Tuesday, March 3, 2020

MATERI RESENSI

Pengertian Resensi Menurut Para Ahli

Menurut Sitepu (2013), dikaji secara etimologi dari bahasa Latin (recensere atau revidere) dan bahasa Inggris (review), resensi mengandung makna dasar “memeriksa, mencermati, meninjau atau melihat kembali” sesuatu. Dengan pengertian dasar yang demikian, objek resensi tidak hanya terbatas pada buku tetapi dapat berupa film, drama, pameran, dan berbagai bentuk/tampilan tulisan.
Menurut (gorys keraf , 1994;274) – Resensi didefinisikan sebagai sebuah tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah karya atau buku.

Menurut Yus Rusyana (1996:1) – memberikan definisi bahwa resensi adalah tulisan mengenai buku pengetahuan, sastra, kamus, ensiklopedia, dan sebagainya yang mengikhtisarkan, menggambarkan, menjelaskan, dan menilai buku

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia/KBBI (1991) resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan buku, atau ulasan buku yang baru saja terbit. Sedangkan Gorys Keraf mendefinisikan resensi sebagai ”Suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku” (Keraf, 2001). Dari pengertian tersebut muncul istilah lain dari kata resensi yaitu kata pertimbangan buku, pembicaraan buku, dan ulasan buku.

Syarat Penyusunan Resensi

Ada beberapa syarat dal menyusun resensi antara lain :
  1. Ada data buku, meliputi nama pengarang, penerbit, tahun terbit dan tebal buku.
  2. Pendahuluannya berisi perbandingan dengan karya sebelumnya, biografi pengarang, atau hal yang berhubungan dengan tema atau isi.
  3. Ada ulasan singkat terhadap buku tersebut.
  4. Harus bermanfaat dan kepada siapa manfaat itu ditujukan.

Tujuan Resensi
Meresensi suatu buku mempunyai tujuan nya yaitu sebagai berikut :
  • Agar bisa memberikan sebuah pemahaman & informasi secara komprehensif kepada suatu masyarakat atau sih pembaca tentang isi buku yang diresensi nya.
  • Mengajak sih pembaca agar mendiskusikan dan memikirkan lebih jauh tentang apa masalah yang diangkat yang ada di dalam buku tersebut.
  • Agar memberikan suatu pertimbangan kepada sih pembaca tentang pantas atau tidaknya buku itu untuk dibaca atau diterbitkan.
  • Agar memberikan suatu jawaban mengenai sebuah pertanyaan-pertanyaan dari pembaca ketika buku baru diterbitkan.
  • Memberikan sugesti kepada pembaca, apakah sebuah buku atau film patut dibaca atau ditonton
  • Melukiskan dan memaparkan pendapatnya melalui sebuah pertimbangan atau penilaian
  • Memberikan kriteria-kriteria yang jelas dalam mengemukakan pendapatnya itu.

Unsur Resensi
Unsur-unsur dalam resensi meliputi :
  1. Judul resensi

Judul resensi yang menarik dan benar-benar  menjiwai seluruh  tulisan atau inti tulisan, tidak harus ditetapkan terlebih dahulu. Judul dapat dibuat sesudah penulisan resensi selesai. Yang perlu di ingat, judul resensi harus selaras dengan keseluruhan isi resensi.

  1. Data buku

Data buku biasanya disusun sebagai berikut:
  1. Judul buku (jika buku itu termasuk buku hasil terjemahan, judul aslinya juga harus ditulis)
  2. Pengarang (jika ada, tulis juga penerjemah, editor, atau penyunting seperti yang tertera dalam buku)
  3. Penerbit
  4. Tahun terbit beserta cetakannya (cetakan ke berapa)
  5. Tebal buku (berapa halaman)
  6. Harga buku (jika diperlukan)

  • Pembukaan (lead)

Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal berikut ini.
  1. Memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa yang diperoleh.
  2. Membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang sendiri maupun pengarang lain.
  3. Memaparkan kekhasan atau sosok pengarang.
  4. Memaparkan keunikan buku.
  5. Merumuskan tema buku.
  6. Mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku.
  7. Mengungkapkan kesan terhadap buku.
  8. Memperkenalkan penerbit.
  9. Tubuh atau isi pertanyaan resensi buku

  • Tubuh atau isi

pertanyaan resensi buku biasanya memuat hal-hal dibawah ini :
  1. Sinopsis atau isi buku secara benar dan kronolois.
  2. Ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya.
  3. Keunggulan buku.
  4. Kelemahan buku.
  5. Rumusan kerangka buku.
  6. Tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit).
  7. Kesalahan cetak (jika ada)

  • Penutup resensi

Bagian penutup, biasanya berisi saran atau pertanyaan bahwa buku itu penting untuk siapa dan mengapa.

Fungsi Resensi

  1. Fungsi informatif, yakni menginformasikan keberadaan buku atau film tertentu sehingga pembaca merasa tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut
  2. Fungsi komersial, yakni mempromosikan produk baru untuk kepentingan komersial ( keuntungan materi)
  3. Fungsi akademik, yakni interaksi antara penulis buku, penerjemah, editor, dan peresensi dalam membentuk wacana keilmuan serta berbagai pengalaman dan sudut pandang tentang topik tertentu yang dijadikan fokus resensi.

Jenis Jenis Resensi

Berdasarkan isi sajian atau isi resensi nya , resensi buku di golongkan menjadi :
  • Resensi informatif

            Resensi informatif  hanya berisi informasi tentang hal-hal penting dari suatu buku . pada umumnya , isi resensi informatife hanya ringkasan dan paparan mengenai apa isi buku atau hal-hal yang bersangkutan dengan suatu buku .

