Tuesday, October 13, 2020

Materi Bahasa Indonesia Kelas XI Bab Menganalisis Buku Non Fiksi

   1. PENGERTIAN NON FIKSI

       Karangan nonfiksi adalah karangan yang dibuat atas dasarfakta atau hal yang benar benar terjadi dalam kehidupan sehari hari. Non fiksi merupakan sebuah karangan yang di  hasilkan dalam bentuk cerita nyata atau cerita kehidupan setiap hari yangdituliskan menjadi sebuah cerita. Dengan kata lain non fiksi merpakan karya yang bersiat factual atau peristiwa yang benar benar terjadi.
Semua hal yang terkandung dalam buku non fiksi adalah nyata dalam kehidupan. Beda antara fiksi dan non fiksi terdapat pada imajener atau tidak dan fakta atau tidak. Perbedaan tersebut tidak mempengaruhi gaya bahasa. Bahasa yang digunakan bersifat denotative dan engarah pada pengertian yang terbatas sehingga tidak perna ganda.

2.KARAGAN BUKU NON FIKSI SENDIRI DI KEOMPOKAN  MENJADI DUA JENIS, YAKNI :
    1. Non fiksi murni
        Non fiksi murni ialah buku yang berisi tetang pengembangan berdasarkan dari data data yang otentik atau pasti. Berikut ini seikit contoh contoh dari non fiksi murni, yaitu skripsi, karya ilmiah, laporan,makalah tesis, desertasi, artikel, feature, dan lain lain.

    2. Non fiksi kreatif
        Non fiksi kreatif merupakan berasal dar data otentik yang didapatkan dan kemudian di kembangkan dengan berdasarkan imajenasi yang biasanya berbentuk puisi, frosa dan novel.

3. CIRI CIRI BUKU NON FIKSI
            1. memiliki ide yang ditulis secara jelas dan logis serta sistematis
            2. mengandung informasi yang sesuai dengan fakta.
            3. menyajikan temuan baru atau penyempurnaan temuan yang sudah ada.
            4. motivsi, rancangan dan pelaksanaan peneitian yang tertuang jelas.
            5. penulis memberikan analisi dan interpretasi intektual.

PERBEDAAN FIKSI DAN NON FIKSI

FIKSI
NON FIKSI
SASTRA FIKSI DIDASARKAN PADA IMAJINASI
SASTRA YANG DI DASARKAN PADA FAKTA
TUJUAN SASTRA FIKSI ADALAH UNTUK MENGHIBUR
TUJUAN SASTRA NON FIKSI ADALAH UNTUK MEMBERIKAN INFORMASI.
MENGGUNAKAN UNSUR UNSUR NARATIF SEPERTI TEMA,KONFIK, KARAKTER DAN SETTING.
MENGGGUNAKAN FITUR TEKS SEPERTI DAFTAR ISI,INDEKS,LABEL, GRAFIK, DAN FOTO
SASTRA FIKSI MEMBERI PEMBACA PESAN, MORAL ATAU PEMBELAJARAN YANG SUBJEKTIF BISA DI APLIKASIKAN
MEMBERIKAN PEMBACA INFORMASI ATAU PETUNJUK TENTANG CARA MELAKUAN SESUATU.

5. CARA RESENSI BUKU NON FIKSI 

1. Jenis Buku
     Jenis/bentuk buku fiksi itu adalah roman, novel, biografi atau lain. Selain itu resentator menyebutkan juka buku termasuk buku fiksi atau nonfiksi.

2. Keaslian ide
    Buku novel itu apakah benar benar merupakan karya asli dari pengarangnya atau merupakan salinan dari  buku laiyang pernah keluar.

3. Bentuk
    Bagaimana mengenai bentuk atau format dari novel itu. Apakah bentuknya, kertas, ilustrasi cover, jenis huruf yang dipakai, dan sebagainya.

4.Isi dan Bahasa
  Dilihat dari segi isi, resontator perlu menceritai unsure-unsur intrinsiknya, yaitu tentang tema, alur, perwatakan, sudut pandang dan sebagainya
Bahasa dalam buku fiksi itu dapat ditijau dari segi struktur kalimat, gaya bahasa/style, ungkapan dan lain lain. Apakah bahasa yang digunakan memakai bahasa sehari hari yang segar tidak menjemukan, mudah iketahui oleh pembaca. Pengujian materi mendapatkab perhatian juga dari resentator.

5. Simpulan  
    Akhirnya seseorang penulis resensi harus dapat menyimpulkan apaka bku itu baik san perlu                      dibaca atau tidak.
    Menulis data buku yang dibaca .
    Menulis ikhtisar isi buku non fiksi,
    Mendaftar butir butir yang merupakan kelebihan dan kekurangan novel.
    Menuliska pendapat pribadi sebagai tanggapan atau isi buku.
    Memadukan ikhtisar dan tanggapan pribadi kE dalam tulisan yang utuh.

referrensi : http://lilamust.blogspot.com/2017/12/menganalisis-buku-non-fiksi.html

Materi Bahasa Indonesia Kelas X Bab Menyusun Ikhtisar

Ikhtisar adalah sebuah penyajian singkat dari sebuah karangan asli yang tidak perlu memberikan seluruh isi dari karangan asli tersebut dengan secara proporsional atau dengan kata lain ikhtisar adalah sebuah bagian yang sangat penting setelah membuat kesimpulan dan juga rekomendasi. Ikhtisar tersebut adalah mengandung topik persoalan serta juga tujuan yang akan dicapai dengan melalui topik tersebut.

Dalam hal tersebut, menurut para ahli, ikhtisar adalah sebuah penulisan dari pokok-pokok masalah penulisannya tidak diharuskan berurutan, akan tetapi boleh dengan secara acak atau juga disajikan dalam bahasa pembuat ikhtisar tanpa mengubah tema dari sebuah wacana. Ikhtisar ini berfungsi sebagai garis-garis besar dari masalah di dalam sebuah wacana yang berukuran pendek atau sedang.

