Friday, September 25, 2020

MATERI BAHASA INDONESIA KELAS X TEKS HIKAYAT

Teks Hikayat adalah salah satu teks yang memuat unsur membangkitkan semangat atau bahkan sebagai penghibur lara.

Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, ada beberapa jenis karya sastra atau prosa yang umum Anda temui. Salah satunya adalah teks hikayat.

Pada dasarnya, teks hikayat adalah salah satu karangan yang berbentuk prosa, dimana prosa sendiri merupakan jenis teks yang berbentuk seperti puisi, karena memiliki variasi ritme yang cukup besar.

Pengertian Teks Hikayat

Pengertian Teks Hikayat

Ditinjau dari pengertiannya, menurut Wikipedia, Hikayat merupakan sebuah karangan sastra yang berbentuk prosa, biasanya menggunakan Bahasa Melayu yang berisi tentang sebuah cerita, kisah dan dongeng.

Selain itu, secara umum hikayat menceritakan kisah mengenai kehebatan atau kepahlawanan seseorang yang lengkap dengan kesaktian, mukjizat serta keanehan dari tokoh utama tersebut.

Hikayat sendiri, berasal dari bahasa Arab dari kata “Haka” yang  memiliki arti bercerita atau menceritakan.

Fungsi Teks Hikayat

Sedangkan ditinjau dari segi fungsinya, hikayat mempunyai beberapa fungsi, yakni:

  • Untuk membangkitkan semangat
  • Sebagai pelipur lara atau penghibur
  • Atau bahkan sekedar untuk meramaikan acara atau pesta.

Setelah membahas mengenai fungsinya, di bawah ini akan disampaikan mengenai fungsi dari teks hikayat sendiri.

Ciri-Ciri Teks Hikayat

Bagaimana ciri-ciri teks hikayat? Suatu karya sastra prosa bisa dikatakan sebagai hikayat bila mempunyai beberapa berikut ini:

  • Anonim, artinya pengarang kisah tersebut tidak diketahu
  • Istana Sentris, yakni menceritakan seorang tokoh yang tinggal di suatu istana/kerajaan, serta pusat atau latar ceritanya ada di lingkungan istana
  • Bersifat Statis, atau tidak terjadi perubahan pada kisahnya meski diceritakan secara turun temurun
  • Bersifat Komunal, artinya kisah tersebut milik seluruh masyarakat
  • Menggunakan Bahasa Klise atau kiasan, yang dilebih-lebihkan
  • Menggunakan bahasa yang diulang-ulang
  • Bersifat Tradisional, artinya melanjutkan budaya/tradisi yang dinilai baik
  • Bersifat Didaktis, yang artinya memuat tentang pendidikan
  • Menceritakan tentang kisah universal manusia, seperti konflik antara yang buruk dengan yang, serta dimenangkan oleh sang baik
  • Magis, artinya cerita yang dikarang ini akan membawa pembaca untuk masuk ke dunia khayal yang sangat indah
  • Pralogis (kemustahilan), yakni hikayat yang ak bisa diterima akal, karena mengandung kemustahilan. Contohnya seorang putri yang lahir dari gendang dan bayi yang lahir dengan panah dan pedang.

Unsur-Unsur Teks Hikayat

Selain ciri-ciri di atas, sebuah karangan prosa yang berbentuk Hikayat juga harus mempunyai beberapa unsur berikut ini:

  • Tema, yakni menunjukkan gagasan ide atau definisi yang mendasari cerita tersebut
  • Latar, merupakan latar belakang tempat, suasana serta waktu, yang dipaparkan dalam cerita hikayat
  • Alur, adalah jalannya peristiwa pada kisah hikayat, yang dimulai dari awal hingga akhir
  • Amanat, merupakan pesan yang tersirat ataupun tersurat dalam kisah hikayat. Tujuannya agar pembaca mengikuti sisi positif cerita tersebut
  • Tokoh, merupakan pemeran pada cerita, dimana pemeran ini dibagi menjadi beberapa kategori, seperti pemeran utama dan pemeran pendukung
  • Penokohan, adalah penggambaran dari watak tokoh, yang meliputi sifat protagonis (baik), antagonis (jahat) dan tengah-tengah
  • Sudut pandang, merupakan pusat pengisahan atau dari sudut mana pengarang membuat cerita tersebut. Sudut pandang dibagi menjadi beberapa kategori yakni:
  • Sudut pandang orang pertama pelaku utama
  • Sudut pandang orang pertama sampingan
  • Sudut pandang orang ketiga sebagai pelaku utama
  • Sudut pandang orang ketiga sebagai pengamat.
  • Gaya

Sedangkan gaya sangat erat kaitannya dengan bagaimana sang penulis saat membuat cerita dengan menggunakan bahasa atau tidak-tidak keindahan lain.

Jenis-jenis Teks Hikayat

Hikayat sendiri, dapat dibagi menjadi beberapa jenis, baik sesuai dengan isi ataupun asal daerahnya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini jenis-jenis hikayat:

1. Jenis Hikayat Berdasarkan Isi

Berdasarkan Isinya, hikayat terdiri dari:

  • Cerita Rakyat
  • Cerita-cerita Islam
  • Epos India
  • Sejarah dan Biografi
  • Cerita dari Jawa
  • Cerita bertingkat.

2. Jenis Hikayat Berdasarkan Asalnya

Berdasarkan asalnya hikayat terdiri atas:

  • Melayu Asli
  • Hikayat Hang Tuah (bercampur unsur Islam).