  • Resensi evaluatif

Resensi evaluatif  lebih banyak menyajikan penilaian peresensi tentang isi buku atau hal-hal yang berkaitan dengan buku .informasi tentang isi buku hanya disajikan sekilas saja bahkan kadang-kadang hanya dijadikan ilustrasi.

  • Resensi informatif –evaluatif

Resensi informatif-evaluatif merupakan perpaduan dua jenis resensi tersebut . resensi jenis ini disamping menyajikan semacam ringkasan buku atau hal-hal penting yang ada di buku juga menyajikan penilaian peresensi tentang isi buku . resensi jenis ketiga lah yang dikatakan paling ideal karna bisa memberikan laporan dan pertimbangan secara memadai.

Tahap dan Teknik Pembuatan Resensi

Ada tiga macam teknik meresensi buku yang dapat dilakukan, yakni :
  1. a)        Teknik Cutting and Glueing
Meresensi buku dengan teknik ini berarti merekatkan potongan-potongan tulisan. Potongan tersebut berupa materi yang menarik perhatian Anda yang terdapat di dalam buku yang akan Anda resensi. Selain bagian materi yang menarik perhatian, bagian yang dipotong itu hendaknya mencerminkan gagasan-gagasan inti si penulis buku. Kumpulan potongan materi yang sudah terpilih itu, lalu disusun dan dirangkaikan ke dalam sebuah susunan yang logis.

Proses ini disebut tahap pelekatan atau penempelan. Yang harus dijaga dalam proses ini adalah kesatuan dan kepaduan gagasan antara potongan yang satu dengan potongan lainnya. Upayakan agar resensi Anda seolah-olah menghadirkan si penulis dalam menyampaikan gagasan-gagasannya. Peran Anda dalam resensi itu hanya dalam konteks menyambungkan, mengalirkan dan mengaitkan gagasan yang satu dengan yang lainnya.

Mengenai kesan dan pandangan Anda terhadap objek resensi harus terefleksikan dalam judul. Selain itu, Anda dapat memasukkan kesan dan opini Anda pada kalimat/paragraf pada bagian kesimpulan. Teknik ini merupakan teknik yang paling sederhana dalam berlatih menulis resensi.

  1. b)        Teknik Focusing
Teknik ini berkaitan dengan memusatkan perhatian kepada satu aspek tertentu yang disajikan dalam objek resensi. Pemusatan perhatian itu harus tetap berpangkal pada sesuatu yang menonjol, dan menarik perhatian.

Bagian yang dianggap menonjol itu bisa terletak pada aspek tema, metode pembahasan yang digunakan penulis, sampul luar, sosok pengarang, gaya penyajian, atau latar belakang penerbitan buku tersebut.

  1. c)        Teknik Comparing
Teknik ini mengajak seorang peresensi untuk melakukan pembandingan-pembandingan atas hal-hal yang terdapat dalam objek resensi dengan sumber lain mengenai topik sejenis. Pembandingan itu dapat dilakukan atas dasar topik atau tema yang sama dari pengarang yang berbeda atau pengarang yang sama mengenai topik-topik yang berbeda.

Teknik ini tidak mungkin dilakukan tanpa kegiatan membaca. Peresensi wajib membaca beberapa sumber yang berbeda. Semakin kaya bacaan persensi, maka semakin kaya pula wawasan yang dapat dijadikan input bagi kedalaman pembandingannya. Peresensi dapat menemukan kelebihan atau kekurangan yang terdapat di dalam sebuah buku. Oleh karena itu, membaca beberapa sumber bacaan itu menjadi sesuatu yang sangat penting dalam menentukan kualitas resensi Anda.

Sistematika Struktur resensi

biasanya mengikuti pola berikut :
  1. Judul resensi
Judul resensi ini harus menarik pembaca
  1. Perwajahan (jati diri buku) meliputi :
  • Judul buku
  • Nama pengarang/penulis
  • Nama penerbit dan tahun terbit
  • Jumlah halaman
  • Jenis huruf
  • Halaman sampul (cover)
  • Harga buku (boleh dicantumkan boleh tidak)

Pembukaan, merupakan alinea pembuka. Meliputi :
  • Uraian, deskripsi, rangkuman, yang menjelaskan isi buku secara umum
  • Kutipan bagian yang memperjelas isi buku
  • Kaitannya dengan konteks situasi yang sedang hangat di masyarakat
  • Bersifat pemancing untuk menarik perhatian pembaca

Pembahasan, berisi komentar, ulasan, analisis kritis, dan penilaian terhadap isi buku. Inilah esensi dari suatu resensi, yakni si peresensi mengomentari atau menilai suatu buku dari berbagai aspek yaitu aspek luar dan aspek isi, meliputi :
  • Analisis terhadap isi buku disertai alasan dan bukti yang ada dalam isi buku
  • Analisis kekuatan dan kelemahan (bila ada) isi buku yang diresensi pembandingan dengan sumber-sumber yang berbeda
  • Gagasan-gagasan penulis mengenai isi buku

  • Penutup, meliputi penilaian penulis resensi mengenai perlu tidaknya pembaca resensi membaca atau memiliki buku tersebut. Kalimat penutup ini lebih mempresentasikan rekomendasi untuk para pembaca, meskipun kadang-kadang tidak dinyatakan secara rinci.