Penulis ikhtisar tersebut dapat langsung mengemukakan inti atau pokok dari suatu masalah dan problematika dalam pemecahannya.

Sebagai ilustrasi, ada beberapa bagian atau isi dari beberapa bab, dapat diberikan untuk dapat menjelaskan inti atau pokok dari masalah tersebut. Sementara bagian yang lain yang kurang penting bisa dihilangkan. Dari segi bentuk ikhtisar ini lebih bebas dibandingkan dengan ringkasan.

Ikhtisar tersebut tidak perlu mempertahankan langkah / urutan dari isi karangan asli. Selain hal itu ikhtisar itu juga tidak perlu memberikan sebuah isi dari karangan dengan secara profesional.

Ciri – Ciri Ikhtisar Buku

Dibawah ini adalah ciri-ciri ikhtisar yang diantaranya adalah:

  1. Tidak mempertahankan dari urutan gagasan.
  2. Bebas mengkombinasikan sebuah kata-kata dengan syarat tidak menyimpang dari inti.
  3. Tujuannya untuk mengambil sebuah inti.
Baca Juga :Contoh Karya Ilmiah

Kegunaan / Fungsi Ikhtisar Buku

Pentingnya iktisar dikarenakan kegunaan serta manfaatnya dalam mengambil sebuah inti pokok dari sebuah karangan,dibawah ini adalah kegunaan dari iktisar, antara lain sebagai yaitu berikut :

  1. Untuk bisa mengembangkan ekspresi serta juga penghematan kata.
  2. Memahami serta juga mengetahui isi sebuah buku atau sebuah karangan.
  3. Membimbing serta menuntun seseorang agar bisa atau dapat memahami inti dari suatu isi.

Cara Membuat Ikhtisar Buku

Tata cara dalam membuat iktisar yang baik, yaitu dapat kita lihat di bawah in sebagai berikut:

Membaca Naskah Asli

Langkah pertama dalam membuat ikhtisar ini adalah dengan membaca naskah asli dengan satu atau dua kali untuk bisa mengetahui kesan umum serta juga maksud pengarahan dan beserta sudut pandangnya.

Mencatat Gagasan Utama

Setelah si penulis sudah berhasil menangkap maksudnya, kesan umum, serta juga sudut pandang dari pengarang aslinya, maka langkah selanjutnya yaitu dengan mencatat semua gagasan utama atau gagasan yang pokok / penting .

Cara Menyusun Ikhtisar Buku

  1. Menetapkan tujuan pembaca dalam membaca
  2. Membaca dengan teliti
  3. Mencatat gagasan utamanya
  4. Menyusung kerangka tulisannya
  5. Memeriksa tulisan aslinya

Struktur Kebahasaan Ikhtisar Buku

  1. Tidak mempertahankan sebuah gagasan
  2. Bebas mengkombinasikan kata-kata, asalkan tidak menyimpang dari inti
  3. Tujuannya untuk mengambil sebuah inti

Contoh Ikhtisar Buku

Dibawah ini adalah sebuah contoh dari ikhtisar:

Contoh Iktisar
Sekilas 30.000 hingga 50.000 orang berkumpul di kota Hiroshima Jepang untuk mengenang sebuah peristiwa jatuhnya bom atom di kota itu pada tanggal 6 Agustus 1945 yang menewaskan kurang lebih 14.000 jiwa. Mereka bersama sama mengheningkan cipta selama 60 detik dan melepaskan ratusan burung dara pada upacara peringatan ini. Upacara tersebut akan dilanjutkan pada hari Kamis 19 Agustus 2001 di kota Nagasaki yang 56 tahun yang lalu juga di bom oleh Amerika Serikat sehingga menewaskan sekitar 70.000 orang kurag lebih. Pada peringatan ini perdana mentri Jepang Junichiro Koizumi meminta kepada seluruh dunia untuk menghapuskan senjata nuklir.

referensi : https://rumusbilangan.com/ikhtisar-buku/

Friday, September 25, 2020

MATERI BAHASA INDONESIA KELAS XII TEKS NOVEL

Teks novel merupakan materi Bahasa Indonesia Kelas 12/XII - Materi ini membahas pengertian teks novel, struktur teks novel, jenis-jenis, ciri-ciri, kaidah kebahasaan, unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik novel.

Apa itu novel? Menurut Drs, Rostamaji, M.Pd, teks novel adalah sebuah karya sastra yang memiliki dua unsur yang membangun, yakni unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik yang mana keduanya saling berkaitan satu sama lain karena saling berpengaruh dalam sebuah karya sastra.

Novel berasal dari bahasa Italia yaitu novella yang artinya "baru", "cerita pendek mengenai sesuatu yang baru", "berita", dan kata itu sendiri berasal dari bahasa Latin novella, bentuk jamak dari novellus, yang disingkat novus, yang artinya "baru".

Apakah Anda telah memahami apa yang dimaksud dengan teks novel ini? Jika sudah, selanjutnya kita harus tahu juga unsur-unsurnya. Unsur dalam novel terbagi menjadi dua, yakni unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

Teks Novel

Unsur Intrinsik Novel

Adapun unsur instrinsik dalam teks novel adalah sebagai berikut.
  1. Tema : Gagasan atau ide utama dari sebuah novel. Tema berisi gambaran luas tentang kisah yang akan dibuat sebagai berita dalam novel.
  2. Tokoh dan Penokohan : Tokoh adalah pelaku dalam sebuah novel. Sedangkan, penokohan adalah watak/karakter dari pelaku dala sebuah cerita novel.
  3. Alur/Plot : Alur berisi urutan jalan cerita dalam novel yang disampaikan oleh penulis novel.
  4. Latar/Setting : Gambaran peristiwa-peristiwa yang mengacu pada waktu, tempat dan suasana yang terjadi dalam novel.
  5. Sudut Pandang : Strategi yang digunakan pengarang untuk menyampaikan ceritanya.
  6. Gaya Bahasa : Unsur yang sangat penting sebagai pemicu minat baca seseorang.
  7. Amanat : Pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui cerita dalam novel.

