Tuesday, January 12, 2016

KALIMAT KOMPLEKS DAN SIMPLEKS

Berikut ini adalah contoh - contoh kalimat kompleks dan simplek - Namun sebelum itu, ada baiknya kita pelajari dahulu pengertian kalimat - kalimat ini. 
Kalimat adalah rangkaian kata yang membentuk suatu makna. Kalimat sendiri memiliki struktur yang terdiri dari unsur – unsur kalimat, diantaranya adalah Subjek (S), (Predikat), Objek (O), dan juga bisa ditambahkan Keterangan (K), atau Pelengkap (Pel).
Berdasarkan struktur penyusunya, kalimat dikelompokkan menjadi kalimat kompleks dan kalimat simpleks.
Kalimat kompleks
Kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu struktur kalimat. Dengan kata lain, kalimat ini memiliki lebih dari satu verba utama atau predikat karena memiliki dua aksi, kejadian, atau peristiwa. Kedua struktur tersebut biasanya dipisahkan oleh koma, konjungsi, atau bahkan tidak memiliki tanda atau konjungsi sama sekali.
Contoh :
Ia   membeli   sepeda motor baru   karena   dia   memiliki   banyak uang.
 S        P                   O                      C           S          P                   O
Shinta   menyanyi   di taman, burung pun bersiul  dengan sangat merdu.
   S              P                 K             S                P                    K                
Budi  membayangkan  masa lalunya  ketika  dia  menjadi  seorang pejuang.  
   S                P                   O                  C       S          P                 K
Jenis – jenis kalimat kompleks
1. Kalimat Kompleks Hipotatik
Kalimat ini adalah kalimat kompleks yang memiliki dua struktur kalimat yang kedudukan antara strukturnya bertingkat. Dengan kata lain, kalimat ini terdiri dari struktur – struktur yang tidak sejajar atau setara dan kemudian digabungkan menjadi satu dengan konjungsi. Biasanya kalimat ini memiliki konjungsi seperti, ketika, apabila, jikalau, karena, sehingga, sebelum, dan lain – lain.
Contoh – contoh kalimat komplek hipotatik
1. Agus sedang menonton televisi ketika aku mengunjunginya di rumah.
3. Kamu akan menjadi anak yang rajin, apabila kamu belajar dengan sangat giat.
4. Kita semestinya sudah sampai di Jakarta, jika tidak terjebak kemacetan ini.
5. Adik menangis dengan sangat keras karena ditinggal oleh ibu ke pasar.
6. Dia bekerja dengan sangat giat, sehingga bisa menjadi sukses seperti sekarang ini.
7. Sebelum pergi ke luar rumah, Ani selalu berdoa dengan khusyuk.
8. Ketika aku sampai di sekolah, Budi sudah menyelesaikan tugas piketnya.
9. Ayam jantan berkokok dengan sangat keras sesudah matahari muncul dari peraduannya.
10. Pedagang itu bekerja keras agar dia bisa menafkahkan keluarganya.
2. Kalimat Kompleks Paratatik
Kalimat ini adalah kalimat komplek yang tersusun oleh dua buah struktur kalimat yang memiliki kedudukan setara atau sejajar. Biasanya kalimat kompleks ini ditandai dengan konjungsi seperti, dan, tetapi, sedangkan, atau, hanya, dan lain – lain.
Contoh kalimat komplek paratatik
1. Andi sangat giat bekerja dan rajin belajar.
2. Budi mengajak Ani untuk pergi ke sekolah tetapi Ani tidak mau pergi bersamanya.
3. Aku sudah berusaha dengan sangat keras, sedangkan dia hanya diam saja.
4. Jangan pernah menegur atau berbicara dengan orang asing.
5. Budi tidak bermaksud untuk kasar, hanya saja dia terlalu menyayangi adiknya.
6. Pengusaha itu pernah mengalami kegagalan, jadi dia tidak mungkin putus asa secepat itu.
7. Pertama – tama dia menipuku, lalu dia berani menipu orang tuanya sendiri.
8. Andi memberi makan kucingnya, kemudian dia juga memandikannya.
9. Ayah membeli daging ayam dan daging sapi di pasar.
10. Rita tidak memiliki apapun tetapi gayanya sangat sombong. 
Kalimat Simpleks
Kalimat simpleks yang disebut juga dengan kalimat simple adalah kalimat yang hanya terdiri dari satu verba utama atau predikat karena kalimat ini hanya memiliki satu aksi, peristiwa, atau tindakan saja. Kalimat ini biasanya hanya berpola S P, S P O, S P O K, atau S P O K Pel.
Contoh kalimat simpleks 
1. Shinta menangis.
2. Ibu menyiram bunga.
3. Adik terjatuh dari atas mobilnya di jalanan itu.
4. Aku bertemu dengan gadis yang berambut keriting itu di pasar.
5. Harimau itu menerkam buruannya dengan sangat tajam seperti pisau.
Perbedaan Kalimat Kompleks dan Simpleks
Perhatikan contoh kalimat di bawah ini!
1. Singkong dan mantang disukai oleh masyarakat Indonesia.
2. Budi belajar dengan sangat giat karena dia tidak mau tinggal kelas.
3. Singkong dan mantang yang ditanam oleh petani itu memiliki ukuran yang sangat besar.
4. Singkong yang besar itu digolongkan dalam kelas A dan mantang itu juga berasal dari kelas yang sama.
Kalimat no 2 dan 4 merupakan kalimat kompleks karena memiliki dua buah verba, yaitu belajar dan tidak mau, digolongkan da berasal.
Kalimat no 3 dan 4 merupakan kalimat simpleks karena memiliki satu verba, yaitu disukai, dan memiliki. Sebaliknya, kata ditanam pada kalimat no 3 merupakan pelengkap bukan predikat. 

Monday, January 11, 2016

PREDIKSI SOAL UN SMA/SMK/MA/MAK SEMUA JURUSAN TAHUN 2016

SOAL UN SMA/SMK/MA ini terdiri dari soal-soal Ujian Nasional SMA/SMK/MA yang dilengkapi dengan: pembahasan soal un, kunci jawaban soal un, juga ada "bocoran" soal un sma/ma/smk yang berupa prediksi soal un sma/ma/smk 2016. Di dalam situs ini juga sudah disediakan berbagai contoh soal un sma/ma/smk untuk menghadapi ujian nasional sma/smk/ma tahun 2016.
Soal Try Out (TO) Ujian Nasional (UN) SMA/SMK/MA Jurusan IPA/IPS 2016
KLIK >> DOWNLOAD SOAL TRY OUT UN MATEMATIKA SMA IPA 2015 & KUNCI JAWABAN
KLIK >> DOWNLOAD SOAL TO UN BIOLOGI SMA IPA 2015 & PEMBAHASAN
KLIK >> DOWNLOAD SOAL TO UN FISIKA SMA/MA IPA 2015 & PEMBAHASAN
KLIK >> DOWNLOAD SOAL TO UN BAHASA INDONESIA SMA/MA IPA 2015 & JAWABAN
KLIK >> SOAL TO UN EKONOMI SMA/MA IPS 2015 & JAWABAN
KLIK >> SOAL TO UN BAHASA INGGRIS SMA/MA 2015 & JAWABAN
KLIK >> SOAL TO UN BAHASA INDONESIA SMA/MA 2015 & JAWABAN 
KLIK >> SOAL TO UN SMK BAHASA INDONESIA, BAHASA INGGRIS MATEMATIKA & PEMBAHASAN
KLIK >> SOAL TO UN EKONOMI SMA/MA IPS 2015 & JAWABAN
KLIK >> Download Soal UN Sosiologi SMA/MA IPS 2015 (Try Out)
KLIK >> SOAL TRY OUT UN GEOGRAFI SMA/MA 2015 & JAWABAN


PREDIKSI SOAL UN SMA/SMK/MA IPA & IPS 2016
KLIK >> Download Prediksi Soal UN Sosiologi SMA IPS 2015 dan Pembahasan
KLIK >> Download Prediksi SOAL UN KIMIA SMA/MA 2015 DAN PEMBAHASAN
KLIK >> Download Prediksi Soal UN Biologi SMA/MA IPA 2015 dan Pembahasan
KLIK >> DOWNLOAD PREDIKSI SOAL UN BAHASA INDONESIA SMA/MA 2015 & PEMBAHASAN
KLIK >> DOWNLOAD PREDIKSI SOAL UN EKONOMI SMA 2015 DAN PEMBAHASAN
KLIK >> DOWNLOAD PREDIKSI SOAL UN BAHASA INGGRIS SMA 2015 DAN PEMBAHASAN 
KLIK >> DOWNLOAD PREDIKSI SOAL UN FISIKA SMA 2015 DAN PEMBAHASAN


Soal Soal UN SMA 2016 IPA & IPS
SOAL UN SMA IPA 2016
KLIK >> Download Soal UN Matematika SMA/MA 2014
KLIK >> Download Soal UN Bahasa Indonesia SMA/MA 2014 
KLIK >> Download Soal UN Bahasa Inggris SMA/MA 2014 
SOAL UN SMA IPS 2016
KLIK >> Download Soal UN Matematika SMA/MA IPS
KLIK >> Download Soal UN Bahasa Indonesia SMA/MA IPS
KLIK >> Download Soal UN Bahasa Inggris SMA/MA IPS
KLIK >> Download Soal UN Sosiologi SMA/MA
KLIK >> Download Soal UN Ekonomi SMA/MA
KLIK >> Download Soal UN Geografi SMA/MA 

