Wednesday, August 9, 2017

OBAT TRADISIONAL PENURUN PANAS PADA ANAK

Pilek adalah gejala yang timbul karena Influenza atau yang juga biasa lebih dikenal dengan nama Flu dan merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA dari famili orthomyxoviridae. Pilek bukan hanya menyerang manusia tetapi juga binatang.


Obat Tradisonal Penurun Panas, Batuk, Pilek
Termometer sebagai alat untuk mengecek suhu tubuh
Batuk bukanlah suatu penyakit. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya. Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat syaraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.

Demam adalah suatu keadaan saat suhu badan melebihi 370C yang disebabkan oleh penyakit atau peradangan. Anak yang memiliki suhu tinggi karena suhu tinggi berkepanjangan dapat menyebabkan sawan. Demam yang melebihi 3 hari mungkin merupakan malaria atau penyakit yang disebabkan oleh nyamuk lainnya.

Obat Tradisonal Penurun Panas, Batuk, Dan Pilek

Parut bawang merah, tambahkan minyak telon, lalu balurkan pada punggung sampai bagian pantat sambil sedikit diurut. Juga pusar dan ubun-ubun. Untuk ramuan minum: air kelapa satu cangkir ditambah 1 sendok teh madu, aduk, lalu kukus. Setelah dingin, berikan pada anak sebanyak 3 sendok teh setiap 2 jam sekali. Ramuan ini diberikan untuk bayi 8 bulan ke atas. Bila usia anak di bawah 8 bulan, cukup dengan pemberian ASI atau ibunya yang minum ramuan tersebut.

Pada anak yang agak besar, gunakan ramuan minum berupa air kunyit dan madu. Setengah sampai satu ruas jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dikerik kulitnya, diparut, lalu diberi air matang 1/2 cangkir, peras, kemudian diendapkan. Campur bagian air kunyit yang tanpa endapan dengan kocokan 1 butir kuning telur dan 1 sendok makan madu, kemudian disuapkan pada anak. Ramuan ini bisa untuk penurun panas seperti pada sakit cacar air, flu, atau apa saja.

Perut kembung

Parut bawang merah dan tambahkan minyak telon. Kemudian tapelkan bawang yang sudah diparut tersebut di bagian pusar. Bisa juga, gunakan daun jarak pagar yang dihangatkan. Olesi dengan minyak kelapa, pilin-pilin, lalu tempelkan pada pusar si kecil.

Diare

Sediakan 1/2 jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dipotong-potong, 7 pucuk daun jambu biji, air 2 gelas, dan garam 1/4 sendok teh, rebus dengan api kecil. Minum airnya, 1 sendok teh satu jam sekali. Untuk mengusir gas, maka pusarnya ditapeli dengan parutan bawang merah yang sudah diberi minyak telon. Untuk anak yang sudah agak besar, boleh juga dengan mengunyah halus pucuk daun jambu klutuk yang sudah bersih ditambah garam lalu ditelan.

Muntah-muntah

Muntah bisa disebabkan perut mual atau kembung. Sediakan 1/2 sendok teh ketumbar, 3 butir kapulaga, 5 butir adas hitam, dan air setengah gelas. Kemudian direbus. Setelah dingin, berikan ke anak sedikit-sedikit, sesering mungkin atau 2 jam sekali.

Boleh juga dibuatkan air beras kencur. Caranya, cuci 1 sendok makan beras dan direndam sebentar. Sangrai beras tersebut sampai berwarna kecokelatan, lalu ditumbuk halus bersama dengan 1 ruas jari kencur, 1 ruas jari kunyit, dan 1/4 sendok teh adas manis. Setelah itu diseduh dengan air panas, tambahkan gula merah, sedikit garam, dan asam jawa. Saring, lalu diminumkan pada anak agar tubuhnya hangat.


Sumber : Dari berbagai sumber

Monday, August 7, 2017

Pengertian Biografi, Macam-Macam Biografi, dan Struktur teks Biografi

Pengertian Biografi, Macam-Macam Biografi, dan Struktur teks Biografi . Materi Biografi sendiri merupakan materi yang sudah kita dapatkan sejak duduk di bangku SMP, kemudian berlanjut lagi ke bangku SMA. Jadi bagi kalian yang masih SMP atau SMA harus membaca materi ini.

Oke langsung saja kita bahas ya materi kita hari ini..

Pernah mendengar atau melihat sebuah teks atau bacaan yang isinya menceritakan seorang tokoh sukses? Jika sudah berarti Anda sudah pernah bersinggungan dengan teks Biografi, jika belum pernah membaca tidak apa baca dulu materi ini.

Dalam biografi tokoh yang diceritakan biasanya orang yang memiliki pengaruh positif di masyarakat. Umumnya menceritakan orang-orang sukses seperti Bill Gates pendiri Microsoft, Steve Jobs pendiri Apple, dan tokoh sukses lainnya.

Namun tidak jarang juga saya temui biografi yang menceritakan tokoh yang tidak terlalu terkenal, tapi memiliki dampak atau pengaruh positif yang besar terutama bagi lingkungan sekitarnya.


Pengertian Biografi

Pengertian Biografi

Daru uraian singkat diatas tadi, definisi Biografi kurang lebihnya seperti ini:
Biografi adalah teks atau bacaan yang menceritakan kehidupan seorang tokoh yang sukses dan memiliki pengaruh atau dampak positif di lingkungannya.
Biografi sendiri yang sering kita temui ada 2 yaitu biografi pendek, dan biografi panjang. Biografi pendek biasanya hanya menceritakan tokoh secara singkat, sedangkan biografi panjang biasanya dalam bentuk buku yang menceritakan tokoh dengan jelas dan rinci.

