak jelas.
Nama Mahasiswa :
Ari Nugraha
Nomor Peserta PPG
: 201503280480
Mapel :
Bahasa Indonesia
Instansi :
SMK Al Husna Cisaga
LPTK : Universitas Muhammadiyan Prof.Dr.Hamka
|
Judul Modul |
Modul 6 Genre Teks dalam Bahasa Indonesia |
|
|
Judul Kegiatan Belajar (KB) |
1. Konsep Dasar Teks Berbasis
Genre 2. Genre Teks Fiksi dalam
Kurikulum 2013 3. Genre Teks Nonfiksi
Kurikulum 2013 4. Penyusunan Perangkat
Pembelajaran Teks Berbasis Genre |
|
|
No |
Uraian |
Respon/Jawaban |
|
1 |
Uraikan hasil diskusi
bersama teman dan dosen mengenai pemecahan masalah dalam memahami materi yang
mengalami kesulitan |
1. Pembelajaran bahasa sebaiknya di berikan kepada anak sejak dini, supaya
anak-anak Indonesis mampu berfikir secara kritis 2. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam pembuatan soal
harus Hots terutama dalam RPP, LKPD dan Instrumen Penilaian 3. Fungsi bahasa sebagai sarana berfikir bisa kita terapkan dalam
pemebalajaran bahasa Indonesia 4. Komponen-komponen Pendidikan memiliki tujuan yang sama yaitu mencerdaskan
anak bangsa, baik itu dari pemerintah, guru, siswa maupun orang tua. 5. Bahasa indonesia sebagai sarana berfikir, dapat meningkatkan kemampuan
berfikir tingkat tinggi, terkontrol dan kritis 6. Siswa semakin banyak membaca teks , maka bertambah pula kosa kata
siswa dan siswa semakin cerdas 7. Pembelajaran Esplorasi dapat dikaitkkan dengan pembelajaran
materi,mengapa/ karena anak datang ke sekolah bukan lagi dalam keadaan
kosong, maka untuk mengukur tingkat pemahaman siswa, guru memberikan ilmu
pengetahuan sesuai yang dibutuhkan siswa yaitu kebutuhan kognitif, kemudian
guru dapat mengecek sejumlah mengetahuan siswa yang telah diperoleh setelah
pembelajarn 8. Pendekatan proses yang paling efektif ydalam mencapai tujuan adalah
materi yang sesuai dengan kebutuhan siswa, adapun beberapa alternatif yaitu
dengan metode pembelajarn PBL dan PJBL. 9. Upaya mengatasi kebiasaan diri untuk dapat terampil menyelesaikan soal
UNBK.Sering berlatih membaca teks dan membaca literasi 10.
Pada pembelajaran bahasa indonesia dalam
pembuatan soal berstandar Hots, ada beberapa yang harus dituntut
diantaranya, ·
Diberikan dasar pertanyaan( stimulis) ·
Mengukur kemampuan berfikir kritis ·
Mengukur keterampilan memecahkan masalah ·
Membandingkan ·
Adanya hubungan sebab akibat ·
Memberikan alasan ·
Meringkas ·
Mengelompokkan ·
Menciptakan ·
Menerapkan ·
Menganalisis ·
Sisntesis. 11.
Referensi
pembelajaran 12.
Panjang
teks disesuaikan dengan tingkat satuan pendidikan/level 13.
Persoalan
yang memerlukan pemikiran 14.
Pemerolehan
bahasa 15.
Cara
menentukan indikator 16.
Perbedaan
teks eksposisi dan eksplanasi 17.
Pendekatan
paling efektif dalam kegiatan pembelajaran 18.
Perbedaan
kritik sastra dan esay 19.
