Wednesday, November 18, 2015

DONWLOAD TO UJIAN NASIONAL SMA/SMK/MA TAHUN 2016

Soal Try Out (TO) Ujian Nasional (UN) SMA/SMK/MA Jurusan IPA/IPS 2016
KLIK >> DOWNLOAD SOAL TRY OUT UN MATEMATIKA SMA IPA 2015 & KUNCI JAWABAN
KLIK >> DOWNLOAD SOAL TO UN BIOLOGI SMA IPA 2015 & PEMBAHASAN
KLIK >> DOWNLOAD SOAL TO UN FISIKA SMA/MA IPA 2015 & PEMBAHASAN
KLIK >> DOWNLOAD SOAL TO UN BAHASA INDONESIA SMA/MA IPA 2015 & JAWABAN
KLIK >> SOAL TO UN EKONOMI SMA/MA IPS 2015 & JAWABAN
KLIK >> SOAL TO UN BAHASA INGGRIS SMA/MA 2015 & JAWABAN
KLIK >> SOAL TO UN BAHASA INDONESIA SMA/MA 2015 & JAWABAN 
KLIK >> SOAL TO UN SMK BAHASA INDONESIA, BAHASA INGGRIS MATEMATIKA & PEMBAHASAN
KLIK >> SOAL TO UN EKONOMI SMA/MA IPS 2015 & JAWABAN
KLIK >> Download Soal UN Sosiologi SMA/MA IPS 2015 (Try Out)
KLIK >> SOAL TRY OUT UN GEOGRAFI SMA/MA 2015 & JAWABAN


PREDIKSI SOAL UN SMA/SMK/MA IPA & IPS 2016
KLIK >> Download Prediksi Soal UN Sosiologi SMA IPS 2015 dan Pembahasan
KLIK >> Download Prediksi SOAL UN KIMIA SMA/MA 2015 DAN PEMBAHASAN
KLIK >> Download Prediksi Soal UN Biologi SMA/MA IPA 2015 dan Pembahasan
KLIK >> DOWNLOAD PREDIKSI SOAL UN BAHASA INDONESIA SMA/MA 2015 & PEMBAHASAN
KLIK >> DOWNLOAD PREDIKSI SOAL UN EKONOMI SMA 2015 DAN PEMBAHASAN
KLIK >> DOWNLOAD PREDIKSI SOAL UN BAHASA INGGRIS SMA 2015 DAN PEMBAHASAN 
KLIK >> DOWNLOAD PREDIKSI SOAL UN FISIKA SMA 2015 DAN PEMBAHASAN


Soal Soal UN SMA 2016 IPA & IPS
SOAL UN SMA IPA 2016
KLIK >> Download Soal UN Matematika SMA/MA 2014
KLIK >> Download Soal UN Bahasa Indonesia SMA/MA 2014 
KLIK >> Download Soal UN Bahasa Inggris SMA/MA 2014 
SOAL UN SMA IPS 2016
KLIK >> Download Soal UN Matematika SMA/MA IPS
KLIK >> Download Soal UN Bahasa Indonesia SMA/MA IPS
KLIK >> Download Soal UN Bahasa Inggris SMA/MA IPS
KLIK >> Download Soal UN Sosiologi SMA/MA
KLIK >> Download Soal UN Ekonomi SMA/MA
KLIK >> Download Soal UN Geografi SMA/MA 

Soal Soal UN SMK 2016
KLIK >> DOWNLOAD SOAL UN SMK 2014 Teknologi, Kesehatan, Pertanian Matematika dan Pembahasan

Soal Soal UN SMA IPA & IPS 2016 (Latihan)
Soal-soal UN SMA IPA
Download Soal & Pembahasan UN SMA Matematika 
Download Soal & Pembahasan UN SMA Bahasa Indonesia
Download Soal & Pembahasan UN SMA Bahasa Inggris
Download Soal & Pembahasan UN SMA Fisika
Download Soal & Pembahasan UN SMA Kimia
Download Soal & Pembahasan UN SMA Biologi
Soal-soal UN SMA IPS
Download Soal & Pembahasan UN SMA Bahasa Indonesia IPS
Download Soal & Pembahasan UN SMA Bahasa Inggris IPS
Download Soal & Pembahasan UN SMA Sosiologi
Download Soal & Pembahasan UN SMA Ekonomi
Download Soal & Pembahasan UN SMA Geografi

Bocoran Soal UN SMA/SMK/MA 2016

Berikut latihan soal UN SMA/MA tahun 2016, yang sudah bisa diunduh :

Jurusan IPA

  1. Latihan Soal Bahasa Indonesia | Silakan unduh disini
  2. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Bahasa Indonesia | Silakan unduh disini
  3. Latihan Soal Bahasa Inggris | Silakan unduh disini
  4. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Bahasa Inggris | Silakan unduh disini
  5. Latihan Soal Matematika| Silakan unduh disini
  6. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Matematika | Silakan unduh disini
  7. Latihan Soal Fisika | Silakan unduh disini
  8. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Fisika | Silakan unduh disini
  9. Latihan Soal Kimia | Silakan unduh disini
  10. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Kimia | Silakan unduh disini
  11. Latihan Soal Biologi| Silakan unduh disini
  12. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Biologi | Silakan unduh disini

Jurusan IPS

  1. Latihan Soal Bahasa Indonesia | Silakan unduh disini
  2. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Bahasa Indonesia | Silakan unduh disini
  3. Latihan Soal Bahasa Inggris | Silakan unduh disini
  4. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Bahasa Inggris | Silakan unduh disini
  5. Latihan Soal Matematika| Silakan unduh disini
  6. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Matematika | Silakan unduh disini
  7. Latihan Soal Geografi | Silakan unduh disini
  8. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Geografi | Silakan unduh disini
  9. Latihan Soal Ekonomi | Silakan unduh disini
  10. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Ekonomi | Silakan unduh disini
  11. Latihan Soal Sosiologi| Silakan unduh disini
  12. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Sosiologi | Silakan unduh disini

Jurusan Bahasa

  1. Latihan Soal Bahasa Indonesia | Silakan unduh disini
  2. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Bahasa Indonesia | Silakan unduh disini
  3. Latihan Soal Bahasa Inggris | Silakan unduh disini
  4. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Bahasa Inggris | Silakan unduh disini
  5. Latihan Soal Matematika| Silakan unduh disini
  6. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Matematika | Silakan unduh disini

Jurusan Keagamaan

  1. Latihan Soal Bahasa Indonesia | Silakan unduh disini
  2. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Bahasa Indonesia | Silakan unduh disini
  3. Latihan Soal Bahasa Inggris | Silakan unduh disini
  4. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Bahasa Inggris | Silakan unduh disini
  5. Latihan Soal Matematika| Silakan unduh disini
  6. Kunci dan Pembahasan Latihan Soal Matematika | Silakan unduh disini

Monday, November 16, 2015

PEMBAHASAN TENTANG DRAMA

Drama berasal dari kata Yunani, draomai yang berarti berbuat, bertindak, bereaksi, dan sebagainya. Jadi, kata drama dapat diartikan sebagai perbuatan atau tindakan. Seraca umum, pengertian drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor. Pementasan naskah drama dikenal dengan istilah teater. Dapat dikatakan bahwa drama berupa cerita yang diperagakan para pemain di panggung. Selanjutnya, dalam pengertian kita sekarang, yang dimaksud drama adalah cerita yang diperagakan di panggung berdasarkan naskah. Pada umumnya, drama mempunyai dua arti, yaitu drama dalam arti luas dan drama dalam arti sempit. Dalam arti luas, pengertian drama adalah semua bentuk tontonan yang mengandung cerita yang dipertunjukkan di depan orang banyak. Dalam arti sempit, pengertian drama adalah kisah hidup manusia dalam masyarakat yang diproyeksikan ke atas panggung.