Nah itu dia gambaran singkat namun padat dari pengertian Biografi, oke lanjut......
(baca juga Pengertian teks anekdot beserta strukturnya)


Macam-Macam Biografi

Biografi dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :

  • Berdasarkan sisi penulis
  • Berdasarkan isinya
  • Berdasarkan persoalan yang dibahas
  • Berdasarkan penerbitnya
Kita akan membahasnya satu persatu.
1. Biografi berdasarkan sisi penulisnya
Dibedakan menjadi 2 yaitu autobiografi dan biografi yang ditulis orang lain.
  • Autobiografi yaitu biografi yang ditulis sendiri oleh tokoh atau orangnya
  • Biografi yang ditulis orang lain yaitu biografi yang ditulis oleh orang lain dengan izin dari tokoh yang hendak diceritakan.
2. Biografi berdasarkan isinya
Dibedakan menjadi 2 yaitu:
  • Biografi perjalanan hidup, berisi mengenai perjalanan hidup suatu tokoh yang ditulis secara lengkap ataupun singkat.
  • Biografi perjalanan karir, berisi mengenai perjalanan karir seorang tokoh dari awal hingga mencapai kesuksesan.
3. Biografi berdasarkan persoalan yang dibahas
Dibedakan menjadi 3 yaitu:
  • Biografi politik, yaitu biografi yang isinya menceritakan tentang tokoh-tokoh yang berkecimpung pada dunia politik.
  • Biografi Jurnalistik atau sastra, yaitu biografi yang ditulis oleh seseorang yang sebelumnya melalui tahapan seperti wawancara, riset dan lainnya.
  • Intelektual Biografi, yaitu biografi yang dituliskan sesuai dengan gaya penulisan ilmiah.
4. Biografi berdasarkan penerbitnya
Dibedakan menjadi 2 yaitu:
  • Buku Sendiri, yaitu biografi yang seluruh biayanya ditanggung pribadi oleh si pembuat biografi tersebut.
  • Buku Subdisi, yaitu biografi yang pembuatannya dibiayai oleh sponsor baik itu biaya penulisan, percetakan, dan biaya lainnya ditanggung oleh pihak sponsor.
Nah itu tadi Macam-Macam Biografi. Oke lanjut lagi.......
Struktur Teks Biografi
Pada umumnya, teks Biografi tersusun dari beberapa bagian yaitu:
  • Orientasi, yaitu bagian yang berisi pengenalan tokoh dan gambaran awal dari tokoh yang diceritakan.
  • Peristiwa atau Masalah, yaitu bagian yang berisi tentang berbagai permasalahan yang dihadapi oleh tokoh dan berisi hal-hal menarik, mengesankan, mengagumkan dan mengharukan dari tokoh tersebut. Bagian ini disebut juga bagian inti dari biografi.
  • Reorientasi, yaitu bagian akhir dari biografi yang biasanya berisi tentang qoute dari si tokoh tersebut. Biasanya berisi kata-kata motivasi bagi kita untuk tidak mudah menyerah dan mencontoh kisah hidup dari suatu tokoh.

PENGERTIAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

A. DEFINISI/PENGERTIAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

Observasi : Pengamatan
Teks Laporan Hasil Observasi adalah teks yang menjelaskan informasi mengenai sesuatu, baik itu hewan, tumbuhan, alam, fenomena sosial, hasil karya manusia, dan/atau fenomena alam sesuai fakta dengan klasifikasi kelas dan subkelas yang ada di dalamnya berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan.

Masih belum paham ?

Singkatnya, teks LHO adalah sebuah teks yang akan memaparkan hasil observasi secara sistematik dan objektif berdasarkan kenyataan/fakta yang ada.
Teks jenis ini juga mendeskripsikan mengenai bentuk, ciri, dan/atau sifat umum suatu objek. Objek tersebut dapat berupa manusia, benda, hewan, tumbuhan, atau berbagai peristiwa yang terjadi di dunia ini.

B. APA TUJUAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI ?


Tujuan teks LHO adalah untuk menyampaikan informasi tentang klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu secara apa adanya sesuai kriteria tertentu sebagai hasil pengamatan (secara sistematis dan objektif) serta untuk memecahkan suatu persoalan berupa hipotesis hasil pengamatan.

Adapun tujuan lainnya yaitu :
  • Untuk mengatasi suatu persoalan.
  • Untuk menemukan teknik atau cara terbaru.
  • Untuk mengambil keputusan yang lebih efektif.
  • Untuk melakukan pengawasan dan/atau perbaikan.
  • Untuk mengetahui perkembangan suatu permasalahan.

C. APA FUNGSI DARI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI ?

  1. Melaporkan tanggung jawab sebuah tugas dan kegiatan pengamatan.
  2. Sebagai sumber informasi terpercaya.
  3. Menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan dan/atau pemecahan masalah dalam pengamatan.
  4. Sarana untuk pendokumentasian.

D. APA BEDANYA ANTARA TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DENGAN TEKS DESKRIPSI ?

Keduanya memang sama-sama menyampaikan informasi sesuai fakta, tapi letak perbedaannya ada pada sifatnya yaitu :
  • Teks Laporan Hasil Observasi  : bersifat universal yang di dalamnya ada klasifikasi dan fakta deskripsi.
  • Teks Deskripsi : bersifat unik dan individual yang di dalamnya ada deskripsi spesifik.

E. STRUKTUR TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DAN PENJELASANNYA


#1. Pernyataan Umum/Klasifikasi 

Berisi tentang informasi/pengertian mengenai sesuatu yang dibahas atau hasil pengamatan yang telah dilakukan.

Bagian ini dapat diartikan juga sebagai pembuka karangan secara umum dengan menjelaskan penggolongan/klasifikasi tentang objek yang hendak dilaporkan, seperti : benda, tumbuhan, lingkungan, organisme, hewan, fenomena sosial, fenomena alam, dan lain sebagainya.