  • Identitas peresensi, sering juga dicantumkan dibagian akhir resensi guna menunjukkan otoritas peresensinya.
Manfaat Resensi
  • 1. Bahan pertimbangan

Untuk Memberikan sebuah gambaran kepada para sih pembaca tentang sebuah karya dan untuk mempengaruhi mereka atas karya tersebut.
  • 2. Nilai ekonomis

Untuk mendapatkan uang atau imbalan dari buku-buku yang diresensikan secara gratis dari sih penerbit buku jika resensinya dimuat dikoran atau di majalah.
  • 3. Sarana promosi buku

Buku yang diresensikan yaitu buku baru yang belum pernah diresensi. oleh sebab itu, resensi merupakan suatu media untuk mempromosikan buku baru tersebut.
  • 4. Pengembangan Kreativitas

Untuk mengembangkan sebuah kreativitas dalam menulis, Dalam membuat sebuah resensi buku harus mempunyai sebuah unsur-unsur agar resensi tersebut jelas dan berkualitas.

Tips untuk menulis resensi

  1. Tulisan resensi yang menggambarkan sebuah buku/film harus sesuai dengan isi seutuhnya. Oleh karena itu, syarat utama meresensi adalah peresensi harus terlbih dahulu membaca/menonton dan memahami buku/film yang akan diresensi.

  2. Lakukan analisis yang tajam dan bernalar. Pertama, mengamati manfaatnya. Pada bagian mana buku itu bermanfaat bagi pembacanya dan sertakan bukti dan alasannya.

  3. Gunakan bahasa yang terstruktur, lugas dan jelas sehingga memudahkan pembaca memahami tulisan Anda. Penggunaan kalimat yang panjang dan bertele-tele akan mengaburkan pesan yang disampaikan.pilih kata-kata yang tepat dan sesuai untuk merangkai tulisan resensi Anda.

Contoh Resensi

Contoh Resensi Novel

  1. Identitas buku
Judul                      : Dealova
Penulis        : Dian Nuranindya
Penerbit      : PT. Gramedia Pustaka Utama
Halaman     : 304 halaman
Cetakan      : 12 tahun 2005
ISBN                       : 979-22-0760-0

  1. Petinjau
Pada awalnya novel ini hanya sekedar honi menulis saja dan selalu ingin mencoba hal-hal yang baru. Penulis mulai mengwali menulisnya dimasa SMP yang belum sempat terselesaikan dan sempat berhenti beberapa tahun,hingga penulis mempunyai keinginan untuk meneruskan tulisannya lagi di masa SMU. Cerita dalam novel ini merupakan imajinasi dari penulis sendiri. Tulisan ini kemudian dikiramkan kesalah satu penerbit, kemudian tanpa diduga novelnya diterbitkan dan menjadi novel best seller ditahun 2005. Novel ini juga diangkat ke layar lebar pada tahun 2007.

  1. Isi
  2. Unsur instrinsik

  • Tema
Tema yang terdapat dalam  novel ini mengenai percintaan masa remaja

  • Alur dan tema cerita
Alur atau plot yang terdapat dalam novel ini adalah alur maju . misalnya dalam kalimat “esok harinya,kedua orangtua Dira datang ke rumah sakit.”

  • Latar atau seting
Latar atau seting yang terdapat dalam novel ini terdiri dari latar tempat, latar waktu, latar suasana. Latar tempat meliputi sekolah, rumah, lapangan basket.latar waktu  meliputi pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari. Latar suasana dalam novel ini berselimut gejolak hati para remaja yang berbaur dengan suasana suka dan duka.

Penokohan
  1. Karra : baik,supel, cuek, ramah.
  2. Ibel : penuh perhatian, ramah, baik, mudah bergaul, sabar.
  3. Dira : pintar, sombong, kasar, egois, acuh tak acuh, dan penyayang.
  4. Finta : cerewet, baik, penuh perhatian, centil.
  5. Iraz : penyayang dan penyabar.
  6. Niki : cuek, pencemburu dan egois.
  7. Dio : pintar, baik, dan sabar.

Tokoh tambahan : Abe, Amanda, Stanie, Rio, Aji, Orang tua Karra, Bi Minah, Orang tua Dira, Dira,Adit, Orang tua Ibel, dan pak ketut.
  • Sudut pandang
Sudut pandang dalam novel ini penulis sebagai orang ketiga (penulis sebagai pencerita)

  • Gaya penulisan
Gaya penulisan novel ini penulis cenderung menggunakan bahasa sehari-hari yang dipakai oleh para remaja. Pengungkapan perasaan setiap tokoh lebih banyak sesuai dengan karakter masing-masing tokoh.

  • Amanat
Amanat yang ingin disampaikan novel Dealova ini adalah harus saling menghargai pasangan, jangan terus larut dalam kesedihan, jangan terlalu membenci seseorang, dan hidup harus selalu maju.

Unsur Ekstrinsik
  • Nilai moral
Nilai moral yang terdapat dalam novel dapat dilihat pada masing-masing tokoh dalam cerita ini memiliki moral yang baik, tetapi ada beberapa tokoh yang mempunyai moral kurang baik. Moral baik misalnya dalam tokoh Karra yang selalu baik, dan ramah.

  • Nilai social
Nilai moral yang terdapat dalam novel dapat dibuktikan dari tokoh Karra yang tidak  membeda-bedakan orang dalam pertemanannya.