Soal Soal UN SMK 2016
KLIK >> DOWNLOAD SOAL UN SMK 2014 Teknologi, Kesehatan, Pertanian Matematika dan Pembahasan

Soal Soal UN SMA IPA & IPS 2016 (Latihan)
Soal-soal UN SMA IPA
Download Soal & Pembahasan UN SMA Matematika 
Download Soal & Pembahasan UN SMA Bahasa Indonesia
Download Soal & Pembahasan UN SMA Bahasa Inggris
Download Soal & Pembahasan UN SMA Fisika
Download Soal & Pembahasan UN SMA Kimia
Download Soal & Pembahasan UN SMA Biologi
Soal-soal UN SMA IPS
Download Soal & Pembahasan UN SMA Bahasa Indonesia IPS
Download Soal & Pembahasan UN SMA Bahasa Inggris IPS
Download Soal & Pembahasan UN SMA Sosiologi
Download Soal & Pembahasan UN SMA Ekonomi
Download Soal & Pembahasan UN SMA Geografi

Bocoran Soal UN SMA/SMK/MA 2016
Bocoran Soal UN SMA IPA
Download Soal Bocoran UN SMA Matematika 
Download Soal Bocoran UN SMA Bahasa Indonesia
Download Soal Bocoran UN SMA Bahasa Inggris
Download Soal Bocoran UN SMA Fisika
Download Soal Bocoran UN SMA Kimia
Download Soal Bocoran UN SMA Biologi
Bocoran Soal-soal UN SMA IPS
Download Bocoran Soal UN SMA Matematika IPS
Download Bocoran Soal UN SMA Bahasa Indonesia IPS
Download Bocoran UN SMA Bahasa Inggris IPS
Download Bocoran UN SMA Sosiologi
Download Bocoran UN SMA Ekonomi
Download Bocoran UN SMA Geografi

Wednesday, January 6, 2016

SOAL UN BAHASA INDONESIA SMK 2016

Bahasa Indonesia SMK 2016



Oke, langsung saja file pembahasan "Bocoran" soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMK 2015 bisa dengan mengklik tautan di bawah ini:

Download Pembahasan "Bocoran" Soal UN Bahasa Indonesia SMK 2015

Atau bila ingin melihatnya bagaimana tampilan soal secara langsung terlebih dulu sebelum mendownloadnya, maka blog berbagi persilahkan anda untuk menunggu sejenak dan melihatnya pada jendela tampilan di bawah ini.....


Download

Dan jangan lupa untuk mempelajari rangkuman materi, latihan soal, serta trik cepat mengerjakan soal UN SMART SOLUTION, TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS soal-soal UN yang terdapat pada bagian kanan blog ini atau pada kotak pencarian. Selamat berjuang!

Semoga bermanfaat dan semoga sukses dalam UN 2015! Amin....

Soal-Soal Psikotes

Soal Psikotes & Tes Wawancara Kerja

Ikuti Simulasi Soal psikotes berikut ini :

 
Soal Psikotes Pengendalian Diri
1. Bila ada rekan kerja yang salah memanggil nama saya,
A. Saya sedikit tersinggung, karena nama adalah kehormatan seseorang
B. Saya tak boleh tersinggung
C. Saya mengingatkannya
D. Saya mengingatkannya dengan keras agar tidak diulang
E. Itu tidak menjadi masalah
2. Reko kali ini lupa belum mengembalikan bolpoin yang dipinjamnya
Saya akan menegurnya dengan keras agar tidak terulang lagi
Saya membiarkannya terlebih dulu sebab ini yang pertama kalinya dia lupa
Saya mengihlaskan bolpoin tersebut, toh harganya murah
Saya mengingatkannya
Saya menyindirnya agar ingat kelalaiannya
3. Saya sudah berusaha untuk memperbaiki kelemahan diri,tetapi belum juga menampakkan hasilnya.
Sehingga saya,
A. menerimanya dengan terpaksa.
B. menerimanya, meski tentu saja dengan sedikit kekecewaan
C. menerimanya dengan lapang dada
D. membenci diri saya sendiri.
E. meratapi diri sendiri.
4. Ketika sedang melakukan presentasi, saya menerima pesan singkat (SMS) yang mengabarkan bahwa
anak saya diopname di rumah sakit. Reaksi saya adalah …
A. Menghentikan presentasi dan langsung menuju rumah sakit
B. Mencari tahu kondisi anak saya kemudian memutuskan apakah tetap presentasi atau ke rumah sakit
C. Membalas SMS dan melanjutkan presentasi
D. Melanjutkan presentasi
E. Menghentikan presentasi dan mencari tahu kondisi anak saya
5. Jika hal-hal kecil merusak rencana besar saya,
A. Saya sangat sedih dan marah kenapa hal kecil mampu merusak rencana besar
B. Saya marah
C. Saya melakukan evaluasi menyeluruh
D. Saya akan melakukan teguran kepada pihak pelaksana
E. Saya perlu waktu untuk menenangkan diri
6. Pengumuman pemenang tender akan diumumkan besok.
A. Malam ini saya tidak bisa tidur
B. Malam ini saya melakukan refreshing terlebih dulu, agar besok tidak terlalu tertekan bila bukan
saya pemenangnya
C. Biarlah takdir yang menentukan
D. Saya berharap menang, namun jika kalah, saya siap
E. Pokoknya saya yakin dan harus menang
7. Jika saya sedang marah kepada orang lain,
A. Saya susah memberitahukannya
B. Saya marah dengan diam mengacuhkannya
C. Saya memberitahukan kesalahannya
D. Saya tampar wajahnya
E. Kalau memang keterlaluan baru saya tampar wajahnya
8. Dibandingkan dengan rekan-rekan kerja saya yang lain, gaya kemarahan saya adalah
A. Saya sering marah seperti lazimnya rekan lain
B. Kemarahan saya lebih dahsyat dari rekan lain
C. Saya tidak pernah marah
D. Saya marah jika memang diperlukan untuk perbaikan kondisi agar lebih baik
E. Saya cenderung lebih pemarah dari rekan lain
9. Apa pendapat anda tentang marah ?
A. Marah itu buruk
B. Marah itu buruk sekali
C. Marah itu tidak baik
D. Marah itu bisa baik bisa buruk
E. Marah itu tidak diperlukan
10. Pendapat saya tentang kesabaran,
A. Sabar itu memang mudah diucapkan namun sulit dilakukan
B. Bersabar adalah hal paling sulit dalam hidup saya
C. Saya terus berusaha menjadi lebih sabar
D. Sabar itu ada batasnya
E. Mustahil ada orang yang selalu bisa bersabar terhadap semua kasus kehidupan
11. Menurut rekan-rekan saya, kesabaran saya
A. Rendah sekali
B. Sedang
C. Rendah
D. Terkadang sabar terkadang tidak
E. Cukup tinggi
jawaban :
1. C
2. D
3. C
4. B
5. C
6. D
7. C
8. D
9. D
10. C
11. E