Pengertian drama

Drama adalah karangan yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia dalam bertingkah laku yang dipentaskan dalam beberapa babak. Seni drama sering disebut seni teater.
Pengertian Drama
Sejarah drama sebagai tontonan sudah ada sejak zaman dahulu. Nenek moyang kita sudah memainkan drama sejak ribuan tahun yang lalu. Bukti tertulis yang bisa dipertanggung jawabkan mengungkapkan bahwa drama sudah ada sejak abad kelima SM. Hal ini didasarkan temuan naskah drama kuno di Yunani. Penulisnya Aeschylus yang hidup antara tahun 525-456 SM. Isi lakonnya berupa persembahan untuk memohon kepada dewa-dewa. Sejarah lahirnya drama di Indonesia tidak jauh berbeda dengan kelahiran drama di Yunani. Keberadaan drama di negara kita juga diawali dengan adanya upacara keagamaan yang diselenggarakan oleh para pemuka agama. Intinya, mereka mengucapkan mantra dan doa.
Ada beberapa jenis drama tergantung dasar yang digunakannya. Dalam pembagian jenis drama, biasanya digunakan tiga dasar, yakni: berdasarkan penyajian lakon drama, berdasarkan sarana, dan berdasarkan keberadaan naskah drama. Berdasarkan penyajian lakon, drama dapat dibedakan menjadi delapan jenis, yaitu:
  • Tragedi: drama yang penuh dengan kesedihan
  • Komedi: drama penggeli hati yang penuh dengan kelucuan.
  • Tragekomedi: perpaduan antara drama tragedi dan komedi.
  • Opera: drama yang dialognya dinyanyikan dengan diiringi musik.
  • Melodrama: drama yang dialognya diucapkan dengan diiringi melodi/musik.
  • Farce: drama yang menyerupai dagelan, tetapi tidak sepenuhnya dagelan.
  • Tablo: jenis drama yang mengutamakan gerak, para pemainnya tidak mengucapkan dialog, tetapi hanya melakukan gerakan-gerakan.
  • Sendratari: gabungan antara seni drama dan seni tari.
Berdasarkan sarana pementasannya, pembagian jenis drama dibagi antara lain:
  • Drama Panggung: drama yang dimainkan oleh para aktor dipanggung.
  • Drama Radio: drama radio tidak bisa dilihat dan diraba, tetapi hanya bisa didengarkan oleh penikmat.
  • Drama Televisi: hampir sama dengan drama panggung, hanya bedanya drama televisi tak dapat diraba.
  • Drama Film: drama film menggunakan layar lebar dan biasanya dipertunjukkan di bioskop.
  • Drama Wayang: drama yang diiringi pegelaran wayang.
  • Drama Boneka: para tokoh drama digambarkan dengan boneka yang dimainkan oleh beberapa orang.
Jenis drama selanjutnya adalah, berdasarkan ada atau tidaknya naskah drama. Pembagian jenis drama berdasarkan ini, antara lain:
  • Drama Tradisional: tontonan drama yang tidak menggunakan naskah. 
  • Drama Modern: tontonan drama menggunakan naskah.
Sumber : http://www.pengertianahli.com/2013/10/pengertian-drama-dan-jenis-drama.html
 
 ======================================================

UNSUR-UNSUR DRAMA (TOKOH, LATAR, DAN AMANAT DRAMA)


Indikator : Disajikan teks drama, siswa dapat :
  • Menentukan tokoh utama
  • Menentukan latar
  • Menentukan amanat
Unsur-unsur drama
  •  Tema adalah ide pokok atau gagasan utama sebuah cerita drama
  • Alur yaitu jalan cerita dari sebuah pertunjukkan drama mulai babak pertama hingga babak terakhir
  • Tokoh drama atau pelaku drama terdiri dari tokoh utama dan tokoh pembantu. Tokoh utama atau peran utama disebut primadona sedangkan peran pembantu disebut figuran
  • Watak adalah perilaku yang diperankan oleh tokoh drama. Watak protagonis adalah watak (periku) baik yang diperankan oleh tokoh drama, contohnya : penyabar, kasih sayang, santun, pemberani, pembela yang lemah, baik hati dan sebagainya. Sedangkan watak antagonis adalah watak (perilaku) jahat yang diperankan oleh tokoh drama, contohnya : sifat iri dan dengki, kejam, penindas dan sebagainya
  • Latar atau setting adalah gambaran tempat, waktu dan situasi peristiwa dalam cerita   drama
  • Amanat drama adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada penonton. Amanat drama atau pesan disampaikan melalui peran para tokoh drama.
Perhatikan teks drama berikut !
Zaman
Karya   : Sri Kuncoro
                                         Sumber di copy dari : www.crayonpedia.org/...


Ibu       :   Ayah, sepertinya hujan akan turun. Lihatlah mendung itu gelap sekali. Di   
Ayah    :   Tenanglah Bu. Mereka, ‘kan sudah dewasa.
Ibu       :   Tapi, ‘kan tidak biasanya mereka pulang terlambat. Lagi pula mendung  
Ayah    :   Mereka toh bisa berlindung, jika nanti hujan turun dengan lebat.
Ibu       :   Ah, Ayah selalu begitu!
Ayah    :   Ah, Ibu juga selalu begitu!
                (Keduanya diam, lalu anak ke-2 memasuki pintu panggung)
Ibu       :   Kenapa pulang terlambat, Man? Sudah makan siang, Nak?
Anak 2 :   Sudah Bu. Tadi, ada demo yang menghambat lalu lintas.
Ayah    :   Demo tentang apa dan oleh siapa?
Anak 2 :   Tidak tahu, Ya. Saya tidak peduli demo macam apa dan oleh siapa.
                 (Masuk ke kamar, ganti baju, dan keluar lagi).
Ibu       :   Kau mau kemana lagi, Man?
Anak 2 :   Voli, Bu. Ada latihan di stadion.
Ibu       :   Mendung begitu gelap, kakakmu belum pulang. Carilah dulu!
Anak 2 :   Saya sudah terlambat, Bu. Lagi pula Kakak pasti bisa menjaga diri.
Ibu       :   Hujan akan segera turun. Nanti dia terjebak hujan. Jemputlah dulu!
Anak 2 :   Bu, saya sudah berumur 19 tahun. Jadi, saya rasa, Kakak juga sudah   
Ayah    :   Man, jangan kasar kepada ibumu!
                (Anak 1 mendadak nyelonong masuk dan menghempaskan tubuhnya ke   
Anak 2 :   Tuh, Bu, Putri Cinderela sudah kembali ke istana. Saya pergi dulu!
Anak 1 :   Reseh, lu!
Anak 1 :   Biasalah, Bu, memperjuangkan keadilan.
Ayah    :   Keadilan macam apa?
Anak 1 :   Keadilan bagi rakyat jelata. Sekarang ini, ya, segala kepentingan umum            
Ibu       :   Kau berurusan dengan polisi?
Anak 1 :   Demi keadilan, Bu.
Ibu       :   Jangan macam-macam kamu, ya,!
Anak 1 :   Ibu jangan khawatir. Jangan panik seperti itu!

                mana anak-anak?
                begini dahsyat.
                bukan balita lagi.
                 sofa)
Ibu       :   Dari mana kau, Martha?
                sudah dimanipulasi oleh kepentingan golongan dan orang-orang tertentu.
                Tadi, ya, seandainya  tidak ada bentrok dengan polisi, kami sudah bisa
                menembus gedung yang angkuh itu.
Setelah membaca kutipan naskah di atas maka kita dapat mengetahui  unsur-unsur intrinsiknya, yaitu :

  • Tema             : kehidupan sosial
  • Tokoh            : Ayah, Ibu, Anak 1(Maman), Anak 2 (Martha)
  • Watak tokoh : Ibu berwatak khawatir dan penyayang, Martha berwatak pembela keadilan
  • Amanat        : jika ingin beraktivitas setelah pulang sekolah (kuliah) sebaiknya izin dahulu  kepada orang tua agar mereka tidak khawatir
  • Latar             : Dalam rumah ketika hujan akan turun
Latihan soal :
1.  Bacalah teks drama berikut !