Contoh Hikayat Melayu Asli:

  • Hikayat Indera Bangsawan
  • Hikayat Si Miskin (bercampur unsur Islam)
  • Pengaruh Jawa
  • Hikayat Malim Deman.

Contoh Hikayat

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, atau istilah sehari-hari, pasti Anda sering menemukan hikayat. Nah, contoh hikayat yang terkenal yakni:

a. Contoh Hikayat yang mempunyai pengaruh budaya Jawa:

  • Hikayat Panji Semirang
  • Hikayat Indera Jaya (dari cerita Anglingdarma)
  • Hikayat Cekel Weneng Pati
  • Pengaruh Hindu (India).

b. Contoh Hikayat yang mempunyai pengaruh India:

  • Hikayat Sri Rama (dari cerita Ramayana)
  • Pengaruh Arab-Persia
  • Hikayat Perang Pandhawa (dari cerita Mahabarata)
  • Hikayat Bayan Budiman
  • Hikayat Sang Boma (dari cerita Mahabarata).

c. Contoh Hikayat yang Memiliki Pengaruh Arab-Persia

  • Hikayat Seribu Satu Malam
  • Hikayat Amir Hamzah (Pahlawan Islam)
  • Contoh Hikayat
  • Hikayat Bachtiar.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini contoh Hikayat Abu Nawas, dengan judul Ibu Sejati. Dimana Kisah ini hampir sama dengan kejadian pada masa Nabi Sulaiman ketika kompilasi masih muda.

Contoh Teks Hikayat

Berikut ini kami jelaskan mengenai contoh teks hikayat:

Contoh Teks Hikayat: Ibu Sejati

Entah telah dari berapa hari yang lalu, ia memperkenalkan kepada kedua orang ibu yang ingin  mempunyai anak.

Kemudian, hakim memecahkan kesulitan itu untuk memutuskan serta menentukan pada perempuan mana bayi itu akan diserahkan.

Karena kasus ini berlarut-larut tak kunjung usai, maka Baginda kemudian meminta bantuan kepada pengadilan, dan baginda pun akhirnya turun tangan.

Dengan menggunakan tantangan rayuan, agar salah satu dari mereka ada yang mengalah.

Namun hal ini semakin membuat kedua perempuan itu semakin mematikan. Baginda pun berputus asa karena tak ada cara lain lagi untuk mengatasinya.

Akhirnya ia mengundang Abu Nawas untuk menghadiri keputusan hakim.

hal ini baginda gunakan untuk membuktikan dengan cara-cara yang sangat halus salah satu, wanita itu ada yang mau mengalah.

Namun, baginda Raja Harun Al Rasyid sebaliknya membuat kedua perempuan itu saling mematikan. Baginda berputus asa.

Namun, pada hari itu, Abu Nawas tak mau menjatuhkan putusan. namun ia akan mengembalikannya pada keesokan hari.

Dengan penundaan putusan ini tentu semua orang yang hadir. mengira bahwa Abu Nawas sedang mencari akal yang memang biasa sering dilakukan.

Keesokan harinya sidang kembali dilanjutkan. Pada hari itu Abu Nawas memanggil algojo untuk membawa pedang di tangannya.

Kemudian Abu Nawas menyuruh agar bayi yang sedang diperebutkan ini untuk diletakkan di meja.

“Apa yang akan kau lakukan pada bayi itu?” Kata Raja Harun Al Rasyid.

“Sebelum aku memutuskan suatu tindakan, apakah satu diantara kalian ada yang mau menerima atau mengalah untuk menyerahkan bayi itu pada salah satunya?” Tanya Abu Nawas pada kedua ibu itu.

Kedua ibu tersebut pun menjawab serentak dengan bersamaan “Tidak, bayi itu anakku.”

“Karena tidak ada yang mau mengalah, maka akan ku belah bayi ini dan ku bagi menjadi dua agar adil sama rata” Kata Abu Nawas.

Dengan perkataan Abu Nawas ini, salah satu perempuan sangat girang, sedangkan perempuan satunya menjerit-jerit dengan histeris.

“Jangan, jangan belah bayi itu. Aku rela bayi itu diberikan pada perempuan itu” Kata salah satu perempuan.

Dengan seketika Abu Nawas memberikan bayi ini kepada perempuan tersebut. Karena ia benar-benar mencintai sang bayi dengan meninggalkan keegoisannya. Maka Selesailah masalah ini!

Contoh Teks Hikayat: Burung Cenderawasih

Sahibul hikayat telah diriwayatkan dalam Kitab Tajul Muluk, mengisahkan seekor burung yang bernama burung Cenderawasih. Mengenai asal-usulnya adalah bermula dari kahyangan.

Menurut kebanyakan orang lama yang bijaksana, mengatakan bahwasanya ia berasal dari surga dan selalu berdampingan dengan para Wali. Memiliki anugerah kepala seperti kuning keemasan.

Dengan empat sayap burung Cenderawasih yang tiada taranya. Ia akan terlihat sangat jelas yang mana sayap ia penuh adanya. Sesuatu yang sangat nyata mengenai perbedaannya adalah ada dua antena atau ekor yang panjang.

Barangsiapa yang melihat hal tersebut sunggulah dibuat kagum dan tertegun serta takjub akan keindahan dan kepelikan dari burung kayangan ini.

Sungguh, amatlah jarang sekali orang-orang dapat memiliki burung Cenderawasih. Ini kerana burung ini bukanlah berasal dari bumi kita pertiwi.

Umum bahwasanya mengetahui burung Cenderawasih hanya dimiliki oleh kaum kerabat istana sahaja.