Penilaian :
Jawaban benar 9-11 : Tingkat Pengendalian Diri baik
Jawaban benar 7-8 : Tingkat Pengendalian Diri sedang
Jawaban benar kurang dari 7 : Tingkat Pengendalian Diri rendah
Tips meningkatkan Tanggungjawab
Pahami bahwa setiap perbuatan kita akan ditanyai oleh Allah SWT untuk dipertanggungjawabkan. Mulai dari hal kecil dan sepele sampai dengan hal yang besar dan penting. Tak ada perbuatan yang luput dari pertanggungjawaban akherat. Dengan memahami dan meyakini hal ini, cukuplah bagi kita untuk terus berhati-hati dalam setiap perbuatan.
Soal Psikotes Integritas & Kejujuran
1. Hampir semua pegawai di kantor instansi saya meminta uang tanda terimakasih atas pengurusan surat ijin tertentu. Namun menurut peraturan kantor, hal itu tidaklah diperbolehkan, maka saya
A. Ikut melakukannya karena bagaimanapun juga kawan-kawan kantor juga melakukannya
B. Melakukannya hanya jika terpaksa membutuhkan uang tambahan untuk keperluan keluarga, sebab gaji kantor memang kecil
C. Terkadang saja melakukan hal tersebut
D. Berusaha semampunya untuk tidak melakukannya
E. Tidak ingin melakukannya sama sekali
Anda adalah seorang karyawan apotek. Seorang pembeli ingin membeli obat-obatan tertentu yang harus menggunakan resep dokter karena bisa membahayakan kesehatan. Dia tidak mempunyai resep itu. Namun pembeli tersebut memaksa ingin membelinya dan dia memberikan sejumlah uang kepada agar mau memberikan obat tersebut. Apa yang anda lakukan ?
Saya memberikan obat tersebut kepadanya, toh tak ada yang tahu
Saya ragu-ragu keputusan apa yang saya ambil
Saya berkonsultasi kepada rekan sejawat dulu
Saya menolaknya dengan mantap
Saya menerima uang tersebut dan memberikan obatnya
Atasan anda melakukan rekayasa laporan keuangan kantor, maka anda
A. Dalam hati tidak menyetujui hal tersebut
B. Hal tersebut sering terjadi di kantor manapun
C. Mengingatkan dan melaporkan kepada yang berwenang
D. Tidak ingin terlibat dalam proses rekayasa tersebut
E. Hal semacam itu memang sudah menjadi tradisi yang tidak baik di Indonesia
4. Andi, teman karib anda, melakukan kecurangan absensi. Maka anda
   A. Mentoleransi sebab baru kali ini Andi melakukannya
   B. Rekan kerja yang lain juga melakukannya, jadi tidaklah mengapa
   C. Mengingatkan dan menegur
   D. Menegur dan melaporkan apa adanya kepada atasan
   E. Menanyakan kepadanya mengapa dia melakukan hal tersebut
5. Saya ditugaskan pimpinan untuk menjadi notulen dalam rapat Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan. Respon saya adalah …
A. Berusaha menghindari rekan yang membujuk untuk mengetahui hasil keputusan rapat
B. Dengan bangga saya akan menceritakan kepada rekan sejawat saya hasil keputusan rapat
C. Memberitahukan anggota keluarga tentang hasil keputusan rapat
D. Memberitahu sahabat saya dikantor tentang hasil keputusan rapat
E. Tidak akan membocorkan hasil keputusan rapat karena bukan wewenang saya
6. Organisasi sedang mengalami permasalahan internal seputar manajemen keuangan. Pendapat saya terhadap kondisi ini adalah …
A. Saya akan menjaga kerahasiaan permasalahan yang terjadi dan mencoba memberikan alternatif solusi kepada pimpinan
B. Seharusnya pimpinan puncak dapat menindak tegas yang terlibat dalam masalah ini
C. Tidak mempersoalkan masalah tersebut karena bukan bagian tugas saya
D. Pastikan bahwa kepala keuangan bertanggungjawab penuh terhadap masalah ini
E. Perlu membeberkan permasalah kepada seluruh jajaran organisasi
7. Bagi saya, bekerja adalah…
   A. Beribadah
   B. Tugas
   C. Kewajiban
   D. Kebutuhan
   E. Mencari uang untuk nafkah
8. Seorang oknum staf HRD Perusahaan menawarkan bantuan kepada saya, untuk bisa diterima menjadi karyawan ditempat tersebut dengan cara memberikan dana dengan jumlah tertentu. Sikap saya adalah
A. Menerima tawaran tersebut, sebab persaingan memang sangat ketat
B. Mempertimbangkan terlebih dahulu segala sesuatunya
C. Mencoba terlebih dahulu dengan cara resmi sebelum melalui cara seperti itu
D. Menolaknya. Karena saya ingin diterima dengan cara yang sah, bukan dengan suap, agar rezki saya sebagai Karyawan nanti tetap halal
E. Meminta pertimbangan orangtua dan pihak-pihak yang lebih berpengalaman
9. Sebagian rekan kerja pulang 20 menit lebih awal dari jadwal yang seharusnya, bagaimana dengan anda ?
   A. Karena banyak yang melakukannya, mungkin hal itu tidaklah mengapa
   B. Banyak yang melakukannya sehingga sayapun juga melakukannya
   C. Demi toleransi, saya ikut melakukannya
   D. Saya tidak melakukannya agar dinilai sebagai staf yang rajin oleh atasan
   E. Saya tetap mengikuti aturan yang berlaku sehingga tetap pulang sesuai jadwal
10. Saya sering mengingatkan bawahan saya untuk tidak melakukan kekeliruan pekerjaan kantor,
   A. Sayapun tidak boleh melakukan kekeliruan tersebut
   B. Karena saya atasannya, peraturan tersebut tidak berlaku bagi saya sendiri
   C. Saya sesekali melakukan kekeliruan tersebut
   D. Peraturan tersebut khusus untuk pegawai setingkat dia
   E. Lebih baik saya tidak melakukan kekeliruan tersebut
11. Ketika di kantor, saya tiba-tiba ingin mem-print 3 lembar data-data pribadi, yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan,
   A. Maka saya langsung saja mem-print di kantor
   B. Saya mem-print di kantor namun dengan memakai kertas saya sendiri
   C. Saya mem-print di kantor namun menunggu setelah jam kerja selesai
   D. Saya mem-print di rumah saja memakai printer sendiri
   E. Saya mem-print di kantor pada saat printer tidak dipakai
12. Ketika banyak pegawai di kantor saya tidak mematuhi peraturan tentang larangan penggunaan fasilitas internet kantor untuk keperluan pribadi, pendapat saya
A. Sayapun tidak akan mematuhi peraturan yang sangat sulit untuk dipatuhi itu
B. Jika hanya saya yang mematuhi peraturan tersebut, maka percuma saja
C. Saya akan terus mematuhi peraturan tersebut meskipun sebagian besar melanggarnya
D. Saya mematuhi peraturan tersebut dan berusaha mengajak pegawai lain untuk turut mematuhinya
E. Sebaiknya peraturan yang sulit seperti itu harus dirubah
Jawaban :
1.E
2.D
3.C
4.D
5.E
6.A
7.A
8.D
9.E
10.A
11.D
12.D
Penilaian
Jumlah jawaban benar 11-12 : Integritas Tinggi
Jumlah jawaban benar 9 -10 : Integritas Sedang
Jumlah jawaban benar kurang dari 8 : Integritas Rendah
Tips meningkatkan Integritas Diri
Pahamilah bahwa semakin anda memiliki integritas maka semua pihak akan segan dan hormat kepada anda. Begitupun sebaliknya. Semakin anda tidak memiliki integritas, maka semua pihak menyepelekan dan melecehkan anda. Maka mulai sekarang jadilah diri yang berintegritas (Jujur, tegas, disiplin)
Soal Psikotes Inisiatif & Kreatifitas
1. Kinerja organisasi berjalan cukup efisien, namun pimpinan terkesan mengontrol situasi dengan sangat ketat. Sikap saya adalah …
A. Tidak bertindak apapun, cukup dengan mengikuti jalannya arus
B. Mengusahakan keterlibatan pegawai dalam pengambilan keputusan
C. Mengabaikan saja
D. Melakukan apa saja yang dapat dikerjakan utuk membuat pegawai merasa peting dan dilibatkan
E. Mengingatkan pentingnya batas waktu dan tugas kepada atasan
2. Saya mengajukan suatu usulan untuk atasan saya namun usulan tersebut menurut atasan saya kurang tepat. Sikap saya adalah …
A. Merasa sangat kecewa
B. Mencoba mencari alternatif usulan lain yang lebih tepat untuk diajukan lagi
C. Merasa kecewa tetapi berusaha melupakan penolakan tersebut
D. Bersikeras memberikan alasan dan pembenaran atas usulan tersebut sampai dapat meyakinkan atasan saya
E. Membiarkan saja
3. Saya ditugaskan di front office untuk melayani tamu pimpinan. Pada saat pimpinan saya tidak berada di tempat dan ada tamu pimpinan yang memerlukan keputusan segera, sedangkan atasan tidak dapat dihubungi, maka sikap saya adalah …
A. Mengambil keputusan meskipun tanpa petunjuk atasan selama tidak bertentangan dengan kebijakan umum pimpinan
B. Tidak berani mengambil keputusan tanpa petunjuk atasan saya
C. Ragu‐ragu dalam mengambil keputusan tanpa petunjuk atasan saya
D. Menunda‐nunda pengambilan keputusan tanpa petunjuk atasan saya
E. Mengambil keputusan tanpa petunjuk atasan karena keadaan sangat mendesak
4. Pimpinan kantor menggelar rapat kerja membahas penyusunan rencana kerja untuk tahun anggaran depan. Setiap pegawai diharapkan mempersiapkan usulan untuk kegiatan tahun depan. Respon saya...
A. Berminat mengajukan suatu ide kegiatan yang akan dilaksanakan meskipun nantinya ide tersebut tidak diterima
B. Tidak berminat sama sekali untuk mengajukan suatu ide kegiatan
C. Akan mengajukan suatu ide kegiatan jika diminta oleh pimpinan
D. Mungkin berminat untuk mengajukan suatu ide kegiatan yang akan dilaksanakan tergantung situasi dan kondisi
E. Ragu‐ragu untuk mengajukan suatu ide kegiatan karena akan kecewa jika tidak diterima
5. Organisasi saya sedang mengalami masalah internal, sikap saya
A. Bagaimanapun juga publik berhak tahu, oleh karenanya saya beberkan masalah internal tersebut kepada publik
B. Saya berusaha memberikan gagasan pemecahan masalah kepada pimpinan, sambil menjaga kerahasiaan masalah internal ini
C. Biarlah pimpinan yang mengambil keputusan
D. Saya tentu saja berusaha menjaga keamanan posisi saya agar tidak terusik
E. Saya berusaha agar diri saya jangan sampai terkena imbasnya
6. Ketika sedang melakukan presentasi, kancing baju Pak Benny, yang juga atasan anda, terlepas satu buah di bagian perut. Hal ini sangat mengganggu jalannya presentasi. Namun tampaknya tak ada yang berani memberitahu Pak Benny. Bagaimana sikap anda ?
A. Lebih baik saya diam karena yang lainpun juga diam saja
B. Saya menuliskan ke secarik kertas mengenai kancing tersebut lalu saya serahkan kepada Pak Benny
C. Meskipun hal itu mengganggu jalannya presentasi namun saya tak mau ambil resiko dengan memberitahunya
D. Saya takut Pak Benny tersinggung, jadi tak ada alasan untuk saya memberitahunya
E. Semoga Pak Benny sadar dengan sendirinya
7. Seorang kawan memiliki isteri yang akan melahirkan, dan karena tidak memiliki biaya Rumah Sakit, maka dia meminjam uang dari anda, padahal uang anda hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
A.Saya meminta maaf dan mengatakan yang sebenarnya bahwa saya tidak punya uang untuk dipinjamkan
B. Saya pinjamkan sisa uang saya yang sedikit tersebut
C. Saya menolak meminjamkan uang saya, karena itu hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari
D. Saya akan memberikan solusi dengan membantunya meminjam uang dari kawan lain
E. Saya menyarankan agar dia meminjam dari orang lain
Jawaban :
1.B
2.B
3.A
4.A
5.B
6.B
7.D
Jumlah jawaban benar 6-7 : Inisiatif & Kreatifitas Tinggi
Jumlah jawaban benar 4 -5 : Inisiatif & Kreatifitas sedang
Jumlah jawaban benar kurang dari 4 : Inisiatif & Kreatifitas Rendah
Tips Meningkatkan Kreatifitas:
Cobalah mengerjakan suatu rutinitas dengan cara yang berbeda dari biasanya
Cobalah pergi ke kantor dengan rute atau kendaraan yang berbeda
Cobalah berfikir sesuatu ide yang belum pernah terlintas dalam benak
Cobalah sering-sering bertukar ide dan gagasan dengan orang lain yang lebih pintar
Psikotes Bekerja Dalam Tim (Teamwork Test)
Petunjuk:
Jawablah pertanyaan ini tanpa harus berpikir lama. Jawablah secara spontan sesuai dengan kondisi diri anda sendiri. Berilah nilai skala 1 sampai dengan 10 terhadap jawaban anda. Misalkan jika pada nomor satu, anda sangat percaya penuh pada rekan anda, maka angkanya adalah 10. Jika sangat tidak percaya maka angkanya adalah 1.