Ibu      : saya dengar Nana masuk rumah sakit.
             Apa kabar, La ?
Lala    : Benar, Bu. Kami akan menengok besok.
Ibu      : Nana sakit apa ?
Lala    : Nana sakit demam berdarah.
Adik    : Kak, besok aku ikut menengok ya !
Lala    : Hus. Anak kecil tidak boleh ikut !
Ibu      : Adik di rumah saja sama Ibu.
Lala    : Sebaiknya kami membawa apa, Bu ?
Ibu      : Bawa jus jambu saja agar bisa membantu menaikan trombosit.
Lala    : Ide yang bagus itu, Bu !
Tokoh utama dalam kutipan drama tersebut adalah ...
a.  Ibu dan Lala
b.  Ibu dan Adik
c.   Lala dan Adik
d.  Lala dan Nana
    Jawaban a

2.  Perhatikan kutipan drama berikut !

Ani      : Tolong santi, tugasmu membersihkan papan tulis. Aku akan menyapu lantai   
              dulu.
Santi   : Baiklah, Ani. Oh, ya. Andi belum datang ?
              Padahal dia anggota regu piket kita.
Ani      : Belum. Mungkin sebentar lagi Andi datang. Kita tunggu saja.
Santi   : Itu dia sudah datang. Cepat Andi, tolong bersihkan meja dan bangku dengan  
             kemoceng !
Andi    : Baik, Santi.
Latar tempat dalam kutipan drama tersebut adalah ....
a.  Di ruang kelas
b.  Di halaman sekolah
c.   Di halaman rumah
d.  Di dalam rumah
    Jawaban a

3.  Cermati percakapan dalam drama berikut !

Amir    : Di, kita berangkat sekolah sekarang.
              (Amir berdiri di depan pintu, lalu Dodi mendekat)
Dodi    : Maaf, Mir, tunggu sebentar.
              (Dodi mnyuruh Amir duduk)
Amir    : Sebentar, apa lagi yang akan kamu kerjakan ?
Dodi    : Biasa, mengisi dua bak mandi setiap hari.
Amanat cuplikan drama di atas adalah ....
a.  Berangkat sekolah harus lebih pagi.
b.  Bekerjalah sebaik mungkin
c.   Jadilah anak yang rajin
d.  Selesaikan pekerjaan di rumah dengan baik.
    Jawaban d
 
Sumber : http://asagenerasiku.blogspot.com/2012/12/unsur-unsur-drama-tokoh-latar-dan.html
  ======================================================
 

 Ciri-ciri Teks Drama :

  1. Seluruh cerita berbentuk dialog, baik tokoh maupun narator. Inilah ciri utama naskah dialog, semua ucapan ditulis dalam teks.
    Contoh :
    Suatu hari di sebuah desa terpencil, ada seorang pemuda berpenampilan sederhana. Ia bernama Paijo.
  2. Semua dialog tidak menggunakan tanda petik ("..."). Dialog drama bukan kalimat langsung. Oleh karena itu, naskah drama tidak memakai tanda petik.
    Contoh :
    Fiqi : Kita bisa selesaikan masalah ini.
    Paijo : Sudahlah! Kamu tidak perlu memikirkan ini. Ini bukan masalah yang besar. Jadi kita tidak perlu membincangkan terlalu serius.
  3. Naskah drama dilengkapi petunjuk tertentu yang harus dilakukan tokoh pemerannya. Petunjuk itu ditulis dalam tanda kurung (...) atau dengan memberikan jenis huruf yang berbeda dengan huruf dialog.
    Contoh :
    Fiqi : Sudah! Jangan dilanjutkan lagi perkelahian ini. Sebaiknya kita selesaikan secara dewasa (sambil berwajah serius)
  4. Naskah drama terletak diatas dialog atau disamping kiri dialog.
    Contoh :
    Stark : Saat ini Loki sudah berhasil membuka portal-nya.
    Thor : Saatnya kita beraksi.
    Fiqi: Jangan gegabah, sebaiknya kita membangun strategi dulu Stark.
Itulah Ciri-ciri Teks Drama yang sampai saat ini masih berlaku. Demikianlah postingan saya dalam sebuah dunia maya.

Ciri-ciri drama adalah seperti yang berikut:


Mesti ada konfliks
Mesti ada aksi
Harus dilakonkan
Tempoh masa kurang daripada 3 jam
Tiada ulangan dalam satu masa

Jenis-jenis drama pula adalah seperti yang berikut:

Tragedi
Komedi
Tragi-Komedi
Opera
Pantonim
Bangsawan

Tragedi

Mengandungi cerita tentang kemalangan dan kesedihan.

Komedi

Mengutarakan kisah hidup sehari-hari dengan pelbagai peristiwa lucu yang boleh menyebabkan penonton ketawa.

Tragi-Komedi

Mengandungi unsur-unsur kesedihan dan unsur-unsur lucu.

Opera

Mengemukakan cerita yang digabungkan dengan muzik.

Pantomim

Lakonan dipersembahkan melalui gerak badan dan memek muka yang berlebihan untuk menyatakan aksi dan perasaan watak.

Bangsawan

Para pelakon membentuk dan mengubah sendiri dialog-dialog yang ingin disampaikan.

Drama-drama yang akan dipelajari oleh para pelajar Tingkatan 4 ialah:

Serunai Malam
Titik-titik Perjuangan
Seri Nara 

SUMBER : http://ardiwasilachandra.blogspot.co.id/2014/04/pengertian-unsur-ciri-drama.html

Thursday, November 12, 2015

Contoh Soal Uji Kompetensi Guru (UKG) Online Semua Tingkatan

SD/TK

SMP

SMA

SMK

Wednesday, November 11, 2015

JADWAL LENGKAP PERTANDINGAN PIALA PRESIDEN 2015

Berikut Jadwal Lengkap Jam Tayang Fase Grup Piala Jenderal Sudirman:

Grup A
  • Arema Cronus Vs Persegres, Selasa (10/11/2015) pukul 17.30 WIB
  • Arema Cronus Vs PBR, Senin (16/11/2015) pukul 19.00 WIB
  • Sriwijaya FC Vs Persegres, Kamis (19/11/2015) pukul 14.30 WIB
  • Persija Vs PBR, Kamis (19/11/2015) pukul 19.00 WIB
  • Persegres Vs PBR, Minggu (22/11/2015) pukul 14.30 WIB
  • Arema Cronus Vs Sriwijaya FC, Minggu (22/11/2015) pukul 19.00 WIB
  • Sriwijaya FC Vs Persija, Rabu (25/11/2015) pukul 19.00 WIB
  • PBR Vs Sriwijaya FC, Sabtu (28/11/2015) pukul 14.30 WIB
  • Arema Cronus Vs Persija, Sabtu (28/11/2015) pukul 19.00 WIB
  • Persija Vs Persegres, Selasa (1/12/2015) pukul 19.00 WIB

