Monday, February 10, 2020

MATERI KELAS XI KARYA ILMIAH

Teks Karya Ilmiah – Karya ilmiah bisa ditulis dalam berbagai bentuk penyajian yang beragam. Pada masing-masing bentuk tersebut kelengkapan strukturnya tentu berbeda-beda. Pada umumnya bentuk penyajian karya ilmiah dibagi dalam tiga jenis, diantaranya yaitu :
Karya ilmiah dalam bentuk populer sering disebut dengan karya ilmiah populer. Karya ilmiah ini dapat diungkapkan dalam bentuk karya yang ringkas. ragam bahasanya pun santai dan populer. Pada umumnya karya ilmiah populer akan dijumpai dalam   media massa, seperti koran atau majalah. Istilah populer ini digunakan untuk menyatakan topik yang akrab, menyenangkan bagi rakyat, dan disukai oleh banyak orang karena gayanya yang menarik dan mudah dipahami. Kalimatnya juga sederhana, lancar, tetapi tidak berupa senda gurau atau fantasi (rekaan).

Bentuk Semiformal

Secara garis besarnya karya ilmiah ini bentuk ini terdiri atas :
  1. halaman judul,
  2. kata pengantar,
  3. dafar isi,
  4. pendahuluan,
  5. pembahasan,
  6. kesimpulan, dan
  7. dafar pustaka.
Bentuk karya ilmiah yang satu ini biasanga digunakan dalam berbagai jenis laporan atau makalah.