Unsur Eksrinsik Novel

Sedangkan unsur ekstrinsik novel yaitu:
  1. Biografi dan latar belakang penulis : Latar belakang pendidikannya, lingkungannya, keluarganya, tempat tinggalnya dan lain sebagainya.
  2. Kisah dibalik layar : Biasanya didasari oleh pengalaman, kesan atau harapan dan juga cita-cita sang penulis novel.
  3. Nilai yang ada dalam masyarakat : Nilai-nilai yang sering diangkat oleh penulis dalam ceritanya.
Agar kita lebih memahami secara mendalam materi teks novel ini. Materi Bindo akan menjelaskan poin-poin penting menurut pendapat kami.

Pengertian Teks Novel

Novel adalah suatu bentuk karya sastra yang berbentuk prosa yang mempunyai unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik.

Atau definisi novel adalah suatu bentuk dari sebuah karya sastra. Novel merupakan kisah atau cerita fiksi dalam bentuk tulisan/kata-kata dan memiliki unsur intrinsik dan juga unsur ekstrinsik.

Sebuah novel biasanya mengisahkan/menceritakan tentang kehidupan manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan dan juga sesamanya.

Di dalam sebuah novel, biasanya pengarang berusaha semaksimal mungkin untuk mengarahkan pembaca kepada berbagai macam gambaran realita kehidupan melalui cerita yang terkandung di dalam novel tersebut.

Sebuah novel adalah cerita panjang (novel pendek disebut novella). Menurut American Heritage Dictionary, novel biasanya mempunyai "alur cerita yang diungkap dengan aksi, cara berbicara, dan pikiran karakter-karakternya".

Struktur Teks Novel

Struktur novel sama dengan struktur cerpen, yaitu:
  1. Abstrak : Inti/ringkasan dari novel yang menjadi gambaran awal sebuah cerita.
  2. Orientasi : Bagian penjelas berkaitan dengan waktu, tempat dan suasana.
  3. Komplikasi : Bagian yang berisi urutan kejadian yang dihubungkan dengan sebab dan akibat.
  4. Evaluasi : Bagian dimana konflik yang terjadi pada tahap kompikasi terarah menuju suatu titik tertentu.
  5. Resolusi : Bagian yang memunculkan solusi atas konflik yang terjadi.
  6. Koda : Bagian akhir cerita atau penutup dalam novel

Jenis-Jenis Teks Novel

Perlu Anda ketahui, jenis-jenis novel terbagi menjadi 3 macam, yaitu jenis teks novel berdasarkan genre, berdasarkan isi dan tokohnya, berdasarkan kebenaran cerita.

Novel Berdasarkan Genre

  • Novel Romantis : Novel yang menceritakan kisah-kisah percintaan.
  • Novel Misteri : Novel yang menceritakan kisah-kisah mister dan membuat pembaca menjadi enasaran karena ceritanya penuh dengan teka-teki.
  • Novel Komedi : Novel yang memuat unsur humor, guyonan sehingga pembaca menjadi terhibur.
  • Novel Horor : Novel yang mempunyai efek menegangkan bagi pembaca. Cerita yang diangkat biasanya kisah-kisah seram, hal-hal ghaib atau mistis.
  • Novel Inspiratif : Novel yang memuat kisah-kisah inspiratif. Novel jenis ini ditujukan untuk memberikan pesan moral dan membangkitkan motivasi para pembaca.

Novel Berdasarkan Isi dan Tokohnya

  • Novel Teenlit : Novel yang dibuat untuk para remaja.
  • Novel Chicklit : Novel ini menceritakan mengenai wanta muda dan segala permasalahan yang dihadapinya.
  • Novel Songlit : Novel yang dibuat dari sebuah lagu/musik.
  • Novel Dewasa : novel yang ditujukan untuk orang-orang dewasa (18+)

Novel Berdasarkan Kebenaran Cerita

  • Novel Fiksi : Novel yang berisi tentang hal fiktif atau khayalan saja.
  • Novel non-Fiksi : Novel yang bercerita mengenai kejadian nyata dari kisah sejaraj ataupun pengalaman pribadi seseorang.

Ciri-ciri Novel

Ciri-ciri novel yang paling utama adalah sebagai berikut.
  • Ceritanya panjang daripada cerpen, tapi banyak kalimat yang diulang-ulang.
  • Sebuah cerpen memiliki jumlah kata lebih dari 35 ribu kata.
  • Novel terdiri dari setidaknya 100 halaman.
  • Waktu membaca sebuh novel memerlukan setidaknya 2 jam atau 120 menit.
  • Memiliki alur/plot yang kompleks.
  • Tema dalam novel tidak hanya satu, tetapi muncul tema-tema sampingan.
  • Tokoh/karakter tokoh dalam novel bisa banyak.
  • Ceritanya lebih dari satu impresi, emosi, dan efek.
  • Alur cerita dari novel cukup kompleks.
  • Seleksi cerita novel luas.
  • Novel ditulis dengan narasi kemudian didukung dengan deskripsi untuk menggambarkan suasana yang ada didalamnya.