Pada bagian ini objek akan diklasifikasi berdasarkan atas persamaan dan/atau perbedaannya. Kemudian kriteria tersebut digunakan untuk membedakan kelas, subkelas dan rincian yang lebih mendetail lagi.

#2. Paragraf yang terdiri dari anggota/aspek yang dilaporkan

Pada bagian ini, berisi penjelasan secara rinci mengenai informasi yang akan disampaikan berdasarkan hasil pengamatan.
Pada bagian ini, akan diuraikan klasifikasi atau penggolongan secara runtut dari kelas yang besar hingga menjadi kelas yang kecil (subkelas). Misalnya penggolongan diikuti rincian dari aspek perilaku, genetik, lingkungan, fungsi, peran, fisik, atau kepribadiannya.

F. CIRI-CIRI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

  1. Ditulis secara lengkap dan sempurna.
  2. Bersifat objektif, global dan/atau universal.
  3. Objek yang akan dibicarakan/dibahas adalah objek tunggal.
  4. Ditulis berdasarkan fakta sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.
  5. Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya.
  6. Tidak mengandung prasangka/dugaan/pemihakan yang menyimpang atau tidak tepat.
  7. Saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya.
  8. Tidak adanya bagian penutup dari penulis. Penulis hanya melaporkan apa yang dilihat dan diketahuinya berdasarkan hasil analisis serta observasinya.
  9. Menitikberatkan pada pengelompokkan segala sesuatu ke dalam jenis-jenis dengan ciri atau keadaannya secara umum.
  10. Disajikan secara menarik, baik dalam hal kata, bahasa jelas, isinya berbobot maupun susunannya logis.
  11. Teks Laporan Hasil Observasi menggambarkan sesuatu secara umum dan sesuai fakta, tanpa adanya opini penulis.
  12. Teks deskripsi menggambarkan secara khusus (unik dan individual) dan menggunakan sudut pandang penulis.

G. CIRI/KAIDAH KEBAHASAAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

#1. Menggunakan frasa nomina yang diikuti penjenis dan pendeskripsi.

#2. Menggunakan verba relasional, seperti : ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan, termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut, dan lain-lain (digunakan untuk menyatakan definisi pada istilah teknis atau istilah yang digunakan secara khusus pada bidang tertentu).

#3. Menggunakan verba aktif alam untuk menjelaskan perilaku, seperti : bertelur, membuat, hidup, makan, tidur, dan sebagainya.

#4. Menggunakan kata penghubung yang menyatakan :
  • Tambahan : dan, serta
  • Perbedaan : berbeda dengan
  • Persamaan : sebagaimana, seperti halnya, demikian halnya, hal demikian, sebagai, hal yang sama
  • Pertentangan : sedangkan, tetapi, namun, melainkan, sementara itu, padahal berbanding terbalik
  • Pilihan : atau
#5. Menggunakan paragraf dengan kalimat utama untuk menyusun informasi utama, diikuti rincian aspek yang hendak dilaporkan dalam beberapa paragraf.

#6. Menggunakan kata keilmuwan atau teknis, seperti : herbivora, degeneratif, osteoporosis, mutualisme, parasitisme, pembuluh vena, leukimia, syndrom, phobia, dan lain-lain.

H. SIFAT TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

  • Bersifat Informatif.
  • Bersifat Komunikatif.
  • Bersifat Objektif.

I. SYARAT/KRITERIA TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI YANG IDEAL, BAIK DAN BENAR

  • Memiliki susunan struktur teks yang urut dan lengkap.
  • Dalam struktur teks tidak memiliki kesimpulan/penutup.
  • Di dalam teks tidak ada opini dari penulis.
  • Teks menjelaskan sebuah informasi yang benar adanya (sesuai fakta).

J. LANGKAH MEMPRODUKSI/MENYUSUN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

  1. Membuat judul laporan sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.
  2. Membuat kerangka teks dengan menitikberatkan pembuatan gagasan utama sesuai dengan hasil pengamatan.
  3. Menyusun teks berdasarkan gagasan utama yang telah dibuat, diawali dengan paragraf pernyataan umum lalu ke bagian isi (anggota/aspek yang dilaporkan). Jadi, setelah membuat klasifikasi secara umum, langkah selanjutnya adalah menjabarkan klasifikasi tersebut berdasarkan hasil pengamatan (jika belum maksud, sobat bisa lihat contoh teks LHO di bawah)
  4. Meneliti kembali hasil penulisan teks, jika terdapat kalimat janggal atau terdapat kesalahan penulisan, segera perbaiki kembali.

Wednesday, August 2, 2017

Struktur Teks Pantun dan Kaidahnya

Pengertian Teks Pantun yang Perlu Sobat Ketahui

Teks Pantun adalah salah satu puisi melayu lama yang tersusun dari isi dan sampiran yang mempunyai rima a-b-a-b. Istilah “Pantun” sendiri asalanya dari bahasa jawa kuno yaitu tuntun, yang memiliki maksud mengatur atau menyusun.

Pantun merupakan sebuah karya yang memiliki nilai pengajaran di dalamnya disamping memiliki bunyi yang indah. Pada zaman dulu, pantun sering diungkapkan dalam bentuk lisan, tapi sekarang berkembang menjadi ke bentuk tulisan.

Materi teks pantun menjadi materi yang diajarkan pada mata pelajaran sekolah baik itu SD, SMP, maupun SMA. Umumnya yang diajarkan yaitu tentang kaidah teks pantun, bagaimana cara menganalisis teks pantun, dan mengambil sebuah evaluasi dari teks pantun yang diberikan.