Grup B
  • Mitra Kukar Vs PSM, Sabtu (14/11/2015) pukul 14.30 WIB
  • Bali United Vs Persipura, Sabtu (14/11/2015) pukul 19.00 WIB
  • Semen Padang FC Vs Persipura, Selasa (17/11/2015) pukul 19.00 WIB
  • Semen Padang FC Vs PSM, Jumat (20/11/2015) pukul 14.30 WIB
  • Bali United Vs Mitra Kukar, Jumat (20/11/2015) pukul 19.00 WIB
  • Semen Padang FC Vs Mitra Kukar, Senin (23/11/2015) pukul 14.30 WIB
  • Persipura Vs PSM, Senin Senin (23/11/2015) pukul 17.30 WIB
  • Bali United Vs Semen Padang FC, Kamis (26/11/2015) pukul 19.00 WIB
  • Bali United Vs PSM, Minggu (29/11/2015) pukul 14.30 WIB
  • Persipura Vs Mitra Kukar, Minggu (29/11/2015) pukul 19.00 WIB

Grup C
  • Surabaya United Vs PS TNI, Minggu (15/11/2015) pukul 14.30 WIB
  • Persela Vs Persib, Minggu (15/11/2015) pukul 19.00 WIB
  • Pusamania Borneo FC Vs PS TNI, Rabu (18/11/2015) pukul 19.00 WIB
  • Persela Vs Pusamania Borneo FC, Sabtu (21/11/2015) pukul 14.30 WIB
  • Surabaya United Vs Persib, Sabtu (21/11/2015) pukul 19.00 WIB
  • Persela Vs PS TNI, Selasa (24/11/2015) pukul 19.00 WIB
  • Surabaya United Vs Persela, Jumat (27/11/2015) pukul 14.30 WIB
  • Persib Vs Pusamania Borneo FC, Jumat (27/11/2015) pukul 19.00 WIB
  • Surabaya United Vs Pusamania Borneo FC, Senin (30/11/2015) pukul 14.30 WIB
  • Persib Vs PS TNI, Senin (30/11/2015) pukul 19.00 WIB

Majemuk, Idiom, dan Frasa: Konsep dan Perbedaannya

1. Pendahuluan
Penggabungan kata atau pemajemukan (compounding) merupakan salah satu proses pembentuk kata. Pembentukan kata itu merupakan proses yang produktif dalam hampir semua bahasa. Misalnya, dalam bahasa Indonesia, terdapat bentuk kaki yang berarti anggota badan yang menopang tubuh dan dipakai untuk berjalan, (dari pangkal paha ke bawah) dan meja berarti perkakas (perabot) rumah yang mempunyai bidang datar sebagai daun mejanya dan berkaki sebagai penyangganya (KBBI, 2009).  Untuk mewadahi konsep bagian bawah meja, penopang, atau penyangga meja digunakan proses penggabungan kata kaki dengan meja menjadi kaki meja dengan analogi kaki manusia yang berarti bagian bawah meja.
            Ada beberapa istilah untuk menyebut hasil penggabungan kata itu. Misalnya, Alisjahbana (1953) menggunakan istilah kata majemuk yang merujuk pada gabungan dua buah kata atau lebih yang memiliki makna baru. Definisi itu merupakan identitas idiom (lihat Katamba 1994:291). Fokker (1951) menggunakan istilah kelompok kata yang dibedakan menjadi kelompok erat  untuk menyebut idiom dan kelompok longgar untuk bukan majemuk. C.A. Mees (1957) menggunakan istilah kata majemuk dan aneksi. Istilah pertama untuk idiom dan terakhir untuk yang nonidiomatis. Kridalaksana (1989) menggunakan istilah paduan leksem atau kompositum. Sama dengan Alisjahbana, Alwi (1998) dan Moeliono menyebut penggabungan kata dengan majemuk.
            Dari beberapa pendapat di atas diketahui bahwa istilah majemuk lebih banyak digunakan untuk merujuk pada gabungan dua atau lebih leksem atau ata. Para ahli hanya berbeda pendapat dalam memberi istilah untuk tiap-tiap gabungan kata yang memiliki makna idiomatis dengan yang tidak.  Oleh karena itu, sering muncul pertanyaan “apakah majemuk itu berbeda atau sama dengan idiom atau bahkan dengan frasa?”