Bentuk Formal

Karya ilmiah yang berbentuk formal yang memenuhi beberapa unsur kelengkapan akademis yang lengkap, misalnya dalam skripsi, tesis, atau disertasi. Unsur karya ilmiah dalam bentuk formal mencakup beberapa hal seperti :
  1. Judul
  2. Tim pembimbing
  3. Kata pengantar
  4. Abstrak
  5. Dafar isi
  6. Bab pendahuluan
  7. Bab telaah kepustakaan/kerangka teoritis
  8. Bab Metode penelitian
  9. Bab Pembahasan hasil penelitian
  10. Bab Kesimpulan dan rekomendasi
  11. Dafar pustaka
  12. Lampiran-lampiran
  13. Riwayat hidup
Ada beberapa bagian yang penting di dalam struktur suatu karya ilmiah, diantaranya sebagai berikut :
Judul
Judul yang ada di dalam karya ilmiah dirumuskan ke dalam satu frasa yang lengkap dan jelas. Judul juga mencerminkan hubungan antarvariabel. Istilah hubungan dalam hal ini tidak selalu memiliki makna yang korelasional, kausalitas, ataupun determinatif. Biasanya judul juga akan mencerminkan dan juga konsistensi dengan ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, subjek penelitian, dan metode penelitian.
Contohnya :
Dari judul tersebut di atas dapat diketahui bahwa :
  1. Masalah yang diteliti adalah aktivitas pergaulan dan juga prestasi belajar siswa.
  2. Ruang lingkup penelitiannya adalah kecerdasan emosi serta intelektual siswa.
  3. Tujuan penelitian yaitu mengetahui ada atau tidak hubungan diantara aktivitas pergaulan dengan prestasi belajar siswa.
  4. Subjek penelitiannya adalah siswa SMA Labschool UPI Bandung.
  5. Metode penelitiannya adalah deskriptif-komparatif
Penulisan judul dapat dibuat dengan dua cara diantaranya yaitu, menggunakan huruf kapital semua kecuali pada anak judulnya. Yang kedua dengan menggunakan huruf kecil kecuali huruf pertamanya saja. Jika cara yang kedua yang akan anda gunakan, maka huruf pertama pada kata penggabung tidak boleh dengan huruf besar. Misalnya kada dengan, dan, atau, dan lain sebagainya. Pada akhir judul pun tidak boleh menggunakan tanda baca apapun, baik titik maupun koma.
Pendahuluan
Di dalam karya ilmiah formal ada bagian pendahuluan yang mencakup latar belakang masalah, identifikasi makalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat atau keguanaan penelitian. Dan bisa juga dilengkapi dengan definisi operasional serta sistematika tulisan. Berikut penjelasannya :
  • Latar belakang masalah
Diuraikan dengan membahas alasan timbulnya masalah serta pentingnya isi makalah untuk dibahas. Baik dari segi pengembangan ilmu, kemasyarakatan, ataupun dalam kaitan dengan kehidupan pada umumnya.
  • Perumusan masalah
Masalah merupakan segala sesuatu yang dianggap perlu pemecahan oleh penulisnya, pada umumnya di sini akan ditanyakan beberapa pertanyaan seperti mengapa, bagaimana, dan sebagainya. Diawali dari pertanyaan itulah maka penulis menganggap perlu melakukan beberapa langkah pemecahan, contohnya melalui penelitian. Masalah itu juga yang nantinya akan menjadi fokus pembahasan dalam sebuah karya ilmiah.
  • Tujuan dalam penulisan karya ilmiah
Tujuan adalah pernyataan tentang fokus pembahasan yang ada di dalam karya ilmiah tersebut, berdasarkan masalah yang sudah dirumuskan sebelumnya. Sehingga tujuan ini harus sesuai dengan masalah yang ada pada karya ilmiah tersebut.
  • Manfaat
Perlu diyakini juga kepada pembaca tentang manfaat atau kegunaan dari penulisan karya ilmiah itu sendiri. Contohnya dalam pengembangan suatu bidang ilmu atau untuk pihak dan lembaga tertentu.
Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis ini disebut juga kajian pustaka atau teori landasan.  Yang tercakup pada bagian ini adalah kerangka pemikiran serta hipotesis. Kerangka teoritis akan dimulai dengan mengidentifikasi atau mengkai beragam teori yang relevan, yang diakhiri dengan pengajuan hipotesis.
Selain itu dalam kerangka teoritis juga harus dilakukan kajian pada beberapa penelitian yang sudah dilakukan oleh para penulis yang terdahulu. Hal ini penting dilakukan untuk menambah dan mendapatkan wawasan atau pengetahuan yang baru, yang sudah ada sebelumnya.
Selain menghindari adanya duplikasi yang sia-sia, langkah ini juga akan memberi perspektif yang lebih jelas tentang hakikat dan kegunaan penelitian di dalam perkembangan ilmunya secara keseluruhan.
Metodologi Penelitian
Di dalam karya tulis yang merupakan hasil penelitian harus dicantumkan juga bagian yang disebut dengan metode penelitian. Metodologi penelitian diartikan sebagai prosedur atau tahap penelitian yang dimulai dari persiapan, penentuan sumber data, pengolahan, sampai dengan pelaporannya.
Setiap penelitian memiliki metode penelitiannya masing-masing, yang pada umumnya bergantung pada tujuan penelitian tersebut. metode penelitian yang dimaksud, diantaranya yaitu :
  • Metode deskriptif. Yaitu metode penelitian yang tujuannya hanya menggambarkan beberapa fakta dengan apa adanya. Tanpa ada perlakuan apapun. Data yang dimaksud adalah data yang berupa fakta yang sifatnya kuantitatif atau statitiska ataupun fakta kualitatif.
  • Metode eksperimen. Yaitu metode penelitian yang tujuannya untuk mendapatkan gambaran atas suatu gejala, setelah mendapat perlakuan.
  • Metode penelitian kelas. Adalah metode penelitian yang tujuannya untuk memperbaiki persoalan yang terjadi di kelas tertentu, contohnya mengenai motivasi belajar, prestasi belajar siswa dalam kompetensi dasar tertentu.
Pembahasan
Bagian yang satu ini isinya adalah tentang paparan isi pokok dalam suatu karya ilmiah, yang terkait dengan rumusan masalah atau tujuan penulisan yang dikemukakan di bab pendahuluan. Data yang didapatkan melalui hasil pengamatan, wawancara, dan sebagainya itu dibahasa dari berbagai sudut pandang yang ada. Lalu diperkuat dengan teori yang sudah dikemukakan sebelumnya. Sekiranya dibutuhkan, pembahasan ini juga bisa dilengkapi dengan beragam sarana pembantu seperti misalnya tabel dan grafik. Sarana pembantu ini dibutuhkan untuk menjelaskan pernyataan atau suatu data. Tabel dan grafik menjadi cara yang efektif dalam menyajikan data dan juga informasi. Sajian data dan informasi menjadi lebih mudah dibaca dan disimpulkan. Penyajian informasi dengan tabel dan grafik, memang lebih sistematis dan lebih enak dibaca, juga mudah dipahami, dan lebih menarik dari penyajian secara verbal.
Penulis juga harus menggunakan argumen yang sudah dikemukakan dalam kerangka teoritis. Pembahasan data bisa diibaratkan dengan sebuah pisau daging. Apabila pisau tersebut tajam, maka akan semakin baik juga keratan daging yang diihasilkan. Tetapi jika tumpul maka keratan daging itu akan acak-acakan dan penuh cacat. Sama halnya dengan pembahasan data. Jika argumen yang dikemukakan penulis lemah dan data yang digunakan tidak lengkap, maka pemecahan masalahnya pun jauh dari yang diharapkan.
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan adalah pemaknaan kembali atau sebagai sintesis dari keseluruhan unsur penulisan pada karya ilmiah. Kesimpulan juga merupakan bagian dari simpul masalah atau pendahuluan, kerangka teoritis yang tercakup di dalamnya, hipotesis, metododologi penelitian, dan temuan penelitian. Kesimpulan juga menjadi kajian terpadu dengan meletakkan berbagai unsur penelitian yang menyeluruh. Sehingga harus diuraikan kembali dengan ringkas, beberapa pernyataan pokok dari unsur yang ada di atas dengan cara meletakkannya pada kerangka pikir yang mengarah pada kesimpulan.
Berdasarkan hal itu seorang peneliti juga harus melihat beragam implikasi yang ditimbulkan oleh kesimpulan penelitian. Implikasi itu umpamanya berupa pengembangan dalam ilmu pengetahuan, dan kegunaan yang sifatnya praktis dalam menyusun kebijakan. Hal itu kemudian dituangkan ke dalam bagian yang disebut dengan rekomendasi atau saran.
Daftar Pustaka
Daftar pustaka memuat semua kepustakaan yang digunakan sebagai landasan di dalam karya ilmiah, baik sumber tertulis, baik itu yang berupa buku, artikel jurnal, dokumen resmi, atau sumber-sumber lain dari internet. Selurum sumber yang tertulis atau tercetak yang tercantum di dalam karya ilmiah, harus dicantumkan di dalam daftar pustaka. Sebaliknya untuk beberapa sumber yang pernah dibaca oleh penulis, tetapi tidak digunakan di dalam digunakan penulisan karya ilmiah itu tak boleh dicantumkan di dalam daftar pustaka.
Cara menulis daftar pustaka yang berurutan secara alfabetis, tanpa harus menggunakan nomor urut. Sumber yang tertulis atau tercetak yang membutuhkan banyak tempat lebih dari satu baris, dan ditulis dengan satu spasi, sedangkan antara jarak dan sumber yang satu dengan lainnya adalah dua spasi. Berikut ini susunan penulisan daftar pustaka, nama yang disusun di balik; tahun terbit; judul pustaka; kota terbit; dan penerbit.
Demikian teks karya ilmiah yang lengkap, yang bisa anda pelajari kembali. Semoga artikel ini memberi manfaat bagi anda, khususnya yang sedang menyusun karya ilmiah.