Struktur Teks Pantun dan Kaidahnya

Selanjutnya kita akan membahas mengenai struktur teks pantun yang menjadi pokok bahasan kita pada artikel ini. Nah ada beberapa jenis teks pantun yang nanti akan kita kupas strukturnya, mulai dari teks pantun biasa, Karmina dan juga talibun. Berikut pemaparannya:

Struktur Teks Pantun Biasa

Pertama kita akan melihat struktur dari teks pantun biasa. Pantun biasa adalah pantun yang sering kita jumpai bahkan kita baca. Berikut struktur lengkapnya:
  1. Sampiran, adalah bagian awal yang letaknya pada baris 1 dan 2 yang fungsinya untuk membentuk rima. Umumnya bagian sampiran ini tidak memiliki hubungan dengan isi dari pantun tersebut, tapi juga ada beberapa pantun yang bagian sampirannya memiliki hubungan dengan bagian isinya.
  2. Isi, adalah bagian yang merupakan tujuan dari pantun tersebut. Letaknya pada 2 baris terakhir yaitu 3 dan 4.

Struktur Teks Pantun Karmina

Pantun karmina adalah pantun yang hanya terdiri dari 2 baris yaitu sampiran dan isi. Pola dari teks pantun tersebut adalah a-a.

Struktur Teks Pantun Talibun

Pantun talibun adalah pantun yang terdiri dari 6 baris. Berikut strukturnya:
  • Sampiran
  • Sampiran
  • Sampiran
  • Isi
  • Isi
  • Isi

Kaidah Teks Pantun yang Benar

Kaidah kebahasaan atau lebih dikenal dengan unsur kebahasaan teks pantun terdiri dari:
  1. Diksi, adalah pemilihan kata yang tepat dalam membuat sebuah pantun. Kalian bisa menganalisis teks pantun dan melihat pemilihan kata yang ada didalamnya, kemudian kalian bisa meniru atau membuat sebuah pantun denga lebih memerhatikan diksinya.
  2. Imaji, adalah penggambaran yang ada didalam teks pantun, sehingga pembaca atau pendengar bisa terbawa kedalam tujuan pantun tersebut.
  3. Bahasa Kiasan, adalah bahasa yang digunakan untuk menyampaikan sebuah makna secara tidak langsung.
  4. Bunyi, adalah cara kita melafalkan pantun tersebut dengan intonasi yang tepat dan penekanan kata yang pas.

Contoh Teks Pantun Terbaik

Setelah kalian memahami tentang apa itu teks pantun dan juga struktur teks pantun, selanjutnya kalian bisa melihat beberapa contoh teks pantun berikut yang sudah saya pilihkan untuk sobat semua.

Si Asih masih sibuk makan
bakwan malang jadi santapan
Udara bersih jadi kebutuhan
Tapi sayang sulit didapatkan

Sarapan sambil baca koran
baca berita tentang batu apung
Bayangkan jika tidak ada hutan
banyak air siapa yang menampung

Buat jalan di hutan belukar
pohon ambruk jadi tontonan
Hutan bukan untuk dibakar
tapi untuk sumber kehidupan

STRUKTUR TEKS PROSEDUR

Teks prosedur kompleks sendiri merupakan sebuah teks yang berisikan langkah-langkah atau tahap-tahap untuk melakukan suatu hal baik melakukan kegiatan tertentu ataupun membuat sesuatu yang disajikan dengan urutan-urutan tertentu.

Tujuan Teks Prosedur Kompleks
Tujuan dari teks prosedur kompleks adalah untuk memperoleh hasil akhir yang akan dicapai.

Struktur Teks Prosedur Kompleks
Teks prosedur sendiri memiliki tiga struktur dalam pembentukannya. Dalam hal ini ketiga struktur tersebut adalah bagian tujuan, bagian material, dan bagian langkah-langkah. Untuk mengetahui penjelasan dari setiap struktur tersebut kalian bisa simak langsung berikut ini.
  • Bagian Tujuan, bagian tujuan dari teks prosedur dapat berupa judul dan juga berisikan tujuan dari pembuatan teks prosedur tersebut atau hasil akhir yang akan di capai jika kita melakukan tahapan pada teks prosedur tersebut.
  • Bagian material, berisikan bahan-bahan, alat-alat, atau material yang diperlukan, namun tidak tidak semua teks prosedur terdapat bagian ini. Pada umumnya penggunaan bagian material terdapat pada teks prosedur tentang pembuatan suatu hal seperti makanan dan sebagainya.
  • Bagian langkah-langkah, bagian ini berisikan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk memperoleh hasil sesuai dengan tujuan teks prosedur. Pada bagian ini setiap langkah harus dilakukan secara urut tidak boleh secara acak dalam melakukannya.
Kaidah Kebahasan Teks Prosedur Kompleks

Seperti teks lainnya teks prosedur juga memiliki ciri kaidah kebahasaan sendiri sebagai berikut.
  1. Konjungsi temporal, Pada teks prosedur akan banyak sekali dijumpai kata konjungsi temporal atau kata penghubung yang menyatakan waktu kegiatan yang hadir dan berisifat kronologis seperti selanjutnya, berikutnya, kemudian, lalu, dan setelah itu.
  2. Kata kerja imperatif atau kata perintah, dalam teks ini juga akan banyak dijumpai perintah-perintah dan larangan yang harus ditaati dalam pelaksanaan teks prosedur.
  3. Verba material dan tingkah laku, verba material merupakan sesuatu yang mangacu pada tindakan fisik seperti potong ikan, haluskan bumbu dan lain-lain. Sedangkan verba tingkah laku merupakan tindakan yang dilakukan dengan ungkapan.
  4. Partisipan manusia, merupakan semua manusia yang ikut serta dalam teks prosedur tersebut.
  5. Terdapat bilangan sebagai penanda urutan.
  6. Terdapat kalimat introgatif atau kalimat yang berisikan pertanyaan.
  7. Terdapat kalimat deklaratif atau kalimat yang berisikan pernyataan.