2. Analisis
  1. Majemuk (Compounds)
Untuk menampung konsep yang belum terwadahi dalam sebuah kata, digunakan gabungan kata atau leksem yang dikenal dengan mejemuk, kompositum, atau perpaduan—yang dalam bahasa Inggris disebut dengan compounds. Kata kunci dari majemuk adalah gabungan kata atau leksem. Menurut Bauer (1988), majemuk adalah leksem baru hasil dari gabungan dua leksem atau lebih. Katamba (1994:291) mengatakan bahwa majemuk adalah kata yang terdiri atas, minimal, dua dasar yang tiap-tiap dasar dapat berdiri sendiri. Kridalaksana (2008) menyebutnya sebagai gabungan leksem dengan leksem yang seluruhnya berstatus sebagai kata yang memiliki pola fonologis, gramatikal, dan semantis yang khusus menurut kaidah bahasa yang bersangkutan.
Untuk mengidentifikasi antara majemuk dan bukan majemuk,  Kridalaksana (2007) merumuskan tiga hal berikut.
  1. Ketaktersisipan. Di antara komponennya tidak dapat disisipi apa pun. Misalnya, angkat bicara merupakan majemuk karena tidak dapat disisipi apa pun. Bandingkan dengan alat negara yang merupakan frasa karena dapat disisipi dari.
  2. Ketakterluasan. Komponennya tidak dapat diafiksasi dan dimodifikasi,  kecuali keseluruhan. Misalnya, kereta api tidak biasa dibentuk menjadi perkerataan api. Bentuk itu hanya dapat diperluas semua komponennya menjadi perkerataapian.
  3. Ketakterbalikan. Komponennya tidak dapat dipertukarkan. Misalnya naik daun tidak dapat dibalik menjadi daun naik tanpa mengubah maknanya.
  1. Idiom (Idioms)
Idiom adalah entitas leksikal yang lebih berfungsi sebagai sebuah kata, walapun terdiri atas beberapa kata (Katamba, 1994:291). Kridalaksana (2007) mendefinisikan idiom sebagai konstruksi yang maknanya tidak sama dengan makna komponennya. Kridalaksana juga membedakan idiom dari semiidiom. Semiidiom menurutnya adalah konstruksi yang salah satu komponennya mengandung makna khas yang ada dalam konstruksi itu saja, misalnya mata kaki  dan harga diri.
Di Scullio dan Williams (dalam Katamba, 1994) menyebut idiom dengan istilah listemes karena kata tersebut harus listed  dalam leksikon yang kekhasan maknanya tidak tunduk pada kaidah umum dan harus dihafalkan. Idiom seperti musang berbulu ayam atau tertangkap basah  tidak dapat diketahui artinya melalui kata pembentuknya. Bentuk tersebut harus didaftar tersendiri dalam kamus dan dihafalkan maknanya. Kridalaksana memasukkan idiom ke dalam bentuk majemuk atau kompositum karena bentuknya yang selalu merupakan gabungan kata atau leksem.
  1. Pembagian Bentuk Majemuk
Setiap majemuk, baik yang terdiri atas dua kata, tiga kata, dan seterusnya selalu memiliki dua bagian, yaitu kepala (head) dan pewatas (modifier). Misalnya, bentuk majemuk rumah sakit yang terdiri atas rumah sebagai kepala dan sakit sebagai pewatasnya. Dalam bentuk majemuk kepala rumah sakit, kepala sebagai kepala (head) dan rumah sakit menjadi pewatasnya. Semakin panjang  atau banyak elemen pembentuk majemuk semakin sempit artinya.
Berdasarkan status komponennya, majemuk dibagi atas dua kelompok besar, yaitu (1) apakah mejemuk tersebut memiliki kepala: (a) kiri dan (b) kanan; (2) kelas kata kepalanya (Katamba, 1994: 304). Untuk kelompok pertama, yang berdasarkan keberadaan kepala majemuk dan letaknya di sebelah kiri atau kanan terbagi atas tiga..
Pertama, majemuk berkepala.  Majemuk itu terdiri atas:
  1. majemuk berkepala di kanan (the right-hand head rule) atau endosentris, yaitu majemuk yang kepalanya berada pada konstituen atau elemen di sebelah kanan.  Sebagian besar majemuk dalam bahasa Inggris adalah endosentris (Katamba,1994), misalnya bird watch; sugar daddy;
  2. majemuk berkepala di kiri (left-headed compounds), yaitu majemuk yang kepalanya berada pada konstituen atau elemen di sebelah kiri. Bahasa Italia, contohnya, kepala majemuknya berada di sebelah kiri (Scalise, 1984: 125). Bahasa Indonesia dan sebagian bahasa di Asia juga berkepala majemuk di sebelah kiri, misalnya rumah makan dan burung unta.
Majemuk berkepala atau endosentris merupakan subkelas dari salah satu elemennya. Dengan kata lain, secara keseluruhan, majemuk tersebut adalah hiponim dari kepala majemuknya (Bauer, 1988:35). Katamba (1994) lebih jauh menerangkan ciri-ciri  majemuk endosentris, yaitu (1) memiliki kepala, (2) properti sintaksis kepala memengaruhi keseluruhan majemuk, (3) kepala terletak di kanan, dan (4) biasanya terdapat hubungan semantis antara majemuk dan kepala.
Kedua, majemuk takberkepala (headless compound). Majemuk itu terbagi menjadi dua. Pertama, majemuk bahuvrihi atau eksosentris, yaitu majemuk yang tiap-tiap elemennya bukan merupakan kepala dari elemen lainnya, dengan kata lain, majemuk itu bukan merupakan subkelas dari elemennya atau bukan merupakan hiponim elemennya (Bauer, 1988:35). Nama manusia, binatang, dan tumbuhan sering kali berbentuk majemuk eksosentris, misalnya red skin (orang Indian Amerika) dan lidah mertua (nama tumbuhan). Kedua,  majemuk kopulatif atau majemuk dvandva. Majemuk kopulatif ialah majemuk yang memiliki dua kata yang merupakan pasangan yang secara semantis memiliki  status yang sama dan tidak ada elemen yang mendominasi majemuk tersebut, misalnya:
    utara-selatan (kedua arah mata angin tersebut sama-sama penting);
    Sony-Ericsson (dua perusahaan melakukan merger untuk membentuk perusahaan  
    baru yang berstatus sama).
Bauer (1988:36) menamakan majemuk jenis itu majemuk akar atau majemuk primer (root compounds atau primary compounds), sedangkan Kridalaksana (2007) menamai kedua majemuk ini dengan istilah majemuk sederajat atau koordinatif.
Selain yang ada pada pembagian di atas, terdapat  dua jenis majemuk lain. Pertama, cranberry words, yaitu majemuk yang salah satu elemennya unik, tidak terdapat dalam gabungan kata lain. Dalam bahasa Inggris fenomena itu dikenal dengan nama cranberry (Katamba, 1994: 322), misalnya leksem cran dan huckle yang hanya muncul dalam majemuk cranberry dan huckleberry.  
Kedua, majemuk neoklasik (neo-classic compounds). Majemuk itu disebut demikian karena sebagian besar elemennya adalah serapan dari bahasa Yunani atau Latin. Adams (1973) dan Bauer (1983) menamainya demikian.  Kridalaksana menyebut gejala neoklasik dengan istilah majemuk sintesis karena keduanya merupakan paduan dari bentuk terikat dan bentuk bebas atau bentuk terikat dengan bentuk terikat. Majemuk itu berasal dari bahasa asing dan sebagian besar merupakan kosakata ilmu pengetahuan (Kridalaksana, 2007: 151).
Untuk kelompok kedua, yang berdasarkan kelas kata kepalanya,  majemuk itu terbagi menjadi tiga jenis.  Pertama, majemuk nomina yang terdiri atas (1) nomina dengan nomina, misalnya kereta api; (2) nomina dengan adjektiva, misalnya orang asing, (3) nomina dengan verba, misalnya pesawat tempur; dan (4) preposisi dengan nomina, misalnya  overdosis.
Kedua, majemuk adjektiva yang terdiri atas gabungan (1) nomina dengan adjektiva, (2) adjektiva dengan adjektiva, misalnya murah meriah, dan (3) preposisi dengan adjektiva, misalnya overaktif.
Ketiga, majemuk verba, yaitu verba dengan nomina: (meng)hukum mati. Majemuk verba itu mempunyai ciri-ciri (1) kepala kata adalah adjektiva atau nomina yang berasal dari verba, (2) anggota majemuk ditafsirkan sebagai argumen sintaktis dari kepala nomina deverbal atau adjektiva, (3) nonkepala berfungsi sebagai agen, pasien, dan sebagainya, dan (4) makna majemuk transparan. Bauer (1988: 36) menyebut majemuk itu dengan majemuk sintetis atau majemuk inti (nexus compounds).
  1. Majemuk dan Frasa
Majemuk juga berbeda dengan frasa. Untuk membedakan antara majemuk dan frasa, perlu dirumuskan suatu kaidah tersendiri. Misalnya, untuk membedakan frasa dengan bentuk lain, arti sebuah frasa dapat diketahui dengan mengetahui arti  kata yang membentuknya dan frasa itu tunduk pada kaidah umum. Usaha untuk membedakan antara majemuk dan frasa, dapat dilihat dalam beberapa bahasa.  Bahasa Inggris, misalnya, menyiasati hal tersebut dengan cara menghilangkan spasi antarelemen (breakfast) atau menggunakan tanda hubung (hyphen), misalnya ice-cream; eye-catching. Bahasa Arab menuliskan majemuk secara terpisah dan elemen keduanya selalu diakhiri oleh kasrah (tanda bunyi [i]).
            Dalam bahasa Indonesia, bentuk majemuk ditulis terpisah, kecuali kata tersebut berpotensi menimbulkan salah pengertian. Agar terhindar dari salah pengertian, digunakan tanda hubung, misalnya buku-sejarah baru; ibu bapak-kami.  Bentuk majemuk yang mendapat awalan atau akhiran sekaligus ditulis tergabung dan yang mendapat awalan atau akhiran saja ditulis terpisah, misalnya bertepuk tangan, sebar luaskan, pertanggungjawaban, dan  menggarisbawahi. Adapun bentuk majemuk atau gabungan kata yang sudah padu selalu ditulis serangkai.  
Contoh:
acapkali
bilamana
  darmabakti
  dukacita
kasatmata
matahari
olahraga
saripati
segitiga
sukacita
sukarela
wiraswata

3. Penutup
Pemajemukan atau compounding adalah salah satu proses pembentuk kata baru yang produktif. Proses itu terdapat dalam hampir semua bahasa, bahkan dalam banyak bahasa, majemuk merupakan tipe utama dari leksem atau kata baru (Bauer,1988:33). Majemuk juga mencakup idiom yang memiliki makna yang tetap dan tidak dapat diprediksi.
            Para ahli sependapat atas sebagian besar fenomena majemuk. Mereka hanya berbeda pendapat pada sebagian kecil, misalnya, istilah majemuk sintetis yang diungkapkan Bauer dengan yang diajukan Kridalaksana kemudian. Perbedaan tersebut, mungkin, disebabkan oleh sifat bahasa yang menjadi data yang tidak hanya universal, tetapi sekaligus unik.