Hatta mengikuti sejarah, kebanyakan kerabat-kerabat istana Melayu memiliki burung Cenderawasih. Mayoritas para peniaga yang ditemuinya mengatakan ia membawa tuah yang sangat amat hebat.

Syahdan dinyatakan lagi dalam beberapa kitab Melayu dahulu, sekiranya burung Cenderawasih turun ke bumi niscaya akan berakhirlah cepat hayatnya.

Dengan kata lain burung Cenderawasih akan mati sekiranya ia menjajakan kaki ke bumi. Namun yang pelik lagi ajaibnya, ia takan lenyap seperti bangkai binatang yang lain.

Ini karena ia dikatakan hanya makan embun surga sebagai makanannya. Malahan ia mengeluarkan suatu bau atau wangian yang sukar untuk diperkatakan.

Burung Cenderawasih mati dalam pelbagai keadaan. Ada yang mati dalam keadaan terbang, ada yang mati dalam keadaan istirahat dan ada yang mati dalam keadaan tertidur lelap.

Walau bagaimanapun, Melayu Antique telah menjalankan kajian secara rapi untuk menerima sebuah hakikat sebenarnya mengenai Burung Cenderawasih ini.

Mengikuti kajian ilmu pengetahuan yang dilankan, burung ini lebih terkenal di kalangan penduduk nusantara dengan panggilan Burung Cenderawasih.

Bagi kalangan masyarakat China pula, burung ini dipanggil sebagai Burung Phoenix yang banyak dikaitkan dengan kalangan kerabat istana Maharaja China.

Bagi kalangan penduduk Eropa, burung ini lebih terkenal dengan panggilan ‘Bird of Paradise’. Secara faktanya, asal usul burung ini gagal ditemui atau didapat hingga sekarang.

Tiada bukti yang menyatakan ianya berasal dari alam nyata ini. Namun satu lagi fakta yang perlu diterima, burung cenderawasih turun ke bumi hanya di Irian Jaya, Indonesia saja.

Tetapi yang pelik namun satu kebenaran burung ini hanya turun seekor saja dalam waktu tujuh tahun. Dan ia turun untuk mati.

Barangsiapa yang menjumpainya adalah satu tuah. Oleh itu, kebanyakan burung Cenderawasih yang anda saksikan mungkin berumur lebih dari 10 tahun, 100 tahun, 1000 tahun ataupun selebihnya,.

Kebanyakan sudah beberapa generasi yang mewarisi burung ini.

Telah dinyatakan dalam kitab Tajul Muluk bahwasanya burung Cenderawasih yang anda saksikan memiliki pelbagai kelebihannya.

Seluruh badannya daripada isi perut sehinggalah bulunya mempunyai khasiat yang misteri. Kebanyakannya digunakan untuk perbuatan. Namun ramai yang memburu karena tuahnya.

Burung Cenderawasih digunakan sebagai pelaris. Baik untuk pelaris diri atau perniagaan. Sekiranya seseorang memiliki bulu burung cenderawasih sahaja pun sudah cukup untuk dijadikan sebagai pelaris.

Mengikuti ramai orang yang ditemui memakainya sebagai pelaris menyatakan, bulu burung cenderawasih ini merupakan pelaris yang paling besar.

Hanya orang yang memiliknya yang tahu akan kelebihannya ini. Namun yang pasti ialah burung Cenderawasih ini bukannya calang-calang burung.

Penuh dengan segala keunikan, misteri, ajaib dan tuah.

Teks hikayat yang banyak beredar memang menceritakan kisah tentang Abu Nawas dan Raja Harun Ar Rasyid. Dengan demikian, tentunya Anda mulai memahami bagaimana teks hikayat itu bukan?

Thursday, September 17, 2020

MATERI BAHASA INDONESIA KELAS XII TEKS EDITORIAL

 Pengertian Teks Editorial

Teks editorial adalah suatu artikel dalam surat kabar yang berupa pendapat atau suatu pandangan redaksi terhadap sebuah peristiwa yang aktual atau sedang hangat diperbincangan pada saat surat kabar itu diterbitkan. Isu atau masalah aktual tersebut bisa berupa masalah politik, sosial, ataupun masalah ekonomi yang masih ada kaitannya dengan politik. Contoh isu yang diangkat misalkan mengetani kenaikan bbm, reshuffle kabinet, kebijakan impor dll. Teks editorial biasanya akan terbit secara rutin di koran ataupun majalah.

Teks editorial merupakan suatu opini atau pendapat yang ditulis oleh pengarang sebuah media terhadap isu aktual yang beredar di masyarakat. Opini yang diulis melalui pengarang tersebut dianggap sebagai pandangan resmi suatu penerbit atau media terhadap suatu isu yang aktual.

Meskipun teks editorial merupakan opini atau pendapat, akan tetapi untuk penulisannya tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Penulisan pendapat atau opini harus dilengkapi dengan suatu fakta, bukti dan argumentasi yang logis.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut pendapat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), teks editorial merupakan suatu gagasan, ide ataupun pendirian seseorang yang ditulis melalui kaidah kebahasaan teks opini, sehingga apa yang dikemukakan akan mampu memberikan wawasan dan bisa memberikan dampak bagi seseorang yang membacanya.