Dibawah ini merupakan contoh-contoh dari teks prosedur.

Teks Prosedur 1 : Cara Membuat Nasi Goreng Kepepet
Di bawah ini merupakan cara untuk membuat nasi goreng kepepet. Sesuai dengan namanya Nasi Goreng Kepepet yang berarti nasi goreng yang di buat pada keadaan kepepet serta bahan seadanya. Untuk kalian yang ingin mencoba membuat nasi goreng ini kalian bisa siapkan bahan-bahan dan ikuti langkah-langkah sebagai berikut.

Bahan-bahan:
  • Sepiring nasi
  • 2 siung bawang merah, 1 siung bawang putih, Daun bawang (onclang), Tomat, Cabe rawit, Bawang Goreng, Telur ayam.
  • Kecap manis, 1 sendok teh garam, kaldu bubuk
Langkah-langkah membuat:
  1. Iris tomat, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, dan daun bawang.
  2. Tumis bawang merah dan putih hingga harum lalu masukan irisan daun bawang.
  3. Lalu masukan nasi serta irisan tomat.
  4. Lalu masukan telur, kaldu bubuk, kecap manis serta garam secukupnya. Aduk hingga merata.
  5. Setelah merata dan kecap kering, nasi goreng kepepet siap disajikan.
Teks Prosedur 2 : Cara Menghidupkan Komputer Yang Benar

Dijaman yang serba maju ini, komputer sudah menjadi salah satu barang yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Entah itu untuk keperluan kerja, sekolah, ataupun hiburan. Dalam pengoprasian komputer kita memerlukan prosedur dalam penggunaannya. Mulai dari menghidupkan komputer sampai dengan mematikan komputer itu sendiri. Bagi kalian yang ingin tahu tata cara untuk menghidupkan komputer kalian bisa mengikuti langkah-langkah berikut:
  1. Pastikan kabel-kabel yang terhubung sudah terpasang dengan tepat dan benar.
  2. Hidupkan stabilizer voltage jika anda memilikinya.
  3. Tekan tombol power yang terdapat pada monitor untuk menghidupkan monitor.
  4. Tekan juga tombol power pada CPU untuk menghidupkan CPU.
  5. Tunggu hingga proses booting OS selesai.
  6. Setelah muncul layar desktop artinya komputer telah siap pakai.
Teks Prosedur 3 : Cara Mematikan Komputer Yang Benar

Setelah sebelumnya kita membahas cara untuk menghidupkan komputer yang benar sekarang saatnya untuk membahas bagaimana cara untuk mematikan komputer yang benar. Di bawah ini akan dibagi menjadi dua bagian, pada bagian pertama akan dibahas tata cara mematikan komputer pada windows XP, Vista, dan Windows 7 setelah itu pada bagian kedua kita akan membahas bagai mana cara untuk mematikan komputer yang benar pada windows 8.
Baca Juga : Jenis Dan Pengertian Teks Dalam Bahasa Indonesia Lengkap
Untuk cara mematikan komputer pada windows XP, Vista, dan windows 7 yang benar adalah sebagai berikut:
  1. Klik menu “START” yang berada pada pojok kiri bawah layar.
  2. Lalu klik “shutdown”.
  3. Lalu Pilih “OK”.
  4. Tunggu hingga komputer mati.
  5. Setelah komputer mati, matikan stabilizer dengan cara menekan tombol power setelah itu cabut kabel listrik untuk memutuskan arus.
Untuk cara mematikan komputer pada windows 8 yang benar adalah sebagai berikut:
  1. Arahkan pointer mouse ke pojok kanan bawah.
  2. Pilih, setelah itu klik setting.
  3. Klik power, setelah itu klik shutdown.
  4. Tunggu hingga komputer dalam keadaan benar-benar mati.
  5. Setelah itu matikan stabilier dan cabut kabel arus listirk.
Teks Prosedur 4 : Cara Membuat Slime Yang Mudah Dan Aman

Slime merupakan salah satu mainan favorit untuk anak-anak yang bisa kita dapatkan dengan membeli di toko mainan. Tapi kita juga bisa membuat slime sendiri di rumah dengan cara berikut ini:

Bahan-bahan:
  • 1 botol slime activator yang dapat diperoleh di toko-toko terdekat.
  • 1 botol cusson baby oil.
  • Pewarna makan ( warna di sesuaikan dengan kesukaan).
  • 1 botol lem povinal.
  • Sendok dan Piring.
Cara membuat:
  1. Campur lem povinal dengan pewarna makanan dalam piring hingga warna merata.
  2. Setelah tercampur merata selanjutnya tambahkan slime activator dengan cara menuangkannya sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga campuran membentuk gel dan tidak lengket dipiring.
  3. Selanjutnya tambahkan cussons baby oil agar slime tidak lengket di tangan.
  4. Slime siap untuk digunakan bermain.