Kelebihan dan Kekurangan

  • Kelebihan
Kelebihan dari novel ini adalah  penulis benar-benar jelas dalam menggambarkan suasana hati yang dialami masing-masing tokoh dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga dapat membuat pembaaca masuk dalam cerita kemudian pembaca akan hanyut dalam isi cerita dan turut merasakan perasaan tokoh tersebut

  • Kekurangan
Kekungan dari novel ini hanya terdapat pada segi penggunaan bahasa saja. Bahasa yang digunakan dalam novel ini mutlak bahasa remaja sehari-hari, jadi kurang memberikan pengetahuan tambahan bagi pembaca dalam aspek kosa kata.

Kesimpulan / synopsis
Novel dealova ini menceritakan tentang seorang gadis tomboy dan jago main basket, dia bernama karra. Rambutnya panjang, tidak seperti kebanyakan pemain basket yang lain. Dia memiliki wajah yang manis dan seorang yang santai. Tapi kalu karra marah, semuanya bisa jadi gawat darurat.

Karra sangat beruntung, karena selain dia mempunyai seorang kakak lakilki yang sangat menyayanginya-namanya Iraz, teman-teman Iraz juga perhatian kepada Karra. Terutama teman Iraz yang namanya Ibel, laki-laki yang jago main gitar dan menyukai warna biru. Ketika Iraz harus melanjutkan studinya ke New York, Iraz mempercayakan karra kepada Ibel untuk menjaga adiknya.

Selama dengan Ibel, Karra menganggapnya hanya sebagai kakak saja. Setiap perhatian lebih yang diberikan Ibel kepada karra selalu ditanggapi dengan sikap biasa dan wajar layaknya seorang kakak yang memperlkukan adiknya dengan penuh perhatian. Di sisi lain, Karra disukai oleh Dira, seorang siswa baru di sekolahnya yang juga sma-sama jago main basket. Sikap Dira yang selalu membuat Karraa kesal dan marah secara tidak sadar telah menghipnotisnya untuk selalu berada dekat dengan Dira. Walaupun sering membuat Karra kesal, tetapi karra merasa kehilangan.

Bagi kita dan generasi akan datang sudah sepatutnya untuk mengetahui bagaimana cara membuat resensi dari sebuah novel, drama, novel dan sebagainya. Kepada para pembaca jika ingin lebih mengetahui tentang bahasan ini bisa membaca buku tentang resensi.  Semoga apa yang diulas ditas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan Terima Kasih.

Tuesday, February 18, 2020

Monday, February 10, 2020

MATERI KELAS XI PROPOSAL

Apa yang dimaksud dengan proposal? Pengertian Proposal adalah suatu rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kegiatan dalam bentuk tulisan dan dijelaskan secara sistematis dan terperinci. Proposal umumnya dijadikan pedoman kerja atau acuan dalam pelaksanaan kegiatan yang direncanakan.
Secara etimologis kata proposal berasal dari bahasa Inggris, yaitu Propose yang artinya pengajuan/ mengajukan atau permohonan. Suatu pihak memberikan proposal untuk menawarkan ide, gagasan, atau rencana kepada pihak lain agar mendapatkan dukungan. Dukungan tersebut dapat berupa ijin, persetujuan, dana, dan lain-lain.

Pengertian Proposal Menurut Para Ahli

Agar memudahkan kita memahami apa arti proposal, maka kita bisa merujuk kepada pendapat beberapa ahli. Berikut ini adalah pengertian proposal menurut para ahli:

1. Hasnun Anwar

Menurut Hasnun Anwar, pengertian proposal adalah suatu rencana yang disusun untuk kegiatan tertentu.

2. Jay

Menurut Jay, pengertian proposal adalah suatu alat bantu manajemen standar agar manajemen organisasi dapat berfungsi secara efektif dan efisien.

3. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut KBBI, pengertian proposal adalah suatu rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja, perencanaan secara sistematis, matang dan teliti yang dibuah oleh peneliti sebelum melaksanakan penelitian, baik penelitian di lapangan (field research) maupun penelitian di perpustakaan (library research).
Baca juga: Pengertian Surat

Tujuan Proposal

Secara umum tujuan dibuatnya proposal adalah untuk mendapatkan ijin atau persetujuan dari suatu pihak mengenai rencana atau rancangan yang akan dilakukan. Selain itu, proposal juga sering dibuat untuk permohonan dana/ sponsorship melalui kerjasama dengan pihak lain.
Selain penjelasan mengenai rincian kegiatan yang akan dilaksanakan, umumnya di dalam proposal juga tertera mengenai dana yang akan dibutuhkan dalam pelaksanaannya. Jadi, secara keseluruhan isi dari proposal tersebut harus dapat dimengerti oleh pihak lain yang ingin dimintai ijin/ persetujuan atau dana.

Fungsi Proposal

Proposal dibuat tentunya ada fungsi dan tujuannya, baik bagi pihak pembuat proposal maupun bagi pihak yang menerima proposal. Berikut ini adalah beberapa fungsi proposal:
  1. Di bidang penelitian umum, proposal berfungsi sebagai dasar untuk melakukan penelitian yang berhubungan dengan sosial, budaya, agama, ekonomi, dan bidang lainnya.
  2. Di bidang usaha atau bisnis, proposal berfungsi sebagai gambaran dan proyeksi dalam mendirikan suatu usaha.
  3. Proposal berfungsi untuk memberikan informasi mendetail tentang suatu kegiatan ketika mengajukan dana untuk pelaksanaan kegiatan, misalnya perayaan, seminar, pelatihan, dan lain-lain.
  4. Dalam suatu proyek, proposal berfungsi sebagai dasar melakukan tender, baik dari lembaga pemerintah maupun swasta.