PENILAIAN HARIAN BAB NEGOSIASI KELAS X

PENILAIAN HARIAN BAB NEGOSIASI UNTUK KELAS X SEMESTER 2
SILAHKAN KLIK LINK DI BAWAH INI.

PENILAIAN HARIAN ONLINE BERBASIS ANDROID KELAS X

BELAJAR UNTUK JUJUR, KERJAKAN DAN JANGAN MENCONTEK!!!

Wednesday, January 15, 2020

Cara Membuat Brosur di Photoshop Paling Mudah


Pernahkah Anda melihat sebuah brosur yang berisikan informasi produk atau pengenalan sebuah perusahaan baru? Atau pernahkah Anda membuat brosur yang bertujuan untuk mengenalkan produk dari perusahaan Anda? Jika benar, desain seperti apa yang Anda buat? Apakah brosur Anda dapat dikatakan menarik dan mampu membuat khalayak ramai berminat untuk membaca informasi yang dituliskan pada brosur tersebut? Sudah tahukah Anda bagaimana membuat brosur yang baik?


Penggunaan brosur yang baik harus memperhatikan template. Bukan hanya itu saja, penggunaan font yang sesuai juga perlu diperhatikan. Keduanya akan memperlihatkan karakteristik dari produk dan perusahaan Anda. Sehingga brosur tersebut dapat menjadi ciri khas. Sehingga mampu menerapkan persepsi yang kuat di benak publik. Lalu aplikasi apa yang dapat dipakai untuk membantu Anda dalam membuat brosur menarik?
Jawabannya cukup mudah. Anda dapat menggunakan aplikasi Adobe Photoshop. Tidak perlu takut jika aplikasi ini sulit untuk digunakan. Photoshop sangat mudah digunakan bagi pemula, jika sudah memahami tools yang ada. Lalu bagaimana cara membuat brosur di Photoshop? Yuk, intip beberapa langkah membuat brosur di Photoshop berikut ini!

Contoh brosur di atas merupakan brosur yang akan dibuat pada tutorial di halaman ini. Brosur yang akan Anda buat merupakan brosur yang memiliki tiga lipatan (Tri-Fold). Desain yang ini sangat sederhana, namun nampak elegan dan menarik minat pembaca untuk membaca informasi yang ingin disampaikan di dalam brosur.

Bagaimana cara membuat brosur di photoshop? Yuk, simak penjelasan berikut dalam membuat contoh desain brosur yang dapat menginspirasi Anda membuat rancangan brosur lebih menarik lainnya, setelah mengerti cara membuat brosur di photoshop!