Kaidah/Ciri Kebahasaan Novel

Kaidah kebahasaan atau ciri bahasa dalam penulisan novel adalah sebagai berikut.
  • Diksi, bahasa dalam novel pada umumnya penuh makna dan menimbulkan efek estetik.
  • Idiom, yakni konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna unsurnya
  • Berusaha untuk menghidupkan perasaan atau menggugah emosional pembaca.
  • Biasanya berbentuk tulisan karya ilmiah dan ilmiah populer, laporan, artikel,skripsi, makalah dan lain sebagainya.
  • Dipengaruhi oleh subjektivitas penulisnya.
  • Karangan nonfiksi berusaha mencapai taraf objektivitas yang tinggi, berusaha untuk menarik dan menggugah pikiran pembaca.
  • Bahasa bermakna denotatif (makna sebenarnya) juga konotatif, asosiatif (makna tidak sebenarnya), ekspresif (memberi bayangan suasana pribadi penulis), sugestif (memengaruhi pembaca), dan plastif (menggugah perasaan pembaca).
  • Bahasa bersifat denotatif dan menunjuk pada pengertiannya yang sudah terbatas dan tidak bermakna ganda.
  • Melibatkan gaya bahasa sindiran atau ironi.
  • Melibatkan gaya bahasa sinisme, sindiran lebih kasar dari ironi untuk mencemooh.
  • Melibatkan gaya bahasa sarkasme, sindiran yang sangat tajam dan kasar bahkan sampai menyakitkan hati seseorang yang menerimanya.
  • Penggunaan bahasa asing yang telah memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia.
Bagi Anda yang ingin mengetahui contoh teks novel bisa melihatnya pada artikel ini Download Novel Dilan Lengkap
Demikianlah artikel hari ini tentang teks novel yang meliputi pengertian, struktur, jenis, ciri-ciri dan kaidah kebahasaan novel. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Referensi: http://omnibussenja.com/unsur-intrinsik-dan-ekstrinsik-novel/
https://id.wikipedia.org/wiki/Novel
http://www.sumberpengertian.co/pengertian-novel-menurut-para-ahli-beserta-ciri-ciri-dan-unsur-unsurnya
https://www.wattpad.com/459942359-materi-ciri-atau-kaidah-kebahasaan-teks-novel

MATERI BAHASA INDONESIA KELAS XI TEKS CERPEN

struktur erpen

Pengertian cerpen menurut para ahli

Sumardjo dan Saini

Cerpen adalah cerita fiktif atau tidak benar benar terjadi akan tetapi bisa saja terjadi kapanpun dan dimanapun yang mana ceritanya relative pendek.

Nugroho Notosusanto

Menurutnya cerpen adalah cerita yang panjang berkisar 5000 kata atau kira kira 17 halaman kuarto spasi, isinya terpusat dan lengkap pada dirinya.

B Jassin

Arti dari pada cerpen adalah sebuah cerita singkat yang dimiliki bagian terpenting yakni perkenalan, pertikaian dan penyelesaian.

Saini

Arti cerpen adalah cerita pendek fiksi atau tidak benar benar terjadi, tetapi bisa terjadi kapan saja dan dimana saja cerita itu relative singkat.

Ciri-ciri cerpen

Ciri ciri cerpen ini itu bisa berbentuk prosa naratif fiktif. Atau cerpen ini berbentuk cerita yang padat dan langsung pada tujuan dibandingkan dengan karya karya lainnya. Yang biasanya karya fiksi lainnya itu panjang nah itu cerpen pendek.

Di dalam cerpen terdapat 6 elemen penting yang membangun teks cerita pendek sehingga membentuk suatu cerita yang utuh. Secara umum ada beberapa ciri ciri cerpen yaitu :

  • Alurnya lebih sederhana
  • Tokohnya hanya sedikit
  • Latar hanta dilukiskan sesaat dan dalam lingkup yang relatif terbatas
  • Terdiri dari atas 3 halaman sampai halaman 10
  • Habi dibaca dalam sekali duduk
  • Hanya ada satu plot atau alur
  • Watak dan tokoh diterangkan atau diceritakan secara singkat
  • Banyak tokoh terbatas atau kurang

Struktur dari pada Cerpen

Stuktur dalam penulisan cerpen dapat dituliskan sebagai berikut:

  1. Abstrak
  2. Orientasi
  3. Komplikasi
  4. Evaluasi
  5. Resolusi
  6. Koda

Unsur unsur dalam cerpen

Unsur Instrinsik

Unsur instrinsik merupakan unsur yang membangun suatu cerita yang berasal dari dalam cerita itu sendiri. Unsur intrinsik pada suatu cerpen meliputi:

  • Tema
  • Alur/plot
  • Tokoh
  • Penokohan
  • Kedudukan tokoh
  • Sudut pandang
  • Amanat

Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik merupakan unsur yang membangun suatu cerita yang berasal dari luar cerita. Unsur ekstrinsik pada suatu cerpen meliputi:

  • Latar belakang kehidupan pengarang
  • Kondisi zaman saat karya sastra itu diciptakan
  • Latar belakang kehidupan pengarang
  • Tingkat pendidikan
  • Profesi atau pekerjaan
  • Status sosial ekonomi
  • Pandangan politik
  • Kepercayaan agama
  • Dan faham yang dianut pengarang

Contoh cerpen sesuai strukturnya

Kaulah hidupku, kedamaian dalam hatiku
Kuberi setiap detik kehidupanku hanya untukmu
Tak ada sedetikpun terlewat tanpamu
Hanya ada namamu dalam tiap nafasku, juga rasa sakitku

Muktha… Nama yang sangat indah. Terukir indah dalam jiwa. Indah seindah mutiara. Berpendar kilaunya diterpa matahari senja.

“Hai…bisa minta tolong?”
“Boleh, apa yang bisa aku bantu?”
“Tolong pegang kamera ini, ambilkan fotoku ya?”
Klik…

Kau tersenyum manis di depan bangunan Vidhana Soudha. Berlatar belakang senja nan merah. Senyummu terguris indah diwajah.

Kala itu kau sedang berlibur di Bangalore. Menghabiskan akhir pekanmu.