1. Jika anda bekerja dengan rekan kerja lainnya, seberapa besar anda percaya bahwa rekan anda bekerja dengan baik ?
2. Seberapa besar anda menghargai rekan-rekan kerja anda dalam perusahaan ?
3. Seberapa besar anda peduli dengan kesulitan yang dihadapi rekan dalam tim kerja anda ?
4. Seberapa baik anda mengakomodasi cara-cara penyelesaian tugas yang diinginkan oleh mayoritas anggota tim ?
5. Seberapa baik anda mengikuti jadwal kerja yang telah menjadi kesepakatan tim ?
6. Seberapa baik anda berkomunikasi dengan rekan kerja lainnya untuk kelancaran tugas tim ?
7. Seberapa baik anda mendelegasikan kewenangan terhadap anggota tim ?
8. Seberapa baik anda dapat meyakinkan anggota tim lain bahwa tim bisa sukses ?
9. Seberapa baik anda meredakan persilisihan yang terjadi antara anggota tim ?
10.Seberapa baik anda mendengarkan saran dan pendapat pihak lain ?

Keterangan:
Jumlahkan skor anda lalu lihat tabel skor dibawah ini :
Skor Total Nilai Teamwork
85-100 Nilai kerjasama tim anda baik. Anda mampu bekerja dalam tim dengan secara optimal.
71-84 Nilai kerjasama tim anda sedang. Anda cukup mampu bekerja dalam tim, meskipun belum optimal.
65-70 Nilai kerjasama tim anda kurang. Anda kurang mampu bekerja dalam tim.
Dibawah 65 Nilai kerjasama tim anda buruk. Anda adalah seorang yang tidak mampu bekerjasama dengan orang lain. Anda lebih suka bekerja sendiri.
Tips :
Jika skor tes kerjasama anda tinggi, berarti anda memiliki karakter yang baik untuk dapat bekerja sama dengan orang lain dalam sebuah tim untuk mencapai tujuan tertentu.
Jika skor anda sedang, anda perlu meningkatkan lagi karakter kerjasama anda. Cermati poin mana saja yang belum anda miliki. Sadari. Perbaiki.
Jika skor anda rendah, anda harus menyadari betul bahwa dalam dunia kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari, pastilah diperlukan kerjasama dengan orang lain. Tak mungkin orang bisa hidup sendirian. Oleh sebab itu, “bartaubatlah”. Sadari. Perbaiki karakter kerjasama anda.

Thursday, December 24, 2015

20 TANDA KEHAMILAN AWAL

adalah sebuah periode dimana seorang wanita membawa embrio di dalam rahimnya. Bagi pasangan suami-istri yang telah menikah, kehamilan ini adalah saat yang ditunggu-tunggu, meskipun ada yang menundanya. Begitu dinantikannya, sehingga tidak mau ketinggalan momen ini dan pada akhirnya mencari tahu seperti apa sih tanda awal kehamilan itu? Seperti apa sih ciri-ciri wanita hamil muda itu?

Nah, untuk menambah pengetahuan dan rasa penasaran Anda mengenai ciri wanita hamil, berikut ini kami informasikan 20 tanda awal kehamilan yang umum terjadi pada wanita hamil.


Tanda Kehamilan Awal
1. Payudara bengkak dan lembut

Nyeri atau kesemutan di payudara adalah salah satu gejala kehamilan yang paling umum. Di awal kehamilan, payudara akan mengisi dan berubah bentuk karena mempersiapkan diri untuk menghasilkan ASI. Payudara pun bisa menjadi sangat lembut dan sensitif selama beberapa bulan. Namun perlu dicatat, menurut ahli laktasi, Teresa Pitman, tidak semua wanita mengalami perubahan ini, terutama jika mereka telah menggunakan pil KB. Selain payudara yang membengkak, salah satu tanda lainnya adalah dengan area aerola warnanya menjadi lebih gelap.

2. Perubahan Bentuk tubuh

Bukan hanya perut yang membesar ketika seorang wanita mengalami kehamilan. Namun beberapa daerah lain seperti bokong, paha dan dada serta lengan biasanya akan ikut mengalami pembengkakan. 

3. Buang Air Kecil Makin Sering & Konstipasi

Saat hamil, janin yang tumbuh di rahim akan menekan kandung kemih sehingga frekuensi buang air kecil pun akan bertambah. Kandung kemih juga lebih cepat dipenuhi urine dan keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih sering.

4. Mudah Lelah

Di awal kehamilan, Anda akan merasa mudah lelah. Rasanya Anda ingin bermalas-malasan saja di tempat tidur. Hal ini terjadi karena tubuh sedang menyesuaikan diri dengan adanya makhluk baru. Peningkatna hormon progesteron juga sering dihubungkan dengan tanda keempat ini. Selain itu Anda bisa jadi mudah lelah karena menurunnya kadar gula darah dan tekanan darah.

5. Mual (Morning Sickness)

Mual adalah gejala kehamilan yang paling umum. Rasa mual itu terjadi karena peningkatan hormon HCG (Human Chorionic Gonadotrophin). Peningkatan hormon HCG ini menyebabkan efek pedih pada lapisan perut sehingga menimbulkan rasa mual. Biasanya rasa mual ini akan pergi seiring Anda memasuki trimester kedua kehamilan. Selain mual, Anda juga merasa lebih sensitif pada bau tertentu. Sejumlah peneliti menduga, gejala ini terjadi agar wanita hamil tidak mudah makan sembarangan sehingga melindungi bayi dari racun yang berbahaya.

6. Terlambat Haid

Salah satu tanda kehamilan yang paling jelas adalah terlambat datang bulan. Namun tidak semua keterlambatan tersebut diartikan sebagai kehamilan. Anda bisa saja telat haid karena stres, diet atau gangguan hormonal. Selain itu, beberapa wanita juga bisa mengalami pendarahan atau spotting (timbul bercak darah). Segera konsultasikan ke dokter mengenai masalah tersebut.

7. Perubahan Mood

Wanita hamil memiliki mood yang mudah berubah. Bisa saja di satu waktu Anda merasa sangat bahagia, namun beberapa waktu kemudian Anda jadi marah pada suami hanya krena masalah sepele. Tidak perlu mengkhawatirkan perubahaan mood ini karena normal. Mood berubah karena terjadinya perubahan hormon secara drastis di tubuh Anda. Kalau Anda belakangan merasakan hal tersebut, itu terjadi karena tubuh sedang menyesuaikan diri dengan kehadiran hormon baru.

9. Munculnya bercak darah atau flek

Bercak darah ini muncul sebelum menstruasi yang akan datang, biasanya terjadi antara 8-10 hari setelah terjadinya ovulasi. Bercak darah ini disebabkan oleh implantasi (implantation bleeding) atau menempelnya embrio pada dinding rahim. Munculnya bercak darah pada saat kehamilan kadang disalah artikan sebagai menstruasi.

10. Kram Perut

Selain itu, keluarnya bercak darah biasanya diikuti oleh kram perut. Kram perut pada kondisi terjadinya kehamilan akan terjadi secara teratur. Dan kondisi kram perut ini, akan terus berlanjut sampai kehamilan trimester kedua, sampai letak uterus posisinya berada ditengah dan disangga oleh panggul.

11. Pusing dan sakit kepala (Headaches)

Gangguan pusing dan sakit kepala yang sering dirasakan oleh ibu hamil diakibatkan oleh faktor fisik; rasa lelah, mual, lapar dan tekanan darah, rendah. Sedangkan penyebab emosional yaitu adanya perasaan tegang dan depresi. Selain itu peningkatan pasokan darah ke seluruh tubuh juga bisa menyebabkan pusing saat ibu berubah posisi.

12. Sembelit

Sembelit terjadi akibat peningkatan hormon progesterone. Hormon ini selain mengendurkan otot-otot rahim, juga berdampak pada mengendurnya otot dinding usus sehingga menyebabkan sembelit atau susah buang air besar. Namun keuntungan dari keadaan ini adalah memungkinkan peyerapan nutrisi yang lebih baik saat hamil.