Cara Membuat Brosur di Photoshop

1. Bukalah Adobe Photoshop. Setelah Anda membukanya, Anda dapat membuat lembar kerja baru.
Klik File . New > Ukuran A4 (21 x 29,7 cm) . Dengan resolusi gambar 300 pixels. Lalu Klik OK.
2.  Putar lembar kerja Anda ke kanan atau kiri. Kemudian pilih Image > Image Rotation>  90 CW/90 CCW.
3. Kemudian Anda harus membuat grid supaya membantu dalam mempermudah pekerjaan mendesain brosur. Tekan CTRL+R, lalu bagi lembar kerja yang sudah dibuat menjadi tiga bagian. Karena Anda akan membuat brosur dengan tiga lipatan. Setiap bagiannya adalah 10 cm.
4. Kemudian, buatlah layer baru dengan menekan Ctrl+Shift+N.  Lalu pilih Polygonal Lasso Tool, dan buat seleksi untuk membuat garis pembatas. Kemudian berikan warna dengan menggunakan Brush Tool.
5. Tekan Ctrl+D supaya seleksi yang dibuat sebelumnya menghilang. Kemudian Anda dapat membuka file berisi background yang sudah dipilih. Melihat contoh di atas, maka yang Anda pilih Adalah background putih dengan sisi bergambar kelopak atas daun yang memiliki warna gradiasi orange dan pink di pinggirannya.  Klik, File > Open> Pilih foto. Kemudian drag foto tersebut pada lembar kerja Anda menggunakan Move Tool.
6. Sekarang Anda sudah memiliki backgrond yang menutupi tiga lipatan bagian dari brosur. Tekan Ctrl+T untuk menyesuaikan ukuran agar menutupi semua layer di setiap bagian.
7. Pada bagian pertama, pilih Horizontal Type Tool. Kemudian Anda dapat menuliskan brand atau nama perusahaan Anda. Begitu pula dengan dua bagian lainnya. Anda dapat menysipkan rangkaian tulisan berisi informasi yang ingin disampaikan dengan menggunakan Horizontal Type.
8. Ulangi proses tersebut sampai layer di bagian ketiga memuat informasi yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca.
9. Rapikan tulisan Anda, dan sesuaikan bentuk serta warna font yang cocok dengan background tersebut. Pemilihan font yang sesuai akan membuat brosur Anda terlihat menarik.
10. Setelah ketiga bagian terisi dengan font yang memuat informasi perusahaan atau produk yang ingin Anda tawarkan, maka desain tersebut dapat Anda simpan dalam format JPEG. Klik File > Save as > Save As Type (Jpeg, JPG, PNG) > OK.
Kesepuluh langkah di atas merupakan cara membuat brosur di photoshop. Berniatkah Anda untuk mencoba merancang desain brosur produk atau perusahaan di Photoshop? Anda dapat mengikuti langkah di atas untuk mencoba membuat brosur yang sesuai dengan keinginan Anda.
Setelah Anda membuat brosur yang perlu dilakukan tentu mencetaknya dalam jumlah banyak. Apalagi jika Anda ingin menggunakan brosur sebagai media promosi dari produk atau pengenalan brand perusahaan. Tentu hal tersebut sangatlah penting.

Tuesday, January 7, 2020

MACAM-MACAM NEGOSIASI

Macam-macam negosiasi adalah sebagai berikut.

Negosiasi Berdasarkan Situasi

1.    Negosiasi Formal

Negosiasi formal merupakan negosiasi yang terjado dalam situasi formal. Ciri-ciri negosiasi formal adalah adanya perjanjian atau hitam di atas putih yang sah secara hukum. Oleh karena itu, pelanggaran terhadap perjanjian yang telah disepakati dapat diperkarakan ke ranah hukum. Contoh negosiasi formal adalah negosiasi antar dua perusahaan.

2.    Negosiasi Non Formal atau Informal

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering bernegosiasi. Negosiasi dapat terjadi kapan saja, dimana saja, dan dengan siapa saja. Misalnya negosiasi antara ayah dan anak. Negosiasi ini tidak membutuhkan perjanjian khusus yang melibatkan hukum.

Negosiasi Berdasarkan Jumlah Negosiator

1.    Negosiasi dengan Pihak Penengah

Negosiasi dilakukan oleh dua negosiator atau lebih dan pihak penengah. Negosiator saling memberikan argumentasi. Pihak penengah bertgas memberikan keputusn akhir dalam negosiasi tersebut. Contoh negosiasi jenis ini adalah sidang di pengadilan. Pihak penggugat dan tergugat adalah pihak yang bernegosiasi. Hakim berperan sebagai pihak penengah.

2.    Negosiasi tanpa Pihak Pengengah

Negosiasi dilakikan oleh dua negosiator atau lebih. Negosiasi dilakukan tanpa pihak penengah, sehingga keputusan negosiasi tergantung pada pihak yang bernegosiasi.  Salah satu contoh negosiasi jenis ini adalah negosiasi antara perwakilan OSIS dan pihak sponsor.

Negosiasi Berdasarkan Untung Rugi

1.    Negosiasi Kolaborasi (win-win)

Dalam negosiasi kolaborasi, para negosiator berusaha mencapai kesepakatan dengan menggabungkan kepentingan masing-masing.

2.    Negosiasi Dominasi (win-lose)

Dalam negosiasi ini, negosiator mendapatkan keuntungan besar dari kesepakatan yang dicapai. Sementara itu, pihak lawan negosiasi mendapat keuntungan lebih kecil.