Setelah aku simpan wajah manismu kedalam tustelmu, kau mengajakku berkenalan. Berbincang layaknya teman. Yang lama tidak bertemu muka. Hangat dan akrab.

“Kamu tahu lokasi LalBaghFlowerPark?” tanyamu.
“Tentu saja aku tahu. Tapi sebelum aku jawab pertanyaanmu, katakan dulu siapa namamu?”
“Muktha, kamu?”
“Muktha? Mutiara? indah sekali. Namaku Bibhavasu. Matahari” Jawabku.
“indah sekali, matahari menyinari mutiara. Pasti akan berkilau” guraumu.
“Ah kamu bisa saja Muktha” balasku.
“Jadi….Dimana taman bunga Lal Bagh itu? Cepat katakan” tanyamu tidak sabaran.
“Mari aku antar”

Begitula perkenalan kita. Di Bangalore. Saat itu kau sangat cantik. Dengan Panchala keemasan di kedua tanganmu.

Begitulah penggalan contoh singkat cerpen karya tereliye.

MATERI BAHASA INDONESIA KELAS X TEKS HIKAYAT

Teks Hikayat adalah salah satu teks yang memuat unsur membangkitkan semangat atau bahkan sebagai penghibur lara.

Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, ada beberapa jenis karya sastra atau prosa yang umum Anda temui. Salah satunya adalah teks hikayat.

Pada dasarnya, teks hikayat adalah salah satu karangan yang berbentuk prosa, dimana prosa sendiri merupakan jenis teks yang berbentuk seperti puisi, karena memiliki variasi ritme yang cukup besar.

Pengertian Teks Hikayat

Pengertian Teks Hikayat

Ditinjau dari pengertiannya, menurut Wikipedia, Hikayat merupakan sebuah karangan sastra yang berbentuk prosa, biasanya menggunakan Bahasa Melayu yang berisi tentang sebuah cerita, kisah dan dongeng.

Selain itu, secara umum hikayat menceritakan kisah mengenai kehebatan atau kepahlawanan seseorang yang lengkap dengan kesaktian, mukjizat serta keanehan dari tokoh utama tersebut.

Hikayat sendiri, berasal dari bahasa Arab dari kata “Haka” yang  memiliki arti bercerita atau menceritakan.

Fungsi Teks Hikayat

Sedangkan ditinjau dari segi fungsinya, hikayat mempunyai beberapa fungsi, yakni:

  • Untuk membangkitkan semangat
  • Sebagai pelipur lara atau penghibur
  • Atau bahkan sekedar untuk meramaikan acara atau pesta.

Setelah membahas mengenai fungsinya, di bawah ini akan disampaikan mengenai fungsi dari teks hikayat sendiri.

Ciri-Ciri Teks Hikayat

Bagaimana ciri-ciri teks hikayat? Suatu karya sastra prosa bisa dikatakan sebagai hikayat bila mempunyai beberapa berikut ini:

  • Anonim, artinya pengarang kisah tersebut tidak diketahu
  • Istana Sentris, yakni menceritakan seorang tokoh yang tinggal di suatu istana/kerajaan, serta pusat atau latar ceritanya ada di lingkungan istana
  • Bersifat Statis, atau tidak terjadi perubahan pada kisahnya meski diceritakan secara turun temurun
  • Bersifat Komunal, artinya kisah tersebut milik seluruh masyarakat
  • Menggunakan Bahasa Klise atau kiasan, yang dilebih-lebihkan
  • Menggunakan bahasa yang diulang-ulang
  • Bersifat Tradisional, artinya melanjutkan budaya/tradisi yang dinilai baik
  • Bersifat Didaktis, yang artinya memuat tentang pendidikan
  • Menceritakan tentang kisah universal manusia, seperti konflik antara yang buruk dengan yang, serta dimenangkan oleh sang baik
  • Magis, artinya cerita yang dikarang ini akan membawa pembaca untuk masuk ke dunia khayal yang sangat indah
  • Pralogis (kemustahilan), yakni hikayat yang ak bisa diterima akal, karena mengandung kemustahilan. Contohnya seorang putri yang lahir dari gendang dan bayi yang lahir dengan panah dan pedang.

Unsur-Unsur Teks Hikayat

Selain ciri-ciri di atas, sebuah karangan prosa yang berbentuk Hikayat juga harus mempunyai beberapa unsur berikut ini:

  • Tema, yakni menunjukkan gagasan ide atau definisi yang mendasari cerita tersebut
  • Latar, merupakan latar belakang tempat, suasana serta waktu, yang dipaparkan dalam cerita hikayat
  • Alur, adalah jalannya peristiwa pada kisah hikayat, yang dimulai dari awal hingga akhir
  • Amanat, merupakan pesan yang tersirat ataupun tersurat dalam kisah hikayat. Tujuannya agar pembaca mengikuti sisi positif cerita tersebut
  • Tokoh, merupakan pemeran pada cerita, dimana pemeran ini dibagi menjadi beberapa kategori, seperti pemeran utama dan pemeran pendukung
  • Penokohan, adalah penggambaran dari watak tokoh, yang meliputi sifat protagonis (baik), antagonis (jahat) dan tengah-tengah
  • Sudut pandang, merupakan pusat pengisahan atau dari sudut mana pengarang membuat cerita tersebut. Sudut pandang dibagi menjadi beberapa kategori yakni:
  • Sudut pandang orang pertama pelaku utama
  • Sudut pandang orang pertama sampingan
  • Sudut pandang orang ketiga sebagai pelaku utama
  • Sudut pandang orang ketiga sebagai pengamat.
  • Gaya

Sedangkan gaya sangat erat kaitannya dengan bagaimana sang penulis saat membuat cerita dengan menggunakan bahasa atau tidak-tidak keindahan lain.