Pengertian Teks Editorial Menurut Para Ahli

Menurut pendapat dari Dja’far H Assegaf, teks editorial merupakan suatu penjelasan tentang fakta atau opini secara singkat, logis, dan menarik untuk dipelajari dari bentuk penulisan dan mempunyai tujuan untuk memberikan dampak argumen atau menyampaikan interpretasi terhadap suatu berita yang berpengaruh sebegitu rupa, sehingga kebanyakan dari pembaca surat kabar akan memperhatikan bagaimana pentingnya arti berita yang dipokokkan tersebut

Jenis jenis Teks Editorial

  • Interpretaive editorial, tujuan interpretaive editorial adalah untuk menjelaskan isu dengan memberikan fakta dan figur untuk memberikan pengetahuan.
  • Controversial editorial, tujuan Controversial editorial adalah meyakinkan seorang pembaca pada keinginan atau menumbuhkan kepercayaan pembaca terhadap suatu isu. Dalam editorial ini terkadang pendapat yang berlawanan akan digambarkan lebih buruk.
  • Explantory editorial, tujuan Explantory editorial adalah untuk menyajikan masalah atau suatu isu supaya bisa dinilai oleh pembaca. Biasanya teks editorial ini mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi suatu masalah dan membuka mata masayarakat supaya bisa memperhatikan suatu isu.

Tujuan Teks Editorial

Terdapat dua tujuan utama dari teks editorial:

Teks editorial mempunyai tujuan untuk mengajak pembaca agar dapat ikut berpikir tentang sebuah isu aktual yang sedang hangat diperbincangkan atau sedang terjadi di kehidupan sekitar.Teks editorial mempunyai tujuan untuk memberikan sebuah opini atau suatu pandangan redaksi kepada pembaca terhadap isu-isu yang sedang berkembang.

Manfaat Teks Editorial

  • Memberikan informasi kepada yang membaca
  • Dapat merangsang pemikiran pembaca
  • Teks editorial bisa membantu menggerakkan pembaca untuk melakukan suatu tindak.

Fungsi Teks Editorial

Terdapat beberapa fungsi teks editorial diantaranya, sebagai berikut:

  • Fungsi tajuk rencana secara umumnya dapat menjelaskan suatu berita dan akibatnya kepada masyarakat.
  • Memberi latar belakang dari kaitan berita tersebut dengan kenyataan sosial dan faktor yang mempengaruhi dengan lebih menyeluruh.
  • Terkadang ada analisis kondisi yang fungsinya untuk mempersiapkan masyarakat akan kemungkinan yang bisa terjadi.
  • Meneruskan penilaian moral mengenai berita tersebut.
Ciri-Ciri Teks Editorial :
  • Topik tulisan teks editorial harus selalu yang sedang banyak di perbincangkan oleh kalangan masyarakat, bersifat aktual dan faktual.
  • Teks editorial harus bersifat sistematis dan logis.
  • Teks editorial merupakan sebuah opini atau suatu pendapat yang bersifat argumentative.
  • Teks editorial sangat menarik untuk dibaca, hal ini dikarena ditulis dengan  menggunakan kalimat yang singkat, padat dan jelas.

Struktur Teks Editorial

Ada tiga struktur yang menyusun teks editorial/opini, yaitu:

  • Pernyataan pendapat(tesis), berisi suatu sudut pandang penulis mengenai masalah yang sedang dibahas, biasanya berisi teori yang diperkuat dari argumen.
  • Argumentasi, berisi alasan atau bukti yang gunanya untuk memperkuat pernyataan dalam tesisi. Argumentasi yang diberikan bisa berupa pertanyaan umum/data hasil penelitian, pernyataan para ahli, ataupun fakta-fakta melalui referensi yang bisa dipercaya.
  • Pernyataan atau Penegasan ulang pendapat (Reiteration), berisi suatu penegasan ulang pendapat yang didukung oleh suatu fakta di bagian argumentasi yang mana untuk memperkuat/menegaskan. Penegasan ulang berada di bagian akhir teks.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks editorial tidak berbeda jauh dengan teks prosedur kompleks yaitu menggunakan verba material.

Adverbia, mempunyai tujuan supaya pembaca meyakini teks yang dibahas dengan menggunakan kata seperti selalu, biasanya, sering, jarang, kadang-kadang dan lain-lain.
  • Konjungsi merupakan kata penghubung pada teks, contohnya bahkan dan lain-lain.
  • Verba material yaitu verba yang menunjukan suatu perbuatan fisik atau peristiwa.
  • Verba rasional yaitu verba yang menunjukan suatu hubungan intensitas(Pengertian B adalah C) dan milik (Mengandung pengertian B memiliki C)
  • Verba mental yaitu verba yang menunjukan persepsi (melihat, dan lainnya), afeksi (khawatir dan lainnya), dan kognisi (mengerti dan lainnya). Pada verba mental ada partisi[am pengindra dan fenomena.

Contoh Teks Editorial Tentang Kesehatan

Judul : Pelayanan Rumah Sakit Dan Mutu Kesehatan Harus Ditingkatkan

Di tahun lalu, ada sekitar 269 pengaduan tentang kurangnya pelayanan kesehatan diberbagai rumah sakit yang ada di Indonesia, jumlah itupun dilaporkan dan diterima di Kemenkes.

Untuk yang belum dilaporkan tentu masih ada lebih banyak lagi, salah satu hal yang menjadikan mutu pelayanan dokter kurang memuaskan mengenai soal penanganan terhadap para pasien. Ada banyak Dokter banyak yang belum bisa mengetahui penyakit dari pasien yang sebenarnya sehingga seringkali obat yang diberikan tidak tepat.

Seharusnya pemerintah terutama di bidang kesehatan harus selalu memperbaharui/meningkatkan mutu dari dokter di seluruh Indonesia secara berkala, hal itu tentu bertujuan supaya pelayanan kesehatan masyarakat bisa terhubungan dengan baik.