3.    Negosiasi Akomodasi (lose-win)

Dalam negosiasi akomodasi, negosiator mendapatkan keuntungan sangat kecil bahkan kerugian. Sementara itu, pihak lawan negosiasi mendapat keuntungan sangat besar bahkan memperoleh 100% keuntungan. Kerugian ini dikarenakan kegagalan negosiator dalam bernegosiasi sehingga tidak memperoleh keuntungan

4.    Negosiasi Menghindari Konflik (lose-lose)

Dalam negosiasi ini, kedua pihak menghindari konflik yang muncul. Akibatnya, kedua pihak tidak bersepakat untuk menyelesaikan konnflik.

Saturday, November 23, 2019

PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL (ABT SYSTEM ONLINE)


PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL 
BERBASIS ANDROID BASED TEST (ONLINE SYSTEM)
SMK AL HUSNA CISAGA
KELAS XII FARMASI DAN KEPERAWATAN




TERIMA KASIH TELAH MELAKSANAKAN UJIAN DENGAN BAIK, LANCAR & JUJUR!!!

Sunday, October 27, 2019

DAFTAR LENGKAP NAMA MENTERI "KABINET INDONESIA MAJU" JOKO WIDODO JILID 2

Daftar Lengkap Menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi

Berikut nama menteri kabinet 2019-2024 dan kementerian atau lembaga yang dipimpinnya, disusun berdasarkan daftar yang dibacakan Joko Widodo.

1. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan: Mohammad Mahfud
2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto
3. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Muhajir Effendy
4. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi: Luhut Binsar Panjaitan

5. Menteri Pertahanan: Prabowo Subianto
6. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
7. Menteri Dalam Negeri: Tito Karnavian
8. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Marsudi
9. Menteri Agama: Fachrul Razi
10. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Yasonna Laoly

11. Menteri Keuangan: Sri Mulyani Indrawati
12. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Nadiem Makarim
13. Menteri Kesehatan: dokter Terawan
14. Menteri Sosial: Juliari Batubara
15. Menteri Ketenagakerjaan: Ida Fauziah

16. Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
17. Menteri Perdagangan: Agus Suparmanto
18. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Arifin Tasrif
19. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono
20. Menteri Perhubungan: Budi Karya

21. Menteri Komunikasi dan Informatika: Johnny G. Plate
22. Menteri Pertanian: Syahrul Yasin Limpo
23. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya
24. Menteri Kelautan dan Perikanan: Edhy Prabowo
25. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Abdul Halim Iskandar

26. Menteri Agraria, Tata Ruang, dan Kehutanan: Sofjan Jalil
27. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa
28. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Tjahjo Kumolo
29. Menteri BUMN: Erick Thohir
30. Menteri Koperasi dan UKM: Teten Masduki

31. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Wishnutama
32. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak: Gusti Ayu Bintang Darmavati
33. Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional: Bambang Brodjonegoro
34. Menteri Pemuda dan Olahraga: Zainudin Amali

35. Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko
36. Sekretaris Kabinet: Pramono Anung
37. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal: Bahlil Lahadalia
38. Jaksa Agung: ST Burhanuddin


Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191021075434-32-441381/daftar-lengkap-menteri-kabinet-indonesia-maju-jokowi

PENILAIAN HARIAN ONLINE BAHASA INDONESIA

Di bawah ini adalah link yang mengarah pada soal Online Penilain Harian :

Terima kasih telah mengerjakan soal dengan benar dan jujur.

Monday, October 21, 2019

MATERI TEKS EDITORIAL

Pengertian Teks Editorial

Teks editorial adalah sebuah artikel dalam surat kabar yang merupakan pendapat atau pandangan redaksi terhadap suatu peristiwa yang aktual atau sedang menjadi perbincangan hangat pada saat surat kabar itu diterbitkan. Isu atau masalah aktual itu dapat berupa masalah politik, sosial, maupun masalah ekonomi yang berkaitan dengan politik. Contoh isu yang diangkat misalnya tentang kenaikan bbm, reshuffle kabinet, kebijakan impor dll. Teks editorial biasanya akan muncul secara rutin di koran atau majalah.

Teks editorial merupakan opini atau pendapat yang ditulis oleh redaksi sebuah media terhadap isu aktual di masyarakat. Opini yang diulis oleh redaksi tersebut dianggap sebagai pandangan resmi suatu penerbit atau media terhadap suatu isu aktual.
Meskipun teks editorial adalah opini atau pendapat, namun dalam penulisannya tidak bisa sembarangan. Penulisan pendapat atau opini harus dilengkapi dengan fakta, bukti dan argumentasi yang logis.