Jenis-Jenis Proposal

Secara umum, proposal dapat dibedakan dalam empat jenis. Mengacu pada pengertian proposal di atas, berikut ini adalah beberapa jenis proposal tersebut:

1. Proposal Kegiatan

Ini merupakan proposal untuk melakukan suatu kegiatan. Isi proposal kegiatan adalah pengajuan rencana kegiatan, baik yang sifatnya individu maupun kelompok, misalnya pentas seni dan budaya.
Seringkali proposal kegiatan ini sekaligus untuk pengajuan permohonan dana dari pihak tertentu. Dan sebagai kompensasi, penyelenggaran kegiatan akan menawarkan sesuatu yang bermanfaat bagi donatur, misalnya space iklan.

2. Proposal Bisnis

Ini adalah proposal yang berhubungan dengan dunia bisnis, baik perseorangan maupun kelompok. Contohnya adalah proposal pendirian suatu usaha, proposal kerjasama antar perusahaan, dan lain-lain.

3. Proposal Penelitian

Jenis proposal ini umumnya digunakan pada bidang akademisi. Contohnya proposal penelitian untuk membuat skripsi, tesis, dan lainnya. Proposal ini dibuat sebagai pengajuan kegiatan penelitian.

4. Proposal Proyek

Jenis proposal ini umumnya dipakai pada dunia bisnis dimana isi proposal tersebut tentang rangkaian rencana kegiatan. Contohnya adalah proposal suatu proyek pembangunan.

Bentuk-Bentuk Proposal

Berdasarkan bentuknya, proposal dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Proposal Formal

Proposal formal biasanya dilengkapi dengan tiga bagian utama:
  • Pendahuluan (sampul, halaman judul, kata pengantar, ikhtisar, daftar isi, lembar pengesahan)
  • Isi proposal (latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, susunan panitia, waktu, biaya)
  • Data pelengkap proposal (lampiran, tabel, daftar pusaka, dan lain-lain)

2. Proposal Semi Formal

Proposal semi formal umumnya tidak selengkap proposal formal namun masih berbentuk baku. Di dalam proposal semi formal biasanya terdapat informasi mengenai masalah, saran, pemecahan, dan permohonan.

3. Proposal Non Formal

Proposal non formal biasanya hampir sama dengan proposal semi formal dan disampaikan dalam bentuk surat atau memorandum. Di dalam proposal non formal juga terdapat beberapa hal seperti masalah, saran, pemecahan, dan permohonan.

Unsur-Unsur Proposal

Di dalam setiap proposal biasanya terdapat beberapa unsur penting dimana isinya tergantung jenis proposal yang dibuat. Unsur di dalam proposal bisnis tentunya tidak akan sama dengan unsur di dalam proposal penelitian.
Sebagai contoh, berikut ini adalah beberapa unsur di dalam proposal penelitian:
  1. Latar belakang masalah
  2. Rumusan masalah
  3. Tujuan penelitian
  4. Hipotesis
  5. Asumsi penelitian
  6. Manfaat penelitian
  7. Ruang lingkup penelitian
  8. Kajian pustaka
  9. Definisi operasional

Contoh Proposal Kegiatan

Sebagai gambaran cara membuat proposal yang baik, berikut ini adalah contoh proposal kegiatan yang menjelaskan secara ringkas bagian-bagian di dalam proposal.

1. Surat Pengantar Proposal

Surat pengantar proposal ini biasanya diberikan saat akan mengirim proposal ke pihak lain. Isi dari surat pengantar ini adalah penjelasan singkat mengenai perihal proposal yang diberikan.
surat pengantar proposal
Contoh surat pengantar proposal

2. Kata Pengantar/ Muqoddimah

Kata pengantar atau muqoddimah adalah kata pembuka pada sebuah proposal pengajuan kegiatan. Biasanya kata pengantar ini berada pada bagian depan sebuah proposal.
kata pengantar proposal
Contoh kata pengantar proposal

3. Sub Judul Proposal

Sub judul proposal adalah keterangan tentang isi dari proposal yang dibuat. Ini akan memudahkan pembaca untuk mengetahui apa saja isi dari sebuah proposal.
sub judul proposal
contoh sub judul proposal

4. Penutup

Penutup adalah bagian dari proposal yang di dalamnya terdapat kata penutup proposal dan ucapan terimakasih. Pada halaman ini juga terdapat nama panitia pelaksana dan kolom tanda tangan.
kata penutup proposal
Contoh kata penutup proposal

5. Lampiran

Halaman lampiran adalah bagian dari proposal yang berisi informasi pendukung di dalam proposal. Lampiran ini bisa berisi tentang susunan panitia kegiatan, gambar pendukung, serta informasi lainnya untuk melengkapi proposal tersebut.

MATERI KELAS XI KARYA ILMIAH

Teks Karya Ilmiah – Karya ilmiah bisa ditulis dalam berbagai bentuk penyajian yang beragam. Pada masing-masing bentuk tersebut kelengkapan strukturnya tentu berbeda-beda. Pada umumnya bentuk penyajian karya ilmiah dibagi dalam tiga jenis, diantaranya yaitu :
Karya ilmiah dalam bentuk populer sering disebut dengan karya ilmiah populer. Karya ilmiah ini dapat diungkapkan dalam bentuk karya yang ringkas. ragam bahasanya pun santai dan populer. Pada umumnya karya ilmiah populer akan dijumpai dalam   media massa, seperti koran atau majalah. Istilah populer ini digunakan untuk menyatakan topik yang akrab, menyenangkan bagi rakyat, dan disukai oleh banyak orang karena gayanya yang menarik dan mudah dipahami. Kalimatnya juga sederhana, lancar, tetapi tidak berupa senda gurau atau fantasi (rekaan).