Jenis-jenis Teks Hikayat

Hikayat sendiri, dapat dibagi menjadi beberapa jenis, baik sesuai dengan isi ataupun asal daerahnya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini jenis-jenis hikayat:

1. Jenis Hikayat Berdasarkan Isi

Berdasarkan Isinya, hikayat terdiri dari:

  • Cerita Rakyat
  • Cerita-cerita Islam
  • Epos India
  • Sejarah dan Biografi
  • Cerita dari Jawa
  • Cerita bertingkat.

2. Jenis Hikayat Berdasarkan Asalnya

Berdasarkan asalnya hikayat terdiri atas:

  • Melayu Asli
  • Hikayat Hang Tuah (bercampur unsur Islam).

Contoh Hikayat Melayu Asli:

  • Hikayat Indera Bangsawan
  • Hikayat Si Miskin (bercampur unsur Islam)
  • Pengaruh Jawa
  • Hikayat Malim Deman.

Contoh Hikayat

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, atau istilah sehari-hari, pasti Anda sering menemukan hikayat. Nah, contoh hikayat yang terkenal yakni:

a. Contoh Hikayat yang mempunyai pengaruh budaya Jawa:

  • Hikayat Panji Semirang
  • Hikayat Indera Jaya (dari cerita Anglingdarma)
  • Hikayat Cekel Weneng Pati
  • Pengaruh Hindu (India).

b. Contoh Hikayat yang mempunyai pengaruh India:

  • Hikayat Sri Rama (dari cerita Ramayana)
  • Pengaruh Arab-Persia
  • Hikayat Perang Pandhawa (dari cerita Mahabarata)
  • Hikayat Bayan Budiman
  • Hikayat Sang Boma (dari cerita Mahabarata).

c. Contoh Hikayat yang Memiliki Pengaruh Arab-Persia

  • Hikayat Seribu Satu Malam
  • Hikayat Amir Hamzah (Pahlawan Islam)
  • Contoh Hikayat
  • Hikayat Bachtiar.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini contoh Hikayat Abu Nawas, dengan judul Ibu Sejati. Dimana Kisah ini hampir sama dengan kejadian pada masa Nabi Sulaiman ketika kompilasi masih muda.

Contoh Teks Hikayat

Berikut ini kami jelaskan mengenai contoh teks hikayat:

Contoh Teks Hikayat: Ibu Sejati

Entah telah dari berapa hari yang lalu, ia memperkenalkan kepada kedua orang ibu yang ingin  mempunyai anak.

Kemudian, hakim memecahkan kesulitan itu untuk memutuskan serta menentukan pada perempuan mana bayi itu akan diserahkan.

Karena kasus ini berlarut-larut tak kunjung usai, maka Baginda kemudian meminta bantuan kepada pengadilan, dan baginda pun akhirnya turun tangan.

Dengan menggunakan tantangan rayuan, agar salah satu dari mereka ada yang mengalah.

Namun hal ini semakin membuat kedua perempuan itu semakin mematikan. Baginda pun berputus asa karena tak ada cara lain lagi untuk mengatasinya.

Akhirnya ia mengundang Abu Nawas untuk menghadiri keputusan hakim.

hal ini baginda gunakan untuk membuktikan dengan cara-cara yang sangat halus salah satu, wanita itu ada yang mau mengalah.

Namun, baginda Raja Harun Al Rasyid sebaliknya membuat kedua perempuan itu saling mematikan. Baginda berputus asa.

Namun, pada hari itu, Abu Nawas tak mau menjatuhkan putusan. namun ia akan mengembalikannya pada keesokan hari.

Dengan penundaan putusan ini tentu semua orang yang hadir. mengira bahwa Abu Nawas sedang mencari akal yang memang biasa sering dilakukan.

Keesokan harinya sidang kembali dilanjutkan. Pada hari itu Abu Nawas memanggil algojo untuk membawa pedang di tangannya.

Kemudian Abu Nawas menyuruh agar bayi yang sedang diperebutkan ini untuk diletakkan di meja.

“Apa yang akan kau lakukan pada bayi itu?” Kata Raja Harun Al Rasyid.

“Sebelum aku memutuskan suatu tindakan, apakah satu diantara kalian ada yang mau menerima atau mengalah untuk menyerahkan bayi itu pada salah satunya?” Tanya Abu Nawas pada kedua ibu itu.

Kedua ibu tersebut pun menjawab serentak dengan bersamaan “Tidak, bayi itu anakku.”

“Karena tidak ada yang mau mengalah, maka akan ku belah bayi ini dan ku bagi menjadi dua agar adil sama rata” Kata Abu Nawas.

Dengan perkataan Abu Nawas ini, salah satu perempuan sangat girang, sedangkan perempuan satunya menjerit-jerit dengan histeris.

“Jangan, jangan belah bayi itu. Aku rela bayi itu diberikan pada perempuan itu” Kata salah satu perempuan.

Dengan seketika Abu Nawas memberikan bayi ini kepada perempuan tersebut. Karena ia benar-benar mencintai sang bayi dengan meninggalkan keegoisannya. Maka Selesailah masalah ini!

Contoh Teks Hikayat: Burung Cenderawasih

Sahibul hikayat telah diriwayatkan dalam Kitab Tajul Muluk, mengisahkan seekor burung yang bernama burung Cenderawasih. Mengenai asal-usulnya adalah bermula dari kahyangan.

Menurut kebanyakan orang lama yang bijaksana, mengatakan bahwasanya ia berasal dari surga dan selalu berdampingan dengan para Wali. Memiliki anugerah kepala seperti kuning keemasan.

Dengan empat sayap burung Cenderawasih yang tiada taranya. Ia akan terlihat sangat jelas yang mana sayap ia penuh adanya. Sesuatu yang sangat nyata mengenai perbedaannya adalah ada dua antena atau ekor yang panjang.