Pengertian Teks Editorial Menurut Para Ahli

  • Menurut Dja’far H Assegaf dalam bukunya “jurnalistik masa kini” yang dikutip dari Lyle Spencer dalam “editoril writing”, tajuk rencana merupakan pernyataan mengenai fakta dan opini secara singkat, logis, menarik ditinjau dari segi penulisan dan bertujuan untuk mempengaruhi pendapat atau memberikan interpretasi terhadap suatu berita yang menonjol sebegitu rupa sehingga bagi kebanyakan pembaca surat kabar akan menyimak pentingnya arti berita yang ditajukkan tadi (Dja’far H. Assegaff : 1991).

Tujuan Teks Editorial

Setidaknya terdapat 2 tujuan utama dari teks editorial:
  1. Teks editorial bertujuan mengajak pembaca untuk ikut berpikir tentang isu aktual yang sedang hangat dibicarakan atau sedang terjadi di kehidupan sekitar.
  2. Teks editorial bertujuan untuk memberikan opini atau pandangan redaksi kepada pembaca terhadap isu yang sedang berkembang.

Manfaat Teks Editorial

  • Memberikan informasi kepada pembaca
  • Bermanfaat untuk merangsang pemikiran pembaca
  • Teks editorial terkadang mampu menggerakkan pembaca untuk bertindak.

Fungsi Teks Editorial

Teks editorial memiliki beberapa fungsi diantaranya, sebagai berikut:
  • Fungsi tajuk rencana umumnya menjelaskan berita dan akibatnya pada masyarakat.
  • Memberi latar belakang dari kaitan berita tersebut dengan kenyataan sosial dan faktor yang mempengaruhi dengan lebih menyeluruh.
  • Terkadang ada analisis kondisi yang berfungsi untuk mempersiapkan masyarakat akan kemungkinan yang bisa terjadi.
  • Meneruskan penilaian moral mengenai berita tersebut.

Ciri-Ciri Teks Editorial :

  1. Topik tulisan teks editorial selalu hangat (sedang berkembang dan dibicarakan secara luas oleh masyarakat), bersifat aktual dan faktual.
  2. Teks editorial bersifat sistematis dan logis.
  3. Teks editorial merupakan sebuah opini / pendapat yang bersifat argumentative.
  4. Teks editorial menarik untuk dibaca, karena ditulis dengan  menggunakan kalimat yang singkat, padat dan jelas.

Struktur Teks Editorial

Terdapat 3 struktur yang menyusun teks editorial/opini, yaitu:
  1. Pernyataan pendapat (tesis), bagian yang berisi sudut pandang penulis tentang masalah yang dibahas, biasanya berisi sebuah teori yang akan diperkuat oleh argumen.
  2. Argumentasi, merupakan alasan atau bukti yang digunakan guna memperkuat pernyataan dalam tesis. Argumentasi yang diberikan dapat berupa pertanyaan umum/data hasil penelitian, pernyataan para ahli, maupun fakta-fakta berdasarkan referensi yang bisa dipercaya.
  3. Pernyataan/Penegasan ulang pendapat (Reiteration), merupakan bagian yang berisi penegasan ulang pendapat yang didukung oleh fakta di bagian argumentasi guna memperkuat/menegaskan. Penegasan ulang berada di bagian akhir teks.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Kaidah kebahasaan yang digunakan dalam tek editorial tidak berbeda jauh dengan teks prosedur kompleks yaitu menggunakan verba material.
  • Adverbia, bertujuan agar pembaca meyakini teks yang dibahas dengan menggunakan kata keterangan seperti selalu, sering, biasanya, kadang-kadang, jarang dan lain sebagainya.
  • Konjungsi yaitu kata penghubung pada teks, seperti bahkan dan lain sebagainya.
  • Verba material yaitu verba yang menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa.
  • Verba rasional yaitu verba yang menunjukan hubungan intensitas(Pengertian B adalah C) dan milik (Mengandung pengertian B memiliki C)
  • Verba mental yaitu verba yang menunjukan persepsi (melihat, dan lainnya), afeksi (khawatir dan lainnya), dan kognisi (mengerti dan lainnya). Pada verba mental ada partisi[am pengindra dan fenomena.

Jenis jenis Teks Editorial

  • Interpretaive editorial, editorial ini bertujuan untuk menjelaskan isu dengan menyajikan fakta dan figur untuk memberikan pengetahuan.
  • Controversial editorial, editorial bertujuan untuk meyakinkan pembaca pada keinginan atau menumbuhkan kepercayaan pembaca terhadap suatu isu. Dalam editorial ini biasanya pendapat yang berlawanan akan digambarkan lebih buruk.
  • Explantory editorial, editorial ini menyajikan masalah atau suatu isu agar dinilai oleh pembaca. Biasanya teks editorial ini bertujuan untuk mengeidentifikasi suatu masalah dan membuka mata masayarakat untuk memperhatikan suatu isu.