Bentuk Semiformal

Secara garis besarnya karya ilmiah ini bentuk ini terdiri atas :
  1. halaman judul,
  2. kata pengantar,
  3. dafar isi,
  4. pendahuluan,
  5. pembahasan,
  6. kesimpulan, dan
  7. dafar pustaka.
Bentuk karya ilmiah yang satu ini biasanga digunakan dalam berbagai jenis laporan atau makalah.

Bentuk Formal

Karya ilmiah yang berbentuk formal yang memenuhi beberapa unsur kelengkapan akademis yang lengkap, misalnya dalam skripsi, tesis, atau disertasi. Unsur karya ilmiah dalam bentuk formal mencakup beberapa hal seperti :
  1. Judul
  2. Tim pembimbing
  3. Kata pengantar
  4. Abstrak
  5. Dafar isi
  6. Bab pendahuluan
  7. Bab telaah kepustakaan/kerangka teoritis
  8. Bab Metode penelitian
  9. Bab Pembahasan hasil penelitian
  10. Bab Kesimpulan dan rekomendasi
  11. Dafar pustaka
  12. Lampiran-lampiran
  13. Riwayat hidup
Ada beberapa bagian yang penting di dalam struktur suatu karya ilmiah, diantaranya sebagai berikut :
Judul
Judul yang ada di dalam karya ilmiah dirumuskan ke dalam satu frasa yang lengkap dan jelas. Judul juga mencerminkan hubungan antarvariabel. Istilah hubungan dalam hal ini tidak selalu memiliki makna yang korelasional, kausalitas, ataupun determinatif. Biasanya judul juga akan mencerminkan dan juga konsistensi dengan ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, subjek penelitian, dan metode penelitian.
Contohnya :
Dari judul tersebut di atas dapat diketahui bahwa :
  1. Masalah yang diteliti adalah aktivitas pergaulan dan juga prestasi belajar siswa.
  2. Ruang lingkup penelitiannya adalah kecerdasan emosi serta intelektual siswa.
  3. Tujuan penelitian yaitu mengetahui ada atau tidak hubungan diantara aktivitas pergaulan dengan prestasi belajar siswa.
  4. Subjek penelitiannya adalah siswa SMA Labschool UPI Bandung.
  5. Metode penelitiannya adalah deskriptif-komparatif
Penulisan judul dapat dibuat dengan dua cara diantaranya yaitu, menggunakan huruf kapital semua kecuali pada anak judulnya. Yang kedua dengan menggunakan huruf kecil kecuali huruf pertamanya saja. Jika cara yang kedua yang akan anda gunakan, maka huruf pertama pada kata penggabung tidak boleh dengan huruf besar. Misalnya kada dengan, dan, atau, dan lain sebagainya. Pada akhir judul pun tidak boleh menggunakan tanda baca apapun, baik titik maupun koma.
Pendahuluan
Di dalam karya ilmiah formal ada bagian pendahuluan yang mencakup latar belakang masalah, identifikasi makalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat atau keguanaan penelitian. Dan bisa juga dilengkapi dengan definisi operasional serta sistematika tulisan. Berikut penjelasannya :
  • Latar belakang masalah
Diuraikan dengan membahas alasan timbulnya masalah serta pentingnya isi makalah untuk dibahas. Baik dari segi pengembangan ilmu, kemasyarakatan, ataupun dalam kaitan dengan kehidupan pada umumnya.
  • Perumusan masalah
Masalah merupakan segala sesuatu yang dianggap perlu pemecahan oleh penulisnya, pada umumnya di sini akan ditanyakan beberapa pertanyaan seperti mengapa, bagaimana, dan sebagainya. Diawali dari pertanyaan itulah maka penulis menganggap perlu melakukan beberapa langkah pemecahan, contohnya melalui penelitian. Masalah itu juga yang nantinya akan menjadi fokus pembahasan dalam sebuah karya ilmiah.
  • Tujuan dalam penulisan karya ilmiah
Tujuan adalah pernyataan tentang fokus pembahasan yang ada di dalam karya ilmiah tersebut, berdasarkan masalah yang sudah dirumuskan sebelumnya. Sehingga tujuan ini harus sesuai dengan masalah yang ada pada karya ilmiah tersebut.
  • Manfaat
Perlu diyakini juga kepada pembaca tentang manfaat atau kegunaan dari penulisan karya ilmiah itu sendiri. Contohnya dalam pengembangan suatu bidang ilmu atau untuk pihak dan lembaga tertentu.
Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis ini disebut juga kajian pustaka atau teori landasan.  Yang tercakup pada bagian ini adalah kerangka pemikiran serta hipotesis. Kerangka teoritis akan dimulai dengan mengidentifikasi atau mengkai beragam teori yang relevan, yang diakhiri dengan pengajuan hipotesis.
Selain itu dalam kerangka teoritis juga harus dilakukan kajian pada beberapa penelitian yang sudah dilakukan oleh para penulis yang terdahulu. Hal ini penting dilakukan untuk menambah dan mendapatkan wawasan atau pengetahuan yang baru, yang sudah ada sebelumnya.
Selain menghindari adanya duplikasi yang sia-sia, langkah ini juga akan memberi perspektif yang lebih jelas tentang hakikat dan kegunaan penelitian di dalam perkembangan ilmunya secara keseluruhan.
Metodologi Penelitian