Wednesday, September 9, 2020

MATERI BAHASA INDONESIA KELAS X BAB TEKS ANEKDOT

 Pengertian teks anekdot

Teks anekdot merupakan teks singkat yang berisi tentang kritikan mengenai politik, sosial, ekonomi atau hal lainnya yang dibalut dengan guyonan atau humor.

Teks anekdot sering dijumpai dalam bentuk percakapan atau dialog atau gambar cerita. Pada umumnya teks anekdot bermaksud untuk menghibur pembacanya dengan guyonan sekaligus sindiran untuk pihak-pihak tertentu. Oleh karena itu, teks anekdot juga memiliki pesan moral yang ditujukan kepada pembacanya.

Ciri-Ciri

Teks anekdot merupakan teks yang unik dibandingkan dengan teks lainnya. Oleh karena itu, teks anekdot memiliki ciri-ciri tersendiri diantara lain:

  1. Teks yang mendekati perumpamaan.
  2. Menampilkan karakter yang sering dilihat.
  3. Memiliki sifat humor.
  4. Mengandung kritikan.
  5. Mengandung pesan moral.

Struktur

Seperti halnya dengan beberapa teks lainnya, teks anekdot juga memiliki struktur tertentu. Pada umumnya, teks anekdot memiliki lima elemen dasar yang harus ada di dalam teksnya yaitu abstrakorientasikrisisreaksi dan koda.

Abstrak

Bagian abstrak merupakan pengantar yang berisi gambaran secara umum mengenai teks yang ditulis. Tujuannya adalah agar pembaca dapat membayangkan terlebih dahulu apa yang nantinya terkandung dalam teks tersebut.

Orientasi

Setelah pembaca memiliki gambaran mengenai teks yang akan disampaikan, pembaca akan disajikan sebuah peristiwa atau lebih yang akan menjadi permasalahan utama. Pada umumnya, bagian orientasi juga terselip humor agar peristiwa tersebut tidak ditanggapi terlalu serius.

Krisis

Peristiwa yang disampaikan pada bagian orientasi akan memiliki permasalahan. Puncak dari permasalahan tersebut akan diceritakan di bagian krisis.

Reaksi

Permasalahan yang terjadi akan diselesaikan pada bagian reaksi. Terkadang, solusi yang digunakan terkesan unik dan menghibur. Selain itu, kritikan juga tak jarang diselipkan pada bagian reaksi.

Koda

Bagian terakhir dari teks anekdot adalah koda.

Cewek Materialistis

contoh pengertian anekdot

Abstraksi

Jam istirahat makan siang hampir usai, untuk mengisi waktu kosong yang sebentar itu, Jono, Rian dan Agung mengobrol sambil membuka situs dewasa yang tentunya menampilkan gambar-gambar wanita cantik dan seksi.

Orientasi

Namun, seakan tak terpengaruh dengan teman-temannya, Aldi malah tetap bekerja di depan komputernya, teman-temannya pun menggodanya.

Krisis

“Al, jangan sibuk kerja terus, sini banyak pemandangan indah lho, cewek cantik dan seksi”. Mendengar ajakan Jono itu, Aldi hanya menjawab “ogah, aku ga suka”.

Reaksi

Teman-temannya pun bingung, Agung berkata, “mana mungkin ada pria yang ga suka cewek cantik” Aldi tetap pada pendiriannya, “Iya, aku ga suka soalnya cewek cantik dan seksi tidak baik untuk mata.” Teman-temannya pun semakin bingung,

Koda

Aldi menambahkan, “tidak baik untuk mata pencaharian karena kebanyakan cewek yang cantik dan seksi itu materialistis.”

MATERI BAHASA INDONESIA KELAS XI BAB TEKS CERAMAH

Pengertian Teks Ceramah

Teks ceramah adalah teks yang berisi pemberitahuan, penyampaian suatu informasi baik pengetahuan maupun informasi umum lainnya untuk disampaikan di depan orang banyak oleh pakar atau orang yang menguasai bidangnya baik secara langsung maupun melalui media elektronik & digital.

Penjelasan di atas sejalan dengan pernyataan Tim Kemdikbud (2017, hlm. 78) yang mengungkapkan bahwa ceramah adalah pembicaraan di depan umum yang berisi penyampaian suatu informasi, pengetahuan, dan sebagainya.

Penceramah biasanya adalah orang-orang yang menguasai bidang informasi yang disampaikan. Ceramah diperuntukkan untuk didengarkan oleh banyak orang. Medianya bisa dibicarakan langsung di kelas atau aula. atau melalui sarana komunikasi seperti televisi, radio, internet dan media informasi lainnya.

Pembelajaran di sekolah kebanyakan disampaikan melalui ceramah. Begitu juga dengan kuliah (pendidikan tinggi), kebanyakan Dosen akan menyampaikan materi lewat metode ceramah. Meskipun, hari ini metode pembelajaran yang digunakan biasanya sudah lebih variatif dan tidak hanya ceramah.

Terkadang ceramah tampak atau terasa seperti pidato ataupun khotbah, untuk mengetahui perbedaannya, simak penjelasan di bawah ini.

Perbedaan Ceramah, Pidato & Khotbah

Pidato merupakan pembicaraan di depan umum yang lebih cenderung bersifat persuasif, yakni ingin mengajak pendengar mengubah persepsi, sikap atau tindakannya. Pidato juga dapat lebih sering digunakan untuk menumbuhkan motivasi dan mendapatkan dukungan dari pendengarnya.