Contoh Teks Editorial Dalam Surat Kabar

Sedia Mitigasi Sebelum Bencana

Tim Redaksi Lampung Post 09 Aug 2018 – 1:30 199
SEDIA payung sebelum hujan, menjadi ungkapan yang diajarkan nenek moyang dan menjadi patokan untuk mengantisipasi setiap problem yang akan datang. Untuk itulah pemerintah menggaungkan program mitigasi untuk setiap daerah yang rawan bencana.
Sudah sepatutnya pemerintah menggelar berbagai upaya pencegahan, kesiapsiagaan, peringatan dini, antisipasi, dan mitigasi hingga penanggulangan becana. UU No 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana, Pasal 5 menyebutkan pemerintah dan pemerintah daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Tolok ukur kesiapsiagaan dan mitigasi yang dilakukan pemerintah itu tecermin dari gempa dua kali di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa pertama terjadi pada 28 Juli 2018 dengan kekuatan 6,4 skala Richter (SR) dan tidak ada korban jiwa. Selain itu, juga tidak terjadi tsunami di sepanjang pantai Lombok Utara itu.
Dan sepekan kemudian, pada 5 Agustus 2018 gempa kembali mengguncang Lombok Utara, saat warga sedang menunaikan salat magrib. Kali ini gempa berkekuatan makin dahsyat, yakni 7 SR. Walau tidak terjadi tsunami, korban jiwa jatuh sangat banyak. Ratusan warga meninggal dunia terkena reruntuhan bangunan saat gempa itu.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan roboh. Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berteori bahwa gempa pertama merupakan pendahuluan, sementara gempa utamanya atau main earthquake pada 5 Agustus dengan kekuatan 7 SR. Selanjutnya gempa susulan dengan kekuatan yang relatif lebih kecil.

Jika disimak dari penjelasan dua badan pemerintah yang dipercaya untuk menanggulangi bencana itu, berarti sudah ada prediksi bahwa Lombok Utara adalah daerah rawan gempa. Sebab, daerah itu berada di atas patahan lempeng bumi, sehingga jauh hari mestinya sudah bisa dilakukan mitigasi bencana.
Pengertian mitigasi sendiri sesuai dengan UU 24/2007 itu adalah upaya mengurangi risiko bencana bagi masyarakat yang berada pada kawasan rawan bencana. Hal itu berarti di daerah Lombok Utara semestinya sudah dilakukan upaya itu, setidaknya sosialisasi kepada masyarakat menghadapi gempa. Sosialisasi konstruksi bangunan antigempa dan jalur-jalur evakuasi sudah disiapkan.

Kini Lampung juga merupakan daerah rawan bencana gempa bumi, terkait posisi Bumi Ruwa Jurai di atas patahan lempeng Eurasia dan Indo-Australia. Sehingga akan ada ancaman korban jiwa, jika pemerintah lalai untuk menyediakan mitigasi sebelum bencana itu datang, penderitaan bagi masyarakat banyak akan menjadi pemandangan tragis yang tidak dapat terelakkan lagi.
Jangan sampai akibat kurangnya mitigasi, bencana yang datang akan memakan banyak korban. Apalagi jika mitigasi dan penanggulangan bencana hanya dijadikan proyek. Maka, korban yang sudah sangat terluka justru makin menjerit pada dalamnya sakit. Sedia mitigasi sebelum bencana datang menerjang adalah keharusan.

MATERI NOVEL

Pengertian novel

Novel menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diartikan sebagai ‘karangan prosa yang panjang, mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku’

Novel juga bisa didefinisikan sebagai sebuah karya fiksi prosa yang yang tertulis dan naratif. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut. Kata novel berasal dari bahasa Italia, novella yang berarti “sebuah kisah, sepotong berita” dan novel memiliki cerita yang lebih kompleks dari cerpen.

Sedangkan karya fiksi adalah cerita rekaan buatan yang dibuat pengarang, dimana cerita di dalamnya menjadi bermakna dikarenakan daya khayal, angan-angan atau fantasi olah fikir ide kreativitas si penulis.

Unsur Instrinsik Novel

Sebuah karya sastra biasanya selain tersusun dari unsur ektrinsik juga memiliki unsur intrinsik, unsur intrinsik adalah  unsur yang membangun karya sastra dari dalam karya sastra itu sendiri. unsur intrinsik untuk teks novel terdiri dari tema, alur atau plot, tokoh, latar, sudut pandang, diksi dan amanah, seperti yang di uraikan di bawah ini:

1. Tema
Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan. Di setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat

2. Alur (plot), merupakan rangkaian peristiwa yang terjadi berdasarkan urutan waktu kejadian. Tahap alur meliputi pengenalan, penampilan masalah, pemunculan konflik, puncak ketegangan (klimaks), peleraian (antiklimaks), dan penyelesaian (konklusi).