Daftar Pustaka
Bauer, Laurie. 1988. Introducing Linguostic Morphology. Edinburgh:
    Edinburgh University Press.
Katamba, Francis. 1994. Morphology. London: Macmillan Press LTD.
Kridalaksana, Harimurti. 2007. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia.
     Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
------------. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1997. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Jakarta: Departemen   Pendidikan  dan Kebudayaan.
Pusat Pembinaan dan Pengembanagan Bahasa. 2009. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Tuesday, October 27, 2015

MATERI PERKULIAHAN KURIKULUM PAUD MINGGU, 01 NOPEMBER 2015

Aspek Perkembangan Anak Usia Dini.
Terdapat 6 aspek perkembangan yang membentuk focus sentral dari pengembangan kurikulum bermain kreatif pada anak usia dini,diantaranya :
1.       Kesadaran Personal : Permainan yang kreatif memungkinkan perkembangan kesadaran personal. Bermain mendukung anak untuk tumbuh secara mandiri dan memiliki control atas lingkungannya. Melalui bermain anak dapat menemukan hal yang baru,bereksplorasi,meniru,dan mempraktikkan kehidaupan sehari-hari sebagai sebuah langkah dalam membangun keterampilan menolong dirinya sendiri,keterampilan ini membuat anak merasa kompeten.
2.       Pengembangan Emosi : Melalui bermain anak dapat belajar menerima,berekspresi,dan mengatasi masalah dengan cara yang positif. Bermain juga memberikan kesempatan pada anak untuk mengenal diri mereka sendiridan untuk mengembangkan pola prilaku yang memuaskan dalam hidup.
3.       Membangun Sosialisasi : Bermain memberikan jalan bagi perkembangan social anak ketika berbagi dengan anak lain. Bermain adalah sarana yang paling utama bagi pengembangan kemampuan bersosialisasi dan memperluas empati terhadap orang lain serta mengurangi sikap egosentrisme.
4.       Pengembangan Komunikasi : Bermain merupakan alat  yang paling kuat untuk membelajarkan  kemampuan berbahasa anak. Melalui komunikasi inilah anak dapat memperluas kosakata dan mengembangkan daya penerimaan serta pengekspresian kemampuan berbahasa mereka melalui interaksi dengan anak-anak lain dan orang dewasa pada situasi bermain spontan.
5.       Pengembangan Kognitif : Bermain dapat memenuhi kebutuhan anak untuk secara aktif terlibat dengan lingkungan,untuk bermain dan bekerja dalam menghasilkan suatu karya,serta untuk memenuhi tugas-tugas perkembangan kognitif lainnya. Bermain menyediakan kerangka kerja untuk anak untuk mengembangkan pemahaman tentang diri mereka sendiri,orang lain,dan lingkungan. Bermain adalah awalan dari semua fungsi kognitif selanjutnya,oleh karenanya kognitif(pemikiran anak) sangat diperlukan dalam kehidupan anak-anak.
6.       Pengembangan Kemampuan Motorik : Kesempatan yang luas untuk bergerak,pengalaman belajar untuk menemukan, aktivitas sensor motor yang meliputi penggunaan otot-otot besar dan kecil memungkinkan anak untuk memenuhi perkembangan perceptual motorik. Bermain dapat memacu perkembangan perceptual motorik pada beberapa area,yaitu:
a.      Koordinasi mata-tangan atau mata-kaki
b.      Kemampuan motorik kasar
c.       Kemampuan bukan motorik kasar
d.      Manajemen tubuh dan control.

D.   Pola Perkembangan Anak
Ada beberapa pola perkembangan anak,yaitu sebagai berikut :
1)     Perkembangan Fisik : Perkembangan fisik berlangsung secara teratur,tidak secara acak. Perkembangan bayi ditandai dengan adanya perubahab dari aktivitas yang tidak terkendali menjadi suatu aktivitas yang terkendali. Perkembangan fisik pada masa bayi berjalan dengan cepat. Bayi belajar untuk mengendalikan kepala,menggapai sebuah objek,dan barang kali berdiri dan berjalan ditahun pertama tersebut. Ketika anak-anak tumbuh,perkembangan dari keterampilan motor mereka tidaklah samacepatnya dengan seperti pada masa kanak-kanak, tetapihal tersebut berlangsung terus sepanjang masa kanak-kanak. Beberapa hal dapat membantu kita dalam mengembangkan keadaan fisik dari anak-anak lewat kegiatan-kegiatan :
·         Menyediakan permainan diluar ruangan. Permainan yang ada sebaiknya merupakan permainan yang dapat mengembangkan keterampilan memanjat,berlari,melompat,dan seterusnya.
·         Meyakinkan anak-anak bahwa mereka memiliki suatu kesempatan untuk berada di dalam suatu area permainan yang berisi matras,bola karet dan target,dan bahan-bahan lain yang dapat mendukung perkembangan anak.
2)     Perkembangan Sosial : Perkembangan social dan emosional bayi juga tidak dapat dibedakan,pada respons yang diberikan terhadap suatu stimuli seperti lapar atau dingin maka akan menimbulkan tangisan yang tidak dikhususkan bagi stimuli tersebut. Ketika anank berusia tiga tahun,anak mulai membangun suatu hubungan dengan keluarga mereka dan juga dengan orang lain yang bukan merupakan anggota keluarga mereka. Mereka juga mencoba untuk membuat sebuah strategi untuk menyatakan keinginan mereka dan beberapa ide tentang identifikasi terhadap peran seks.
·         Perkembangan Kepribadian,guru yang berfikir tentang prilaku anak-anak akan merencanakan program yang menyediakan banyak peluang untuk anak-anak untuk membangun kepercayaan dan untuk membuat berbagai pilihan serta merasakan sukses dari pilihan yang mereka buat sendiri.
·         Perkembangan Konsep Diri,konsep diri dikembangkan secara bertahap; anak mengembangkan konsep dirinya sebagai seorang individu yang terpisah dari orang lain selama beberapa tahun. Melalui interaksi pertama anak dengan orang tua dan keluarga dan kemudian dengan orang lain di luar keluarga tersebut,anak secara berangsur-angsur mulai mengembangkan suatu konsep mengenaiseperti apa mereka dan siapa mereka.
·         Peran Dari Permainan,pengalaman bermain sangat penting di dalam perkembangan social dan emosional dari anak-anak. Anak-anak dapat memainkan berbagai peran dan prilaku serta mendapatkan umpan balik tentang kecocokkan dari prilaku dalam bermain. Anak-anak yang lebih muda sering memainkan peran anggota keluarga, dan seiring dengan pengalaman yang mereka miliki maka mereka juga mulai mencoba untuk memainkan peran di luar peran keluarga tersebut.
·         Agresi,aspek yang lain tentang pembangunan social yang patut mendapat perhatian adalah agresi. Para guru dan orangtua mempunyai kaitan dengan prilaku yang agresif pada anak-anak. Hasil dari studi menunjukan bahwa prilaku yang agresif di kelas dapat dikurangi dengan menyediakan bahan-bahan,ruang yang cukup sedemikian hingga anak-anak tidak mempunyai alasan untuk bersaing antara anak yang satu dengan anak yang lainnya.
·         Identifikasi Peran Seks,sebelum anak yang berusia tiga tahun mulai untuk mengidentifikasi diri mereka sendiri sebagai anak laki-laki atau anak perempuan, maka pada usia ini mereka sudah dapat mengidentifikasi orang lain sebagai anak laki-laki atau perempuan. Selanjutnya mereka mulai mengembangkan konsep identitas seksual dan sikap mereka tentang peran yang sesuai bagi pria dan wanita.
3)     Perkembangan Emosional : Perkembangan emosional seperti perkembangan fisik dan social,mengikuti tahapan  perkembangan  yang dapat diramalkan tentang pertumbuhan. Bayi bereaksi terhadap emosi apapun dengan mengeluarkan suara tangisan yang tidak dibedakan. Anak kecil memiliki perilaku yang sangat memaksa. Meraka hanya memiliki sedikit kendali dari dorongan hati mereka dan mudah merasa putuh asa. Bagi anak yang berada di bangku Taman Kanak –kanak dan kelas satu,sudah dapat menyatakan dan melabelkan suatu emosi yang luas. Mereka dapat menguraikan rasa sedih yang mereka alami,rasa marah,atau perasaan senang dan juga menguraikan suatu situasi yang merupakan emosi yang dihasilkan oleh anak-anak yang lain.
4)     Perkembangan Intelektual : Perkembangan kognisi mengacu pada perkembangan anak dalam berfikir dan kemampuan untuk member alas an. Perkembangan kognitif dari anak-anak yang lebih muda diuraikan dalam beberapa teori yang berbedadi daam kurun waktu yang berbeda. Para pendukung teori behavior memiliki segi pandang bahwa anak-anak tumbuh dengan mengumpulkan informasi yang semakin bayak dari hari ke hari. Piaget dalam Nixon dan Gould menguraikan perkembangan kognitif dari anak-anak dalam beberapa langkah,yang mencangkup tahap sensorimotor,pra operational,dan tahap konkret operasional. Tahapan-tahapan ini mengembngkan anak untuk bertumbuh kearah kedewasaan dan juga pengalaman.