Sementara itu, Khotbah adalah pembicaraan di depan umum yang berisi penyampaian pengetahuan mengenai keagamaan dan praktik beribadah, hingga ajakan-ajakan untuk memperkuat keimanan pendengarnya.

Ceramah bersifat lebih umum, ceramah menyampaikan suatu pengetahuan, informasi, atau isu tertentu yang umum (mencakup semua bidang) dan disampaikan oleh pakar atau orang-orang ahli dalam bidangnya.

Struktur Teks Ceramah

Seperti teks lainnya, teks ceramah memiliki struktur yang membangun teks ini melalui beberapa bagian pembangunnya. Bagian-bagian pembangun struktur teks ceramah meliputi: pembuka/pendahuluan, isi, penutup. Berikut adalah struktur teks ceramah yang dikemukakan oleh Tim Kemdikbud (2017, hlm. 92).

  1. Pembuka (Tesis)
    Berisi pengenalan isu, masalah, pengetahuan hingga pandangan penceramah mengenai topik yang akan dibahas. Bagian ini sama dengan tesis dalam teks eksposisi.
  2. Isi (Rangkaian argumen)
    Berupa rangkaian argumen-argumen penceramah yang berkaitan dengan topik yang dibicarakan pada pembuka atau tesis. Bagian ini biasanya mengemukakan pula berbagai fakta dan data yang memperkuat argumen-argumen penceramah.
  3. Penutup (Penegasan kembali)
    Merupakan penegasan kembali mengenai apa yang disampaikan dalam ceramah. Hal ini bertujuan untuk memastikan ceramah tidak memberikan pemahaman yang keliru dari yang dimaksudkan, hingga agar diingat oleh pendengarnya. Selain itu, agar ceramah terkenang dan pendengarnya terpengaruh untuk melakukan sesuatu, bagian ini juga biasa diisi oleh rekomendasi atau saran mengenai topik yang disampaikan.

Kaidah Kebahasaan Teks Ceramah

Teks ceramah juga memiliki karakteristik dan ciri khas kebahasaan tersendiri yang cenderung beda dengan teks lain. Berikut adalah beberapa kaidah kebahasaan dari teks ceramah.

  1. Banyak memakai kata ganti orang pertama (tunggal) dan kata ganti orang kedua jamak sebagai sapaan. Kata ganti pertama contohnya adalah: sayaakukami (mengatasnamakan kelompok). Sementara kata kedua jamak adalah: anak-anak, hadirin, bapak-bapakibu-ibu, kalian, saudara-saudara.
  2. Banyak menggunakan kata teknis atau peristilahan yang sesuai dengan topik yang dibahas. Misalnya jika topik yang di bahas adalah kebahasaan atau sastra, istilah-istilah yang muncul meliputi: prosa, puisi, etika berbahasa, sarkasme, majas, kesantunan berbahasa.
  3. Menggunakan kata-kata yang menunjukan hubungan sebab akibat atau argumentasi. Contohnya adalah: dengan demikian, akibatnya, oleh karena itu, maka, sebab, karena.
  4. Banyak memakai kata kerja mental, misalnya: memprihatinkan, memperkirakan, mengagumkan, diharapkan, berasumsi, menyimpulkan, berpendapat.
  5. Menggunakan kata-kata persuasif, seperti: diharapkan, sebaiknya, hendaklah, perlu, harus.

Selain daftar di atas, teks ceramah juga banyak menggunakan kalimat majemuk bertingkat. Penjelasan mengenai kalimat majemuk bertingkat dalat dilihat artikel di bawah ini:

Ciri Teks Ceramah

Adapun ciri-ciri teks ceramah dipaparkan pada daftar di bawah ini.

  1. Ada sesuatu yang dijelaskan atau diinformasikan untuk memperluas pengetahuan para pendengar.
  2. Disampaikan oleh seseorang yang memiliki keahlian atau dianggap pakar dalam bidang atau disiplin ilmu yang diceramahkan.
  3. Terdapat ajakan atau persuasi untuk mengubah sikap atau melakukan tindakan terhadap materi yang dibicarakan.
  4. Berisi argumen yang menguatkan topik yang dibicarakan.
  5. Memiliki fakta dan data yang memperkuat argumen dalam teks.
  6. Terdapat komunikasi dua atau banyak arah antara pembicara dan pendengar, yaitu berupa dialog, tanya jawab, kolom komentar tanggapan video (jika daring), dsb.

Langkah Menulis Teks Ceramah

Langkah-langkah penyusunan teks ceramah menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 96) adalah sebagai berikut ini.

1. Menentukan Topik

Menentukan topik tentunya menjadi hal pertama yang harus ditentukan. Tentunya, terkadang topik ceramah juga dapat didapatkan dengan tidak sengaja misalnya saat kita membaca teks berita dan mendapatkan kabar yang sedang hangat dibicarakan. Namun, topik tersebut harus tetap ditentukan dan diolah melalui langkah selanjutnya, tidak hanya asal mengambil tren terbaru saja.

Topik yang diambil dapat meliputi: keterampilan, keahlian, pengalaman pribadi, hobi, pelajaran, pendapat pribadi, minat khalayak, biografi tokoh terkenal, dsb.

2. Merumuskan Tujuan Ceramah

Selanjutnya, tujuan adalah hal yang harus diperhatikan ketika sudah menemukan topik yang akan dibawakan. Untuk apa kita memberikan ceramah? Apakah untuk berbagi ilmu? Mengajak pendengar untuk melakukan sesuatu? Dsb. Namun, dalam gambaran luasnya, tujuan ceramah meliputi:

  1. Tujuan umum, yang meliputi: ceramah informatif, ceramah persuasif, ceramah rekreatif (hiburan)
  2. Tujuan khusus, yang merupakan rincian dari tujuan umum, tujuan ini meliputi: kebahasaan Indonesia untuk tujuan umum pelajaran, cara melukis untuk tujuan umum keahlian atau hobi, biografi Soekarno untuk tujuan umum biografi tokoh.