Barangsiapa yang melihat hal tersebut sunggulah dibuat kagum dan tertegun serta takjub akan keindahan dan kepelikan dari burung kayangan ini.

Sungguh, amatlah jarang sekali orang-orang dapat memiliki burung Cenderawasih. Ini kerana burung ini bukanlah berasal dari bumi kita pertiwi.

Umum bahwasanya mengetahui burung Cenderawasih hanya dimiliki oleh kaum kerabat istana sahaja.

Hatta mengikuti sejarah, kebanyakan kerabat-kerabat istana Melayu memiliki burung Cenderawasih. Mayoritas para peniaga yang ditemuinya mengatakan ia membawa tuah yang sangat amat hebat.

Syahdan dinyatakan lagi dalam beberapa kitab Melayu dahulu, sekiranya burung Cenderawasih turun ke bumi niscaya akan berakhirlah cepat hayatnya.

Dengan kata lain burung Cenderawasih akan mati sekiranya ia menjajakan kaki ke bumi. Namun yang pelik lagi ajaibnya, ia takan lenyap seperti bangkai binatang yang lain.

Ini karena ia dikatakan hanya makan embun surga sebagai makanannya. Malahan ia mengeluarkan suatu bau atau wangian yang sukar untuk diperkatakan.

Burung Cenderawasih mati dalam pelbagai keadaan. Ada yang mati dalam keadaan terbang, ada yang mati dalam keadaan istirahat dan ada yang mati dalam keadaan tertidur lelap.

Walau bagaimanapun, Melayu Antique telah menjalankan kajian secara rapi untuk menerima sebuah hakikat sebenarnya mengenai Burung Cenderawasih ini.

Mengikuti kajian ilmu pengetahuan yang dilankan, burung ini lebih terkenal di kalangan penduduk nusantara dengan panggilan Burung Cenderawasih.

Bagi kalangan masyarakat China pula, burung ini dipanggil sebagai Burung Phoenix yang banyak dikaitkan dengan kalangan kerabat istana Maharaja China.

Bagi kalangan penduduk Eropa, burung ini lebih terkenal dengan panggilan ‘Bird of Paradise’. Secara faktanya, asal usul burung ini gagal ditemui atau didapat hingga sekarang.

Tiada bukti yang menyatakan ianya berasal dari alam nyata ini. Namun satu lagi fakta yang perlu diterima, burung cenderawasih turun ke bumi hanya di Irian Jaya, Indonesia saja.

Tetapi yang pelik namun satu kebenaran burung ini hanya turun seekor saja dalam waktu tujuh tahun. Dan ia turun untuk mati.

Barangsiapa yang menjumpainya adalah satu tuah. Oleh itu, kebanyakan burung Cenderawasih yang anda saksikan mungkin berumur lebih dari 10 tahun, 100 tahun, 1000 tahun ataupun selebihnya,.

Kebanyakan sudah beberapa generasi yang mewarisi burung ini.

Telah dinyatakan dalam kitab Tajul Muluk bahwasanya burung Cenderawasih yang anda saksikan memiliki pelbagai kelebihannya.

Seluruh badannya daripada isi perut sehinggalah bulunya mempunyai khasiat yang misteri. Kebanyakannya digunakan untuk perbuatan. Namun ramai yang memburu karena tuahnya.

Burung Cenderawasih digunakan sebagai pelaris. Baik untuk pelaris diri atau perniagaan. Sekiranya seseorang memiliki bulu burung cenderawasih sahaja pun sudah cukup untuk dijadikan sebagai pelaris.

Mengikuti ramai orang yang ditemui memakainya sebagai pelaris menyatakan, bulu burung cenderawasih ini merupakan pelaris yang paling besar.

Hanya orang yang memiliknya yang tahu akan kelebihannya ini. Namun yang pasti ialah burung Cenderawasih ini bukannya calang-calang burung.

Penuh dengan segala keunikan, misteri, ajaib dan tuah.

Teks hikayat yang banyak beredar memang menceritakan kisah tentang Abu Nawas dan Raja Harun Ar Rasyid. Dengan demikian, tentunya Anda mulai memahami bagaimana teks hikayat itu bukan?

Thursday, September 17, 2020

MATERI BAHASA INDONESIA KELAS XII TEKS EDITORIAL

 Pengertian Teks Editorial

Teks editorial adalah suatu artikel dalam surat kabar yang berupa pendapat atau suatu pandangan redaksi terhadap sebuah peristiwa yang aktual atau sedang hangat diperbincangan pada saat surat kabar itu diterbitkan. Isu atau masalah aktual tersebut bisa berupa masalah politik, sosial, ataupun masalah ekonomi yang masih ada kaitannya dengan politik. Contoh isu yang diangkat misalkan mengetani kenaikan bbm, reshuffle kabinet, kebijakan impor dll. Teks editorial biasanya akan terbit secara rutin di koran ataupun majalah.

Teks editorial merupakan suatu opini atau pendapat yang ditulis oleh pengarang sebuah media terhadap isu aktual yang beredar di masyarakat. Opini yang diulis melalui pengarang tersebut dianggap sebagai pandangan resmi suatu penerbit atau media terhadap suatu isu yang aktual.

Meskipun teks editorial merupakan opini atau pendapat, akan tetapi untuk penulisannya tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Penulisan pendapat atau opini harus dilengkapi dengan suatu fakta, bukti dan argumentasi yang logis.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut pendapat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), teks editorial merupakan suatu gagasan, ide ataupun pendirian seseorang yang ditulis melalui kaidah kebahasaan teks opini, sehingga apa yang dikemukakan akan mampu memberikan wawasan dan bisa memberikan dampak bagi seseorang yang membacanya.