13. Sering meludah (hipersalivasi)

Tanda kehamilan ini terjadi akibat pengaruh perubahan hormon estrogen, biasanya terjadi pada kehamilan trimester pertama. Kondisi ini biasanya menghilang setelah kehamilan memasuki trimester kedua

14. Naiknya temperatur basal tubuh

Jika terjadi kehamilan atau ovulasi, maka suhu basal tubuh ibu akan meningkat. Kondisi ini akan bertahan selama terjadinya kehamilan. Kondisi ini tidak akan turun ke kondisi sebelum terjadinya ovulasi.

15. Sakit punggung

Biasanya, Anda tidak punya masalah dengan sakit punggung. Namun kini, punggung bagian bawah terasa nyeri. Jika Anda benar hamil, gangguan ini akan menetap hingga melahirkan kelak.

16. Ngidam atau menolak makanan tertentu

Tanpa alasan yang jelas, mendadak Anda sangat menginginkan makanan tertentu, yang sebelumnya mungkin bukan makanan favorit Anda. Atau sebaliknya, Anda tiba-tiba tak tahan dengan makanan yang selama ini jadi kegemaran Anda.

17. Sensitif pada bau

Anda tak tahan pada segala macam bau, terutama aroma makanan tertentu. Saking tak tahannya, bau tertentu bisa membuat Anda mual dan muntah!

18. Gejala PMS

Anda merasakan gejala PMS yang sama seperti yang Anda rasakan setiap bulan. Perut kembung, sakit pinggang, nyeri pada payudara, bahkan nafsu makan yang meningkat. Tapi, kok belum haid juga, ya?

19. Positif tes kehamilan

Hasil uji test pack menunjukkan tanda positif! Apakah itu artinya Anda benar-benar hamil? Belum tentu! Anda baru akan mendapat jawaban yang akurat, setelah pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan USG.

20. Ada janin yang berkembang di dalam rahim Anda

Pemeriksaan USG menunjukkan titik kecil yang bergerak-gerak di dalam kantung kehamilan? Selamat! Jaga perkembangan si kecil hingga tiba waktunya bersalin ya, Ma!

Ke-20 poin di atas merupakan gejala awal kehamilan yang umum dan biasa terjadi pada wanita yang sedang hamil muda. Namun tentu tidak semua wanita akan mengalami ha tersebut. Utuk memastikannya, periksakan segera ke dokter kandungan atau bidan Anda.