3. Menyusun Kerangka Ceramah

Kerangka teks ceramah adalah rencana yang memuat pokok-pokok bahasan struktur teks ceramah. Setiap bagian struktur yaitu: pembuka, isi, dan penutup dibuat kalimat pokok atau ide pokoknya terlebih dahulu tanpa penjelasan detail.

Pembuatan kerangka teks ceramah yang baik harus memperhatikan:

  1. Ketiga struktur harus dibuat: pembuka, isi, dan penutup
  2. Maksud ceramah harus diungkapkan dengan jelas
  3. Pastikan setiap bagian kerangka hanya memiliki satu gagasan pokok
  4. Bagian setiap kerangka harus tersusun secara logis
  5. Menyusun Ceramah berdasarkan Kerangka

4. Menyusun Ceramah Berdasarkan Kerangka

Setelah kerangka telah selesai dibuat, maka kembangkan setiap kalimat pokok menjadi paragraf-paragraf yang diberi kalimat penjelas, baik secara deduktif (kalimat pokok di awal paragraf) maupun induktif (kalimat pokok di akhir paragraf).

Bersamaan dengan itu, penulisan teks ceramah juga harus dibarengi dengan penghayatan terhadap bahan-bahan yang akan disampaikan. Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Mengkaji bahan secara kritis
  2. Meninjau kelayakan materi terhadap khalayak ramai atau pendengar ceramah
  3. Meninjau kembali berbagai bahan yang kemungkinan mendapatkan pro kontra
  4. Menyusun sistematika bahan teks ceramah
  5. Menguasai materi ceramah berdasarkan jalan pikiran yang logis

Menyunting Teks Ceramah

Setelah menyelesaikan ceramah, tahap selanjutnya adalah untuk menyunting teks tersebut. Penyuntingan bertujuan untuk menyempurnakan atau untuk mengurangi kekeliruan-kekeliruan yang mungkin terjadi dalam suatu teks. Oleh karena itu, seorang penyunting setidaknya harus:

  1. Mengetahui bagaimana cara penulisan teks yang baik,
  2. Benar-benar memahami topik yang akan dibahas dalam teks tersebut, serta memahami aturan-aturan kebahasaan, seperti masalah ejaan dan tanda baca.

Kegiatan penyuntingan dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

  1. Mengonstruksi, menyusun, atau menulis teks ceramah yang akan disunting.
  2. Penyediaan bahan-bahan pemandu penyuntingan, seperti pedoman Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan kamus. Keduanya dapat ditemukan secara daring. Selain itu, bahan-bahan tersebut harus disesuaikan dengan teks yang akan disunting (dalam kesempatan ini: teks ceramah).
  3. Memperhatikan bahan suntingan secara cermat, baik itu berkenaan dengan cara penyajian isi maupun kaidah ke
  4. Memperbaiki kesalahan yang terdapat dalam bahan suntingan secara benar dengan berpedoman pada sumber-sumber yang dapat dipercaya (PUEBI dan KBBI).

Contoh Teks Ceramah

Tentang Sekolah Jepang

Pembuka

Pernahkah kamu pergi ke Jepang? Jepang termasuk negara kecil di Asia yang sudah maju. Banyak hal yang perlu diketahui tentang Jepang. Masyarakat negara ini mampu mempertahankan tradisi yang berkembang di masyarakatnya.

Isi

Anak-anak Jepang membersihkan sekolah mereka setiap hari, selama seperempat jam dengan para guru. Itulah yang menyebabkan munculnya generasi Jepang yang sederhana dan suka pada kebersihan.

Para siswa belajar menjaga kebersihan karena dalam mengatasi kebersihan merupakan bagian dari etika Jepang. Siswa Jepang, dari tahun pertama hingga tahun keenam sekolah dasar harus belajar etika dalam berurusan dengan masyarakat.

Pekerja kebersihan di Jepang sering disebut sebagai “insinyur kesehatan” dan mendapatkan gaji setara dengan Rp50 Juta per bulan. Untuk merekrut mereka dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara.

Jepang tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti Indonesia. Mereka sering terkena gempa bumi, tetapi itu tidak mencegah Jepang menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia. Rakyat Jepang mengatasi kekurangan sumber daya alam dengan mengoptimalkan sumber daya lainnya, yaitu sumber daya manusia.

Jika kamu pergi ke sebuah restoran prasmanan di Jepang maka kamu akan melihat orang-orang yang hanya makan sebanyak yang mereka butuhkan. Dengan begitu, tidak ada sisa-sisa makanan. Selain itu, dari restoran tidak ada limbah apa pun.

Penegasan Ulang

Masyarakat Jepang sangat menghargai waktu. Mereka selalu menepati waktu. Bahkan, tingkat keterlambatan kereta di Jepang hanya sekitar 7 detik per tahun. Budaya mereka dalam menghargai nilai waktu sangat dijaga sehingga mereka sangat tepat waktu, dengan perhitungan menit dan detik.