Friday, July 28, 2017

C3 KI DAN KD BIDANG KEAHLIAN KEPERAWATAN SMK



KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR (C3)
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN
Bidang Keahlian                   : Kesehatan dan Pekerjaan Sosial
Program Keahlian                 : Keperawatan
Kompetensi Keahlian            : Asisten Keperawatan  (3 Tahun)

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Sedangkan rumusan kompetensi sikap sosial yaitu, “Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

KOMPETENSI INTI 3
(PENGETAHUAN)
KOMPETENSI INTI 4
(KETERAMPILAN)
3.   Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Asisten Keperawatan pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
4.   Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Asisten Keperawatan. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Mata Pelajaran : Keterampilan Dasar Tindakan Keperawatan

KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI DASAR
WAKTU
( JP )
UNIT KOMPETENSI
SKEMA SERTIFIKASI
3.1      Menganalisis infeksi
4.1      Melakukan identifikasi terjadinya infeksi


KES.VK01.003.01

Menerapkan Prinsip Infeksi Nosokomial

 

KES.VK02.004.01

Membersihkan Alat- alat Perawatan
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.2      Menerapkan penggunaan alat- alat kesehatan sesuai dengan fungsi dan kegunaannya
4.2      Menggunakan alat kesehatan sesuai fungsi dan kegunaannya
16

KES.VK01.003.01

Menerapkan Prinsip Infeksi Nosokomial

KES.VK02.004.01

Membersihkan Alat- alat Perawatan
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.3      Menerapkan desinfeksi peralatan kesehatan
4.3      Melaksanakan desinfeksi peralatan kesehatan
16

KES.VK01.003.01

Menerapkan Prinsip Infeksi Nosokomial

KES.VK02.004.01

Membersihkan Alat- alat Perawatan
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.4      Menerapkan sterilisasi peralatan kesehatan
4.4      Melaksanakan sterilisasi peralatan kesehatan
16

KES.VK01.003.01

Menerapkan Prinsip Infeksi Nosokomial

KES.VK02.004.01

Membersihkan Alat- alat Perawatan
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.5      Menerapkan penyimpanan peralatan kesehatan
4.5      Melakukan penyimpanan peralatan kesehatan
16

KES.VK01.003.01

Menerapkan Prinsip Infeksi Nosokomial

KES.VK02.004.01

Membersihkan Alat- alat Perawatan
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.6      Menerapkan penyiapan tempat tidur klien
4.6      Melaksanakan penyiapan tempat tidur klien
16

KES.VK02.003.01

Menyiapkan Tempat Tidur Sebagai Bagian dari Asuhan Keperawatan

 

KES.VK01.003.01

Menerapkan Prinsip Infeksi Nosokomial

KES.VK02.004.01

Membersihkan Alat- alat Perawatan
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.7      Menerapkan pemeriksaan fisik
4.7      Melaksanakan pemeriksaan fisik
16

KES.VK02.008.01

Mengukur Tanda- tanda Vital

KES.VK02.001.01

Melakukan Personal Hygiene kepada Klien/ Pasien

KES.VK02.002.01

Melakukan Perawatan Perineum ( Vulva Hygiene
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.8      Menerapkan pengukuran suhu
4.8      Mengukur suhu
16

KES.VK02.008.01

Mengukur Tanda- tanda Vital
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.9      Menerapkan pengukuran tekanan darah
4.9      Mengukur tekanan darah
26

KES.VK02.008.01

Mengukur Tanda- tanda Vital
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.10   Menerapkan perhitungan nadi
4.10   Menghitung nadi
16

KES.VK02.008.01

Mengukur Tanda- tanda Vital

Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.11   Menerapkan perhitungan penafasan
4.11   Menghitung pernafasan
16

KES.VK02.008.01

Mengukur Tanda- tanda Vital

Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.12   Menerapkan pertolongan positioning kepada klien
4.12   Melakukan pertolongan pengubahan posisi klien
16

KES.VK02.013.01

Membantu Klien/ Pasien Dudik di Tempat Tidur

KES.VK02.014.01

Memindahkan Klien/ Pasien dari Tempat Tidur ke Brankar dan Sebaliknya

KES.VK02.015.01

Mobilisasi Klien/ Pasien Miring Kiri, Kanan dan Berbaring

Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.13   Menerapkan pertolongan ambulasi klien
4.13   Melakukan pertolongan ambulasi klien
16

KES.VK02.013.01

Membantu Klien/ Pasien Dudik di Tempat Tidur

KES.VK02.014.01

Memindahkan Klien/ Pasien dari Tempat Tidur ke Brankar dan Sebaliknya

KES.VK02.015.01

Mobilisasi Klien/ Pasien Miring Kiri, Kanan dan Berbaring

Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.14   Menerapkan pertolongan mobilisasi klien
4.14   Melakukan pertolongan mobilisasi klien
16

KES.VK02.013.01

Membantu Klien/ Pasien Duduk di Tempat Tidur

KES.VK02.014.01

Memindahkan Klien/ Pasien dari Tempat Tidur ke Brankar dan Sebaliknya

KES.VK02.015.01

Mobilisasi Klien/ Pasien Miring Kiri, Kanan dan Berbaring



Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.15   Menerapkan pertolongan pemberian makan dan minum per oral
4.15   Melakukan pertolongan pemberian makan dan minum per oral
8

 


3.16   Menerapkan pertolongan pemberian makan melalui selang nasogastrik
4.16   Melakukan pertolongan pemberian makan melalui selang nasogastrik
16

 


3.17   Menerapkan  prosedur memandikan klien
4.17   Memandikan klien
24

KES.VK02.001.01

Melakukan Personal Hygiene kepada Klien/ Pasien
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.18   Menerapkan kebersihan rambut klien
4.18   Mencuci rambut klien
24

KES.VK02.001.01

Melakukan Personal Hygiene kepada Klien/ Pasien
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.19   Menerapkan kebersihan gigi dan mulut
4.19   Membersihkan gigi dan mulut
16

KES.VK02.001.01

Melakukan Personal Hygiene kepada Klien/ Pasien
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.20   Menerapkan perawatan kuku tangan dan kaki
4.20   Melakukan perawatan kuku tangan dan kaki
8

KES.VK02.001.01

Melakukan Personal Hygiene kepada Klien/ Pasien
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.21   Menerapkan kebersihan vulva dan perineum
4.21   Membersihkan vulva dan perineum
8