Thursday, December 17, 2015

PENGERTIAN DONGENG DAN PEMBAHASANNYA

PENGERTIAN CERITA, DONGENG DAN METODE BERCERITA
Cerita adalah rangkaian peristiwa yang disampaikan, baik berasal dari kejadian nyata (non fiksi) ataupun tidak nyata (fiksi). Kata Dongeng berarti cerita rekaan/tidak nyata/fiksi, seperti: fabel (binatang dan benda mati), sage (cerita petualangan), hikayat (cerita rakyat), legenda (asal usul), mythe (dewa-dewi, peri, roh halus), ephos (cerita besar; Mahabharata, Ramayana, saur sepuh, tutr tinular). Jadi kesimpulannya adalah “Dongeng adalah cerita, namun cerita belum tentu dongeng”. Metode Bercerita berarti penyampaian cerita dengan cara bertutur. Yang membedakan anatara bercerita dengan metode penyampaian cerita lain adalah lebih menonjol aspek teknis penceritaan lainnya. Sebagaimana phantomin yang lebih menonjolkan gerak dan mimik, operet yang lebih menonjolkan musik dan nyanyian, puisi dan deklamasi yang lebih menonjolkan syair, sandiwara yang lebih menonjol pada permainan peran oleh para pelakunya, atau monolog (teater tunggal) yang mengoptimalkan semuanya. Jadi tegasnya metode bercerita lebih menonjolkan penuturan lisan materi cerita dibandingkan aspek teknis yang lainnya.
Di Inggris konon pernah diadakan penyebaran angket kepada orang-orang dewasa. Kepada mereka ditanyakan pada saat apa mereka benar-benar merasa bahagia di masa kanak-kanak dulu. Jawaban mereka : “Pada saat orang tua mereka membacakan buku atau Cerita” Apabila pertanyaan yang sama diajukan kepada orang-orang dewasa di Indonesia, kiranya jawaban tak akan jauh berbeda. Bahkan, khusus mengenai cerita, sampai orang dewasapun masih tetap menggemarinya. Tengoklah obrolan kita juga akan semakin ‘renyah’ bila kita saling bercerita dengan penuh semangat. Cerita memang ‘gurih’. Semua orang tak pandang usia, menyukainya. Bercerita adalah metode komunikasi universal yang sangat berpengaruh kepada jiwa manusia. Bahkan dalam teks kitab sucipun banyak berisi cerita-cerita. Tuhan mendidik jiwa manusia menuju keimanan dan kebersihan rohani, dengan mengajak manusia berfikir dan merenung, menghayati dan meresapi pesan-pesan moral yang terdapat dalam kitab suci, Beliau mengetahui akan jiwa manusia, mengetuk hati manusia antara lain dengan cerita-cerita. Karena metode ini sangat efektif untuk mempengaruhi jiwa anak-anak. Mengapa metode cerita ini efektif ? jawabannya tidak sulit. Pertama, cerita pada umumnya lebih berkesan daripada nasehat murni, sehingga pada umumnya cerita terekam jauh lebih kuat dalam memori manusia. Cerita-cerita yang kita dengar dimasa kecil masih bisa kita ingat secara utuh selama berpuluh-puluh tahun kemudian. Kedua, melalui cerita manuasi diajar untuk mengambil hikmah tanpa merasa digurui. Memang harus diakui, sering kali hati kita tidak merasa nyaman bila harus diceramahi dengan segerobak nasehat yang berkepanjangan.
Ada suatu ungkapan ”Seorang  Guru yang tidak bisa bercerita, ibarat orang yang hidup tanpa kepala”. Betapa tidak, bagi para pengasuh anak-anak (guru, tutor) keahian bercerita merupakan salah satu kemampuan yang wajib dikuasai. Melalui metode bercerita inilah para pengasuh mampu menularkan pengetahuan dan menanamkan nilai budi pekerti luhur secara efektif, dan anak-anak menerimanya dengan senang hati. Pada saat ini begitu banyak cerita yang tersebar, namun masih jarang tulisan dari para praktisi ahli cerita , yang mampu mengarahkan secara khusus untuk ditujukan kepada anak-anak usia dini, sehingga penceritaan yang disampaikan kurang mengena. Apalagi model cerita yang secara khusus didasarkan pada material kurikulum pengajaran di TPA/KB/RA/BA/TK yang berlaku. Padahal panduan praktis semacam ini sangat dibutuhkan oleh tenaga pendidik di seluruh Nusantara. Pada umumnya mereka masih terbatas pengetahuannya tentang metode bercerita. Tulisan ini kami susun dengan maksud agar menjadi salah satu bahan pengayaan ketrampilan mendidik anak, bagi para pendidik anak usia dini dalam kegiatan kepengasuhan yang mereka lakukan.
Manfaat Cerita
Menurut para ahli pendidikan bercerita kepada anak-anak memiliki beberapa fungsi yang amat penting, yaitu:
1. Membangun kedekatan emosional antara pendidik dengan anak
2. Media penyampai pesan/nilai mora dan agama yang efektif
3. Pendidikan imajinasi/fantasi
4. Menyalurkan dan mengembangkan emosi
5. Membantu proses peniruan perbuatan baik tokoh dalam cerita
6. Memberikan dan memperkaya pengalaman batin
7. Sarana Hiburan dan penarik perhatian
8. Menggugah minat baca
9. Sarana membangun watak mulia
PERSIAPAN  BERCERITA
Sebelum bercerita, pendidik harus memahami terlebih dahulu tentang cerita apa yang hendak disampaikannya, tentu saja disesuaikan dengan karakteristik anak-anak usia dini. Agar dapat bercerita dengan tepat, pendidik harus mempertimbangkan materi ceritanya. Pemilihan cerita antara lain ditentukan oleh :
1.    Pemilihan Tema dan judul yang tepat Bagaimana cara memilih tema cerita yang tepat berdasarkan usia anak? Seorang pakar psikologi pendidikan bernama Charles Buhler mengatakan bahwa anak hidup dalam alam khayal. Anak-anak menyukai hal-hal yang fantastis, aneh, yang membuat imajinasinya “menari-nari”. Bagi anak-anak, hal-hal yang menarik, berbeda pada setiap tingkat usia,misalnya;
a.  sampai ada usia 4 tahun, anak menyukai dongeng fabel dan horor, seperti Si wortel, Tomat yang Hebat, Anak ayam yang Manja, kambing Gunung dan Kambing Gi as, anak nakal tersesat di hutan rimba, cerita nenek sihir, orang jahat, raksasa yang menyeramkan dan sebagainya.
b.  Pada usia 4-8 tahun, anak-anak menyukai dongeng jenaka, tokoh pahlawan/hero dan kisah tentang kecerdikan, seperti; Perjalanan ke planet Biru, Robot pintar, Anak yang rakus dan sebagainya
c. Pada usia 8-12 tahun, anak-anak menyukai dongeng petualangan fantastis rasional (sage), seperti: Persahabatan si Pintar dan si Pikun, Karni Juara menyanyi dan sebagainya.
2.  Waktu Penyajian Dengan mempertimbangkan daya pikir, kemampuan bahasa, rentang konsentrasi dan daya tangkap anak, maka para ahli dongeng menyimpulkan sebagai berikut
a. Sampai usia 4 tahun, waktu cerita hingga 7 menit
b. Usia 4-8 tahun, waktu cerita hingga 10 -15 menit
c. Usia 8-12 tahun, waktu cerita hingga 25 menit Namun tidak menutup kemungkinan waktu bercerita menjadi lebih panjang, apabila tingkat konsentrasi dan daya tangkap anak dirangsang oleh penampilan pencerita yang sangat baik, atraktif, komunikatif dan humoris.
3. Suasana (situasi dan kondisi) Suasana disesuaikan dengan acara/peristiwa yang sedang atau akan berlangsung, seperti acara kegiatan keagamaan, hari besar nasional, ulang tahun, pisah sambut anak didik, peluncuran produk, pengenalan profesi, program sosial dan lain-lain, akan berbeda jenis dan materi ceritanya. Pendidik dituntut untuk memperkaya diri dengan materi cerita yang disesuaikan dengan suasana. Jadi selaras materi cerita dengan acara yang diselenggarakan, bukan satu atau beberapa cerita untuk segala suasana.
PRAKTEK BERCERITA
1.Teknik Bercerita: Pendidik perlu mengasah keterampilannya dalam bercerita, baik dalam olah vokal, olah gerak, bahasa dan komunikasi serta ekspresi. Seorang pencerita harus pandai-pandai mengembangkan berbagai unsur penyajian cerita sehingga terjadi harmoni yang tepat. Secara garis besar unsur-unsur penyajian cerita yang harus dikombinasikan secara proporsional adalah sebagai berikut : (1) Narasi (2) Dialog (3) Ekspresi (terutama mimik muka) (4) Visualisasi gerak/Peragaan (acting) (5) Ilustrasi suara, baik suara lazim maupun suara tak lazim (6) Media/alat peraga (bila ada) (7) Teknis ilustrasi lainnya, misalnya lagu, permainan, musik, dan sebagainya.
2.Mengkondisikan anak : Tertib merupakan prasyarat tercapainya tujuan bercerita. Suasana tertib harus diciptakan sebelum dan selama anak-anak mendengarkan cerita. Diantaranya dengan cara-cara sebagai berikut: a. Aneka tepuk: seperti tepuk satu-dua, tepuk tenang, anak sholeh dan lain-lain. Contoh; Jika aku (tepuk 3x) sudah duduk (tepuk 3x) maka aku (tepuk 3x) harus tenang (tepuk 3x) sst…sst..sst… b. Simulasi kunci mulut: Pendidik mengajak anak-anak memasukkan tangannya ke dalam saku, kemudian seolah-olah mengambil kunci dari saku, kemudian mengunci mulut dengan kunci tersebut, lalu kunci di masukkan kembali ke dalam saku c. “Lomba duduk tenang”, Kalimat ini diucapkan sebelum cerita disampaikan, ataupun selama berlangsungnya cerita. Teknik ini cukup efektif untuk menenangkan anak, Apabila cara pengucapannya dengan bersungguh-sungguh, maka anak-anak pun akan melakukannya dengan sungguh-sungguh pula. d. Tata tertib cerita, sebelum bercerita pendidik menyampaikan aturan selama mendengarkan cerita, misalnya; tidak boleh berjalan-jalan, tidak boleh menebak/komentari cerita, tidak boleh mengobrol dan mengganggu kawannya dengan berteriak dan memukul meja. Hal ini dilakukan untuk mencegah anak-anak agar tidak melakukan aktifitas yang mengganggu jalannya cerita e. Ikrar, Pendidik mengajak anak-anak untuk mengikrarkan janji selama mendengar cerita, contoh:
   Ikrar..! Selama cerita, Kami berjanji 1. Akan duduk rapi dan tenang 2. Akan mendengarkan cerita dengan baik f. Siapkan hadiah!, secara umum anak-anak menyukai hadiah. Hadiah men dorong untuk anak-anak untuk mendapatkannya, meskipun harus menahan diri untuk tidak bermain dan berbicara. Bisa saja kita memberikan hadiah imajinatif seperti makanan, binatang kesayangan, balon yang seolah-olah ada di tangan dan diberikan kepada anak, tentu saja diberikan kepada anak-anak yang sudah akrab dengan kita, seringkali teknik ini menimbulkan kelucuan tersendiri.
3.Teknik membuka Cerita ”Kesan pertama begitu menggoda selanjutnya ….terserah anda”, Kalimat yang mengingatkan kita pada salah satu produk yang diiklankan. Hal ini mengingatkan pula betapa pentingnya membuka suatu cerita dengan sesuatu cara yang menggugah. Mengapa harus menggugah minat? Karena membuka cerita merupakan saat yang sangat menentukan, maka membutuhkan teknik yang memiliki unsur penarik perhatian yang kuat, diantaranya dapat dilakukan dengan: a. Pernyataan kesiapan : “Anak-anak, hari ini, Ibu telah siapkan sebuah cerita yang sangat menarik…” dan seterusnya. b. Potongan cerita: “Pernahkah kalian mendengar, kisah tentang seorang anak yang terjebak di tengah banjir?, kemudian terdampar di tepi pantai…?” c. Sinopsis (ringkasan cerita), layaknya iklan sinetron “Cerita bu Guru hari ini adalah cerita tentang “seorang anak kecil pemberani, yang bertempur melawan raja gagah perkasa perkasa ditengah perang yang besar” (kisah nabi Daud) mari kita dengarkan bersama-sama ! d. Munculkan Tokoh dan Visualisasi “ dalam cerita kali ini, ada 4 orang tokoh penting…yang pertama adalah seorang anak yang jago main karate, ia tak takut dengan siapapun…namanya Adiba, yang kedua adalah seorang ketua gerombolan penjahat yang bernama Somad, badannya tinggi besar dan bila tertawa..iiih mengerikan karena sangat keras”…HA. HA..HA..HA..HA”, Somad memiliki golok yang sangat besar, yang ketiga seorang guru yang bernama Umar, wajahnya cerah dan menyenangkan…dan seterusnya. e. Pijakan (setting) tempat “Di sebuah desa yang makmur…”, “Di pinggir pantai..” “Di tengah Hutan…” “Ada sebuah kerajaan yang bernama ..” “Di sebuah Pesantren…” dan lain-lain. f. Pijakan (setting) waktu, “Jaman dahulu kala…” “Jaman pemerintahan raja mataram …” ”Tahun 2045 terjadi sebuah tabrakan komet…” “Pada suatu malam…” “Suatu hari…” dan lain-lain. g. Ekspresi emosi: Adegan orang marah, menangis, gembira, berteriak-teriak dan lain-lain. h. Musik & Nyanyian “Di sebuah negeri angkara murka, dimulai cerita…(kalimat ini dinyanyikan), atau ambillah sebuah lagu yang popular, kemudian gantilah syairnya dengan kalimat pembuka sebuah cerita. i. Suara tak Lazim atau ”Boom” ! : Pendidik dapat memulai cerita dengan memunculkan berbagai macam suara seperti; suara ledakan, suara aneka binatang, suara bedug, tembakan dan lain-lain.
4.Menutup Cerita dan Evaluasi a. Tanya jawab seputar nama tokoh dan perbuatan mereka yang harus dicontoh maupun ditinggalkan. b. Doa khusus memohon terhindar dari memiliki kebiasaan buruk seperti tokoh yang jahat, dan agar diberi kemampuan untuk dapat meniru kebaikan tokoh yang baik. c. Janji untuk berubah; Menyatakan ikrar untuk berubah menjadi lebih baik, contoh “Mulai hari ini, Aku tak akan malas lagi, aku anak rajin dan taat kepada guru!” d. Nyanyian yang selaras dengan tema, baik berasal dari lagu nasional, popular maupun tradisional e. Menggambar salah satu adegan dalam cerita. Setelah selesai mendengar cerita, teknik ini sangat baik untuk mengukur daya tangkap dan imajinasi anak.
5.Penanganan Keadaan Darurat Apabila saat bercerita terjadi keadaan yang mengganggu jalannya cerita, pendidik harus segera tanggap dan melakukan tindakan tertentu untuk mengembalikan keadaan, dari kondisi yang buruk kepada kondisi yang lebih baik (tertib). Adapun kasus-kasus yang paling sering terjadi adalah: a. Anak menebak cerita. Penanganan: Ubah urutan cerita atau kreasikan alur cerita b. Anak mencari perhatian. penanganan: sampaikan kepada anak tersebut bahwa kita dan teman-temannya terganggu, kemudian mintalah anak tersebut untuk tidak mengulanginya. c. Anak mencari kekuasaan. Penanganan: Pendidik lebih mendekat secara fisik dan lebih sering melakukan kontak mata dengan hangat. d. Anak gelisah. Penanganan: Pendidik lebih dekat secara fisik dan lebih sering melakukan kontak mata dengan hangat, kemudian mengalihkan perhatiannya kepada aktivitas bersama seperti tepuk tangan dan penyanyi yang mendukung penceritaan. e. Anak menunjukkan ke tidak puasan. Penanganan: Pendidik membisikkan ke telinga anak tersebut dengan hangat ”Adik anak baik, Ibu makin sayang jika adik duduk lebih tenang” f. Anak-anak kurang kompak. Pananganan: pendidik lebih variatif mengajak tepuk tangan maupun yel-yel. g. Kurang taat pada aturan atau tata tertib. Penanganan: Pendidik mengulangi dengan sungguh-sungguh tata tertib kelas. h. Anak protes minta ganti cerita. Penanganan: Katakanlah ”Hari ini ceritanya adalah ini, cerita yang engkau inginkan akan Ibu sampaikan nanti”. i. Anak menangis. Penanganan: Mintalah orang tua atau pengasuh lainnya membawa keluar. j. Anak berkelahi. Penanganan: Pisahkan posisi duduk mereka jangan terpancing untuk menyelesaikan masalahnya, namun tunggu setelah selesai cerita k. Ada tamu. Penanganan: Berikan isyarat tangan kepada tamu agar menunggu, kemudian cerita diringkas untuk mempercepat penyelesaiannya Suasana cerita sangat ditentukan oleh ketrampilan bercerita pendidik dan hubungan emosional yang baik antara pendidik dengan anak-anak. Beberapa kasus di atas hanyalah sebagian contoh yang sering muncul saat seorang pendidik bercerita, jadi penanganannya bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta kreativitas pendidik. 6. Media dan Alat bercerita Berdasarkan cara penyajiannya, bercerita dapat disampaikan dengan alat peraga maupun tanpa alat peraga (dirrect story). Sedangkan bercerita dengan alat peraga tersebut dibedakan menjadi peraga langsung (membawa contoh langsung:kucing dsb) maupun peraga tidak langsung (boneka, gambar, wayang dsb). Agar bercerita lebih menarik dan tidak membosankan, pendidik disarankan untuk lebih variatif dalam bercerita, adakalanya mendongeng secara langsung, panggung boneka, papan flanel, slide, gambar seri, membacakan cerita dan sebagainya.sehingga kegiatan bercerita tidak menjemukan.
INTONASI SUARA DAN GERAKAN MATA SANGAT MENENTUKAN CERITA
Bagaimana cara mengatur intonasi suara dan gerakan mata:
1. Anda harus mengeluarkan suara yang cukup keras (tidak perlu berteriak) untuk dapat didengar oleh semua anak di kelas.
2. Untuk menyajikan cerita secara dramatis maka anda harus betul-betul menguasai ceritanya sehingga tahu kapan anda harus menekankan kata-kata tertentu atau memperlihatkan mimik muka tertentu. Mis, jika anda sedang bercerita tentang seorang yang sedang berlari ketakutan, anda perlu ikut mempercepat suara anda dengan mimik muka yang tepat untuk menggambarkan kejadian tsb.
   3.Cara anda memperbesar atau   memperkecil suara adalah sesuai dengan penjiwaan anda terhadap cerita tsb. Jika itu tercapai maka mudah sekali anda menirukan suara-suara tertentu, mis. suara anak kecil atau orang tua, suara orang memerintah atau suara lembut seorang ibu, suara orang ketakutan atau suara orang marah dll.
   4.Tujukan gerakan yang sesuai dengan cerita anda. Mis, jika anda bercerita tentang seorang yang sedang berbisik, anda perlu menirukan gaya orang yang sedang berbisik. dsb.
   5.Hal yang paling penting dalam bercerita adalah gerakan mata anda. Jangan sekali-sekali membiarkan mata anda menerawang ke angkasa. Tataplah mata anak-anak secara bergantian. Dengan tatapan mata anda ini anda dapat menguasai seluruh kelas.
Untuk dapat menguasai aspek-aspek keterampilan teknis dari penyajian cerita diatas, tentu membutuhkan persiapan yang matang. Selain itu, kemampuan dalam bercerita agar dapat memunculkan berbagai unsur diatas, dan tersaji secara padu, hanya dapat dikuasai dengan pengalaman dan latihan-latihan yang tekun. Bercerita memang salah satu bagian dari keterampilan mengajar. Sebagai sebuah keterampilan, penguasaannya tidak cukup hanya dengan memahami ilmunya secara teoritik saja. Yang lebih penting dari itu adalah keberanian dan ketekunan dalam mencobanya secara langsung. Itulah sebabnya, latihan-latihan tertentu yang rutin sangat dibutuhkan. Yang jelas, keterampilan teknis bercerita hanya dapat dikembangkan melalui latihan dan pengalaman praktek bercerita. Akhirnya.