Di dalam karya tulis yang merupakan hasil penelitian harus dicantumkan juga bagian yang disebut dengan metode penelitian. Metodologi penelitian diartikan sebagai prosedur atau tahap penelitian yang dimulai dari persiapan, penentuan sumber data, pengolahan, sampai dengan pelaporannya.
Setiap penelitian memiliki metode penelitiannya masing-masing, yang pada umumnya bergantung pada tujuan penelitian tersebut. metode penelitian yang dimaksud, diantaranya yaitu :
  • Metode deskriptif. Yaitu metode penelitian yang tujuannya hanya menggambarkan beberapa fakta dengan apa adanya. Tanpa ada perlakuan apapun. Data yang dimaksud adalah data yang berupa fakta yang sifatnya kuantitatif atau statitiska ataupun fakta kualitatif.
  • Metode eksperimen. Yaitu metode penelitian yang tujuannya untuk mendapatkan gambaran atas suatu gejala, setelah mendapat perlakuan.
  • Metode penelitian kelas. Adalah metode penelitian yang tujuannya untuk memperbaiki persoalan yang terjadi di kelas tertentu, contohnya mengenai motivasi belajar, prestasi belajar siswa dalam kompetensi dasar tertentu.
Pembahasan
Bagian yang satu ini isinya adalah tentang paparan isi pokok dalam suatu karya ilmiah, yang terkait dengan rumusan masalah atau tujuan penulisan yang dikemukakan di bab pendahuluan. Data yang didapatkan melalui hasil pengamatan, wawancara, dan sebagainya itu dibahasa dari berbagai sudut pandang yang ada. Lalu diperkuat dengan teori yang sudah dikemukakan sebelumnya. Sekiranya dibutuhkan, pembahasan ini juga bisa dilengkapi dengan beragam sarana pembantu seperti misalnya tabel dan grafik. Sarana pembantu ini dibutuhkan untuk menjelaskan pernyataan atau suatu data. Tabel dan grafik menjadi cara yang efektif dalam menyajikan data dan juga informasi. Sajian data dan informasi menjadi lebih mudah dibaca dan disimpulkan. Penyajian informasi dengan tabel dan grafik, memang lebih sistematis dan lebih enak dibaca, juga mudah dipahami, dan lebih menarik dari penyajian secara verbal.
Penulis juga harus menggunakan argumen yang sudah dikemukakan dalam kerangka teoritis. Pembahasan data bisa diibaratkan dengan sebuah pisau daging. Apabila pisau tersebut tajam, maka akan semakin baik juga keratan daging yang diihasilkan. Tetapi jika tumpul maka keratan daging itu akan acak-acakan dan penuh cacat. Sama halnya dengan pembahasan data. Jika argumen yang dikemukakan penulis lemah dan data yang digunakan tidak lengkap, maka pemecahan masalahnya pun jauh dari yang diharapkan.
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan adalah pemaknaan kembali atau sebagai sintesis dari keseluruhan unsur penulisan pada karya ilmiah. Kesimpulan juga merupakan bagian dari simpul masalah atau pendahuluan, kerangka teoritis yang tercakup di dalamnya, hipotesis, metododologi penelitian, dan temuan penelitian. Kesimpulan juga menjadi kajian terpadu dengan meletakkan berbagai unsur penelitian yang menyeluruh. Sehingga harus diuraikan kembali dengan ringkas, beberapa pernyataan pokok dari unsur yang ada di atas dengan cara meletakkannya pada kerangka pikir yang mengarah pada kesimpulan.
Berdasarkan hal itu seorang peneliti juga harus melihat beragam implikasi yang ditimbulkan oleh kesimpulan penelitian. Implikasi itu umpamanya berupa pengembangan dalam ilmu pengetahuan, dan kegunaan yang sifatnya praktis dalam menyusun kebijakan. Hal itu kemudian dituangkan ke dalam bagian yang disebut dengan rekomendasi atau saran.
Daftar Pustaka
Daftar pustaka memuat semua kepustakaan yang digunakan sebagai landasan di dalam karya ilmiah, baik sumber tertulis, baik itu yang berupa buku, artikel jurnal, dokumen resmi, atau sumber-sumber lain dari internet. Selurum sumber yang tertulis atau tercetak yang tercantum di dalam karya ilmiah, harus dicantumkan di dalam daftar pustaka. Sebaliknya untuk beberapa sumber yang pernah dibaca oleh penulis, tetapi tidak digunakan di dalam digunakan penulisan karya ilmiah itu tak boleh dicantumkan di dalam daftar pustaka.
Cara menulis daftar pustaka yang berurutan secara alfabetis, tanpa harus menggunakan nomor urut. Sumber yang tertulis atau tercetak yang membutuhkan banyak tempat lebih dari satu baris, dan ditulis dengan satu spasi, sedangkan antara jarak dan sumber yang satu dengan lainnya adalah dua spasi. Berikut ini susunan penulisan daftar pustaka, nama yang disusun di balik; tahun terbit; judul pustaka; kota terbit; dan penerbit.
Demikian teks karya ilmiah yang lengkap, yang bisa anda pelajari kembali. Semoga artikel ini memberi manfaat bagi anda, khususnya yang sedang menyusun karya ilmiah.

PENILAIAN HARIAN BAB NEGOSIASI KELAS X

PENILAIAN HARIAN BAB NEGOSIASI UNTUK KELAS X SEMESTER 2
SILAHKAN KLIK LINK DI BAWAH INI.