Persoalan
dalam penyajian teks yang utuh 20. Perbedaan komunikasi verbal dan non verbal |
|
2 |
Uraikan hasil diskusi
bersama teman dan dosen mengenai miskonsepsi di modul ini |
1. Pengertian antara teks
prosedur sederhana dan kompleks 2. Pengrtian antara cerpen mini
dan cerpen ideal 3. Pengertian antara wawancang
dan kramagung 4. Pengertian antara verba
material dan mental 5. Genre tekstual
di dalam pembelajaran teks 6. Kendala
keterampilan berbahasa siswa 7. Membaca
memerlukan kemampuan memahami teks hanya 50 % 8. Pemberian
soal yang kurang berpikir tingkat tinggi pada siswa 9. Fungsi
bahasa sebagai sarana berfikir 10. Semakin
banyak membaca teks semakin memperbanyak kosakata siswa 11. Lingkungan
Keluarga memengaruhi Perkembangan Potensi Bahasa siswa 12. Pemahaman
Kritik dan esai |
|
3 |
Hambatan yang dialami pada
pembelajaran analisis materi pembelajaran berbasis masalah di modul ini |
1. Mahasiswa sering mengalami hambatan dalam
memahami isi modul yang terlalu banyak. 2. Banyak definisi dan istilah yang harus
dipelajari dengan waktu yang singkat |
|
4 |
Hal yang akan dilakukan untuk
sukses di pembelajaran modul berikutnya |
1. Berdoa dan terus jaga kondisi badan supaya
sehat 2. Menyiapkan bahan materi untuk kasus yang ada
di sekolah 3. Menyampaikan permasalahan yang ada disekolah
untuk didiskusikan |
Nama Mahasiswa :
Ari Nugraha
Nomor Peserta PPG
: 201503280480
Mapel :
Bahasa Indonesia
Instansi :
SMK Al Husna Cisaga
LPTK : Universitas Muhammadiyan Prof.Dr.Hamka
|
Judul Modul |
Modul 5 Keterampilan Berbahasa Produktif |
|
|
Judul Kegiatan Belajar (KB) |
1. Keterampilan
Berbicara 2. Pembelajaran
Keterampilan Berbicara 3. Keterampilan
Menulis 4. Pembelajaran
Keterampilan Menulis |
|
|
No |
Uraian |
Respon/Jawaban |
|
1 |
Uraikan hasil diskusi
bersama teman dan dosen mengenai pemecahan masalah dalam memahami materi yang
mengalami kesulitan |
Latar Belakang
: ·
Negosisasi itu selalu ada di kehidupan sehari hari. ·
Karena SMK menggunakan kurikulum
industri yang berkaitan dengan kegiatan negosiasi. ·
Karena kurang pengetahuan
penunjang keterampilan berbicara pada umumnya Permasalahan : Kadang anak mengalami kesulitan dalam bernegosiasi. Sehingga dalam tawar
– menawar tidak bisa berjalan dengan baik ·
Tidak adanya rasa percaya diri dan memiliki rasa takut dalam mengeluarkan
pendapat ·
Kurangnya pembendaharaan kata dalam berbicara ·
Siswa tidak memiliki kemampuan mengajukan negosiasi secara lisan ·
Ssiwa tidak memahami hakikat negosiasi ·
Ketepatan mimik, gestur, dan intonasi yang belum baik ·
Kurangnya siswa bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan yang
baru (dalam prakteknya di masyarakat) ·
Kurang menguasai struktur negosiasi. ·
Tidak punya referensi dalam negosiasi. Solusi Setelah menemukan permasalahan siswa mengenai Negosiasi, maka hal yang
dilakukan pendidik adalah : ·
Guru menyampaikan penguasaan taktik dalam mencapai win – win solution di negosiasi. ·
Penekanan dalam penggunaan kalimat persuasi. ·
Banyak berlatih sebelum memulai praktek. ·
Observasi lapangan terlebih dahulu sebelum melakukan negosiasi. ·
Siswa langsung turun ke lapangan untuk berkomunikasi langsung dengan
masyarakat. ·
Melatih siswa dalam berbicara dalam tataran yang sopan dan santun. ·
Belajar dari medsos cara bernegosiasi yang baik. (youtube dan google) Hasil Analisis Kelompok : Adanya peningkatan kemampuan siswa dalam Menyampaikan pengajuan,
penawaran, persetujuan, dan penutup dalam teks negosiasi berkaitan dengan
bidang pekerjaan secara lisan maupun tulis dengan pendekatan Project Based
Learning. (PJBL) |
|
2 |
Uraikan hasil diskusi
bersama teman dan dosen mengenai miskonsepsi di modul ini |
1. Mengapa
tawar-menar siswa SMK rendah? Pada kegiatan materi Negosiasi 2. Negosiasi
harus ada 2 pihak atau lebih 3. Ada
perbedaan pendapat atau persengkataan 4. Hakikat
negosiasi tawar-menawar 5. Hidup
penuh dengan negosiasi, beda berembuk, musyawarah |
|
3 |
Hambatan yang dialami pada
pembelajaran analisis materi pembelajaran berbasis masalah di modul ini |
1. Mahasiswa sering mengalami hambatan dalam
memahami isi modul yang terlalu banyak. 2. Banyak definisi dan istilah yang harus
dipelajari dengan waktu yang singkat |
|
4 |
Hal yang akan dilakukan untuk
sukses di pembelajaran modul berikutnya |
1. Berdoa dan terus jaga kondisi badan supaya
sehat 2. Menyiapkan bahan materi untuk kasus yang ada
di sekolah 3. Menyampaikan permasalahan yang ada disekolah
untuk didiskusikan |