Ketika anda berbicara atau bercerita kepada anak di depan kelas, ingatlah bahwa suara anda dan mimik muka serta sorotan mata anda sangat menentukan apakah anda akan berhasil menarik perhatian mereka. 
 
SUMBER : http://jakafilyamma.blogspot.co.id/2012/07/pengertian-cerita-dongeng-dan-metode.html

PENGERTIAN NOVEL DAN PEMBAHASANNYA

Pengertian Novel
Sebutan novel dalam bahasa inggris berasal dari bahasa Itali novella, dalam bahasa Jerman novelle berarti sebuah barang baru yang kecil, dan kemudian diartikan sebagai cerita pendek dalam bentuk prosa. Dewasa ini istilah novella dan novelle mengandung pengertian yang sama dengan istilah Indonesia novelet ( Inggris : novelette ) yang berarti sebuah karya prosa fiksi yang tidak terlalu panjang namun juga tidak terlalu pendek.
Novel merupakan bentuk karya sastra yang paling populer di dunia. Bentuk sastra ini paling beredar, karena daya komunikasinya yang luas pada masyarakat. Sebagai bahan bacaan, novel dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu sastra serius dan sastra hiburan bisa disebut sebagai karya sastra serius. Sebuah novel serius bukan saja dituntut menjadi karya yang indah, menarik  dan juga memberikan hiburan kepada pembacanya, tetapi lebih dari itu. Syarat utama novel adalah harus menarik, menghibur dan mendatangkan rasa puas setelah orang selesai membacanya.
Novel yang baik adalah novel hiburan hanya dibaca untuk kepentingan santai saja, yang penting memberikan keasyikan pada pembacanya untuk  menyelesaikannya.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa novel serius punya fungsi sosial, sedangkan novel hiburan hanya berfungsi personal. Novel berfungsi sosial karena novel yang baik ikut membina orang tua, masyarakat menjadi manusia. Sedangkan novel hiburan tidak memperdulikan apakah cerita yang dihidangkan tidak membina manusia yang terpenting bahwa novel tersebut memikat orang untuk segera membacanya.
Banyak sastrawan yang memberi batasan atau definisi novel. Batasan atau definisi yang mereka berikan berbeda – beda karena sudut pandang yang mereka pergunakan juga berbeda – beda karena sudut pandang yang mereka pergunakan juga berbeda – beda. Definisi – definisi itu antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Novel adalah bentuk sastra yang paling populer di dunia. Bentuk sastra ini paling banyak dicetak dan paling banyak beredar, lantaran daya komunitasnya yang luas pada masyarakat (Jakob Sumardjo Drs)
  2. Novel adalah bentuk karya sastra yang didalamnya terdapat nilai-nilai budaya, sosial, moral, dan pendidikan ( Dr. Nurhadi, Dr. Dawud, Dra. Yuni Pratiwi, M.Pd, Dra. Abdul Roni, M.Pd )
  3. Novel merupakan karya sastra yang mempunyai dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik, dan keduanya saling berhubungan karena sangat berpengaruh dalam kehadiran sebuah karya sastra ( Drs. Rostamaji, M.Pd, Agus Priantoro, S.Pd )
  4. Novel adalah karya sastra yang berbentuk prosa yang mempunyai unsur-unsur intrinsik ( Paulus Tukam, S.Pd )
Unsur – Unsur Novel
Novel mempunyai unsur-unsur yang turut membangun novel menjadi cerita yang menarik, unsur tersebut dibagi menjadi 2 ( dua ) yaitu (1) unsur intrinsik dan (2) unsur ekstrinsik.
A. Unsur Instrinsik
Unsur instrinsik dalam sebuah novel terdiri dari :
1. Tema
Tema merupakan gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung di dalam teks. Sebagai unsur semantris dan yang menyangkut persamaan – persamaan dan perbedaan – perbedaan ( Hartoko dan Rahmanto, 1986 : 142 ). Tema disaring dari motif – motif yang terdapat dalam karya yang bersangkutan yang menentukan hadirnya peristiwa – peristiwa, konflik dan situasi tertentu. Tema dalam banyak hal bersifat mengikat kehadiran dan ketidakhadiran peristiwa, konflik, situasi tertentu, termasuk berbagai unsur intrinsik yang lain, karena hal – hal tersebut haruslah bersifat mendukung kejelasan tema yang ingin disampaikan. Tema menjadi dasar pengembangan seluruh cerita, maka ia pun  bersifat menjiwai selurh bagian cerita itu.  Tema mempunyai generalisasi yang umum, lebih luas dan abstrak.
2. Setting / latar
Latar / setting yang disebut juga sebagai landas tumpu menyarankan pada pengertian tempat, hubungan waktu dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan ( Abrams, 1981 : 175 ).
Senada dengan pendapat diatas menyatakan bahwa setting merupakan latar belakang yang membantu kejelasan jalan cerita. Setting ini meliputi waktu, tempat, sosial budaya, ( Drs. Rustamaji, M.Pd., Agus Priantoro, S.Pd ). Latar memberikan pijakan cerita secara konkret dan jelas. Hal ini penting untuk memberikan kesan realistis kepada pembaca. Menciptakan suasana tertentu yang seolah – olah sungguh – sungguh ada dan terjadi.
Latar dapat dibedakan tiga unsur pokok yaitu :
(1)      Latar tempat
Latar tempat menyusun pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi.
(2)      Latar waktu
Latar waktu berhubungan dengan masalah “kapan” terjadinya peristiwa – peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi.
(3)      Latar sosial
Latar sosial menyaran pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat disuatu tempat yang diceritakan dalam karya sastra.
3. Penokohan
Penokohan adalah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang diotampilkan dalam sebuah cerita. Penokohan mencakup masalah siapa tokoh cerita, bagaimana perwatakannya, bagaimana penempatan dan pelukisannya dalam sebuah cerita sehingga sanggup memberikan gambaran  yang jelas kepada pembaca.
Berdasarkan perbedaan sulit pandang dan tinjauan, seorang tokoh dapat dikategorikanm ke dalam beberapa jenis, yaitu:
(1)      Tokoh utama
Tokoh utama adalah tokoh yang diutamakan penceritaannya dalam novel yang bersangkutan.
(2)      Tokoh Protagonis
Tokoh protagonis adalah tokoh yang kita kagumi yang merupakan pengejawantahan norma-norma, nilai-nilai, yang ideal bagi kita.
(3)      Tokoh Antagonis
Tokoh antagonis merupakan tokoh penyebab terjadinya konflik dalam sebuah cerita.
(4)      Tokoh sederhana
Tokoh sederhana adalah tokoh yang hanya memiliki satu kualitas peribadi tertentu, satu sifat watak yang tertentu saja.
(5)      Tokoh bulat ( kompleks )
Tokoh bulat ( kompleks ) adalah tokoh yang memiliki dan diungkap berbagai kemungkinan sisi kehidupannya, sisi kepribadian dan jati dirinya.
(6)      Tokoh Statis
Tokoh Statis memiliki sikap dan watak yang relatif tetap , tak berkembang, sejak awal sampai akhir cerita.
(7)      Tokoh Berkembang
Tokoh berkembang adalah tokoh cerita yang mengalami perubahan dan berkembang perwatakan sejalan dengan perkembangan serta perubahan peristiwa dan plot yang dikisahkan.
(8)      Tokoh Tipikal
Tokoh Tipikal adalah tokoh yang hanya sedikit ditampilkan keadaan individualitasnya dan lebih banyak ditonjolkan kualitas  pekerjaan atau kebangsaan. Tokoh ini merupakan penggambaran pencerminan atau penunjukkan terhadap orang atau sekelompok orang yang terikat dalam sebuah lembaga, atau seorang individu sebagai bagian dari lembaga yang ada di dunia nyata.
(9)      Tokoh Netral
Tokoh Netral adalah tokoh cerita yang bereksistensi demi cerita itu sendiri. Ia benar – benar merupakan tokoh imajiner, yang hanya hidup dan bereksistensi dalam dunia fiksi, Ia hadir semata – mata demi cerita, atau bahkan dialah yang empunya cerita, pelaku cerita  dan diceritakan.
(10)  Tokoh Tambahan
Tokoh lain dalam cerita selain tokoh utama.
4. Alur / Plot
Alur / Plot merupakan rangkaian peristiwa dalam novel. Alur dibedakan menjadi 2 (dua) bagian yaitu pertama alur maju ( progesif ) yaitu apabila peristiwa bergerak secara bertahap berdasarkan urutan kronologis menuju alur cerita. Sedangkan yang kedua alur mundur ( flash back progesif ) yaitu terjadi ada kaitannya dengan peristiwa yang sedang berlangsung. Plot / alur menampilkan kejadian – kejadian yang mengandung konflik maupun menarik bahkan mencekam pembaca.
5. Sudut Pandang
Sudut pandang ( point of view ) merupakan strategi, teknik, siasat yang secara sengaja dipilih pengarang untuk mengemukakan gagasan dan ceritanya.
Sudut pandang dibagi menjadi 3 yaitu :
1)      Sudut Pandang orang pertama : “ Aku “
Pengarang menggunakan sudut pandang tokoh dan kata ganti orang pertama, mengisahkan apa yang terjadi dengan dirinya dan mengungkapkan perasaannya sendiri dengan kata – katanya sendiri.
2)      Sudut Pandang orang ketiga : “ Dia “
Pengarang menggunakan sudut pandang tokoh bawahan, ia lebih banyak mengamati dari luar daripada terlibat di dalam cerita, pengarang biasanya menggunakan kata ganti orang ketiga.
3)      Sudut pandang campuran
Pengarang menggunakan sudut pandang impersonal, ia sama sekali berdiri di luar cerita, Ia serba melihat, serba mendengar dan serba tahu. Ia melihat sampai ke dalam pikiran tokoh  dan mampu mengisahkan  rahasia batin yang paling dalam dari tokoh.