KES.VK02.002.01

Melakukan Perawatan Perineum ( Vulva Hygiene
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.22   Menerapkan pertolongan eliminasi urin BAK
4.22   Melakukan pertolongan eliminasi urin BAK
16

KES.VK02.009.01

Menolong Klien/ Pasien Buang Air Kecil  di Tempat Tidur
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.23   Menerapkan perawatan kateter
4.23   Melakukan perawatan kateter
16

 


3.24   Menerapkan pemasangan kondom kateter
4.24   Melakukan pemasangan kondom kateter
16

 


3.25   Melakukan pertolongan eliminasi alvi (fekal) BAB
4.25   Melakukan pertolongan eliminasi alvi (fekal) BAB
16

KES.VK02.010.01

Menolong Klien/ Pasien Buang Air Besar di Tempat Tidur
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.26   Menerapkan perhitungan intake dan output cairan
4.26   Menghitung intake dan output cairan
16

 


3.27   Menerapkan perhitungan intake dan output nutrisi
4.27   Menghitung intake dan output nutrisi
16

 


3.28   Menerapkan perhitungan tetesan infus
4.28   Menghitung tetesan infus
16

 


3.29   Menerapkan pertolongan latihan nafas dalam dan batuk efektif
4.29   Memberikan pertolongan latihan nafas dalam dan batuk efektif
8

 


3.30   Menerapkan pemasangan buli-buli panas
4.30   Melaksanakan pemasangan buli-buli panas
16

KES.VK02.006.01

Memasang Buli Buli Panas

Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.31   Menerapkan pemasangankirbat es
4.31   Melaksanakan pemasangan kirbat es
16

KES.VK02.007.01

Memasang Kirbat Es

 

Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.32   Menerapkan kompres hangat
4.32   Melaksanakan kompres hangat
16

KES.VK02.012.01

Memberi Kompres Hangat

Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.33   Menerapkan kompres dingin
4.33   Melaksanakan kompres dingin
16

KES.VK02.011.01

Memberi Kompres Dingin

 

Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.34   Menerapkan penanganan nyeri
4.34   Menangani nyeri
16

KES.VK02.006.01

Memasang Buli Buli Panas

KES.VK02.007.01

Memasang Kirbat Es
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.35   Menerapkan pemberian oksigen nasal kanul dan masker
4.35   Melaksanakan pemberian oksigen nasal kanul dan masker
16

 


3.36   Menerapkan perawatan luka dasar
4.36   Melaksanakan perawatan luka dasar
16

KES.VK01.003.01

Menerapkan Prinsip Infeksi Nosokomial
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.37   Menerapkan pemberian obat oral
4.37   Melaksanakan pemberian obat oral
8

 


3.38   Menerapkan pemberian obat tetes
4.38   Melaksanakan pemberian obat tetes
8

 


3.39   Menerapkan pemberian obat topikal
4.39   Melaksanakan pemberian obat topikal
8

 


3.40   Menerapkan pemberian obat suppositorial
4.40   Melaksanakan pemberian obat suppositoral
8

 


Jumlah Jam Pelajaran ( JP )
594

 



Mata Pelajaran: Kebutuhan Dasar Manusia

KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI DASAR
WAKTU
( JP )
UNIT KOMPETENSI
SKEMA SERTIFIKASI
3.1      Memahami kebutuhan dasar manusia sesuai tingkat usia menurut teori maslow

4.1      Mengelompokkan kebutuhan dasar manusia sesuai tingkat usia menurut teori maslow
72


3.2      Menganalisis kebutuhan cairan dan elektrolit tubuh
4.2      Memberikan solusi terhadap gangguan kebutuhan cairan dan elektrolit tubuh
16


3.3      Menerapkan penyusunan  diit pasien sehat
4.3      Menyusun diit pasien sehat

16


3.4      Menerapkan penyusunan diit pasien dengan penyakit infeksi
4.4      Menyusun diit pasien dengan penyakit infeksi

16


3.5      Menerapkan penyusunan diit pasien dengan penyakit kronis
4.5      Menyusun diit pasien dengan penyakit kronis
16


3.6      Menerapkan penyusunan diit pasien dengan penyakit
4.6      Menyusun diit pasien dengan penyakit degeneratif
16


3.7      Menerapkan penyusunan diit pasien perioperatif
4.7      Menyusun diit pasien perioperatif

16


3.8      Menganalisis tingkat kesadaran pasien
4.8      Melakukan pemeriksaan tingkat kesadaran pasien
32


3.9      Mengevaluasi kebutuhan eliminasi

4.9      Melakukan pemenuhan kebutuhan eliminasi

32

KES.VK02.010.01

Menolong Klien/ Pasien Buang Air Besar di Tempat Tidur

 

KES.VK02.009.01

Menolong Klien/ Pasien Buang Air Kecil  di Tempat Tidur
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.10   Menganalisis kebutuhan rasa nyaman, tidur dan istrirahat
4.10   Melakukan pemenuhan kebutuhan rasa nyaman, tidur dan istirahat
16


3.11   Menganalisis kebutuhan oksigenasi
4.11   Melakukan penanganan kekurangan oksigenasi
16


3.12   Memahami  obat
4.12   Mengelompokkan obat
24


3.13   Menerapkan penanganan nyeri
4.13   Melakukan penanganan nyeri
32

KES.VK02.006.01

Memasang Buli Buli Panas

KES.VK02.007.01

Memasang Kirbat Es
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.14   Menerapkan perawatan luka dasar