A.     Pengertian Pendidikan dan Komponen-komponen Pendidikan
Dalam arti luas pendidikan adalah segala bentuk pengalaman belajar yang berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk mengembangkan kemampuan seoptimal mungkin sejak lahir sampai akhir hayat. Dalam arti sempit, pendidikan identik dengan persekolahan di mana pendidikan dilakukan dalam bentuk kegiatan pembelajaran yang terprogram dan terencana secara formal.
Pendidikan merupakan suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen yang satu sama lain tidak dapat dipisahkan dan saling berhubungan satu sama lain. Komponen-komponen tersebut meliputi: 1) tujuan pendidikan, 2) peserta didik, 3) pendidik, 4) kurikulum, 5) fasilitas pendidikan, dan 6) interaksi edukatif.
Para ahli pendidikan anak berpendapat bahwa pendidikan TK merupakan pendidikan yang dapat membantu menumbuhkembangkan anak dan pendidikan dapat membantu perkembangan anak secara wajar. Pada hakikatnya pendidikan TK/usia dini adalah pemberian upaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh, dan menyediakan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak. Pendidikan anak usia dini pada hakikatnya adalah upaya untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak.

B.     Hakikat Pembelajaran di Taman Kanak-kanak
Pada hakikatnya anak itu unik, mengekspresikan perilakunya secara relatif spontan, bersifat aktif dan energik, egosentris, memiliki rasa ingin tahu yang kuat, antusias terhadap banyak hal, bersifat eksploratif dan berjiwa petualang, kaya dengan fantasi, mudah frustrasi, dan memiliki daya perhatian yang pendek. Masa anak merupakan masa belajar yang potensial.
Kurikulum untuk anak usia dini/TK harus benar-benar memenuhi kebutuhan anak sesuai dengan tahap perkembangan dan harus dirancang untuk membuat anak mengembangkan potensi secara utuh. Baik Kurikulum TK 1994 maupun Kurikulum TK 2004 pada dasarnya sama memuat aspek-aspek perkembangan yang dipadukan dalam bidang pengembangan yang utuh yang mencakup bidang pengembangan perilaku melalui pembiasaan dan bidang kemampuan dasar.
Pembelajaran anak usia dini/TK pada hakikatnya adalah pembelajaran yang berorientasi bermain (belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar), pembelajaran yang berorientasi perkembangan yang lebih banyak memberi kesempatan kepada anak untuk dapat belajar dengan cara-cara yang tepat. Pendekatan yang paling tepat adalah pembelajaran yang berpusat pada anak

4.    KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN ANAK USIA TK
A.   Hakikat Perkembangan
Perkembangan dan pertumbuhan merupakan satu proses dalam kehidupan manusia yang berlangsung secara terus-menerus sejak masa konsepsi sampai akhir hayat. Perkembangan juga diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dialami oleh seorang individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan baik itu menyangkut aspek fisik maupun psikis. Sistematis, berarti perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling ketergantungan atau saling mempengaruhi antara bagian-bagian organisme. Progresif, berarti perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat dan mendalam (meluas) baik secara kuantitatif (fisik) maupun kualitatif (psikis). Berkesinambungan, berarti perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara bertahap dan berurutan.
Perkembangan memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut. 1) Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti. 2) Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi. 3) Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu. 4) Perkembangan terjadi pada tempat yang berlainan. 5) Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas. 6) Setiap individu yang normal akan mengalami tahapan/fase perkembangan.
Fase perkembangan dapat diartikan sebagai penahapan atau pembabakan rentang perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciri-ciri khusus atau pola-pola tingkah laku tertentu. Para ahli mengemukakan pendapat yang berbeda tentang pembabakan atau periodisasi perkembangan ini. Pendapat-pendapat tersebut secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu berdasarkan analisis biologis, didaktis, dan psikologis.

B.   Karakteristik Perkembangan Anak Taman Kanak-kanak
Perkembangan anak usia TK yang terentang antara usia empat sampai dengan enam tahun merupakan bagian dari perkembangan manusia secara keseluruhan. Perkembangan pada usia ini mencakup perkembangan fisik dan motorik, kognitif, sosial emosional, serta bahasa. Ketika anak mencapai tahapan usia TK (3 sampai 6 tahun), terdapat ciri yang sangat berbeda dengan usia bayi. Perbedaannya terletak pada penampilan, proporsi tubuh, berat dan panjang badan, serta keterampilan yang mereka miliki.
Dilihat dari tahapan menurut Piaget, anak usia TK berada pada tahapan praoperasional, yaitu tahapan di mana anak belum menguasai operasi mental secara logis. Periode ini ditandai dengan berkembangnya kemampuan menggunakan sesuatu untuk mewakili sesuatu yang lain dengan menggunakan simbol-simbol. Melalui kemampuan tersebut anak mampu berimajinasi atau berfantasi tentang berbagai hal. Perkembangan emosi berhubungan dengan seluruh aspek perkembangan anak. Pada tahap ini emosi anak usia prasekolah lebih rinci atau terdiferensiasi, anak cenderung mengekspresikan emosi dengan bebas dan terbuka. Sikap marah sering mereka perlihatkan dan sering berebut perhatian guru.
Perkembangan sosial adalah perkembangan perilaku anak dalam menyesuaikan diri dengan aturan-aturan masyarakat dimana anak itu berada. Perkembangan sosial anak merupakan hasil belajar, bukan hanya sekedar hasil dari kematangan. Perkembangan sosial diperoleh anak melalui kematangan dan kesempatan belajar dari berbagai respons terhadap dirinya. Bagi anak prasekolah, kegiatan bermain menjadikan fungsi sosial anak semakin berkembang.
Anak prasekolah biasanya telah mampu mengembangkan keterampilan bicara melalui percakapan yang dapat memikat orang lain. Mereka dapat menggunakan bahasa dengan berbagai cara seperti bertanya, berdialog, dan menyanyi. Sejak usia dua tahun anak sangat berminat untuk menyebut nama benda. Minat tersebut terus berlangsung sehingga dapat menambah perbendaharaan kata.