Referensi

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Buku Siswa Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAN Kelas XI. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Saturday, September 5, 2020

PTS BAHASA INDONESIA SEMESTER GASAL TAHUN 2020

PENILAIAN TENGAH SEMESTER GASAL TAHUN 2020

SILAHKAN KLIK LINK DI BAWAH INI

👉👉 DI SINI AJA KLIKNYA 👈👈

JANGAN LUPA LIKE DAN SUBSCRIBE VIDEONYA BAGI YANG BELUM

DONWLOAD BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK DI MASA PANDEMI COVID-19

 Materi ini diambil dari buku sekolah elektronik kemudian dibagi-bagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan jumlah babnya. Untuk menggunakannya silahkan pilih salah satu link di bawah kemudian klik untuk melihat buku dan bisa juga berbagi dengan cara copy link dan share di media sosial.

-- -- --

Materi Belajar Kelas 7

Bahasa Indonesia : https://bit.ly/31MUyI9

Bahasa Inggris : https://bit.ly/2YP4eja

IPA : https://bit.ly/32FaHhJ

IPS : https://bit.ly/3jytXo9

Matematika : https://bit.ly/2QGoW0o

Penjas : https://bit.ly/2DctSH2

PKn : https://bit.ly/31GaDPu

Prakarya : https://bit.ly/2QGMFxr

Seni Budaya : https://bit.ly/2EQk7P8

-- -- --

Materi Belajar Kelas 8

Bahasa Indonesia : https://bit.ly/3gH0Mxd

Bahasa Inggris : https://bit.ly/34RxgT9

IPA : https://bit.ly/3gR4tRf

IPS : https://bit.ly/2DdWG21

Matematika : https://bit.ly/3lxqpUT

Penjas : https://bit.ly/31HiV9L

PKn : https://bit.ly/3lCnPx4

Prakarya : https://bit.ly/31IlgS7

Seni Budaya : https://bit.ly/2ES1VVj

-- -- --

Materi Belajar Kelas 9

Akidah Akhlak : https://bit.ly/3lACTv2

Al-Qur`an Hadis : https://bit.ly/2DdhTZO

Bahasa Indonesia : https://bit.ly/34PQSY0

Bahasa Inggris : https://bit.ly/34Qa1cm

Fikih : https://bit.ly/3baQp3u

IPA : https://bit.ly/2Dir0bQ

IPS : https://bit.ly/3baySbT

Matematika : https://bit.ly/2EKgWc6

Pai : https://bit.ly/3luRXud

Penjas : https://bit.ly/3lyn1cq

PKn : https://bit.ly/3hIpWwU

Prakarya : https://bit.ly/3bjcwoz

Seni Budaya : https://bit.ly/34RsSn8

SKI : https://bit.ly/2QC5IsN

-- -- --

Materi Belajar Kelas 10

Bahasa Indonesia : https://bit.ly/2EOzoQN

Bahasa Inggris : https://bit.ly/3lzaq8I

Biologi : https://bit.ly/3lz11y8

Ekonomi : https://bit.ly/2G5r8fG

Fikih : https://bit.ly/32E4Mtp

Fisika : https://bit.ly/2DbMM0I

Gegrafi : https://bit.ly/3lz1DDW

Kimia : https://bit.ly/32xXKpS

Matematika : https://bit.ly/34O8Dqj

Pai : https://bit.ly/32FOoIJ

Penjas : https://bit.ly/3hJxYW6

PKn : https://bit.ly/31HnO2X

Prakarya : https://bit.ly/2GfKf77

Sejarah : https://bit.ly/2EvY00V

Sejarah Indonesia : https://bit.ly/3jz5M9b

Seni Budaya : https://bit.ly/2ExGFEV

SKI : https://bit.ly/3gFTIRC

Sosiologi : https://bit.ly/2EOA6gV

-- -- --

Materi Belajar Kelas 11

Bahasa Indonesia : https://bit.ly/34PhvfI

Bahasa Inggris : https://bit.ly/3lItAcy

Biologi : https://bit.ly/32zVazS

Ekonomi : https://bit.ly/2YR0DB8

Fikih : https://bit.ly/2EJoP1s

Fisika : https://bit.ly/3jtyVlT

Gegrafi : https://bit.ly/3gIqkKt

Kimia : https://bit.ly/2YQ0eiy

Matematika : https://bit.ly/2YKKL3a

Pai : https://bit.ly/3lz5px2

Penjas : https://bit.ly/2QEEBgx

PKn : https://bit.ly/3jsEGjH

Prakarya : https://bit.ly/2ETGVxt

Sejarah : https://bit.ly/2YPDzTl

Sejarah Indonesia : https://bit.ly/2YMq2vK

Seni Budaya : https://bit.ly/2ERZDpb

SKI : https://bit.ly/32IbQVI

Sosiologi : https://bit.ly/32I7wFZ

-- -- --

Materi Belajar Kelas 12

Bahasa Indonesia : https://bit.ly/3gL6fmJ

Bahasa Inggris : https://bit.ly/3luJh6W

Biologi : https://bit.ly/3gMPcRc

Ekonomi : https://bit.ly/2YP39b6

Fisika : https://bit.ly/31I3Pkw

Gegrafi : https://bit.ly/32ENL2f

Kimia : https://bit.ly/34New7l

Matematika : https://bit.ly/32GxtFX

Pai : https://bit.ly/32Gcnrl

Penjas : https://bit.ly/3lG5mQf

PKn : https://bit.ly/2QF4hda

Prakarya : https://bit.ly/2YQm3yl

Sejarah : https://bit.ly/31IkDIf

Sejarah Indonesia : https://bit.ly/3lwZ2Kt

Seni Budaya : https://bit.ly/32GcAL9

SKI : https://bit.ly/31Gacok

Sosiologi : https://bit.ly/34NwAOM