4.14   Melaksanakan perawatan luka dasar

64

KES.VK01.003.01

Menerapkan Prinsip Infeksi Nosokomial
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.15   Menerapkan tindakan untuk memfasilitasi proses berduka dan kehilangan
4.15   Melakukan tindakan untuk menfasilitasi proses berduka dan kehilangan
40
KES. VK02.005.01
Melakukan Perawatan Setelah Klien/ Pasien Meninggal Dunia
Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.16   Menerapkan perawatan klien meninggal dunia
4.16   Melakukan perawatan  meninggal dunia
32
KES. VK02.005.01
Melakukan Perawatan Setelah Klien/ Pasien Meninggal Dunia


Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.17   Menerapkan kebutuhan bermain dan rekreasi

4.17   Memenuhi kebutuhan bermain dan rekreasi
64


3.18   Menerapkan kebutuhan rasa cinta dan kasih sayang
4.18   Memenuhi kebutuhan rasa cinta dan kasih sayang
64


Jumlah Jam Pelajaran ( JP )
560



Mata Pelajaran: Ilmu Penyakit dan Penunjang Diagnostik

KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI DASAR
WAKTU
( JP )
UNIT KOMPETENSI
SKEMA SERTIFIKASI
3.1      Menerapkan pemeriksaan penyakit sistem tubuh secara umum berdasarkan manifestasi klinisnya
4.1      Melakukan pemeriksaan penyakit sistem tubuh secara umum berdasarkan manifestasi klinisnya

16


3.2      Menerapkan pemeriksaan penyakit sistem otot dan rangka (muskuloskletal) berdasarkan manifestasi klinisnya
4.2      Melakukan pemeriksaan   penyakit sistem otot dan rangka (muskuloskletal) berdasarkan manifestasi klinisnya
32


3.3      Menerapkan pemeriksaan penyakit system jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) berdasarkan manifestasi klinisnya
4.3      Melakukan pemeriksaan penyakit sistem jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) berdasarkan manifestasi klinisnya
64

KES.VK02.008.01

Mengukur Tanda- tanda Vital

Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.4      Menerapkan pemeriksaan penyakit sistem limfatik berdasarkan manifestasi klinisnya
4.4      Melakukan pemeriksaan  penyakit sistem limfatik berdasarkan manifestasi klinisnya
32


3.5      Menerapkan pemeriksaan penyakit sistem pernafasan (respiratori) berdasarkan manifestasi klinisnya
4.5      Melakukan pemeriksaan penyakit sistem pernafasan (respiratori) berdasarkan manifestasi klinisnya
64


3.6      Menerapkan pemeriksaan penyakit sistem pencernaan (gastrointestinal) berdasarkan manifestasi klinisnya
4.6      Melakukan pemeriksaan penyakit sistem pencernaan (gastrointestinal) berdasarkan manifestasi klinisnya
32

KES.VK02.010.01

Menolong Klien/ Pasien Buang Air Besar di Tempat Tidur

Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.7      Menerapkan pemeriksaan penyakit perkemihan (urinari) berdasarkan manifestasi klinisnya

4.7      Melakukan pemeriksaan penyakit sistem perkemihan (urinari) berdasarkan manifestasi klinisnya
32

KES.VK02.009.01

Menolong Klien/ Pasien Buang Air Kecil  di Tempat Tidur

Skema Sertifikasi Sertifikat II Bidang Keperawatan
3.8      Menerapkan pemeriksaan penyakit sistem reproduksi
4.8      Melakukan pemeriksaan penyakit sistem reproduksi
32


3.9      Menerapkan pemeriksaan penyakit sistem endokrin berdasarkan manifestasi klinisnya
4.9      Melakukan pemeriksaan penyakit sistem endokrin berdasarkan manifestasi klinisnya
32


3.10   Menerapkan pemeriksaan penyakit sistim persarafan  berdasarkan manifestasi klinisnya
4.10   Melakukan pemeriksaan penyakit sistem persarafan berdasarkan manifestasi klinisnya
32


3.11   Menerapkan pemeriksaan penyakit sistem  kulit (integumen) berdasarkan manifestasi klinisnya
4.11   Melakukan pemeriksaan penyakit sistem kulit (integumen) berdasarkan manifestasi klinisnya
32


3.12   Menerapkan pemeriksaan penyakit sistem indera berdasarkan manifestasi klinisnya
4.12   Melakukan pemeriksaan penyakit sistem indera berdasarkan manifestasi klinisnya
32


3.13   Menerapkan pemeriksaan penyakit sistem imun
4.13   Melakukan pemeriksaan penyakit sistem imun
32


3.14   3.14Menerapkan pemeriksaan penyakit infeksi dan penyakit menular
4.14   Melakukan pemeriksaan penyakit infeksi dan penyakit menular
32


3.15   Menerapkan pemeriksaan keganasan dalam anatomi fisiologi
4.15   Melakukan pemeriksaan keganasan dalam anatomi fisiologi

32


3.16   Mengevaluasi pemeriksaan penyakit pada anak

4.16   Melakukan pemeriksaan penyakit pada anak

32


3.17   Mengevaluasi persiapan klien untuk melaksanakan pemeriksaan diagnostik dasar

4.17   Melakukan pemeriksaan tindakan persiapan klien dalam melaksanakan pemeriksaan diagnostik dasar
64


3.18   Mengevaluasi tindakan triage
4.18   Melaksanakan tindakan triage
32


Jumlah Jam Pelajaran ( JP )
560

















Yogyakarta, 19 Februari 2017


Nama


Institusi

Jabatan

Paraf


Yohanes Sugandi, M.Pd


P4TK Bogor

Tim Pengembang Kurikulum







Nini Nelayani, M.Pd


SMKN 3 Bogor

Tim Pengembang Kurikulum







Iwing Suci Wulan Astuti, S.KM
087770726258/ 081319751158


SMK Kesehatan Annisa 3 Bogor



Pembahas