3. Tokoh (perwatakan)
Tokoh adalah pelaku yang dikisahkan pemain dalam cerita. Tokoh dalam sebuah novel bisa berupa tokoh jahat atau tokoh baik. Sedangkan penokohan adalah sifat, watak atau kaakter yang dimiliki oleh para tokoh di dalam cerita. Penggambaran penokohan dapat berupa uraian langsung dan tidak langsung. Contoh : baik, sombong, jujur, dll
4. Latar
Latar adalah unsur yang merujuk pada tempat, waktu dan suasana yang melatarbelakangi peristiwa dalam cerita terjadi. Latar dibedakan menjadi tiga, yaitu 1) latar tempat, 2) latar waktu, dan 3) latar suasana. Contoh : Di Sekolah, pagi hari, menyenangkan

5. Sudut pandang, adalah cara pengarang dalam menyajikan peristiwa dan tokoh-tokoh yang ada dalam sebuah cerita. Sudut pandang berkaitan dengan gaya pengisahan seorang pengarang terhadap ceritanya. Sudut pandang ada dua, yaitu sudut pandang orang pertama “aku” dan sudut pandang orang ketiga “dia”

6. Amanat, adalah pesan yang terkadung dalam sebuah cerita. Amanat dalam novel pada umumnya disampaikan pengarang kepada pembaca melalui dua cara, yaitu secara tersurat (dapat dilihat langsung) dan tersirat (dipahami dari balik cerita)

Struktur teks cerita fiksi novel

Struktur teks adalah bagian-bagian terpisah yang menusun sebuah teks hingga menjadi sebuah teks yang utuh. Adapun struktur teks pada teks novel meliputi abstract, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi dan koda. 

Untuk memahami lebih dalam tentang cerita fiksi atau teks novel maka yang harus diketahui adalah struktur teks dari novel tersebut, sebagai berikut:

1. Abstract (Gambaran atau ringkasan awal cerita)
2. Orientasi (Bagian awal teks cerita atau teks pembuka yang biasanya berisi pengenalan tokoh)
3. Komplikasi (masalah mulai muncul)
4. Evaluasi (masalah mulai memuncak)
5. Resolusi (penyelesaian masalah)
6. Koda atau pesan penulis

Ciri atau Kaidah Kebahasaan Teks Novel

Sedangkan kaidah kebahasaan atau ciri atau aturan bahasa yang digunakan dalam teks novel adalah sebagai berikut:
  • Berusaha menghidupkan perasaan atau menggugah emosi pembacanya. 
  • Biasanya berbentuk tulisan ilmiah dan ilmiah populer, laporan, artikel, feature, skripsi, tesis, disertasi, makalah, dan sebagainya. 
  • Dipengaruhi oleh subjektivitas pengarangnya. 
  • Karangan nonfiksi berusaha mencapai taraf obyektivitas yang tinggi, berusaha menarik dan menggugah nalar (pikiran) pembaca. 
  • Bahasa bermakna denotatif (yaitu makna sebenarnya) juga konotatif, asosiatif (yaitu makna tidak sebenarnya), ekspresif (yaitu memberi bayangan suasana pribadi pengarang), sugestif (yaitu bersifat mempengaruhi pembaca), dan plastis (yaitu bersifat indah untuk menggugah perasaan pembaca). 
  • Bahasa bersifat denotatif dan menunjuk pada pengertian yang sudah terbatas sehingga tidak bermakna ganda.
  • Melibatkan gaya bahasa ironi atau sindirian, yang dikatakan kebalikan dari apa yang sebenarnya,contoh: Lekas betul abang pulang baru saja sudah jam 1 malam
  • Melibatkan gaya bahasa sinisme, sindiran yang lebih kasar dari ironi untuk mencemooh, contoh:  Bersih benar badanmu nak, kata ibu kepada anaknya yang baru main seharian
  • Melibatkan gaya bahasa sarkasme, Sindiran yang sangat tajam dan kasar hingga kadang-kadang menyakitkan hati, contoh: Hai binatang enyah kau dari sini.


Sunday, October 13, 2019

PENILAIAN HARIAN BAHASA INDONESIA

SOAL PENILAIAN HARIAN BAB TEKS EDITORIAL
UNTUK KELAS XII SMA/ MA/ SMK SEMUA JURUSAN

SILAHKAN KLIK LINK INI   PENILAIAN HARIAN BAB TEKS EDITORIAL

TERIMA KASIH TELAH BERBUAT JUJUR

Tuesday, October 1, 2019

Donwload Soal Latihan PPG

7 Link PPG Paling Populer Tahun 2020
1. Modul Pedagogik Terlengkap 2019 - http://bit.ly/2nGr9NQ
2. Soal Pretest PPG Pedagogik Dengan Jawaban - http://bit.ly/2VC7sSE
3. Kumpulan Soal-Soal Modul 1-6 Materi Pedagogik - http://bit.ly/2nBJGuY
4. Soal dan Jawaban Pretest PPG - http://bit.ly/2nI57dy
5. Kumpulan Materi Pretest Mapel PPG - http://bit.ly/2HwR1n7
6. 50 Soal PPG dengan Jawabannya - http://bit.ly/2mQ7qeB
7. Kumpulan Modul PPG 2019 - bit.ly/filejalurppg
Silahkan di share, agar lebih bermanfaat.