5.    PEMBELAJARAN YANG BERORIENTASI PERKEMBANGAN
A.   Prinsip-prinsip Perkembangan Anak
Penyelenggaraan pendidikan Taman Kanak-kanak menuntut pendidik yang memiliki kemampuan profesional, sosial dan pribadi yang baik. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh pendidik atau guru Taman Kanak-kanak adalah memahami perkembangan anak. Pemahaman tentang karakteristik perkembangan anak memberikan kontribusi terhadap pendidik untuk merancang kegiatan, menata lingkungan belajar, mengimplementasikan pembelajaran serta mengevaluasi perkembangan dan belajar anak.
Prinsip-prinsip perkembangan anak meliputi: (1) anak berkembang secara holistik, (2) perkembangan terjadi dalam urutan yang teratur, (3) perkembangan anak berlangsung pada tingkat yang beragam di dalam dan di antara anak, (4) perkembangan baru didasarkan pada perkembangan sebelumnya, (5) perkembangan mempunyai pengaruh yang bersifat kumulatif.
Prinsip-prinsip perkembangan anak tersebut memberikan implikasi bagi pendidik dalam menentukan tujuan, memilih bahan ajar, menentukan strategi, memilih dan menggunakan media, serta mengevaluasi perkembangan dan mendukung belajar anak secara optimal.

B.   Dasar Pemikiran dan Pengertian Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan
                Ada beberapa hal yang mendasari munculnya praktik pembelajaran yang berorientasi perkembangan, antara lain meningkatnya praktik pembelajaran yang bersifat formal di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini, kuatnya tuntutan dan tekanan orang tua dan masyarakat terhadap pengajaran yang lebih bersifat akademik, kesalahpahaman masyarakat tentang konsep pendidikan anak usia dini. Pembelajaran yang berorientasi perkembangan mengacu pada tiga hal penting, yaitu (1) berorientasi pada usia, (2) berorientasi pada anak secara individual, dan (3) berorientasi pada konteks sosial budaya anak.
                Praktik pembelajaran yang berorientasi perkembangan menekankan pada hal-hal sebagai berikut: (1) anak secara holistik, (2) program pendidikan yang bersifat individual, (3) pentingnya kegiatan yang diprakarsai anak, (4) fleksibel, lingkungan kelas menstimulasi anak, (5) pentingnya bermain sebagai wahana belajar, (6) kurikulum terpadu, (7) belajar melalui bekerja, (8) memberikan pilihan kepada anak tentang apa dan bagaimana caranya belajar, (9) penilaian bersifat kontinu, dan (10) bermitra dengan orang tua untuk mendukung perkembangan dan belajar anak.

C.    Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan Untuk Anak Usia Taman Kanak-kanak
                Prinisp-prinsip pembelajaran yang berorientasi perkembangan dapat diidentifikasi dari beberapa dimensi, sebagai berikut.
  1. Menciptakan iklim yang positif dan kondusif untuk belajar.
  2. Membantu keeratan kelompok dan memenuhi kebutuhan individu.
  3. Lingkungan dan jadwal hendaknya memberi kesempatan kepada anak untuk berpartisipasi aktif, mengambil inisiatif, melakukan eksplorasi terhadap objek dan lingkungannya.
  4. Pengalaman belajar hendaknya dirancang secara konkret dan memberi kesempatan kepada anak untuk memilih kegiatannya sendiri.
  5. Mendorong anak-anak untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan berbahasa secara menyeluruh yang meliputi kemampuan berbicara, mendengarkan, membaca dan menulis dini.
  6. Strategi pembelajaran dirancang agar anak dapat berinteraksi dengan anak lainnya secara individual dan dalam kelompok kecil.
  7. Motivasi dan bimbingan diberikan agar anak mengenal lingkungannya, mengembangkan keterampilan sosial, pengendalian dan disiplin diri.
  8. Kurikulum diorganisasikan secara terpadu untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak yang meliputi aspek fisik motorik, sosial emosi, kognitif, bahasa, dan seni.
  9. Penilaian terhadap anak dilakukan secara kontinu, melalui observasi.
  10. Mencatat dan mendokumentasikan hal-hal yang telah dilakukan anak dan cara melakukan kegiatan tersebut. 
6.    PERENCANAAN PEMBELAJARAN
A.   Pengertian dan Komponen-komponen Pembelajaran
                Perencanaan pembelajaran adalah rencana yang dibuat oleh guru untuk memproyeksikan kegiatan apa yang akan dilakukan oleh guru dan anak agar tujuan dapat tercapai.
Perencanaan pembelajaran mengandung komponen-komponen yang ditata secara sistematis dimana komponen-komponen tersebut saling berhubungan dan saling ketergantungan satu sama lain.
Komponen-komponen perencanaan pembelajaran meliputi:
  1. Tujuan merupakan komponen pertama dalam perencanaan pembelajaran merupakan proyeksi tentang hasil belajar atau kemampuan yang harus dicapai anak setelah belajar.
  2. Materi adalah bahan yang akan diajarkan agar tujuan tercapai.
  3. Kegiatan belajar mengajar adalah proyeksi kegiatan belajar yang harus dilakukan anak agar tujuan tercapai.
  4. Media dan sumber belajar merupakan salah satu komponen yang memberi dukungan terhadap proses belajar.
  5. Evaluasi merupakan suatu proses memilih, mengumpulkan informasi untuk membuat keputusan. Evaluasi sebagai alat untuk mengukur tingkat ketercapaian tujuan.
  6. Prosedur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran
  7. Salah satu tugas guru adalah membuat perencanaan pembelajaran.
  8. Jenis-jenis perencanaan di TK meliputi Perencanaan Tahunan, Perencanaan Semester, Perencanaan Mingguan (SKM), Perencanaan Harian (SKH).
  9. Perencanaan Tahunan, memuat keterampilan, kemampuan, pembiasaan-pembiasaan dan tema-tema yang sesuai dengan minat anak dan dekat dengan lingkungan anak.
  10. Perencanaan semester merupakan penjabaran dari perencanaan tahunan yang dibagi ke dalam dua semester.
  11. Perencanaan Mingguan berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai kemampuan yang telah direncanakan dalam satu minggu sesuai dengan tema pada minggu itu.
  12. Perencanaan Harian (SKH) merupakan perencanaan operasional yang disusun oleh guru dan merupakan acuan dalam melaksanakan pembelajaran. SKH dijabarkan dari SKM.