PENILAIAN HARIAN ONLINE BERBASIS ANDROID KELAS X

BELAJAR UNTUK JUJUR, KERJAKAN DAN JANGAN MENCONTEK!!!

Wednesday, January 15, 2020

Cara Membuat Brosur di Photoshop Paling Mudah


Pernahkah Anda melihat sebuah brosur yang berisikan informasi produk atau pengenalan sebuah perusahaan baru? Atau pernahkah Anda membuat brosur yang bertujuan untuk mengenalkan produk dari perusahaan Anda? Jika benar, desain seperti apa yang Anda buat? Apakah brosur Anda dapat dikatakan menarik dan mampu membuat khalayak ramai berminat untuk membaca informasi yang dituliskan pada brosur tersebut? Sudah tahukah Anda bagaimana membuat brosur yang baik?


Penggunaan brosur yang baik harus memperhatikan template. Bukan hanya itu saja, penggunaan font yang sesuai juga perlu diperhatikan. Keduanya akan memperlihatkan karakteristik dari produk dan perusahaan Anda. Sehingga brosur tersebut dapat menjadi ciri khas. Sehingga mampu menerapkan persepsi yang kuat di benak publik. Lalu aplikasi apa yang dapat dipakai untuk membantu Anda dalam membuat brosur menarik?
Jawabannya cukup mudah. Anda dapat menggunakan aplikasi Adobe Photoshop. Tidak perlu takut jika aplikasi ini sulit untuk digunakan. Photoshop sangat mudah digunakan bagi pemula, jika sudah memahami tools yang ada. Lalu bagaimana cara membuat brosur di Photoshop? Yuk, intip beberapa langkah membuat brosur di Photoshop berikut ini!

Contoh brosur di atas merupakan brosur yang akan dibuat pada tutorial di halaman ini. Brosur yang akan Anda buat merupakan brosur yang memiliki tiga lipatan (Tri-Fold). Desain yang ini sangat sederhana, namun nampak elegan dan menarik minat pembaca untuk membaca informasi yang ingin disampaikan di dalam brosur.

Bagaimana cara membuat brosur di photoshop? Yuk, simak penjelasan berikut dalam membuat contoh desain brosur yang dapat menginspirasi Anda membuat rancangan brosur lebih menarik lainnya, setelah mengerti cara membuat brosur di photoshop!

Cara Membuat Brosur di Photoshop

1. Bukalah Adobe Photoshop. Setelah Anda membukanya, Anda dapat membuat lembar kerja baru.
Klik File . New > Ukuran A4 (21 x 29,7 cm) . Dengan resolusi gambar 300 pixels. Lalu Klik OK.
2.  Putar lembar kerja Anda ke kanan atau kiri. Kemudian pilih Image > Image Rotation>  90 CW/90 CCW.
3. Kemudian Anda harus membuat grid supaya membantu dalam mempermudah pekerjaan mendesain brosur. Tekan CTRL+R, lalu bagi lembar kerja yang sudah dibuat menjadi tiga bagian. Karena Anda akan membuat brosur dengan tiga lipatan. Setiap bagiannya adalah 10 cm.
4. Kemudian, buatlah layer baru dengan menekan Ctrl+Shift+N.  Lalu pilih Polygonal Lasso Tool, dan buat seleksi untuk membuat garis pembatas. Kemudian berikan warna dengan menggunakan Brush Tool.
5. Tekan Ctrl+D supaya seleksi yang dibuat sebelumnya menghilang. Kemudian Anda dapat membuka file berisi background yang sudah dipilih. Melihat contoh di atas, maka yang Anda pilih Adalah background putih dengan sisi bergambar kelopak atas daun yang memiliki warna gradiasi orange dan pink di pinggirannya.  Klik, File > Open> Pilih foto. Kemudian drag foto tersebut pada lembar kerja Anda menggunakan Move Tool.
6. Sekarang Anda sudah memiliki backgrond yang menutupi tiga lipatan bagian dari brosur. Tekan Ctrl+T untuk menyesuaikan ukuran agar menutupi semua layer di setiap bagian.
7. Pada bagian pertama, pilih Horizontal Type Tool. Kemudian Anda dapat menuliskan brand atau nama perusahaan Anda. Begitu pula dengan dua bagian lainnya. Anda dapat menysipkan rangkaian tulisan berisi informasi yang ingin disampaikan dengan menggunakan Horizontal Type.
8. Ulangi proses tersebut sampai layer di bagian ketiga memuat informasi yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca.
9. Rapikan tulisan Anda, dan sesuaikan bentuk serta warna font yang cocok dengan background tersebut. Pemilihan font yang sesuai akan membuat brosur Anda terlihat menarik.
10. Setelah ketiga bagian terisi dengan font yang memuat informasi perusahaan atau produk yang ingin Anda tawarkan, maka desain tersebut dapat Anda simpan dalam format JPEG. Klik File > Save as > Save As Type (Jpeg, JPG, PNG) > OK.
Kesepuluh langkah di atas merupakan cara membuat brosur di photoshop. Berniatkah Anda untuk mencoba merancang desain brosur produk atau perusahaan di Photoshop? Anda dapat mengikuti langkah di atas untuk mencoba membuat brosur yang sesuai dengan keinginan Anda.
Setelah Anda membuat brosur yang perlu dilakukan tentu mencetaknya dalam jumlah banyak. Apalagi jika Anda ingin menggunakan brosur sebagai media promosi dari produk atau pengenalan brand perusahaan. Tentu hal tersebut sangatlah penting.