B. Unsur Ekstrinsik
Unsur ini meliputi latar belakang penciptaan, sejarah, biografi pengarang dan lain – lain diluar unsur intrinsik. Unsur ekstrinsik yaitu unsur – unsur yang ada di luar tubuh karya sastra. Perhatian terhadap unsur-unsur ini  akan membantu keakuratan penafsiran isi suatu karya sastra.

Sumber : https://pusatbahasaalazhar.wordpress.com/pesona-puisi/segala-hal-tentang-novel/

Tuesday, November 24, 2015

Unsur dan Pola Kalimat Dasar Bahasa Indonesia

Kalimat adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat terdiri dari berbagai unsur seperti subyek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. Sebuah kalimat dikatakan sempurna bila memiliki minimal dua unsur, yaitu subyek dan predikat.

* Unsur Kalimat

1. Subyek (S)
  • Disebut juga pokok kalimat, karena merupakan unsur inti suatu kalimat.
  • Umumnya berupa kata benda (KB) atau kata lain yang dibendakan.
  • Merupakan jawaban dari pertanyaan “Siapa” atau “Apa”.
  • Contoh :
    • Siwon adalah seorang aktor dan penyanyi.
    • Super Junior adalah boyband favoritku.
    • Buku itu dibeli oleh Kibum.
2. Predikat (P)
  • Unsur inti pada kalimat yang berfungsi menjelaskan subyek.
  • Biasanya berupa kata kerja (KK) atau kata sifat (KS).
  • Merupakan jawaban dari pertanyaan “Mengapa” dan “Bagaimana”.
  • Contoh :
    • Yesung menyanyi dengan merdu.
    • Hangeng memasak nasi goreng.
    • Leeteuk membaca majalah.
3. Objek (O)
  • Keterangan predikat yang memiliki hubungan erat dengan predikat.
  • Biasanya terletak di belakang predikat.
  • Dalam kalimat pasif, objek akan menempati posisi subyek.
  • Ada dua macam objek, yaitu :
    • Objek Penderita : kata benda atau yang dibendakan baik berupa kata atau kelompok kata yang merupakan sasaran langsung dari perbuatan atau tindakan yang dinyatakan oleh subyek.
Makna objek penderita :
1. Penderita
Contoh :  Kyuhyun mencoret-coret tembok.
2. Penerima
Contoh :  Eunhyuk memakai baju Heechul.
3. Tempat
Contoh  :  Super Junior datang ke Indonesia.
4. Alat
Contoh : Kangin melempar bola ke Shindong.
5. Hasil
Contoh :  Donghae mengerjakan tugas Bahasa Indonesia.
    • Objek Penyerta : objek yang menyertai subjek dalam melakukan atau mengalami sesuatu.
Makna objek penyerta :
1. Penderita.
Contoh :  Sungmin memberikan Sungjin komputer baru.
2. Hasil.
    Contoh :  Ryeowook membelikan orangtuanya rumah.

4. Keterangan (K)
  • Hubungannya dengan predikat renggang.
  • Posisinya dapat di awal, tengah, ataupun akhir kalimat.
  • Terdiri dari beberapa jenis :
    • Keterangan Tempat
      • Hangeng akan konser di Singapore.
    • Keterangan Alat
      • Dalam drama itu, Kyuhyun memukul Shindong dengan panci.
    • Keterangan Waktu
      • Shinee akan kembali ke Korea pukul 11 malam.
    • Keterangan Tujuan
      • Kita harus rajin berolahraga agar sehat.
    • Keterangan Cara
      • Mereka memperhatikan koreo dengan seksama.
    • Keterangan Penyerta
      • Eunhyuk pergi bersama Donghae.
    • Keterangan Similatif
      • Yesung memberikan arahan kepada pemain sebagai pelatih.
    • Keterangan Sebab
      • Dia sangat sukses sekarang karena giat bekerja.
5. Pelengkap (Pel.)
  • Terletak di belakang predikat.
  • Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subyek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap.
  • Contoh :
    • Kibum memberikanku novel bagus.
    • Hangeng menghadiahkan orangtuanya restoran baru.
    • Mahkota itu bertahtakan mutiara.

*Pola Kalimat…

Berdasarkan pola dasarnya, Badudu (1990: 32) mengungkapkan pola :
1.  S-P
Kibum tidur.
2. S-P-O
Shindong makan gorengan.
3. S-P-Pel
Cincinnya bertahtakan berlian.
4. S-P-K
JYJ konser di Tokyo Dome.
5. S-P-O-Pel
Yesung menamai kura-kuranya Ddangkoma.
6. S-P-O-Pel-K
Setiap pagi Hangeng membuatkan semua member nasi goreng.
7. S-P-O-K
Eunhyuk minum susu strawberry setiap hari.
8. S-P-Pel-K.
Semua member sedih ketika Kangin masuk militer.


Referensi :