Pengertian Teks Editorial Menurut Para Ahli

Menurut pendapat dari Dja’far H Assegaf, teks editorial merupakan suatu penjelasan tentang fakta atau opini secara singkat, logis, dan menarik untuk dipelajari dari bentuk penulisan dan mempunyai tujuan untuk memberikan dampak argumen atau menyampaikan interpretasi terhadap suatu berita yang berpengaruh sebegitu rupa, sehingga kebanyakan dari pembaca surat kabar akan memperhatikan bagaimana pentingnya arti berita yang dipokokkan tersebut

Jenis jenis Teks Editorial

  • Interpretaive editorial, tujuan interpretaive editorial adalah untuk menjelaskan isu dengan memberikan fakta dan figur untuk memberikan pengetahuan.
  • Controversial editorial, tujuan Controversial editorial adalah meyakinkan seorang pembaca pada keinginan atau menumbuhkan kepercayaan pembaca terhadap suatu isu. Dalam editorial ini terkadang pendapat yang berlawanan akan digambarkan lebih buruk.
  • Explantory editorial, tujuan Explantory editorial adalah untuk menyajikan masalah atau suatu isu supaya bisa dinilai oleh pembaca. Biasanya teks editorial ini mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi suatu masalah dan membuka mata masayarakat supaya bisa memperhatikan suatu isu.

Tujuan Teks Editorial

Terdapat dua tujuan utama dari teks editorial:

Teks editorial mempunyai tujuan untuk mengajak pembaca agar dapat ikut berpikir tentang sebuah isu aktual yang sedang hangat diperbincangkan atau sedang terjadi di kehidupan sekitar.Teks editorial mempunyai tujuan untuk memberikan sebuah opini atau suatu pandangan redaksi kepada pembaca terhadap isu-isu yang sedang berkembang.

Manfaat Teks Editorial

  • Memberikan informasi kepada yang membaca
  • Dapat merangsang pemikiran pembaca
  • Teks editorial bisa membantu menggerakkan pembaca untuk melakukan suatu tindak.

Fungsi Teks Editorial

Terdapat beberapa fungsi teks editorial diantaranya, sebagai berikut:

  • Fungsi tajuk rencana secara umumnya dapat menjelaskan suatu berita dan akibatnya kepada masyarakat.
  • Memberi latar belakang dari kaitan berita tersebut dengan kenyataan sosial dan faktor yang mempengaruhi dengan lebih menyeluruh.
  • Terkadang ada analisis kondisi yang fungsinya untuk mempersiapkan masyarakat akan kemungkinan yang bisa terjadi.
  • Meneruskan penilaian moral mengenai berita tersebut.
Ciri-Ciri Teks Editorial :
  • Topik tulisan teks editorial harus selalu yang sedang banyak di perbincangkan oleh kalangan masyarakat, bersifat aktual dan faktual.
  • Teks editorial harus bersifat sistematis dan logis.
  • Teks editorial merupakan sebuah opini atau suatu pendapat yang bersifat argumentative.
  • Teks editorial sangat menarik untuk dibaca, hal ini dikarena ditulis dengan  menggunakan kalimat yang singkat, padat dan jelas.

Struktur Teks Editorial

Ada tiga struktur yang menyusun teks editorial/opini, yaitu:

  • Pernyataan pendapat(tesis), berisi suatu sudut pandang penulis mengenai masalah yang sedang dibahas, biasanya berisi teori yang diperkuat dari argumen.
  • Argumentasi, berisi alasan atau bukti yang gunanya untuk memperkuat pernyataan dalam tesisi. Argumentasi yang diberikan bisa berupa pertanyaan umum/data hasil penelitian, pernyataan para ahli, ataupun fakta-fakta melalui referensi yang bisa dipercaya.
  • Pernyataan atau Penegasan ulang pendapat (Reiteration), berisi suatu penegasan ulang pendapat yang didukung oleh suatu fakta di bagian argumentasi yang mana untuk memperkuat/menegaskan. Penegasan ulang berada di bagian akhir teks.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks editorial tidak berbeda jauh dengan teks prosedur kompleks yaitu menggunakan verba material.

Adverbia, mempunyai tujuan supaya pembaca meyakini teks yang dibahas dengan menggunakan kata seperti selalu, biasanya, sering, jarang, kadang-kadang dan lain-lain.
  • Konjungsi merupakan kata penghubung pada teks, contohnya bahkan dan lain-lain.
  • Verba material yaitu verba yang menunjukan suatu perbuatan fisik atau peristiwa.
  • Verba rasional yaitu verba yang menunjukan suatu hubungan intensitas(Pengertian B adalah C) dan milik (Mengandung pengertian B memiliki C)
  • Verba mental yaitu verba yang menunjukan persepsi (melihat, dan lainnya), afeksi (khawatir dan lainnya), dan kognisi (mengerti dan lainnya). Pada verba mental ada partisi[am pengindra dan fenomena.

Contoh Teks Editorial Tentang Kesehatan

Judul : Pelayanan Rumah Sakit Dan Mutu Kesehatan Harus Ditingkatkan

Di tahun lalu, ada sekitar 269 pengaduan tentang kurangnya pelayanan kesehatan diberbagai rumah sakit yang ada di Indonesia, jumlah itupun dilaporkan dan diterima di Kemenkes.

Untuk yang belum dilaporkan tentu masih ada lebih banyak lagi, salah satu hal yang menjadikan mutu pelayanan dokter kurang memuaskan mengenai soal penanganan terhadap para pasien. Ada banyak Dokter banyak yang belum bisa mengetahui penyakit dari pasien yang sebenarnya sehingga seringkali obat yang diberikan tidak tepat.

Seharusnya pemerintah terutama di bidang kesehatan harus selalu memperbaharui/meningkatkan mutu dari dokter di seluruh Indonesia secara berkala, hal itu tentu bertujuan supaya pelayanan kesehatan masyarakat bisa terhubungan dengan baik.